Beranda blog Halaman 1300

Aceh Besar Punya Gampong Binaan Adhyaksa Peduli Stunting

0

Nukilan.id – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, melakukan launching program Adhyaksa Peduli Stunting Aceh Tahun 2023 sekaligus Peresmian gampong Binaan Adhyaksa Peduli Stunting yang bertempat di Gampong Lam Ceu,Kecamatan Kutabaro, Aceh Besar, Senin 17 Juli 2023.

Kajari Aceh Besar melalui Kepala Seksi Intelijen Maulijar mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi atau Kerjasama antara Kejati Aceh, Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Aceh, dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Aceh Besar.

“Penurunan angka stunting merupakan program strategi nasional sebagaimana diamanatkan dalamperaturan Presiden Nomor 72 Tahun 2001 tentang percepatan penurunan stunting yang holistik, integratif dan berkualitas melalui koordinasi sinergi dan sinkronisasi diantara pemangku kepentingan,” kata Maulijar.

Ia juga menyampaikan, Kementerian Kesehatan 1 dari 3 balita Indonesia mengalami stunting. Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), Aceh menduduki peringkat ke-5 di Indonesia dengan total 31,2% angka stunting Nasional,

“Dan ini terkoreksi hanya turun 2 % dari tahun lalu, dimana Aceh menduduki peringkat 3 Nasional terbanyak stunting,” terangnya.

Dijelaskan, Program Adhyaksa Peduli Stunting ini telah berjalan sejak tahun 2022 lalu, dan telah mengambil Aceh Utara dan Aceh Timur sebagai pilot project.

Dengan total 200 Anak dan 100 Ibu hamil, setelah pemantauan selama 6 bulan, didapat hasil yang baik. 97,3 % anak mengalami perbaikan gizi, terutama berat badanya.

“Demikian juga seluruh Ibu hamil melahirkan bayi yang tidak tergolong stunting. Sejak tahun 2022 Hampir seluruh Kejari diseluruh Aceh telah ikut melaksanakan Pogram Adhyaksa Peduli Stungting ini,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Kejati Aceh mengajak dan melibatkan pihak-pihak yang memiliki Visi yang sama untuk membangun Aceh seperti Bank Aceh, Bank Syariah Indonesia (BSI), PT. PLN, PTPN, PT. Pupuk Iskandar Muda, Pertamina, dan PT. Berantas untuk terlibat dalam semua sebagai Donatur Program ini.

“Kami juga melibatkan organisasi Profesi Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia dan juga Perguruan Tinggi Khususnya Fakultas Kedokteran yang ada di Aceh. Mereka akan membantu dengan mengerahkan tenaga-tenaga ahli untuk menggawal jalannya program ini,” ujarnya.

Selanjutnya, Kepala Kejati Aceh menyampaikan, kegiatan ini akan berlangsung selama 6 bulan kedepan melalui program posyandu. Dan akan dipantau perkembanganya melalui pemeriksaan kesehatan, tumbuh kembang anak oleh tenaga dipuskesmas meliputi Antopometri seperti Berat Badan, Tinggi Badan dan kognitifnya.

“Melalui program ini juga akan dilaksanakan kegiatan-kegiatan yang merangsang kreativitas anak, seperti lomba mewarnai, cerdas cermat anak serta aktivitas fisik lainnya yang mendukung kesehatan anak,” jelasnya.

Kemudian, bagi Ibu Hamil akan diberikan susu ibu hamil dan Vitamin Zat Besi selama 6 bulan. Selain pemberian susu pendukung gizi ibu hamil, juga akan difasilitasi dengan pemeriksaan Ante Natal Care (ANC) setiap bulanya yang akan dilakukan oleh para Dokter dan bidan desa melalui bantuan puskesmas.

“Melalui porgram ini juga kami akan memfasilitasi kegiatan senam Ibu Hamil yang akan membantu kesiapan proses melahirkan bagi ibu hamil, penyuluhan dan Edukasi untuk meningkatkan pemahaman kesehatan ibu hamil dan juga Pentingnya ASI Ekslusif,” imbuhnya.

Dijelaskan, keseluruhan kegiatan ini bertujuan menjaga bayi yang dikandung oleh ibu hamil ini sehat dan dilahirkan tidak dengan katagori stunting yang akan menambah jumlah stunting Aceh serta anak-anak yang dilahirkan menjadi anak yang sehat yang nanti akan menjadi pemimpin-pemimpin kita dimasa akan datang. []

Kejari Aceh Besar Kembali Adakan Pasar Murah

0

Nukilan.id – Kejaksaan Negeri Aceh Besar mengadakan pasar murah dalam rangka menyambut Hari Bhakti Adhyaksa ke-63 dan Ulang Tahun Ikatan Adhyaksa Dharmakarini ke-23 di kantor Kejari setempat. Kegiatan pasar murah tersebut dibuka oleh Pj Bupati Aceh Besar, Selasa 18 Juli 2023.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Besar, Basril G mengatakan, pasar murah ini dilakukan sebagai upaya menekan laju inflasi di Wilayah Kabupaten Aceh Besar.

Sementara kegiatan Pasar Murah tersebut terdapat lima item sembako yang dijual pada pasar murah ini yaitu Beras, Mie Goreng, Bawang, Cabai, dan Gula yang dibagi dalam 330 kupon/paket sembako.

Selain itu, Basril G, menyampaikan bahwa kegiatan Pasar Murah yang merupakan Sinergitas dan Kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

“Pada kesempatan ini kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemkab Aceh Besar, seluruh pegawai Kejaksaan Negeri Aceh Besar, dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) yang selalu mendukung sehingga apa yang menjadi cita-cita besar yang maju dan jaya sejahtera bagi masyarakat Kabupaten Aceh Besar bisa terwujud,” katanya.

Ia menyampaikan kegiatan pasar murah yang diadakan sejauh ini juga bertepatan dengan hari hari besar Islam mulai dari sebelum Ramadan, sebelum Idul Fitri, sebelum Idul Adha.

“Dan Insya Allah besok bertepatan dengan 1 Muharram. Alhamdulillah semoga ini pertanda juga berkah bagi kita semua. Hal ini juga sebagai wujud hadirnya negara untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan menekan laju inflasi,” ujar Kajari.

Sebelumnya dalam rangkaian kegiatan KejaksaanPeduli, Kejaksaan Negeri Aceh Besar, IAD Daerah Aceh Besar bekerjasama dengan Pemkab Aceh Besar telah melaksanakan kegiatan Pasar Murah di Kecamatan Kota Jantho pada tanggal 22 Juni 2023 bertempat disamping Kantor Kejaksaan Negeri Aceh Besar sebanyak 250 (dua ratus lima puluh) kupon/paket sembako. []

Alami Kenaikan Sebesar 23,42 Persen, BPS Aceh Keluarkan Hasil Data Ekspor-Impor Juni 2023

0
Ilustrasi Ekspor Impor. (Foto: Aspek.id)

Nukilan.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mengeluarkan hasil data ekspor-impor pada kondisi bulan Juni 2023 yang mengalami kenaikan sebesar 23,42 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Kemudian, untuk nilai ekspor barang asal Aceh pada bulan Juni 2023 berada pada besaran 63.081.064 USD

Kelompok komoditas terbesar yang diekspor pada bulan Juni 2023 berasal dari kelompok komoditas bahan bakar mineral yaitu sebesar 38.724.331 USD berupa batu bara dan kondensat.

Baca Juga: Ketua Kadin Aceh Harap Pemda Manfaatkan Pelabuhan Sebagai Sarana Utama Ekspor CPO

Dari hasil penelurusan Nukilan.id pada laman aceh.bps.go.id menunjukkan bahwa tingkat ekspor komoditas terbesar asal Aceh selama bulan Juni 2023 ditujukan ke negara India yaitu sebesar 38.694.321 USD dengan komoditas utama berupa batu bara dan CPO.

Di sisi lain, untuk nilai impor Aceh pada bulan Juni 2023 sebesar 5.676.616 USD, naik sebesar 7,62 persen dibandingkan Mei 2023. Selama bulan Juni 2023 nilai impor terbesar berasal dari komoditas beras, yaitu senilai 3.775.016 USD.

Sementara itu, adapun impor terbesar berasal dari Thailand dengan nilai sebesar 4.091.816 USD. Dengan nilai ekspor yang lebih besar dibandingkan nilai impor, maka neraca perdagangan luar negeri Aceh bulan Juni 2023 mengalami surplus, yakni dengan nilai surplus sebesar 57,40 juta USD. [Azril]

Baca Juga: Pelabuhan Kuala Langsa Diharapkan Jadi Pintu Ekspor Impor di Aceh

Ratusan Siswa dan Guru Madrasah Gelar Pawai Keliling Blangkejeren Peringati 1 Muharram 1445 Hijriah

0
Nukilan.id - Lantunan salawat mengiringi Pawai 1 Muharram 1445 Hijriah yang diadakan Blangkejeren, Gayo Lues. Pawai ini diikuti oleh sejumlah murid dan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah di daerah itu. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Lantunan salawat mengiringi Pawai 1 Muharram 1445 Hijriah yang diadakan Blangkejeren, Gayo Lues. Pawai ini diikuti oleh sejumlah murid dan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah di daerah itu.

“Tahun baru ini, insya Allah memberikan semua kebaikan kepada kita sebagaimana Allah menjanjikan keselamatan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw berserta seluruh sahabat dan keluarga beliau” kata Penjabat Bupati Gayo Lues, Alhudri, saat melepas perserta pawai.

Pawai Muharram itu dimulai dari halaman Balai Musara yang berada persis di seberang Pendopo Bupati Gayo Lues. Sejak pukul 8.00 WIB, peserta pawai mulai berkumpul dan mempersiapkan sejumlah pernak-pernik untuk mereka pamerkan di sepanjang jalan yang dilintasi dengan berjalan kaki.

Baca Juga: Malam Takbiran, Masyarakat Kota Sibolga Pawai Keliling Dengan Mobil Hias

Petugas kepolisian dan satuan polisi pamong praja juga terlihat berjaga-jaga sejak pagi hari untuk memastikan lalu lintas di Ibu Kota Gayo Lues itu tetap lancar selama pawai berlangsung. Sejumlah warga kota juga terlihat menanti kehadiran peserta pawai melintasi mereka.

“Hijriah bukan sekadar penanggalan dalam kalender Islam. 1 Muharram adalah titik penting perjalanan umat manusia dari alam kegelapan menuju alam penuh ilmu pengetahuan. Iktibar dari sejarah itu yang harus selalu kita pegang agar tahun ini benar-benar menjadikan kita pribadi lebih baik dari sebelumnya,” kata Alhudri.

Alhudri juga berharap momentum 1 Muharram menjadi perekat ukhuwah islamiyah seluruh masyarakat Gayo Lues. Rasulullah Muhammad saw senantiasa berpesan tentang persatuan dalam banyak kesempatan.

Alhudri juga berpesan agar seluruh orang tua memberikan dukungan dan perhatian terhadap pendidikan anak. Baik dari bidang pengetahuan umum hingga pengetahuan agama. Karena itu, orang tua penting untuk memberikan keteladanan. Karena anak-anak, kata dia, meniru perilaku orang tua.

“Dan persatuan itu hendaknya kita lakukan dengan tetap berpegang pada tali Allah. Insya Allah, Gayo Lues ke depan tidak hanya dikenal sebagai Negeri Seribu Bukit. Tapi juga dikenal sebagai Negeri Seribu Hafiz,”

Pawai ini juga dilepas oleh Kepala Pengadilan Negeri Gayo Lues, Kepala Kepolisian Resor Gayo Lues, Kepala Kejaksaan Negeri Gayo Lues, dan Komandan Distrik Militer 0113/Gayo Lues.

Baca Juga: Warga Banda Aceh Antusias Nonton Pawai Takbir Sambut Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah

Terapkan Kurikulum Merdeka, Cabdisdik Aceh Timur Evaluasi Guru dalam Mengajar

0

Nukilan.id –  Dalam upaya penerapan Kurikulum Merdeka tahun pelajaran 2023/2024, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Wilayah Aceh Timur mengevaluasi cara mengajar guru sekaligus mengetes kemampuan guru dalam mengajar.

Hal itu dilakukan oleh Cabdisdik Wilayah Aceh Timur untuk mendukung program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) yang sudah menerapkan Kurikulum Merdeka.

Menurut Kacabdisdik Wilayah Aceh Timur, Rahmatsah Putra, Kamis (13/7/2023) mengatakan, evaluasi dan tes kepada guru di wilayahnya sangat penting, karena setiap sekolah khususnya jenjang pendidikan menengah (Dikmen) haruslah sesuai dengan Kurikulum Merdeka.

Baca Juga: Disdik Aceh Resmi Gelar FLS2N Untuk PDBK Tahun 2023

Kegiatan ini dilakukan untuk melatih kembali cara mengajar guru dalam menjalankan Kurikulum merdeka secara serentak pada masing-masing satuan pendidikan.

“Kegiatan yang diikuti oleh 900 orang guru SMA/SMK dan SLB, didampingi langsung oleh masing-masing pengawas pembina yang dimulai dari tanggal 10 sampai 15 juli 2023,” kata Rahmatsah.

Dikatakannya, pelaksanaan evaluasi dan tes mengajar itu dilakukan di sekolah masing-masing dengan dinilai oleh pengawas pembina.

Rahmatsah menjelaskan, Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik.

“Oleh karena itu setiap guru harus menyesuaikan pembelajaran dengan lingkungan sekolah tempat belajar peserta didik,” ujarnya.

Lebih lanjut Rahmatsah menuturkan, kita yakin dan percaya semua guru di Aceh Timur mampu mengajar apalagi sudah memiliki sertifikat pendidik.

Namun katanya, perlu dievaluasi lagi dan mengetes kembali cara penyajian materi pembelajaran di sekolah masing-masing.

“Tujuannyan adalah membuat sekolah dan pemerintah daerah memiliki otoritas untuk mengelola sendiri pendidikan yang sesuai dengan kondisi di daerahnya masing-masing,” ucapnya.

Rahmatsah mengharapkan, semoga pembelajaran ke depan dapat terlaksana secara efektif sesuai dengan Kurikulum Merdeka.

Pada kesempatan itu, Rahmatsah selaku Kacabdisdik Wilayah Aceh Timur meninjau ke beberapa sekolah dengan melihat langsung cara guru mengajar.

Sementara salah seorang guru SMA Negeri Nurussalam, Nanda Saputra mengungkapkan, evaluasi dan mengetes kembali cara mengajar yang dilakukan Cabdisdik Wilayah Aceh Timur sangat positif.

“Guru di Kabupaten Aceh Timur harus mampu menerapkan pembelajaran dengan berpedoman sesuai dengan Kurikulum Merdeka,” ujar Nanda yang lebih dikenal dengan panggilan Poetra Juang.[]

Baca Juga: Disdik Aceh Gelar FGD Pembayaran Insentif PNS, Gaji Guru dan Tendik Non PNS SMK

Disdik Aceh Gelar FGD Pembayaran Insentif PNS, Gaji Guru dan Tendik Non PNS SMK

0
(FGD) Pembayaran Insentif Pegawai Negeri Sipil (PNS) Gaji Guru dan Tenaga Kependidikan Non PNS SMK Tahun 2023 dibuka oleh Kadisdik Aceh Drs. Alhudri. MM yang diwakili oleh Plh. Dr. Asbaruddin. M. Eng di Aula Hotel Diana Banda Aceh, Senin, (17/07/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Dalam rangka memacu realisasi anggaran tahun 2023 Dinas Pendidikan Aceh Menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pembayaran Insentif Pegawai Negeri Sipil (PNS) Gaji Guru dan Tenaga Kependidikan Non PNS SMK Tahun 2023.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh Helpdesk Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Provinsi ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs. Alhudri. MM yang diwakili oleh Plh. Dr. Asbaruddin. M. Eng di Aula Hotel Diana Banda Aceh, Senin (17/7/2023).

Asbaruddin dalam sambutannya mengatakan bahwa pembayaran insentif, gaji guru dan tendik non PNS adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru sebagai tenaga profesional pada setiap satuan pendidikan. Selain itu untuk memenuhi kopetensi pedagogik, keperibadian, sosial dan profesionalitas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga: Festival Lomba Seni Siswa Jenjang SMA Disdik Aceh Ditutup, Ini Para Juaranya!

“Peraturan Gubernur ini bertujuan untuk membantu dan meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan non PNS,” ujar Asbaruddin.

Pelaksanaan program ini bertujuan untuk melaksanakan peraturan Gubernur sebagai dasar hukum dalam pemeberian jasa atau honorarium bagi non PNS dan tenaga kependidikan jenjang SMA/SMK dan SLB di Provinsi Aceh.

Sebagaimana diketahui bahwa Pemerintah Aceh terus berikhtiar untuk melaksanakan pengembangan dan pembangunan disektor pendidikan yang dipayungi oleh Qanun Aceh Nomor 9 tahun 2015 tentang penyelenggaraan pendidikan.

“Diharapkan kepada seluruh tim helpdesk untuk dapat memverifikasi data pembayaran dengan benar dan harus bersikap profesional serta bertanggung jawab kepada Dinas Pendidikan Aceh karena program ini sangat signifikan, maka harus dilakukan tepat waktu dan tepat sasaran,” katanya.

Kegiatan ini berlangsung selama empat hari sejak 16 sampai 19 Juli 2023. Pada pembukaan turut hadir Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Muksalmina, dan Kepala Bidang Sarana Prasarana Sya’baniar. []

Baca Juga: Adhyaksa Peduli Stunting 2023, Kajati Aceh Resmikan Gampong Stunting

Puan Maharani Apresiasi Pencapaian Paduan Suara TRCC Berhasil Raih Prestadi Tingkat Dunia

0
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Foto: Dok. DPR RI)

Nukilan.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani memberikan apresiasi atas pencapaian paduan suara anak-anak The Resonanz Children’s Choir (TRCC) yang menorehkan prestasi di tingkat dunia, dengan meraih juara umum pada Leonardo Da Vinci International Choral Festival.

Ia mengatakan, prestasi tim paduan suara anak-anak Indonesia tersebut merupakan buah dari kerja keras para generasi penerus bangsa.

“Saya mengucapkan selamat atas pencapaian paduan suara anak-anak The Resonanz di ajang internasional, ukir terus prestasi yang akan mengharumkan nama negeri di dunia internasional,” kata Puan, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (18/7/2023).

Baca Juga: Usulan Qanun Legalisasi Ganja Medis, M. Rizal Fahlevi Kirani: Kita Masih Tunggu Keputusan DPR RI

“Kami di DPR juga akan terus mendorong Pemerintah untuk mendukung perwakilan Indonesia dalam berbagai ajang kompetisi internasional,” sambung perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Tahun ini, Leonardo Da Vinci Intenational Choral Festival yang merupakan salah satu kompetisi paduan suara bergengsi dunia itu diselenggarakan di Kota Firenze, Italia yang berlangsung selama 4 hari mulai dari Selasa (11/7/2023) hingga Jumat (14/7/2023).

TRCC sendiri merupakan paduan suara yang berisikan anak-anak bangsa dengan rentan usia antara 5 sampai 17 tahun.

Selain mendapatkan gelar Grand Prix dalam ajang tersebut, TRCC juga meraih juara Kategori D (Children’s Choir) dengan nilai 94,3 dan juara kategori G (Popular, Folk, Gospel, Barbershop, Jazz, and Modern Ensemble) dengan nilai 95,5. Mereka menorehkan prestasi lewat persembahan lagu yang dikomposeri Fero Aldiansya Stefanus dengan judul Mejikuhibiniu serta lagu daerah Minang, Tak Tong Tong.

Tak hanya soal olah suara, TRCC sekaligus menyabet penghargaan kategori koreografi terbaik, di mana TRCC juga kompak menggunakan baju adat tradisional Minang sebagai pendukung. Karena itu, Puan mengaku bangga atas dikenalkannya budaya Bangsa Indonesia di dunia internasional.

“Saya selalu bangga apabila ada anak bangsa yang membawa budaya kita melangkah jauh di dunia. Ini juga menjadi ajang mengenalkan nilai budaya kita, yang tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri di mata masyarakat dunia,” terang mantan Menko PMK tersebut.

Selain itu, Puan mengaku terkesan dengan proses terbentuknya grup paduan suara TRCC. Untuk diketahui, proses seleksi dilakukan saat masa Pandemi Covid-19, yang tidak memungkinkan para anak-anak melakukan audisi bertatap muka.

“Ini adalah salah satu bukti bahwa anak bangsa tetap bisa berkarya di tengah keterbatasan situasi dan kondisi. Di mana ada kemauan, selalu ada jalan untuk menuju keberhasilan. Ini patut dicontoh oleh generasi muda yang lain agar terus berkarya dalam keadaan apapun,” ungkap Puan.

Pada 2022, TRCC berhasil meraih dua gelar juara, yaitu Gold Medal & Champion dalam kategori Children’s Choir dan Gold Medal & Champion pada kategori Folksong dalam ajang paduan suara yang bertajuk 11th Bali International Choir Festival (BICF).

Selain TRCC, muda mudi bangsa yang menyukai bidang tarik suara juga berhasil mengharumkan nama bangsa. Salah satunya Paduan Suara Mahasiswa Universitas Padjadjaran (PSM Unpad) yang meraih juara umum pada 67th International Choral Competition, Arezzo, Italia, yang diselenggarakan 22 sampai 24 Agustus 2019.

Kemudian ada juga Paduan Suara Jakarta Youth Choir (JYC) yang meraih lima penghargaan dalam Festival Internazionale Chorus Inside Advent ke-34 di Roma, Italia pada 2018. Puan pun menilai putra/putri Indonesia banyak yang memiliki talenta dalam bidang olah vokal yang tidak kalah dari negara lain.

“Kita ketahui bersama, banyak pemuda pemudi Indonesia yang berasal dari berbagai suku, ras dan agama bersatu pada membawa nama baik negara dalam ajang internasional khususnya tarik suara,” sebutnya.

“Itu membuktikan, kita tidak pernah kehabisan tunas-tunas penerus bangsa yang memiliki keahlian untuk bersaing di berbagai kompetensi dunia. Maka sudah jadi kewajiban Pemerintah untuk memberi dukungan,” lanjut Puan.

Di sisi lain, cucu Bung Karno ini mendorong Pemerintah untuk memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap setiap warga negara yang berhasil mengharumkan nama bangsa. Puan menekankan, dengan adanya dukungan dari Pemerintah, hal tersebut akan membuat generasi muda berani melangkah maju.

“Pemerintah harus memiliki peran sentral dalam mengawal, mendukung dan memberikan dukungan moril, anggaran dan kebijakan dalam setiap ajang internasional yang diikuti anak bangsa. Jangan hanya fokus dalam satu bidang saja, tapi seluruh capaian anak bangsa harus diapresiasi dan diberi dukungan,” jelasnya.

Lebih lanjut, DPR RI dipastikan akan mengawal setiap anak bangsa yang memiliki potensi luar biasa di berbagai bidang untuk dapat menggapai prestasi tertinggi mereka. Apalagi prestasi-prestasi tersebut dapat membanggakan bangsa, serta menginspirasi generasi muda dalam mengejar impian mereka.

“DPR akan terus mendukung anak-anak berprestasi melalui fungsi dan kewenangan kami baik dari dukungan legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Karena kami yakin, saat Negara hadir mendukung generasi berprestasi, hal itu akan menumbuhkan jiwa patriotisme terhadap negeri,” terang Puan.

“Namun sebaliknya, jika negara acuh maka tentunya akan hilang juga rasa kecintaan dari generasi unggul kita terhadap bangsa dan negara. Jadi ini tugas bersama Pemerintah, DPR, dan semua seluruh elemen bangsa untuk mendukung anak-anak berprestasi,” pungkasnya. [InfoPublik]

Baca Juga: Sebanyak 300 Perawat Ikuti Konferensi Internasional Peningkatan Mutu Pendidikan Keperawatan

Kadis Kominfo Aceh Besar Ikuti Donor Darah Digelar Pemkab

0
Kadis Kominfo Aceh Besar melakukan donor darah di Pendopo kantor Bupati Aceh Besar di Kota Jantho, Senin (17/7/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aceh Besar Abu Bakar S.Ag mengikuti donor darah yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar di Komplek Kantor Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Senin (17/7/2023).

Dalam aksi donor darah tersebut Abu Bakar mengatakan dirinya dapat berpartisipasi, karena kegiatan donor darah seperti ini menjadi bentuk kepedulian kita terhadap sesama umat manusia. Disamping itu, akan membuat jantung semakin sehat, membakar kalori, menurunkan resiko kanker dan menurunkan kolestrol serta meningkatkan produksi darah, yang tentunya kesemua itu akan berpengaruh langsung terhadap kesehatan.

“Donor darah itu bagus dilakukan, karena selain membakar kalori, juga membuat jantung kita semakin sehat dan menurunkan resiko kanker serta jiga bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan darah,” ujarnya.

Baca Juga: Kejati Aceh Gelar Donor Darah Dalam Rangka Hari Bhakti Adhyaksa

Oleh karena itu Abu Bakar mengajak seluruh ASN, Non ASN, dan masyarakat untuk donor darah.

“Bagi kawan-kawan yang sehat, mari kita berdonor darah, manfaatnya banyak bagi kesehatan dan kemanusiaan,” katanya.

Abu Bakar berharap  kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan darah di daerah. Menurut Kadis Kominfo Aceh Besar itu, banyak manfaat  yang didapatkan dari aktifitas donor darah, dan yang paling utama dapat menolong sesama yang membutuhkan darah.

“Manfaatnya sangat baik, badan menjadi segar karena darah yang kita keluarkan akan memicu munculnya darah sel baru dan kegiatan ini sangat sehat untuk tubuh kita,” ungkapnya.

Selanjutnya Abu Bakar mengatakan aksi donor darah hari ini sebagai bentuk partisipasi untuk membantu memenuhi kebutuhan maupun stok darah di PMI Aceh Besar khususnya pada saat ini, guna membantu  yang memang membutuhkan darah.

“Kami berharap kegiatan seperti ini berkelanjutan dan seluruh ASN maupun tenaga kontrak khususnya di Dinas Kominfo Aceh Besar bisa menjadi pendonor yang rutin mendonorkan darahnya untuk kemanusian dan kesehatan kita bersama,” katanya.

Selain Dinas Kominfo kata Abu Bakar ada juga sejumlah Kepala Perangkat Daerah (OPD) Aceh Besar lainnya yang ikut berpartisipasi dalam aksi donor darah yang digelar oleh Pemkab Aceh Besar tersebut.

“Aksi donor darah hari ini, bukan hanya dari kominfo, akan tetapi ada juga dari OPD Aceh Besar yang turut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan yang digelar oleh Pemkab Aceh Besar itu,” pungkasnya. []

Baca Juga: Demokrat Aceh Gelar Donor Darah dan Bagi Nasi Kotak di RSUDZA

Pj Bupati Aceh Besar Apresiasi Kajati Pilih Lam Ceu sebagai Gampong Binaan Adhyaksa Peduli Stunting Tahun 2023

0
Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP, MM menyerahkan makanan tambahan untuk balita saat pencanangan Desa Binaan Adhyaksa Peduli Stunting 2023 di Gampong Lam Ceu, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Senin (17/07/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto S.STP, MM mengapresiasi Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh yang telah memilih Gampong Lam Ceu sebagai gampong binaan Adhyaksa peduli stunting pada tahun 2023, di Meunasah Gampong Lam Ceu, Kuta Baro, Aceh Besar, Senin (17/7/2023).

Pj Bupati Aceh Besar, dalam sambutannya mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kajati Aceh beserta seluruh adhyaksa yang telah memilih dan membina Gampong Lamceu Aceh Besar ini sebagai gampong binaan Adhyaksa Peduli Stunting 2023 serta pada hari yang berbahagia ini akan dilakukan pembagian bantuan makanan/asupan untuk masyarakat gampong binaan ini.

“Kami mengucapkan apresiasi dan terimaksih yang sebanyak-banyaknya kepada Kajati Aceh yang telah memilih salah satu gampong yang ada di Aceh Besar untuk dijadikan gampong binaan Adhyaksa, tentunya ini sebagai bentuk kepedulian Adhyaksa terhadap penanganan permasalahan stunting khususnya di Gampong Lamceu ini,” ujarnya.

Menurutnya kegiatan ini akan sangat bermanfaat dalam rangka penanganan stunting serta dengan harapan terpenuhinya nutrisi bagi masyarakat rentan stunting khususnya anak-anak dan ibu hamil.

“Kegiatan ini benar-benar dirasakan manfaatnya bagi ibu hamil dan anak-anak yang terdampak stunting dengan terpenuhinya nutrisi bagi mereka,” ucap Iswanto.

Iswanto menyampaikan tentunya melalui kegiatan ini akan membantu meningkatkan gizi dan kesehatan bagi generasi penerus supaya terhindar dari permasalahan stunting khususnya di Gampong Lam Ceu ini.

“Melalui kegiatan ini tentunya akan membantu meningkatkan gizi dan kesehatan bagi generasi penerus terkhusus di Gampong Lam Ceu ini,” ungkapnya.

Oleh karena itu, semoga melalui kesempatan ini Iswanto berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut karena memang penting bagi kita semua untuk memberikan perhatian serius terhadap kesehatan dan perkembangan anak serta memastikan bahwa anak-anak memperoleh nutrisi yang cukup, karena merekalah yang akan membentuk masa depan bangsa.

Baca Juga: Sekda Dampingi Kunker Komisi IX DPR RI ke RSUDZA

“Melalui kesempatan ini saya berharap semoga kolaborasi dan sinergitas bersama Kajati Aceh dan Kejari Aceh Besar terus berlanjut, karena memang penting bagi kita semua untuk memberikan perhatian serius terhadap kesehatan dan perkembangan anak serta memastikan anak-anak memperoleh nutrisi yang cukup sehingga merekalah yang akan membentuk masa depan bangsa,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Kajati Aceh Bambang Bachtiar SH, MH bahwa kasus stunting ini benar-benar harus dicegah secara bersama, karena menurutnya sejak tahun 2022 hingga tahun 2023 kasus stunting di Aceh turun dua persen dari sebelumnya.

“Kasus stunting ini harus kita cegah bersama, sehingga dengan kepedulian kita ini dapat mengurangi angka stunting di daerah setidaknya paling lambat satu hingga dua persen setiap tahunnya, walau perlahan, tapi pasti,” ujarnya.

Bambang mengatakan pada tahun 2022 yang lalu Kajati Aceh juga telah melakukan hal yang sama seperti hari ini di Gampong Lamceu, yaitu di wilayah Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara. Jadi hari ini merupakan program lanjutan, karena untuk kasus seperti ini butuh proses panjang sekitar paling cepat empat semester yaitu dua tahun, dengan semester pertama kita lihat progres perkembangan anak apakah berhasil atau tidak.

“Untuk kasus ini Kajati Aceh menargetkan dua orang yaitu ibu hamil dan bayi yang baru lahir hingga umur empat bulan,” ungkapnya.

Pada Kesempatan tersebut Bambang mengucapkan terimakasih dan mengucapkan selamat kepada Pj Bupati Aceh Besar yang telah dipercayai oleh pusat untuk memperpanjang masa baktinya di Kabupaten Aceh Besar.

“Terimakasih dan selamat kepada Bapak Pj Bupati Aceh Besar yang ditelah diperpanjang masa baktinya, berarti pusat telah kembali mempercayai bapak Iswanto untuk memimpin Aceh Besar dalam satu tahun kedepan,” ucapnya.

Selanjutnya Bambang berharap agar Puskesmas dalam binaan Adhyaksa terus melakukan kerjasama dalam menangani status stunting di Aceh, karena salah satu program Adhyaksa dalam menangani stunting melalui program posyandu ynag digelar oleh puskesmas-puskemas binaan Adhyaksa.

“Jadi program ini juga merupakan program pertama yang dilakukan oleh Instansi diluar Kesehatan dan BKKBN, kolaborasi dan kerja keras dari berbagai pihak menjadi kunci untuk menurunkan kasus stunting,” imbuhnya.

Jadi untuk program ini, marilah kita pantau secara bersama-bersama, dan kepada panitia dari Adhyaksa bahwa dalam setiap periode harus melaporkan pertanggung jawaban, sehingga pertanggung jawabannya bisa dibaca oleh para donatur.

“Kita harus melaporkan secara terbuka dan tidak ada yang harus ditutupi, saya akan memantau, karena ini program dari kita, oleh kita dan untuk kita,” tegasnya.

Selanjutnya Bambang mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu program ini hingga enam bulan kedepan, sehingga kasus stunting di Gampong Lam Ceu, Kecamatan Kuta Baro bisa turun hingga hilang.

“Terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu menyukseskan program ini, semoga kasus stunting di Gampong Lam Ceu khususnya dan Aceh Besar bisa turun dan semoga tidak ada lagi anak-anak yang terdampak stunting di Aceh,” pungkasnya. []

Baca Juga: Penjabat Gubernur Minta Bank Aceh jadi Motor Penggerak Pembangunan di Aceh

Pemko dan Kejati Kolaborasi Tangani Stunting di Banda Aceh

0
Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh bekerja sama dalam penanganan kasus stunting di Banda Aceh. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh bekerja sama dalam penanganan kasus stunting di Banda Aceh.

Kolaborasi itu dilaksanakan dalam program Adhyaksa Peduli Stunting 2023 Kejaksaan Tinggi Aceh dan Kejaksaan Negeri Banda Aceh yang diluncurkan pada Senin (17/7/2023) di Gampong Peuniti, Kecamatan Baiturrahman.

Sebagai informasi, Gampong Peuniti dipilih sebagai Gampong Binaan Adhyaksa Peduli Stunting 2023. Launching ditandai dengan pembukaan selubung papan nama oleh Wakajati Aceh Rudi Irmawan dan Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin.

Baca Juga: USK Raih Penghargaan PTN Terbaik Penanganan Stunting

Peresmian Gampong Peuniti sebagai desa binaan juga dirangkai sekaligus dengan pembagian bantuan makanan kepada ibu dan anak setempat. Program ini turut disponsori oleh sejumlah perusahaan, seperti PLN Aceh, Bank Aceh Syariah, Bank Syariah Indonesia, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), PTPN 1, Pertamina Patra Niaga, dan PT Berantas Abipraya.

Dalam sambutannya, Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak Kejaksaan Tinggi Aceh.

Amiruddin mengatakan, dalam rangka Hari Bakti Adhiyaksa ke-63, tentu momentum yang tepat untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup bagi anak-anak di Kota Banda Aceh.

“Setiap anak memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang secara maksimal. Oleh karena itu, perhatian yang kita berikan kepada anak-anak di gampong binaan ini sangat penting. Kita harus menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi anak-anak kita, sehingga anak-anak ini dapat tumbuh dengan baik, secara fisik dan mental,” ujarnya.

Selain itu, pemko akan terus melakukan pembinaan-pembinaan serta kunjungan-kunjungan ke setiap gampong. Dengan harapan tempat yang dikunjungi yang diperkirakan ada stunting, dapat disikapi dengan cepat.

“Di gampong Beurawe kita sudah bangun rumah gizi dan sampai sekarang tetap aktif. Kepada OPD terkait juga kita tekankan untuk terus bergandengan tangan, untuk dapat berkontribusi membantu masyarakat menurunkan angka stunting ini sesuai amanah gubernur dan pemerintah pusat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kejati Aceh Rudi Irmawan mengungkapkan, melalui rilis Kementerian Kesehatan satu dari tiga balita Indonesia mengalami stunting. Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), Aceh menduduki peringkat ke-5 di Indonesia dengan total 31,2 persen angka stunting nasional, dan ini terkoreksi hanya turun dua persen dari tahun lalu, Aceh menduduki peringkat tiga nasional terbanyak stunting.

“Persoalan stunting ini bukan persoalan Aceh sekarang saja, melainkan akan menjadi masalah jangka panjang untuk Aceh, karena menyangkut masa depan kita karena anak-anak Aceh ini adalah generasi penerus yang kemudian akan mengelola Aceh. Mereka lah masa depan Aceh,” katanya.

“Bagaimana kita bisa membangun Aceh jika modal dasarnya, yaitu anak-anak Aceh mengalami stunting, terganggu perkembangan kognitif, intelegensia, dan kesehatannya,” tutupnya. []

Baca Juga: Adhyaksa Peduli Stunting 2023, Kajati Aceh Resmikan Gampong Stunting