Beranda blog Halaman 1258

Selama Ramadan, ASN Absen Jam 08.00 dan Pulang Pukul 15.00

0
Ilustrasi ASN. (Foto: kabar24.bisnis.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Jadwal kerja ASN selama bulan Ramadan sedikit mengalami perbedaan daripada sebelumnya. Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) telah menetapkan aturan jam kerja bagi pegawai ASN selama bulan suci Ramadan 1445 Hijriah tahun 2024.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 21 Tahun 2023 tentang Hari dan Jam Kerja Instansi Pemerintah dan Pegawai Aparatur Sipil Negara. Berbeda dengan tahun lalu, kali ini aturannya tidak melalui surat edaran (SE).

“Kalau dulu setiap tahunnya kami selalu mengeluarkan surat edaran, tapi sekarang tidak lagi karena pengaturan jam kerja ASN selama Ramadan terakomodir di Perpres No. 21/2023,” ujar MenPAN-RB Abdullah Azwar Anas pada Minggu (10/3/2024).

Jika merujuk pada Perpes tersebut, maka bisa dilihat bahwa jam kerja ASN di bulan Ramadan hanya sebanyak 32 jam 30 menit dalam 1 minggu, ini tidak termasuk jam istirahat.

Selain itu, dalam aturan juga disebutkan bahwa untuk istirahat di hari Jumat selama 60 menit, selain hari Jumat selama 30 menit.

“Jam Kerja Instansi Pemerintah dan Jam Kerja Pegawai ASN di bulan Ramadan sebanyak 32 (tiga puluh dua) jam 30 (tiga puluh) menit dalam 1 (satu) minggu tidak termasuk jam istirahat,” demikian bunyi Pasal 4 Ayat (2) Perpres Nomor 21 Tahun 2023.

Aturan jam kerja ASN

Kemudian jika merujuk pada atusan yang tertulis, maka dapat diketahui bahwa jam kerja ASN akan dimulai pukul 08.00 pagi WIB. Aturan ini berlaku bagi semua ASN, baik yang berkeja di instansi pusat dan instansi daerah.

“Jam Kerja lnstansi Pemerintah di bulan Ramadan sebagaimana dimaksud pada ayat (21 dimulai pukul 08.00 zona waktu setempat,” demikian bunyi Pasal 4 Ayat (4) Perpres Nomor 21 Tahun 2023.

Untuk instansi yang menerapkan ketentuan selain 5 hari kerja dalam 1 minggu harus menyesuaikan ketentuan dalam Perpres tersebut paling lama 1 tahun sejak diundangkan.

Rincian jamnya ditetapkan PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian) atau pimpinan instansi. Dalam Perpres tersebut juga tertulis jumlah hari kerja dan/atau jam kerja dapat diubah apabila terdapat kebijakan Presiden terkait hari libur nasional, cuti bersama yang bersifat nasional, dan kebijakan yang disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berikut adalah jam kerja ASN selama Ramadan

Senin-Kamis Jam Kerja 08.00 sampai 15.00 WIB dengan waktu istirahat 30 menit

Jumat Jam 08.00 sampai 15.00 WIB dengan waktu istirahat 60 menit.

Sumber: kabar24.bisnis.com

Jelang Salat Tarawih Malam Pertama, Jamaah Padati Masjid Oman Al-Makmur Banda Aceh

0
Jamaah padati Masjid Oman Al-Makmur Jelang Salat Malam. (Foto: Nukilan/Akil)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Masjid Oman Al-Makmur, Kota Banda Aceh mulai menggelar salat tarawih berjemaah di malam pertama bulan Ramadhan 1445 H, Senin, (11/3/2024) malam. Masjid yang terletak di kawasan Lampriet ini, mulai dipadati oleh umat muslim.

Dari pantauan Nukilan, warga sudah mulai berdatangan ke Masjid Oman sejak pukul 19.30 WIB. Mereka berbondong-bondong datang dengan sanak keluarga maupun sahabatnya.

Terpantau, beberapa warga sudah memasuki area dalam masjid tatkala kumandang adzan maghrib bergema.

Dengan khusyuk, mereka nampak merapalkan doa dan fokus pada gerakan salat. Setelah salat, sebagian para jemaah, langsung keluar masjid dan sebagian lainnya tampak ada yang tengah mengaji dan berzikir.

Untuk diketahui, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan awal Ramadan 1445 H jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024. Keputusan ini disampaikan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas seusai Sidang Isbat Awal Ramadan 1445 Hijriah di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu, (10/3/2024).

“Berdasarkan hisab posisi hilal tidak memenuhi kriteria MABIMS. Sidang isbat menetapkan secara mufakat bahwa 1 Ramadan 1445 H jatuh pada hari Selasa, 12 Maret 2024,” kata Menag Yaqut Cholil Qoumas.

Reporter: Akil Rahmatillah

Kenapa Perlu Sidang Isbat Awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah? Ini Penjelasan Kemenag

0
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib. (Foto: kemenag.go.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kementerian Agama rutin menggelar sidang isbat (penetapan) awal Ramadan, Syawwal, dan Zulhijjah. Hal ini sudah berlangsung sejak dekade 1950-an, sebagian sumber menyebut tahun 1962. Hasil sidang isbat diumumkan oleh Menteri Agama dan itu menjadi momen yang ditunggu masyarakat.

Dalam perkembangan selanjutnya, MUI menerbitkan Keputusan Fatwa No 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah. Fatwa itu salah satunya memutuskan bahwa penetapan awal Ramadan, Syawwal, dan Dzulhijjah dilakukan berdasarkan metode rukyah dan hisab oleh Pemerintah RI cq. Menteri Agama dan berlaku secara nasional.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Agama Republik Indonesia, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais-Binsyar) Ditjen Bimas Islam, Adib, menjelaskan sidang isbat penting dilakukan karena Indonesia bukan negara agama, bukan juga negara sekuler. Indonesia tidak bisa menyerahkan urusan agama sepenuhnya kepada orang per orang atau golongan.

Sidang isbat penting dilakukan karena ada banyak organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam di Indonesia yang juga memiliki metode dan standar masing-masing dalam penetapan awal bulan Hijriyah. Tidak jarang pandangan satu dengan lainnya berbeda, seiring dengan adanya perbedaan mazhab serta metode yang digunakan. Sidang isbat menjadi forum, wadah, sekaligus mekanisme pengambilan keputusan.

“Sidang isbat dibutuhkan sebagai forum bersama mengambil keputusan. Ini diperlukan sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan acuan bagi umat Islam untuk mengawali puasa Ramadan dan berlebaran,” ujar Adib di Jakarta, Jumat (8/3/2024).

Dalam prosesnya, sidang isbat menjadi forum musyawarah para ulama, pakar astronomi, ahli ilmu falak dari berbagai ormas Islam, termasuk instansi terkait dalam menentukan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Sidang ini dihadiri juga Duta Besar Negara Sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Perwakilan Mahkamah Agung, Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Perwakilan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Perwakilan Badan Informasi Geospasial (BIG), Perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Perwakilan Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Perwakilan Planetarium Jakarta, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, dan Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Islam dan Pondok Pesantren.

“Hasil musyawarah dalam sidang isbat ditetapkan oleh Menteri Agama agar mendapatkan kekuatan hukum. Jadi bukan pemerintah yang menentukan jatuhnya awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Pemerintah hanya menetapkan hasil musyawarah para pihak yang terlibat dalam sidang isbat,” sebut Adib.

Sidang Isbat penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah, kata Adib, bukan hanya dilakukan Indonesia saja. Negara-negara Arab juga melakukan isbat setelah mendapatkan laporan rukyat dari lembaga resmi pemerintah atau perseorangan yang sudah terverifikasi dan dinyatakan sah oleh Majlis Hakim Tingginya. Bedanya, Indonesia menggunakan mekanisme musyawarah dengan seluruh peserta sidang isbat.

“Inilah yang menjadi nilai lebih bahwa keputusan diambil bersama, nilai-nilai demokrasi sangat tampak dengan kehadiran seluruh ormas yang hadir pada saat sidang isbat,” tegas Adib.

Adib menegaskan bahwa peran pemerintah dalam proses sidang isbat adalah fasilitator ormas Islam dan para pihak untuk bermusyawarah. Hasil sidang isbat kemudian diterbitkan dalam bentuk Keputusan Menteri Agama agar mempunyai kekuatan hukum yang dapat dipedomani masyarakat.

“Sidang isbat mengingatkan kita semua akan pentingnya menyatukan langkah dalam menjalankan ibadah dan memperkuat hubungan bersama dengan Allah, dengan tetap mengedepankan toleransi dan sikap saling menghormati atas beragam keputusan yang ada,” tandasnya.

Sumber: kemenag.go.id

Beda Awal Puasa, Kemenag: Kedepankan Dialog dan Saling Menghormati

0
Juru Bicara Kementerian Agama, Anna Hasbie. (Foto: Kemenag.go.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kementerian Agama mengimbau masyarakat untuk mengedepankan sikap saling menghormati terhadap perbedaan awal puasa Ramadan 1445 H/2024 M. Selain itu, dialog para pihak juga patut dikedepankan untuk bisa memahami dan saling berbagi informasi terkait argumentasi masing-masing dalam mengawali ibadah puasa.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Agama Republik Indonesia, pesan ini disampaikan Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie berkenaan dengan adanya perbedaan awal puasa Ramadan 1445 H/2024 M.

Puasa Ramadan 1445 H/2024 M di Indonesia dipastikan tidak diawali secara bersama-sama.

Mayoritas umat Islam akan mengawali puasa Ramadan 1445 H pada 11 dan atau 12 Maret. Majelis Tarjih Pengurus Pusat Muhammadiyah sudah mengumumkan awal puasa Ramadan pada 11 Maret 2024. Sementara Pemerintah baru akan menggelar sidang isbat awal Ramadan 1445 H pada 10 Maret 2024. Sidang akan memutuskan apakah puasa Ramadan tahun ini akan dimulai pada 11 atau 12 Maret.

Namun demikian, ada kelompok jemaah yang sudah mulai puasa pada 7 Maret. Ada juga yang akan mulai berpuasa pada 10 Maret. “Kita hormati pilihan dan keyakinan umat Islam dalam mengawali puasa Ramadan 1445 H/2024 M. Sikap saling menghormati perlu dikedepankan dalam menyikapi perbedaan,” sebut Anna di Jakarta, Jumat (8/3/2024).

Dalam semangat saling menghormati itu, kata Anna, ruang dialog tetap harus dibuka. Sebab, ilmu pengetahuan sudah semakin maju dan berkembang, termasuk terkait astronomi. Penentuan awal bulan Hijriyah bisa didekati secara empiris melalui hisab dan atau rukyatul hilal, tidak semata berdasar keyakinan spiritual semata. Sehingga, argumentasinya juga ilmiah.

“Kemenag terus membuka ruang dialog dan diskusi terkait penentuan awal Ramadan. Dari situ diharapkan akan terjadi proses tukar informasi dan pemahaman terkait pilihan dalam mengawali puasa Ramadan,” sambungnya.

Muhammadiyah, misalnya, menetapkan Ramadan pada 11 Maret karena argumentasi hisab _wujudul hilal_. Pemerintah menggunakan pendekatan Hisab sebagai informasi awal dan Rukyatul Hilal sebagai konfirmasi.

“Bagaimana argumentasi awal Ramadan 1445 H pada 7 Maret atau 10 Maret? Kita bisa diskusikan agar bisa saling memberikan pemahaman,” sebut Anna.

Hal yang tidak kalah penting, lanjut Anna, adalah bagaimana umat Islam mengisi syiar Ramadan dengan tetap menjaga kekhusyukan dan kekhidmatan. Ikhtiar yang bisa dilakukan adalah dengan memedomani Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala. Misalnya, volume pengeras suara diatur sesuai dengan kebutuhan, dan paling besar 100 dB (seratus decibel).

“Edaran juga mengatur bahwa penggunaan pengeras suara di bulan Ramadan, baik dalam pelaksanaan Salat Tarawih, ceramah/kajian Ramadan, dan tadarrus Al-Qur’an menggunakan Pengeras Suara Dalam,” ujarnya.

“Sementara untuk takbir Idulfitri di masjid/musala dapat dilakukan dengan menggunakan Pengeras Suara Luar sampai dengan pukul 22.00 waktu setempat dan dapat dilanjutkan dengan Pengeras Suara Dalam,” tandasnya.

Sumber: kemenag.go.id

Sampah Ditinggalkan Sembarangan di Pinggiran Sungai Krueng Cut, Pengunjung Diingatkan untuk Bertanggung Jawab

0
Sampah bertebaran di pinggiran sungai krueng cut. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kawasan pinggiran Sungai Krueng Cut, Alu Naga, yang seharusnya menjadi tempat bersantai sambal menikmati senja yang indah, kembali menjadi sorotan karena tingginya jumlah sampah yang ditinggalkan oleh para pengunjung. Sampah-sampah tersebut ditemukan berserakan di sepanjang pinggiran sungai, menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan hidup.

Keberadaan sampah di pinggiran sungai dapat merusak estetika alam dan kenyamanan warga yang bersantai di sore hari. Narasumber lokal memperingatkan bahwa perilaku sembrono dalam membuang sampah dapat menyebabkan ketidaknyamanan pengunjung.

Menanggapi masalah ini, kami berbicara dengan beberapa warga yang baru saja menikmati senja di kawasan Alu Naga. Mereka dengan lugas mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap perilaku sembrono sesama pengunjung.

“Kami datang ke sini untuk menikmati sunset, bukan untuk menyumbangkan sampah,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya pada Senin, (11/3/2024) sore.

“Saya harap orang-orang dapat lebih sadar akan dampak buruk yang ditimbulkan oleh perbuatan sembrono ini,” lanjutnya.

Warga yang lain menambahkan, Pemerintah Kota Banda Aceh seharusnya lebih ketat dalam mengawasi dan memberikan sanksi bagi pelanggar yang membuang sampah sembarangan.

“Edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan juga harus ditingkatkan,” katanya.

Masalah sampah di pinggiran Sungai Krueng Cut, Alu Naga bukanlah hal baru. Pihak berwenang diminta untuk mengambil tindakan preventif yang lebih serius untuk menangani permasalahan ini sebelum situasi semakin memburuk.

Saat ini, komunitas lokal dan organisasi lingkungan sering melakukan kegiatan pembersihan bersama untuk membersihkan sampah-sampah yang mengotori sungai. Semua pihak, baik pengunjung maupun pemerintah setempat, diharapkan dapat bekerja sama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam pinggiran sungai Krueng Cut, Alu Naga.

Reporter: Akil Rahmatillah

Bitcoin Tembus Rp 1 M, 5 Altcoin Ini Ikut Terbang

0
Ilustrasi Bitcoin. (Foto: Indotrend)

NUKILAN.id | Jakarta – Pasar kripto belakangan ini sedang menarik perhatian begitu besar. Terjadi tren bullish yang membuat aset-aset kripto terbang. Seperti Bitcoin yang mencatatkan rekor baru setelah menembus level Rp 1 milliar pada Senin (4/3) lalu.

Dikutip dari laman detikFinance, Akibat kenaikan tersebut, terpantau banyak altcoin bahkan memecoin yang mengekor penguatan Bitcoin sehingga pasar kripto terpantau bullish.

CEO Bittime Ryan Lymn mengatakan kondisi bullish didefinisikan sebagai periode ketika sebagian besar permintaan investor melebihi pasokan, kepercayaan pasar mencapai puncaknya, dan harga naik.

“Jika di pasar kita menyaksikan harga naik dengan cepat, ini bisa menjadi tanda bahwa mayoritas investor menjadi bullish dan optimistis mengenai kenaikan harga lebih lanjut. Bitcoin halving tampaknya bakal memicu kenaikan berikutnya di tahun 2024,” terangnya dalam keterangan resmi, Minggu (10/3/2024).

Ia menjelaskan, berinvestasi pada altcoin terbaik dapat bermanfaat karena menciptakan diversifikasi portofolio dan potensi keuntungan yang lebih tinggi. Namun, penting untuk melihat lanskap altcoin dengan hati-hati dan melakukan penelitian yang menyeluruh.

“Memahami tim pengembangan proyek, roadmap, ekosistem, teknologi, komunitas, dan kasus penggunaan altcoin merupakan faktor penting untuk membuat keputusan yang tepat,” jelas Ryan.

Selain itu, Ryan menegaskan penting bagi trader dan investor untuk selalu mengetahui perkembangan tren pasar dan perubahan peraturan. Hal itu berguna untuk menavigasi lanskap aset kripto yang terus berkembang.

“Dengan mengevaluasi faktor-faktor utama ini, trader dan investor dapat membuat keputusan strategis ketika mempertimbangkan berinvestasi altcoin. Ada beberapa altcoin yang perlu dipertimbangkan untuk dibeli untuk kenaikan berikutnya pada tahun 2024,” jelasnya.

Tim riset Bittime telah memantau kondisi pasar selama kondisi bullish beberapa hari terakhir ini, berikut adalah sejumlah altcoin yang layak untuk dipantau pergerakannya.

Solana (SOL)

Solana mendulang popularitas di kalangan investor kripto berkat kecepatan transaksinya yang sangat cepat dan biaya yang rendah. Mereka memiliki platform blockchain yang sangat fokus untuk mengatasi tantangan kecepatan dan skalabilitas yang dihadapi oleh banyak blockchain yang ada.

Solana telah melonjak hampir 13% dalam tujuh hari terakhir. Pada tanggal 4 Maret 2024, koin ini melonjak sekitar 7% dalam rentang waktu 24 jam, melampaui koin BNB dan mengamankan peringkat yang lebih tinggi di antara lima mata uang kripto teratas.

Manta Network (MANTA)

MANTA telah melonjak lebih dari 22% dalam seminggu. Manta Network muncul sebagai ekosistem penting dalam domain web3, menawarkan platform dimana pengguna dapat dengan mudah membuat dan meluncurkan aplikasi terdesentralisasi yang dibangun di Solidity.

Jaringan ini membedakan dirinya dengan memberikan kecepatan transaksi yang melampaui protokol Layer 1 tradisional sekaligus mengurangi biaya bahan bakar (gas fee) yang terkait dengan solusi Layer 2.

Render (RNDR)

Render menghubungkan individu yang memiliki graphic processing units (GPU) dengan individu yang ingin melakukan render grafik. Melalui ekosistem RNDR, teknologi GPU menjadi lebih cepat, mudah beradaptasi, dan dilengkapi untuk menghasilkan efek visual yang realistis.

Selama 7 hari terakhir, RNDR berada dalam tren kenaikan yang baik, sehingga meningkat hingga 29%. Render telah menunjukkan potensi yang sangat kuat akhir-akhir ini, dan ini bisa menjadi peluang bagus untuk menggali lebih dalam dan berinvestasi.

Ondo (ONDO)

Misi Ondo adalah membuat produk dan layanan keuangan tingkat institusi tersedia bagi semua orang melalui kekuatan blockchain publik. Hal dilakukan dengan melakukan tokenisasi real world asset (RWA) dan mengembangkan protokol keuangan yang mengintegrasikan token tersebut.

Terpantau ONDO telah melesat hingga 46% dalam sepekan. Yang mengesankan adalah peran signifikannya dalam likuiditas dengan stablecoin. Ondo Finance memiliki tim yang berdedikasi yang memiliki pengalaman sebelumnya di perusahaan finansial terkenal seperti Goldman Sachs.

Dogwifhat (WIF)

Token ini terpantau meroket hingga 114% dalam sepekan. Memecoin ini menggunakan blockchain Solana, memiliki komunitas yang besar dan aktif di internet, serta telah di-listing di Bittime.

Dogwifhat bertujuan untuk memberikan solusi pembayaran digital dengan fokus pada kecepatan, keamanan, dan kemudahan penggunaan. Dengan menggunakan teknologi blockchain, ia menawarkan berbagai fitur dan layanan untuk memenuhi kebutuhan pengguna dalam hal transaksi keuangan digital.

Perbedaan Jumlah Rakaat Shalat Tarawih, Mana yang Benar?

0
Ilustrasi dua orang muslimin. (Foto: Freepik)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bulan Ramadhan identik dengan ibadah shalat tarawih yang dilakukan berjamaah di masjid. Namun, perbedaan jumlah rakaat shalat tarawih kerap menimbulkan pertanyaan di kalangan umat Islam.

Di Indonesia, terdapat dua perbedaan utama jumlah rakaat shalat tarawih:11 rakaat: Dilakukan oleh Muhammadiyah, berdasarkan pada hadits Nabi Muhammad SAW yang mencontohkan shalat witir sebanyak 11 rakaat.
23 rakaat: Dilakukan oleh Nahdlatul Ulama (NU), berdasarkan pada ijtihad para ulama yang menggabungkan beberapa hadits tentang shalat tarawih.

Perbedaan ini tidak perlu diperdebatkan karena semua ijtihad ulama memiliki landasan yang kuat. Yang terpenting adalah umat Islam melaksanakan shalat tarawih dengan khusyuk dan penuh keimanan.

Berikut beberapa tips untuk menyikapi perbedaan jumlah rakaat shalat tarawih:

Mengikuti imam masjid: Jika Anda mengikuti shalat tarawih di masjid, ikutilah jumlah rakaat yang dipimpin oleh imam.

Memilih berdasarkan keyakinan pribadi: Jika Anda ingin memilih sendiri jumlah rakaat, pelajarilah berbagai ijtihad ulama dan pilihlah yang paling sesuai dengan keyakinan Anda.

Menjaga toleransi: Menghormati perbedaan pendapat dan tidak memperdebatkan masalah jumlah rakaat shalat tarawih.

Yang terpenting dalam ibadah shalat tarawih adalah esensinya, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT. Perbedaan jumlah rakaat tidak menjadi halangan untuk meraih tujuan tersebut. (AN)

Kabar Terbaru dari Penemuan Ladang Gas Raksasa di Andaman

0
Ilustrasi pengeboran minyak dan gas. (Foto: Infografis detikcom)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Akhir 2023 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Mubadala Energy, perusahaan asal Uni Emirat Arab, mengumumkan temuan besar cadangan gas bumi in place. Temuan itu berada di Wilayah Kerja (WK) South Andaman dengan potensi lebih dari 6 TCF (trillion cubic feet).

Temuan gas jumbo berlokasi di Sumur Eksplorasi Layaran-1. WK South Andaman merupakan WK migas yang dilelang pada 2018 dan baru diteken kontrak pengelolaannya oleh Kementerian ESDM dan Mubadala Energy pada Februari 2019 dengan menggunakan mekanisme kontrak gross split.

Lalu bagaimana perkembangan temuan cadangan gas tersebut? Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) Rikky Rahmat Firdaus mengatakan kegiatan hulu migas yang dilakukan di perairan Andaman masih dalam tahap ekplorasi.

“KKKS Mubadala Energy dan Harbour Energy saat ini bloknya dalam tahap eksplorasi dan telah melakukan pemboran eksplorasi (exploration drilling),” kata Rikky dalam keterangan tertulis SKK Migas, Minggu (10/2/2024).

Rikky berharap hasil studi dari pemborannya memiliki nilai ekonomis yang baik, sehingga dapat dikembangkan dan diproduksi yang sejalan dengan target lifting pemerintah pada 2030 yaitu produksi minyak bumi 1 juta barel per hari (BPH) dan gas bumi 12 miliar standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Sementara itu Kepala Dinas ESDM Provinsi Aceh Mahdinur mengatakan pihaknya juga mendukung kegiatan eksplorasi yang dilakukan oleh KKKS Mubadala Energy dan Harbour Energy di perairan Andaman.

“Dinas ESDM Provinsi Aceh akan terus memantau kegiatan yang dilakukan oleh KKKS yang melakukan ekplorasi,” kata Mahdinur

Sebagai informasi, Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), total sumber daya di area Andaman diperkirakan sebesar 4.965 juta barel minyak ekuivalen (MMBOE). Di sana terdapat dua konsorsium besar KKKS yakni Harbour Energy dan Mubadala Energy.

Saat ini penemuan gas jumbo di South Andaman masih dalam tahap awal eksplorasi. Mubadala Energy sedang melakukan serangkaian tes seperti core analysis, fluid analysis, kemudian post drill analysis.

Nantinya, dari sumur eksplorasi dan appraisal itu akan disusun Penentuan Status Eksplorasi (PSE) sebagai dasar rencana pengembangan atau Plan of Development (PoD) sesuai hasil kajian teknis, ekonomis, skenario pengembangan, hingga komersialisasi.

Sumber: detikcom

Jelang Ramadan, Omzet Tukang Pangkas Naik

0
Pangkas Rambut Menjelang Ramadan 1445 H. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Jelang Ramadan 1445 H, masyarakat Aceh ramai memadati tempat pangkas rambut. Hal ini dilakukan untuk menghias dan merawat diri persiapan menghadapi Ramadan 1445 H.

Amatan Nukilan, Selasa (10/3/2024). Setiap sudut kedai dan barber pangkas yang ada di kota Banda Aceh dan Aceh Besar penuh dipadati oleh masyarakat dari semua kalangan baik muda maupun tua.

Tukang pangkas asal Tungkop, Aceh Besar, Mawar Nizam kepada Nukilan mengatakan bahwa masyarakat akan ramai pangkas rambutnya . Biasanya dalam sehari, dirinya bisa pangkas rambut sebanyak 50 orang.

“Menjelang puasa, kami bisa mendapatkan Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta,” kata Mawar Nizam.

Mawar menambahkan, kios pangkas rambutnya dibuka mulai pukul 10.00 pagi hingga menjelang Dzuhur istirahat, kemudian lanjut melayani lagi mulai pukul 14.00 WIB hingga istirahat menjelang Magrib, dan malam buka kembali hingga tutup pukul 00.00 pagi.

Untuk menggunakan jasanya, Mawar mematok harga Rp25 ribu untuk dewasa dan anak-anak dan remaja lebih murah yakni Rp20 ribu.

“Saat ini lagi ramai, kami aja sampe tidak bisa duduk, Biasanya kami patok dikisaran harga Rp 20 ribu – Rp 25 ribu,” ujarnya.

Mawar juga mengatakan bahwa di malam paling banyak pengunjung hingga puluhan orang mengantri untuk potong rambut.

“Setiap hari, saya buka jam 10 pagi sampai jam 12 malam bang, karena biasanya di malam banyak yang ngantri untuk potong rambut,” pungkasnya.

Reporter: Akil Rahmatillah

Wisata Lhok Rukam, Destinasi Populer di Aceh Selatan

0
Pengunjung padati Wisata Lhok Rukam di Hari Meugang. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Memasuki bulan suci Ramadan, tradisi makan-makan atau rekreasi sebelum puasa telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Aceh. Di tengah kerinduan menyambut bulan penuh berkah ini, warga Aceh menggelar acara makan bersama dengan hidangan-hidangan khas yang menggugah selera.

Bagi anda yang kebingungan mencari tempat rekreasi bersama keluarga, tidak ada salahnya berkunjung ke Wisata Lhok Rukam, Tapaktuan, Aceh Selatan.

Wisata Lhok Rukam semakin menjadi magnet bagi para pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam Aceh Selatan. Dengan pasir putih yang memikat, hamparan hijau bukit Barisan yang menyejukkan, dan senja yang memukau, tempat ini telah menjadi tujuan favorit bagi keluarga.

Terletak hanya 14 kilometer dari pusat kota Tapaktuan, Aceh Selatan, Wisata Lhok Rukam menawarkan lebih dari sekadar panorama alam yang memesona. Beragam kafe di sekitar tempat wisata ini menawarkan aneka kuliner khas Aceh Selatan, seperti sate lolak dan sate gurita, serta spot-spot foto yang menarik.

Sela, seorang pengunjung dari Labuhanhaji Timur, menyatakan kekagumannya terhadap keindahan Lhok Rukam.

“Pemandangan laut yang bersih disertai dengan hamparan hijau bukit Barisan sungguh memanjakan mata,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, riak dan gelombang laut Samudera Hindia menambah kesan kenyamanan bagi para pengunjung yang ingin melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

“Aceh Selatan memang surganya panorama alam. Pantai Lhok Rukam ini benar-benar menakjubkan. Kami sangat puas berwisata di sini,” ujarnya pada Senin (11/03/2024).

Tiap hari, terutama saat liburan dan akhir pekan, gampong wisata Lhok Rukam dipadati oleh warga setempat maupun pelancong dari luar daerah. Lokasinya yang strategis, berada di jalur lintas menuju Sumatera Utara dari arah barat selatan Aceh, menjadikannya destinasi yang mudah dijangkau.

Reporter: Akil Rahmatillah