Beranda blog Halaman 1332

Anjungan Kota Banda Aceh Tampilkan Aneka Rempah di PKA-8

0

Nukilan.id – Anjungan Kota Banda Aceh menampilkan aneka rempah dengan tajuk rempah masa lalu di ajang Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8. Berbagai rempah tersebut merupakan sumber daya alam yang dimiliki Aceh pada masa lalu dan masih bisa digunakan saat ini.

Rempah-rempah tersebut di antaranya jahe, lada hitam, kunyit, jintan, cengkeh hitam, pala, ketumbar, lada, kapulaga, dan aneka rempah lainnya.

Penjaga stand Banda Aceh, Zulfahmi mengatakan rempah-rempah ini merepresentasikan kekayaan alam di Aceh yang pada masa lalu diincar oleh negara kolonial dari Eropa seperti Portugis, Belanda, dan Inggris untuk dikuasai secara ekonomi.

“Mereka menjajah Aceh dan melihat bahwa di Aceh itu punya potensi karena Aceh berhadapan langsung dengan 11 negara tetangga,” ujar Zulfahmi kepada Nukilan, Minggu (6/11/2023).

Di menambahkan bahwa Selat Malaka merupakan jalur perdagagan yang potensial, sehingga negara-negara tersebut mengambil rempah-rempah yang paling dekat dari jalur tersebut, yaitu dari Aceh.

Perhelatan PKA-8 Tahun 2023 telah dibuka sejak Sabtu (4/11/2023) malam lalu di kompleks Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh. Ajang ini berlangsung sejak tanggal 4-12 November 2023 yang diisi dengan berbagai acara dan perlombaan. [Sammy]

PWI Provinsi Jaring Calon Penerima Anugerah PWI 2024 di Daerah

0
Ketua PWI Pusat Hendry Ch Bangun. (Dok PWI Aceh/Abdul Hadi)

Nukilan.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) saat ini sedang melakukan penjaringan nama-nama tokoh, organisasi, dan kelompok masyarakat yang selanjutnya akan diseleksi untuk dinobatkan sebagai penerima Anugerah PWI 2024. 

Nama-nama penerima Anugerah PWI 2024 akan diumumkan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2024 yang akan dilaksanakan pada 9 Februari 2024.

Ketua PWI Pusat, Hendry Ch Bangun dalam siaran pers-nya mengatakan Anugerah PWI 2024 adalah kelanjutan dari pemberian penghargaan PWI pada tahun-tahun sebelumnya yang dulunya dikenal dengan Anugerah Kebudayaan PWI. 

Mulai 2024 pemberian penghargaan tidak hanya pada mereka yang berkontribusi besar terhadap kebudayaan Indonesia melainkan diperluas ke dalam tiga bidang lainnya yakni pendidikan, lingkungan hidup dan ekonomi rakyat dalam hal ini Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Hendry menjelaskan, pada 2024 ini terdapat empat kategori, yakni, Penghargaan kepada Bupati dan Wali Kota yang peduli dengan pers dan kebudayaan, Anugerah PWI Bidang Lingkungan Hidup, Anugerah PWI Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan Anugerah PWI Bidang Pendidikan.

Usulan PWI Provinsi

Proses penjaringan penerima Anugerah PWI dilakukan secara terbuka melalui usulan PWI Provinsi.

Para pengurus PWI di provinsi, kabupaten dan kota dapat merekomendasikan nama-nama beserta portofolio keberhasilan yang sudah dilakukan para calon penerima.

Sedangkan kepada masyarakat luas dapat juga mengusulkan nama-nama yang pantas melalui PWI Provinsi.

Dalam Surat Edaran PWI Pusat kepada PWI Provinsi seluruh Indonesia disampaikan agar para pengurus proaktif menjaring nama-nama yang layak di daerahnya masing-masing.

Pengajuan nama hanya boleh satu nama di setiap bidangnya. Nama yang diajukan, akan dinilai oleh tim yang dibentuk panitia Anugerah PWI paling lambat diterima panitia dan PWI Pusat pada 27 November 2023. 

Pengajuan nama calon penerima Anugerah PWI disertakan dengan foto, biodata, prestasi. karya dan pengabdiannya.

PWI Pusat sudah membentuk Panitia Anugerah PWI 2024 yang dipimpin Dheni Kurnia bersama Benny Benke (Sekretaris) dan para anggota masing-masing AR Lubis, Herry Rawas, Djunaidi Tjunti Agus, Eka Putra Nazir dan Wina (Sekretariat).

Kriteria

Ketua Panitia Anugerah PWI 2024, H Dheni Kurnia menambahkan beberapa kriteria untuk setiap bidang penghargaan. 

Pertama, Anugerah PWI kepada Bupati, Wali Kota Peduli Pers dan Kebudayaan. 

Jika sebelumnya PWI memberikan kepada 10 bupati dan wali kota maka pada 2024 diberikan hanya kepada tiga bupati dan wali kota.

“Anugerah ini diberikan kepada bupati dan wali kota di Indonesia yang peduli kepada kebudayaan nasional dan pro terhadap kemerdekaan pers yang bertujuan untuk mengakui dan mendorong tindakan dan kebijakan pemerintah daerah yang mendukung keberlanjutan budaya dan menjunjung tinggi kebebasan pers,” kata Dheni.

Dheni menyebutkan beberapa kriteria yang digunakan yakni:

1. Bupati dan wali kota yang memperlihatkan komitmen dalam memelihara, melestarikan, dan mempromosikan budaya lokal dan tradisi masyarakat di wilayah mereka.

2. Mendorong dan mendukung perkembangan industri kreatif dan seni budaya di daerah mereka, seperti seni rupa, musik, tari, dan kerajinan lokal.

Penerima anugerah ini adalah mereka yang melibatkan masyarakat dalam upaya pengembangan seni budaya daerah dan memberikan dukungan bagi inisiatif masyarakat dalam melestarikan warisan budaya.

3. Mendorong pariwisata budaya di wilayah mereka dengan cara yang berkelanjutan, sehingga budaya lokal dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. 

Penerima anugerah ini terlihat cakap bekerja sama dengan organisasi budaya, lembaga non-pemerintah, dan sektor swasta dan kelompok masyarakat untuk mendukung kegiatan kebudayaan dan pelestarian budaya.

4. Mendukung kebebasan pers dan bekerja sama dengan media di wilayah mereka serta memiliki hubungan yang baik dengan komunitas wartawan, khususnya organisasi PWI Kabupaten/Kota, dan media lokal serta terbuka terhadap dialog yang konstruktif.

5. Mampu menunjukkan dampak positif kebijakan dan program kebudayaan yang berdampak pada pengembangan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Kedua, Anugerah Bidang Lingkungan Hidup Indonesia untuk individu, kelompok, organisasi atau lembaga yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam bidang pelestarian lingkungan di Indonesia. 

Penghargaan ini mencakup berbagai aspek, seperti konservasi alam, keberlanjutan, inovasi teknologi lingkungan, pendidikan dan kesadaran lingkungan, atau upaya lain yang berdampak positif pada kelestarian lingkungan di lndonesia.

Adapun kriteria yang akan digunakan meliputi:

1. Memberikan kontribusi signifikan dalam melestarikan dan melindungi lingkungan alam Indonesia seperti upaya konservasi hutan, sungai, laut, atau spesies-spesies langka. Kegiatan dilaksanakan dalam kurun waktu minimal 10 tahun terakhir.

2. Menciptakan atau menerapkan inovasi yang berdampak positif terhadap lingkungan, seperti teknologi ramah lingkungan, strategi pengelolaan limbah yang efisien, atau praktik pertanian berkelanjutan.

Penerima sudah menyusun program yang relevan dan bermanfaat secara khusus bagi lingkungan di Indonesia.

3. Melaksanakan pendidikan dan kesadaran Lingkungan. Penerima sudah dikenal aktif melakukan kampanye lingkungan hidup dan terbukti telah berhasil melakukan kerja sama yang berhasil dengan pihak-pihak pemangku kepentingan di bidang lingkungan hidup untuk mencapai tujuan lingkungan yang lebih luas.

4. Menunjukkan komitmen jangka panjang dalam mendukung lingkungan alam, bukan hanya upaya sementara.

Penerima sudah memiliki rekam jejak yang panjang dalam aktivitas lingkungannya, sekurang-kurangnya sudah aktif dalam 10 tahun terakhir.

5. Menunjukkan integritas, etika tinggi. dan kepemimpinan yang kuat dalam upaya-upaya lingkungan serta mampu mempengaruhi perubahan positif dalam masyarakat, bisnis, atau kebijakan publik terkait dengan lingkungan. 

Penerima terbukti mematuhi semua hukum dan peraturan yang berkaitan dengan lingkungan, termasuk izin dan regulasi lingkungan.

6. Memiliki hubungan baik dengan masyarakat pers dan mendukung kemerdekaan pers Indonesia.

Ketiga, Anugerah PWI Bidang UMKM Indonesia yang ditujukan individu, kelompok, organisasi, atau lembaga yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam bidang yang mendukung usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia yang terbukti telah memberikan kontribusi luar biasa dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan dampak positif pada masyarakat dan ekonomi negara. 

Penghargaan ini bertujuan untuk menghargai dan mendorong UMKM yang telah berkinerja baik, inovatif dan berkelanjutan.

Berikut beberapa kriteria yang digunakan:

l. Memiliki kontribusi yang signitikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui UMKM mereka dengan menciptakan atau menerapkan inovasi dalam model bisnis, produk, atau layanan yang berdampak positif pada UMKM dan masyarakat secara umum. 

Penerima anugerah ini memiliki produk atau layanan berkualitas tinggi yang memenuhi kebutuhan pelanggan dan membangun reputasi baik.

2. Menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam mengelola bisnis UMKM, termasuk kemampuan manajemen yang baik dalam pengorganisasian sumber daya dan tim. 

Penerima anugerah ini tentu saja mampu mengelola keuangan dan operasional dengan efisien, termasuk pemahaman yang baik tentang aspek ekonomi bisnis.

3. Memperhatikan aspek keberlanjutan dalam operasi bisnis, mengurangi dampak lingkungan dan keterlibatan dalam praktik bisnis ramah lingkungan. 

Penerima anugerah ini mampu menunjukkan bahwa bisnis UMKM-nya telah berjalan secara konsisten dan berkelanjutan dalam waktu yang cukup lama.

4. Berkontribusi pada masyarakat setempat melalui kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, atau dukungan terhadap inisiatif sosial yang positif. 

Penerima anugerah ini memastikan bahwa bisnis UMKM-nya memberikan manfaat kepada berbagai lapisan masyarakat, termasuk kelompok yang kurang beruntung.

5. Memiliki hubungan baik dengan masyarakat pers yang aktif menggunakan media massa dalam melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas. 

Prestasi dan penghargaan sebelumnya dalam mendukung UMKM dan bisnis kecil juga bisa menjadi kriteria yang diperhitungkan.

Keempat, Anugerah Bidang Pendidikan Indonesia yang diberikan kepada individu, kelompok masyarakat, lembaga atau organisasi yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam bidang pendidikan di Indonesia. 

Penghargaan ini bertujuan untuk menghargai upaya dan prestasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, mendorong inovasi dalam proses pembelajaran, dan memberikan dampak positif pada siswa, lembaga pendidikan, dan masyarakat secara lebih luas.

Berikut beberapa kriteria yang digunakan dalam menjaring calon penerima anugerah ini adalah:

1. Memiliki kontribusi yang signifikan dalam bidang pendidikan di Indonesia, yang mencakup pengembangan program pendidikan, metode pengajaran yang efektif dan inovatif, atau upaya konkret dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lndonesia. Hal ini terlihat dari capaian atau citra yang sangat baik yang dimiliki oleh lembaga pendidikan terkait atau prestasi yang luar biasa dari para siswanya.

2. Menciptakan atau menerapkan inovasi dalam pendidikan yang berdampak positif. lni bisa melibatkan penggunaan teknologi, metode pengajaran yang kreatif, atau pengembangan kurikulum yang unik. Penerima anugerah juga memperhatikan pendekatan inklusif dalam pendidikan, yaitu memastikan bahwa pendidikan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, termasuk kelompok yang kurang beruntung.

3. Menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam mendukung atau memajukan sistem pendidikan di Indonesia. Ini dapat melibatkan pengambilan peran dalam pembuatan kebijakan pendidikan, manajemen sekolah yang baik, atau pembuatan program pendidikan yang sukses. Penerima anugerah memiliki komitmen jangka panjang dalam peningkatan mutu pendidikan.

4. Mampu menciptakan perubahan positif dalam masyarakat Indonesia melalui pendidikan, seperti meningkatkan kesadaran masyarakat, mengurangi ketidaksetaraan dalam akses pendidikan, atau mempromosikan pendidikan berkualitas untuk semua.

5. Memiliki hubungan baik dengan masyarakat pers yang aktif menggunakan media massa dalam melakukan sosiaiisasi dan edukasi tentang dunia kependidikan kepada masyarakat luas. Prestasi dan penghargaan sebelumnya dalam bisa menjadi penilaian yang diperhitungkan.[]

Kekerasan pada Remaja Dapat Berdampak Psikologis dan Gangguan Akses Pendidikan Layak

0

Nukilan.id – Kekerasan itu tidak harus terjadi secara fisik, kekerasan juga bisa terjadi melalui kata-kata dan buly.

“Kekerasan bukanlah cuma terjadi secara fisik, tetapi juga bisa melalui kata-kata dan buly,” kata Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional pada Badan Kesbangpol Aceh Dedy Andrian, SE, MM saat membuka kegiatan Ngopi Aceh Damai dengan tema “Sinergi Pemerintah dan Masyarakat dalam mencegah kekerasan terhadap remaja” yang digelar di 3 In 1 Cofee, Banda Aceh, Sabtu (4/11/2023).

“Jadi bijaklah dalam menanggapi persoalan kekerasan ini, jangan langsung melakukan share sebelum mencek kebenaraannya,” lanjut Dedy.

Acara yang menghadirkan peserta Milinial, Mahasiswa, Ormas/LSM, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan dan Advokat itu, menghadirkan 3 pembicara dari Balai Syuro Ureueng Inong Aceh (BSUIA) Suraiya Kamaruzzaman, ST, L.LM, MT, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Peerlindungan Anak (DP3A) Aceh, Amrina Habibi, SH, MH, dan Sekjen Forum LSM Aceh Sudirman Hasan.

Suraiya Kamaruzzaman menyebut, kekerasan dapat mengganggu Psikologis dan akses anak-anak dan remaja terhadap pendidikan layak serta berkualitas.

“Dikatakan, Efek kekerasan bisa mengganggu konsentrasi dan penurunan prestasi sekolah.

Menurut Suraiya, langkah-langkah yang harus ditempuh yakni dengan mengorganisir kampanye kesadaran masyarakat yang mencakup media sosial dan materi promosi untuk mempublikasikan informasi tentang jenis-jenis kekerasan yang terjadi, dampaknya serta cara mencegahnya.

“Ini penting untuk mencegah kekerasan yang menyebabkan kerusakan Fisik dan kesehatan mental,” jelasnya Suraiya.
Pada tahun 2018 , setidaknya 1 dari 16 orang berusia 15 ke atas terdiagnosa mengalami depresi. Sumber dikutip dari Kemenkes, menyebutkan terjadi 826 Kasus bunuh diri dilaporkan pada tahun 2022, di mana jumlah ini meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, Tahun 2023 Jumlah kasus 22.739, korban laki-laki 4.694 & korban perempuan 20.090.

Suraiya menyebut, hasil survei yang dilakukan Kemen PPPA hingga September 2023 ada 19.593 kasus kekerasan yang tercatat di seluruh Indonesia. 17.347 orang korban merupakan perempuan, 3.987 korban laki-laki. Korban kekerasan didominasi oleh kelompok usia 13-17 tahun, jumlahnya 7.451 korban atau sekitar 38%. Jenis kekerasan yang paling banyak dialami korban berupa kekerasan seksual, yaitu 8.585 kasus, kekerasan fisik 6.621 kasus, dan kekerasan psikis 6.068 kasus. Sumber Kemen PPPA.

Hal senada disampaian Kabid PHA DP3A Amrina Habibi, SH.,MH, menurutnya, pencegahan harus dilakukan bersama-sama, yakni dengan menghapus kekerasan seksual, melalui bersikap intoleransi, stop bullying, memperkuat pendidikan dan kesadaran, menghidupkan peran orang tua, pendidikan gender dan kesetaraan, dukungan untuk korban, Promosikan komunikasi sehat, komitmen untuk perdamaian, Budayakan pernghormatan, model perilaku positif, mempromosikan kesejahteraan mental, mensosialisasikan di sekolah dan Komunitas.

“Promosi produktif untuk mencegah kekerasan dapat melalui konten creator, blogger, youtuber , selebgram, duta damai, dan aktifitas positif,” jelas Amrina.

Menurut Amrina, remaja adalah masa perkembangan dari kanak-kanak ke dewasa. Mereka mengalami perubahan fisik, emosional, sosial, dan kognitif yang signifikan, termasuk peningkatan kemandirian, eksplorasi identitas, dan perkembangan kognitif yang lebih kompleks.

“Selama masa ini, remaja sering mengalami perubahan dalam pola pikir, perilaku, dan hubungan sosialnya,” kata Amrina. “Pemberdayaan remaja harus dilakukan melalui kegiatan positif dan pengembangan keterampilan sosial juga,” demikian Amrina.

Sementara Sekjen Forum LSM Aceh Sudirman Hasan menilai setiap kekerasan adalah tindakan yang tidak mencerminkan Hak Asasi Manusia. Oleh karena itu, pelaku kekerasan ini sudah final dan harus diberikan sanksi hukum yang berlaku.

“Selain itu, masyarakat harus saling melindungi agar tindak kekerasan bisa dihindari,” jabar Sudirman.

Menurutnya tindak kekerasan bisa saja terjadi di dekat kita, tetapi kita tidak boleh menurunkan rasa simpati terhadap korban kekerasan. Ini perlu dilakukan agar korban tidak merasa trauma psikologis dan memiliki keberanian dalam menjalani hidup.

“Di samping itu, kita juga harus menuntut keadilan agar pelaku kekerasan diberikan sanksi tegas,” demikian Sudirman.

Soal Hentikan Layanan JKA, Forbes: Kemenkes Jangan Ancam Masyarakat Aceh

0
Anggota Komisi III Dewan Perwailan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), M. Nasir Djamil. (Foto: Dok. Pribadi)

Nukilan.id – Ketua Forum Bersama (Forbes) DPR RI dan DPD RI asal Aceh M Nasir Djamil mengingatkan Kementerian Kesehatan RI untuk tidak mengancam rakyat Aceh soal layanan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). 

Sebab urusan penyelesaian kewajiban sesuai perjanjian kerjasama Pemerintah Aceh dan BPJS Kesehatan adalah urusan teknis bukan prinsip. Layanan kesehatan adalah hal yang mendasar dan wajib didahulukan. Sedangan membayar utang adalah hal yang masih bisa dinegosiasikan. 

“Ancaman bahwa layanan JKA dihentikan tanggal 11 November mendatang, maka itu adalah bentuk arogansi  dan kesewenang-wenangan yang tidak bisa ditolerir. Apapun alasannya, kami anggota DPR dan DPD RI asal Aceh menolak jika layanan JKA dihentikan. Tolong catat itu Pak Menkes”, ujar Nasir Djamil

Menurut Nasir, nada mengancam yang disampaikan oleh Kemenkes yang diwakili Deputi Direksi Wilayah, dr Mariamah M.Kes menunjukkan bahwa dia tidak paham soal pelayanan publik yang tidak boleh berhenti apapun alasannya. Sebab urusan teknis itu adalah tanggungjawab penyelenggara pemerintah. Jangan kelalaian penguasa membuat pelayanan kesehatan untuk rakyat dihentikan. 

“Kami mendesak Pj Gubernur Aceh dan DPRA segera menyelesaikan hal-hal teknis dan jangan karena  kelalaian kita membuat rakyat menderita. Apalagi soal kesehatan adalah hal yang menjadi hajat hidup orang banyak”, ungkap anggota Komisi Hukum DPR RI tersebut. 

Forbes juga berharap agar surat peringatan yang dilayangkan kepada Pemerintah Aceh dari BPJS Kesehatan hendaknya disikapi dengan langkah yang konkrit. Tidak ada yang sulit jika ada kepedulian dan kemauan untuk menolong rakyat. Apalagi pelayanan kesehatan merupakan salah satu indikator pembangunan sumber daya manusia. 

“Rakyat di bawah ingin layanan kesehatan melalui JKA tetap lancar. Karena itu prioritaskan untuk diselesaikan tanpa harus meninggalkan kekuatiran dan kecemasan di kalangan masyarakat”, pungkasnya.

Pawai Kapal Hias PKA ke-8 Menghiasi Krueng Aceh

0

Nukilan.id  Ribuan warga Aceh dipukau oleh pesona Pawai Kapal Hias Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8. Acara yang sangat dinantikan ini memukau penonton dengan keindahan kapal-kapal hias yang menghiasi Krueng Aceh, menampilkan kekayaan sejarah, cerita, seni, tradisi, dan ikon dari berbagai daerah di Aceh.

Pawai kapal hias dimulai dari Jembatan Peunayong hingga Jembatan Simpang Lima, Banda Aceh pada Minggu (5/11/2023) sore.

Pawai kapal hias ini diikuti oleh 18 kabupaten/kota, termasuk Bireuen, Simeulue, Sabang, Aceh Tamiang, Aceh Barat, Aceh Tenggara, Nagan Raya, Aceh Singkil, Aceh Timur, Pidie Jaya, Aceh Utara, Subulussalam, Langsa, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Besar, Lhokseumawe, dan Banda Aceh.

Masing-masing peserta pawai menampilkan ciri khas dan ikon daerah mereka dalam modifikasi kapal yang mengesankan. Kapal-kapal hias ini menggambarkan beragam elemen, termasuk kapal sitaan Portugis, kapal rempah, dan armada Cheng Ho.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Almuniza Kamal, mengungkapkan kebanggaannya terhadap antusiasme masyarakat Aceh terhadap acara ini. 

“Pawai kapal hias ini mendapat apresiasi dari ribuan masyarakat Aceh, terlihat dari antusias masyarakat, dari Jembatan Peunayong hingga Jembatan Beurawe disesaki oleh masyarakat,” ujarnya.

Almuniza juga mengamati bahwa para penonton memberikan sambutan positif kepada setiap peserta yang mengarungi sungai Krueng Aceh, sebuah sungai bersejarah di Aceh. 

“Kami mohon maaf kepada masyarakat yang mungkin terkena macet akibat acara ini karena memang banyaknya penonton. Kami sebagai penyelenggara atas nama Pemerintah Aceh mengucapkan terima kasih atas dukungannya,” tambahnya.

Beberapa peserta pawai kapal hias menampilkan nuansa khas daerah masing-masing, seperti Kabupaten Aceh Selatan yang menghadirkan kapal bermoncong naga, melambangkan sejarah kapal pengangkut rempah yang erat kaitannya dengan produksi pala terbesar di daerah tersebut.

Kota Banda Aceh juga mengesankan dengan kapal bersejarah Armada Laksamana Cheng Ho, mengingatkan pada masa kedatangan Negeri China ke Bandar Aceh Darussalam (kini Banda Aceh). Sedangkan kapal Aceh Barat digambarkan sebagai pengangkut rempah yang sering singgah ke Bandar Meulaboh di masa lalu, dengan meriam-meriam kuno Eropa yang menghiasi kapalnya.

Kapal Aceh Jaya tampil dengan kapal Nisero, yang memiliki sejarah unik sebagai milik Eropa yang disita oleh pejuang Aceh Jaya saat dipimpin oleh seorang panglima asal Teunom.

Juga patut disebut, Kabupaten Simeulue tampil dengan kapal modifikasi yang mencerminkan lobster raksasa, sebuah komoditas khas yang telah dikenal hingga mancanegara. [Rjf]

Anjungan Kota Banda Aceh di PKA: Pusat Perjalanan Rempah dari Masa Lalu hingga Masa Depan

0

Nukilan.id – Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 secara resmi telah dibuka di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, pada Sabtu, 4 November 2023 malam. 

Acara yang diadakan setiap empat tahun sekali ini telah menarik perhatian dengan partisipasi dari 23 Kabupaten/Kota di bawah naungan Pemerintah Aceh.

Menjadi tuan rumah, Pemerintah Kota Banda Aceh menegaskan tekadnya untuk memberikan layanan terbaik bagi para tamu yang hadir dari berbagai daerah.

Pj Walikota Banda Aceh, Amiruddin, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan PKA kali ini sukses dengan tema utama yang diangkat, yakni ‘Jalur Rempah’, dengan tagline yang menginspirasi, “Rempahkan Bumi, Pulihkan Dunia”.

Amiruddin menjelaskan bahwa Banda Aceh pada edisi kali ini telah merancang konsep unik yang memperkenalkan perjalanan rempah dari masa lalu hingga masa depan, yang diwujudkan dalam tema ‘Linimasa Bandar Aceh Darussalam’. 

“Melalui anjungan kami, pengunjung dapat melihat visualisasi perjalanan rempah dari tiga lini masa yang berbeda, serta keberagaman budaya yang hidup di tengah masyarakat Aceh,” tambahnya.

Tak hanya itu, Pj Wali Kota juga mengajak masyarakat Banda Aceh dan seluruh pengunjung dari berbagai daerah untuk hadir dan merasakan pengalaman berbeda di anjungan Kota Banda Aceh. 

“Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan beragam budaya Aceh dari masa lalu, masa kini, hingga masa depan, serta menikmati pertunjukan seni budaya yang disajikan oleh para pelajar,” ajak Amiruddin, menutup pernyataannya. []

Besok, BMKG Prakirakan Sebagian Wilayah Aceh Hujan Ringan

0
Ilustrasi hujan ringan. (Foto: Medcom.id)

Nukilan.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar kabupaten/kota di Aceh akan dilanda hujan dengan intensitas ringan dan disertai petir Senin (6/11/2023) besok.

Dilansir dari laman BMKG, kabupaten/kota yang diprakirakan akan dilanda hujan ringan yaitu Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Utara, Banda Aceh, Bener Meriah, Sabang, dan Simeulue.

Sementara kabupaten/kota yang diprakirakan hujan disertai petir yaitu Aceh Jaya, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Nagan Raya, dan Subulussalam. Sedangkan kabupaten/kota yang diprakirakan cerah berawan dan berawan yaitu Aceh Besar, Aceh Timur, Bireuen, Langsa, Lhokseumawe, Pidie, dan Pidie Jaya.

BMKG juga mengingatkan agar masyarakat waspada potensi terjadinya hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dan disertai petir dan angin kencang di wilayah Subulussalam, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Jaya, Nagan Raya dan sekitarnya pada siang hingga malam hari. Masyarakat dihimbau agar selalu memperhatikan kondisi cuaca di kawasan sekitarnya sebelum bepergian ke luar rumah. [Sammy]

2.942 Orang Wisman Berkunjung ke Aceh pada September 2023

0
Ilustrasi wasatawan. (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – Statistisi Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Titiek Zurriyati menyebutkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Aceh pada September 2023 mencapai 2.942 orang. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan dengan Agustus 2023 sebanyak 3.108 orang wisatawan mancanegara.

Berdasarkan negara asal wisman mayoritas berasal dari Malaysia sebanyak 2.104 orang, Australia 29 orang, Jerman 21 orang, Amerika Serikat 18 orang, dan Thailand sebanyak 16 orang. Kemudian disusul Singapura 13 orang, Belanda 12 orang, Perancis 9 orang, Inggris 4 orang, Selandia baru 3 orang, dan WNA lainnya sebanyak 263 orang.

Sementara Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Aceh pada September mencapai 27,81 persen. Persentase ini mengalami penurunan sebesar 3,37 persen dibandingkan Agustus 2023.

“TPK hotel bintang berada pada angka 27,81 persen dan hotel non bintang sebesar 19,02 persen,” ujar Titiek, Minggu (5/11/2023).

Sedangkan untuk jumlah penumpang penerbangan internasional yang masuk ke Aceh pada September 2023 mencapai 15.329. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan Agustus 2023 sebanyak 15.845 orang.

Selanjutnya untuk penerbangan domestik mencapai sebanyak 49.917 orang. Jumlah ini juga mengalami penurunan dibandingkan Agustus 2023 yang mencapai 50.507 orang. [Sammy]

Berlangsung Meriah, Pekan Kebudayaan Aceh ke-8 Resmi Dibuka

0
Opening Ceremony PKA ke-8 di di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Reji)

Nukilan.id – Malam yang penuh gebyar menyambut pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 yang resmi dibuka di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Sabtu (4/11/2023).

Acara megah ini dihadiri oleh ribuan pengunjung yang antusias, dan mengusung tema yang begitu berkesan, yaitu “Rempahkan Bumi, Pulihkan Dunia.”

Penyelenggaraan PKA-8 ini dimulai dengan ritual khas Aceh, penumbukan rempah di leusoeng kayee yang dilakukan oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Deputi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK, Didik Suhardi, Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, Wali Nanggroe PDYM Malik Mahmud Al-Haytar, serta Forkopimda Aceh.

Para pengunjung juga disuguhkan dengan pertunjukan seni rapai pase dan parade marching band Gita Handayani yang memeriahkan acara pembukaan. Tidak hanya itu, momen istimewa terjadi ketika piala bergilir PKA-7 diserahkan oleh Pj Bupati Cut Syazalisma kepada Pj Gubernur Aceh.

Dalam sambutannya, Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, menyampaikan pentingnya PKA sebagai panggung yang merekam dinamika perpolitikan, sosial, budaya, dan pemerintahan Aceh sejak perhelatan perdana pada tahun 1958. 

Ia menekankan bahwa PKA adalah buah pemikiran dan perjuangan para pendahulu yang memberikan contoh dalam merawat dan menjaga perdamaian melalui pelestarian dan pemajuan kebudayaan, khususnya peradaban Islam di Bumi Serambi Mekkah.

“Sejak tahun 1958, PKA telah menjadi tolak ukur keberhasilan pemerintah dalam melindungi, membina, mengembangkan, dan memanfaatkan kekayaan budaya. Maka, dalam perjalanan panjang 65 tahun PKA, Pemerintah Aceh memilih tema Jalur Rempah Aceh pada PKA 8 ini, dengan tagline Rempahkan Bumi, Pulihkan Dunia,” ujar Marzuki.

Pj Gubernur Aceh menjelaskan bahwa pemilihan tema tersebut mempertimbangkan tujuan PKA, relevansinya dengan isu-isu global terkini, serta kaitannya dengan visi misi pembangunan daerah dan nasional. Dia juga menyoroti sejarah Aceh sebagai salah satu pusat perdagangan rempah-rempah yang terkenal, terutama lada, yang menjadi komoditas utama yang diangkut ke seluruh dunia.

“Aceh memiliki alasan untuk berbangga karena dua dari 20 titik jalur rempah Nusantara terletak di Aceh. Sejarah mencatat bahwa Kerajaan Samudera Pasai dan Kerajaan Aceh Darussalam menjadi sentrum perdagangan berbagai jenis rempah-rempah, terutama lada yang sangat terkenal pada zamannya,” tambahnya.

Pembukaan PKA-8 ini tidak hanya mengundang antusiasme masyarakat Aceh, tetapi juga memperlihatkan bagaimana budaya dan sejarah kaya Aceh tetap relevan dan penting dalam dunia yang terus berubah. 

PKA-8 akan menjadi panggung yang memamerkan keragaman budaya dan sejarah yang berharga, sambil mendorong pemulihan dunia melalui penekanan pada pesan tema “Rempahkan Bumi, Pulihkan Dunia.” [Rjf]

Beredar Jadwal dan Lokasi Razia di Banda Aceh, Polisi: Itu Hoaks

0
Pesan WhatsApp Hoaks.

Nukilan.id – Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto, dengan tegas membantah pesan yang beredar melalui WhatsApp group terkait jadwal dan lokasi razia Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) beserta informasi biaya derek dan parkir sebesar Rp400 ribu per hari.

“Pesan yang beredar di WhatsApp terkait jadwal dan lokasi razia STNK itu adalah hoaks,” tegas Joko Krisdiyanto, melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 2 November 2023.

Ia menjelaskan bahwa saat ini Polda Aceh dan Polres jajaran sedang fokus pada operasi cipta kondisi dalam rangka mengamankan tahapan Pemilu 2024, kecuali jika terdapat hal-hal yang bersifat prinsipil.

Mantan Kapolresta Banda Aceh ini juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar di grup atau platform media sosial. 

Apabila ada keraguan terkait informasi yang diterima, Joko Krisdiyanto meminta masyarakat untuk mengkonfirmasi dan memastikan kebenarannya melalui instansi resmi.

“Bila ada informasi yang beredar, mohon dicek terlebih dahulu sumber dan kebenarannya. Bila masih ragu, silakan konfirmasi kepada kami atau instansi resmi lainnya,” tandas Joko. [Rjf]