Beranda blog Halaman 1337

Aceh Pamerkan Produk Lokal Gayo di Festival KIM Surabaya

0

Nukilan.id – Kelompok Informasi Gampong (KIG) Payatumbi Baru Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah memamerkan produk lokal Gayo dalam Festival KIM (Komunitas Informasi Masyarakat) 2023 di Gedung Balai Pemuda – Alun-alun Surabaya.

Dalam festival tersebut, mereka memamerkan berupa Kopi “Ahbab Coffee,” Kerawang “Tajuk Kepies,” Sirup Jeruk “Jringku,” Cerutu “SWY Gayo Cigar,” Topi Khas “Jembolang Gayo,” dan Kelompok Tani “Pucuk Lemi”. 

Festival yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) ini berlangsung pada tanggal 27 dan 28 Oktober 2023.

Kelompok dari Payatumbi Baru terpilih mewakili Provinsi Aceh ke tingkat nasional setelah melewati seleksi ketat yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominsa) Aceh.

“Alhamdulillah, antusias pengunjung yang ingin tahu banyak tentang produk unggulan Aceh dapat kami artikan sebagai sebuah apresiasi atas hasil karya warga untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat, sehingga program seperti ini yang perlu dilanjutkan ” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Diskominsa Aceh, Alfajrian AB, Jumat (27/10/2023).

Alfajrian AB, yang mewakili Kepala Diskominsa Aceh, berharap agar festival ini bisa menjadi wadah yang mempertemukan antara investor dan KIM sehingga ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat dari berbagai sektor di daerah bisa terbentuk dan berkualitas. 

“Tidak hanya sekedar menambah wawasan, pertemuan dengan investor akan menjadi solusi untuk menjawab permasalahan yang dihadapi pelaku KIM di daerah seperti pengembangan pasar, meningkatkan kualitas produk dan adanya mitra baru,” sebutnya.

Ia juga berharap, festival ini menjadi tempat untuk mempromosikan semua produk unggulan lokal di Indonesia sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat sampai ke luar negeri. 

Festival ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kerjasama antara KIM di seluruh Indonesia, mendukung pemberdayaan masyarakat, dan mengembangkan komunikasi publik yang efektif antara pemerintah dan masyarakat.

Festival KIM 2023 resmi dibuka oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang memberikan sambutan hangat kepada para peserta dan pengunjung. Turut hadir dalam acara pembukaan ini pejabat Kemenkominfo RI, seperti Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP), Usman Kasong, serta Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kemenkominfo RI, Hasyim Gautama.

Hasyim Gautama, Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kemenkominfo RI, menjelaskan bahwa Festival KIM 2023 memiliki untuk memberdayakan KIM sebagai mitra strategis dalam penyebaran informasi terkait kebijakan dan program prioritas pemerintah nasional.

“KIMFest ini adalah salah satu ajang apresiasi sekaligus membuka jaringan KIM-KIM dari setiap provinsi untuk menjalin kemitraan,” kata Hasyim Gautama.

Festival ini juga mencakup sosialisasi pelayanan publik, pameran KIM dari seluruh provinsi, serta pelayanan publik dari berbagai kementerian, lembaga, BUMN, dan bazar UMKM. Festival ini juga menjadi momen penghargaan bagi KIM yang telah berprestasi dalam memberikan layanan informasi dan pemberdayaan masyarakat. []

MaTA Desak Kejaksaan Ungkap Aktor Kasus Korupsi Pengadaan Buku di MAA

0
Koordinator Masyarakat Tranparansi Aceh (MaTA), Alfian. (Foto: Nukilan/Rezi)

Nukilan.id – Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mendesak Kejaksaan Negeri Banda Aceh untuk mengungkap aktor yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan buku tentang Adat Istiadat Aceh dan Meubelair di Majelis Adat Aceh (MAA).

“Pengguna Anggaran (PA) kita berharap juga penting diperiksa karena tidak mungkin posisi PA ini tidak terlibat. Kejaksaan kita berharap tidak ada upaya yang coba bermain dalam arti kata menyelamatkan aktor. Karena ini kan pasti ada aktor. Dalam kasus pidana korupsi itu ada aktor. Jadi ketika aktor ini tidak disentuh, berarti proses penegah hukum akan pincang,” kata Alfian kepada Nukilan di Banda Aceh, Jum’at (27/10/2023).

Menurutnya, Majelis Adat Aceh merupakan lembaga yang memiliki kewibawaan terkait adat istiadat Aceh, dan kasus korupsi ini mengancam kepercayaan publik terhadap MAA. 

Oleh karena itu, MaTA berharap kepada pihak Kejaksaan untuk tidak melakukan negosiasi dalam menangani kasus ini dan segera menetapkan tersangka yang lainnya.

“Dalam catatan kami bahwa kita tidak percaya kasus ini berdiri pada tiga orang ini saja. Tapi potensi terlibatnya lebih daripada tiga orang ini. Kita komitmen akan mengawal kasus ini mulai dari proses lidik sampai ke proses pelimpahan, sampai kepada pengadilan tipikor nantinya,” tuturnya. 

Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan buku tentang Adat Istiadat Aceh dan Meubelair pada Majelis Adat Aceh (MAA) tahun anggaran 2022-2023.

Ketiga tersangka yang ditetapkan adalah berinisial ES selaku rekanan atau penyediaan pengadaan buku dan meubelair, MZ selaku KPA atau PPTK pada MAA, dan SD selaku PPTK/Pembantu PPTK pada MAA. [Rjf]

Empat Warga Prancis Masuk Islam di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

0

Nukilan.id – Empat Warga Negara Asing (WNA) asal Prancis memeluk agama Islam setelah mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Jum’at (27/20/2023).

Keempat warga asal Prancis ini terdiri dari satu keluarga dan seorang teman dekat.

Kasi Kemakmuran Masjid Raya Baiturrahman, Teungku Iskandar HS menjelaskan bahwa proses masuk Islam ini adalah keputusan mereka sendiri, yang dipengaruhi oleh pengamatan mereka tentang toleransi dalam Islam.

“Saya langsung mengsyahadatkan mereka dimana mereka masuk Islam atas niat tersendiri, mereka melihat toleransi sehingga beliau ini tertarik dengan Islam,” ujarnya.

Keempat WNA ini juga memiliki kisah panjang dengan Aceh. Mereka pertama menginjak kaki di Aceh pada tahun 1995. Keputusan mereka untuk memeluk Islam baru-baru ini adalah hasil dari pertimbangan selama dua hari terakhir.

“Mereka juga peselancar disini, jadi dia dua hari yang lalu bilang ke saya mau masuk Islam,” katanya.

Selain memeluk Islam, keempat WNA ini juga mengganti nama mereka ke nama-nama Islami. Sebagai contoh, David mengubah namanya menjadi Daud Akbar, dan Lauren kini dikenal sebagai Mahmud.

Dosen FISIP UIN Ar-Raniry: Pemuda Aceh Harus Kerja Cerdas Bersaing dengan AI

0
Dosen Ilmu Politik FISIP UIN Ar-Raniry, Danil Akbar Taqwadin, MSc.

Nukilan.id – Dosen Ilmu Politik FISIP UIN Ar-Raniry, Danil Akbar Taqwadin, MSc mengatakan dalam memperingati 95 tahun Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2023 besok, para pemuda Aceh dituntut bukan hanya sekadar kerja keras, namun juga kerja cerdas untuk bersaing dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Karena itu, kata Danil, pemuda Aceh dituntut harus menjadi aktor utama pembangunan.

“Kita harus berpacu cepat mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan yang berbasis keadilan. Kita harus sadar bahwa daerah kita sudah tertinggal kemajuannya dibandingkan daerah lain di Indonesia,” ujar Danil Akbar Taqwaddin kepada Nukilan, Jumat (27/10/2023).

Danil mengatakan teknologi AI saat ini mulai menggantikan kecerdasan manusia. Saat ini teknologi AI telah digunakan sebagai mesin pemecahan masalah sederhana, menghadirkan konten, desain visual dan audiovisual, bahkan menyelesaikan tugas-tugas akademik sederhana.

Dalam hal aspek pendidikan sebagai landasan untuk berpikir, kata Danil harus menjadi pertimbangan utama bagi pemuda dalam pembangunan Aceh. Selain itu, aspek kecerdasan emosional, silaturahmi, jejaring sosial, serta kapital juga perlu menjadi pertimbangan penting bagi pemuda dalam berkontribusi untuk pembangunan Aceh.

“Lebih dari itu, pemuda Aceh perlu menjadi garda terdepan untuk merubah worldview masyarakat Aceh yang seringkali menempatkan Aceh sebagai center of universe. Pemuda Aceh perlu melihat dunia luar, mengambil yang contoh yang baik, dan menghilangkan yang buruk,” kata Danil.

Dia menambahkan, di satu sisi teknologi AI ini baik karena dapat mengakselarasikan kepentingan pembangunan pemuda Aceh dengan lebih cepat. Tapi di sisi lain, dampak dari perkembangan teknologi yang semakin memudahkan manusia juga memiliki aspek negatif yang berdampak pada etos kerja, seperti sifat malas, kurang kritis, semakin kurang beretika, dan lain-lain.

“Saya yakin pemuda Aceh akan mampu melibatkan diri dalam segala aspek pembangunan. Pemuda Aceh memiliki potensi akademik yang mumpuni dan ketahanan spiritual yang memadai untuk menangkal segala sisi negatif dari kemajuan teknologi informasi,” demikian disampaikan Sekretaris DPD KNPI Aceh itu. [Sammy]

Wamenkominfo Imbau Pengawasan Frekuensi Radio Jelang Pemilu 2024

0
Wamenkominfo, Nezar Patria.

Nukilan.id – Wakil Menteri Komunikasi dan Informasi (Wamenkominfo), Nezar Patria menekankan agar adanya pengawasan dan kewaspadaan terhadap frekuensi radio sehingga tak disalahgunakan demi membangun suasana Pemilu 2024 yang damai nantinya.

Hal tersebut disampaikan Nezar Patria saat melakukan kunjungan ke Kantor Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) Kelas II Banda Aceh, Kamis (26/10/2023).

Nezar Patria menyebutkan disinformasi dan misinformasi akan menggunakan berbagai platform dan kanal selain di sosial media. Di antaranya melalui frekuensi radio-radio gelap.

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mencegah hal tersebut yaitu dengan membuat ruang frekuensi radio yang bersih dari disinformasi dan misinformasi terkait Pemilu 2024.

“Saya tekankan lagi karena ini penting sekali. Pemilu 2024 ini kita harapkan bisa tercatat sebagai pemilu yang berkualitas dan minim dari disinformasi dan misinformasi dan kita bisa mendapatkan partisipasi pemilih muda yang besar,” ujar Nezar Patria, Kamis (26/10/2023).

Nezar menambahkan pihaknya sendiri di Kominfo tengah berbenah untuk memblokir konten-konten hoaks serta memberikan informasi yang baik dan berkualitas untuk publik.

Dia juga mendorong komitmen dan kerja kolaborasi pegawai di Balmon SFR Kelas II Banda Aceh dalam mengawal dan menjaga spektrum frekuensi radio guna mendukung terwujudnya akselerasi transformasi digital menjelang pelaksanaan Pemilu 2024 nanti.

“”Diharapkan partisipasinya untuk lebih aktif memantau frekuensi dalam rangka Pemilu 2024. Saya berharap jadi tim yang kompak semuanya dan bisa mengerjakan target dan tugas seperti yang sudah ditetapkan oleh pimpinan,” kata Nezar. [Sammy]

Persiapan Muswil, AMI Aceh Konsolidasi di Sigli

0

Nukilan.id – Anak Muda Indonesia (AMI) Aceh dibawah pimpinan Ketua Nasiruddin ST Dan seketaris Mujtabaruddin bersiap melaksanakan Muswil dan Pelantikan November mendatang. Sebelumnya, para pengurus melakukan konsolidasi bersama ratusan anak muda Sigli. 

Acara yang bertajuk Anak Muda Indonesia untuk Perubahan itu diselenggarakan pada tanggal 25 Oktober 2023 kemarin.

Pembina AMI Aceh H.Irmawan .S,sos..MM yang juga Anggota DPR RI Komisi IV sangat mendukung acara tersebut meski tak sempat hadir secara langsung. Dalam paparannya melalui telepon H.Irmawan .S,sos..MM menyatakan bahwa Indonesia kedepan akan diisi oleh anak-anak muda yang hari ini bersiap dengan sungguh-sungguh.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua AMI Aceh menyampaikan kesiapannya untuk maju kembali pada Muswil yang akan datang karena ada beberapa program yang harus dituntaskan.

Lebih lanjut ia menanmbahkan AMI akan menjadi wadah anak-anak muda Aceh untuk menyalurkan minatnya untuk terua bisa mengembangkan potensi diri.

“Insyaallah AMI akan menjadi wadah bagi anak-anak muda Aceh untuk berkreativitas dan mengembangkan potensi diri,” ujarnya. []

Prof KBA Sebut Perempuan Bisa Menjadi Agen Toleransi

0

Nukilan.id – Dekan Fakultas Hukum dan Syaeiah Prof. Dr. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad (KBA) menyampaikan, perempuan adalah kelompok yang paling rentan untuk dilibatkan atau terlibat kegiatan intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

“Namun kehadiran perempuan sangat diharapkan dapat meredam konflik dalam keluarga dan lingkungannya,” kata KBA saat membuka kegiatan Perempuan Teladan dan Cerdas Digital dalam Pencegahan Terorisme yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Penangggulangan Terorisme (FKPT) Aceh di Gedung Mourt Court Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis (25/3/2023).

KBA menyebut, kehadiran perempuan dapat menjadi agen toleransi bagi anak-anak kita hidup dalam harmoni

Namun sebelumnya ketua FKPT Aceh Muklisuddin Ilyas menyebut saat ini perempuan menjadi target propaganda radikal dari media sosial. Kelompok teror memilih perempuan untuk menjadi pelaku teror dikarenakan beberapa alasan, salah satunya dianggap spetakuler seperti pelaku Bom Surabaya, Mabes Polri, dan Istana Negara.

Turut hadir pada acara tersebut Kasubdit Kontra Propaganda BNPT RI Drs. Kolonel (Sus) Solihuddin Nasution, Ketua FKPT Aceh Dr Mukhlisuddin Ilyas, Tim FKPT Aceh Dedy Adrian, SE., MM, Dr Sulaiman Tripa, SH.,MH, Ibu Suraiya Kamaruzzaman ST.,L.LM.,MT, Dr. Wiratmadinata, SH.,MH, Rizika. Lhena Darwin, S.IP.,MA , Azwar A. Gani, S.Pd dan Nera Gustika, S.STP.,MM.

Narasumber diisi Kolonel (Sus) Drs Solihuddin Nasution, Riswati S.Pd.I, M.Si (Flowe Aceh) bersama Suraiya Kamaruzzaman ST., L.LM.,MT serta Haryana Susie AD MA. (Narasumber Nasional/Penggiat Perempuan). [

BNPT: Perempuan Dapat Meredam Konflik dan Pengaruh Radikal

0

Nukilan.id – Kasubdit Kontra Propaganda BNPT RI Drs. Kolonel (Sus) Solihuddin Nasution mengatakan, perempuan memiliki posisi sangat vital dalam keluarga dan masyarakat luas. Perempuan juga punya peran strategis untuk membentengi keluarga dan masyarakat dari segala bentuk penyebaran dan ajakan kelompok radikal terorisme. 

“Kehadiran perempuan sangat diharapkan untuk meredam konflik-konflik di tingkat keluarga, khususnya menjelang Pilpres, yang kerap membawa isu-isu keagamaan di dalamnya,” kata Solihuddin Nasution saat menjadi pembicara pada kegiatan Perempuan teladan dan cerdas digital dalam pencegahan terorisme yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Penangggulangan Terorisme (FKPT) Aceh di Gedung Mourt Court Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis (25/3/2023).

Disampaikan Solihuddin,  hasil survei yang dilakukan BNPT tahun 2020 menyebutkan, faktor yang paling efektif dalam mereduksi Potensi Radikalisme secara berturut turut adalah diseminasi sosial media, internalisasi kearifan lokal, perilaku kontra radikal dan pola pendidikan keluarga pada anak. 

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa terorisme adalah tindak kejahatan luar biasa dan juga merupakan tindakan yang melanggar Hak Asasi Manusia,” katanya. 

Menurutnya, peran sangat diperlukan karena seorang Ibu bisa menjadi partner dialog anaknya. Sebagai seorang istri, perempuan bisa menjadi partner diskusi suaminya dalam berbagai hal. 

“Perempuan diharapkan bisa menjadi filter awal/ pendeteksi awal dari setiap kejanggalan yang ditemukan dalam keluarga, termasuk masalah agama,” ujar Solihuddin. 

Untuk itu, lanjutnya, perempuan harus selalu mawas diri agar tidak terperangkap masuk ke dalam jaringan pelaku ataupun menjadi korban atas aksi terorisme. 

“Oleh karena itu, kami mendorong simpul-simpul organisasi perempuan untuk dapat menjadi agen perdamaian, mengorganisir massa dan menumbuhkan kesadaran untuk bersama-sama melawan segala bentuk paham dan propaganda kelompok radikal terorisme, setidaknya untuk lingkungan keluarga dan organisasinya masing–masing,” ujarnya.

Sementara ketua FKPT Aceh Dr Mullisuddin Ilyas menyampaikan kegiatan yang digelar bertujuan. Untuk memberikan gambaran  Perempuan Teladan, Optimis dan Produktif (TOP), dengan tema “Cerdas Digital, Satukan Bangsa” dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat.

Kegiatan tersebut diikuti 110 orang Terdiri dari kalangan SKPA, Tokoh Perempuan, Ormas/LSM Perempuan, Etnis, Perwakilan Duta Damai, Eks Napiter, Siswa-siswi SMA serta dari berbagai Profesi. 

Turut hadir ketua FKPT Aceh Dr Mukhlisuddin Ilyas, Tim FKPT Aceh,  Dedy Adrian, SE., MM, Dr Sulaiman Tripa, SH.,MH, Ibu Suraiya Kamaruzzaman ST.,L.LM.,MT, Dr. Wiratmadinata, SH.,MH, Rizika. Lhena Darwin, S.IP.,MA , Azwar A. Gani, S.Pd dan Nera Gustika, S.STP.,MM. 

Narasumber diisi Kolonel (Sus) Drs Solihuddin Nasution, (Kasubdit Kontra Propaganda BNPT RI), Prof Dr. Kamaruzzaman Bustaman Ahmad, M.Sh, (Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN), dan Haryana Susie AD MA. (Narasumber Nasional). []

Jaksa Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Buku dan Meubelair di MAA

0
Tiga tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan buku dan meubelair di Majelis Adat Aceh. (Foto: Dok. Kejari Banda Aceh)

Nukilan.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan buku tentang Adat Istiadat Aceh dan Meubelair pada Majelis Adat Aceh (MAA) tahun anggaran 2022-2023.

Ketiga tersangka yang ditetapkan adalah berinisial ES selaku rekanan atau penyediaan pengadaan buku dan meubelair, MZ selaku KPA atau PPTK pada MAA, dan SD selaku PPTK/Pembantu PPTK pada MAA.

Plt Kajari Banda Aceh Mukhzan mengatakan bahwa penetapan tersangka tersebut didasari oleh minimal 2 (dua) alat bukti sah sebagaimana yang ditetapkan dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014. 

Dijelaskannya, terkait hal ini, penyidik telah mendapatkan alat bukti yang cukup sesuai dengan ketentuan Pasal 184 ayat (1) KUHAP, sehingga penetapan tersangka dapat dilakukan. Selain itu, dalam pengembangan kasus ini tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru.

“Setelah penetapan tersebut, para tersangka langsung ditahan di Rutan Kelas II B Banda Aceh selama 20 hari ke depan untuk keperluan penyidikan lebih lanjut,” kata Mukhzan dalam keterangannya kepada Nukilan, Kamis (26/10/2023).

Sebelumnya, Tim Jaksa Penyidik dari Kejari Banda Aceh telah melakukan penggeledahan di Kantor MAA dengan izin dari Ketua Pengadilan Negeri Banda Aceh sesuai dengan Nomor 6/PenPid.Sus-TPKGLD/2023/PN Bna yang dikeluarkan pada tanggal 24 Oktober 2023. 

Dalam penggeledahan tersebut, tim berhasil menyita sejumlah dokumen penting yang terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi kegiatan pengadaan buku Adat Istiadat Aceh dan Meubelair, dengan total anggaran mencapai Rp 5,6 Miliar.  [Rjf]

Parpol dan Caleg Diminta Turunkan APK di Luar Masa Kampanye Pemilu

0
APK parpol dan caleg yang dipasang di seputaran Simpang Mesra, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. (Foto: Nukilan.id/Sammy)

Nukilan.id – Panitia Pengawasan Pemilihan (Panwaslih) Aceh meminta partai politik (parpol) dan calon legislatif (caleg) agar segera menurunkan alat peraga kampanye (APK) yang telah dipasang di berbagai lokasi karena saat ini belum memasuki tahapan kampanye Pemilu 2024. 

Hal tersebut disampaikan Ketua Panswaslih Aceh, Agus Saputra menanggapi banyaknya APK yang dipasang meskipun belum memasuki masa kampanye.

“Kami sudah beberapa kali memberikan imbauan kepada parpol peserta pemilu untuk tidak memasang alat peraga kampanye di luar tahapan kampanye, namun hal itu tidak diindahkan,” ujar Agus Syahputra, Kamis (26/10/2023).

Dia berharap agar semua partai politik dan calon yang mendaftar dalam Pemilu 2024 agar mematuhi imbauan tersebut dan segera menurunkan APK mereka. Agus menekankan pentingnya partisipasi aktif dari semua pihak, terutama dari partai politik untuk bekerja sama dengan menciptakan iklim pemilu yang sehat dan berkeadilan.

“Dengan mengikuti aturan yang berlaku, kita dapat memastikan bahwa suara rakyat benar-benar terwakili dalam proses demokrasi ini,” kata Agus Syahputra.

Agus menambahkan, tindakan pemasangan APK sebelum masa kampanye ini sangat disayangkan karena para peserta pemilu sudah menunjukkan citra diri dengan membubuhkan nama mereka di APK, padahal mereka belum dipastikan masuk Daftar Calon Tetap (DCT).

“Apabila imbauan ini tidak diindahkan maka Panwaslih atau unsur yang berwenang lainnya yang akan menurunkan. Kami juga sudah bersurat ke pihak parpol masing-masing,” demikian diungkapkan Agus Syahputra. [Sammy]