Beranda blog Halaman 12

MUBES Masih Diskorsing, Panitia Tegaskan Belum Ada Ketua Umum HAMAS Terpilih

0
Ketua Panitia MUBES HAMAS, Rivaldi. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Ucapan selamat kepada Fatan Sabilulhaq sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) periode 2026–2026 terus bermunculan dan berseliweran di media sosial. Hal ini menimbulkan tanda tanya di kalangan mahasiswa asal Aceh Selatan, mengingat forum Musyawarah Besar (MUBES) HAMAS disebut belum menghasilkan keputusan resmi terkait kepemimpinan organisasi.

Sebelumnya, panitia MUBES HAMAS yang digelar pada 15 Februari 2026 melalui rilis resmi menyampaikan bahwa forum diskorsing dan akan dilanjutkan setelah Hari Raya Idul Fitri. Keputusan tersebut diambil setelah jalannya persidangan mengalami kebuntuan, terutama dalam pengambilan keputusan strategis, termasuk agenda pemilihan ketua umum.

Situasi ini memicu kebingungan di sejumlah kalangan mahasiswa. Untuk mengonfirmasi kondisi sebenarnya, Nukilan.id menghubungi Rivaldi, selaku Ketua Panitia MUBES HAMAS.

“Sesuai isi rilis, tidak ada ketua umum baru terpilih,” jawabnya singkat via WhatsApp pada Senin (16/4/2026).

Merujuk pada rilis sebelumnya, Rivaldi menjelaskan bahwa hingga saat ini forum MUBES belum menghasilkan keputusan terkait kepemimpinan baru. Dengan demikian, belum ada ketua umum yang sah dan resmi terpilih melalui mekanisme organisasi.

“Setiap klaim sepihak mengenai terpilihnya pimpinan baru di luar forum resmi merupakan tindakan inkonstitusional dan tidak memiliki dasar legitimasi organisasi,” ungkapnya dalam rilis tersebut.

Beri Ucapan Selamat, Tonicko Anggara Optimistis Fatan Sabilulhaq Bawa Kebangkitan HAMAS

0
Tokoh muda Aceh Selatan, Tonicko Anggara. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Terpilihnya Fatan Sabilulhaq sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) periode 2026–2028 mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Tonicko Anggara, yang pada periode sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pendidikan HAMAS.

Kepada Nukilan.id, Tonicko menilai kepemimpinan baru ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan organisasi mahasiswa Aceh Selatan di Banda Aceh, setelah sebelumnya mengalami masa kevakuman cukup lama.

Menurutnya, Fatan Sabilulhaq yang juga merupakan mantan Ketua Umum IMPS (Ikatan Mahasiswa Pelajar Samadua) dinilai memiliki kapasitas untuk membawa semangat regenerasi sekaligus menghidupkan kembali peran HAMAS dalam dinamika gerakan mahasiswa.

Ia pun optimistis kepemimpinan baru tersebut mampu mengembalikan eksistensi organisasi sebagai wadah perjuangan mahasiswa Aceh Selatan.

“Kami turut mengucapkan selamat kepada saudara Fatan Sabilulhaq yang telah terpilih sebagai Ketua Umum HAMAS Periode 2026-2028. Ini tentunya adalah titik awal kebangkitan HAMAS melalui regenerasi kepemimpinan yang dilaksanakan melalui MUBES,” katanya.

Tonicko menambahkan, HAMAS telah cukup lama berada dalam kondisi vakum. Karena itu, kepengurusan baru diharapkan dapat menghadirkan langkah nyata untuk mengembalikan peran organisasi di tengah pergerakan mahasiswa.

“Sudah terbilang lama HAMAS vakum, besar harapan dengan terpilihnya ketua yang baru organisasi yang kita cintai ini dapat kembali andil dalam mewarnai pergerakan dan perjuangan mahasiswa Aceh Selatan di Banda Aceh dengan langkah-langkah konkrit dan strategisnya,” ungkapnya.

Selain menyampaikan apresiasi, Tonicko juga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) atas hasil Musyawarah Besar (MUBES) tersebut. Ia menilai legalitas organisasi menjadi hal penting agar kepengurusan baru dapat segera menjalankan roda organisasi secara resmi.

Di akhir pernyataannya, Tonicko turut mengajak seluruh mahasiswa Aceh Selatan untuk bersama-sama mengawal hasil MUBES HAMAS agar kepemimpinan baru dapat berjalan optimal.

“Dengan dukungan bersama dan legalitas yang jelas, kita harapkan HAMAS kembali aktif serta mampu menjalankan pola gerak dan perjuangan mahasiswa secara lebih terarah di masa mendatang,” pungkasnya. (XRQ)

Harga Daging Sapi di Pasar Lambaro Masih Normal, Diprediksi Naik Jelang Meugang

0
Pedagang daging sapi di Pasar Lambaro Aceh Besar. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Aceh Besar – Harga daging sapi di Pasar Lambaro, Kabupaten Aceh Besar, masih berada pada kisaran normal menjelang tradisi meugang menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Salah seorang pedagang daging tetap di Pasar Lambaro, Muliadi, mengatakan saat ini harga daging sapi dijual Rp150 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram, tergantung kualitas.

“Harga sekarang masih normal. Belum ada kenaikan signifikan seperti biasanya saat meugang,” kata Muliadi kepada Nukilan, saat ditemui di Pasar Lambaro, Aceh Besar, Minggu (15/2/2025).

Ia menjelaskan, harga daging diperkirakan akan mengalami kenaikan sekitar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram pada hari meugang. Untuk daging kualitas nomor satu, harga bisa mencapai Rp170 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram.

Menurutnya, lonjakan harga tersebut dipicu meningkatnya permintaan masyarakat yang ingin membeli daging untuk tradisi meugang, yang menjadi kebiasaan masyarakat Aceh dalam menyambut Ramadan.

Meski demikian, Muliadi memperkirakan harga daging berpotensi turun kembali pada sore hari, terutama jika pasokan masih tersedia dan permintaan mulai berkurang.

“Biasanya kalau sudah sore, harga bisa sedikit turun supaya daging cepat habis terjual,” ujarnya.

Untuk ketersediaan stok, ia memastikan hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, harga tulangan saat ini dijual Rp70 ribu per kilogram. Pada hari meugang, harga tulangan juga diprediksi ikut naik, seiring meningkatnya permintaan pasar.

Reporter: Rezi

Kapolda Aceh Apresiasi Kehadiran Pesawat Simulasi Garuda Indonesia di Asrama Haji Aceh

0
Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. menghadiri kegiatan peresmian sekaligus penyerahan mock-up pesawat Garuda Indonesia kepada Asrama Haji Provinsi Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. menghadiri kegiatan peresmian sekaligus penyerahan mock-up pesawat Garuda Indonesia kepada Asrama Haji Provinsi Aceh. Pada kesempatan yang sama juga diresmikan Gedung A2 Pemondokan Jamaah (Grand Misfalah) Asrama Haji Kelas I Aceh.

Kegiatan tersebut berlangsung di UPT Asrama Haji Embarkasi Aceh, Banda Aceh, Minggu (15/2).

“Acara ini menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi jamaah haji dan umrah, khususnya asal Aceh,” kata Kapolda Aceh.

Peresmian fasilitas itu dilakukan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. Sementara penandatanganan prasasti dilakukan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak.

Rangkaian acara tersebut turut disaksikan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Glenny H. Kahirupan, Direktur Utama Citilink Darsito Hendro Seputro, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, unsur Forkopimda Aceh, anggota DPR RI TA Khalid, serta sejumlah anggota DPRA. Kapolda Aceh juga hadir menyaksikan prosesi tersebut.

Irjen Marzuki Ali Basyah menyampaikan apresiasi atas sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta BUMN dalam meningkatkan fasilitas pelayanan haji di Aceh, khususnya di sektor transportasi udara dan sarana pendukung lainnya. Menurutnya, keberadaan mock-up pesawat Garuda Indonesia memiliki peran strategis sebagai media edukasi sekaligus simulasi bagi calon jamaah haji.

“Kami berharap fasilitas ini dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan penyelenggaraan ibadah haji,” kata Kapolda.

Ia juga menegaskan bahwa Polda Aceh siap memberikan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan jamaah, termasuk menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pemberangkatan.

Sementara itu, Wamen Haji dan Umrah Dr. Dahnil menyampaikan bahwa pemerintah terus berkomitmen memperkuat pelayanan dan perlindungan bagi jamaah haji dan umrah Indonesia, termasuk dari Aceh. Menurutnya, peresmian Gedung A2 menjadi bagian penting dalam peningkatan fasilitas pemondokan jamaah.

“Gedung ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi jamaah sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci, sehingga mereka dapat mempersiapkan diri dengan baik,” kata Dahnil.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah turut menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dan Garuda Indonesia terhadap Aceh. Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan dalam penguatan fasilitas serta pelayanan bagi jamaah haji asal Aceh.

Peresmian mock-up pesawat dan Gedung A2 tersebut diharapkan semakin memperkuat kesiapan Embarkasi Aceh dalam memberikan pelayanan optimal bagi jamaah haji, sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia, khususnya di Provinsi Aceh.

IPPM KluT Sebut Penetapan Fatan Sabilulhaq sebagai Ketum HAMAS Cacat Aturan

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Delegasi Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kluet Timur (IPPM KluT) mengecam klaim sepihak atas terpilihnya Fatan Sabilulhaq sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS). Penolakan tersebut disampaikan melalui keterangan resminya, Senin (16/2/2026).

Iwan Rismadi selaku delegasi Kecamatan Kluet Timur menegaskan pihaknya tidak sepakat dengan pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) lanjutan yang disebut digelar oleh sejumlah delegasi kecamatan tanpa mekanisme resmi.

Menurut Iwan, hasil Musyawarah Besar Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) yang berlangsung pada Minggu (15/2/2026) sebelumnya telah resmi diskorsing oleh panitia dan akan dilanjutkan setelah Hari Raya Idul Fitri.

“Hasil Musyawarah Besar (MUBES) Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) yang digelar pada Minggu 15 Februari 2026 kemarin resmi diskorsing dan akan dilanjutkan setelah Hari Raya Idul Fitri,” kata Iwan dalam keterangannya kepada Nukilan.id.

Ia menjelaskan, keputusan skorsing diambil setelah forum mengalami kebuntuan dalam proses persidangan, khususnya terkait pengambilan keputusan strategis, termasuk agenda pemilihan ketua umum.

Namun, lanjutnya, pada Minggu malam sejumlah delegasi dari beberapa kecamatan justru menggelar forum yang disebut sebagai mubes lanjutan tanpa sepengetahuan ketua panitia maupun beberapa paguyuban kecamatan lainnya.

“Mubes lanjutan tersebut dibuat tanpa sepengetahuan ketua panitia dan beberapa paguyuban kecamatan lain,” ujarnya.

Dari forum yang disebutnya cacat aturan tersebut, Fatan Sabilulhaq kemudian diumumkan sebagai Ketua Umum HAMAS. Iwan menilai proses itu tidak sah secara organisasi.

“Ini ilegal karena cacat struktural dan tidak ada transparansi,” tegasnya.

Atas dasar itu, delegasi IPPM KluT meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan agar tidak menerbitkan Surat Keputusan (SK) terhadap hasil mubes yang dipersoalkan tersebut.

Iwan menilai organisasi mahasiswa harus dibangun di atas prinsip transparansi serta berjalan sesuai aturan yang telah disepakati bersama.

Ia juga mengimbau seluruh delegasi paguyuban kecamatan agar tetap mengikuti keputusan resmi panitia yang telah menskorsing mubes, sehingga proses dapat dilanjutkan kembali secara terbuka dan sesuai mekanisme organisasi.

“Kami menghimbau delegasi-delegasi paguyuban kecamatan lainnya untuk mengikuti hasil keputusan panitia agar mubes dapat diulang kembali secara transparan dan mengikuti aturan yang berlaku,” tutupnya. (XRQ)

Pemilihan Disebut Sah Secara Aklamasi, Ketua HMP2T Sampaikan Selamat kepada Ketum HAMAS Terpilih

0
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pemuda Pelajar Trumon (HMP2T), T. Ridwansyah. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pemuda Pelajar Trumon (HMP2T), T. Ridwansyah, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Fatan Sabilulhaq sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) periode 2026–2028.

Sebagai peserta penuh dalam Musyawarah Besar (Mubes) HAMAS, Ridwansyah menegaskan bahwa proses pemilihan berlangsung sesuai mekanisme organisasi dan tata tertib persidangan.

Dalam keterangannya, Ridwansyah menyebutkan bahwa Ketua Umum terpilih dinyatakan sah melalui mekanisme aklamasi setelah memperoleh persetujuan forum yang dihadiri 14 paguyuban dan memenuhi kuorum.

“Sebagai peserta penuh forum Mubes, saya menyatakan bahwa proses pemilihan berlangsung secara demokratis, transparan, dan sesuai aturan organisasi. Ketua Umum terpilih sah secara aklamasi karena telah disetujui oleh forum dengan kehadiran 14 paguyuban yang memenuhi kuorum,” tegas T. Ridwansyah kepada Nukilan.id.

Ia berharap kepemimpinan baru HAMAS mampu membawa organisasi menjadi lebih progresif dan inovatif, sekaligus memperkuat peran sebagai wadah pemersatu mahasiswa Aceh Selatan di berbagai daerah.

“Atas nama keluarga besar HMP2T, kami mengucapkan selamat dan sukses atas terpilihnya Ketua Umum HAMAS periode 2026–2028. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat pengabdian untuk kemajuan mahasiswa serta daerah Aceh Selatan,” ungkapnya.

Selain itu, HMP2T juga menyatakan kesiapan untuk membangun sinergi bersama HAMAS melalui berbagai program kepemudaan, peningkatan kapasitas mahasiswa, serta kegiatan sosial yang memberi dampak positif bagi masyarakat.

“Kami percaya, dengan semangat kebersamaan dan solidaritas, organisasi mahasiswa Aceh Selatan dapat menjadi motor penggerak perubahan yang konstruktif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Ucapan tersebut disebut sebagai bentuk komitmen HMP2T dalam memperkuat hubungan kelembagaan antarorganisasi mahasiswa, khususnya dalam mendorong lahirnya generasi muda Aceh Selatan yang unggul dan berdaya saing.

“Selamat dan sukses menjalankan amanah. Bersinergi, bergerak, dan berdampak untuk Aceh Selatan yang lebih maju,” pungkasnya. (XRQ)

Selama Tanggap Darurat, Kemenag Salurkan Rp19,3 M untuk Pemulihan Fasilitas di Aceh

0
Selama Tanggap Darurat, Kemenag Salurkan Rp19,3 M untuk Pemulihan Fasilitas di Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kementerian Agama menyalurkan bantuan penanganan bencana sebesar Rp19,3 miliar untuk mendukung pemulihan fasilitas keagamaan dan pendidikan yang terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh selama masa tanggap darurat.

Bantuan tersebut dikelola melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh berdasarkan hasil pendataan dan analisis JITUPASNA (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana).

Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2025 Kanwil Kemenag Aceh, Khairul Azhar mengatakan dari total dana tersebut, sebesar Rp4,42 miliar dikelola langsung oleh Kanwil Kemenag Aceh.

“Kita gunakan ntuk mendukung pengadaan logistik, alat kebersihan, operasional relawan, perangkat internet satelit Starlink, serta bantuan bagi mahasiswa terdampak,” kata Khairul di Banda Aceh, Senin (16/02/2026).

Sementara bantuan sebesar Rp14,9 miliar disalurkan langsung oleh Kementerian Agama Republik Indonesia ke rekening lembaga penerima, yang terdiri atas 131 madrasah swasta dan 18 pondok pesantren dengan nilai bantuan masing-masing Rp100 juta per lembaga.

“Dana Rp4,42 miliar ini kami fokuskan untuk menjawab kebutuhan paling mendesak di lapangan, sekaligus menjaga kelancaran pelayanan pendidikan dan pelayanan publik pascabencana,” ujar Khairul Azhar, Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2025 Kanwil Kemenag Aceh.

Khairul merincikan, Rp1,3 miliar disalurkan ke sejumlah Kantor Kemenag kabupaten/kota terdampak untuk kebutuhan darurat, seperti logistik awal, operasional lapangan, pembersihan, serta bantuan langsung kepada masyarakat dan satuan kerja.

Kemudian Rp244,5 juta digunakan untuk bantuan kebutuhan pokok korban bencana, Rp71 juta untuk pengadaan laptop, printer dan perangkat komunikasi serta internet satelit Starlink, Rp172,3 juta untuk operasional relawan, kerja bakti sarana prasarana madrasah dan posko, serta Rp15,8 juta untuk biaya transportasi dan distribusi bantuan.

“Kita salurkan berdasarkan laporan kebutuhan dari daerah dan hasil koordinasi dengan tim penanganan bencana,” kata Khairul.

Selain itu, Kemenag juga menyalurkan bantuan sosial kepada mahasiswa terdampak bencana dalam bentuk uang tunai melalui Rekening Islamic Trust Fund Infag. Total dana sebesar Rp2,35 miliar disalurkan kepada 11.772 mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dan Swasta, masing-masing sebesar 200 ribu rupiah per mahasiswa.

Selain uang, Kanwil Kemenag Aceh juga memfasilitasi penyaluran bantuan dalam bentuk barang kepada 169 madrasah negeri dan 5 ribu Al-Qur’an ke Kabupaten/Kota.

“Ada tenda darurat, genset, pompa air, sekop, cangkul, alat pel, meja, kursi atau laptop. Beda-beda, tidak sama semua madrasah,” katanya.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pendataan kerusakan fasilitas keagamaan dan pendidikan. Kemenag mencatat sebanyak 1.842 fasilitas terdampak bencana di Aceh, terdiri atas 472 madrasah, 391 pondok pesantren atau dayah, 896 rumah ibadah lintas agama, 79 Kantor Urusan Agama, serta empat kantor Kemenag kabupaten/kota.

Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah kerusakan tertinggi, yakni 131 madrasah dan 101 pesantren. Selain Aceh Utara, sejumlah wilayah lain seperti Aceh Tamiang juga mengalami dampak signifikan.

Hingga saat ini, Rp255 juta masih tersimpan di rekening bank Tanggap Bencana dan akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pemulihan lanjutan yang belum terakomodasi.

Mubes HAMAS Diskorsing hingga Usai Idul Fitri akibat Deadlock Persidangan

0
Musyawarah Besar (MUBES) Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) yang digelar pada 15 Februari 2026 resmi diskorsing dan akan dilanjutkan setelah Hari Raya Idul Fitri. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Musyawarah Besar (MUBES) Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) yang digelar pada 15 Februari 2026 resmi diskorsing dan akan dilanjutkan setelah Hari Raya Idul Fitri. Keputusan tersebut diambil setelah forum mengalami kebuntuan dalam proses persidangan, khususnya terkait pengambilan keputusan strategis, termasuk pemilihan ketua umum.

Ketua Panitia MUBES, Rivaldi, menjelaskan bahwa langkah skorsing diambil sebagai keputusan konstitusional guna menjaga legitimasi organisasi serta keabsahan forum tertinggi tersebut.

“Forum mengalami kebuntuan (deadlock) dan tidak memungkinkan untuk dipaksakan. Demi menjaga legitimasi serta keabsahan hasil MUBES, maka forum kami skorsing dan akan dilanjutkan setelah Idul Fitri. Bulan suci Ramadhan bukan waktu yang tepat untuk melanjutkan dinamika persidangan yang membutuhkan fokus, energi, dan konsentrasi penuh,” tegas Rivaldi dalam keterangan resminya yang diterima Nukilan.id pada Senin (16/2/2026).

Ia menambahkan, hingga saat ini forum MUBES belum menghasilkan keputusan terkait kepemimpinan baru. Dengan demikian, belum ada ketua umum yang sah dan resmi terpilih melalui mekanisme organisasi.

“Setiap klaim sepihak mengenai terpilihnya pimpinan baru di luar forum resmi merupakan tindakan inkonstitusional dan tidak memiliki dasar legitimasi organisasi,” ungkapnya.

Dalam pernyataannya, ia juga menyampaikan beberapa poin penting, yakni skorsing dilakukan untuk menjaga integritas forum serta persatuan mahasiswa Aceh Selatan, belum adanya keputusan final mengenai kepemimpinan baru, serta pelaksanaan forum lanjutan yang tetap mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Rivaldi menekankan bahwa MUBES merupakan forum tertinggi organisasi yang harus dijaga marwahnya dan tidak boleh dijadikan ruang kepentingan kelompok tertentu.

“MUBES adalah forum tertinggi organisasi, bukan arena ambisi pribadi. HAMAS tidak boleh dikorbankan oleh kepentingan kelompok yang ingin memaksakan kehendak tanpa melalui mekanisme yang sah,” pungkasnya.

Melalui keteangan tersebut, Rivaldi juga mengajak seluruh elemen mahasiswa Aceh Selatan untuk tetap menjaga situasi kondusif, menghormati keputusan forum, serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dinilai menyesatkan. (XRQ)

PBJ Setda Aceh Bukukan Kinerja Gemilang Sepanjang 2025, Realisasi Anggaran Capai 99,89 Persen

0
Plt. Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Aceh, Said Mardhatillah, S.STP, MM, (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA Aceh — Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah (Setda) Aceh mencatat capaian kinerja positif sepanjang tahun 2025. Di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Biro PBJ Setda Aceh, Said Mardhatillah, realisasi anggaran berhasil mencapai 99,89 persen, disertai peningkatan Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP).

Capaian tersebut menjadi bagian dari evaluasi satu tahun pemerintahan Mualem–Dek Fadh, khususnya dalam upaya memperkuat sistem pengadaan barang dan jasa yang transparan serta akuntabel.

Plt. Kepala Biro PBJ Setda Aceh, Said Mardhatillah, menyebutkan bahwa selama 2025 pelaksanaan pengadaan mencakup 84 paket kegiatan. Selain itu, nilai ITKP meningkat hingga mencapai 81,96.

“Alhamdulillah, realisasi anggaran kita mencapai 99,89 persen. Ini menunjukkan perencanaan dan pelaksanaan berjalan efektif. Di sisi lain, indeks tata kelola pengadaan juga meningkat menjadi 81,96. Artinya, sistem semakin baik dan semakin tertib,” kata Said, Senin (16/2/2026).

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil penguatan tata kelola serta pendampingan intensif kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).

Selain aspek keuangan, Biro PBJ juga menitikberatkan pada pendampingan, advokasi, dan layanan teknis. Sepanjang tahun berjalan, lembaga tersebut telah menggelar bimbingan teknis rutin yang diikuti sekitar 800 peserta dari 55 SKPA.

Biro PBJ turut meluncurkan Klinik PBJ sebagai pusat layanan konsultasi dan advokasi bagi perangkat daerah maupun penyedia jasa.

“Kami ingin memastikan seluruh proses pengadaan berjalan sesuai regulasi. Klinik PBJ ini menjadi ruang konsultasi agar setiap persoalan bisa diselesaikan lebih cepat dan tepat,” ujar Said.

Pendampingan juga diberikan kepada pelaku usaha dari kalangan UMKM dan koperasi guna mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal dalam pengadaan pemerintah.

“Kita ingin UMKM dan koperasi lokal bisa terlibat lebih luas. Dengan begitu, dampaknya bukan hanya pada proyek, tetapi juga pada penguatan ekonomi lokal,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, melainkan instrumen kebijakan yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam memperkuat sistem, Biro PBJ juga menginisiasi instrumen kebijakan teknis pengadaan Pemerintah Aceh guna memberikan kepastian prosedur sekaligus meningkatkan profesionalisme aparatur.

Said menilai pembenahan sistem pengadaan merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Aceh.

“Transparansi dan akuntabilitas adalah kunci. Kita ingin setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah benar-benar memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, capaian kinerja PBJ sepanjang 2025 berdampak langsung terhadap efisiensi anggaran, peningkatan transparansi dan akuntabilitas, serta kualitas layanan publik. Penguatan tata kelola juga turut mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengadaan yang lebih profesional.

“Pengadaan yang baik akan mempercepat realisasi program pemerintah. Pada akhirnya, masyarakat yang merasakan manfaatnya,” kata Said.

Ke depan, Biro PBJ berkomitmen memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan kapasitas aparatur, serta memastikan sistem pengadaan semakin adaptif terhadap dinamika regulasi nasional.

“Kinerja ini bukan akhir, tetapi pijakan untuk bekerja lebih baik lagi. Kami berkomitmen menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap proses pengadaan,” ujarnya.

Saat dimintai evaluasi pribadi atas capaian tersebut, Said menegaskan keberhasilan itu merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran.

“Ini bukan kerja satu orang. Ini kerja bersama seluruh jajaran Biro PBJ dan dukungan SKPA. Kami hanya memastikan sistemnya berjalan,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penguatan tata kelola pengadaan di Aceh.

“Kami akan terus berbenah. Tantangan pengadaan ke depan semakin kompleks, tetapi dengan sistem yang kuat dan SDM yang profesional, kami optimistis bisa menjawab kebutuhan pemerintah dan masyarakat,” ujar Said.

“Dengan realisasi anggaran yang hampir sempurna dan indeks tata kelola yang terus membaik, Biro PBJ Setda Aceh menempatkan diri sebagai salah satu elemen strategis dalam memastikan belanja pemerintah berjalan efektif, transparan, dan berdampak nyata bagi pembangunan Aceh,” tutup Said Mardhatillah.

DPMG Aceh dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Pemanfaatan Data Keluarga untuk Pembangunan Gampong

0
Pertemuan antara Kepala DPMG Aceh beserta jajaran dengan Kepala BKKBN Perwakilan Aceh di Kantor BKKBN Aceh pada Rabu (11/2/2026). (Foto: DPMG ACEH)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh (DPMG Aceh) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memperkuat sinergi dalam pemberdayaan masyarakat berbasis data keluarga. Kolaborasi ini diarahkan untuk memastikan program pembangunan desa dan gampong berjalan lebih tepat sasaran, terukur, serta berkelanjutan.

Kesepakatan tersebut dibahas dalam pertemuan antara Kepala DPMG Aceh beserta jajaran dengan Kepala BKKBN Perwakilan Aceh di Kantor BKKBN Aceh pada Rabu (11/2/2026).

Penguatan kerja sama ini diwujudkan melalui integrasi dan pemanfaatan Data Keluarga sebagai dasar penyusunan berbagai program, mulai dari pemberdayaan masyarakat, penanggulangan kemiskinan, hingga percepatan penurunan stunting. Data yang akurat dan mutakhir dinilai menjadi elemen penting dalam merancang kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, menegaskan bahwa Data Keluarga tidak hanya menggambarkan kondisi demografi, tetapi juga mencakup aspek sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan keluarga. Dengan dukungan DPMG Aceh, data tersebut diharapkan dapat dimaksimalkan dalam perencanaan pembangunan berbasis gampong.

“Data keluarga yang dimiliki BKKBN Aceh bisa digunakan untuk perencanaan dan intervensi program oleh DPMG Aceh.”sebut Safrina.

Sementara itu, Kepala DPMG Aceh, Iskandar, menyambut kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pembangunan gampong.

“Melalui pendekatan berbasis data, pemerintah gampong diharapkan mampu,Mengidentifikasi keluarga berisiko stunting dan kemiskinan ekstrem,Menyusun program pemberdayaan ekonomi keluarga,Mengalokasikan dana desa secara lebih efektif dan transparan serta memantau capaian pembangunan secara berkala,”jelas Iskandar.

Selain integrasi data, sinergi ini juga mencakup peningkatan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan dan pemanfaatan data. Pelatihan teknis serta pendampingan akan dilakukan secara berkelanjutan agar data yang dikumpulkan tidak hanya menjadi arsip, tetapi benar-benar digunakan dalam proses pengambilan keputusan.

Kolaborasi antara BKKBN dan DPMG Aceh menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Dengan menjadikan data keluarga sebagai fondasi kebijakan, pemerintah optimistis kesejahteraan masyarakat Aceh dapat meningkat secara signifikan dan berkelanjutan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri pejabat Eselon III dan IV Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh serta pejabat dari BKKBN Perwakilan Aceh.