Beranda blog Halaman 1262

Pengurus AMSI Aceh Periode 2023-2027 Resmi Dilantik

0
Pelantikan AMSI Aceh (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Aceh periode 2023-2027 akhirnya secara resmi dilantik di Kota Banda Aceh, Sabtu, (9/3/2024).

Pelantikan tersebut dihadiri langsung Ketua Umum AMSI Pusat, Wahyu Dhyatnika dan disaksikan Asisten II Pemerintah Kota Banda Aceh, perwakilan Polda Aceh, perwakilan AJI Aceh, perwakilan PWI Aceh, perwakilan SMSI Aceh, organisasi mahasiswa hingga kepemudaan.

Penjabat Wali Kota Banda Aceh, Amiruddin, dalam hal ini diwakili oleh Asisten II, Fadhil, dalam sambutannya mengatakan Pemerintah Kota Banda Aceh mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus AMSI Aceh periode 2023-2027 yang baru dilantik.

Kehadiran AMSI Aceh, kata Fadhil, sejalan dengan lajunya era perkembangan teknologi komunikasi, khususnya di Aceh yang begitu sangat cepat diserap dan ditemukan melalui platfrom media digital.

“Setiap hari kita masih menemukan hoaks dan disinformasi di media sosial bahkan terkadang turut melibatkan media arus utama, oleh karena itu Pemko Banda Aceh bersyukur dengan kehadiran AMSI,” kata Fadhil.

Fadhil mengatakan, hal tersebut didasari oleh AMSI yang mengusung visi mendorong pengembangan jurnalisme siber yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya.

“Visi demikian tentu sejalan dengan semangat pembangunan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum AMSI Pusat, Wahyu Dhyatnika, dalam kesempatan itu mengaku berterimakasih kepada semua pihak yang telah menghadiri kegiatan pelantikan AMSI Aceh.

Kata Wahyu, AMSI dideklarasikan pada 18 April 2017, di tengah suasana merebaknya berita bohong, berita palsu (hoaks), misinformasi dan disinformasi mengatasnamakan media siber yang diamplifikasi secara masif melalui media sosial.

Pengurus AMSI Aceh Priode 2023-2027. (Foto: Nukilan)

“AMSI hadir karena media online atau media siber dikambinghitamkan menumbuhkan berita hoax,” ujar Wahyu.

Wahyu mengatakan, AMSI bertekad membangun ekosistem media siber Indonesia yang sehat, berkualitas, jurnalisme yang patuh pada kode etik, dan tunduk pada kepentingan umum.

“Melalui wadah organisasi AMSI, anggota perusahaan media diharapkan bisa makin meningkatkan kualitas pemberitaan, maupun kesejahteraanan perusahaannya,” jelasnya.

Wahyu mengaku bersama Dewan Pers, AMSI akan secara aktif melakukan verifikasi media, mengadakan pelatihan, pendidikan, dan meningkatkan kemampuan teknis maupun pemahaman etik tentang membangun media siber yang profesional sesuai amanat UU Pers dan Pedoman Media Siber.

“AMSI tercatat sebagai organisasai nirlaba, yang beranggotakan perusahan media siber dan telah tercatat sebagai badan hukum di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia,” tutupnya.

Reporter: Akil Rahmatillah

Fazria Asal Sidoarjo Sukses Menjadi Juara Primadona Pantura 2024

0
Grand Final Primadona Pantura 2024. (Foto: MNCTV)

NUKILAN.id | Jakarta – Fazria asal Sidoarjo berhasil menjadi juara Primadona Pantura 2024, setelah di malam grand final berhasil mengalahkan 2 pesaingnya Lova (Sidoarjo) dan Silvi (Pasuruan) yang digelar pada Kamis malam (7/3/2024).

Fazria menjadi juara 1 mendapatkan uang tunai sebesar 75 juta rupiah, Silvi sebagai juara 2 mendapatkan uang tunai 50 juta rupiah, dan Lova sebagai juara 3 mendapatkan uang tunai 25 juta rupiah.

Fazria mengaku bersyukur dengan pencapaiannya dan tidak menyangka bisa keluar sebagai pemenang dan menjadi juara 1 Primadona Pantura 2024.

“Pastinya seneng banget, perasaannya campur aduk, dan terharu. Terima kasih banyak untuk seluruh warga Indonesia, terutama Sidoarjo dan sekitarnya. Aku tidak menyangka bisa terpilih menjadi juara di Primadona Pantura” kata Fazria.

Grand Final Primadona Pantura 2024 diramaikan oleh para bintang tamu papan atas dengan kehadiran Armada, Mansyur S, Adam Suseno, Inul Daratista, Iis Dahlia, Uut Permatasari, Ge Pamungkas, Kiky Primadona, Lala Primadona, Fey Primadona, Rian Ibram, Denny Darko, dan Bachyper.

Grand Final Kontes Primadona Pantura MNCTV 2024 menjadi tempat beradu bagi Fazria (Sidoarjo), Lova (Sidoarjo) dan Silvi (Pasuruan). Dibuka dengan penampilan kolaborasi antara grand finalis bersama bintang tamu Armada band dan alumni primadona.

Grand finalis pertama yang tampil adalah Silvi (Pasuruan) menyanyikan tembang Hareudang/Tarik Mang/Cinderella berkolaborasi dengan alumni primadona Lala, dan diiringi aksi panggung Takupaz dancer.Penampilan kedua, Fazria (Sidoarjo) berkolaborasi dengan sang jura primadona di tahun lalu yaitu Fey menyanyikan lagu Goyang Heboh/Sir Gobang Gosir/Sedap Betul dengan Bachyper sebagai penari latar.

Kemudian di penampilan terakhir ada Lova (Sidoarjo) berkolaborasi dengan Mulyadi and the genks dan Kiky primadona membawakan Seribu Alasan/Pacar 5 Langkah/ Ini Rindu.

Setelah melalui perjalanan yang begitu panjang di Kontes Primadona Pantura, Fazria (Sidoarjo) keluar sebagai juara 1. Diikuti oleh Silvi (Pasuruan) di posisi ke -2, dan Lova (Sidoarjo) di juara 3. Fazria berhasil membawa pulang uang sejumlah 75 juta rupiah, Silvi 50 juta rupiah, dan Lova sejumlah 25 juta rupiah.

Selama bulan Ramadan, untuk menemani waktu berbuka puasa dapat menyaksikan program DMD Panggung Rezeki setiap Jumat, pukul 21.15 WIB.

Follow akun TikTok dan Instagram @officialmnctv untuk mendapatkan update terbaru dan konten – konten yang menarik seputar program-program MNCTV. Seluruh program-program MNCTV bisa disaksikan di aplikasi RCTI+ atau di www.rctiplus.com.

APH Soroti Dugaan Penggelembungan Suara DPR RI di Aceh Timur

0
Ilustrasi politik uang. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Aparat penegak hukum (APH) mulai menyoroti dugaan penggelembungan suara dan politik uang yang melibatkan calon legislatif (caleg) DPR RI Dapil Aceh II di Aceh Timur.

Kabarnya Aparat Penegak Hukum sedang melirik  pengelumbungan puluhan ribu suara dan politik uang yang berjumlah milyar rupiah ini untuk memenagkan caleg dan partai tertentu pada pemilu 2024.

Bahkan Informasi tersebut beredar dari mulut ke mulut di sejumlah kalangan masyarakat dan politisi di Aceh. Menurut informasi yang diperoleh media ini dari salah satu aparat penegak hukum di Aceh, membenarkan bahwa pelanggaran pemilu dan praktik rasuah ini  sedang diendus aparat penegak hukum .

“Ya benar bahwa aparat penegak hukum kini sedang melakukan penyelidikan terkait isu politik uang dalam penggelembungan untuk suara partai politik tertentu,” kata anggota penegak hukum yang tidak ingin disebut namanya, Sabtu (9/3/2024).

Sumber yang sama juga mengungkapkan bahwa pelanggaran pemilu dan dugaan politik uang ini diduga melibatkan campur tangan politisi dari partai tertentu, bahkan melibatkan mantan pejabat dan oknum penyelenggara pemilu 2024.

Dugaan pelanggaran  ini juga diperkuat oleh temuan Panwaslih Kabupaten Aceh Timur. Dalam suratnya bernomor 240/PM.00.02/K.AC-10/03/2024, Panwaslih menemukan ketidaksesuaian data D-Hasil Kabupaten Aceh Timur dengan data D-Hasil Kecamatan setelah Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu Tahun 2024.

Karena itu Panwaslih Aceh Timur  menyampaikan  rekomendasi untuk dilakukan perbaikan terlebih dahulu ditingkat Kabupaten Aceh Timur sebelum dilaksanakan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu Tahun 2024 di tingkat Provinsi untuk Kabupaten Aceh Timur.

Sementara Bawaslu Provinsi Aceh, berdasarkan surat Nomor;38/PM.00.01/K.AC/03/2024,Tanggal 7 Maret 2024 tentang saran Perbaikan yang ditujukan kepada KIP Aceh.

Disebutkan, ada sejumlah dasar hukum yang dilanggar, Salah satunya adalah Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 5 Tahun 2024 tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan Umum, Intruksi Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pengawasan Tahapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu Tahun 2024 

“Di Aceh Timur kabar itu sudah menjadi rahasia umum. Semoga aparat penegak hukum melakukan tindakan hukum,” kata salah seorang narasumber.

Kasus dugaan pelanggaran pemilu ini turut menjadi atensi berbagi Kalangan tak kecuali  Masyarakat Transparasi Aceh (MaTA) yang tergabung pada Koalisi Masyarakat Sipil Aceh ikut menanggapi dugaan kecurangan pemilu ini

Koordinator MaTA  Alfian menilai, sangat penting bagi KIP Aceh untuk memastikan rekomendasi Bawaslu wajib dilaksanakan sehingga tidak menjadi pindana pemilu. kemudian kewibawaan lembaga KIP terjaga dari kepercayaan publik. 

Alfian mengungkapkan,Berdasarkan pada  lampiran surat bawaslu yang bernomor, 240/PM.0.0.02/K. AC-10/03/2024 terjadi perbedaan suara hasil pleno tingkat kecamatan jauh berbeda setelah pleno dilevel Kabupaten, seperti yang terjadi pada caleg DPR RI, D- Hasil Kecamatan sebanyak 3669 dan kemudian di D-Hasil KABKO-DPR RI sudah 34292 suara. 

“Nah, yang menjadi pertanyaanya kemudian dari mana suara tersebut diperoleh oleh KIP sehingga terjadi pengelembungan luar biasa besar,” sebut Alfian. 

Menurutnya Praktek kecurangan dengan modus pengelembungan dan penurunan suara kerap terjadi pada pemilu 2024 dan praktek tersebut tidak hanya diperbaiki akan tetapi mengarah kepidana pemilu maka bagi KIP dan Bawaslu dapat menyelesaikan secara pidana juga. perbaikan saja tidak cukup dan aturan juga sudah memandatkan untuk jalur pidana. 

“Penyelesaian atas kucurangan yang berupa pengelembungan dan penurunan suara wajib di tindak lanjuti baik oleh Bawaslu maupun pihak KIP sehingga lembaga penyelenggara tidak mudah disertir oleh pemilik modal sehingga memiliki wibawa dan perlu bersih dari orang orang yang bermental korup,” ujarnya.

“Seharusnya Penyelenggara KIP saat ini menjadi rujukan, kalau mereka selaku penyelenggara bermental integritas dan bukan difisit moral maka pemilukada kedepan akan lebih baik. tapi sebaliknya kalau kecurangan yang telah terjadi tidak di bersihkan maka menjadi ancaman demokrasi terutama masa pemilukada nanti,” ungkap Alfian. []

BPOM Aceh akan Kawal Pangan Aman Selama Ramadan 1445 H

0
Ilustrasi pangan. (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BPOM Aceh) menyatakan akan mengawal pangan agar aman selama bulan suci Ramadan agar masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPOM Aceh, Yudi Noviandi saat menggelar tausiah dan doa bersama memperingati isra miraj Nabi Muhammad SAW serta menyambut bulan suci Ramadan 1445 hijriah, Jumat (8/3/2024).

“Sebagai pegawai Badan POM, kita harus mengedepankan ibadah di bulan Ramadan dengan selalu siap mengawal keamanan dan mutu obat dan makanan agar seluruh masyarakat terutama di Aceh dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman,” ujar Yudi Noviandi, Jumat (8/3/2024).

Sementara itu, Ustad Abizal Muhammad Yati dalam tausiahnya menyampaikan bahwa isra miraj merupakan momen bertemunya Nabi Muhammad SAW dengan Allah SWT demi memperjuangkan salat. Dan bagi yang mengerjakan salat wajib di bulan Ramadan itu nilai pahalanya 70 kali dibandingkan dengan yang dikerjakan di luar bulan Ramadan.

“Dan siapa yang mengerjakan hal-hal sunah di bulan Ramadan akan sama nilainya seperti mengerjakan yang wajib di luar bulan puasa,” ujarnya.

Reporter: Sammy

2.389 Wisman Kunjungi Aceh pada Januari 2024

0
Ilustrasi wisman. (Foto: Antara)

Nukilan.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh menyebutkan wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Aceh pada Januari 2024 mencapai 2.389 orang.

Sementara tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Aceh pada Januari 2024 mencapai 24,23 persen. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 11,74 persen jika dibandingkan dengan Desember 2023.

Dilansir dari laman resmi BPS Aceh, wisman yang berkunjung ke Aceh berasal dari Malaysia sebanyak 1.867 orang, Australia 65 orang, Perancis 34 orang, Belanda 25 orang, dan Singapura 22 orang.

Selanjutnya dari Inggris 22 orang, Thailand 22 orang, Jerman 19 orang, Amerika Serikat 14 orang, Selandia 3 orang, dan lainnya sebanyak 296 orang.

Sementara itu, TPK hotel berbintang selama bulan Januari 2024 di Aceh mencapai 24,23 persen atau turun 11,74 dibandingkan dengan Desember 2023. Rata-rata lama menginap warga asing selama Januari 2024 yaitu 1,37 hari di hotel berbintang dan 1,29 hari di akomodasi lainnya. Sedangkan rata-rata lama menginap warga Indonesia di hotel berbintang yaitu 1,68 hari dan 1,22 di akomodasi lainnya.

Reporter: Sammy

Pelaku Usaha Sambut Positif Pemerintah Aceh Mewajibkan Pelaku Usaha Miliki Sertifikat Halal

0
Pelaku Usaha di Kota Banda Aceh. (Foto: Akil Rahmatillah)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh mengingatkan para pelaku usaha skala besar hingga UMKM bahwa batas akhir kewajiban sertifikasi halal adalah 17 Oktober 2024. Hal ini sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2021.

Kewajiban sertifikasi halal sampai 17 Oktober 2024 akan dimulai untuk produk makanan, minuman, hasil sembelihan dan jasa penyembelihan, bahan baku, bahan tambahan pangan, dan bahan penolong untuk produk makanan dan minuman.

Menyikapi kebijakan tersebut, sejumlah pelaku usaha memberikan berbagai tanggapan. Mereka mengungkapkan pemikiran mereka terkait dampak dan tantangan yang mungkin dihadapi dengan penerapan peraturan baru ini.

Salah satu pelaku usaha, Ahmad Firmansyah, pemilik warung makan di kawasan pusat Kota Banda Aceh, menyambut baik kebijakan tersebut. Ia mengatakan, ini langkah yang positif karena dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dia jual.

“Saya melihat ini sebagai langkah yang positif untuk memastikan produk yang kami jual sesuai dengan prinsip agama,” ungkapnya.

Sementara itu, Setiawan, pemilik sebuah toko roti di Banda Aceh, mengatakan masih kurangnya informasi yang disampaikan pemerintah terkait prosedur dan biaya pengurusan sertifikat halal. “Kami membutuhkan kejelasan dari pemerintah terkait langkah-langkah untuk memperoleh sertifikat halal ini,” ujarnya.

Setiawan menambahkan, semakin jelas informasi yang diberikan oleh pemerintah, maka semakin mudah bagi pelaku usaha untuk mengikutinya.

Di sisi lain, Kasandra, pemilik usaha minuman, mengatakan bahwa peraturan ini seharusnya didukung dengan peningkatan kualitas layanan dari lembaga sertifikasi halal.

Kasandra berharap lembaga sertifikasi halal dapat memberikan pelayanan yang cepat dan efisien sehingga proses pengurusan sertifikat dapat berjalan lancer.

”Saya berharap pelayanannya tidak bertele-tele sehingga tidak memakan waktu yang terlalu lama,” katanya.

Dengan beragam tanggapan dari pelaku usaha tersebut, mereka secara umum sepakat bahwa langkah ini merupakan upaya yang positif dalam meningkatkan kualitas produk dan kepercayaan konsumen.

Seiring waktu, diharapkan adanya pembenahan dan dukungan yang lebih besar dari pemerintah untuk memastikan kelancaran implementasi kebijakan ini serta meminimalisir dampak negatif yang mungkin timbul bagi pelaku usaha, khususnya yang bergerak dalam skala kecil.

Reporter: Akil Rahmatillah

Komentar Anak Muda Aceh Terkait Menurunnya Angka Pernikahan di Indonesia

0
Ilustrasi Pernikahan. (Foto: Google)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Data terbaru yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap bukti bahwa semakin banyak warga Indonesia yang malas menikah.

Menurut Laporan Statistik Indonesia 2024, ada tren penurunan jumlah perkawinan yang cukup signifikan dalam enam tahun terakhir. Namun, penurunan paling drastis terjadi dalam tiga tahun terakhir. Dari tahun 2021 hingga 2023, angka pernikahan di Indonesia menyusut sebanyak 2 juta.

Provinsi DKI Jakarta, Aceh, dan Sumatera Utara, tercatat sebagai provinsi yang anak mudanya paling banyak menunda pernikahan.

Melihat fenomena tersebut, Nukilan mencoba untuk melakukan wawancara dengan pemuda pemudi Aceh. Dalam sebuah wawancara di Banda Aceh, tiga pemuda pemudi Aceh memberikan komentar-komentar tajam terhadap perubahan perilaku masyarakat terkait institusi pernikahan.

Salah satu narasumber, Geubrina, mengatakan, penurunan angka pernikahan ini merupakan refleksi dari perubahan nilai dan pola pikir generasi muda saat ini. Ia mengungkapkan banyak anak muda lebih memilih untuk fokus pada karier dan pengembangan diri daripada terburu-buru menikah.

“Banyak teman-teman saya yang lebih memilih fokus pada karier dan pendidikan, sehingga menunda pernikahan,” ujar Geubrina kepada Nukilan, Jumat, (8/3/2024).

Pendapat yang senada juga disampaikan oleh Fadli, yang mengatakan pentingnya pendidikan dan kemandirian ekonomi sebelum menikah.

Menurut Fadli, ekonomi menjadi faktor utama penurunan angka pernikahan. Biaya hidup semakin tinggi, dan banyak pemuda yang merasa sulit untuk memenuhi tuntutan finansial dalam pernikahan.

“Ini menjadi hambatan utama bagi kami yang ingin menikah,” kata Fadli.

Sementara itu, Zulfikar, menyoroti perubahan pola hubungan interpersonal di era digital ini. Zulfikar mengakui kemajuan teknologi dan media sosial telah mengubah cara anak muda berinteraksi dan membangun hubungan. Ia berujar banyak anak muda lebih memilih untuk membangun koneksi emosional melalui media sosial.

“Saya melihat bahwa banyak pemuda terlalu terpaku pada media sosial, ini tentu dapat mempengaruhi kemauan untuk membina hubungan serius,” ungkap Zulfikar.

Komentar dari pemuda pemudi Aceh tersebut mencerminkan kompleksitas dan perubahan nilai-nilai sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Aceh dan Indonesia pada umumnya.

Meskipun berbeda-beda dalam sudut pandang, ketiga narasumber sepakat bahwa perlu adanya langkah-langkah lebih lanjut untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh generasi muda dalam memutuskan untuk menikah.

Reporter: Akil Rahmatillah

Kota Banda Aceh Kembali Raih Piala Adipura 2023, Warga Berikan Apresiasi Hingga Kritikan

0
Ilustrasi Piala Adipura. (Foto: tunashijau.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kota Banda Aceh kembali menerima Piala Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Penghargaan diberikan karena sepanjang 2023, Pemerintah Kota Banda Aceh dinilai berhasil dalam mengelola kebersihan dan lingkungan hidup wilayahnya.

Penghargaan ini menjadi suatu pencapaian yang membanggakan bagi warga dan pemerintah setempat. Namun, di balik sorotan positif tersebut, terdapat kritikan dan apresiasi yang beragam dari warga setempat.

Dalam wawancara dengan Nukilan, sejumlah warga Banda Aceh memberikan pandangan mereka terkait penghargaan tersebut.

Nurul Hasan, seorang pensiunan yang telah lama tinggal di Banda Aceh, menyambut baik prestasi tersebut. Dia menyatakan, penghargaan tersebut merupakan pencapaian yang membanggakan bagi semua warga Banda Aceh.

“Ini menunjukkan komitmen kita untuk menjaga kebersihan dan keindahan kota kita. Saya berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi kita untuk terus menjaga lingkungan kita,” ujar Nurul Hasan kepada Nukilan, Jumat, (8/3/2024).

Hal senada juga diungkapkan Ahmad Yani, seorang pedagang di salah satu pasar tradisional di Banda Aceh, mengapresiasi upaya pemerintah dalam menjaga kebersihan kota. Dia menyatakan, Prestasi tersebut tidak terlepas dari kerja keras pemerintah dan warga dalam menjaga kebersihan dan ketertiban kota.

“Saya berharap ini bukan hanya sekadar pencapaian sementara, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk menjadikan Banda Aceh sebagai contoh dalam pengelolaan lingkungan,” ujarnya.

Hal berbeda coba diungkapkan Siti Aisyah, seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Banda Aceh, menunjukkan kritik terhadap prestasi ini. Ia mengaku meskipun Kota Banda Aceh meraih Piala Adipura, tapi masih memiliki banyak masalah lingkungan yang belum terselesaikan sepenuhnya.

“Sampah masih menjadi masalah besar di beberapa sudut kota,” kata Siti Aisyah.

Siti Aisyah juga menambahkan, perlunya meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga dalam menjaga kebersihan, agar tidak hanya sekadar memenangkan penghargaan, tetapi juga memiliki kualitas lingkungan yang baik secara berkelanjutan.

“Masih diperlukan partisipasi warga, agar kualitas lingkungan jadi lebih baik,” tambahnya.

Warga lainnya, Fatimah, seorang aktivis lingkungan yang aktif di berbagai kampanye kebersihan, menyuarakan keprihatinannya. Menurut Fatimah, penghargaan tersebut seharusnya tidak membuat warga terlena. Masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus diselesaikan dalam menjaga lingkungan.

“Mulai dari pengelolaan sampah yang lebih baik hingga perlindungan ekosistem alam. Kita tidak boleh berhenti bergerak hanya karena mendapat penghargaan, melainkan harus terus berupaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup kita,” ujar Fatimah.

Dengan berbagai tanggapan dari masyarakat, terlihat bahwa prestasi meraih Piala Adipura 2023 oleh Kota Banda Aceh menjadi momen refleksi untuk terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan dan kebersihan kota secara berkelanjutan.

Semua pihak sepakat bahwa prestasi ini harus dijadikan sebagai motivasi untuk terus bergerak menuju kota yang lebih bersih dan lestari.

Reporter: Akil Rahmatillah

Buntut Pengesahan APBA, Puluhan Mahasiswa Tuntut Copot Sekda Aceh

0
Massa KMP saat aksi di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, pada Jum'at 8 Maret 2024. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Pemuda Mahasiswa Aceh (KPMA) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, pada Jum’at (8/3/2024).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh yang belum mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2024.

Penanggung jawab aksi, Marisi Saputra, mengatakan bahwa pihaknya menuntut pencopotan Sekda Aceh karena dianggap tidak mampu mengesahkan APBA dan tidak mampu berkolaborasi dengan DPR Aceh sehingga APBA 2024 belum disahkan.

Marisi menduga ada permainan di balik lambatnya pengesahan APBA. Ia menduga ada kongkalikong antara Sekda dan DPR Aceh sehingga APBA tidak kunjung disahkan.

“Kerena tahun sebelumnya APBA itu terealisasi tidak ada hambatan. Maka hari ini kami meminta kepada Presiden dan Kemendagri untuk mencopot Sekda Aceh,” tegasnya.

Marisi juga mengatakan bahwa lambatnya pengesahan APBA berdampak pada masyarakat Aceh, terutama bagi masyarakat di pelosok desa yang belum merasakan manfaat APBA.

“Masyarakat Aceh di pelosok sana masih banyak yang belum merasakan APBA ini. Mereka sangat tertindas jika APBA tidak disahkan,” ujar Marisi.

KPMA juga memberikan ultimatum kepada Sekda dan DPR Aceh untuk segera mengesahkan APBA. Jika tidak ada tanggapan dalam beberapa hari ke depan, KPMA akan kembali turun ke jalan untuk menuntut hak-hak masyarakat Aceh.

“Walaupun bulan puasa, kami tetap akan memperjuangkan hak-hak masyarakat Aceh,” tegas Marisi.

Reporter: Rezi

Sambut Ramadhan 1445H, Ribuan Santri dan Warga di Aceh Barat Ikuti Pawai Tarhib

0
Pawai Tarhib di Meulaboh Aceh Barat. (Foto: Adwina)

NUKILAN.id | Meulaboh – Menyambut bulan suci Ramadhan 1445H /2024M, Ribuan warga Kabupaten Aceh Barat yang terdiri dari pelajar, santri, mahasiswa dan berbagai unsur lainnya turun ke jalan meramaikan pawai tarhib dengan titik kumpul di Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh, Kamis, 7 Maret 2024.

Pawai dilakukan sebagai bentuk penyambutan masyarakat atas datangnya bulan Ramadhan yang hanya tinggal menghitung hari. Pawai tarhib ini diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Aceh Barat.

Pantauan Nukilan.id, pawai dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Para peserta yang berjumlah lebih dari 5.300 ini dimulai dari Masjid Agung Baitul Makmur menuju ke Jalan Swadaya dan memutar balik ke Jalan Gajah Mada hingga kembali ke tempat semula. Iring-iringan pawai taaruf, dilepas langsung oleh Pj Bupati Aceh Barat, Mahdi Efendi.

Peserta yang terdiri dari santriwan-santriwati. siswa-siswi, mahasiswa dan masyarakat berjalan kaki dengan jarak tempuh 3 kilometer mengitari kota.

Kepala Kankemenag Aceh Barat, H Abrar ZYM dalam kesempatannya mengatakan, tujuan diadakannya pawai tersebut agar seluruh masyarakat dapat bersemangat meningkatkan ketakwaannya kepada Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di bulan suci Ramadhan.

“Tujuan pertama adalah bagaimana anak-anak kita bisa selalu mencintai Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW serta merindukan bulan Ramadhan, kemudian mendidik anak-anak kita menjadi anak yang takwa,” katanya.

Menurut Abrar, pentingnya mendidik anak sejak dini, sebab saat ini dunia sedang berada di era modern 5.0, zaman serba digital. “Jadi kita juga perlu mengingatkan kepada anak-anak kita, lewat pawai ini bagaimana anak-anak kita tidak melupakan cara tradisional dalam menyambut bulan suci Ramadhan,” ujarnya.

Sementara Ketua Panitia pawai tarhib 1 Ramadhan, Faisal, menyebutkan pelaksanaan pawai ini, untuk membawa pesan-pesan penting agar anak-anak dan masyarakat yang mengikuti pawai dapat memberitahukan kepada keluarganya betapa pentingnya menjaga akhlak di bulan Ramadhan.

“Melalui pawai yang diikuti 5.300 peserta ini, kita berharap kepada seluruh masyarakat, terutama santri, siswa dapat mempersiapkan akhlak yang baik, meningkatkan keimanan di bulan Ramadhan nanti. Panitia juga menilai setiap regu pawai,” imbuhnya.

Adapun juara 1 dalam pawai Tarhib Ramadhan yaitu MAN 1 Aceh Barat, juara 2 diraih oleh Dayah Ruhul Qur’ani (RQ) dan Juara 3 diraih oleh Dayah Zainatul Ulum (ZUDI).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Anggota DPRD Kabupaten Aceh Barat, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Aceh Barat, Ketua MPU Aceh Barat, Ketua berbagai Organisasi Muslim dan Muslimah di Kabupaten Aceh Barat, serta tamu undangan lainnya. (AP)

Reporter: Adwina