Tuesday, June 25, 2024

Open : Usulan Masyarakat Sangat Diperlukan dalam Proses Rencana Pembangunan

Nukilan.id | Banda Aceh – Musyawarah Rencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2024 dalam proses pembahasan. Untuk mengawal suara, pengalaman hidup, harapan dan usulan kelompok perempuan akar rumput dan penyintas konflik masuk dalam perencanaan dan acuan penyusunan kebijakan di tingkat Gampong.

Maka Flower Aceh dengan dukungan Nonviolent Peaceforce dan Kedutaan Besar Belanda akan menyelenggarakan Konsultasi Publik Kelompok Perempuan dengan Pengambil Kebijakan di Tingkat Gampong. Konsultasi kali ini dilaksanakan di Gampong Landom, Sabtu (28/4/2024). Kegiatan ini juga ikut hadir Open Misbah dari Bappeda Aceh serta Sulaiman Geuchik Gampong Landom, Banda Aceh serta dari anak muda perempuan.

Dalam hal ini, Kepala Bidang P2SDMK Bapedda Aceh, Open Misbah mengatakan, inisiatif dan masukan seperti ini memang sangat diperlukan menuju Musrenbang. Akan tetapi, ada baiknya dilakukan sebelum proses tahapan penyusunan dokumen rencana pembangunan tahun depan. Harusnya dilakukan satu tahun sebelum pelaksanaan asistensi anggaran untuk Dinas.

“Kegiatan konsultasi seperti ini sangat baik untuk Pemko karena ini merupakan inisiatif dari masyarakat, baru selesai minggu lalu,” ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id yang ikut hadir di kegiatan tersebut.

Tambahnya, ketika itu dilaksanakan sebelum asistensi anggaran. Maka masukan-masukan dalam forum ini bisa digunakan untuk disampaikan kepada Dinas. Tujuannya, untuk mengubah usulan dari Dinas yang tadinya sifatnya top down maka itu bisa menjadi bottom up dari usulan dan masukan masyarakat. Jadi, proses sinkronisasi memang di asistensi anggaran tersebut.

“Ini akan menjadi bekal bagi kami karena kebetulan Bapedda juga bagian dari tim asistensi Dinas dalam rencana kerja, kami bisa memberikan masukan dari masukan yang kami dapatkan sebelumnya seperti ini nantinya,” ujarnya lagi.

Ia juga berharap, ke depannya harus ada perwakilan dari Dinas atau anggota DPRK karena menarik dan sinkronisasi. Usulan yang ia berikan, yakni mencakup berbagai sumber dana, mulai dari Dinas, DPRK, pemerintahan kota, dan desa. Masing-masing mempunyai sumber dana dari pendanaan itu sendiri dan  bisa dimaksimalkan di dana itu juga.

“Untuk Flower Aceh sendiri katanya cukup baik dan sudah lama bekerja sama sejak 2018 dalam penyusunan RAD SDGs Kota Banda Aceh dan sudah berakhir, tapi menariknya tahun ini kami akan menyusun lagi, ini adalah inisiatif Bapedda dan nanti Flower Aceh akan kita undang lagi,” pungkasnya.

Reporter : Auliana Rizky

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img