Beranda blog Halaman 12

Kebakaran Lahan di Aceh Selatan Meluas, Luas Area Terdampak Capai 25 Hektare

0
KARHUTLA
Ilustrasi Karhutla. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Seuneubok Pusaka, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, terus meluas. Hingga hari ketiga penanganan, luas lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 25 hektare.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera pada Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, mengatakan kebakaran yang semula melanda sekitar 20 hektare kini terus bertambah.

“Hingga hari ketiga kebakaran, luas lahan yang terbakar meluas. Luas lahan terbakar hari pertama sekitar 20 hektare, kemudian meluas menjadi 23 hektare pada hari kedua. Hari ini, hari ketiga, lahan yang terbakar meluas dua hektare, sehingga total lahan terbakar mencapai 25 hektare,” katanya, Rabu (8/7/2026).

Untuk mengendalikan kebakaran, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera telah mengerahkan satu regu Manggala Agni Daops Sumatera I/Sibolangit ke lokasi. Selain itu, satu regu tambahan juga disiagakan apabila dibutuhkan guna memperkuat upaya pemadaman.

Proses pemadaman turut melibatkan personel Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama karyawan perusahaan perkebunan yang berada di sekitar lokasi.

“Lahan yang terbakar tersebut merupakan kawasan gambut dengan fungsi hak guna usaha yang berbatasan dengan kawasan konservasi. Sedangkan tipe kebakaran di permukaan dan bawah lahan. Vegetasi lahan terdiri anakan kayu, semak belukar, tanaman pakis, sawit, dan lainnya,” ujar Ferdian.

Ia menjelaskan, kondisi cuaca selama proses pemadaman pada hari kedua cukup cerah sejak pagi hingga sore dengan kecepatan angin mencapai sembilan kilometer per jam. Tim memanfaatkan saluran air di sekitar lokasi sebagai sumber air untuk memadamkan api.

“Akses menuju lokasi pemadaman kurang lebih satu jam 20 menit perjalanan dari posko di Kantor CRU Trumon. Kondisi kebakaran saat ini api masih menyala. Tim kembali besok melakukan pemadaman lanjutan,” kata Ferdian Krisnanto.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Jerhemy Owen Ikut Tebang 10 Hektare Sawit Ilegal di Hutan Lindung Aceh Tamiang

0
JERHEMY OWEN
Aktivis lingkungan Jerhemy Owen turut terlibat dalam aksi penertiban sekitar 10 hektare kebun sawit ilegal yang berada di kawasan Hutan Lindung Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | ACEH TAMIANG – Aktivis lingkungan Jerhemy Owen turut terlibat dalam aksi penertiban sekitar 10 hektare kebun sawit ilegal yang berada di kawasan Hutan Lindung Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang.

Aksi tersebut dilakukan bersama masyarakat, Forum Konservasi Leuser, serta Kelompok Pengelolaan Hutan Wilayah VII sebagai bagian dari upaya mengembalikan fungsi kawasan hutan yang telah beralih menjadi perkebunan kelapa sawit secara ilegal.

Melalui unggahan di akun Instagram @cretivox, Owen memperlihatkan proses penebangan pohon sawit yang tumbuh di kawasan hutan lindung. Ia menegaskan bahwa kawasan tersebut memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi potensi bencana alam seperti banjir maupun longsor.

Menurut Owen, kawasan hutan lindung seharusnya tetap dipertahankan sebagai kawasan konservasi, bukan dialihfungsikan menjadi lahan perkebunan. Selain menjaga tata kelola air, hutan juga berperan melindungi keanekaragaman hayati dan menopang kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Usai penebangan tanaman sawit ilegal, kawasan tersebut akan memasuki tahap restorasi guna mengembalikan fungsi ekologisnya sebagai hutan lindung.

“Lahan ini seharusnya menjadi kawasan konservasi yang berperan penting untuk mencegah banjir dan longsor. Setelah dibersihkan, area ini akan dikembalikan menjadi hutan melalui restorasi,” ujar Owen.

Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi elemen penting dalam proses pemulihan kawasan. Sinergi antara warga, organisasi konservasi, dan pengelola hutan diharapkan mampu mempercepat rehabilitasi kawasan yang selama ini mengalami kerusakan akibat aktivitas ilegal.

Hutan Lindung Tenggulun merupakan bagian dari Kawasan Ekosistem Leuser yang memiliki nilai ekologis tinggi. Kawasan ini menjadi habitat berbagai satwa liar sekaligus berfungsi sebagai penyangga kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Melalui aksi tersebut, Owen berharap kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga kawasan hutan terus meningkat sehingga praktik pembukaan lahan secara ilegal dapat dihentikan demi menjaga kelestarian lingkungan. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Pendaftaran Akun KIP Kuliah 2026 Masih Dibuka Hingga 31 Oktober, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

0
KIP K

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pendaftaran akun Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2026 masih dibuka hingga 31 Oktober 2026. Program bantuan pendidikan dari pemerintah ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik namun berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, termasuk peserta yang akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi swasta (PTS).

Pembuatan akun dilakukan secara daring melalui portal resmi KIP Kuliah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Calon pendaftar yang dapat membuat akun merupakan lulusan SMA/SMK/sederajat tahun 2026, 2025, maupun 2024. Sebelum mendaftar, peserta perlu menyiapkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), serta alamat email yang masih aktif.

Tahapan pendaftaran

Pendaftaran diawali dengan membuka portal resmi KIP Kuliah dan memilih menu “Daftar Sekarang”. Selanjutnya peserta mengisi data berupa NIK, NISN, NPSN, serta email aktif.

Sistem akan memvalidasi data secara otomatis berdasarkan data yang tercatat di Dapodik. Jika dinyatakan memenuhi syarat awal, peserta akan menerima Nomor Pendaftaran dan Kode Akses melalui email yang didaftarkan.

Nomor Pendaftaran dan Kode Akses tersebut digunakan untuk masuk kembali ke portal KIP Kuliah guna melengkapi berbagai informasi, mulai dari data pribadi, kondisi ekonomi keluarga, aset yang dimiliki, hingga data prestasi akademik maupun nonakademik apabila ada.

Pada tahap berikutnya, peserta diminta memilih jalur seleksi masuk perguruan tinggi yang akan diikuti. Saat ini, kesempatan yang masih tersedia adalah jalur mandiri di perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta.

Meski telah memiliki akun KIP Kuliah, calon mahasiswa tetap wajib mendaftar seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur penerimaan yang dipilih karena kepemilikan akun KIP Kuliah tidak otomatis menjadi pendaftaran masuk kampus.

Syarat penerima

Penerima KIP Kuliah merupakan lulusan SMA/SMK atau sederajat yang lulus pada tahun berjalan atau maksimal dua tahun sebelumnya.

Selain itu, calon penerima harus telah lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru pada program studi yang telah terakreditasi secara resmi serta tercatat dalam sistem Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Persyaratan lainnya adalah berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi atau keluarga miskin maupun rentan miskin yang dibuktikan melalui dokumen pendukung yang sah.

Kriteria ekonomi

Penerima KIP Kuliah dapat berasal dari pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) Pendidikan Menengah yang terdaftar dalam Data Terpadu Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) maksimal desil 4, baik yang lolos melalui jalur SNBP, SNBT, maupun seleksi mandiri PTN dan PTS.

Bagi calon mahasiswa yang tidak memiliki KIP Pendidikan Menengah, kondisi ekonomi dapat dibuktikan melalui pendapatan gabungan orang tua atau wali yang berada di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) sesuai domisili asal mahasiswa.

Alternatif lainnya adalah menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang diterbitkan pemerintah desa atau kelurahan dan dilengkapi dokumen pendukung, seperti rekening listrik serta foto rumah. Seluruh dokumen tersebut akan diverifikasi oleh perguruan tinggi.

Bentuk bantuan

Penerima KIP Kuliah memperoleh pembebasan biaya pendidikan atau uang kuliah tunggal (UKT/SPP) yang dibayarkan langsung kepada perguruan tinggi.

Selain itu, mahasiswa juga menerima bantuan biaya hidup yang disalurkan setiap semester langsung ke rekening penerima. Besaran bantuan ditetapkan dalam lima klaster, yakni Rp800 ribu, Rp950 ribu, Rp1,1 juta, Rp1,25 juta, dan Rp1,4 juta per bulan, menyesuaikan lokasi perguruan tinggi tempat mahasiswa menempuh pendidikan.

Besaran bantuan biaya hidup untuk setiap kabupaten atau kota dapat dilihat melalui laman resmi KIP Kuliah. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

DEMA FSH UINAR Soroti Penerbitan IUP Baru di Tengah Kerentanan Ekologis Aceh

0
Ketua DEMA FSH UIN Ar-Raniry, M. Ikram Al Ghifari. (FOTO: DOK PRIBADI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum (DEMA FSH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh mengecam kebijakan Pemerintah Aceh yang dinilai terus membuka ruang eksploitasi sumber daya alam melalui penerbitan izin usaha pertambangan, di tengah kondisi Aceh yang masih berjuang menghadapi bencana ekologis di berbagai wilayah.

Berdasarkan data publik yang dihimpun Institute for Development of Acehnese Society (IDeAS) dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, sepanjang Januari hingga Mei 2026 Pemerintah Aceh telah menerbitkan 9 Izin Usaha Pertambangan (IUP) baru dengan luas konsesi mencapai 22.947,8 hektare.

Jika digabungkan dengan izin yang diterbitkan sejak akhir 2025, jumlahnya mencapai 21 IUP baru dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Di sisi lain, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh mencatat masih terdapat sekitar 76 IUP aktif di Aceh. WALHI juga mengungkap bahwa aktivitas pertambangan emas tanpa izin telah merambah sekitar 23.433 hektare kawasan hutan, termasuk 10.552 hektare kawasan hutan lindung.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan pertambangan di Aceh tidak hanya berkaitan dengan tambang ilegal, tetapi juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pertambangan secara keseluruhan.

Sejalan dengan itu, Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) menegaskan bahwa pengawasan tidak boleh hanya difokuskan pada tambang ilegal. Seluruh aktivitas pertambangan, termasuk yang telah memiliki izin, harus dievaluasi secara berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan serta menjaga fungsi ekologis hutan Aceh sebagai benteng utama menghadapi bencana hidrometeorologi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DEMA FSH UIN Ar-Raniry, M. Ikram Al Ghifari, dalam keterangannya menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya keberpihakan pemerintah terhadap keselamatan rakyat.

“Aceh sedang berduka. Di banyak daerah masyarakat masih berjuang menghadapi banjir, longsor, dan kerusakan infrastruktur. Namun yang justru dipercepat adalah penerbitan izin tambang. Ini bukan sekadar persoalan investasi, tetapi persoalan keberpihakan pemerintah terhadap keselamatan rakyat dan masa depan lingkungan Aceh,” tegas Ikram.

DEMA FSH juga mengingatkan komitmen Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), yang sebelumnya pernah menyatakan bahwa seluruh alat berat atau ekskavator harus diturunkan dari kawasan pegunungan sebagai bentuk ketegasan terhadap aktivitas pertambangan yang merusak lingkungan. Pernyataan tersebut kala itu mendapat apresiasi luas dari masyarakat dan dianggap sebagai komitmen untuk menyelamatkan hutan Aceh.

Namun hari ini, komitmen tersebut mulai dipertanyakan. Di satu sisi pemerintah menyampaikan komitmen menjaga lingkungan, sementara di sisi lain izin-izin pertambangan terus bertambah. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi arah kebijakan Pemerintah Aceh.

“Jangan sampai penertiban tambang hanya menjadi simbol politik, sementara ruang eksploitasi baru terus dibuka. Pemerintah harus menjelaskan kepada publik apa dasar penerbitan izin-izin tersebut di tengah kondisi Aceh yang masih rentan terhadap bencana,” lanjut Ikram.

DEMA FSH menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak investasi maupun pembangunan ekonomi. Namun pembangunan harus memperhatikan daya dukung lingkungan dan keselamatan masyarakat. Bencana yang berulang di Aceh seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan kawasan hutan, daerah aliran sungai, dan wilayah yang memiliki fungsi ekologis penting, bukan justru memperluas eksploitasi sumber daya alam tanpa evaluasi yang komprehensif.

Oleh karena itu, DEMA FSH UIN Ar-Raniry mendesak Pemerintah Aceh untuk:

  • Menghentikan sementara penerbitan izin usaha pertambangan baru hingga dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap daya dukung lingkungan.
  • Membuka seluruh dokumen AMDAL, kajian lingkungan, dan proses perizinan kepada publik sebagai bentuk transparansi.
  • Mengevaluasi seluruh aktivitas pertambangan, baik yang legal maupun ilegal, sesuai rekomendasi berbagai lembaga lingkungan.
  • Memperkuat perlindungan kawasan hutan, daerah aliran sungai, dan wilayah rawan bencana sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana jangka panjang.

“Jika hutan terus dikurangi, gunung terus dilukai, dan sungai terus dibebani, maka jangan heran jika rakyat yang akan terus menjadi korban. Alam Aceh memiliki batas. Ketika batas itu dilampaui, yang membayar bukan pemegang izin, melainkan masyarakat yang kehilangan rumah, sawah, dan sumber penghidupannya,” ungkapnya.

Sebagai representasi mahasiswa, DEMA FSH UIN Ar-Raniry menegaskan akan terus mengawal setiap kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam. Aceh tidak membutuhkan pembangunan yang mengorbankan lingkungan.

Aceh membutuhkan kebijakan yang konsisten, transparan, dan berpihak kepada keselamatan rakyat. Sebab hutan bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan benteng kehidupan bagi generasi Aceh hari ini dan masa depan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

30 UMKM dan Petani Ramaikan Pasar Tani Aceh di Lhokseumawe, Produk Lokal Diserbu Pembeli

0
Sebanyak 30 pelaku UMKM, Perum Bulog, serta petani sayur dan buah memeriahkan Pasar Tani Aceh Road Show 2026 yang digelar di Jalan Lingkar Stadion, depan SD Negeri 12 Gampong Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Rabu (8/7/2026). (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – Sebanyak 30 pelaku UMKM, Perum Bulog, serta petani sayur dan buah memeriahkan Pasar Tani Aceh Road Show 2026 yang digelar di Jalan Lingkar Stadion, depan SD Negeri 12 Gampong Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang pemasaran langsung bagi petani dan pelaku UMKM sekaligus menghadirkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.

Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Dalam waktu sekitar empat jam pelaksanaan, Pasar Tani Aceh Road Show 2026 berhasil membukukan nilai transaksi sebesar Rp79.560.000, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap produk pertanian dan pangan lokal.

Salah satu komoditas yang paling diminati adalah cabai. Selama kegiatan berlangsung, sebanyak 35 kilogram cabai terjual dengan harga Rp40.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga di pasar tradisional yang mencapai Rp45.000 per kilogram. Penjualan secara langsung dari petani kepada konsumen tidak hanya memberikan harga yang lebih kompetitif, tetapi juga meningkatkan keuntungan yang diterima petani.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Pangan Kota Lhokseumawe, Cut Elya Safitri, S.K.H., M.S.M., mengapresiasi pelaksanaan Pasar Tani Aceh Road Show di Kota Lhokseumawe. Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu upaya efektif dalam memperkuat pemasaran hasil pertanian sekaligus mendorong semangat petani untuk terus meningkatkan produksi.

“Kami mengapresiasi Pemerintah Aceh yang telah menghadirkan Pasar Tani di Kota Lhokseumawe. Program ini tidak hanya membantu petani memasarkan hasil panennya secara langsung kepada masyarakat, tetapi juga menjadi motivasi agar mereka terus bertanam dan meningkatkan produksi komoditas yang dibutuhkan pasar,” ujar Cut Elya Safitri.

Ia berharap Pasar Tani dapat diselenggarakan secara rutin sehingga menjadi sarana pemasaran yang berkelanjutan bagi petani dan pelaku UMKM. Selain itu, pelaku usaha juga didorong untuk terus berinovasi mengembangkan produk olahan berbasis hasil pertanian, perikanan, dan kelautan agar memiliki nilai tambah serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk berbelanja di Pasar Tani karena selain memperoleh produk yang lebih segar dan terjangkau, setiap transaksi yang dilakukan turut mendukung peningkatan pendapatan petani dan pelaku UMKM lokal,” tambahnya.

Menurut Cut Elya, keberadaan Pasar Tani memberikan manfaat bagi seluruh pihak karena memperpendek rantai distribusi antara produsen dan konsumen. Skema tersebut tidak hanya membuat harga pangan lebih terjangkau bagi masyarakat, tetapi juga membantu menjaga stabilitas harga dan mendukung pengendalian inflasi daerah.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Pangan Kota Lhokseumawe Cut Elya Safitri, S.K.H., M.S.M., beserta jajaran, serta staf Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

Melalui penyelenggaraan Pasar Tani Aceh Road Show 2026, Pemerintah Aceh terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam memperluas akses pasar bagi petani, meningkatkan daya saing produk lokal, menjaga stabilitas harga pangan, serta mengendalikan inflasi demi mendukung ketahanan pangan daerah.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Jadi Andalan Stabilkan Harga Pangan, Warga Takengon Berburu Bawang Merah Murah di Pasar Tani Aceh Road Show

0
Bawang merah menjadi komoditas yang paling diburu masyarakat pada Pasar Tani Aceh Road Show 2026 yang digelar di Lapangan Sanggamara, Jalan Sengeda Pasar Pagi Lama, Takengon Timur, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (8/7/2026). (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Bawang merah menjadi komoditas yang paling diburu masyarakat pada Pasar Tani Aceh Road Show 2026 yang digelar di Lapangan Sanggamara, Jalan Sengeda Pasar Pagi Lama, Takengon Timur, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (8/7/2026).

Dijual lebih murah dibandingkan harga di pasar tradisional, komoditas tersebut menjadi daya tarik utama sekaligus memperkuat peran Pasar Tani sebagai instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan menekan laju inflasi daerah.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu diikuti 34 peserta yang terdiri atas Balai Penyuluh Pertanian (BPP), pelaku UMKM, Perum Bulog, serta petani sayur dan buah dari berbagai wilayah di Kabupaten Aceh Tengah. Beragam komoditas hortikultura dan produk pangan lokal dipasarkan langsung kepada masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.

Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, mengatakan Pasar Tani Aceh Road Show merupakan wujud sinergi antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat perekonomian petani dan pelaku UMKM.

“Program seperti ini memberikan manfaat yang sangat nyata bagi masyarakat. Konsumen dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, sementara petani dan pelaku UMKM memiliki kesempatan memasarkan produknya secara langsung tanpa melalui rantai distribusi yang panjang. Kami berharap Pasar Tani dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh Tengah,” ujar Muchsin Hasan.

Menurutnya, keberadaan Pasar Tani tidak hanya menjadi sarana transaksi jual beli, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pemanfaatan hasil pertanian lokal. Kolaborasi antara pemerintah, petani, pelaku UMKM, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan sekaligus meningkatkan daya saing produk pertanian Aceh Tengah.

Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya permintaan terhadap bawang merah. Selama pelaksanaan pasar tani, sebanyak 207 kilogram bawang merah berhasil terjual dengan harga Rp35.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga di pasar tradisional yang mencapai Rp40.000 per kilogram.

Selain bawang merah, tomat juga menjadi salah satu komoditas favorit masyarakat. Sebanyak 47 kilogram tomat terjual dengan harga Rp14.000 per kilogram, lebih murah dibandingkan harga di pasar tradisional yang berada di kisaran Rp15.000 per kilogram.

Penyelenggaraan Pasar Tani Aceh Road Show di Kabupaten Aceh Tengah diharapkan mampu membantu menjaga keterjangkauan harga bahan pangan, khususnya komoditas strategis yang berkontribusi terhadap inflasi. Selain memberikan manfaat langsung bagi konsumen, kegiatan ini juga membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi petani dan pelaku UMKM melalui penjualan langsung tanpa perantara.

Keberhasilan kegiatan tersebut turut tercermin dari nilai transaksi yang dibukukan. Dalam waktu sekitar empat jam pelaksanaan, Pasar Tani Aceh Road Show 2026 di Kabupaten Aceh Tengah mencatat omzet sebesar Rp86.834.000, menunjukkan tingginya minat masyarakat sekaligus besarnya potensi pasar tani sebagai sarana memperkuat pemasaran hasil pertanian lokal dan menjaga stabilitas harga pangan.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah Ir. Nasrun Liwanza, M.M., Kepala Dinas Pangan Kabupaten Aceh Tengah Rizky Mahtuah Munthe, S.STP., M.Si., Kepala Bulog Wilayah Aceh Tengah, Dandim Aceh Tengah, Kapolres Aceh Tengah, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah Kasmiati, S.P., Subkoordinator Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Agri Sanjaya, S.P., M.Si., Ketua BKMT Kabupaten Aceh Tengah, Ketua Bhayangkari Aceh Tengah, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang Aceh Tengah, jajaran Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Katimker Penyuluh Kabupaten Aceh Tengah, Koordinator BPP se-Kabupaten Aceh Tengah, serta kelompok tani dan kelompok wanita tani.

Melalui penyediaan bahan pangan dengan harga yang lebih kompetitif, Pasar Tani Aceh Road Show 2026 diharapkan terus menjadi program strategis dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, mengendalikan inflasi, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Aceh Tengah.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Harga Pangan Lebih Murah, Pasar Tani Aceh Ringankan Beban Belanja Masyarakat Aceh Barat

0
Pasar Tani Aceh Road Show 2026 menghadirkan berbagai komoditas pangan dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat Kabupaten Aceh Barat. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Pasar Tani Aceh Road Show 2026 menghadirkan berbagai komoditas pangan dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat Kabupaten Aceh Barat. Melalui penyediaan bahan pangan di bawah harga pasar, kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret Pemerintah Aceh dalam menjaga stabilitas harga sekaligus menekan laju inflasi daerah.

Kegiatan yang digelar di Lapangan Eks Kanca BRI, depan SMP Negeri 1 Meulaboh, Kecamatan Johan Pahlawan, Rabu (8/7/2026), mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih murah.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah cabai, yang dijual seharga Rp40.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga di pasar tradisional yang mencapai Rp50.000 per kilogram. Selama pelaksanaan pasar tani, sebanyak 10 kilogram cabai berhasil terjual.

Selain cabai, bawang merah juga menjadi komoditas yang paling diminati masyarakat. Sebanyak 50 kilogram bawang merah terjual dengan harga Rp38.000 per kilogram, lebih murah dibandingkan harga di pasar tradisional yang berada di kisaran Rp45.000 per kilogram.

Pasar Tani Aceh Road Show 2026 diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, Perum Bulog, serta petani sayur dan buah. Selama sekitar empat jam pelaksanaan, kegiatan tersebut membukukan nilai transaksi sebesar Rp165.130.000, mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap produk pangan lokal dengan harga yang lebih terjangkau.

Kepala Dinas Pangan Kabupaten Aceh Barat, drh. Kamarlisnur, mengatakan Pasar Tani Aceh Road Show merupakan salah satu strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan petani.

“Pasar Tani menjadi solusi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat karena kebutuhan pokok dapat diperoleh dengan harga yang lebih terjangkau. Di sisi lain, petani dan pelaku UMKM juga mendapatkan akses pemasaran yang lebih luas melalui penjualan langsung kepada konsumen. Sinergi seperti ini sangat penting untuk menjaga stabilitas pasokan, mengendalikan inflasi, serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Aceh Barat,” ujar Kamarlisnur.

Menurutnya, pola distribusi yang lebih pendek melalui Pasar Tani mampu menciptakan harga yang lebih kompetitif tanpa mengurangi kualitas produk. Kondisi tersebut tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga meningkatkan nilai jual hasil pertanian dan mendorong kesejahteraan petani lokal.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bulog Meulaboh, Kepala Dinas Pangan Kabupaten Aceh Barat, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Aceh Barat, Kepala Bidang Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Aceh Barat, Kanit II Satintelkam Polres Aceh Barat IPDA TM. Indra Kurnia Nooris, S.H., Subkoordinator Benih dan Perlindungan Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Raudhah, S.P., beserta jajaran Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

Melalui penyediaan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, Pasar Tani Aceh Road Show 2026 diharapkan terus menjadi instrumen strategis dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mengendalikan inflasi, memperkuat pemasaran produk pertanian lokal, serta meringankan beban belanja masyarakat di Kabupaten Aceh Barat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Pasar Tani Aceh Roadshow 2026 di Bireuen Raup Omzet Rp118,4 Juta, Perkuat Upaya Pengendalian Inflasi Pangan

0
Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh kembali menggelar Pasar Tani Aceh Roadshow 2026 di Lapangan Bola Kaki Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Rabu (8/7/2026). (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | BIREUEN – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh kembali menggelar Pasar Tani Aceh Roadshow 2026 di Lapangan Bola Kaki Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tersebut berhasil membukukan omzet sebesar Rp118.469.000 hanya dalam waktu sekitar empat jam, sekaligus menjadi langkah nyata dalam menjaga stabilitas harga pangan dan menekan inflasi di Kabupaten Bireuen.

Roadshow Pasar Tani diikuti oleh 36 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, Bulog, ESDM bersama Pertamina, UPTD Non-Ruminansia, serta petani buah dan sayur. Beragam komoditas pangan segar dan produk olahan dipasarkan langsung kepada masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasar tradisional.

Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh karena telah memilih Kabupaten Bireuen sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan Pasar Tani Aceh Roadshow 2026.

Menurutnya, Pasar Tani tidak hanya menjadi sarana promosi dan pemasaran hasil pertanian lokal, tetapi juga menjadi instrumen strategis pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan, meningkatkan pendapatan petani, memperluas pasar bagi pelaku UMKM, serta mendukung pengendalian inflasi daerah.

“Pasar Tani memiliki esensi yang sangat strategis bagi daerah. Kegiatan ini menjadi ruang nyata untuk mempromosikan dan memasarkan produk pertanian secara langsung dari tangan petani ke konsumen, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan guna menekan inflasi daerah,” ujar Mukhlis.

Ia berharap sinergi antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui program Pasar Tani dapat terus diperkuat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor hortikultura, pertanian, dan perkebunan.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah cabai, yang merupakan komoditas strategis penyumbang inflasi. Selama pelaksanaan pasar tani, cabai berhasil terjual sebanyak 20 kilogram dengan harga Rp48.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga di pasar tradisional yang mencapai Rp50.000 per kilogram.

Selain itu, bawang merah juga mendapat respons positif dari masyarakat dengan total penjualan mencapai 50 kilogram. Komoditas tersebut dijual seharga Rp35.000 per kilogram, lebih murah dibandingkan harga di pasar tradisional yang berada di kisaran Rp45.000 per kilogram.

Selisih harga tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus menunjukkan efektivitas Pasar Tani sebagai salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengendalikan laju inflasi di daerah.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen Ismunandar, ST., MT, Asisten II Setdakab Bireuen Muwardi, S.STP., M.Si, perwakilan Kejaksaan Negeri Bireuen Yarnes, SH., MH, Kapolsek Kota Juang IPTU Faisal Riza, SH., MH, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bireuen, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bireuen, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Kabupaten Bireuen, Kepala Bidang Hortikultura, staf Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, serta para pelaku UMKM, petani, dan masyarakat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Transaksi Kripto Capai Rp23 Triliun, OJK Sebut Kepercayaan Investor Tetap Terjaga

0
Ilustrasi aset kripto. (Foto: Shutterstock)

NUKILAN.ID | Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia masih menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, nilai transaksi aset kripto mencapai Rp23,01 triliun dengan jumlah akun konsumen menembus 22,4 juta.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, mengatakan jumlah akun konsumen aset kripto tumbuh 3,17 persen secara year to date.

“Per Mei 2026 jumlah akun konsumen telah mencapai 22,4 juta akun. Sementara itu pada bulan Mei 2026 nilai transaksi aset kripto tercatat sebesar Rp23,01 triliun,” kata Adi, dilansir Nukilan dari Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK, Selasa (7/7/2026).

Selain transaksi aset kripto, OJK juga mencatat nilai transaksi derivatif aset keuangan digital mencapai Rp5,69 triliun pada periode yang sama. Adi menyebut, di tengah fluktuasi nilai transaksi, kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem aset keuangan digital, termasuk aset kripto, masih terjaga.

“Di tengah fluktuasi nilai transaksi yang terjadi, kepercayaan konsumen terhadap ekosistem aset keuangan digital termasuk aset kripto di Indonesia masih terjaga dengan baik,” ujarnya.

Di sisi pengembangan industri, OJK menyatakan telah menerima 335 permintaan konsultasi dari calon peserta sandbox sejak berlakunya Peraturan OJK Nomor 3 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan hingga 30 Juni 2026.

Saat ini terdapat tiga peserta sandbox yang masih menjalani uji coba, terdiri atas dua penyelenggara dengan model bisnis aset keuangan digital dan aset kripto serta satu pendukung pasar. Pada Juni 2026, OJK juga meluluskan dua model bisnis baru, yakni penerbit stablecoin rupiah dan penyedia aset keuangan digital nonperdagangan.

Selain itu, OJK tengah mengevaluasi tujuh permohonan baru untuk menjadi peserta sandbox, yang terdiri atas tiga model bisnis aset keuangan digital dan aset kripto serta empat model bisnis pendukung pasar.

Dalam aspek pengawasan, OJK menjatuhkan sanksi administratif kepada satu penyelenggara inovasi teknologi sektor keuangan dan empat penyelenggara aset keuangan digital serta aset kripto selama Juni 2026. Sanksi tersebut terdiri atas tiga peringatan tertulis dan dua denda administratif sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan kepatuhan industri. []

Reporter: Sammy

OJK Buka Jalan bagi Penyelenggara Inovasi Keuangan Digital Resmi Berizin

0
Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK, Rabu (8/7/2026). (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.ID | Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka peluang lebih luas bagi penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) untuk memperoleh izin operasional setelah dua model bisnis baru dinyatakan lulus sandbox pada Juni 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, mengatakan dua model bisnis yang lulus tersebut adalah penerbit stablecoin rupiah dan penyedia aset keuangan digital nonperdagangan.

“Dengan mengacu pada POJK Nomor 3 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, penyelenggara ITSK dengan model bisnis yang sama dengan peserta sandbox yang telah lulus mempunyai hak untuk melakukan pendaftaran ke OJK tanpa melalui uji coba pengembangan sandbox,” kata Adi dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK, dikutip Nukilan, Rabu (8/7/2026).

Adi menjelaskan, sejak POJK Nomor 3 Tahun 2024 diberlakukan hingga 30 Juni 2026, OJK telah menerima 335 permintaan konsultasi dari calon peserta sandbox.

Saat ini terdapat tiga peserta sandbox yang masih menjalani uji coba, terdiri atas dua penyelenggara dengan model bisnis aset keuangan digital dan aset kripto serta satu pendukung pasar. Sebelumnya, empat peserta telah dinyatakan lulus dengan model bisnis tokenisasi emas, tokenisasi surat berharga melalui skema kontrak pengelolaan dana (KPD), serta tokenisasi manfaat kepemilikan properti.

Selain itu, OJK tengah mengevaluasi tujuh permohonan baru untuk menjadi peserta sandbox, yang terdiri atas tiga model bisnis aset keuangan digital dan aset kripto serta empat model bisnis pendukung pasar.

Hingga Juni 2026, penyelenggara ITSK yang telah terdaftar di OJK terdiri atas delapan penyelenggara pemeringkat kredit alternatif dan 17 penyelenggara agregasi jasa keuangan (PAJK). Seluruhnya telah menjalin 1.346 kemitraan dengan lembaga jasa keuangan dari berbagai sektor.

Dalam aspek pengawasan, OJK juga menjatuhkan sanksi administratif kepada satu penyelenggara ITSK dan empat penyelenggara aset keuangan digital serta aset kripto sepanjang Juni 2026. Sanksi tersebut terdiri atas tiga peringatan tertulis dan dua denda administratif sebagai upaya memperkuat kepatuhan dan tata kelola industri. []

Reporter: Sammy