Beranda blog Halaman 13

Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026

0
Babak perempat final Piala Dunia 2026
Babak perempat final Piala Dunia 2026. (Foto: NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Babak perempat final Piala Dunia 2026 akan berlangsung mulai Jumat (10/7/2026) hingga Minggu (12/7/2026). Delapan tim terbaik dunia akan memperebutkan empat tiket menuju semifinal.

Komposisi peserta perempat final didominasi negara-negara Eropa. Dari delapan tim yang tersisa, enam berasal dari Benua Biru, yakni Prancis, Spanyol, Inggris, Belgia, Norwegia, dan Swiss. Sementara itu, Afrika hanya diwakili Maroko, sedangkan Amerika Latin menyisakan Argentina.

Dua tim Eropa dipastikan tersingkir pada fase ini karena terjadi duel sesama wakil kawasan tersebut. Spanyol dijadwalkan menghadapi Belgia, sedangkan Norwegia akan berjumpa Inggris dalam laga yang diprediksi berlangsung sengit.

Di pertandingan lainnya, Prancis akan menguji kekuatan Maroko yang datang dengan status juara Piala Afrika edisi terakhir. Adapun Argentina sebagai juara bertahan Piala Dunia sekaligus salah satu kekuatan utama Amerika Latin akan ditantang Swiss.

Persaingan menuju semifinal pun dipastikan menarik. Maroko dan Argentina berpeluang mematahkan dominasi Eropa, sementara negara-negara Eropa berambisi mempertahankan jumlah wakil sebanyak mungkin di empat besar. (XRQ)

Jadwal Babak 8 Besar Piala Dunia 2026

  • Jumat, 10 Juli 2026: Prancis vs Maroko (03.00 WIB)
  • Sabtu, 11 Juli 2026: Spanyol vs Belgia (02.00 WIB)
  • Minggu, 12 Juli 2026: Norwegia vs Inggris (04.00 WIB)
  • Minggu, 12 Juli 2026: Argentina vs Swiss (08.00 WIB)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Pemerintah Didesak Buka Data Pengelolaan Anggaran Rehab-Rekon Aceh Rp45,8 Triliun

0
Sejumlah bangunan rusak pascabanjir bandang di Aceh Tamiang. (Foto: Antara Foto/Bayu Pratama S)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Transparansi Tender Indonesia (TTI) meminta pemerintah pusat membuka secara menyeluruh informasi mengenai pengelolaan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabanjir di Aceh senilai sekitar Rp45,8 triliun.

Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, mengatakan keterbukaan informasi diperlukan agar masyarakat dapat mengawasi penggunaan anggaran sekaligus mencegah potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program pemulihan pascabencana.

“Publik berhak mengetahui rincian alokasi anggaran, daftar paket pekerjaan, lokasi proyek, penyedia pelaksana, jadwal pelaksanaan, progres fisik dan keuangan, hingga hasil pengawasan dan audit,” kata Nasruddin dalam keterangannya kepada Nukilan, Rabu (8/7/2026).

Menurut Nasruddin, hingga kini masyarakat belum memperoleh akses yang memadai terhadap informasi pelaksanaan program rehab-rekon. Padahal, banyak warga di wilayah terdampak masih menunggu percepatan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat banjir.

Ia menilai keterbukaan data akan memperkuat pengawasan publik sekaligus memastikan program rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai perencanaan.

TTI juga meminta kementerian dan lembaga yang menangani program tersebut membangun sistem pelaporan yang terbuka dan diperbarui secara berkala. Dengan demikian, penggunaan anggaran dapat dipantau oleh masyarakat dan dipertanggungjawabkan secara transparan.

“Anggaran puluhan triliun rupiah adalah uang rakyat. Karena itu, pemerintah wajib membuka data pelaksanaan secara lengkap agar masyarakat dapat memastikan proses rehab-rekon berjalan tepat sasaran, tepat mutu, dan tepat waktu,” sebutnya.

TTI menilai transparansi pengelolaan anggaran menjadi faktor penting untuk menjaga akuntabilitas pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses pemulihan pascabencana di Aceh. []

Reporter: Sammy

Jaksa Dakwa Eks Direktur PT PRGE Rugikan Negara Rp1,44 Miliar dalam Proyek SPBU BUMDesma

0
Perkara Nomor 25/Pid.Sus-TPK/2026/PN Bna yang ditampilkan di laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Banda Aceh. (Foto: tangkapan layar)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Jaksa Penuntut Umum mendakwa Direktur PT Pintu Rime Gayo Energi (PRGE), Ilham Iskandarsyah, melakukan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp1.442.527.498.

Dakwaan tersebut dibacakan dalam perkara Nomor 25/Pid.Sus-TPK/2026/PN Bna yang kini sedang disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Banda Aceh.

Dikutip Nukilan dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Banda Aceh, dalam surat dakwaan, jaksa menyebut Ilham yang menjabat sebagai Direktur PT PRGE pada periode 2021 hingga 2023 diduga bersama Amarullah, yang kini berstatus daftar pencarian orang (DPO), melakukan serangkaian perbuatan melawan hukum dalam pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik BUMDesma Pintu Rime Gayo.

Jaksa menilai terdakwa tidak menjalankan prinsip transparansi dalam pengadaan barang dan jasa, tidak mempublikasikan proses pengadaan kepada masyarakat desa, menunjuk pelaksana pekerjaan yang tidak memenuhi syarat, tidak mengendalikan pelaksanaan kontrak, serta mencairkan anggaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan anggaran dasar perusahaan. Terdakwa juga diduga menarik dana perusahaan untuk kepentingan pribadi.

BUMDesma Pintu Rime Gayo dibentuk oleh 23 desa di Kecamatan Pintu Rime Gayo untuk mengembangkan usaha pembangunan SPBU. Modal usaha berasal dari penyertaan modal desa yang bersumber dari APBDes dengan target sebesar Rp6,9 miliar. Namun hingga 2023, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp6,085 miliar. Dana tersebut kemudian disalurkan kepada PT PRGE sebagai perusahaan yang dibentuk untuk mengelola pembangunan SPBU.

Menurut jaksa, pembangunan SPBU dilakukan meski izin prinsip dari PT Pertamina Patra Niaga belum diterbitkan. Selain itu, sejumlah pekerjaan tidak selesai karena keterbatasan dana, sementara pembayaran kepada penyedia jasa telah dilakukan.

Dalam dakwaan disebutkan terdakwa menunjuk Amarullah sebagai pelaksana lapangan pekerjaan mekanikal (Mechanical Engineering/ME), meski yang bersangkutan disebut tidak memiliki kewenangan mewakili perusahaan pelaksana. Pembayaran sebesar Rp1,65 miliar dilakukan kepada Amarullah, padahal hasil pemeriksaan ahli menunjukkan progres pekerjaan di lapangan hanya sekitar 21 persen. Kondisi tersebut diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp746,16 juta.

Jaksa juga mengungkap adanya pembayaran sebesar Rp20 juta yang tidak sesuai peruntukan untuk kontrak humas serta penarikan kembali dana Rp559,62 juta setelah terdakwa menyetorkan dana sebagai tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Bener Meriah.

Berdasarkan Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara Inspektorat Kabupaten Bener Meriah Nomor 700/18/PKKN/INSP/2025 tertanggal 9 Oktober 2025, total kerugian negara dalam perkara tersebut mencapai Rp1.442.527.498. Kerugian itu terdiri atas ketekoran kas BUMDesma sebesar Rp32,73 juta dan kerugian pada PT PRGE sebesar Rp1,409 miliar.

Atas perbuatannya, Ilham didakwa dengan dakwaan primair melanggar Pasal 603 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Jaksa juga mengajukan dakwaan subsidair terkait penyalahgunaan kewenangan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara. []

Reporter: Sammy

1 Lagi Jemaah Haji Aceh yang Dirawat di Arab Saudi Meninggal Dunia

0
Ilustrasi Meninggal. (Foto: iStockphoto)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Satu lagi jemaah haji asal Aceh yang menjalani perawatan di Arab Saudi dilaporkan meninggal dunia. Dengan wafatnya Abdul Rahman (94), tidak ada lagi jemaah haji Aceh yang masih dirawat di Tanah Suci.

Ketua PPIH Debarkasi Aceh, Arijal, mengatakan Abdul Rahman merupakan jemaah Kloter BTJ-13 asal Kabupaten Pidie Jaya.

“Abdul Rahman jemaah Kloter BTJ-13 asal Pidie Jaya meninggal dunia, Senin (6/7) sekitar pukul 07.30 waktu Arab Saudi,” kata Ketua PPIH Debarkasi Aceh Arijal kepada wartawan, Selasa (7/7/2026).

Abdul Rahman diketahui menjalani perawatan di King Fahad Hospital, Madinah, sejak 27 Mei 2026. Berdasarkan hasil diagnosis, almarhum mengalami kondisi gula darah rendah.

“Semoga Allah SWT menerima amal ibadah, mengampuni segala dosa dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya,” jelas Arijal.

Dengan meninggalnya Abdul Rahman, jumlah jemaah haji Aceh yang wafat pada musim haji tahun ini menjadi 21 orang. Sebanyak 20 orang meninggal dunia di Arab Saudi, sedangkan satu jemaah lainnya wafat di dalam pesawat sesaat sebelum mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar.

Jemaah yang meninggal di Aceh telah dipulangkan ke rumah duka di Kabupaten Aceh Timur. Sementara itu, 20 jemaah lainnya dimakamkan di Tanah Suci.

Berdasarkan data PPIH Debarkasi Aceh, jumlah jemaah wafat terbanyak berasal dari Kloter BTJ-13, yakni enam orang. Disusul Kloter BTJ-9 dan BTJ-10 yang masing-masing mencatat tiga jemaah wafat. Adapun sisanya berasal dari sejumlah kloter lainnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Wabup Aceh Besar Dorong Sinergi Lintas Sektor Tangani AIDS, TBC, dan Malaria

0
aceh besar
Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Rabu (8/7/2026). (Foto: PEMKAB ACEH BESAR)

NUKILAN.ID | JANTHO – Wakil Bupati Aceh Besar, Drs. Syukri A. Jalil, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria di Kabupaten Aceh Besar.

Menurutnya, penanganan ketiga penyakit tersebut tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada sektor kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Syukri saat membuka Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Rabu (8/7/2026).

Dalam sambutannya, Syukri menyoroti tingginya beban kasus tuberkulosis di Indonesia yang masih menempati peringkat kedua dunia setelah India. Kondisi itu, kata dia, menjadi dasar pemerintah menjadikan penanggulangan AIDS, TBC, dan malaria sebagai salah satu prioritas nasional di bidang kesehatan.

“Indonesia berada di peringkat kedua setelah India sebagai negara dengan jumlah kasus TBC yang tinggi. Karena itu, pemerintah menjadikan penanggulangan AIDS, TBC, dan malaria sebagai program prioritas yang harus dilaksanakan secara bersama-sama,” ujar Syukri.

Ia menegaskan, keberhasilan pengendalian ketiga penyakit tersebut hanya dapat dicapai melalui sinergi lintas sektor. Karena itu, tanggung jawab penanggulangannya tidak hanya berada di tangan Dinas Kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Penanggulangan tiga penyakit ini bukan hanya tugas Dinas Kesehatan. Semua elemen harus terlibat, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan semua elemen masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan itu, Syukri juga mengapresiasi partisipasi sejumlah perusahaan yang beroperasi di Aceh Besar, seperti PT Solusi Bangun Andalas (SBA), Angkasa Pura, PDAM Tirta Mountala, Bank Aceh, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Besar yang hadir dalam forum tersebut.

Menurutnya, sektor swasta memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

“Hari ini kita melihat komitmen dunia usaha dengan hadirnya berbagai perusahaan. Jika memungkinkan, program CSR perusahaan dapat diarahkan untuk mendukung penanggulangan AIDS, TBC, dan malaria di Aceh Besar,” harapnya.

Syukri juga mengungkapkan bahwa berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar selama ini mendapat apresiasi dari pemerintah pusat maupun lembaga donor. Bahkan, Aceh Besar menjadi salah satu dari tiga kabupaten/kota di Aceh yang masih memperoleh dukungan pendanaan bersama Kota Banda Aceh dan Kabupaten Pidie.

“Tahun lalu kita memperoleh penghargaan, dan sampai sekarang Aceh Besar masih menjadi salah satu daerah yang mendapatkan perhatian dari pihak pendonor. Ini harus menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan kinerja dalam pengendalian penyakit,” katanya.

Ia berharap forum tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan komitmen nyata dalam memperkuat kemitraan lintas sektor guna menekan angka kasus AIDS, TBC, dan malaria di Aceh Besar.

“Mudah-mudahan rapat koordinasi hari ini memberikan pencerahan kepada kita semua bahwa penanggulangan penyakit ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Besar Farhan, AP, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas Sosial, Baitul Mal, Camat Ingin Jaya, dan Camat Darul Imarah.

Hadir pula perwakilan PDAM Tirta Mountala, Bank Aceh, PT Solusi Bangun Andalas (SBA), Angkasa Pura, serta PMI Aceh Besar sebagai bentuk penguatan kemitraan dalam mendukung pengendalian penyakit menular di Aceh Besar.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Drama Argentina vs Mesir Diwarnai Kontroversi VAR

0
WASIT
Lionel Messi di Laga Argentina Vs Mesir 16 Besar Piala Dunia 2026 (Sumber : ROBERTO SCHMIDT/AFP)

NUKILAN.ID | ATLANTA – Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Selasa (7/7/2026) malam WIB, menyisakan kontroversi meski berakhir dengan kemenangan dramatis Argentina 3-2.

Amatan Nukilan.id, laga yang berlangsung sengit itu diwarnai sejumlah keputusan wasit Francois Letexier yang memicu protes dari kubu Mesir, mulai dari hadiah penalti untuk Argentina, pembatalan gol melalui VAR, hingga dugaan pelanggaran terhadap Mohamed Salah yang tidak berbuah penalti pada masa injury time.

Kontroversi pertama terjadi pada babak pertama ketika Argentina memperoleh hadiah penalti setelah Nicolas Tagliafico terjatuh di kotak terlarang saat berduel dengan Haissem Hassan. Letexier langsung menunjuk titik putih meski insiden tersebut dinilai minim kontak.

Meski demikian, Mesir selamat dari ancaman setelah Lionel Messi gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor. Tendangan kapten Argentina itu berhasil dibaca dan ditepis oleh kiper Mostafa Shobeir.

Perdebatan kembali muncul pada menit ke-58. Mesir sempat menggandakan keunggulan melalui Mostafa Ziko yang menyelesaikan umpan Mohamed Salah. Namun, gol tersebut dibatalkan setelah VAR merekomendasikan peninjauan ulang.

Setelah melihat tayangan ulang, Letexier memutuskan telah terjadi pelanggaran terhadap Lisandro Martinez sebelum proses serangan berlangsung sehingga gol Mesir tidak disahkan.

Keputusan itu memancing reaksi karena sejumlah komentator menilai insiden tersebut berada di luar ruang lingkup penggunaan VAR. Namun, ketentuan dalam Laws of the Game yang diterbitkan International Football Association Board (IFAB) memberikan dasar bagi keputusan tersebut.

Dalam regulasi IFAB disebutkan bahwa VAR dapat digunakan pada periode permainan sebelum dan sesudah insiden yang dapat ditinjau, sebagaimana ditentukan oleh Peraturan Permainan dan protokol VAR.

Aturan itu juga menjelaskan bahwa peninjauan ulang diperbolehkan untuk”pelanggaran tim penyerang dalam proses terciptanya gol atau saat terciptanya gol (handball, pelanggaran, offside, dan lain-lain).

Kontroversi terbesar justru terjadi menjelang pertandingan berakhir. Pada menit ke-94, Mohamed Salah terjatuh di dalam kotak penalti Argentina setelah berduel dengan Julian Alvarez. Dari tayangan ulang terlihat kaki Alvarez mengenai kaki kanan Salah.

Meski para pemain Mesir langsung mengajukan protes, wasit tidak memberikan hadiah penalti dan membiarkan pertandingan berlanjut. Yang menjadi sorotan, Letexier juga tidak melakukan peninjauan langsung melalui monitor VAR.

Protes keras dari bangku cadangan Mesir membuat pelatih Hossam Hassan menerima kartu kuning. Hingga peluit panjang dibunyikan, keputusan wasit tidak berubah dan Argentina memastikan tiket ke perempat final.

Jalannya Pertandingan

Mesir membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-15 melalui sundulan Yasser Ibrahim yang memanfaatkan skema sepak pojok pendek dan umpan silang Marwan Attia.

Argentina sebenarnya memiliki kesempatan menyamakan kedudukan lewat penalti Messi, tetapi penyelamatan gemilang Mostafa Shobeir membuat keunggulan Mesir bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, Mesir kembali mencetak gol melalui Mostafa Ziko, tetapi dianulir VAR. Tim berjuluk The Pharaohs akhirnya benar-benar memperbesar keunggulan pada menit ke-67 ketika Ziko sukses menyelesaikan serangan balik cepat untuk membawa Mesir unggul 2-0.

Dalam situasi tertinggal dua gol, Argentina menunjukkan mental juara. Lionel Messi memimpin kebangkitan Albiceleste dengan mencetak gol pertama sebelum kembali mencetak gol penyama kedudukan melalui tendangan voli yang membentur mistar dan masuk ke gawang Mesir.

Ketika pertandingan diperkirakan berlanjut ke babak tambahan waktu, Argentina justru mencetak gol kemenangan pada masa injury time. Serangan balik cepat diakhiri umpan silang Lautaro Martinez yang disundul Enzo Fernandez menjadi gol penentu kemenangan 3-2.

Kemenangan tersebut memastikan Argentina melangkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Meski demikian, rangkaian keputusan kontroversial wasit sepanjang pertandingan diperkirakan masih akan menjadi bahan perdebatan setelah laga berakhir. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Pelatih Mesir Tuding Argentina dan Messi ‘Dibantu’ Menang, Soroti Keputusan Wasit

0
pelatih mesir
Pelatih tim nasional Mesir, Hossam Hassan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | ATLANTA – Pelatih tim nasional Mesir, Hossam Hassan, melontarkan kritik keras usai timnya tersingkir dari Piala Dunia 2026. Ia menilai Argentina dan Lionel Messi mendapat keuntungan dari sejumlah keputusan yang terjadi dalam laga babak 16 besar.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Atlanta Stadium, Selasa (7/7/2026), Mesir harus mengakui keunggulan Argentina dengan skor 2-3 setelah sempat memimpin dua gol lebih dulu.

Mesir membuka keunggulan melalui Yasser Ibrahim pada menit ke-15, kemudian memperlebar jarak lewat gol Mostafa Zico pada menit ke-67. Namun, Argentina bangkit melalui gol Cristian Romero (79′), Lionel Messi (83′), dan Enzo Fernandez pada masa injury time (90+2′) untuk memastikan tiket ke perempat final.

Usai pertandingan, Hassan menyoroti sejumlah insiden yang menurutnya merugikan Mesir. Salah satunya adalah proses terjadinya gol kemenangan Enzo Fernandez yang dinilai berawal dari insiden Mohamed Salah terjatuh di kotak penalti. Ia juga menyinggung momen ketika Alexis Mac Allister menjatuhkan pemain Mesir saat serangan balik berlangsung.

“Kami tampil lebih baik daripada juara bertahan, lebih baik dalam segala hal, tetapi hasilnya dipengaruhi oleh faktor internal di lapangan dan faktor eksternal di luar lapangan,” kata Hassan.

“Mungkin mereka ingin mempertahankan sang juara dunia dalam kompetisi ini. Mungkin mereka ingin Messi tetap bersaing.”

Menurut Hassan, ada faktor-faktor di luar aspek teknis yang memengaruhi hasil pertandingan tersebut.

“Dalam sepakbola, terkadang ada faktor eksternal yang melampaui aspek teknis. Juara dunia itu (Argentina) mendapat dukungan di semua tingkatan,” sindirnya.

Ia juga mengungkapkan keberatan terhadap penunjukan wasit yang memimpin pertandingan karena mempertimbangkan pengalaman sebelumnya saat menghadapi Prancis.

“Tampaknya ada tekanan dari pihak Argentina terkait hasil ini. Kami keberatan dengan penunjukan wasit karena situasi melawan Prancis, tetapi setiap tim pasti akan mengalami masa-masa sulit pada suatu saat, dan kami mengalaminya,” katanya.

Kekalahan tersebut mengakhiri langkah Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Sementara itu, Argentina memastikan tempat di perempat final dan menjaga asa mempertahankan gelar juara dunia.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Pemerintah Putuskan Jembatan Enang-Enang di Bener Meriah Tetap Digunakan

0
Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera sekaligus Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah memutuskan Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, tetap difungsikan sebagai akses masyarakat. Meski demikian, struktur jembatan akan diperkuat sambil menunggu hasil kajian teknis lebih lanjut guna memastikan keamanan konstruksinya.

Keputusan tersebut disampaikan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, setelah meninjau langsung kondisi jembatan di Bener Meriah pada Selasa (7/7/2026).

“Jembatan Enang-Enang tetap difungsikan, tetapi akan diperkuat dan dipelajari lagi struktur teknisnya oleh Balai PU. Saya akan terus memonitor perkembangannya,” ujar Tito.

Menurut Tito, keputusan mempertahankan operasional jembatan diambil setelah mempertimbangkan aspirasi masyarakat. Jalur tersebut dinilai sebagai akses tercepat menuju pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, dan layanan publik sehingga masih sangat dibutuhkan warga.

Namun, pemerintah untuk sementara membatasi kendaraan bertonase besar melintasi jembatan hingga proses evaluasi teknis terhadap kondisi konstruksi selesai dilakukan.

“Saya tadi tanya kenapa masyarakat tetap ingin memakai jembatan ini. Ternyata kalau harus memutar, jaraknya jauh, biaya bensin juga bertambah. Karena itu jembatan ini tetap akan difungsikan,” kata Tito.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaini, mengatakan pekerjaan penguatan jembatan akan segera dimulai. Perbaikan difokuskan pada fondasi dan abutment yang mengalami kerusakan akibat bencana menggunakan konstruksi beton siklop.

“Material sebagian sudah sampai di lokasi dan dalam minggu ini pekerjaan perkuatan akan kami mulai,” kata Zulkarnaini.

Selain langkah penanganan jangka pendek, BPJN Aceh juga menyiapkan pembangunan jembatan permanen baru di dekat Jembatan Enang-Enang dengan bentang sekitar 300 meter. Penyempurnaan desain ditargetkan rampung pada 2026, sedangkan pembangunan fisik direncanakan dimulai pada 2027 setelah seluruh kajian teknis selesai.

Pemerintah juga berencana melebarkan jalan alternatif Simpang Werlah dari empat meter menjadi enam meter. Selain itu, akan dibangun jembatan permanen pada jalur alternatif tersebut agar kendaraan bertonase besar tetap memiliki akses selama proses pembangunan jembatan baru berlangsung.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Swiss Lolos ke Perempat Final Usai Singkirkan Kolombia Lewat Adu Penalti

0
SWISS
Switzerland overcame Colombia on penalties. (FOTO: Getty Images)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Swiss memastikan langkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti dengan skor 4-3, pada Rabu (8/7/2026) pagi WIB.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada, berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim sama-sama tampil menyerang dan saling menciptakan peluang sepanjang babak pertama. Meski demikian, tidak ada gol yang tercipta hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan tetap tinggi, namun peluang bersih yang dihasilkan kedua tim cukup minim. Laga lebih banyak diwarnai duel-duel keras di lini tengah.

Swiss hampir memecah kebuntuan pada masa injury time babak kedua. Tepat di menit ke-91, Dan Ndoye melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti, tetapi bola masih melenceng tipis di sisi kiri gawang.

Skor imbang 0-0 bertahan hingga waktu normal berakhir sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Kolombia memperoleh peluang emas lebih dulu pada menit ke-99 melalui sundulan Jhon Lucumi yang memanfaatkan sepak pojok. Namun, bola hanya membentur mistar gawang.

Dua menit kemudian, Jaminton Campaz kembali mengancam pertahanan Swiss melalui tembakan yang mengarah ke sisi kanan gawang. Kiper Gregor Kobel tampil sigap untuk menggagalkan peluang tersebut.

Swiss membalas ancaman pada menit ke-104 melalui Zeki Amdouni. Memiliki ruang tembak yang cukup terbuka di dalam kotak penalti, Amdouni melepaskan sepakan ke arah gawang, namun masih mampu diamankan Camilo Vargas.

Hingga babak tambahan berakhir, kedua tim tetap gagal mencetak gol sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.

Dalam babak tos-tosan, dua eksekutor Kolombia, Davinson Sanchez dan Cucho Hernandez, gagal menjalankan tugasnya. Sementara Swiss hanya kehilangan satu eksekutor setelah tendangan Manuel Akanji melenceng.

Swiss akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3 dan berhak mengamankan tiket terakhir ke babak perempat final.

Pada babak delapan besar, Swiss akan menghadapi tantangan berat melawan Argentina di Stadion Kansas City pada Minggu (12/7).

Susunan Pemain

Swiss (4-2-3-1): Gregor Kobel; Denis Zakaria, Nico Elvedi, Manuel Akanji, Ricardo Rodriguez; Remo Freuler, Granit Xhaka; Fabian Rieder, Ardon Jashari, Dan Ndoye; Breel Embolo.

Kolombia (4-3-3): Camilo Vargas; Johan Mojica, Jhon Lucumi, Davinson Sanchez, Daniel Munoz; Jhon Arias, Jefferson Lerma, Gustavo Puerta; Luis Diaz, Luis Suarez, James Rodriguez. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Dua Siswa SD Islam Laboratorium Lolos OSN Kabupaten Aceh Besar, Siap Berlaga di Tingkat Provinsi

0
sd
Dua Siswa SD Islam Laboratorium Lolos OSN Kabupaten Aceh Besar. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JANTHO – SD Islam Laboratorium kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tahun 2026. Dua siswanya berhasil lolos pada OSN tingkat Kabupaten Aceh Besar dan akan mewakili daerah tersebut pada OSN tingkat Provinsi Aceh.

Dua siswa yang berhasil meraih prestasi tersebut yakni Aftahhir Beghawan pada cabang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Muhammad Nawfal Syarif pada cabang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Keberhasilan ini menjadi bukti kerja keras para siswa, dedikasi guru pembimbing, serta dukungan orang tua dan seluruh keluarga besar SD Islam Laboratorium dalam membangun budaya belajar yang unggul dan berprestasi.

Capaian pada OSN Kabupaten tahun ini juga menunjukkan peningkatan dibandingkan hasil OSNK Tahun 2025. Peningkatan tersebut menjadi indikator komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, pembinaan akademik, serta pengembangan potensi peserta didik secara berkelanjutan.

Kepala SD Islam Laboratorium, Fathur Hadyan, S.Pd., Gr., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pencapaian yang diraih para siswa.

“Alhamdulillah, prestasi OSN Kabupaten yang diraih oleh SD Islam Laboratorium tahun ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan karena mengalami peningkatan dibandingkan perolehan pada OSNK Tahun 2025. Untuk menyongsong OSN Tingkat Provinsi sebagai wakil Kabupaten Aceh Besar, kami akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan lebih baik dan semaksimal mungkin,” katanya.

Ia berharap kedua siswa tersebut mampu mengharumkan nama Kabupaten Aceh Besar pada ajang OSN tingkat Provinsi Aceh.

“Besar harapan kami, SD Islam Laboratorium mampu mengharumkan nama Aceh Besar di tingkat provinsi, bahkan dapat mewakili Aceh pada ajang Olimpiade Sains Nasional tingkat nasional di masa mendatang,” ungkapnya.

Dengan semangat belajar, kerja keras, dan doa bersama, SD Islam Laboratorium optimistis mampu meraih hasil terbaik pada OSN tingkat Provinsi Aceh. Pihak sekolah berharap perjuangan kedua siswa tersebut dapat menginspirasi peserta didik lainnya untuk terus berprestasi sekaligus membawa nama baik sekolah, Kabupaten Aceh Besar, dan Provinsi Aceh ke tingkat yang lebih tinggi.

Atas pencapaian tersebut, keluarga besar SD Islam Laboratorium turut menyampaikan ucapan selamat kepada Aftahhir Beghawan dan Muhammad Nawfal Syarif. Keduanya diharapkan terus berjuang mengukir prestasi sebagai generasi Qurani yang unggul, berilmu, dan berakhlak mulia serta mampu mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News