Beranda blog Halaman 1187

Ribuan Warga Nobar Indonesia VS Uzbekistan U-23 di Markas PMI Banda Aceh

0

NUKILAN.id | Banda Aceh Ribuan warga padati nonton bareng (nobar) semifinal Piala Asia U-23 antara Timnas Indonesia VS Uzbekistan yang digelar PMI Kota Benda Aceh, Senin (29/4/2024) malam di Markas PMI Kota, Lampineung, Banda Aceh.

Ketua PMI Kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri mengatakan, nobar semifinal Piala Asia U-23 digelar sebagai bentuk dukungan anak muda di Banda Aceh untuk skuad muda Timnas Indonesia yang sedang berjuang mengharumkan nama bangsa.

Di samping itu, nobar juga dimaksudkan sebagai wadah bagi warga Kota Banda Aceh dan sekitarnya yang ingin menonton bola namun belum memiliki preferensi tempat.

“Kita lihat animo warga yang mendukung tim Garuda Muda sangat tinggi, makanya kita buat nobar untuk menunjukkan dukungan dan rasa bangga kita atas prestasi timnas. Dan terbukti, respon masyarakat sangat luar biasa, kita nggak nyangka ribuan masyarakat bisa berkumpul di Markas PMI Kota Banda Aceh malam ini,” kata Haeqal usai nobar.

Ketua PMI juga Pada Nobar itu,ll membagikan doorprize kepada penonton untuk menambah semarak nobar.

Nobar ini diikuti warga Kota Banda Aceh dan sekitarnya. Selain itu, pendonor rutin dan relawan PMI kota Banda Aceh turut meramaikan dan mempersiapkan acara nobar. Usai nobar, relawan PMI Kota Banda Aceh juga ikut membersihkan lokasi acara.

Haeqal mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua penonton nobar yang sudah mengikuti acara dengan tertib hingga selesai. Ia berharap, PMI Kota Banda Aceh bisa terus membuat kegiatan yang sifatnya bermanfaat untuk masyarakat.

Hasil laga Timnas Indonesia melawan Uzbekistan berakhir dengan skor 0-2 untuk kemenangan Uzbekistan yang akan bertemu pemenang Jepang VS Irak. Begitupun Timnas Indonesia menunggu hasil pertandingan semi final lainnya.

Reporter: Rezi

Geuchik Landom : Jangan Ikut Kegiatan Saja, Tapi practice-nya Tidak Ada

0
Geuchik Gampong Landom (dok : foto Auliana Nukilan.id)

Nukilan.id | Banda Aceh – Musyawarah Rencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2024 dalam proses pembahasan. Flower Aceh dengan dukungan Nonviolent Peaceforce dan Kedutaan Besar Belanda akan menyelenggarakan Konsultasi Publik Kelompok Perempuan dengan Pengambil Kebijakan di Tingkat Gampong.

Konsultasi kali ini dilaksanakan di Gampong Landom, Sabtu (28/4/2024). Kegiatan ini juga ikut hadir Direktur Eksekutif Flower Aceh Riswati, Open Misbah dari Bappeda Aceh serta Sulaiman Geuchik Gampong Landom, Banda Aceh serta anak muda dari Lamdom, Punge Jureng, dan Blang Oi.

Geuchik Gampong Landom, Sulaiman mengatakan, pelatihan apapun yang dilakukan harus ada practice-nya, jangan ikut kegiatan aja, tapi pulang tidak membawa apa-apa. Artinya, saran dan masukan yang ada mudah-mudahan terealisasi karena ada beberapa kegiatan atau masukan di Musrena atau di kegiatan lainnya juga memang ada yang belum terlaksana. Ini menjadi harapannya, baik ini atau tahun depan.

“Jangan cuma sekadar pelatihan, datang, dengar, kemudian pulang, harus bisa dilanjutkan hasil dan manfaat yang telah dipelajari,” ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id yang ikut hadir di kegiatan tersebut.

Beberapa masukan di antara lain, Zahruna dari Perempuan Akar Rumput Blang Oi. Ia mengharapkan, pelatihan public speaking juga diperlukan sebagai upaya menerima ilmu baru agar saat berbicara di khalayak ramai lebih percaya diri. Kemudian sosialisasi perkawinan anak di bawah usia 19 tahun dan pergaulan bebas perlu dicegah dengan berbagai cara.

“Mungkin di gampong-gampong bisa dilibatkan perempuan dalam Tuha Peut karena banyak perempuan yang tidak berani mengadu ke kaum laki-laki, dia lebih nyaman cerita ke perempuan,” sebut Zahruna.

Kemudian, Cut dari Perempuan Muda dari Blang Oi juga menyampaikan, di desa harus ada sosialisasi pergaulan bebas agar anak muda tidak meraja rela, juga hak kesehatan reproduksi perempuan yang menikah di bawah umur itu bagaimana.

Reporter : Auliana Rizky

Open : Usulan Masyarakat Sangat Diperlukan dalam Proses Rencana Pembangunan

0
Kepala Bidang P2SDMK Bapedda Aceh Open Misbah (dok :foto Auliana Nukilan.id)

Nukilan.id | Banda Aceh – Musyawarah Rencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2024 dalam proses pembahasan. Untuk mengawal suara, pengalaman hidup, harapan dan usulan kelompok perempuan akar rumput dan penyintas konflik masuk dalam perencanaan dan acuan penyusunan kebijakan di tingkat Gampong.

Maka Flower Aceh dengan dukungan Nonviolent Peaceforce dan Kedutaan Besar Belanda akan menyelenggarakan Konsultasi Publik Kelompok Perempuan dengan Pengambil Kebijakan di Tingkat Gampong. Konsultasi kali ini dilaksanakan di Gampong Landom, Sabtu (28/4/2024). Kegiatan ini juga ikut hadir Open Misbah dari Bappeda Aceh serta Sulaiman Geuchik Gampong Landom, Banda Aceh serta dari anak muda perempuan.

Dalam hal ini, Kepala Bidang P2SDMK Bapedda Aceh, Open Misbah mengatakan, inisiatif dan masukan seperti ini memang sangat diperlukan menuju Musrenbang. Akan tetapi, ada baiknya dilakukan sebelum proses tahapan penyusunan dokumen rencana pembangunan tahun depan. Harusnya dilakukan satu tahun sebelum pelaksanaan asistensi anggaran untuk Dinas.

“Kegiatan konsultasi seperti ini sangat baik untuk Pemko karena ini merupakan inisiatif dari masyarakat, baru selesai minggu lalu,” ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id yang ikut hadir di kegiatan tersebut.

Tambahnya, ketika itu dilaksanakan sebelum asistensi anggaran. Maka masukan-masukan dalam forum ini bisa digunakan untuk disampaikan kepada Dinas. Tujuannya, untuk mengubah usulan dari Dinas yang tadinya sifatnya top down maka itu bisa menjadi bottom up dari usulan dan masukan masyarakat. Jadi, proses sinkronisasi memang di asistensi anggaran tersebut.

“Ini akan menjadi bekal bagi kami karena kebetulan Bapedda juga bagian dari tim asistensi Dinas dalam rencana kerja, kami bisa memberikan masukan dari masukan yang kami dapatkan sebelumnya seperti ini nantinya,” ujarnya lagi.

Ia juga berharap, ke depannya harus ada perwakilan dari Dinas atau anggota DPRK karena menarik dan sinkronisasi. Usulan yang ia berikan, yakni mencakup berbagai sumber dana, mulai dari Dinas, DPRK, pemerintahan kota, dan desa. Masing-masing mempunyai sumber dana dari pendanaan itu sendiri dan  bisa dimaksimalkan di dana itu juga.

“Untuk Flower Aceh sendiri katanya cukup baik dan sudah lama bekerja sama sejak 2018 dalam penyusunan RAD SDGs Kota Banda Aceh dan sudah berakhir, tapi menariknya tahun ini kami akan menyusun lagi, ini adalah inisiatif Bapedda dan nanti Flower Aceh akan kita undang lagi,” pungkasnya.

Reporter : Auliana Rizky

Ikatan Alumni Pascasarjana UIN Ar-Raniry Dilantik Rabu Ini, Pj Gubernur Aceh Dipastikan Hadir

0
Ikatan Alumni Pascasarjana (Foto: dok. pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ikatan Alumni (INI) Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry akan melaksanakan pelantikan struktur kepengurusan di Gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry pada Rabu, 1 Mei 2024 mendatang.

Perhelatan ini sekaligus menjadi debut pertama forum INI Pascasarjana UIN Ar-Raniry seusai terbentuk setelah pemilihan yang dilaksanakan di Gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry pada 22 Januari 2024 yang lalu.

Berdasarkan rundown acara, kegiatan pelantikan INI Pascasarjana UIN Ar-Raniry mengusung tema ‘merangkai kisah, merajut silaturahmi menuju alumni yang unggul’.

Kegiatan pelantikan INI Pascasarjana UIN Ar Raniry juga akan dibarengi dengan kegiatan adat peusijuek Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, dan Pj Ketua TP PKK, Mellani Subarni Bustami.

Pj Gubernur Aceh dan istrinya dipastikan akan memeriahkan kegiatan pengukuhan INI Pascasarjana UIN Ar-Raniry.

Selain itu, Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah juga akan menyampaikan arahan dan bimbingan kepada pengurus INI Pascasarjana UIN Ar-Raniry.

Bustami akan menuturkan sedikit nasihat dan ungkapan harapan kepada semua pengurus INI Pascasarjana UIN Ar-Raniry untuk secara kolektif bersat-padu dalam membangun Provinsi Aceh.

Di sisi lain, Rektor UIN Ar-Raniry Prof Mujiburrahman juga dipastikan akan membersamai pengukuhan pengurus INI Pascasarjana UIN Ar-Raniry. Prof Mujiburrahman juga akan menyampaikan nasihat-nasihatnya.

Pembacaan Struktur Kepengurusan (SK) INI Pascasarjana UIN Ar-Raniry akan disampaikan oleh Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof Eka Sri Mulyani.

Kemudian Ketua INI Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Qamaruzzaman Hagny, dan Ketua Panitia Acara, Muhammad Balia, masing-masing juga akan menyampaikan kata-kata sambutan.

Kegiatan kemudian akan dilanjutkan dengan memorandum of understanding (MoU) antara Asosiasi PAI dengan Pascasarjana UIN Ar-Raniry.

Setelah selesai acara pengukuhan, seluruh alumni Pascasarjana UIN Ar-Raniry dan tamu undangan akan makan siang bersama.

INI Pascasarjana UIN Ar-Raniry Terbentuk

Ikatan Alumni (INI) Pascasarjana UIN Ar-Raniry resmi terbentuk. Forum alumni yang mewadahi alumni magister (S2) dan doktor (S3) itu mengadakan pemilihan pada Senin, 22 Januari 2024, di Gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry.

Ketua INI Pascasarjana UIN Ar-Raniry dipercayakan kepada Qamaruzzaman Hagny, sementara Sekretaris Fakhrul Rijal, dan Bendahara Nursiah.

Sebelumnya, Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof Eka Sri Mulyani menyampaikan harapannya agar pengurus INI Pascasarjana UIN Ar-Raniry berkontribusi untuk memajukan Provinsi Aceh.

“Kita berharap peran alumni bisa melahirkan kontribusi nyata untuk kemajuan negeri. Perguruan Tinggi akan kuat dengan hadirnya para alumni yang hebat,” kata Prof Eka, Banda Aceh, Jumat (12/4/2024).

Prof Eka juga berharap agar seluruh alumni Pascasarjana UIN Ar-Raniry bisa berhadir membersamai kegiatan pelantikan pengurus INI Pascasarjana UIN Ar-Raniry serta Halal Bihalal Akbar.

Menurutnya, kegiatan pelantikan ini bisa dijadikan momentum untuk bersilaturahmi kembali bersama almamaternya dulu serta untuk saling berbagi ide.

“Kegiatan ini menjadi momen yang sangat baik bagi kita semua untuk bisa berkumpul kembali, momen untuk melepas rindu bersama rekan-rekan seperjuangan dulu dalam memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan di Pascasarjana UIN Ar-Raniry,” ujarnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Testimoni Pemimpin Aceh dalam Pandangan Anak Muda

0
Ilustrasi Pilkada. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemilihan Gubernur Aceh tinggal beberapa bulan lagi. Keinginan mempunyai pemimpin Aceh yang ideal dalam membangun masa depan provinsi ini mengundang beragam pandangan dari generasi muda Aceh.

Dalam sebuah wawancara yang diadakan oleh Nukilan.id pada Senin (29/4/2024), pemuda dan pemudi Aceh berbagi testimoni dan aspirasi mereka terhadap pemimpin masa depan Aceh.

Menurut Arief, seorang mahasiswa di Universitas Syiah Kuala, visi pemimpin Aceh haruslah inklusif dan berorientasi pada pemuda. Ia ingin melihat pemimpin yang tidak hanya memahami kebutuhan generasi sekarang, tetapi juga memberikan perhatian kepada masa depan.

“Pemimpin yang memiliki program-program yang mendukung pendidikan, peluang kerja, dan pengembangan bakat harus menjadi prioritas,” ungkap Arief kepada Nukilan.id pada senin, (29/4/2024).

Sementara itu, Fatimah, seorang aktivis sosial di Banda Aceh, menyoroti pentingnya kepemimpinan yang transparan dan akuntabel. Menurutnya generasi muda Aceh menginginkan pemimpin yang terbuka dan bertanggung jawab.

“Komunikasi yang efektif dengan masyarakat, serta penegakan hukum yang adil dan tegas, akan memperkuat kepercayaan kami terhadap pemerintah,” tutur Fatimah.

Begitu pula dengan Zulfikar, seorang wirausaha muda yang aktif di bidang teknologi, menyatakan harapannya terhadap pemimpin yang progresif dalam memajukan sektor ekonomi. Ia berpendapat bahwa pemimpin Aceh harus mampu menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif dan inovatif.

“kita selaku anak muda Aceh ingin pemimpin yang mendukung usaha-usaha lokal seperti UMKM dan startup serta pengembangan industri kreatif, sebab ini menjadi kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujar Zulfikar.

Pandangan dari para pemuda dan pemudi Aceh ini mencerminkan aspirasi generasi muda yang bersemangat dan berkomitmen untuk membangun Aceh yang lebih baik.

Mereka percaya bahwa pemimpin Aceh yang visioner, inklusif, dan bertanggung jawab akan mampu menggerakkan roda pembangunan dan menciptakan peluang bagi semua warga Aceh.

Reporter: Akil Rahmatillah

Beri Semangat Tim Nasional U-23, PMI Banda Aceh Gelar Nonton Bareng

0

Nukilan.id | Banda Aceh – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh mengajak “semangat muda” untuk Nonton Bareng (nobar) pertandingan semi final tim nasional Indonesia VS Uzbekistan di markas PMI Kota Banda Aceh, Lampineung, Banda Aceh, mulai pukul 20.00 WIB

Ketua PMI Kota Banda Aceh Ahmad Haiqal Asri menyebut kehadiran kalangan muda ke Markas PMI lebih sebagai bentuk dukungan kepada tim nasional Indonesia U-23 yang malam ini berlaga melawan Uzbekistan pada semi final Piala Asia U23 2024 di Stadion Abdullah Bin Khalifa, senin (29/4/2024) pukul 21.00 WIB.

“Ini bentuk dukungan moral kepada timnas nasional yang berhasil mencetak sejarah masuk semi final piala Asia U-23, kita dukung bersama hingga timnas melaju ke final, ” ujar Haiqal kepada media, Senin.

Untuk itu, Haiqal sekaligus berharap yang hadir dapat tiba di PMI lebih awal, karena seraya menggelar nobar juga dilakukan kegiatan kemnusia dengan berdonor darah.

“Tim sosial PMI juga akan menyiapkan donor darah bagi yang ingin mendonorkan darahnya,” ujarnya.

Pada nobar Garuda Muda melawan White Wolves akan menghadirkan sejumlah tokoh muda di Banda Aceh.

Timnas Indonesia akan berlaga di semi final melawan tim kuat Uzbekistan. Sebelumnya Indonesia berhasil menyingkirkan Korea Selatan di putaran 8 besar, sementara Uzbekistan mengalahkan Arab Saudi. Di laga semi final lainnya Jepang akan berhadapan dengan Iraq.[]

Mahasiswa Aceh Akan Kawal Janji Kampanye Presiden dan Wapres Terpilih

0
Prabowo Gibran, pemenang Pilpres 2024. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka telah resmi ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Rabu, 24 April 2024 lalu.

Kemenangan mereka dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 telah menimbulkan gelombang harapan baru, terutama di kalangan mahasiswa Aceh. Dengan penuh semangat, mahasiswa Aceh menyuarakan aspirasi mereka dan menyoroti janji-janji kampanye yang diusung oleh Prabowo-Gibran.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Nukilan.id pada Senin (29/4/2024), beberapa mahasiswa Aceh menyampaikan harapan dan impian mereka terhadap masa pemerintahan Prabowo-Gibran. Mereka juga menyatakan niat mereka untuk mengawal serta menagih janji-janji kampanye tersebut sejak detik pertama Prabowo-Gibran dilantik pada bulan Oktober mendatang.

Salah seorang mahasiswa, Aulia, mengungkapkan bahwa dirinya sangat berharap janji-janji kampanye Prabowo-Gibran dapat terwujud dengan nyata.

“Terkait dengan pemberian makan siang dan susu gratis di sekolah, di pesantren, serta bantuan gizi untuk anak balita dan ibu hamil. Saya rasa ini sangat penting untuk meningkatkan kesehatan generasi muda Aceh,” kata Aulia kepada Nukilan.id pada Senin (29/4/2024).

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti janji Prabowo-Gibran terkait dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan penanganan kasus TBC yang masih meresahkan.

“Kami berharap Pak Prabowo nantinya dapat segera menuntaskan kasus TBC dan membangun rumah sakit berkualitas di setiap kabupaten di Aceh,” ungkap Dian, mahasiswa asal Aceh Utara.

Selain itu, janji-janji kampanye terkait dengan sektor pertanian dan pendidikan juga menjadi perhatian serius bagi mahasiswa Aceh. Menurut mereka peningkatan lahan pertanian dan pembangunan sekolah pada daerah terisolir dapat membawa perubahan yang positif bagi masa depan Aceh.

“Kami mendukung upaya untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian dan membangun sekolah-sekolah pada daerah terpencil di Aceh. Ini akan membawa perubahan positif bagi masa depan Aceh,” tutur Rizki, mahasiswa asal Aceh Singkil.

Terakhir, mahasiswa juga menyoroti program kesejahteraan sosial yang dijanjikan oleh Prabowo-Gibran. Hal tersebut dikemukakan oleh Martubun, seorang mahasiswa asal Aceh Selatan. Ia berpendapat jika program kesejahteraan sosial dibenahi tentunya akan dapat menghilangkan kemiskinan di Aceh.

“Kita berharap program kartu kesejahteraan sosial itu dibenahi, sehingga tepat sasaran. Bukan itu saja, kartu kemudahan usaha juga sangat diperlukan, sehingga benar-benar menghilangkan kemiskinan absolut di Aceh,” kata Martubun.

Diketahui, Program Prabowo-Gibran tertuang dalam dokumen bertajuk “Visi dan 8 Misi Asta Cita. Visi: Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas 2045”.

Dalam dokumen tersebut, Prabowo-Gibran memiliki 8 Program Hasil terbaik Cepat untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan 17 program prioritas, berikut adalah isi lengkapnya.

  1. Memberikan makan siang dan susu gratis di sekolah dan pesantren, serta bantuan gizi untuk anak balita dan ibu hamil.
  2. Menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis, menuntaskan kasus TBS dan membangun rumah sakit lengkap berkualitas di kabupaten.
  3. Mencetak dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan lumbung pangan desa, daerah, dan nasional.
  4. Membangun sekolah-sekolah unggul terintegrasi di setiap kabupaten, dan memperbaiki sekolah yang perlu di renovasi.
  5. Melanjutkan dan menambahkan program kartu-kartu kesejahteraan sosial, serta kartu usaha untuk menghilangkan kemiskinan absolut.
  6. Menaikkan ASN (terutama guru, dosen, tenaga kesehatan dan penyuluh) TNI/Polri, dan pejabat negara.
  7. Melanjutkan pembangunan infrastruktur desa dan kelurahan, bantuan langsung tunai (BLT), dan menjamin penyedian rumah murah bersanitasi baik untuk yang membutuhkan, terutama generasi milenial, generasi Z dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
  8. Mendirikan Badan Penerimaan Negara dan meningkatkan risiko penerimaan negara terhadap produk domestik bruto (PDB) ke 23 persen.

Dengan harapan besar akan perubahan yang lebih baik di masa depan, mahasiswa Aceh siap mengawal dan menagih janji-janji kampanye Prabowo-Gibran untuk kepentingan masyarakat Aceh secara keseluruhan.

Reporter: Akil Rahmatillah

Proyek Bangunan Manasik Haji di Bener Meriah Terbengkalai, Warga Minta Pemanfaatan Kembali

0
Potret Proyek Bangunan Manasik Haji Berharga Rp 1,74 Miliar di Bener Meriah Terbengkalai. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Redelong – Sebuah proyek pembangunan sarana dan prasarana Pusat Kajian Keislaman senilai Rp 1,74 miliar di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, kini menjadi sorotan setelah terbengkalai dan tidak difungsikan dengan baik. Bangunan yang seharusnya menjadi wadah simulasi haji bagi umat Islam sebelum melaksanakan ibadah di Mekkah, kini terbengkalai dan tidak terawat.

Menurut informasi yang dihimpun, proyek tersebut diinisiasi pada tahun anggaran 2019 dengan sumber dana dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA). Kontrak senilai Rp 1.747.502.898,- diberikan kepada PT. Alam Mega Jaya, dengan pengawasan oleh CV. Waqasly Multi Creation.

Namun, meski telah menghabiskan dana yang cukup besar, bangunan tersebut tidak difungsikan secara optimal. Pada tahun 2021, bangunan sempat digunakan untuk kegiatan belajar manasik haji bagi anak usia TK, namun sejak itu, bangunan tersebut terbengkalai dan tidak terurus.

Saat ini, kondisi bangunan memprihatinkan, dengan cat yang terkelupas, lantai yang kotor, dan rumput liar yang menjamur di sekitar pelataran. Hal ini menjadi ironis mengingat nilai investasi yang cukup besar yang telah digelontorkan untuk pembangunan proyek tersebut.

Masyarakat Bener Meriah pun mengecam pemborosan tersebut. Mereka menuntut agar pemerintah setempat segera mengambil langkah untuk memanfaatkan kembali bangunan tersebut agar tidak menjadi proyek mubajir belaka.

Sangat disayangkan melihat bangunan sebesar ini tidak dimanfaatkan secara optimal. Warga setempat berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk memanfaatkannya kembali demi kepentingan umat.

Editor: Akil Rahmatillah

Bustami Hamzah dan Istri Semarakkan HUT Kabupaten Aceh Singkil ke-25

0
Bustami Hamzah bersama Istri, Mellani Subarni saat di Alun-Alun Kota Singkil. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Singkil – Malam Sabtu (27/4/2024) lalu, Alun-Alun Kota Singkil berubah menjadi pusat keceriaan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Aceh Singkil yang ke-25. Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, bersama sang istri, Mellani Subarni, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya, turut meramaikan acara tersebut.

Dalam suasana yang penuh semangat, Bustami dan Mellani tidak hanya menyaksikan, namun juga turut merasakan kehangatan masyarakat Singkil. Mereka menjelajahi berbagai stand yang dipenuhi dengan produk-produk unik dan kreatif UMKM lokal.

Tak hanya sekadar berjalan-jalan, pasangan tersebut juga menyempatkan diri untuk berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM. Salah satu momen paling mencuri perhatian adalah saat Mellani tertarik pada dua lukisan karya anak muda kreatif dari komunitas Kreatif Aceh Singkil (KAS). Dengan tegas, ia meminta untuk membeli kedua lukisan tersebut, yang kemudian diamini oleh suaminya.

Sebelumnya, Bustami dan Mellani juga menarik perhatian ketika mereka mengunjungi anak-anak yang sedang asyik mewarnai gambar. Dengan penuh kehangatan, keduanya berbaur dengan para bocah yang sedang mengekspresikan kreativitasnya melalui warna-warni pensil.

Keseruan semakin riuh saat Bustami dan Mellani mentraktir bocah-bocah yang kebetulan sedang mengantri membeli mainan, di salah satu sudut Alun-alun Kota Singkil

“Pilih mana yang suka nak, biar Ibu traktir, biar Ibu yang bayarin ya,” kata Mellani, sambil memasangkan sebuah topi bermotif kartun ke kepala sang bocah. Si bocah terlihat kikuk dan malu-malu. Tangan mungilnya menjatuhkan pilihan pada sebuah mainan bola-bola jelly. Tak hanya bola-bola jelly, malam ini si bocah mendapatkan hafiah tambahan sebuah topi dari Bunda PAUD Aceh.

Beberapa anak-anak yang lain pun mulai ramai memilih mainan kesukaannya. Dan, kesemuanya gratis karena langsung dibayar oleh Istri Pj Gubernur Aceh Mellani Subarni.

Sesaat sebelum meninggalkan Alun-alun Kota Singkil, Bustami dan Mellani serta Ketua DPRA dan Pj Bupati Aceh Singkil menyemlatkan diri singgah di booth ea krim dan kembang gula. Lagi-lagi Bustami dan Mellani berbagi ceria dengan para bocah, karena setiap bocah yang sedang mengantri semuanya free karena telah ditraktir oleh Bustami dan Mellani.

Usai kunjungan ke Alun-alun, Mellani mengaku bahagia dengan keceriaan dan ramainya masyarakat yang berkunjung dan berbelanja di setiap stand UMKM.

“Senang sekali dengan suasana di Alun-alun tadi, masyarakat sangat antusias. Ini tentu sangat bagus bagi uoaya kita semua memberdayakan UMKM, kegiatan Bazaar UMKM yang diselenggarakan oleh Pemkab Singkil tentu sangat kita apresiasi karena sangat mendukung UMKM,” kata Mellani.

Editor: Akil Rahmatillah

Resahkan Warga, Pelaku Pencurian di Darussalam Ditangkap Polisi

0
MAN alias Black warga gampong Blang Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar diringkus Polisi. (Foto: Seputar Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Keresahan melanda warga di beberapa gampong di wilayah Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar. Seorang pria yang dikenal sebagai MAN alias Black telah menjadi biang kerok aksi pencurian yang meresahkan masyarakat sejak akhir tahun 2023 hingga April 2024. Namun, aksi tersebut berakhir dengan penangkapan oleh personel Unit Reskrim Polsek Darussalam pada Jumat (26/4/2024) siang.

Dilaporkan oleh Kapolsek Darussalam, Iptu Adam Maulana, aksi kejahatan MAN alias Black mencakup sejumlah barang, mulai dari elektronik seperti handphone hingga bahan bangunan, buah kelapa, besi, dan bahkan mesin pompa air. “Aksi yang meresahkan warga ini terjadi sejak akhir tahun 2023 hingga April 2024,” ungkap Kapolsek.

Kejadian pertama dilaporkan oleh perangkat gampong terkait hilangnya besi dan pagar meunasah pada Jumat (22/10/2023). Serangkaian laporan pencurian dari warga terus berlanjut, termasuk pencurian buah kelapa, besi bangunan, handphone, laptop, dan bahkan mesin pompa air.

Adam Maulana menjelaskan bahwa pelaku tak pandang bulu dalam aksinya. Ia bahkan tak segan mencuri buah kelapa dari kebun milik Ahmad Habibi di gampong Blang. Pada tanggal 19 Januari 2024, korban Nadia Willy menjadi salah satu korbannya ketika handphone dan laptopnya raib digondol pelaku.

Tak hanya barang-barang pribadi, barang-barang berharga lainnya juga menjadi targetnya. Pada Rabu (17/4/2024), MAN alias Black berhasil mencuri satu set kunci roda dan dua unit baterai dump truk milik Husaini.

Dengan informasi dari masyarakat, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku dan melakukan penangkapan setelah pelaksanaan shalat Jumat (26/4/2024). “Pelaku berhasil diringkus tanpa perlawanan di gampong Blang, Darussalam, Aceh Besar,” ungkap Kapolsek.

Kapolsek Darussalam menegaskan bahwa pihaknya tak akan mundur dalam memberantas kejahatan di wilayahnya. Dalam perkara ini, barang bukti berupa laptop, handphone, kunci roda, dan mesin pompa air telah disita oleh polisi. Saat ini, MAN alias Black telah ditahan di Polsek Darussalam untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Editor: Akil Rahmatillah