NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Tim dari Badan SAR Nasional (Basarnas) berhasil mengevakuasi delapan korban insiden perahu wisata yang terbalik di perairan Ujung Pancu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.
Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, di Banda Aceh, Jumat, mengatakan pihaknya menerima informasi terkait kecelakaan perahu wisata tersebut pada pukul 17.20 WIB dari Panglima Laot Ulee Lheue.
“Berdasarkan informasi tersebut, Basarnas Banda Aceh mengerahkan tim ke lokasi. Semua korban atau delapan orang dalam insiden tersebut selamat,” katanya.
Ibnu Harris Al Hussain menjelaskan, korban dalam insiden perahu terbalik itu terdiri atas tujuh wisatawan dan seorang pawang. Dari tujuh wisatawan tersebut, lima orang merupakan dewasa, sedangkan dua lainnya anak-anak berusia enam dan delapan tahun.
Ia menuturkan, peristiwa bermula ketika perahu yang membawa delapan orang tersebut melakukan perjalanan wisata menuju Pulau Tuan di perairan Ujung Pancu, Aceh Besar. Dalam perjalanan, perahu diterpa angin kencang hingga akhirnya terbalik. Seluruh penumpang beserta awak berhasil selamat dan sempat terdampar di pulau tersebut.
Setelah menerima laporan, tim SAR langsung bergerak menuju lokasi kejadian dengan membawa sejumlah sarana dan peralatan pencarian serta pertolongan, di antaranya satu unit mobil, satu unit perahu karet atau LCR, serta perlengkapan lainnya.
“Selain personel Basarnas, tim pencarian dan pertolongan juga melibatkan personel Polri dan TNI, Satuan Tugas SAR Banda Aceh, nelayan, dan masyarakat setempat,” kata Ibnu Harris Al Hussain.
Setibanya di lokasi, tim SAR segera melakukan evakuasi terhadap para korban menggunakan perahu LCR serta perahu milik nelayan. Selanjutnya, seluruh korban yang selamat dibawa menuju Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

