Beranda blog Halaman 1183

Pj Sekda Buka Musrenbang RPJPD Kota Banda Aceh 2025-2045

0
Pj Sekda Buka Musrenbang RPJPD Kota Banda Aceh 2025-2045. (Foto: Humas Kota Banda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pj Sekretaris Daerah Wahyudi membuka Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Banda Aceh tahun 2025-2045 di di Aula Gedung Mawardy Nurdin, Komplek Balai Kota Banda Aceh, Selasa, (30/4/2024).

Selain dihadiri unsur forkopimda plus dan jajaran internal pemerintah serta instansi vertikal, acara juga diikuti oleh para tokoh masyarakat, perwakilan media, pemuda, perempuan, anak, lembaga swadaya masyarakat, dan penyandang disabilitas.

Pj Sekda Wahyudi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) RPJP Kota Banda Aceh 2025-2045 merupakan rangkaian penyusunan RPJP Kota Banda Aceh 2025-2045 yang diamanatkan oleh Undang-Undang

Tujuan Musrenbang RPJP Kota Banda Aceh 2025-2045 adalah untuk menyempurnakan Rancangan RPJP Kota Banda Aceh 2025-2045 menjadi Rancangan Akhir RPJP Kota Banda Aceh 2025-2045.

“Untuk membangun ownership dan kebersamaan, maka Musrenbang ini juga bertujuan untuk mencari masukan dan aspirasi dari para peserta untuk mempertajam arah pembangunan Kota Banda Aceh dalam 20 tahun kedepan,” lanjut Wahyudi.

Wahyudi berharap kepada semua peserta agar dapat berperan dalam rangka penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan terhadap visi, misi, arah kebijakan dan sasaran pokok RPJP Kota Banda Aceh 2025-2045

“Kami berharap kepada para peserta untuk aktif berpartisipasi dan menyumbangkan ide-ide konstruktif dalam menyusun Rancangan Akhir RPJP Kota Banda Aceh Tahun 2025-2045. Data yang diperlukan untuk proses penyusunan ini merupakan tanggung jawab bersama,” kata Wahyudi.

Editor: Akil Rahmatillah

Ombudsman Aceh Ingatkan Sekolah Tak Kutip Uang Perpisahan dan Wisuda Siswa

0
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Aceh, Dian Rubianty. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang berakhirnya Tahun Ajaran 2023/2024, Ombudsman RI Perwakilan Aceh kembali mengingatkan sekolah-sekolah untuk tidak memungut uang perpisahan dan wisuda.

Penegasan ini disampaikan oleh Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty, menyusul banyaknya keluhan yang diterima dari orang tua siswa terkait pungutan liar untuk kegiatan perpisahan dan wisuda.

“Ada Surat Edaran (SE) yang jelas melarang pungutan untuk kedua kegiatan ini,” tegas Dian dalam keterangan tertulisnya yang diterima Nukilan, pada Rabu (1/5/2024) malam.

Dian menjelaskan bahwa berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Nomor 14 Tahun 2023, kegiatan wisuda tidak boleh membebani orang tua/wali peserta didik. 

“Sekolah dan komite sekolah harusnya mengutamakan kebutuhan yang lebih mendesak, apalagi dalam situasi ekonomi saat ini,” jelas Dian.

Lebih lanjut, Dian menegaskan bahwa pungutan uang untuk perpisahan dan wisuda merupakan tindakan maladministrasi dan melanggar aturan. 

“Perlu diingat bahwa kegiatan perpisahan dan wisuda bukan bagian dari rangkaian kegiatan belajar mengajar di sekolah,” tegasnya.

Dian merujuk pada beberapa aturan yang melarang pungutan liar di sekolah, seperti Permendikbud RI No. 44 Tahun 2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan dan Permendikbud RI No. 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah.

“Dengan aturan yang jelas tersebut, tidak ada dasar hukum bagi sekolah atau komite sekolah untuk memungut uang perpisahan dan wisuda dari siswa atau orang tua/wali,” jelas Dian.

Dian menambahkan bahwa alasan pihak sekolah yang mengatasnamakan keinginan orang tua untuk mengadakan perpisahan tidak dapat dibenarkan.

“Sudah ada Surat Edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pendidikan yang melarang pungutan uang perpisahan dan wisuda,” tegasnya.

Ombudsman Aceh mengapresiasi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang telah mengeluarkan Surat Edaran tentang larangan pungutan uang perpisahan dan wisuda.

Dian juga meminta sekolah dan komite sekolah untuk mematuhi aturan tersebut dan segera mengembalikan uang perpisahan dan wisuda yang telah dipungut.

“Kami berharap Kadisdik di kabupaten/kota lainnya dan satuan pendidikan di bawah Kemenag juga dapat segera menindaklanjuti hal ini,” tutupnya.

Reporter: Rezi

Ratusan Mahasiswa di Aceh Terima Beasiswa Bank Indonesia

0
Kepala Kantor Perwakilan BI Aceh, Rony Widijarto saat memberikan kata sambutan dalam acara seremonial penyerahan beasiswa Generasi Baru Indonesia di Banda Aceh, pada Kamis 2 Mei 2024. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bank Indonesia (BI) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui program beasiswa Generasi Baru Indonesia (GenBI). Dalam hal ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh memberikan beasiswa kepada 590 mahasiswa berprestasi di Aceh.

Acara seremonial penyerahan beasiswa Bank Indonesia Provinsi Aceh, ini berlangsung di Gedung UCC K.H Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh, pada Kamis 2 Mei 2024.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Perwakilan BI Aceh, Rony Widijarto mengucapkan selamat kepada mahasiswa/i terpilih sebagai penerima beasiswa ini yang telah melewati seleksi.

Rony menyampaikan bahwa program beasiswa Bank Indonesia merupakan salah satu pilar penting dalam program sosial Bank Indonesia (PSBI), yaitu Dedikasi untuk Negeri.

“Beasiswa ini bertujuan untuk mendukung pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di Indonesia, khususnya di Aceh,” ujar Rony.

Lebih lanjut, Rony menjelaskan, di Provinsi Aceh, pada tahun 2024 ini, Bank Indonesia memberikan beasiswa kepada total 590 mahasiswa.

“Sebanyak 390 mahasiswa disalurkan melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh. Sedangkan 200 mahasiswa lainnya disalurkan melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe,” jelas Rony.

Rony menambahkan bahwa sejak tahun 2011, Bank Indonesia telah memberikan beasiswa kepada 2.476 mahasiswa di Provinsi Aceh.

“Pemberian beasiswa ini tidak hanya semata-mata untuk membantu aspek finansial dalam pendidikan, tetapi Bank Indonesia juga melihat pendidikan sebagai investasi penting untuk mencetak calon-calon pemimpin di masa depan,” tegas Rony.

Secara nasional, kata Rony, Bank Indonesia sejak tahun 2011 telah menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 11.000 mahasiswa di seluruh Indonesia.

“Untuk tahun 2024 ini, secara nasional, Bank Indonesia telah memberikan beasiswa kepada 11.000 mahasiswa dari 200 perguruan tinggi, mulai dari jenjang D3 dan S1,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Kepal Kantor Perwakilan Bank Indonesia Aceh ini berpesan kepada para penerima beasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.

“Saya harap para penerima beasiswa ini dapat belajar dengan tekun dan menjadi pemimpin yang berkarakter serta berintegritas di masa depan,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

Kuasai Ilmu Agama, Kemenag akan Fasilitasi Santri Aktif di Dunia Digital

0
Peningkatan kompetensi ustadz Pendidikan Diniyah Formal. (Foto: Kemenag)

NUKILAN.id | Tanjung Pinang – Santri identik dengan penguasaan ilmu agama. Kemenag berharap santri lebih aktif dalam di dakwah dunia digital.

Plt Dirjen Pendidikan Islam Abu Rokhmad mengatakan, di era digital, penting bagi santri untuk tidak hanya mahir dalam keilmuan tradisional tetapi juga aktif dalam transformasi digital. Kemenag akan menyiapkan sejumlah program fasilitasi agar santri lebih aktif di dunia digital.

“Program Rumah Kitab memudahkan akses ummat. Ini menyimbolkan integrasi santri dalam masyarakat internet,” sebut Abu Rokhmad di Pangkal Pinang, Senin (29/4/2024), saat bicara pada forum Peningkatan Kompetensi Ustadz pada Satuan Pendidikan Diniyah Formal (PDF). Kegiatan ini berlangsung tiga hari, 28 – 30 April 2024.

Abu Rokhmad, mengatakan, Kemenag terus berupaya merespons kebutuhan pesantren dan meningkatkan mutu pendidikan dalam lingkungan PDF.

“Kami diberi amanat oleh undang-undang pendidikan untuk mendukung pembinaan pesantren. Kendati demikian, tantangan besar kami adalah mengintegrasikan semua pesantren yang memiliki PDF ke dalam sistem pendidikan nasional yang responsif,” ungkap Abu, panggilan akrabnya.

Abu, yang juga Guru Besar UIN Walisongo, menekankan pentingnya peran ustaz dan ustazah dalam proses pembelajaran di PDF. “Transformasi pendidikan menjadi fokus utama kita. Santri harus terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran,” jelas Abu.

Abu menambahkan bahwa dialog antara ustadz, ustadzah, dan santri esensial untuk memastikan pendidikan Islam yang berkualitas dan relevan dengan tuntutan zaman. Ke depan, kata Abu, PDF harus menjadi destinasi utama bagi santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, seperti Mahad Aly, serta menjadi landasan bagi santri dalam pembelajaran dan tata kelola pendidikan.

Plt Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono Abdul Ghofur, menyoroti kurangnya representasi PDF di ranah digital.

“Penting bagi PDF untuk memiliki kehadiran yang luas di platform digital untuk meningkatkan aksesibilitas dan pemahaman masyarakat,” kata Waryono, yang juga merupakan Guru Besar UIN Sunan Kalijaga.

Waryono menekankan bahwa sebagai bagian dari pendidikan formal, PDF wajib mematuhi standar yang berlaku, termasuk memiliki kurikulum yang jelas dan administrasi yang teratur. Perluasan pemahaman masyarakat terhadap berbagai satuan pendidikan formal, termasuk PDF, merupakan fokus utama.

Pria asal Cirebon ini menekankan perlunya upaya bersama untuk mengenalkan berbagai satuan pendidikan formal melalui berbagai media, dengan meningkatnya pemahaman masyarakat, diharapkan akan tercipta lingkungan yang mendukung bagi perkembangan Pendidikan Diniyah Formal.

“Memperluas pemahaman masyarakat terhadap pendidikan formal, termasuk PDF, merupakan prioritas kami,” tegasnya.

Di penghujung acara, Waryono mengajak para ustadz dan ustadzah untuk lebih mendalami kitab-kitab karya ulama Nusantara. “Warisan intelektual ini sangat penting untuk pembentukan identitas keagamaan dan intelektual bangsa kita,” pungkasnya.

Kasubdit Pendidikan Diniyah dan Ma’had Aly, Mahrus Elmawa, menyampaikan hasil diskusi singkatnya dengan Ketua Asosiasi PDF. Dalam pertemuan tersebut, Elmawa mengajukan pertanyaan kunci, “Apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh PDF untuk meningkatkan kompetensinya setelah acara Peningkatan Kompetensi ini?”

Dalam diskusi tersebut, muncul dua jawaban. Pertama, terkait dengan aspek Manhaj atau Metode Pembelajaran. Ini menunjukkan bahwa pentingnya memperkuat aspek pendekatan dan metode dalam proses pembelajaran di PDF. Kedua, pentingnya memahami kitab-kitab kuning. Ini menyoroti betapa pentingnya pengenalan dan pemahaman terhadap literatur Islam klasik dalam meningkatkan kompetensi di bidang ini.

Editor: Akil Rahmatillah

Nilai Rupiah Terus Menurun, Sri Mulyani: Masih Lebih Baik dari Mata Uang Lain

0
Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Dok. Kemenkeu)

NUKILAN.id | Jakarta – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menilai pelemahan atau depresiasi Nilai Tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih lebih baik dibandingkan dengan mata uang negara-negara lain, terutama di kawasan Asia Tenggara.

Per Jumat ini, nilai tukar rupiah mencapai Rp16.222,50 per dolar AS atau melemah 5,37 persen secara year-to-date (ytd).

“Negara-negara sekitar kita dan di emerging G20 kira-kira dalam situasi yang mirip. Ada yang lebih parah. Tentu tergantung dari fondasi dan kondisi ekonomi masing-masing,” ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTA, Jumat (26/4/2024).

Dalam kurun yang sama, nilai tukar baht Thailand terkoreksi 8,56 persen, won Korea melemah 6,31 persen, lira Turki lebih rendah 10,4 persen.

“Untuk Brasil dekat dengan kita, di 5,06 [persen] terus, kita lihat Vietnam 4,7 [persen], Afrika Selatan 4,7 [persen], dan Filipina 3,9 [persen],” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus memperkuat koordinasi bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di samping berkolaborasi dengan otoritas moneter, Bank Indonesia (BI).

“Masing-masing negara harus mulai melakukan penyesuaian dengan dinamika pasar yang cukup tinggi ini. Semuanya cenderung makin hati-hati. Semuanya kemudian cenderung untuk mitigasi risiko dari pergerakan global tersebut,” ujarnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Polda Aceh Berhasil Ungkap Kasus Narkotika, 300 Kg Ganja Siap Edar Diamankan

0
Ilustrasi Ganja Siap Edar. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Aceh berhasil mengungkap kasus narkotika dengan total barang bukti ganja siap edar seberat 300 kg.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan seorang terduga pelaku berinisial AM, warga Bener Meriah. AM ditangkap di Beutong Ateuh, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Rabu malam, 24 April 2024.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menyampaikan, pengungkapan tersebut dilakukan berdasarkan informasi masyarakat terkait akan adanya transaksi narkotika jenis ganja di Beutong Ateuh, sehingga dilakukan penyelidikan.

“Saat dilakukan penyelidikan, petugas melihat seorang berinisial AM yang diduga kuat akan melakukan transaksi jual beli ganja. Karena gerak geriknya mencurigakan, AM langsung diamankan,” kata Joko, dalam rilisnya, Kamis, 2 Mei 2024.

Setelah diinterogasi, kata Joko, terduga pelaku mengakui ada menyimpan ganja dalam goni yang disembunyikan di semak-semak di kaki bukit.

AM juga mengakui kalau keseluruhan ganja tersebut merupakan milik orang lain atas nama MK alias Pawang. AM hanya diperintah oleh Pawang untuk melangsir ganja tersebut dengan upah Rp50 ribu per kilonya.

“Tersangka mengakui ganja itu milik orang lain atau yang biasa dipanggil Pawang. Ia diperintah oleh Pawang untuk melangsir dengan upah Rp50 ribu per kilo. Namun, saat itu Pawang berhasil melarikan diri ke dalam hutan,” ujar Joko.

Saat ini, pelaku beserta barang bukti berupa 13 goni berisikan 132 bal ganja seberat 300 kg dan satu unit sepeda motor diamankan ke Polda Aceh untuk dilakukan proses hukum.

Sementara itu, Dirresnarkoba Polda Aceh Kombes Shobarmen mengatakan, pihaknya akan terus memberantas narkotika jenis apapun demi menyelamatkan generasi emas Aceh.

“Kita akan terus melakukan pemberantasan narkoba, apapun itu jenisnya, demi menyelamatkan generasi emas Aceh agar terhindar dari bahaya narkoba,” pungkas Shobarmen.

Editor: Akil Rahmatillah

Stafsus Menteri Agama Minta Humas Kemenag Makin Kreatif

0
Staf Khusus Menteri Agama Wibowo Prasetyo saat berbicara di tengah praktisi humas Kemenag RI. (Foto: Kemenag)

NUKILAN.id | Bandung – Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo meminta para praktisi Humas Kementerian Agama untuk semakin kreatif dalam mengelola informasi. Karena menurutnya, humas adalah ujung tombak dalam membentuk citra baik Kemenag.

“Humas adalah ujung tombak. Kita harus berlomba untuk membuat etalase Kementerian Agama ini tampil menarik agar masyarakat senang dengan Kementerian Agama,” ungkap Wibowo saat mengisi materi pada giat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kehumasan Kementerian Agama Tahun 2024, yang digelar di Bandung, Rabu (1/5/2024).

Wibowo juga mengatakan, sesuai arahan Menteri Agama, Humas harus bekerja keras untuk menyebarkan seluas-luasnya informasi terkait Kementerian Agama. Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat tahu apa yang sudah dilakukan untuk masyarakat.

“Apa yang sudah kita lakukan perlu diketahui oleh masyarakat. Jangan sampai masyarakat mengira kita tidak melakukan apa-apa, atau ongkang-ongkang kaki saja. Makanya perlu menyebarkan seluas-luasnya capaian ataupun layanan yang diperuntukan untuk masyarakat,” ucapnya.

Karena itu, Wibowo mengajak para praktisi humas yang hadir, untuk mengoptimalkan penggunaan media sosial. Selain murah, lanjut Wibowo, media sosial juga mampu memberi efek baik bagi penyebaran informasi yang telah dibuat.

“Saat ini, media sosial menjadi salah satu media yang banyak digunakan masyarakat, baik instagram, FB, bahkan Tiktok. Karena itu, dengan kuantitas kita yang cukup banyak, kita perlu menguasai media sosial, untuk mengabarkan hal-hal menggembirakan agar membangun lingkungan yang positif dan menggembirakan juga,” kata Wibowo.

Selain, itu, Wibowo juga menjelaskan bagaimana media sosial bisa menjembatani antara pemerintah dan masyarakat. Artinya, masyarakat bisa berkomunikasi langsung dengan pemerintah sebagai pelayan publik. Sehingga perlu responsif terhadap isu-isu yang sedang berkembang di masyarakat.

“Kita perlu responsif terhadap isu-isu yang sedang terjadi. Kita perlu aware terhadap masalah-maslah yang dialami masyarakat. Karena ittu kita juga perlu kreatif dalam mencipatakan isu-isu baik untuk kementerian agama,” katanya.

Wibowo juga mengungkapkan pentingnya mengetahui karakteristik audience Kemenag RI. Saat ini, Wibowo menilai pengguna media sosial adalah generasi Z. Sehingga, humas perlu beradaptasi dengan membuat konten informasi yang bisa dikonsumsi oleh mereka.

“Kita juga perlu memperhatikan generasi Z, yang secara karakteristik unik. Mereka sangat digital native. Kita bisa menghadirkan informasi apapun dengan kreatif yang bisa dimakan oleh audience kita,” .

Wibowo juga mengingatkan, konten-konten yang dibuat secara kreatof tersebut harus tetap bertanggung jawab. “Jadi tetap harus diingat untuk membuat konten layanan itu harus dipastikan transparan, akuntabel, cepat , murah, efektif dan efisien,” jelasnya.

Ia pun menilai saat ini, kinerja humas Kemenag sudah mulai membaik dibanding sebelumnya. Terbukti dengan banyaknya apresiasi terkait kehumasan dari pihak luar. “Contoh saja, kita di tahun lalu mendapatkan apresiasi dari majalah Tempo atas penegelolaan media, dan website terbaik diantara kementerian,” ujarnya.

Karena itu, Wibowo meminta agar para praktisi humas di Kementerian Agama untuki terus mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas yang saat ini sedang di Bangun. Sehingga citra kemenag semakin baik di mata masyarakat.

Editor: Akil Rahmatillah

Hardiknas 2024, Menag: Merdeka Belajar Memanusiakan Manusia, Lanjutkan!

0
Menag Yaqut saat upacara Hardiknas 2024. (Foto: Kemenag)

NUKILAN.id | Jakarta – Menag Yaqut Cholil Qoumas mendukung kelanjutan program Merdeka Belajar. Menurutnya, semangat program ini adalah memanusiakan manusia karena memberi ruang pembelajaran sesuai keragaman karakter siswa.

Pesan ini disampaikan bersamaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 67 Tahun 1961 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur. 2 Mei adalah tanggal lahir tokoh pendidikan Indonesia, Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau yang lebih dikenal Ki Hajar Dewantara. Sosok ini dalam hidupnya terus memperjuangkan hak-hak pendidikan bagi semua kalangan, termasuk anak-anak kaum pribumi saat Indonesia masih di bawah kolonial Belanda.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2024 mengangkat tema, “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar”. “Merdeka Belajar berangkat dari semangat memanusiakan manusia. Saya mendukung program ini untuk dilanjutkan,” tegas Menag di Jakarta, Kamis (2/5/2024).

Menurut Menag, tugas mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi amanah UUD 1945. Karenanya, semangat merdeka belajar sangat penting dan relevan.

“Merdeka Belajar memberi kesempatan yang lebih luas bagi siswa dalam mengeksplorasi minat dan bakat. Mereka dapat memilih jalur pendidikan yang sesuai. Ini diharapkan menumbuhkan semangat belajar dan mengakselerasi kemajuan bangsa,” sebut Menag.

“Setiap orang berhak mendapat pendidikan. Sudah seharusnya semua pihak bergerak bersama untuk melanjutkan merdeka belajar yang telah digagas pemerintah,” lanjutnya.

Selain fungsi keagamaan, kata Gus Men, Kemenag juga mengemban tugas pendidikan agama dan keagamaan. Data per Desember 2023, Kemenag membina sekitar 86.343 madrasah, negeri dan swasta. Total ada 10.462.392 siswa dari jenjang dasar hingga menengah.

“Ada juga santri Pendidikan Diniyah Formal, Pendidikan Kesetaraan, dan Pendidikan Muadalah pada pondok pesantren yang jumlahnya juga ratusan ribu,” papar Gus Men.

“Ini belum termasuk siswa pada lembaga pendidikan agama dan keagamaan Kristen. Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu yang juga dibina Kemenag,” tandasnya.

Untuk memeriahkan Hardiknas, Sekjen Kementerian Agama telah menyebarkan edaran yang ditujukan kepada pimpinan Eselon I, Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri/Swasta, Kanwil Kemenag Provinsi, Kankemenag Kab/Kota, serta kepala UPT, KUA, hingga madrasah.

Setiap kantor, perguruan tinggi keagamaan, dan satuan pendidikan pada Kementerian Agama diminta:

a. memeriahkan peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2024 melalui berbagai media cetak, elektronik, dan media sosial dengan menggunakan logo dan tema se bagaimana dimaksud pada angka 1 dan angka 2;

b. menyelenggarakan upacara bendera secara luring/ tatap muka pada tanggal 2 Mei 2024, pukul 07.30 waktu setempat, dan

c. menyelenggarakan kegiatan untuk memeriahkan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2024 dan bulan Merdeka Belajar
2024 sebagaimana telah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, secara kreatif, menjaga dan
membangkitkan semangat belajar, serta mendorong pelibatan dan partisipasi publik; dan

d. menggunggah konten publikasi peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2024 dan bulan Merdeka Belajar 2024
sebagaimana dimaksud dalam huruf c di media sosial dengan tagar #Hardiknas2024 #LanjutkanMerdekaBelajar.

Selamat Hari Pendidikan Nasional!

Editor: Akil Rahmatillah

Kala ASN Kemenag Aceh Besar Jalani Peusijuek, Tradisi Adat Berangkat Haji di Aceh

0
SN Kemenag Aceh Besar Jalani Peusijuek. (Foto: Kemenag)

NUKILAN.id | Jantho – Sebanyak 33 jemaah haji dalam jajaran Kemenag Aceh Besar di peusijuek (tepung tawari) di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT), Selasa (30/4/2024). Mereka yang di peusijuek adalah ASN serta keluarga yang berangkat ke Tanah Suci sebagai petugas maupun jemaah.

Prosesi peusijuek merupakan sebuah adat dan tradisi yang ada sejak dulu dan masih dipertahankan hingga sekarang di Aceh. Sebagai bentuk rasa syukur, support dan doa untuk sahibul hajat. Melalui peusijuk juga dapat memperkokoh silaturrahmi dengan kerabat maupun keluarga. Saat prosesi peusijuek digelar, biasanya keluarga dan warga juga turut diundang. Peusijuk biasanya juga dilakukan oleh tokoh agama atau adat setempat.

Dikutip dari berbagai sumber, selain saat pergi dan pulang Haji, tradisi peusijuek ini dilakukan pada hampir semua kegiatan adat dalam kehidupan masyarakat di Aceh. Misalnya ketika memulai sebuah usaha, menyelesaikan persengketaan, terlepas atau selesai dari musibah, menempati rumah baru, merayakan kelulusan, kembalinya keluarga dari perantauan dan beberapa kegiatan lainnya.

Adapun bahan yang digunakan saat peusijuek seperti beras padi, rumput hijau atau on sinijuek, dan air. Bahan-bahan ini miliki makna tersendiri dan digunakan hanya sebagai simbol, bukan sebagai kepercayaan. Seperti beras padi menunjukkan sumber kehidupan. Selain itu, memercik air dan on senijuek untuk mendinginkan, dan nasi ketan sebagai perekat dan pemersatu.

Suasana haru dan isak tangis mewarnai prosesi peusijuk puluhan jemaah dari jajaran ASN dan keluarga Kemenag Aceh Besar tersebut.

Kakankemenag Aceh Besar Saifuddin mengatakan, para ASN yang menunaikan ibadah haji tahun ini harus fokus beribadah dan bersyukur atas panggilan haji.

“Bapak dan ibu jemaah maupun petugas, seluruh calon jemaah haji tahun ini adalah orang-orang terpilih yang mendapat panggilan Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, Kota Makkah Al-Mukarramah dan juga berziarah ke makam baginda Rasulullah SAW di Madinah Al-Munawwarah,” kata Saifuddin didampingi Kasubbag TU Khalid Wardana.

Dia menjelaskan, setiap jemaah haji tentunya mendambakan predikat mabrur. Karena itu ada beberapa hal yang harus dilakukan jemaah untuk meraih mabrur haji di antaranya memperbaiki dan meluruskan niat beribadah karena Allah swt. Karena pelaksanaan ibadah haji adalah sebagai bentuk ketaatan terhadap perintah agama dan pemenuhan rukun Islam kelima, bukan untuk menaikkan status sosial atau sekadar pamer kesalihan, apalagi juga bukan karena gengsi dan riya.

“Fokus pada hal yang substantif selama berhaji, pikiran dan energi untuk melakukan rukun haji dan wajib haji secara khusyu’. Kami do’akan semoga menjadi haji mabrur, dimudahkan semuanya dalam aktivitas ibadah di tanah suci, dan do’akan kami disini serta kebaikan untuk negara dan lembaga kita,” ujarnya lagi.

Saifuddin mengatakan, ibadah haji merupakan ibadah yang sangat dahsyat, membutuhkan kemampuan fisik, finansial dan kesabaran.

“Termasuk juga sabar menunggu antrian selama bertahun-tahun. Haji merupakan ibadah badaniyah, ibadah ruhaniyah, dan juga ibadah maliyah, serta salah satu ibadah yang paling baik sebagaimana ditegaskan Rasulullah SAW dalam hadisnya,” kata Saifuddin.

Ia juga menambahkan, tahun ini pemerintah masih mengusung tema Haji ramah lansia, artinya sebagian jemaah haji Indonesia merupakan lansia yang membutuhkan bantuan dan keringanan tangan dari yang lebih muda.

“Saat di sana, jika menemukan saudara-saudara sebangsa dan setanah air bahkan dari luar negeri yang membutuhkan bantuan. Maka ringankan tangan untuk itu, tanamkan rasa peduli sesama,” kata Saifuddin.

Sebagi informasi, pada tahun ini Aceh Besar memberangkatkan 396 jemaah haji yang tergabung dalam kloter 1 dan 6 embarkasi Aceh. Mereka akan berangkat menuju Arab Saudi pada 29 Mei dan 3 Juni 2024.

Di sela-sela peusijuek, Kemenag Aceh Besar juga menggelar acar halal bi halal dengan para ASN. saifuddin berharap para ASN untuk menjaga dan merawat kebersamaan telah terpupuk ini, menjaga kekompakan.

“Kita 1 korps berada dibawah kementerian Agama, saling mendukung, kompak, peduli dan saling membantu. Kita sebagai ASN memiliki tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan, jangan lalai dari tugas, berikan pelayanan terbaik kepada siapa saja yang kita layani, pegang pada regulasi dan jangan ada pungli,” katanya.

Editor: Akil Rahmatillah

Maju Jalur Independen, Berapa Jumlah Dukungan KTP yang Wajib Dikantongi Cagub/Cawagub Aceh?

0
Ilustrasi KTP. (Foto: Pinterest)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Persaingan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh semakin memanas dengan munculnya sejumlah nama yang siap bertarung. Salah satu yang mencuri perhatian adalah mantan menteri pertahanan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Zakaria Saman, atau yang akrab disapa Apa Karya.

Beberapa waktu lalu Apa Karya secara resmi menyatakan diri sebagai calon gubernur Aceh melalui jalur independen. Keputusan ini menandai kembalinya Apa Karya ke panggung politik setelah sebelumnya mencalonkan diri pada Pilkada 2017.

Menariknya, sebagai syarat pencalonan independen, Apa Karya mengklaim telah berhasil mengumpulkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari masyarakat Aceh, walaupun tidak menyebutkan jumlah pastinya.

Lalu berapa lembarkah jumlah fotokopi KTP yang harus dikantongi bakal calon gubernur/wakil gubernur aceh jika maju melalui jalur independen?

Berdasarkan Undang-undang Pemerintah Aceh Nomor: 11 Tahun 2006 pasal 68 ayat (1) tentang Pemerintah Aceh dan Qanun Aceh Nomor: 12 Tahun 2016 pasal 28 huruf (A) tentang pemerintahan, Gubernur/Wakil Gubernur yang maju jalur perseorangan sekurang-kurangnya 3% dari jumlah penduduk yang menyebar di 50 % kabupaten/kota.

Berdasarkan data kependudukan yang diperoleh Nukilan.id dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Aceh sebanyak 5,52 juta jiwa pada Akhir 2023.

Berdsarkan data di atas, artinya pada Pilkada 2024 ini, cagub/cawagub jalur independen wajib mengumpulkan minimal 165.600 dukungan KTP dari penduduk Aceh yang tersebar sekurang-kurangnya di 12 kabupaten/kota di Aceh.

Mengingat Aceh dikenal dengan keberagaman budaya serta geografis yang beragam, tantangan bagi calon independen untuk meraih dukungan tidaklah mudah. Namun, hal ini juga menjadi ujian bagi mereka yang ingin membuktikan diri bahwa kemandirian politik bisa menjadi alternatif yang serius di tengah dinamika partai politik yang ada.

Belum banyak yang berani memasuki jalur independen dalam kompetisi politik di Aceh. Namun, dengan persyaratan yang begitu ketat, tampaknya hanya para tokoh yang memiliki basis massa yang kuat dan jaringan yang luas yang mampu memenuhi syarat tersebut.

Reporter: Akil Rahmatillah