Beranda blog Halaman 1305

BPS Aceh Tambah Kota Takengon dan Kuala Simpang untuk Ukur Inflasi

0
Cabai Merah dijajakan di Pasar Al-Mahirah, Lamdingin, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi).

Nukilan.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh menambahkan dua kota baru dalam mengukur tingkat inflasi/deflasi di Provinsi Aceh tahun 2024. Kota-kota yang ditambahkan adalah Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, dan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang. 

Dengan penambahan ini, jumlah kota yang menjadi Indeks Harga Konsumen (IHK) di Aceh menjadi lima.

“Di tahun 2024 akan ada penambahan dua kota inflasi, sebagaimana tindak lanjut dari tahun dasar baru yang akan digunakan, yaitu Aceh Tamiang dan Aceh Tengah,” kata Kepala BPS Aceh, Ahmadriswan Nasution, Selasa (2/1/2023).

Sebelumnya, BPS mengukur tingkat inflasi/deflasi di Aceh berdasarkan tiga kota IHK, yaitu Banda Aceh, Meulaboh di Kabupaten Aceh Barat, dan Kota Lhokseumawe. 

Ahmadriswan menjelaskan bahwa penambahan kota IHK ini melibatkan survei biaya hidup (SHB) yang melibatkan proses panjang untuk mencermati perkembangan dinamika komoditas.

Penambahan dua kota sampel inflasi ini diarahkan untuk menanggapi perubahan harga di daerah Aceh saat ini, yang tidak lagi tercakup secara metodologi hanya oleh tiga kabupaten/kota IHK. 

“Perjalanan pendataan itu memang terjadi perubahan-perubahan pola konsumsi. Perubahan pola konsumsi itu tentunya menuntut ada perbaikan atau penyempurnaan dari timbangan,” tambahnya.

Dalam upaya mengukur tingkat inflasi/deflasi di Aceh, BPS melakukan pemantauan pada 11 kelompok pengeluaran, antara lain makanan, minuman, tembakau, pakaian, alas kaki, perumahan, air, listrik, bahan bakar, transportasi, perlengkapan, peralatan, pemeliharaan rumah tangga, kesehatan, informasi, komunikasi, jasa keuangan, rekreasi, olahraga, budaya, pendidikan, penyedia makanan/minuman (restoran), dan perawatan pribadi dan jasa lainnya.

“Mudah-mudahan penambahan dua kota IHK dapat merepresentasikan bagaimana perkembangan harga di Aceh tentunya,” tandasnya. [Rjf]

Korban Tewas Akibat Gempa Jepang Capai 73 Orang

0
Gempa di Jepang. (Foto: AP/Hiro Komae).

Nukilan.id – Korban tewas akibat gempa dahsyat di Jepang pada awal pekan ini terus bertambah menjadi 73 orang. Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 sampai 7,5 itu berpusat di pulau utama Honshu, Prefektur Ishikawa.

Magnitudo gempa yang besar ini memicu gelombang tsunami 40 sentimeter hingga 1,2 meter di wilayah pesisir Ishikawa.

Pemerintah daerah Ishikawa melaporkan hampir 400 orang luka-luka dan puluhan ribu warga menghadapi krisis listrik dan air bersih. Upaya penyelamatan korban menghadapi sejumlah kendala, mulai dari hujan deras, jalanan yang terblokir hingga gempa susulan.

Kendaraan darurat di Prefektur Ishikawa di Pulau Honshu kesulitan melewati jalan yang terhalang oleh batu dan pohon tumbang.

Semenanjung Noto merupakan wilayah yang paling parah terkena dampak gempa, menjadikan kota-kota pelabuhan seperti Wajima dan Suzu menyerupai zona perang dengan jalan-jalan berlumpur, rumah-rumah rata dengan tanah, dan perahu-perahu yang tenggelam.

“Saya tidak akan pernah bisa kembali ke sana. Sekarang sudah tidak layak huni,” ujar Yoko Demura (75), seorang warga di tempat penampungan di Kota Nanao kepada AFP.

Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah seiring upaya pencarian dan penyelamatan yang dilakukan. Lebih dari 33.400 orang berada di tempat penampungan, dan setidaknya 200 bangunan runtuh.

Sekitar 30 ribu rumah tangga masih tanpa aliran listrik dan lebih dari 110 ribu rumah tangga tanpa air bersih di Prefektur Ishikawa. Perdana Menteri Fumio Kishida menyatakan bahwa lebih dari 40 jam telah berlalu sejak bencana terjadi, dan banyak informasi tentang orang-orang yang membutuhkan penyelamatan serta orang-orang yang menunggu bantuan telah diterima.

Kishida menambahkan jumlah personel militer yang dikirim ke wilayah tersebut meningkat dua kali lipat, dan lebih banyak anjing penyelamat dikerahkan. Di kota pesisir Suzu, Wali Kota Masuhiro Izumiya menyatakan bahwa “hampir tidak ada rumah yang berdiri”, dengan sekitar 90 persen rumah di kota tersebut hancur seluruhnya atau hampir seluruhnya. “Situasinya benar-benar bencana,” kata Izumiya kepada stasiun televisi TBS.

Sumber: CNNIndonesia

Polisi Periksa Enam Saksi Kasus Pembunuhan di Aceh Besar

0
Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama. (Foto: Dok. Polresta Banda Aceh)

Nukilan.id – Penyidik Satreskrim Polresta Banda Aceh memeriksa enam orang saksi dalam kasus dugaan pembunuhan wanita paruh baya di Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, pada Selasa 2 Januari 2024.

Seperti diketahui, korban yakni Evy Marina Amaliawati (53), warga asal Sabang ditemukan tewas dalam kondisi bersimbah darah di dalam kamar tidurnya.

Korban mengalami luka berat di bagian kepala dan diduga kuat dibunuh oleh seseorang dengan menggunakan sebuah batu yang ditemukan di kamar korban. 

“Saksi yang diperiksa terdiri dari kepala dusun setempat, beberapa tetangga, dua anak korban terdiri dari laki-laki dan perempuan, termasuk pacar anak korban (Reza- red) yang kemarin datang ke rumah saat kejadian,” kata Kasat Reskrim, Kompol Fadillah Aditya Pratama, Rabu (3/1/2024).

Diketahui, keluarga Evy merupakan warga asal Sabang yang selama tiga tahun terakhir ini tinggal sementara di Gampong Kajhu, karena memiliki anak yang kuliah di salah satu universitas di Banda Aceh.

“Korban dan suami tidak bekerja di sini, namun mereka bergantian ke rumah itu untuk melihat anaknya (Cut Nur Marlia), karena sejak setahun lalu kuliah,” kata Kasat. 

“Biasanya korban maupun suaminya berkunjung setiap satu atau dua minggu sekali, sebelum kejadian korban ternyata sudah satu minggu ada di rumah tersebut,” sambungnya. 

Saat malam hari sebelum kejadian, anak korban yakni Cut Nur Marlia diketahui sempat jalan dengan pacarnya Reza (28) dan pulang ke rumah sekitar pukul 23.00 WIB.

Tiba di rumah, ia pun langsung tidur dan sekitar pukul 03.00 WIB mendengar suara seperti jejak seseorang masuk ke pekarangan rumah. Hal itu sempat diberitahukan ke pacarnya via telepon.

“Kemudian beberapa saat, anak korban mengaku melihat seseorang ada di dalam rumah yang menggunakan penutup muka dan mantel (jas hujan),” katanya. 

“Yang bersangkutan kaget lalu mengaku sempat pingsan, setelah siuman disitulah ia melihat korban yang merupakan ibunya dalam kondisi bersimbah darah, lalu diberitahu ke pacarnya,” jelas Fadillah. 

Dari keterangan saksi lain yakni tetangga korban, mereka mengaku tak mendengar adanya suara kegaduhan atau teriakan minta tolong dari rumah korban. Apalagi, rumah itu tergolong berdekatan dengan rumah lainnya. 

“Mereka (para saksi tetangga) tidak mendengar adanya suara teriakan atau minta tolong, dari kisaran jam tiga sampai jam enam pagi,” ucapnya. 

Saat olah TKP, lanjut dia, petugas juga tidak menemukan adanya kerusakan di bagian pintu rumah, pintu gerbang maupun jendela serta harta benda milik korban yang hilang.

“Saat diperiksa juga tidak ada harta benda yang hilang, ponsel maupun perhiasan milik korban juga masih ada, motor juga ada di rumah itu, bahkan kalung juga dikenakan korban,” sebutnya. 

Kini polisi masih mendalami kasus tersebut dan mencari saksi serta petunjuk lainnya untuk mengungkap siapa pelaku yang tega berbuat demikian.

“Kita juga sudah mengautopsi jenazah korban, saat ini masih menunggu hasilnya. Jenazah korban juga sudah dikembalikan ke pihak keluarga untuk dikebumikan,” jelas Kasat. 

“Untuk perkembangan selanjutnya nanti akan kita sampaikan, karena masih dalam penyelidikan lanjut,” pungkasnya. [Rjf]

Mantan Kadis LHK Sabang Dieksekusi ke Rutan Kelas IIA Banda Aceh

0
Mantan Kadis LHK Sabang Ir. Anas Farhuddin saat dieksekusi oleh Jaksa Ekskutor. (Foto: Dok. Kejari Sabang)

Nukilan.id – Kejaksaan Negeri Sabang telah melaksanakan eksekusi terhadap Ir. Anas Farhudin, mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (Kadis LHK) daerah setembat ke rutan kelas IIA Banda Aceh, pada Rabu (3/1/2024).

Ir. Anas Farhuddin merupakan terpidana kasus korupsi kegiatan pembebasan lahan tempat pembuangan sampah (TPA) Lhok Batee, Kota Sabang. 

Eksekusi ini dilakukan sesuai dengan surat perintah eksekusi (P48) NO. PRINT-06/Ft.1/01/2024, tanggal 3 Januari 2023, berdasarkan putusan Hakim Mahkamah Agung RI yang telah berkekuatan hukum tetap.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Sabang, Filman Ramadhan mengatakan, Ir. Anas Farhuddin, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, sebagaimana dakwaan Subsidair Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Putusan ini didasarkan pada keputusan Mahkamah Agung RI Nomor 6030 K/Pid.Sus/2023 tanggal 30 November 2023.

Adapun putusan tersebut mengabulkan permohonan kasasi dari Kejaksaan Negeri Sabang, membatalkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Banda Aceh Nomor 8/Pid.Sus-TPK/2023PN Bna tanggal 15 Juni 2023. 

“Terpidana Ir. Anas Farhuddin dijatuhi pidana penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp.100.000.000, dengan ketentuan jika tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan,” terangnya.

Sementara itu, terpidana lainnya, Firdaus, S.Pd selaku Pemilik Lahan, yang juga dinyatakan bersalah dalam tingkat kasasi oleh Majelis Hakim Mahkamah Agung RI, saat ini masih menunggu salinan putusan resmi untuk pelaksanaan eksekusi. [Rjf]

PT BNA Periksa 825 Perkara Upaya Banding Hukum Selama 2023

0
Kantor Pengadilan Tinggi Banda Aceh. (Foto: Dok. PT BNA)

Nukilan.id – Selama tahun 2023, Pengadilan Tinggi Banda Aceh (PT BNA) menerima dan memeriksa 825 perkara upaya hukum banding. Dari 825 perkara tersebut yang sudah selesai diputuskan sebanyak 774 perkara.

Hakim Tinggi Adhoc Tipikor dan juga koordinator Humas PT Bna, Dr Taqwaddin mengatakan, mengacu pada tugas pokok dan fungsinya maka kinerja seluruh sumberdaya manusia PT Bna mencapai 94 persen dari seluruh perkara yang masuk. Sedangkan sisanya 51 perkara akan diputuskan dalam bulan Januari 2024 ini. 

“Perkara yang belum putus ini disebabkan karena perkara yang dimintakan banding tersebut diajukan pada bulan Desember 2023. Jadi tak selesai putusan karena urutan perkara yang masuk memang pada akhir tahun,” ujar Dr Taqwaddin, Rabu (3/1/2024).

Taqwaddin menambahkan, dari 825 perkara yang diperiksa selama 2023, yang terbanyak adalah perkara pidana yaitu 640 perkara, kemudian perdata 139 perkara, pidana korupsi 41 perkara, dan pidana anak 5 perkara.

Dari 825 perkara yang menjadi beban kerja selama 2023, sebanyak 70 perkara merupakan perkara sisa yang tidak selesai diputuskan pada tahun 2022. Sedangkan beban awal 2024 ini adalah 51 perkara yang merupakan sisa perkara yang belum putus pada tahun 2023 lalu. 

Dibandingkan dengan beban perkara tahun 2022 lalu yang semuanya berjumlah 677 perkara, maka selama tahun 2023 PT Bna menerima jumlah perkara yang lebih banyak, yaitu 825 perkara.

“Selama tahun 2023, Pengadilan Tinggi Banda Aceh telah menghukum mati 26 orang terpidana, hukuman pidana seumur hidup 7 orang, hukuman pidana antara 10 sampai 20 tahun sebanyak 30 terpidana, hukuman  pidana 5 sampai 10 tahun sebanyak 126 terpidana, dan hukuman pidana antara 1 sampai 5 tahun sebanyak 447 terpidana,” sebut Taqwaddin. 

Jumlah terpidana hukuman mati tahun ini meningkat lebih banyak dari tahun 2022 yang jumlahnya 22 orang. Selama tahun 2023, PT Bna telah menjatuhkan putusan hukuman mati sebanyak 26 terpidana.

“Hal ini berdasarkan data rekapan Hukuman Pidana Tingkat Banding Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Banda Aceh 2023,” kata Taqwaddin. [Sammy]

Satu Kamar di Rusunawa Lampulo Banda Aceh Terbakar

0
Satu unit kamar lantai tiga Rusunawa Gampong Lampulo, Banda Aceh, yang hangus terbakar. (Foto: Dok. DPKP Banda Aceh)

Nukilan.id – Satu unit kamar di lantai tiga rumah susun sederhana sewa atau Rusunawa yang berlokasi di Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh hangus terbakar, pada Rabu (3/1/2024) sekira pukul 12.45 WIB.

Kamar tersebut ditempati Syamsudin (79), seorang buruh tempat penjualan ikan (TPI) Lampulo, dan istrinya, Nurmasyitah (40), seorang ibu rumah tangga.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Banda Aceh, Muhammad Hidayat, menginformasikan bahwa api diduga berasal dari bagian dapur kamar tersebut. 

“Saksi pemilik kamar, Syamsudin, melihat api membesar tiba-tiba, kemungkinan akibat korsleting kabel listrik yang terhubung dengan stoker listrik dinding,” ujarnya dalam laporan yang diterima Nukilan.

Petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api sekira pukul 13.05 WIB dengan mengerahkan empat unit armada pemadam ke lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, tidak dilaporkan adanya korban jiwa akibat kebakaran. Penyebab kebakaran disebut berasal dari korsleting stoker listrik, namun pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. [Rjf]

Kunjungan Wisman ke Aceh Capai 2.611 Orang pada November 2023

0
Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. (Foto: Disbudpar Aceh)

Nukilan.id – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Ahmad Riswan Nasution menyebutkan wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Aceh pada November 2023 mencapai sebanyak 2.611 orang. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 39,25 persen jika dibandingkan dengan Oktober 2023 lalu.

“Ini menunjukkan kenaikan sebesar 39,25 bila dibandingkan dengan bulan Oktober 2023 yang hanya mencapai 1.875 orang,” ujar Ahmad Riswan Nasution dalam konferensi pers virtual, Selasa (2/1/2024).

Ahmad Riswan menambahkan, negara dengan jumlah wisman terbanyak yang berkunjung ke Aceh pada November 2023 adalah Malaysia yang mencapai 2.137 orang. Kemudian disusul Amerika Serikat 60 orang, Thailand 57 orang, Singapyra 29 orang, dan Australia 23 orang.

Kemudian Jerman sebanyak 15 orang, Perancis dan Inggris masing-masing sepuluh orang, Belanda lima orang, dan Selandia Baru sebanyak empat orang wisman.

Sementara itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Aceh pada November 2023 mencapai 39,32 persen atau mengalami peningkatan sebesar 5,68 poin secara month-to-month (m-tm) jika dibandingkan dengan Oktober 2023.

“Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 3,96 persen secara year-on-year (y-on-y) dibandingkan dengan bulan November 2022,” kata Ahmad Riswan. [Sammy]

Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas di Kajhu, Diduga Korban Pembunuhan

0
Tempat wanita paruh baya ditemukan meninggal. (Foto: Dok. Polresta Banda Aceh)

Nukilan.id – Seorang wanita paruh baya bernama Evy Marina Amaliawati (53), asal Kota Sabang, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Gampong Kajhu, Baitussalam, Aceh Besar pada Selasa (2/1/2024) pagi. 

Kasus ini diduga merupakan pembunuhan, dengan pelaku menggunakan sebuah batu untuk menyerang kepala korban. Penemuan jasad pertama kali dilaporkan oleh anak korban, Cut Nur Marlia (25), pada pukul 05.00 WIB.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli, melalui Kasatreskrim Kompol Fadillah Aditiya Pratama menjelaskan bahwa menurut keterangan anak korban, seseorang masuk ke rumah dengan niat melakukan tindak pidana pencurian.

“Pada sekitar jam 05.00 WIB, anak korban mengetahui adanya seseorang yang sedang berada di dalam rumahnya hendak melakukan pencurian. Namun, pada saat yang bersamaan, ia menghubungi temannya Reza (28) warga Banda Aceh untuk datang ke rumahnya,” ucap Fadillah.

Sesampai di TKP,  Reza melihat korban  tergeletak di lantai di kamar dalam kondisi berdarah dan anak korban pun menangis histeris. Lalu Reza langsung meminta bantuan kepada tetangga di sekitar rumah dan kemudian perangkat desa dan warga pun berdatangan ke rumah korban.

Kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Baitussalam dan diteruskan ke Polresta. Opsnal Satreskrim Polresta Banda Aceh, yang dipimpin langsung oleh Kasatreskrim, menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan interogasi terhadap anak korban serta saksi guna mendapatkan ciri-ciri pelaku.

“Pelaku belum sempat mengambil barang berharga milik korban, tetapi ia menghabisi nyawa korban. Ini merupakan Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,” tambah Fadillah.

Tim Innafis yang melakukan pemeriksaan di TKP menemukan sebuah batu diduga sebagai senjata pembunuhan, yang memiliki tetesan darah. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Daerah Zainal Abidin Banda Aceh untuk dilakukan Visum Et Revertum.

Satreskrim Polresta Banda Aceh terus melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap pelaku. Pihak kepolisian berharap agar pelaku segera menyerahkan diri sebelum tindakan tegas dilakukan. [Rjf]

Pj Gubernur Aceh Lantik Sembilan Pejabat Eselon II, Ini Nama-namanya

0
Pelantikan sembilan Pejabat Tinggi Pratama di Aceh oleh Penjabat Gubernur Achmad Marzuki. (Foto: Dok. Humas Aceh)

Nukilan.id – Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki melantik sembilan Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Aceh. Pelantikan ini berlangsung di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, pada Selasa (2/1/2024) sore. 

Para pejabat Eselon II yang dilantik diantaranya, Mutia Juliana sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Aceh, Surya Rayendra sebagai Kepala Dinas Pangan Aceh, M Nasir sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, 

Kemudian, Munawar sebagai Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhammad Diwarsyah sebagai Kepala Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe Aceh, Muslem sebagai Kepala Dinas Sosial Aceh, 

Selanjutnya, Zaini sebagai Kepala Biro Ekonomi di Sekretariat Daerah, Muhammad Junaidi sebagai Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah, dan Ira Maya sebagai Wakil Direktur Penunjang Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin.

Para pejabat ini dipilih berdasarkan rekomendasi dari Tim Pansel dan telah mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang diadakan beberapa waktu lalu.

Dalam sambutannya, Achmad Marzuki menekankan pentingnya bekerja sesuai dengan sumpah jabatan untuk mendukung berbagai program dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh. 

“Pelantikan ini bukan hanya seremonial semata, melainkan sebuah panggilan untuk mendarmabaktikan diri kepada agama, bangsa, dan negara,” ujarnya. 

Achmad Marzuki juga mendorong para pejabat agar melaksanakan tugas dengan disiplin, tanggung jawab, dan tinggi etos kerja.  

Gubernur mengajak para pejabat untuk bersama-sama membangun Aceh agar semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera.

“Pelantikan ini, telah melalui proses yang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku dan dilakukan oleh Tim Pansel,” tandasnya. []

Aceh Dilanda 418 Kali Bencana dengan Kerugian Rp 430 Miliar 

0
Banjir di Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah. (Foto: Dok. BPBA)

Nukilan.id – Provinsi Aceh, sepanjang tahun 2023, mengalami 418 kali bencana yang melibatkan berbagai jenis, seperti kebakaran pemukiman, banjir, kebakaran hutan, angin puting beliung, longsor, banjir bandang, dan abrasi. 

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), angka tersebut menunjukkan penurunan dari tahun sebelumnya yang mencatat 469 kejadian. Meski jumlah bencana berkurang, namun nilai kerugian justru meningkat, mencapai Rp 430 miliar dari Rp 335 miliar pada tahun 2022.

Dalam laporannya pada Selasa (2/1/), Kepala BPBA, Dr. Ir. Ilyas, MP, menjelaskan bahwa kebakaran pemukiman merupakan bencana yang paling tinggi terjadi sebanyak 149 kali, dengan kerugian diperkirakan mencapai 87 miliar rupiah. 

Sementara banjir tercatat 105 kali kejadian, mempengaruhi 8.047 rumah, 8 jembatan, dan 15 tanggul, serta menyebabkan 24.252 orang mengungsi.

Kebakaran hutan dan lahan, angin puting beliung, longsor, banjir bandang, dan abrasi juga melanda Aceh, mengakibatkan kerugian signifikan pada infrastruktur, harta benda warga, dan lahan pertanian. 

Total kerugian mencakup 84 sarana pendidikan, 1 sarana kesehatan, 4 sarana pemerintahan, 46 sarana ibadah, 168 ruko, 22 jembatan, 32 tanggul, dan 333 meter badan jalan akibat banjir dan longsor.

”Tentunya ini merupakan hasil kerjasama kita bersama dalam meningkatkan mitigasi bencana sehingga angka kejadian bencana masih bisa kita turunkan tiap tahunnya,” ungkap Ilyas yang akrap disapa Abi.

“Selain itu, pemberdayaan masyarakat atau sosialisasi kepada pelaku usaha yang terlibat perluasan lahan, kami himbau jangan membuka lahan dengan membakar hutan,” sebut Ilyas.

Ilyas yang akrap disapa Abi juga berharap masyarakat Aceh tetap selalu menjaga diri dan keluarga dari serangan pandemic yang masih ada di sekitar kita.

Tambahnya lagi masyarakat harus siap dalam menghadapi bencana, baik bencana alam maupun non alam, sinergitas sangat diperlukan dalam penanggulangan bencana di Aceh.

“Mari bersama-sama kita melakukan upaya pengurangan risiko bencana, karena Penanggulangan Bencana adalah urusan bersama, baik pemerintah maupun masyarakat dari berbagai elemen termasuk di dalamnya adalah media” Harap Abi.

Pada tahun 2024 nantinya BPBA akan terus berusaha meminimalisir kerusakan maupun korban akibat bencana alam maupun non alam dan mendorong seluruh elemen masyarakat untuk merespon kejadian bencana secara komprehensif karena pada hakikatnya “Bencana adalah Urusan Bersama”. [Rjf]