Beranda blog Halaman 1357

Penasihat Hukum Sebut Ada Kejanggalan Tersangka Kasus Proyek Jalan di Bener Meriah

0
Penasehat Hukum, Kasibun Daulay, SH (kiri) dan Faisal Qasim, SH, MH (kanan). Foto: Dok. ist)

Nukilan.id – Penasihat Hukum salah satu tersangka kasus korupsi kegiatan peningkatan jalan di Ibukota kecamatan Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah bersumber dari DOKA tahun 2018 pada PUPR Aceh, mempertanyakan alasan Kejaksaan Negeri Bener Meriah yang hanya menetapkan dua orang Tersangka dalam perkara tersebut, yaitu IR selaku PPTK pada UPTD Dinas PUPR Aceh Wilayah III dan ER selaku kontraktor pelaksana kegiatan.

Melalui siaran pers, Penasehat Hukum Tersangka IR, advokat Faisal Qasim SH MH yang didampingi advokat Kasibun Daulay SH menyebutkan bahwa pihaknya merasa ada kejanggalan dalam proses penetapan tersangka pada kasus tersebut, mengingat ada pihak-pihak lain yang dianggap lebih bertanggungjawab dan seharusnya juga ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami merasa janggal dengan penetapan tersangka dalam perkara ini, kok hanya PPTK saja yang dibebankan pertanggungjawab, padahal PPTK itu hanya melaksanakan tugas teknis dan dia tidak punya wewenang secara strategis, termasuk tanda tangan kontrak pekerjaan,” tegas Advokat Faisal.

Menurut Ia, kliennya selaku PPTK menjalankan tugas atas dasar laporan pengawasan dari pihak konsultan pengawas, sehingga laporan progres pekerjaan yang kemudian jadi salah satu dokumen syarat pembayaran adalah berdasarkan laporan progres pekerjaan dari pihak konsultan pengawas itu.

Sehingga Ia menyebutkan, bahwa seharusnya ada pihak-pihak lain yang lebih tepat ditetapkan sebagai tersangka untuk dimintakan pertanggungjawaban dalam kasus dugaan korupsi pembangunan jalan tersebut.

“Kerena mengingat peran dan tanggung jawab pihak-pihak lain itu sangat strategis dan signifikan sehingga proyek jalan itu bisa berjalan,” ucapnya.

Seterusnya penasehat hukum tersangka IR lainnya, advokat Kasibun Daulay SH merincikan pihak-pihak yang menurutnya memiliki peran kunci dalam proyek kegiatan pembangunan Jalan yang diduga telah merugikan keuangan negara sebesar Rp. 252.549.091 tersebut.

Pihak-pihak tersebut menurut Kasibun adalah terdiri dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) selaku pihak yang menandatangani kontrak pekerjaan bersama dengan rekanan pelaksana. Dan KPA juga yang paling bertanggungjawab untuk proses pencairan uang kegiatan. 

Begitu pula dengan pihak konsultan pengawas, menurut ia juga pihak yang harus diminta pertanggungjawaban pidana dalam proyek tersebut, mengingat secara tugas dan tanggungjawab, konsultan pengawaslah yang bertanggungjawab mengawasi perkerjaan secara detil dari awal sampai selesai. 

“KPA dan konsultan pengawas adalah pihak kunci dalam proyek ini selain kontraktor pelaksana, mengingat peran KPA yang sangat strategis dalam hal sebagai orang yang menandatangani kontrak dan yang paling bertanggungjawab atas pencairan uang pekerjaan. Serta konsultan pengawas yang juga punya peran signifikan dalam melakukan pengawasan terhadap berjalan baik atau tidaknya pembangunan jalan tersebut, sehingga ujungnya bisa dicairkan uang,” jelas Kasibuan Daulany

Oleh karena itu, Ia berharap agar Kejari Bener Meriah jangan tebang pilih dalam menetapkan tersangka. Karena menurutnya, jangan sampai muncul dugaan-dugaan adanya permainan dan grand design tertentu dalam penanganan perkara itu, terlebih masyarakat luas juga sedang memantau setiap proses yang sedang  berlangsung dan yang sedang ditangani oleh Kejari Bener Meriah.

“Jangan sampai ada dugaan permainan dan tebang pilih dalam perkara ini, karena saya yakin masyarakat luas juga sedang memantau dan melihat proses hukum yang sedang ditangani ini,” tutup advokat Kasibun. []

Pj Walikota Banda Aceh Lepas Peserta Kirab Ramadan 1444 H

0

Nukilan.id – Penjabat Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq melepas peserta Kirab Ramadan 1444 Hijriah, di Jalan Abu Lam U, depan Balai Kota Banda Aceh, Senin 10 April 2023.

Kirab Ramadan merupakan rangkaian acara Aceh Ramadan Festival 2023 dengan tema “Spiritual Journey in Serambi Mecca”. Tahun ini, Kirab Ramadan diikuti oleh peserta dari seluruh SMP se-Banda Aceh.

Dalam acara turut hadir Kadisbudpar Aceh Almuniza Kamal, Kadispar Banda Aceh Said Fauzan, Kadisdikbud Sulaiman Bakri, Kepala Dinas Syariat Islam Ridwan, Kepala Dinas Perhubungan Wahyudi, Kasatpol PP/WH M Rizal, dan para kepala SKPK lainnya, serta para guru pendamping.

Pelepasan dimulai dengan penampilan tarian Seudati, dan pengibaran bendera Kirab Ramadan 2023 oleh Pj Wali Kota Banda Aceh dan Kadisbudpar Aceh.

Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq dalam sambutannya mengatakan Banda Aceh merupakan daerah Syariat Islam dengan keunggulan kooperatif yang dikemas dalam wisata religi.

“Saya yakin dan optimis Aceh Ramadan Festival merupakan strategi yang efisien dan efektif meningkatkan perekonomian, sehingga dapat menjadi sebuah multiplier effect bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Bakri pun mengucapkan terima kasih kepada pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh yang telah memberi kesempatan kepada Banda Aceh dengan diadakannya kegiatan Ramadan Festival ini.

“Dengan adanya kegiatan ini, maka saya yakin banyak muncul pelaku UMKM dengan berbagai produknya,” ungkap Bakri.

Menurutnya, pertumbuhan penduduk Banda Aceh sangat cepat dan setiap tahun jumlahnya pun semakin bertambah dengan banyaknya mahasiswa luar yang menempuh kuliah di berbagai universitas yang ada di Banda Aceh.

“Mudah-mudahan juga akan berimbas pada bertambahnya jumlah sektor jasa religi di Kota Banda Aceh yang sesuai dengan Syariat Islam,” harapnya. []

Kejati Aceh Bantu Penuhi Kebutuhan Masyarakat Melalui Pasar Murah

0

Nukilan.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh mengadakan pasar murah sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau selama bulan suci Ramadhan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1444 H. 

Pasar murah ini dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 10-11 April. Harga-harga yang ditawarkan di pasar murah ini lebih murah dibandingkan dengan harga di pasaran umum. 

Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Bambang Bachtiar, SH MH menyampaikan Pasar murah ini merupakan hasil kerja sama antara Kejaksaan Tinggi Aceh dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, BULOG Aceh, Bank Aceh, PT. PN I, dan Alfamart.

“Kita harapkan dengan adanya pasar murah ini dapat membantu masyarakat Aceh untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Bambang dalam keterangan tertulisnya kepada Nukilan.

Menurut Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, fenomena lonjakan harga bahan pokok selama periode ini dapat membebani masyarakat dan mengurangi daya beli mereka.

“Oleh karena itu, pasar murah ini menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat dan mendukung program pemerintah dalam menekan laju inflasi di daerah,” katanya.

Selain itu, kata Bambang, kegiatan pasar murah ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha kecil dan menengah di daerah. 

“Semoga dengan kegiatan ini dapat dimaknai sebagai wujud dari rasa kepedulian dan solidaritas dalam membantu sesama umat dan mudah-mudahan semua ini akan menjadi amal bagi kita semua. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin,” pungkasnya. []

Polisi Amankan Enam Pelaku Illegal Minning beserta Dua Unit Alat Berat

0

Nukilan.id – Personel Unit Tipidter Satreskrim Polres Nagan Raya mengamankan enam penambang ilegal atau illegal mining beserta dua unit alat berat di Desa Kandeh, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Selasa, 4 April 2023.

Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Winardy melalui Kasubdit Tipidter AKBP Muliadi mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat yang sudah resah dengan aktivitas penambangan ilegal.

Mendapati informasi tersebut, kata Muliadi, tim yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Nagan Raya AKP Machfud melakukan penyelidikan. Setelah diperiksa, ternyata benar aktivitas tambang tersebut tanpa dilengkapi izin, sehingga enam penambang berinisial Sf (20), ZH (22), LI (30), IS (48), JY (27), dan SA (48) ditangkap.

Saat ini, para pelaku beserta barang bukti berupa dua unit alat berat jenis ekskavator, dua unit indang–alat pendulang emas–, satu timbangan emas, dua ambal penyring emas dan dua buku catatan hasil tambang diamankan di Polres Nagan Raya untuk diproses hukum.

“Benar, ada enam penambang dan dua unit alat berat, beserta barang bukti lainnya diamankan di Polres Nagan Raya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Muliadi, dalam keterangannya di Polda Aceh, Senin, 10 April 2023.

Para pelaku akan dijerat Pasal 158 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 3 tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHPidana.

Di akhir keterangannya, Muliadi juga mengimbau masyarakat agar mendukung penegakan hukum yang dilakukan kepolisian untuk menyelamatkan lingkungan dari penambangan ilegal. Karena, penambangan yang dilakukan tanpa izin bisa berdampak buruk terhadap lingkungan, salah satunya adalah banjir.

Kapolda Aceh Terima Audiensi Komisaris PT Perta Arun Gas

0

Nukilan.id – Kapolda Aceh Irjen Ahmad Haydar menerima audiensi Komisaris PT Perta Arun Gas (PAG) di ruang kerjanya di Polda Aceh, Senin, 10 April 2023.

Dalam kesempatan itu, Komisaris PT PAG mengatakan, bahwa kedatangannya untuk bersilaturahmi sekaligus menperkenalkan diri selaku pejabat baru di Perta Arun Gas. Selain itu, ia juga meminta dukungan pengamanan dari Polda Aceh, khususnya menjelang tahun politik 2024 nanti.

Sementara itu, Kapolda Aceh Irjen Ahmad Haydar mengucapkan selamat datang dan menyambut baik niat baik Komisaris PT PAG yang baru untuk berkunjung ke Polda Aceh.

Terkait pengamanan, Ahmad Haydar mengatakan, bahwa pengamanan objek vital atau obvit sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab Kepolisian, dalam hal ini Polda Aceh.

Ia berharap, PT PAG dan Polda Aceh segera melakukan MoU sebagai dasar pengerahan personel untuk mengamankan objek vital tersebut.

“Terkait pengamanan objek vital memang sudah kewajiban kami. Baiknya segera dibuat MoU agar jadi dasar pengerahan personel,” demikian, kata Ahmad Haydar. []

Bulan Suci Ramadhan, Aparatur Desa Panton Makmur Bagikan Sembako ke 119 Rumah Warga

0

Nukilan.id – Dalam rangka Bulan Suci Ramdhan seluruh Aparatur Desa, Babhinsa dan Babhinkantimas menggelar pembagian Sirup sebanyak 119 Rumah di Desa Panton Makmur Kecamatan Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya.

“Pembagian tersebut langsung dibagikan oleh seluruh aparatur Desa. Diantaranya yang dibagikan ialah sirup 2 botol, Gula 1 Kilo sebanyak 119 rumah warga di desa panton makmur,” kata Kechik Panton Makmur Hendri kepada awak media pada Minggu, (9/04/2023).

Hendri berharap dibulan Suci Ramadhan ini, kami selaku aparatur Desa bisa membantu masyarakat dengan sebaik mungkin, sehingga masyarakat bisa beribadah kepada Allah dengan tenang dan khusyuk.

Selain itu katanya, ia akan terus melakukan yang terbaik dalam melayani masyarakat didesanya tanpa kecuali.

Hal ini didasari dengan semangat dan cinta serta kepedulian sesama dapat terus berlangsung dan berjalan tidak hanya di bulan puasa,” ucap Hendri.

Dengan adanya pembagian Sirup tersebut, masyarakat sangat antusias dan mengucapkan terimakasih kepada Kechik Panton makmur dan seluruh aparatur desa. []

Mengenal Anak MDVI dan Metode Pendidikan

0
Istiarsyah, S.Pd.I., S.Pd., M.Ed. Kepala Sekolah Penggerak SLB Vokasional Muhammadiyah Bireuen, Narasumber Nasional Dikmen Diksus Program Pendidikan Inklusif. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Kepala Sekolah Penggerak SLB Vokasional Muhammadiyah Bireuen, Narasumber Nasional Dikmen Diksus Program Pendidikan Inklusif.

ANAK dengan Multiple Disability with Visual impairment (MDVI) adalah anak yang memiliki gangguan penglihatan yang berat atau total, serta gangguan lain yang mempengaruhi perkembangan dan pembelajarannya.

Baca Juga: Dirjen Dukcapil Kemendagri Minta Disdukcapil di Daerah Capai Target Kinerja

Gangguan lain tersebut bisa berupa gangguan intelektual, fisik, sensorik, komunikasi, perilaku, atau kesehatan.

Anak dengan MDVI membutuhkan pendekatan khusus dalam pendidikan dan rehabilitasi, karena mereka memiliki kebutuhan yang kompleks dan berbeda-beda.

Beberapa karakteristik umum anak dengan MDVI adalah:

  • Mereka sering mengalami kesulitan dalam memahami konsep abstrak dan ruang.
  • Mereka membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengenali dan menginterpretasikan informasi dari indra lain selain penglihatan.
  • Mereka cenderung lebih pasif dan kurang berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
  • Mereka membutuhkan bantuan dan dukungan yang intensif dan berkelanjutan dari orang tua, guru, dan tenaga profesional lainnya.
  • Mereka membutuhkan program pendidikan yang individualisasi dan holistik, yang melibatkan aspek kognitif, sosial-emosional, fisik-motorik, komunikasi, dan kemandirian.

Untuk membantu anak dengan MDVI agar dapat berkembang secara optimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua dan guru, antara lain:

  • Melakukan asesmen komprehensif untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, minat, dan preferensi anak.
  • Menyediakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menarik bagi anak.
  • Menggunakan media dan metode belajar yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan anak.
  • Memberikan stimulasi multisensori yang bervariasi dan konsisten kepada anak.
  • Mengajak anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan sehari-hari yang bermakna dan fungsional bagi dirinya.
  • Mengembangkan keterampilan komunikasi anak dengan menggunakan bahasa tubuh, isyarat tangan, suara, atau alat bantu komunikasi lainnya.
  • Mengajarkan anak tentang konsep dasar seperti diri sendiri, orang lain, benda-benda, waktu, tempat, dll.
  • Mendorong anak untuk berinteraksi dengan orang lain dan lingkungannya secara positif dan kooperatif.
  • Memberikan pujian dan umpan balik yang konstruktif kepada anak atas usaha dan prestasinya.

Anak dengan MDVI memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemampuan mereka. Jika anak MDVI mendapatkan dukungan yang tepat dari orang tua, guru, dan masyarakat, mereka dapat meraih cita-cita dan kualitas hidup yang lebih baik.

Mari kita bersama-sama mengenal dan mendukung anak dengan MDVI agar mereka dapat merasakan kebahagiaan dan kebermaknaan dalam hidupnya.

Metode Mengajar Anak dengan MDVI

Anak dengan Multiple Disability with Visual impairment (MDVI) membutuhkan pendekatan khusus dalam pembelajaran, karena mereka mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungan, mengembangkan keterampilan dasar, dan memahami konsep-konsep abstrak.

Hal ini dikarenakan anak MDVI memiliki gangguan penglihatan (tunanetra) dan satu atau lebih gangguan lain, seperti gangguan intelektual, gangguan motorik, gangguan komunikasi, atau gangguan perilaku. Oleh karena itu metode mengajar anak MDVI harus berdasarkan pada kebutuhan belajar individu yang diidentifikasi melalui asesmen komprehensif dan terpadu.

Asesmen ini melibatkan orangtua, guru, dan tenaga profesional lain yang terkait dengan perkembangan anak MDVI. Asesmen ini bertujuan untuk mengetahui potensi, minat, kekuatan, kelemahan, dan tantangan yang dihadapi anak MDVI dalam belajar.

Berdasarkan hasil asesmen, guru dapat merancang program pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar anak MDVI. Program ini harus bersifat fleksibel, individualisasi, holistik, dan inklusif.

Fleksibel berarti guru dapat menyesuaikan metode, materi, media, dan evaluasi pembelajaran sesuai dengan kondisi dan kemajuan anak MDVI. Individualisasi berarti guru dapat memberikan perhatian khusus kepada setiap anak MDVI sesuai dengan karakteristik dan kecepatan belajarnya.

Holistik berarti guru dapat mengintegrasikan berbagai aspek pembelajaran, seperti kognitif, afektif, psikomotorik, sosial-emosional, dan spiritual. Inklusif berarti guru dapat melibatkan anak MDVI dalam kegiatan belajar bersama teman sebaya yang normal atau memiliki kebutuhan khusus lainnya.

Anak dengan MDVI membutuhkan pendekatan khusus dalam mengajar mereka. Berikut adalah beberapa metode yang dapat digunakan oleh guru atau orang tua untuk membantu anak dengan MDVI belajar:

1. Menggunakan Multisensori.

Anak dengan MDVI perlu merasakan, mendengar, mencium, dan meraba benda atau materi yang diajarkan. Hal ini dapat membantu mereka memahami konsep dan meningkatkan keterampilan sensori mereka. Misalnya, jika mengajarkan tentang buah-buahan, guru dapat memberikan buah-buahan yang berbeda bentuk, warna, tekstur, aroma, dan rasa kepada anak dan membiarkan mereka menjelajahi dengan indra mereka.

2. Menggunakan Kalender dan Jadwal Harian.

Anak dengan MDVI perlu mengetahui struktur dan rutinitas harian mereka agar merasa aman dan nyaman. Guru dapat membuat kalender dan jadwal harian yang menggunakan simbol konkret, seperti benda nyata, gambar, atau braille, yang merepresentasikan kegiatan yang akan dilakukan.

Misalnya, jika kegiatan pertama adalah menyanyi lagu, guru dapat memberikan alat musik atau CD lagu kepada anak sebagai simbol. Guru juga perlu memberitahu anak tentang perubahan jadwal atau kegiatan yang tidak biasa agar mereka tidak kaget atau bingung.

3. Menggunakan Komunikasi Alternatif dan Augmentatif (AAC).

Anak dengan MDVI mungkin memiliki kesulitan berbicara atau memahami bahasa lisan. Guru dapat menggunakan komunikasi alternatif dan augmentatif (AAC) untuk membantu anak berkomunikasi dengan cara lain.

AAC adalah metode komunikasi nonvokal atau vokal yang melengkapi atau menggantikan bahasa lisan. AAC dapat berupa gestur tubuh, ekspresi wajah, isyarat tangan, papan gambar, papan huruf, alat bantu bicara elektronik, dan sebagainya. Guru perlu menyesuaikan jenis AAC yang digunakan sesuai dengan kemampuan dan preferensi anak.

4. Menggunakan Modifikasi dan Adaptasi Kurikulum.

Anak dengan MDVI mungkin memiliki kesulitan mengikuti kurikulum standar yang ditetapkan oleh sekolah atau pemerintah. Guru perlu melakukan modifikasi dan adaptasi kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak.

Modifikasi adalah perubahan pada tujuan, isi, atau metode pembelajaran yang membuat kurikulum lebih mudah atau relevan bagi anak. Adaptasi adalah perubahan pada lingkungan, bahan, atau alat pembelajaran yang membuat kurikulum lebih mudah diakses atau digunakan oleh anak.

Misalnya, jika mengajarkan tentang angka, guru dapat melakukan modifikasi dengan mengurangi jumlah angka yang harus dipelajari atau menggunakan contoh nyata dari kehidupan sehari-hari. Guru juga dapat melakukan adaptasi dengan menggunakan kertas berwarna kontras atau alat hitung berbentuk besar agar lebih mudah dilihat oleh anak.

5. Menggunakan Kolaborasi antara Sekolah dan Keluarga.

Anak dengan MDVI membutuhkan dukungan dari semua orang yang terlibat dalam kehidupan mereka. Guru perlu bekerja sama dengan orang tua atau keluarga anak untuk saling berbagi informasi, sumber daya, strategi, dan harapan tentang pembelajaran anak.

Guru juga perlu melibatkan orang tua atau keluarga dalam proses penilaian dan perencanaan Program Pembelajaran Individual (PPI) untuk anak. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga dapat meningkatkan konsistensi dan kontinuitas pembelajaran anak di rumah dan di sekolah.

Nah, untuk diketahui bahwa metode-metode yang telah dijelaskan di atas dapat dikombinasikan sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik anak MDVI.

Guru harus selalu berkolaborasi dengan orangtua dan tenaga profesional lain dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran anak MDVI.

Guru juga harus selalu memberikan motivasi, dukungan, dan apresiasi kepada anak MDVI agar mereka merasa percaya diri dan termotivasi dalam belajar dan menjalani kehidupan sebagai bagian dari anggota masyarakat.

Semoga artikel singkat ini bermanfaat bagi orang tua dan para guru yang mengajar anak-anak yang memiliki keistimewaan khusus. []

Baca Juga: Resmikan 68 BLUD SMK, Dirjen Pendidikan Vokasi Puji Capain Disdik Aceh

Pemkab Mulai Turunkan THR Kepada Ribuan ASN di Gayo Lues

0
Ilustrasi uang baru. (Foto: Detik

Nukilan.id – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues mulai kucurkan dana tunjangan hari raya kepada Aparatur Sipil Negara setempat. Proses pencairan THR pun sudah mulai dilakukan sejak hari ini.

Hal itu disampaikan oleh Plt Sekretaris Daerah H Jata SE MM, didampingi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten Muktharuddin SE MM dan Asisten 3 Administrasi Umum Sekretariat Daerah Ir Bambang Waluyo, diruang kerjanya, Senin (10/04/2023).

“Untuk alokasi THR yang disiapkan sebesar kurang lebih Rp 13.5 miliar. Pencairan THR dilakukan untuk 2500-an lebih ASN yang terdiri dari PNS, PPPK dan anggota Legislatif yang ada di Kabupaten Gayo Lues.” ujar Plt Sekda H Jata.

“Hari ini sudah mulai pencairannya. Ada lima OPD yang sudah yakni Bapedda, BPKK, Inspektorat, Disdukcapul dan Sekretariat Daerah, yang lain menyusul sesuai pengajuan masing masing OPD,” lanjutnya.

Sementara itu, Pj Bupati Gayo Lues Drs Al-Hudri menghimbau kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah agar melengkapi persyaratan pengajuan permohonan pencairan THR tersebut.

Berikut rincian besaran THR yang diterima masing masing perangkat OPD.

Jumlah ASN penerima THR sebanyak 2.972 ASN, 142 PPPK dan 20 Anggota Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten.

Pegawai yg menerima gaji THR tertinggi Rp 9.584.100 juta rupiah.

Yang terendah Rp 2.049.700 juta rupiah.

Total jumlah yang dibayar kan untuk PNS, PPPK dan DPRK RP 13.574.772.323 Milyar rupiah. []

Pj Bupati Aceh Besar Hadiri Penutupan Pelatihan Pengrajin Songket dan Anyaman

0
Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto S.STP.,MM di dampingi Asisten II Sekdakab Aceh Besar M.Ali SSos MSi, Kepala Diskopukmdag Aceh Besar Ir. Darmansyah, ST, M.Si dan Kadisparpora Aceh Besar Abdullah, SSos menghadiri penutupan pelatihan dan pembinaan. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto S.STP.,MM di dampingi Asisten II Sekdakab Aceh Besar M Ali SSos MSi, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Aceh Besar Ir Darmansyah, ST M.Si dan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Aceh Besar Abdullah, SSos menghadiri penutupan pelatihan dan pembinaan anyaman rotan dan songket bagi pengrajin Aceh Besar, di Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani kecamatan Ingin Jaya, Minggu (09/04/2023).

Baca Juga: Pemkab Aceh Besar Berikan Bantuan Benih Komoditi Unggulan untuk 5 Gampong di Pulo Aceh

Pada kesempatan itu, Pj Bupati Aceh Besar, mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya pelatihan tersebut, terkhusus kepada peserta yang telah menimba ilmu di pelatihan tersebut, pelatihan itu merupakan upaya untuk menguatkan ekonomi kreatif di Aceh Besar.

“Ini upaya peningkatan ekonomi bagi masyarakat yang dilakukan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Besar yang telah membina 14 pengrajin songket dan anyaman,” katanya.

Pelatihan yang diselenggarakan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Aceh Besar bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dengan mengangkat tema Penguatan ekonomi kreatif melalui pembinaan peningkatan industri kerajinan songket dan anyaman di Kabupaten Aceh Besar.

Baca Juga: Kunjungi Dekranasda, Kemenkumham Aceh Kagumi Kekayaan Intelektual Aceh Besar

Menurut Iswanto kegiatan tersebut patut diapresiasi, karena kegiatan itu menunjukan komitmen Pemkab Aceh Besar meningkatkan perekonomian masyarakat lewat kerajinan.

“Kami berikan apresiasi kepada penyelanggara atas pelatihan dan ini wujud komitmen yang kami berikan untuk peningkatan ekonomi masyarakat ditengah badai inflasi lewat kerajinan yang kita miliki,” pungkasnya.

Sementara itu Pj Ketua TP PKK, Cut Rezky Handayani, SIP, MM saat menutup pelatihan tersebut menyebutkan dari 14 pengrajin yang dilatih dan dibina tersebut akan dinilai kembali mana pengrajin yang benar-benar serius ingin mempelajarinya dan tidak mudah menyerah serta tidak mengeluh akan dilanjutkan pembinaannya kedepan.

“Karena tidak ada ilmu yang tidak bisa kita pelajari kalau kita benar-benar serius ingin menguasai ilmu tersebut,” ujarnya.

Cut Rezky juga mengatakan peserta pelatihan kerajinan anyaman rotan di Kecamatan Lhoknga juga sangat luar biasa semangatnya dari Bapak-bapak dan Ibu-ibu untuk menambah ilmu dan mengembangkan kerajinan rotan.

“Saya juga melihat langsung semangatnya perajin sampai tengah malam masih menganyam rotan, dan jika pengrajin anyaman rotan yang benar-benar serius juga akan dilakukan pembinaan lanjutan, mengingat potensi rotan di Aceh Besar sangat tinggi dan kita akan memasukkan rotan ke dalam list pembinaan Dekranasda Tahun 2024,” ungkapnya.

Kegiatan pelatihan ini diharapkan kualitas produk anyaman dan songket Aceh Besar semakin meningkat, Cut Rezky berharap Kecamatan Darussalam bisa memiliki gampong-gampong wisata kerajinan songket dapat mendatangkan daya tarik wisatawan ke Kecamatan Darussalam.

“Semoga dengan kualitas songket yang kita miliki, dapat mendatangkan daya tarik wisatawan ke gampong-gampong di Kecamatan Darussalam,” ucapnya.

Cut Rezky mengingatkan kepada para perajin yang sudah mendapatkan ilmu-ilmunya tidak hanya menjual produk-produknya di toko saja, tetapi bisa bekerjasama dengan pihak hotel dan cafe yang banyak di Aceh.

“Saya berharap bisa menjadikan gampong wisata kerajinan anyaman rotan yang mendatangkan wisatawan yang berburu produk rotan terbaik hanya di Aceh Besar,” ujarnya.

Cut Rezky juga berharap untuk semua perajin tetap berkomunikasi, melalui grup WA yang telah dibentuk, tetap dalam pantauan pelatih Vinto, jadi jika ada perajin yang mempunyai kendala dan ingin bertanya, masih bisa untuk bertanya.

“Terimakasih kepada Bapak Vinto yang telah memberikan ilmunya kepada kami semua, dan mohon maaf jika ada perbuatan atau kata-kata yang tidak berkenan dihati baik dari saya, pengurus dan pengrajin kami, semoga kedepan bisa tetap saling bekerjasama dan silaturahmi,” pungkas Ketua Dekranasda Aceh Besar tersebut.

Di penghujung acara ketua Dekranasda Aceh Besar menutup dengan dua pantun dan pantun khusus kepada pemateri yaitu Bapak Vinto dan pantun lainnya untuk semua yang hadir :

“Persiap Talam Intat Linto,
Adat Kamoe bak Seuramoe Mekkah,
Terimakasih Bapak Vinto,
Semoga Ilmunya Menjadi Berkah”.
Pantun penutup dari Cut Rezky
“Sesat di Jalan Karna Malu Bertanya,
Teguh dan Tekun Pribadi Orang yang Cakap,
Sampai Ketemu di Pembinaan Selanjutnya,
Dekranasda Aceh Besar Nyan Cap”. []

Baca Juga: Pj Bupati Aceh Besar Cairkan Tunjangan Aparatur Desa

Bank Indonesia: Zakat, Infak dan Sedekah Aman Gunakan QRIS

0
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe mengadakan Tausiah dan sekaligus gerakan ZISWAF menggunakan QRIS di Masjid Jamik, Lancang Garam, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe mengadakan Tausiah dan sekaligus gerakan ZISWAF menggunakan QRIS di Masjid Jamik, Lancang Garam, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Kegiatan itu mengusung tema Semarak Mubarak (Mudah Berbagai Ramadan dengan QRIS).

Bertindak sebagai narasumber tausiah, yakni Ust Nazli Hasan. Turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe Gunawan, Pengurus Masjid Jamik Lancang Garam, Tgk Jamil beserta seluruh jamaah Masjid Jamik.

Dalam sambutannya, pengurus Masjid Jamik Lancang Garam, Jamil menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Bank Indonesia Lhokseumawe untuk menggalakkan gerakan ZISWAF melalui QRIS.

“Sebelumnya kami mengalami kesulitan dalam menghitung infaq dan sedekah dikarenakan pecahan yang sangat banyak dan kondisi uang yang tidak baik,” ujar Jamil.

Namun, kata dia, dengan adanya QRIS itu memudahkan pihaknya untuk menghitung uang infak dan sedekah langsung masuk ke rekening.

“Untuk diketahui Masjid Jamik Lancang Garam merupakan salah satu masjid yang telah memanfaatkan QRIS untuk zakat, infak, dan sedekah. QRIS tidak hanya memudahkan pengurus masjid, namun juga para jemaah yang ingin berinfak dan bersedekah,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe Gunawan menyebutkan, QRIS merupakan upaya digitalisasi sistem pembayaran yang dapat mempermudah masyarakat untuk menyalurkan donasi, infak, dan sedekah dimanapun dan kapan pun.

“QRIS atau QR code Indonesian Standard dengan jargon CeMuMuAH, atau Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal,” ucapnya, dalam keterangannya, Sabtu (8/4/2023).

Dengan fitur demikian, diharapkan QRIS dapat terus menjaga semangat para jemaah untuk beramal di bulan suci Ramadan kali ini. Oleh karena itu pihaknya terus mendorong masyarakat untuk menggunakan QRIS sehingga dapat merasakan manfaatnya.

Selain itu, Bank Indonesia juga memberikan souvenir kepada jemaah yang menyampaikan infak dan sedekah di hari itu sebagai insentif agar masyarakat dapat mendapatkan pengalaman menggunakan QRIS. Kegiatan ditutup oleh tausiyah Ust Nazli Hasan, Lc.MA yang bertema meningkatkan motivasi untuk saling memberi dan menghindarkan sifat pelit. []