Beranda blog Halaman 1304

Kunjungan Wisman ke Aceh Capai 2.611 Orang pada November 2023

0
Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. (Foto: Disbudpar Aceh)

Nukilan.id – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Ahmad Riswan Nasution menyebutkan wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Aceh pada November 2023 mencapai sebanyak 2.611 orang. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 39,25 persen jika dibandingkan dengan Oktober 2023 lalu.

“Ini menunjukkan kenaikan sebesar 39,25 bila dibandingkan dengan bulan Oktober 2023 yang hanya mencapai 1.875 orang,” ujar Ahmad Riswan Nasution dalam konferensi pers virtual, Selasa (2/1/2024).

Ahmad Riswan menambahkan, negara dengan jumlah wisman terbanyak yang berkunjung ke Aceh pada November 2023 adalah Malaysia yang mencapai 2.137 orang. Kemudian disusul Amerika Serikat 60 orang, Thailand 57 orang, Singapyra 29 orang, dan Australia 23 orang.

Kemudian Jerman sebanyak 15 orang, Perancis dan Inggris masing-masing sepuluh orang, Belanda lima orang, dan Selandia Baru sebanyak empat orang wisman.

Sementara itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Aceh pada November 2023 mencapai 39,32 persen atau mengalami peningkatan sebesar 5,68 poin secara month-to-month (m-tm) jika dibandingkan dengan Oktober 2023.

“Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 3,96 persen secara year-on-year (y-on-y) dibandingkan dengan bulan November 2022,” kata Ahmad Riswan. [Sammy]

Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas di Kajhu, Diduga Korban Pembunuhan

0
Tempat wanita paruh baya ditemukan meninggal. (Foto: Dok. Polresta Banda Aceh)

Nukilan.id – Seorang wanita paruh baya bernama Evy Marina Amaliawati (53), asal Kota Sabang, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Gampong Kajhu, Baitussalam, Aceh Besar pada Selasa (2/1/2024) pagi. 

Kasus ini diduga merupakan pembunuhan, dengan pelaku menggunakan sebuah batu untuk menyerang kepala korban. Penemuan jasad pertama kali dilaporkan oleh anak korban, Cut Nur Marlia (25), pada pukul 05.00 WIB.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli, melalui Kasatreskrim Kompol Fadillah Aditiya Pratama menjelaskan bahwa menurut keterangan anak korban, seseorang masuk ke rumah dengan niat melakukan tindak pidana pencurian.

“Pada sekitar jam 05.00 WIB, anak korban mengetahui adanya seseorang yang sedang berada di dalam rumahnya hendak melakukan pencurian. Namun, pada saat yang bersamaan, ia menghubungi temannya Reza (28) warga Banda Aceh untuk datang ke rumahnya,” ucap Fadillah.

Sesampai di TKP,  Reza melihat korban  tergeletak di lantai di kamar dalam kondisi berdarah dan anak korban pun menangis histeris. Lalu Reza langsung meminta bantuan kepada tetangga di sekitar rumah dan kemudian perangkat desa dan warga pun berdatangan ke rumah korban.

Kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Baitussalam dan diteruskan ke Polresta. Opsnal Satreskrim Polresta Banda Aceh, yang dipimpin langsung oleh Kasatreskrim, menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan interogasi terhadap anak korban serta saksi guna mendapatkan ciri-ciri pelaku.

“Pelaku belum sempat mengambil barang berharga milik korban, tetapi ia menghabisi nyawa korban. Ini merupakan Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,” tambah Fadillah.

Tim Innafis yang melakukan pemeriksaan di TKP menemukan sebuah batu diduga sebagai senjata pembunuhan, yang memiliki tetesan darah. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Daerah Zainal Abidin Banda Aceh untuk dilakukan Visum Et Revertum.

Satreskrim Polresta Banda Aceh terus melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap pelaku. Pihak kepolisian berharap agar pelaku segera menyerahkan diri sebelum tindakan tegas dilakukan. [Rjf]

Pj Gubernur Aceh Lantik Sembilan Pejabat Eselon II, Ini Nama-namanya

0
Pelantikan sembilan Pejabat Tinggi Pratama di Aceh oleh Penjabat Gubernur Achmad Marzuki. (Foto: Dok. Humas Aceh)

Nukilan.id – Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki melantik sembilan Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Aceh. Pelantikan ini berlangsung di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, pada Selasa (2/1/2024) sore. 

Para pejabat Eselon II yang dilantik diantaranya, Mutia Juliana sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Aceh, Surya Rayendra sebagai Kepala Dinas Pangan Aceh, M Nasir sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, 

Kemudian, Munawar sebagai Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhammad Diwarsyah sebagai Kepala Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe Aceh, Muslem sebagai Kepala Dinas Sosial Aceh, 

Selanjutnya, Zaini sebagai Kepala Biro Ekonomi di Sekretariat Daerah, Muhammad Junaidi sebagai Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah, dan Ira Maya sebagai Wakil Direktur Penunjang Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin.

Para pejabat ini dipilih berdasarkan rekomendasi dari Tim Pansel dan telah mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang diadakan beberapa waktu lalu.

Dalam sambutannya, Achmad Marzuki menekankan pentingnya bekerja sesuai dengan sumpah jabatan untuk mendukung berbagai program dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh. 

“Pelantikan ini bukan hanya seremonial semata, melainkan sebuah panggilan untuk mendarmabaktikan diri kepada agama, bangsa, dan negara,” ujarnya. 

Achmad Marzuki juga mendorong para pejabat agar melaksanakan tugas dengan disiplin, tanggung jawab, dan tinggi etos kerja.  

Gubernur mengajak para pejabat untuk bersama-sama membangun Aceh agar semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera.

“Pelantikan ini, telah melalui proses yang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku dan dilakukan oleh Tim Pansel,” tandasnya. []

Aceh Dilanda 418 Kali Bencana dengan Kerugian Rp 430 Miliar 

0
Banjir di Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah. (Foto: Dok. BPBA)

Nukilan.id – Provinsi Aceh, sepanjang tahun 2023, mengalami 418 kali bencana yang melibatkan berbagai jenis, seperti kebakaran pemukiman, banjir, kebakaran hutan, angin puting beliung, longsor, banjir bandang, dan abrasi. 

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), angka tersebut menunjukkan penurunan dari tahun sebelumnya yang mencatat 469 kejadian. Meski jumlah bencana berkurang, namun nilai kerugian justru meningkat, mencapai Rp 430 miliar dari Rp 335 miliar pada tahun 2022.

Dalam laporannya pada Selasa (2/1/), Kepala BPBA, Dr. Ir. Ilyas, MP, menjelaskan bahwa kebakaran pemukiman merupakan bencana yang paling tinggi terjadi sebanyak 149 kali, dengan kerugian diperkirakan mencapai 87 miliar rupiah. 

Sementara banjir tercatat 105 kali kejadian, mempengaruhi 8.047 rumah, 8 jembatan, dan 15 tanggul, serta menyebabkan 24.252 orang mengungsi.

Kebakaran hutan dan lahan, angin puting beliung, longsor, banjir bandang, dan abrasi juga melanda Aceh, mengakibatkan kerugian signifikan pada infrastruktur, harta benda warga, dan lahan pertanian. 

Total kerugian mencakup 84 sarana pendidikan, 1 sarana kesehatan, 4 sarana pemerintahan, 46 sarana ibadah, 168 ruko, 22 jembatan, 32 tanggul, dan 333 meter badan jalan akibat banjir dan longsor.

”Tentunya ini merupakan hasil kerjasama kita bersama dalam meningkatkan mitigasi bencana sehingga angka kejadian bencana masih bisa kita turunkan tiap tahunnya,” ungkap Ilyas yang akrap disapa Abi.

“Selain itu, pemberdayaan masyarakat atau sosialisasi kepada pelaku usaha yang terlibat perluasan lahan, kami himbau jangan membuka lahan dengan membakar hutan,” sebut Ilyas.

Ilyas yang akrap disapa Abi juga berharap masyarakat Aceh tetap selalu menjaga diri dan keluarga dari serangan pandemic yang masih ada di sekitar kita.

Tambahnya lagi masyarakat harus siap dalam menghadapi bencana, baik bencana alam maupun non alam, sinergitas sangat diperlukan dalam penanggulangan bencana di Aceh.

“Mari bersama-sama kita melakukan upaya pengurangan risiko bencana, karena Penanggulangan Bencana adalah urusan bersama, baik pemerintah maupun masyarakat dari berbagai elemen termasuk di dalamnya adalah media” Harap Abi.

Pada tahun 2024 nantinya BPBA akan terus berusaha meminimalisir kerusakan maupun korban akibat bencana alam maupun non alam dan mendorong seluruh elemen masyarakat untuk merespon kejadian bencana secara komprehensif karena pada hakikatnya “Bencana adalah Urusan Bersama”. [Rjf]

Keberhasilan APBK Gayo Lues 2023: Silpa Rp 11 Miliar Tanpa Gagal Bayar

0
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gayo Lues, H. Jata, S.E, M.M. (Foto: Tangkapan Layar)

Nukilan.id – Perubahan signifikan terjadi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Keuangan (APBK) Gayo Lues tahun 2023 di bawah kepemimpinan Pj Bupati Drs H. Alhudri, yang mulai menjabat pada Maret 2023. Setelah lima tahun mengalami defisit dan berbagai masalah keuangan, APBK Gayo Lues kembali ke jalur yang sehat, menghasilkan surplus kas sebesar Rp 11 Milyar.

Pada tahun 2021-2022, APBK Gayo Lues mengalami penggunaan anggaran yang tidak terkendali, gagal bayar kepada pihak rekanan, dan defisit anggaran yang terus berlanjut. Namun, setelah Alhudri menjabat sebagai Pj Bupati, terjadi perubahan drastis dalam pengelolaan keuangan daerah.

Menurut Pj Sekda Jata SE.MM, kesuksesan tersebut berasal dari perencanaan anggaran yang cermat, efisiensi penggunaan anggaran, dan fokus pada program prioritas. Rakor (rapat koordinasi) dilakukan secara rutin dengan semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPK) untuk mengendalikan progres kegiatan. Hasilnya, seluruh program yang direncanakan dan diprogramkan pada tahun 2023 terbayarkan seratus persen.

Jata menjelaskan bahwa surplus kas sebesar Rp 11 Milyar terjadi karena kebijakan perimbangan antara pendapatan dan pengeluaran yang cermat. Upaya komunikasi yang baik dengan pimpinan dan anggota DPRK turut berkontribusi. Belanja diprioritaskan sesuai kebutuhan, seperti pembayaran gaji penuh 100 persen, rutin kantor, dan masalah-masalah skala prioritas lainnya, seperti stunting, ekonomi masyarakat, kesehatan, dan infrastruktur dasar.

“Pemberdayaan ekonomi dilakukan dengan memberikan bibit tanaman dan ternak berkualitas kepada masyarakat, sehingga hasilnya benar-benar menguntungkan,” kata Jata.

Keberhasilan APBK Gayo Lues tahun 2023 yang mengalami surplus sebesar Rp 11 Milyar tanpa adanya gagal bayar membuktikan bahwa perubahan manajemen keuangan yang dilakukan oleh Pj Bupati Alhudri memberikan dampak positif bagi keuangan daerah tersebut. []

APBK 2023 Gayo Lues Pulih Pesat di Bawah Pemimpinan Alhudri

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM. (Foto: Dok. Disdik Aceh)

Nukilan.id – Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Gayo Lues di bawah kepemimpinan Alhudri selaku Penjabat (Pj) Bupati terbukti berhasil pulih dengan penerapan pengawasan dan skala prioritas yang ketat. Bahkan, Dinas yang memiliki anggaran besar harus melalui proses bedah ulang.

Selanjutnya, upaya menurunkan tingkat inflasi dilakukan dengan meningkatkan daya beli masyarakat, memberikan dampak positif pada kondisi APBK Gayo Lues yang kembali sehat. Capaian paling mencolok di bidang keuangan adalah tercapainya Saldo Lebih Permintaan Anggaran (Silpa) sebesar Rp 11 miliar, tanpa ada rekanan yang gagal bayar.

Perlu diketahui, pada tahun anggaran 2021-2022, APBK Gayo Lues menghadapi kendala penggunaan anggaran yang tidak teratur, bahkan Pemerintah Daerah tidak mampu membayar hasil kerja rekanan, mengakibatkan gagal bayar. Defisit anggaran menjadi permasalahan yang sering terjadi selama lima tahun terakhir.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gayo Lues, Jata SE MM, menyatakan bahwa APBK Gayo Lues 2023 telah pulih sepenuhnya. Hal ini berkat perencanaan anggaran yang cermat dalam menentukan target pendapatan, efisiensi penggunaan anggaran, dan fokus pada program-program prioritas.

“Ini bermula dari penyusunan anggaran yang cermat dalam menentukan target pendapatan, sehingga pada akhir tahun, target yang kita tetapkan berhasil tercapai 100 persen. Kita juga sangat efisien dalam menggunakan anggaran, fokus pada program prioritas,” jelas Jata kepada Nukilan, pada Selasa (2/1/2024).

Mengenai informasi bahwa APBK Gayo Lues tahun 2023 mencatat surplus (Silpa) lebih dari Rp 11 miliar tanpa adanya gagal bayar, Jata menjelaskan bahwa pembiayaan tersebut berasal dari sumber tahun sebelumnya, dan yang sangat dihindari adalah Defisit Kas.

“Kami sangat cermat dalam menjaga keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran. Tidak boleh belanja lebih besar dari pendapatan, karena hal itu dapat menimbulkan defisit yang besar,” tambahnya.

Dalam upaya memaksimalkan pengeluaran agar tidak melebihi pendapatan, Pemkab Gayo Lues bersama-sama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPK) dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) membuat program yang sesuai dengan kemampuan keuangan dan mengutamakan skala prioritas.

“Jika masih ada sisa anggaran, kita gunakan untuk hal lain yang juga harus menjadi prioritas, seperti penanggulangan stunting, pemberdayaan ekonomi masyarakat, kesehatan, dan infrastruktur dasar,” tutup Jata.

Budaya Peumulia Jame: Fraksi PKS DPRA Ajak Masyarakat Peduli Nasib Rohingya

0
Anggota DPRA Fraksi PKS dr. Purnama Setia Budi. (Foto: Dok. DPRA)

Nukilan.id – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) meminta Pemerintah Pusat untuk secara serius mengatasi masalah pengungsi Rohingya di Aceh. 

Fraksi PKS DPRA juga mendesak agar langkah-langkah penting segera diambil, termasuk berkoordinasi dengan UNHCR, lembaga PBB yang bertanggung jawab atas pengungsi. Pernyataan ini merupakan hasil dari Rapat internal Fraksi PKS yang digelar di Sekretariat Fraksi, Gedung DPRA Banda Aceh, Senin malam (1/1/2024).

“Fraksi PKS DPRA melihat persoalan pengungsi Rohingya sebagai masalah kemanusiaan dan solidaritas sesama Muslim. Terlebih lagi, banyak di antara pengungsi tersebut adalah perempuan dan anak-anak yang perlu dilindungi dalam segala kondisi, bahkan di tengah peperangan sekalipun,” kata Anggota DPRA Fraksi PKS dr. Purnama Setia Budi S.PoG kepada media ini.

dr. Purnama Setia Budi menyatakan apresiasi Fraksi PKS DPRA terhadap Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali, yang secara pribadi mengunjungi pengungsi Rohingya. 

“Ini adalah sikap teladan, kami menghormati dan mengapresiasi beliau,” ujarnya. 

Budaya Peumulia Jame (memuliakan tamu) yang kental di masyarakat Aceh, terutama terhadap orang-orang yang membutuhkan bantuan, menjadi sorotan.

Dr. Purnama menekankan pentingnya menjaga jiwa kedermawanan dan kepahlawanan yang diwariskan oleh para endatu. Hal ini perlu diteruskan dan dipertahankan, seiring dengan citra baik masyarakat Aceh sebagai masyarakat yang sosial dan peduli terhadap sesama, termasuk kepedulian terhadap bangsa Palestina yang telah dikenal di dunia internasional.

Seiring dengan berkembangnya isu pengungsi Rohingya, terjadi penolakan sebagian warga Aceh terhadap kehadiran mereka di beberapa Kabupaten/Kota seperti Bireuen, Pidie, Aceh Besar, dan Banda Aceh. Ini merupakan fenomena baru, mengingat selama sepuluh tahun terakhir, masyarakat Aceh dikenal sangat ramah dan menerima pengungsi dengan baik. 

“Fraksi PKS DPRA menegaskan bahwa Pemerintah Pusat harus segera menangani masalah ini untuk menghindari konflik lebih lanjut, sesuai dengan permintaan yang kita sampaikan,” tandasnya. []

Kabid Kesbangpol Aceh: Pemerintah Terus Koordinasi dengan UNHCR Tangani Rohingya

0
Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Aceh, Dedy Andrian (dua dari kiri). (Foto: Nukilan/Sammy)

Nukilan.id – Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Aceh, Dedy Andrian, mengatakan saat ini Pemerintah Aceh masih terus berkoordinasi dengan UNHCR, pemerintah pusat, dan pemerintah kabupaten/kota di Aceh terkait penanganan pengungsi Rohingya.

“Saat ini butuh kesabaran saja, bahwa hal ini tidaklah mudah. Pokoknya saya yakin semua sudah bekerja,” ujar Dedy Andrian kepada Nukilan, Selasa (2/1/2024)

Sementara itu, terkait pelaksanaan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi Luar Negeri, Dedy menyatakan bahwa isi Perpres tersebut sudah jelas mengenai teknis penampungan sementara dan masalah pendanaan terkait penanganan pengungsi luar negeri.

“Tapi kan ini situasinya sudah berbeda, jumlah pengungsinya sekarang sudah banyak. Tapi saya nggak bisa jawab lebih ini sebagai Kabid,” kata Dedy.

Meski demikian, Dedy menekankan bahwa pemerintah, terutama Pemerintah Aceh, tidak lepas tangan dalam penanganan pengungsi Rohingya ini. Pemerintah terus berupaya mencari solusi untuk permasalahan yang muncul di lapangan.

“Tapi saya rasa pemerintah nggak lepas tangan, cuma belum dapat ini aja. Doakanlah semoga masalah ini cepat selesai, karena yang rugi kita juga kalau situasinya semakin runyam,” tambah Dedy Andrian. [Sammy]

Tolak Pengungsi Rohingya, Gerah Demo Kantor Gubernur Aceh

0
Massa yang melakukan demonstrasi disambut Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Aceh, Dedy Andrian, Selasa (2/1/2024). (Foto: Nukilan/Sammy)

Nukilan.id – Sebanyak lima mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Aceh (Gerah) melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh pada Selasa (2/1/2024).

Pantauan Nukilan di lokasi, kelima mahasiswa tersebut membentangkan spanduk dengan tulisan “Tolak Rohingya di Aceh, jangan gadaikan Aceh dengan isu kemanusiaan,” serta beberapa poster dengan seruan serupa.

Koordinator aksi, Musda Yusuf, mengatakan demonstrasi ini dilakukan sebagai respons terhadap kegelisahan masyarakat Aceh terkait keberadaan Rohingya yang kini terdampar di Provinsi ujung barat ini.

“Karena masyarakat sudah resah, sudah terluka. Kalau seandainya dibawa isu kemanusiaan terkait isu Rohingya, rakyat Aceh pada 2015 sudah memperlakukan pengungsi Rohingya dengan baik,” ujar Musda Yusuf.

Kedatangan massa ini disambut oleh Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Aceh, Dedy Andrian. 

Dedy menyatakan bahwa pihaknya telah menerima aspirasi dari mahasiswa, dan Pemerintah Aceh kini sedang berupaya mencari solusi terkait permasalahan ini.

Massa akhirnya membubarkan diri dari gedung kantor Gubernur Aceh sekitar pukul 10.30 WIB. [Sammy]

Tahun Politik, Sekda Kembali Ingatkan ASN Jaga Netralitas

0
Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah. (Foto: Humas Aceh)

Nukilan.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Bustami Hamzah, mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemerintah Aceh untuk menjaga netralitas pada Pemilu Legislatif, yang akan berlangsung pada Februari mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekda saat menjadi Inspektur Upacara, pada Apel Perdana tahun 2024, di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Selasa (2/1/2024) pagi.

“Jaga netralitas kita sebagai ASN dalam menghadapi pesta demokrasi yang akan berlangsung pada Februari ini,” ujar Sekda.

Selain itu, untuk menjaga suasana sejuk selama tahapan Pemilu berlangsung, Bustami juga mengingatkan para ASN untuk bijak bermedsos, dengan tidak terpengaruh dan menyebarkan berita-berita yang belum jelas kebenaran dan sumbernya.

Dalam amanatnya, Sekda juga mengajak para ASN di jajaran Pemerintah Aceh, untuk menjadikan momentum tahun baru sebagai sarana memperbaiki kinerja.

“Mudah-mudahan dengan semangat tahun baru kinerja kita bisa semakin baik serta mampu melahirkan inovasi-inovasi baru dalam upaya memberikan kita memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjalankan seluruh program pembangunan,” kata Sekda.

“Pada kesempatan ini, kami juga menyampaikan terima kasih atas kinerja baik yang telah bapak dan ibu lakukan untuk memacu serapan anggaran di tahun 2023 lalu,” pungkas Sekda. []