Beranda blog Halaman 1298

Dinsos Aceh Besar Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Cot Raya Kuta Baro

0
Camat Kuta Baro Drs Rusdi menyerahkan bantuan masa panik untuk korban kebakaran rumah di Cot Raya, Rabu (19/7/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Sosial, mengantarkan bantuan masa panik korban kebakaran di Gampong Cot Raya, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Rabu (19/7/2023).

Kepala DInas Sosial Aceh Besar, Bahrul Jamil, SSos, MSi, mengatakan, Pemkab Aceh Besar, selalu siap siaga terhadap informasi musibah yang menimpa masyarakat Aceh Besar dimanapun, karena bantuan masa panik , menurut pria yang kareb disapa Bj tidak boleh terlalu lama disalurkan.

“Jadi, sesegera mungkin kita salurkan, begitu menerima informasi ada musibah yang menimpa masyarakat, tim kita langsung inventarisir kebutuhan dan langsung bergerak untuk menyalurkannya,” kata BJ.

Baca Juga: Plt Kadisdikbud Aceh Besar Apresiasi Antusias Orang Tua Antar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolahan

Menurut info rumah terbakar akibat kobocoran tabung gas selasa fmalam sekitar pukul 19.30 WIB. “Kabarnya, kebakaran akibat kebocoran gas,” terang Bj singkat.

Sementara itu, Kasie Linjamsos Dinsos Aceh Besar, Sofiatuddin SE, yang hadir menyerahkan bantuan masa panik itu menjelaskan, kondisi cuaca saat ini sedang tidak menentu, terkadang panas disertai angin dan hujan. Itu sebabnya ia mengharapkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap apapun yang dapat mengakibatkan terjadi musibah.

“Kita tidak tahu kapan musibah itu datang, tapi setidaknya kita harus terus waspada terhadap kondisi cuaca saat ini,” jelasnya.

Ia juga menuturkan, personil Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang merupakan salah satu pilar sosial Dinsos Aceh Besar juga telah terlibat langsung dalam menangani berbagai bencana yang menimpa masyarakat. Ia juga menyampaikan rasa duka cita atas musibah yang menimpa warga setempat.

“Jadi kami harapkan  jika ada kejadian yang menimpa masyarakat, hubungi Tagana, TKSK, SLRT dan IPSM  karena mereka merupakan kaki tangan DInsos Aceh Besar ditengah masyarakat, selain itu, atas nama Pemkab Aceh Besar kami mengucapkan duka yang mendalam kepada korban kebakaran di Gampong Cot Raya ini,” pungkasnya. []

Baca Juga: Aceh Besar Punya Gampong Binaan Adhyaksa Peduli Stunting

Kafilah Aceh MQK Nasional Disambut di Ruang VVIP Bandara SIM

0

Nukilan.id – Sebanyak 24 orang Santri Kafilah Aceh dan sejumlah official peserta Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Tingkat Nasional Tahun 2023 disambut hangat oleh Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri S.Ag MH bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh Drs Azhari dan Pimpinan Dayah Markaz Al-Islah Al-Aziziyah Tu Bulqaini Tanjungan di ruang VVIP Bandara Sultan Iskandar Muda, Rabu 19 Juli 2023.

Mewakili Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri S.Ag MH menyampaikan salam hangat dari Penjabat Gubernur Aceh yang turut memberikan apresiasi atas capaian santri dayah Aceh, yang berhasil menjadi juara pada even Nasional.
“Sukses ini merupakan sebuah kebanggaan bagi kita semua,” ujar Zahrol.

Baca Juga: Kakanwil Kemenag Apresiasi Capaian Kafilah Aceh Masuk 5 Besar Nasional pada MQKN 2023

Zahrol juga menyampaikan agar santri harus bangga belajar di dayah. “Hanya melalui pendidikan dayah atau pesantren kalian bisa menjadi ulama, penerang umat dalam berbagai dimensi kehidupan,” ujarnya.

“Terbukti, dengan belajar di Dayah kalian pun bisa membuat harum nama Aceh dan membuat bangga kita semua,” tambah Zahrol.

Terakhir, Pak Gubernur berpesan kepada santri selamat kembali ke rumah dan ke dayah masing-masing. “Kami doakan selamat sampai ke tujuan, sampaikan salam kami buat keluarga dan guru-guru pimpinan dayah.,” tutur Zahlol

Sementara itu, mewakili Kakanwil Kemenag Aceh Drs Azhari, Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Aceh Dr Muntasyir mengatakan, sangat bersyukur atas capaian ini. “Dengan 24 orang peserta kita berhasil meraih 15 juara dan menjadi peringkat ke lima urutan nasional ,” ujarnya.

Ke depan ia berharap dengan dukungan maksimal dari Pemerintah Aceh, akan dapat membawa 50 peserta atau dapat mengikuti semua cabang MQK. “Informasi yang saya dapatkan, Insya Allah even MQK tingkat nasional ini akan dilaksanakan setiap 2 tahun sekali, maka dari sekarang mari kita persiapkan diri,” ajaknya.

Pimpinan Dayah Markaz Al-Islah Al-Aziziyah, Tu Bulqaini Tanjungan yang berkesempatan hadir dalam penyambutan di ruang VVIP Bandara SIM mengatakan bahwa semua guru-guru pimpinan dayah merasa bangga atas capaian juara yang telah berhasil diraih oleh kafilah, ini luar biasa, ucap Tu Bulqaini.

Bagi para santri yang belum berhasil meraih juara, ini hanyalah soal waktu, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, masih ada hari esok, ujar Tu menyemangati.

Tu Bulqaini juga berpesan kepada Santri, bahwa keberadaan dayah sudah diperhitungkan oleh Pemerintah, ini perlu dijaga dengan memberikan sesuatu yang baik dari kita, seperti capaian hari ini, ujar alumni Dayah MUDI Mesra Samalanga ini.

Selanjutnya, kalian juga apat mengambil pengalaman dari even nasional ini, apa yang bagus dari MQK kemarin dapat di ambil untuk pelajaran dan sesuatu yang tidak baik jangan dijadikan panutan. Doa kami ke depan, Kafilah Aceh dapat meraih juara 2 besar. Apa-apa saja yang kurang dapat diperbaiki dan dievaluasi, tutup Tu Bulqaini.[]

Baca Juga: Kemendikbudristek Gelar Sosialisasi Pencegahan Tiga Isu Kekerasan di Lingkungan Kerja

Dosen UBBG Lolos Pertisas Program Detasering Kemendikbudristek

0
Dosen Keperawatan dan Kebidanan Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) lolos seleksi Perguruan Tinggi Sasaran (Pertisas) Program Detasering 2023 Kemendikbudristek. (Foto: ist)

Nukilan.id – Dosen Keperawatan dan Kebidanan Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) lolos seleksi Perguruan Tinggi Sasaran (Pertisas) Program Detasering 2023 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Judul Program yang diangkat tentang Pengembangan dan Pemuktahiran Kurikulum, Penyusunan Bahan Ajar dan Paktika, Pelatihan Profesionalisme dan Kompetensi Pendidikan dan Tendik untuk Menunjang Program Tata Kelola di Universitas Bina Bangsa Getsempena.

Penanggung jawab tim yakni Ns. Rehmaita Malem, S. Kep.,M.Kep., dan Mahruri Saputra, S. Kep., Ns., M.Kep. Sementara anggota tim yakni Ns. Maulida, S.Kep., Ns. Aina Fitri, S.Kep., M.Kep., Ns. Gadis Halizasia, S.Kep., M.Kep., Ristiani, S.Tr.Keb.,M.Keb., Nelva Riza, S.ST., M.Kes., Komala Kartikasari, N.st., SKM., MKM., Novia Rozalina, M.Pd., Reka Yulia Utami, S.Tr.Keb., M.Keb.

Baca Juga: Dirjen Vokasi Kemendikbudristek Minta Pemerintah Aceh Maksimalkan 3 Tahun Masa Pendidikan Pelajar

Ns. Rehmaita Malem, S. Kep.,M.Kep., penanggungjawab kegiatan menyatakan bahwa melalui program datasering ini dapat mendorong perguruan tinggi untuk bertransformasi dalam mencapai visi universitas, sehingga mampu menyelenggarakan pendidikan tinggi yang relevan dengan dinamika masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ditandai dengan meningkatnya kualitas pembelajaran dan relevansi pendidikan tinggi; meningkatnya kualitas dosen dan tenaga kependidikan dan terwujudnya tata kelola yang berkualitas.

Program Detasering ini juga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di Perguruan Tinggi baik secara umum maupun untuk mata kuliah tertentu melalui proses pembinaan dan pelatihan kompetensi dosen pengampu meningkatkan iklim akademik dan keterampilan dosen dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, meliputi penyusunan proposal, pelaksanaan, pelaporan serta penulisan artikel ilmiah hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat

Kemudian melengkapi dan menyempurnakan berbagai kelengkapan dokumen institusi melalui proses pendampingan dan pelatihan yang dilakukan Detaser; serta membangun jejaring kerjasama antara Perguruan Tinggi dengan berbagai lembaga lain.

Wakil Rektor 1 Dr. Rita Novita, M.Pd menyampaikan selamat dan sukses untuk tim UBBG yg berhasil lolos seleksi Pertisas Program Datasering 2023.

Semoga hibah ini dapat mendukung program pengembangan yang sedang dilakukan oleh Prodi S1 Keperawatan dan S1 Kebidanan UBBG. Harapannya nanti kegiatan ini bisa berjalan sukses dan akan berdampak baik terhadap peningkatan mutu kampus UBBG. Ini juga bagian dari program UBBG menuju smart university. []

Baca Juga: Kemendikbudristek Gelar Sosialisasi Pencegahan Tiga Isu Kekerasan di Lingkungan Kerja

Keliling Temui Forkopimda, Amiruddin: Bangun Banda Aceh Butuh Sinergitas

0

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh, Amiruddin sowan keliling menemui Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Selasa (17/7/2023).

Sosok yang baru saja dilantik oleh Pj Gubernur Aceh ini meminta arahan Forkopimda di awal-awal dirinya bekerja sebagai orang nomor satu di jajaran Pemko Banda Aceh.

Amiruddin didampingi Plt Sekdakota Wahyudi, Kabag Isra Fahrurrazi dan sejumlah pejabat memulai sowan ke Kantor Kejari Banda Aceh. Tiba di sana ia disambut langsung Plt Kajari Banda Aceh, Mukhzan SH MH dan jajaran.

Baca Juga: Pemkab Aceh Besar Jalin Komunikasi Peningkatan Layanan Publik dengan Ombudsman RI

Usai dari sana, Amiruddin kemudian melanjutkan kunjungannya ke Polresta. Ia bertemu Kapolresta Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli SH SIK MSi bersama jajaran. Kunjungan silaturrahmi ini berlangsung sekitar 1 jam dan sempat membahas sinergitas pembangunan.

“Ini merupakan kunjungan silaturrahmi ke Pak Kajari dan Pak Kapolresta yang merupakan unsur pimpinan daerah. Kita ingin terus bersinergi membangun kota ini. Dukungan Forkopimda tentu sangat penting. Kita juga bahas program peningkatan PAD dimana Polres dan Kejari memberikan dukungan,” kata Amiruddin.

Tak berhenti di sana, Pj Wali Kota juga menyambangi gedung dewan untuk menemui Ketua DPRK dan para anggota dewan terhormat.

Tampak juga ikut mendampingi Pj Wali Kota, Plt Sekda, para Asisten dan para Kabag di lingkungan Setdakota.

Ketua DPRK dalam sambutannya menyambut baik kedatangan Pj Wali Kota yang baru dilantik 14 Juli lalu.

Ia menyampaikan selamat bertugas kepada Amiruddin dan Wahyudi yang baru saja ditunjuk sebagai Plt Sekda.

“Selamat menjalankan tugas Pak Pj Wali Kota. Semoga Allah SWT selaluembwrikan kekuatan dalam menjalankan amanah ini,” kata Farid.

Tak berhenti di sana, Pj Wali Kota juga menyambangi gedung dewan untuk menemui Ketua DPRK dan para anggota dewan terhormat.

Tampak juga ikut mendampingi Pj Wali Kota, Plt Sekda, para Asisten dan para Kabag di lingkungan Setdakota.

Ketua DPRK dalam sambutannya menyambut baik kedatangan Pj Wali Kota yang baru dilantik 14 Juli lalu.

Ia menyampaikan selamat bertugas kepada Amiruddin dan Wahyudi yang baru saja ditunjuk sebagai Plt Sekda.

“Selamat menjalankan tugas Pak Pj Wali Kota. Semoga Allah SWT selaluembwrikan kekuatan dalam menjalankan amanah ini,” kata Farid.

Lanjutnya, Banda Aceh saat ini sedang menghadapi sejumlah persoalan, termasuk defisit APBK yang menyebabkan timbulnya hutang.

“Pak Amir yang sebelumnya menjabat sebagai Sekda tentu sangat memahami persoalan yang sedang kita hadapi. Komitmen kita benahi sedikit demi sedikit masalah ini,” ujar Ketua DPRK.

Dalam kesempatan ini, Farid Nyak Umar memastikan DPRK sebagai mitra akan terus bersama-sama menyelesaikan persoalan yang ada, termasuk hutang tersebut.

Ia memberikan masukan kepada Pemko sesuai dengan keputusan Banmus, diantaranya membuat roadmap penyelesiaan hutang yang kemudian dituangkan dalam Qanun Perubahan APBK Tahun 2023.

“Kemudian rasionalkan target PAD pada perubahan APBK agar kondisi keungan kembali sehat,” tambah Farid Nyak Umar.

Ia kemudian mengungkapkan rasa optimis terhadap sosok Amiruddin. Farid yakin dengan pengalaman, kapabilitas dan kapasitas yang dimiliki mantan Sekda Pidie itu persoalan yang sedang dihadapi akan bisa diatasi.

Mendengar dukungan dari dewan, Pj Wali Kota menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih. Kata Amiruddin, menjadi Pj Wali Kota saat ini merupakan tugas yang berat, apalagi dengan sejumlah persoalan yang sedang mendera Banda Aceh.
Namun, dukungan dari dewan menjadikan spirit bagi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan.

“Ini menjadi spirit bagi kami, mudah-mudahan DPRK terus beri dukungan, dorongan dan motivasi. Secara bersama kita akan emban amanah ini. Dengan sinergitas saya yakin kita mampu mengatasi persoalan yang ada,” kata Amiruddin.

Soal hutang, kata Amiruddin ia tak mau mencari kambing hitam. Tapi terus berkomitmen mencari solusi penyelesaian.

“Kemarin saya langsung buat rapat koordinasi dengan seluruh OPD. Kita minta semua stakeholder untuk bersatu padu kembali, saling mengisi bukan saling menyalahkan. Kebersamaan modal besar bagi kita realisasikan program pembangunan,” ungkapnya.

Setelah dari gedung dewan, Amiruddin juga berkunjung ke Makodim 0101/KBA. Sambutan hangat dari Dandim 0101/KBA Kolonel Inf Andy Bagus DA SIP dan jajaran.

Dalam kesempatan ini, Pj Wali Kota dan Dandim juga berdiskusi dan meminta dukungan pihak TNI terhadap berbagai program, seperti pengentasan stunting dan pengendalian inflasi. []

Baca Juga: Kuasa Hukum Terdakwa SPPD Fiktif Simeulue Tolak Seluruh Dakwaan JPU

Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Aceh Terima 188 Laporan Masyarakat Sejak Januari-Juni

0
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Aceh, Dian Rubianty. (Foto: For Nukilan)

Nukilan.id – Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Aceh mencatat pada Triwulan II Tahun 2023 sudah menerima laporan/pengaduan masyarakat atas dugaan maladministrasi dalam pelayanan publik sebanyak 65 aduan.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Aceh, Dian Rubianty mengatakan, sejak memasuki tahun 2023 sudah terdapat 188 laporan baik berupa aduan masyarakat, Konsultasi Non Laporan (KNL), Respon Cepat Ombudsman (RCO), Investigasi Atas Prakarsa Sendiri (IAPS) dan juga tembusan yang disampaikan oleh masyarakat.

Baca Juga: Pemkab Aceh Besar Jalin Komunikasi Peningkatan Layanan Publik dengan Ombudsman RI 

“Dari 188 laporan tersebut, terdapat 44 laporan masyarakat yang diteruskan ke Tim Pemeriksaan, dimana 19 diantara sudah selesai secara substansi, sedangkan selebihnya masih dalam proses pemeriksaan,” kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Dian Rubianty kepada Nukilan.id, Kamis (20/7/2023).

Ia menyampaikan, dapat dilihat berdaasarkan data jumlah akses masyarakat di Sistem Informasi Manajemen Penyelesaian Laporan (SIMPeL) Ombudsman. Maka, terlihat bahwa laporan/pengaduan masyarakat atas dugaan maladministrasi dalam pelayanan publik yang paling banyak diakses pada bulan Juni 2023.

“Peningkatan akses ini karena adanya kegiatan Penerimaan dan Verifikasi Laporan On The Spot (PVL OTS) yang dilaksanakan pada akhir bulan Mei 2023 lalu. Kemudian, dapat dicermati bahwa kegiatan PVL OTS tersebut berdampak langsung pada meningkatnya akses masyarakat dalam menyampaikan pengaduan dan berkonsultasi terkait berbagai permasalahan dalam mengakses pelayanan publik,” ujarnya.

Menurutnya, data SIMPeL juga menunjukkan bahwa cara penyampaian laporan oleh masyarakat masih didominasi dengan cara datang langsung ke Kantor Ombudsman, yaitu sebesar 26 laporan. Urutan kedua adalah penyampaian laporan melalui surat sebanyak laporan 17 laporan, sedangkan urutan ketiga adalah melalui PVL OTS sebanyak 11 laporan. Selanjutnya adalah penyampaian melalui berbagai kanal elektronik seperti whatsapp, website dan email sebanyak 11 laporan.

Rubianty menambahkan, dari data SIMPeL juga mengklasifikasi laporan berdasarkan substansi laporan, dimana pada Triwulan II subtansi laporan terbanyak adalah Hak Sipil dan Politik sebanyak 13 laporan. Pada urutan kedua, subtansi yang dilaporkan adalah Kepegawaian sebanyak 9 laporan, kemudian substansi berkenaan dengan Agraria dan Kepegawaian ada di urutan ketiga, masing-masing sebanyak 8 laporan. Selain melihat jumlah akses masyarakat, dari data SIMPeL Ombudsman dapat dicermati juga laporan masyarakat berdasarkan jenis akses.

“Untuk laporan terbanyak saat ini masih mengenai hak sipil dan politik, mungkin ini karena dekat tahun politik,” tambahnya.

Pada Periode Triwulan II Tahun 2023, dari 65 laporan masyarakat yang diterima di bagian penerimaan dan verifikasi laporan, konsultasi non laporan merupakan jenis yang paling banyak diakses masyarakat, yaitu 31 (tiga puluh satu), diikuti laporan masyarakat sebanyak 28 (dua puluh delapan), 5 (lima) Tembusan, dan 1 (satu) investigasi atas prakarsa sendiri.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa IAPS dilakukan pada bulan April 2023, berdasarkan laporan masyarakat yang diterima Kantor Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Aceh melalui aplikasi Whatsapp, perihal dugaan maladministrasi terkait dengan aplikasi sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/Sederajat oleh Dinas Pendidikan Aceh.

“Laporan masyarakat ini sudah memasuki tahapan akhir dalam proses pemeriksaan Ombudsman, yaitu penyusunan Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP),” pungkasnya.

Sementara itu, Rubianty menegaskan, setiap laporan yang diterima di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Aceh dapat juga diklasifikasi berdasarkan jumlah dan macam laporan yang diterima, dan ditolak karena tidak memenuhi persyaratan formil dan materiil, diteruskan/diproses pada tahap pemeriksaan, dan diteruskan/diproses pada tahap resolusi monitoring.

Di sisi lain, Pada Triwulan II Tahun 2023, ada 13 laporan masyarakat yang ditutup di PVL. Namun, Enam laporan ditutup karena tidak memenuhi syarat formil, dan tujuh laporan ditutup karena tidak memenuhi syarat materiil.

“Jadi, ada laporan yang langsung kita tutup dan tidak di proses, itu karena tidak lengkap syarat secara formil dan materiil,” tutupnya. [Azril]

Baca Juga: Kuasa Hukum Terdakwa SPPD Fiktif Simeulue Tolak Seluruh Dakwaan JPU

Komisi IX DPR RI Puji Universal Health Coverage di Aceh

0
Komisi IX DPR RI melakukan rapat kerja dengan berbagai instansi terkait yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan, Senin (17/7/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id -Komisi IX DPR RI melakukan rapat kerja dengan berbagai instansi terkait yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan, di Gedung Serba Guna Kantor Gubernur Aceh, Senin (17/7/2023).

Rapat yang berlangsung di Gedung Serba Guna Kantor Gubernur Aceh tersebut, menghadirkan langsung instansi terkait di bidang kesehatan dan ketenagakerjaan, mulai dari BP2MI, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, BPOM, BKKBN, RSUZA, Dinas Kesehatan Aceh dan Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh.

Ketua Tim Kunker Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati mengatakan kedatangan tim ke Aceh dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan peraturan perundang-undangan dalam lingkup Komisi IX yaitu Kesehatan dan ketenagakerjaan serta program-program yang di biayai oleh APBN.

Baca Juga: Kepala PMU BPJS Aceh Sebut Pelayanan KB Fasilitas Kesehatan Diberikan Sesuai Ketentuan

Selain itu juga kata Kurniasih juga melakukan pemetaan masyarakat dan memonitor terhadap program-program instansi atau badan mitra kerja Komisi IX di daerah.

“Kami telah melakukan kunjungan ke RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh yang memiliki banyak keunggulan dan semoga dapat selalu disupport oleh APBN. Kami juga mengapresiasi kepada Pemerintah Aceh yang hampir 100% masyarakat Aceh ditanggung oleh BPJS Kesehatan, sangat luar biasa dan bisa menjadi percontohan bagi Provinsi yang lain yang berhasil mencapai Universal Health Coverage (UHC) bagi masyarakat Aceh” ungkap Kurniasih.

Kurniasih juga mengapresiasi Provinsi Aceh melalui RSUD Zainoel Abidin sudah mampu dan berhasil melakukan operasi berisiko tinggi yaitu operasi pembuluh otak pada dua orang pasien saraf yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON).

Oleh karena itu, dengan hadirnya Komisi IX menurut Kurniasih dapat menjaring masukan dan dapat menjadi data dan informasi Komisi IX untuk rapat-rapat berikutnya di DPR RI.

Apresiasi juga disampikan oleh Anggota Tim Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto atas pencapaian kepesertaan di Aceh yang hampir 100% masyarakat Aceh terjamin kesehatannya.

Namun menurut Edi untuk selanjutnya harus didalami bagaimana pelayanan kesehatannya apakah terdapat kendala dalam ketersediaan dan pemerataan dokter spesialis dengan memfasilitasi pendidikannya dan pemerataan sampai ke pelosok.

Sementara itu, Pj. Gubernur Aceh yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Aceh, M Jafar menyampaikan bahwa dari pertemuan yang dilaksanakan hari ini dapat diberikan data untuk melakukan upaya-upaya perbaikan bagi Pemerintah Aceh melakukan perbaikan.

“Kami dari Pemerintah Aceh terbuka untuk pemberian data terbaru kepada kami setelah pada hari ini kami mendapat masukan dan saran dari pemangku kebijakan sebagai bahan perbaikan serta data tersebut sebagai bahan kami untuk mengambil kebijakan dan sebagai penentu dalam penetapan anggaran. Upaya perbaikan ini kami butuh dukungan dari DPR RI, semoga Provinsi Aceh menjadi prioritas,” harap Jafar.

Baca Juga: Tarif BPJS Kesehatan Terbaru, Begini Rinciannya

Pada kesempatan tersebut, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumatera Utara dan Aceh, Mariamah menyampaikan bahwa saat ini jumlah kepesertaan di Aceh sampai dengan Juni 2023 yang memiliki 23 kabupaten/kota adalah sebesar 5.388.175 jiwa dari jumlah penduduk 5.432.312 jiwa. Artinya kata Mariamah Provinsi Aceh telah Universal Health Coverage (UHC) atau 99,19% penduduk Aceh telah terjamin kesehatannya. []

Penjabat Gubernur Lepas Ekspor Tuna Aceh Perdana ke Arab Saudi

0
Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki, saat menghadiri pelepasan ekspor perdana produk tuna loin dan saku dari Aceh ke Arab Saudi, di Komplek Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Banda Aceh, Rabu (19/7/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, melepas ekspor perdana 10 ton ikan tuna Loin dan Saku dari Aceh ke Kerajaan Arab Saudi. Kegiatan itu dilaksanakan di Gudang PT Yakin Pasific Tuna, Kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Banda Aceh, Rabu, (19/7/2023).

Kegiatan penglepasan ekspor perdana itu turut dihadiri Anggota DPR RI, TA Khalid, Kadis Perikanan Aceh, Aliman Kadis Perindag Aceh, Mohd Tanwir, Karo Adpim Muhammad Rahmadin dan unsur terkait lainnya.

Penglepasan Ekspor 10 ton tuna itu dimulai dengan peninjauan truk kontainer, dilanjutkan dengan penyegelan yang dilakukan Pj Gubernur Aceh.\

Baca Juga: Alami Kenaikan Sebesar 23,42 Persen, BPS Aceh Keluarkan Hasil Data Ekspor-Impor Juni 2023

Achmad Marzuki dalam sambutan singkatnya berharap agar eksport tuna itu berkelanjutan, dan tidak hanya insidentil. Bahkan bukan hanya intensitas namun juga volume eksportnya terus ditingkatkan. “Tentu saja dengan kualitas yang terjaga, hingga trust di mata buyer luar negeri akan terus membaik,” pungkas Achmad Marzuki.

Direktur Yakin Pasific Tuna Banda Aceh, Almer Hafiz Sandy mengatakan, ekspor 10 ton ikan tersebut merupakan prestasi bagi pihaknya. Ia mengatakan, pabrik ikan yang dikelola pihaknya di kawasan Lampulo Banda Aceh itu sudah sesuai standar internasional.

“Kita sudah bisa ekspor ke berbagai negara di dunia, seperti Jepang, Amerika dan Uni Eropa,” kata Almer.

Almer mengatakan, kegiatan ekspor tersebut sukses dilakukan berkat kolaborasi dengan start up Aruna yang membuka jaringan mendapatkan pembeli di luar negeri.

“Perizinan ekspor ke Saudi Arabia hanya sedikit di Indonesia, dan kita sangat berbangga mendapat izin tersebut sehingga bisa kita lakukan ekspor perdana hari ini,” ujar Almer.

Menurut Almer, Aceh merupakan provinsi kaya dengan potensi kelautan dan perikanan. Bahkan sangat bernilai ekspor. Namun, potensi tersebut masih sangat minim berdasarkan hasil produksi ikan yang dihasilkan nelayan.

” Oleh sebab itu, kami berharap pemerintah melalui Dinas Perikanan dapat meningkatkan kapasitas nelayan Aceh,” ujar Almer. []

Baca Juga: BPPA Bantu Pemulangan Tiga Warga Aceh ASal Pidie

Komunitas Kuliner Apresiasi Pianis Nasional Luncurkan Single Kuliner Aceh

0

Nukilan.id – Pianis nasional Rudy Octave yang dikenal dengan project “Rap Nusantara II” meluncurkan single lagu “Kuliner Aceh” bersamaan dengan peluncuran menu baru berupa kuliner Aceh di Café Nine Damara yang terletak di Damara Village, Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/7) petang. Komunitas Sahabat Kuliner Aceh memberi apreasiasi tinggi atas inisiatif tersebut.

Peluncuran single “Kuliner Aceh” berirama ska menghadirkan rapper Aceh Made yang punya nama lengkap Ramadhan Moeslem Arrasuly dan Agus PMTOH. Rudy Octave, pianis nasional asal Majalengka itu mengatakan, lagu kuliner Aceh ini adalah bagian dari project Rap Nusantara II, sebuah proyek yang berkolaborasi dengan para seniman tutur lisan nusantara. Sebelumnya, 2019 telah rilis project “Rap Nusantara I”

Dalam kesempatan itu, Café Nine Damara yang dikelola oleh Rudy menghadirkan menu baru berupa kuliner Aceh yaitu mie goreng Aceh, nasi goreng Aceh, teh tarik, dan kopi arabika Aceh Gayo.

“Ini bagian dari upaya kami untuk menghadirkan destinasi budaya dan wisata kuliner yang dikemas lagu dan makanan khas nusantara,” kata Rudi Octave.

Ditanya mengapa menu kuliner Aceh yang dipilih, Rudi mengatakan dirinya sudah mencoba beberapa makanan nusantara dan merasa bahwa mie Aceh dan nasi goreng Aceh lebih mudah penyajiannya dan punya cita rasa yang khas dan unik.
Untuk menjaga cita rasanya, Rudi menggunakan bumbu yang didatangkan langsung dari Banda Aceh.

“Yang penting adalah di bumbunya. Jadi saya datangkan langsung bumbunya dari Banda Aceh supaya rasanya otentik,” tambah Rudy yang merupakan penikmat kuliner saat berkunjung ke tempat baru, termasuk ketika ke luar negeri.

Dalam peluncuran itu turut diundang Sahabat Kuliner Aceh, sebuah komunitas diplomasi kuliner Aceh di Jabodetabek yang diwakili oleh mantan Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim dan pengacara J Kamal Farza, Jurnalis Senior Yuswardi A Suud, Budayawan Benny Poelem, dan Pengacara Mahmuddin, para pegiat Sahabat Kuliner Aceh di Jakarta Raya.

“Kami sangat merasa terhormat dengan apa yang dilakukan oleh Rudi Octave dan kawan-kawan. Ini adalah sebuah cara kreatif dan penghargaan atas warisan budaya dan kuliner dari leluhur kita. Ini juga bagian dari diplomasi kuliner Aceh, sebagai ikhtiar kita untuk memperluas penikmat kuliner Aceh di nusantara,” kata Kamal Farza.

Dalam kesempatan yang sama, tim dari Kendi Ireng memperagakan cara menyangrai kopi arabika Gayo menggunakan kendi tembikar yang terbuat dari tanah liat. Biji kopi dimasukkan dalam kendi dan disangrai (roasting) sampai tingkat kematangan tertentu sebelum diolah menjadi minuman.

Sekitar 100-an tamu yang hadir tampak menikmati menu kuliner Aceh yang dimakan sembari menonton peluncuran single lagu “Kuliner Aceh” yang memadukan musik ska dengan sentuhan rapai, alat musik tradisi Aceh.[]

Pemkab Aceh Besar Jalin Komunikasi Peningkatan Layanan Publik dengan Ombudsman RI

0
Sekda Aceh Besar Drs Sulaimi MSi dan sejumlah kepala OPD menjalin Komunikasi Peningkatan Layanan Publik Dengan Ombudsman RI Perwakilan Aceh di Tanjong, Ingin Jaya, Selasa (18/7/2023). (Foto: ist)

Nukilan.id – Dalam rangka memaksimalkan pelayanan publik di Aceh Besar, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menjalin komunikasi dengan Ombudsman RI Perwakilan Aceh di di Tanjong, Ingin Jaya, Selasa (18/7/2023).

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Aceh Besar Sulaimi mengatakan, dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, SSTP, MM, bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berkomitmen dengan untuk memaksimalkan pelayanan publik.

Baca Juga: BPPA Bantu Pemulangan Tiga Warga Aceh ASal Pidie

“Kita semua memiliki komitmen untuk itu, seperti memenuhi fasilitas umum yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Tentu kata Sulaimi, semua memiliki proses baik musrenbang, melalui program OPD dan lain sebagainya seperti usulan melalui pembiayaan lainnya.

“Semua sedang melalui berproses, dan memerlukan dukungan semua pihak,” ungkapnya.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Dian Rubianty, memberikan dukungan dan apresiasi atas apa yang tengah dilaksanakan Pemkab Aceh Besar dalam upaya memenuhi pelayanan publik.

“Pertemuan bersama ini dalam rangka bersinergi dan kolaborasi untuk mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas,” pungkas Dian.

Hadir Sekda Aceh Besar Drs Sulaimi M.Si, Kepala Dinas PUPR Syahrial Amanullah, Kepala Dinas Perhubungan Azhari SE dan Kepala Bappeda Rahmawati S.Pd. []

Baca Juga: Alami Kenaikan Sebesar 23,42 Persen, BPS Aceh Keluarkan Hasil Data Ekspor-Impor Juni 2023 

Plt Kadisdikbud Aceh Besar Apresiasi Antusias Orang Tua Antar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolahan

0
Plt Kadisdikbud Aceh Besar Agus Jumaidi MPd mendampingi Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM bersama murid MIN 5 Aceh Besar, Sibreh, disela memantau orang tua mengantar anaknya hari pertama sekolah, Senin (17/7/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Aceh Besar, Agus Jumaidi MPd mengatakan antusiasme orang tua untuk mengantar anaknya pada hari pertama masa perkenalan sekolah sangat luar biasa.

“Itu terlihat di semua sekolah dan madrasah para orang tua mengantar dan menemani anaknya di kelas di hari pertama masuk sekolah,” kata Agus Jumaidi, Selasa (18/6/2023).

Agus menjelaskan, hal tersebut menindak lanjuti Surat Edaran pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM, yeng diterbitkan beberapa waktu lalu, dimana Pj menghimbau orang tua mengantarkan anaknya  ke Sekolah, apalagi kemarin juga hari pertama bagi siswa yang masuk kelas 1 SD.

Baca Juga: Buka Sosialisasi Pokjanal Posyandu, Pj Bupati: Wujudkan Masyarakat Pidie Sehat

“Ini merupakan suatu hal yang baik bagi orang tua, siswa dan guru di sekolah/madrasah, harapannya hal tersebut dapat terus berlanjut,” pinta Agus Jumaidi.

Ia menjelaskan, mengantar anak ke sekolah sama halnya dengan memberikan motivasi bagi anak serta upaya menjaga anak-anak dari bahaya yang mengancam.

“Ini bisa menjadi fungsi kontrol bagi orang tua untuk anak, apalagi dengan maraknya bahaya penculikan, jadi, ini juga dapat menjadi fungsi kontrol bagi siswa itu sendiri,” ucapnya.

Tak hanya itu, Agus menilai orang tua juga harus lebih dekat dengan anak-anak, karena keluarga merupakan laboratorium kecil bagi anak, karena keluarga yang peduli pendidikan merupakan sumber terciptanya generasi emas Aceh Besar.

“Dengan mengantar anak ke sekolah, orang tua siswa dapat menanyakan langsung kepada anak terkait pendidikan yang diterima disekolah, lingkungan sekolah dan teman, jadi, jika ada sesuatu orang tua mudah menyampaikan dengan guru,” pungkasnya. []

Baca Juga: Toko Percetakan di Banda Aceh Terbakar Akibat Kelalaian Bakar Sampah