Beranda blog Halaman 1184

Maju Jalur Independen, Berapa Jumlah Dukungan KTP yang Wajib Dikantongi Cagub/Cawagub Aceh?

0
Ilustrasi KTP. (Foto: Pinterest)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Persaingan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh semakin memanas dengan munculnya sejumlah nama yang siap bertarung. Salah satu yang mencuri perhatian adalah mantan menteri pertahanan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Zakaria Saman, atau yang akrab disapa Apa Karya.

Beberapa waktu lalu Apa Karya secara resmi menyatakan diri sebagai calon gubernur Aceh melalui jalur independen. Keputusan ini menandai kembalinya Apa Karya ke panggung politik setelah sebelumnya mencalonkan diri pada Pilkada 2017.

Menariknya, sebagai syarat pencalonan independen, Apa Karya mengklaim telah berhasil mengumpulkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari masyarakat Aceh, walaupun tidak menyebutkan jumlah pastinya.

Lalu berapa lembarkah jumlah fotokopi KTP yang harus dikantongi bakal calon gubernur/wakil gubernur aceh jika maju melalui jalur independen?

Berdasarkan Undang-undang Pemerintah Aceh Nomor: 11 Tahun 2006 pasal 68 ayat (1) tentang Pemerintah Aceh dan Qanun Aceh Nomor: 12 Tahun 2016 pasal 28 huruf (A) tentang pemerintahan, Gubernur/Wakil Gubernur yang maju jalur perseorangan sekurang-kurangnya 3% dari jumlah penduduk yang menyebar di 50 % kabupaten/kota.

Berdasarkan data kependudukan yang diperoleh Nukilan.id dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Aceh sebanyak 5,52 juta jiwa pada Akhir 2023.

Berdsarkan data di atas, artinya pada Pilkada 2024 ini, cagub/cawagub jalur independen wajib mengumpulkan minimal 165.600 dukungan KTP dari penduduk Aceh yang tersebar sekurang-kurangnya di 12 kabupaten/kota di Aceh.

Mengingat Aceh dikenal dengan keberagaman budaya serta geografis yang beragam, tantangan bagi calon independen untuk meraih dukungan tidaklah mudah. Namun, hal ini juga menjadi ujian bagi mereka yang ingin membuktikan diri bahwa kemandirian politik bisa menjadi alternatif yang serius di tengah dinamika partai politik yang ada.

Belum banyak yang berani memasuki jalur independen dalam kompetisi politik di Aceh. Namun, dengan persyaratan yang begitu ketat, tampaknya hanya para tokoh yang memiliki basis massa yang kuat dan jaringan yang luas yang mampu memenuhi syarat tersebut.

Reporter: Akil Rahmatillah

BMKG Prediksi Hujan Deras Landa Aceh Seminggu Ke Depan

0
Ilustrasi Hujan Deras. (Foto: iNews)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh telah mengeluarkan peringatan serius bagi wilayah Aceh. Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, dilengkapi dengan kilat/petir serta angin kencang, diprediksi akan melanda sejumlah wilayah di Aceh pada rentang waktu 1-7 Mei 2024 mendatang.

Informasi ini disampaikan secara resmi oleh  BMKG Aceh dalam keterangan tertulisnya, yang telah diterima oleh Nukilan.id pada hari Selasa (1/5/2024).

Menurut keterangan yang diterima, potensi hujan yang mengancam ini dipicu oleh adanya daerah konvergensi di wilayah Aceh, serta kondisi suhu permukaan laut yang hangat di wilayah Samudra Hindia Barat Aceh dan Perairan Utara Aceh. Kondisi tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan konvektif atau awan hujan yang dapat berdampak pada intensitas hujan di daerah tersebut.

Wilayah yang berpotensi untuk mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, termasuk Aceh Barat Daya, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Selatan, Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Langsa, Lhokseumawe, Pidie, Aceh Tengah, Simeulue, Subulussalam, serta Nagan Raya.

Prakirawan BMKG menghimbau masyarakat setempat untuk tetap waspada dan mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor, yang dapat terjadi akibat hujan lebat tersebut.

Dalam menghadapi kondisi ini, masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi prakiraan cuaca terbaru yang disediakan oleh BMKG.

Peringatan ini disampaikan guna memberikan kesadaran kepada masyarakat Aceh akan potensi ancaman cuaca ekstrem yang mungkin terjadi, serta pentingnya kewaspadaan dan persiapan dalam menghadapi kondisi tersebut. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk meminimalisir dampak yang mungkin ditimbulkan oleh cuaca buruk ini.

Reporter: Akil Rahmatillah

Maju Jalur Independen, Balon Bupati Aceh Selatan Butuh Berapa Lembar KTP?

0
Ilustrasi Pilkada. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak akan dilaksanakan pada November 2024. Setiap warga negara berhak untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Hingar bingar pemilihan kepala daerah semakin memanas, tak terkecuali di Aceh Selatan.

Di Indonesia, pendaftaran pasangan calon kepala daerah dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui partai politik dan jalur independen atau perorangan.

Di Aceh Selatan, partai politik atau koalisi partai politik yang mengajukan pasangan bupati/wakil bupati harus memenuhi syarat dukungan minimal 5 dari 30 kursi DPRK atau 15 persen akumulasi suara sah dalam pemilu terakhir.

Sedangkan syarat bagi calon independen harus mengantongi fotokopi KTP sebanyak 3 persen dari total penduduk Negeri Pala. Sejauh ini belum ada yang menyatakan maju sebagai calon gubernur Aceh lewat jalur independen.

Bakal calon bupati atau wakil bupati di Aceh Selatan yang memilih jalur independen di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun ini harus mengumpulkan dukungan yang signifikan.

Jika merujuk pada Undang-undang Pemerintah Aceh Nomor 11 Tahun 2006 pasal 68 ayat (1) tentang Pemerintah Aceh dan Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2016 pasal 28 huruf (A) tentang pemerintahan Gubernur/Wakil Gubernur dan Bupati/Wakil Bupati yang maju jalur perseorangan, maka mereka harus memperoleh dukungan sekurang-kurangnya 3% dari jumlah penduduk yang menyebar di 50% kecamatan.

Menurut data yang dihimpun Tim Nukilan.id dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, penduduk Aceh Selatan saat ini mencapai 236.933 jiwa. Dengan demikian, syarat dukungan yang dibutuhkan Bakal calon bupati atau wakil bupati di Aceh Selatan yang memilih jalur independen mencapai 7.107,99 lembar Salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP), yang jika dibulatkan menjadi 7.108 lembar. Dukungan tersebut harus tersebar di 9 dari total 18 kecamatan di seluruh Aceh Selatan.

Dengan persyaratan yang cukup ketat tersebut, bakal calon independen harus bekerja keras untuk memperoleh dukungan yang memadai guna memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan daerah.

Reporter: Akil Rahmatillah

Warung Bebek Khas Madura Ala Anuw: Menikmati Cita Rasa Autentik dari Jawa Timur di Kota Banda Aceh

0
Nasi bebek khas madura. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Di tengah hiruk pikuk kota Banda Aceh, sebuah warung makan bernama “Bebek Khas Madura Alaa Anuw” mampu menciptakan sensasi kuliner yang tak terlupakan bagi para pengunjungnya.

Terletak di simpang Surabaya, warung ini menjadi tempat favorit bagi pecinta bebek khas Madura yang ingin menikmati cita rasa autentik dari Jawa Timur.

Bebek khas Madura yang disajikan dengan siraman sambal hitam pekat menjadi andalan utama warung ini.

Salah satu pelanggan setia, Vira, mengungkapkan pengalamannya menikmati kuliner di warung ini.

“Sambal hitam Maduranya itu bikin ketagihan. Rasanya gurih terus pedas jadi bikin nagih,” ujar Vira kepada Nukilan.id pada Rabu (1/5/2024) malam.

Tak hanya bebek goreng, Warung ini juga menyediakan berbagai menu pelengkap seperti ati ampela, tahu, tempe, terong goreng, ayam goreng, dan lele goreng.

Harga yang terjangkau juga menjadi daya tarik utama warung ini. Untuk seporsi nasi bebek goreng lengkap dengan kondimennya biasanya dibanderol dengan harga 20.000-an. Sedangkan untuk ayam dan lauk pilihan lainnya dibanderol dengan harga mulai dari 10.000 – 15.000-an.

Selain itu, Warung Bebek Khas Madura Alaa Anuw juga memberikan kebebasan kepada pelanggannya untuk memilih jenis sambal yang diinginkan atau bahkan menambahkan sambal ekstra sesuai selera masing-masing.

Dengan cita rasa yang autentik dan harga yang terjangkau, Warung Bebek Khas Madura Alaa Anuw menjadi destinasi kuliner yang wajib dikunjungi bagi para pecinta kuliner di kota Banda Aceh.

Reporter: Akil Rahmatillah

May Day, Disnakermobduk Aceh: Tak Ada Celah untuk Buat Pekerja Sengsara

0
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Akmil Husen saat mengikuti aksi May Day di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh pada 1 Mei 2024. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh, Akmil Husen, menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk melindungi hak-hak pekerja dan memastikan kesejahteraan mereka. Hal ini disampaikannya dalam rangka peringatan Hari Buruh Sedunia yang jatuh pada 1 Mei 2024.

“Harapan kami tidak ada celah untuk membuat pekerja ini sengsara. Kita tetap akan memproses segala bentuk pelanggaran maupun perselisihan hubungan industrial sampai tingkat jenjang yang lebih tinggi,” tegas Akmil Husen dalam aksi May Day yang digelar Aliansi Buruh Aceh.

Akmil Husen menjelaskan bahwa Pemerintah Aceh telah merealisasikan beberapa tuntutan dari para pekerja di tahun 2024 ini. Salah satunya adalah revisi Qanun Aceh Nomor 1 Tahun 2024 tentang Ketenagakerjaan yang memasukkan norma-norma dan kearifan lokal Aceh.

“Qanun ketenagakerjaan ini sudah kita masukkan dalam perubahan qanun ketenagakerjaan ini. Tinggal sama-sama kita implementasikan dan turunan-turunannya nanti kita akan jaga bersama-sama untuk pelaksanaannya. Tatap harus melalui pengawasan dari bapak-ibu serikat pekerja/buruh bersama kami tim pengawas ketenagakerjaan ini,” jelas Akmil Husen.

Akmil Husen berharap tema Hari Buruh Sedunia tahun ini, “Kerja Bersama Wujudkan Pekerja/Buruh Yang Kompeten”, dapat mendorong peningkatan kesejahteraan para pekerja di Aceh.

“Mudah-mudahan dengan tema ini tingkat kesejahteraan para buruh, para pekerja di Provinsi Aceh khususnya dapat lebih meningkat,” ujar Akmil Husen.

Sebelumnya diberitakan, ejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Buruh Aceh dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Provinsi Aceh menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Simpang Lima, Banda Aceh, dalam rangka memperingati Hari Buruh Se-Dunia atau May Day.

Pantauan Nukilan di lokasi, aksi unjuk rasa tersebut dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, diawali dengan longmarch dari depan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh menuju Tugu Simpang Lima.

Reporter: Rezi

Ulee Lheue, Tempat Wisata Favorit di Banda Aceh yang Ramai Dikunjungi

0
Suasana dore hari di Pantai Ulee Lheue. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Suasana sore yang indah di Banda Aceh selalu menjadi momen yang dinantikan oleh banyak orang, terutama bagi mereka yang mencari tempat wisata gratis yang seru dan tak pernah sepi. Salah satu destinasi yang patut dikunjungi adalah Ulee Lheue, sebuah area sepanjang jalan menuju Kampung Jawa, Banda Aceh.

Dengan suasana yang ramai dan beragam, Ulele menjadi tempat yang cocok untuk menghabiskan waktu santai bersama keluarga, teman, atau pasangan. Di sini, pengunjung bisa duduk-duduk santai sambil menikmati makanan dan minuman yang mereka bawa sendiri. Mulai dari bakso bakar, ayam geprek, pisang goreng, hingga boba, semua bisa dinikmati di tempat duduk yang tersedia secara gratis.

Seperti yang diungkapkan salah satu pengunjung, Ihsan, mengatakan bahwa suasana sore di Ulee Lheue sangat menakjubkan, dengan pemandangan orang-orang yang duduk bersama, teman-teman yang asyik berbincang, dan keluarga yang menghabiskan waktu bersama.

“Tidak heran jika tempat ini menjadi favorit banyak orang karena selain gratis, juga tempat yang chill untuk berbincang dan bersantai,” ujar Ihsan kepada Nukilan.id pada Rabu (1/5/2024).

Jalan menuju Kampung Jawa juga menawarkan pemandangan menarik, sepanjang jalan pengunjung bisa menikmati pemandangan sunset.

Walau begitu, penting untuk tetap menjaga ketertiban dan kebersihan di tempat wisata ini. Kehadiran petugas penertiban mulai terasa menjelang magrib, sebagai upaya untuk memastikan kenyamanan pengunjung dan menjaga keamanan area tersebut. Dengan demikian, Ulee Lheue tetap menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi oleh masyarakat.

Selain itu, bagi pengunjung yang hobi memancing, Ulee Lheue juga merupakan salah satu spot memancing di Banda Aceh. Tim Nukilan.id berkesempatan untuk berbicara dengan beberapa pemancing yang rutin mengunjungi tempat ini untuk menikmati hobi mereka.

“Di sini memang tempat yang nyaman untuk memancing. Selain suasana yang asyik, pemandangannya juga sangat menarik,” ungkap Ahmad, seorang pemancing setempat.

Menurut Ahmad, kehadiran pengunjung lainnya tidak mengganggu kegiatan memancingnya.

“Bahkan, kadang-kadang kami bisa bertukar cerita dan tips tentang memancing. Jadi, bukan hanya tempat untuk bersantai, tapi juga bisa menjadi tempat bertemu dengan teman-teman baru yang memiliki hobi yang sama,” tambahnya.

Dengan beragam aktivitas yang bisa dinikmati dan suasana yang ramai namun menyenangkan, Ulele tetap menjadi destinasi yang menarik bagi masyarakat, terutama bagi anak muda yang mencari tempat nongkrong yang seru dan menyenangkan di Banda Aceh.

Reporter: Akil Rahmatillah

Tiga Ide Cerita Dokumenter Terpilih Mengikuti In House Training ADJ 2024

0
ADJ 2024. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tiga ide cerita film dokumenter pendek karya siswa menengah atas/sederajat di Aceh, mendapatkan kesempatan beasiswa produksi film. Tiga grup terpilih tersebut akan mengikuti proses in house training untuk mendapatkan pendampingan penyusunan treatment/naskah yang di mulai tanggal 1-7 Mei 2024, serta materi penyutradaraan, sinematografi, management produksi, budgeting dan editing.

Kemudian akan turun ke lapangan untuk melakukan syuting/produksi. Ketiga ide cerita tersebut ditetapkan setelah sesi penjurian yang dilakukan pada Selasa, 30 April 2024.

Ketiga ide cerita tersebut, yaitu “Ceumeulo” karya Hamdan dan Bayu Kusuma dari Kabupaten Aceh Selatan (SMAN 1 Meukek); “Mahout” karya Agha Alamulhuda Husein dan M Rafil dari Kabupaten Aceh Besar (SMK Teknologi MSBS); dan “Hadiah Taubat Nasuha” karya Ridho Bintang dan Aksay Maulana dari Kota Subulussalam (SMKN 1 Penanggalan).

Ceumeuloe mengangkat cerita tentang kehidupan petani di Meukek, Aceh Selatan, yang semakin terdesak karena hasil panen tak lagi mencukupi. Sedangkan Mahout bercerita tentang seekor gajah jinak bernama Isabela dan pawang gajah di CRU Sampoiniet, Aceh Jaya. Adapun Hadiah Taubat Nasuha bercerita tentang seorang kakek yang insaf karena suatu “magic moment” dan demi membimbing cucunya yang telah kehilangan ibu sejak dini.

Kepala Bidang Pendidikan di Yayasan Aceh Documentary, Azhari Meugit, mengatakan, rangkaian Program ADJ 2024 telah dimulai sejak Maret 2024 dan akan berakhir pada 22 Mei 2024.

“ADJ mempunyai tahapan program berupa basic training, pitching forum, in house training atau praproduksi, produksi, dan pascaproduksi. Ketiga ide cerita ini yang nantinya akan memasuki tahap lanjutan berdasarkan keputusan tiga orang juri,” kata Ayi, Rabu, 1 Mei 2024.

Para dewan juri, yakni Azhari Aiyub, Akbar Rafsanjani, dan Ihan Nurdin telah melakukan penjurian terhadap sejumlah karya dari para peserta yang mengikuti pitching forum. Azhari Aiyub mengatakan, di antara yang menjadi penilaian dewan juri adalah orisinalitas ide, kekuatan riset, dan potensi visual yang mampu disajikan oleh setiap peserta.

“Seperti kita ketahui, ini merupakan program film dokumenter, riset menjadi sangat penting dalam melahirkan sebuah cerita dokumenter yang menarik. Melalui kekuatan riset seorang sutradara akan mampu menghadirkan karya yang tidak biasa,” kata Ayi

Selama penjurian berlangsung, dewan juri juga menggali sisi-sisi lain dari setiap ide cerita yang disajikan. Sehingga dapat diketahui substansi atau pesan-pesan apa yang ingin disampaikan peserta melalui ide cerita tersebut. Azhari mengapresiasi ide-ide tersebut karena mampu mengangkat berbagai problem realitas sosial yang selama ini tampak terabaikan.

Aceh Documentary Junior adalah program tahunan dari Yayasan Aceh Documentary yang mengkhususkan workshop film dokumenter bagi siswa SMA/sederajat.

“Program ini penting untuk memberikan edukasi terkait medium film dokumenter bagi siswa-siswi di Aceh yang punya cita-cita untuk masuk ke dalam dunia perfilman, karena di Aceh belum ada sekolah film yang formal. Selain itu, program ini juga memberikan stimulus berpikir kritis bagi siswa/siswi di Aceh,” kata Ayi Meugit.

Editor: Akil Rahmatillah

INI Pascasarjana Ar-Raniry Resmi Dikukuhkan, Pj Gubernur: Kami Yakin Alumni Berkontribusi Bagi Pembangunan Aceh

0
Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah saat menghadiri pelantikan INI Pascasarjana Ar-Raniry. (Foto: Humas UINAR)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pengurus Ikatan Alumni Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry (INI Pascasarjana Ar-Raniry) periode 2024-2029 resmi dikukuhkan. Pelantikan pengurus dilakukan di halaman depan Gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Rabu (1/5/2024).

Sebelum pelantikan pengurus INI Pascasarjana Ar-Raniry dilaksanakan, terlebih UIN Ar-Raniry melakukan kegiatan adat peusijuek Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Bustami Hamzah dan Istrinya, Mellani Subarni.

Berdasarkan pantauan media, Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah beserta istri tiba di Gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry sekitar pukul 08.30 WIB. Kedatangan orang nomor satu di Provinsi Aceh ini disambut hangat oleh Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman, dan jajarannya.

Setiba di depan aula utama, Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman, langsung mengalungkan tanda kehormatan kampus kepada Pj Gubernur Aceh. Bustami Hamzah beserta istri kemudian dipersilahkan masuk ke dalam untuk di-peusijuek.

Bustami Hamzah dan Istrinya, Mellani Subarni, kemudian di-peusjiuek secara bergiliran oleh Ketua Senat UIN Ar-Raniry, Rektor UIN Ar-Raniry dan Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry. Bustami beserta istri tampak khidmat mengikuti prosesi peusijuek itu.

Beres dengan peusijuek, Pj Gubernur Aceh beserta yang lain kemudian beranjak memasuki panggung utama acara pelantikan INI Pascasarjana Ar-Raniry. Kedatangan Pj Gubernur disambut antusias oleh seluruh alumni UIN Ar-Raniry yang hadir.

Ketua INI Pascasarjana Ar-Raniry, Qamaruzzaman Hagny mengatakan, alumni UIN Ar-Raniry sangat kompak, dirinya merasa bangga telah menjadi bagian dari keluarga besar kampus biru itu.

“Hari ini kami dikukuhkan sebagai pengurus INI Pascasarjana Ar-Raniry, ini sesuatu yang luar biasa sekali, karena orang-orang yang berada di dalam forum ini merupakan orang-orang hebat, orang-orang terhormat semua,” ujar Qamaruzzaman Hagny, saat diminta moderator menyampaikan kata-kata sambutan.

Qamaruzzaman menambahkan, pihaknya selaku forum alumni akademika yang baru terbentuk akan senantiasa mengabdi dan berkontribusi kepada almamaternya.

“Kami siap untuk berkontribusi kepada almamater yang sama-sama kami cintai ini, apapun yang dibutuhkan kami siap menurut kemampuan yang kami miliki,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman mengatakan, alumni sebagai mitra perguruan tinggi kehadirannya dipandang sangat strategis.

Karenanya, Prof Mujiburrahman berharap agar pengurus INI Pascasarjana Ar-Raniry bisa bersinergi bersama kampus untuk bekerja kolektif dan inklusif dalam upaya memajukan dunia pendidikan di Aceh.

Prof Mujiburrahman menjelaskan, UIN Ar-Raniry pada akhir tahun 2023 telah meluncurkan Lembaga Islamic Trust Fund UIN Ar-Raniry yang merupakan lembaga zakat, infaq, sedekah dan wakaf (ZISWAF)yang bernaung di bawah UIN Ar-Raniry. Sejauh ini lembaga tersebut telah berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp 4 milyar lebih.

“kenapa dana ini kita kelola, logikanya sederhana, karena bagi siapapun mahasiswa yang masuk ke UIN Ar-Raniry, tidak boleh ada yang drop out gara-gara tidak sanggup bayar SPP, gara-gara tidak sanggup bayar kost, atau gara-gara tidak sanggup membiayai keperluan hidup selama berada di Banda Aceh. Lembaga ini hadir untuk membantu anak-anak mahasiswa bisa menyelesaikan kuliahnya,” ujar Prof Mujiburrahman.

“Tahun lalu kita telah membayar 300 SPP mahasiswa emergensi, kalau tidak kita bayar, mereka akan pulang kampung. Karenanya saya mengharapkan dukungan para alumni untuk bisa menguatkan lembaga ini. Kita akan lakukan gerakan wakaf satu alumni Rp 100 ribu per tahun. Bayangkan jika kita bisa kumpulkan Rp 50 milyar, bisa selesai semua persoalan anak-anak putus kuliah karena biaya di UIN Ar-Raniry,” tambah Prof Mujiburrahman.

Sementara itu, Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah mengatakan, Pemerintah Aceh sangat mengapresiasi peran aktif dan kontribusi yang dimainkan oleh para alumni Pascasarjana UIN Ar-Raniry dalam perjalanan pembangunan Aceh.

Kata Bustami, Pascasarjana UIN Ar-Raniry telah menjadi salah satu lembaga pendidikan yang memberikan kontribusi besar dalam pengembangan sumber daya manusia di Aceh, khususnya bidang keilmuan Islam dan ilmu-ilmu lainnya.

“Kami berharap agar lembaga Pascasarjana UIN Ar-Raniry dapat terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan kompeten,” ujar Bustami Hamzah.

Bustami juga berharap keaktifan alumni Pascasarjana UIN Ar-Raniry dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.

Pj Gubernur Aceh itu juga berharap agar alumni Pascasarjana UIN Ar-Raniry terus mendukung misi pembangunan daerah dalam semua aspek, serta menjadi mitra berharga bagi pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Aceh.

“Dengan keberadaan INI Pascasarjana Ar-Raniry, kami yakin akan semakin memperkuat jaringan komunikasi dan kerja sama antar alumni untuk sama-sama berkontribusi lebih besar bagi pembangunan Aceh,” pungkas Pj Gubernur Aceh.

Sebagai informasi, kegiatan pelantikan pengurus INI Pascasarjana Ar-Raniry juga dibarengi dengan prosesi Memorandum of Understanding (MoU) antara Asosiasi PAI dengan Pascasarjana UIN Ar-Raniry.

Prosesi penandatanganan MoU itu disaksikan oleh Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman, dan Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah.

Editor: Akil Rahmatillah

Lazismu Aceh Tengah Kembali Salurkan Beasiswa Mentari Untuk Siswa/Siswi Kurang Mampu

0
Lazismu Aceh Tengah Kembali Salurkan Beasiswa Mentari Untuk Siswa/Siswi Kurang Mampu. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Takengon – Lembaga Amil, Zakat, Infaq dan Shadaqoh (Lazismu) Aceh Tengah kembali menyalurkan program Beasiswa Mentari. Beasiswa tersebut diberikan kepada siswa-siswi tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Aceh Tengah.

Pemberian beasiswa ini juga ditujukan kepada siswa/siswi yang kurang mampu namun memiliki kemampuan akademik/non akademik yang baik, agar dapat membeli kebutuhan dan perlengkapan sekolah. Penyerahan bantuan Beasiswa Mentari dilakukan secara langsung pada Selasa (30/4/2024).

Ketua Lazismu Aceh Tengah, Yuhdi Safuan menyatakan bahwa program Beasiswa Mentari ini nantinya akan di salurkan secara bertahap baik di tingkat SMA,SMP dan MIN secara berkelanjutan sehingga tepat sasaran, Tujuan dari bantuan ini adalah agar dana beasiswa tidak tersedot oleh hal-hal lain dan dapat langsung bermanfaat bagi siswa/siswi yang membutuhkan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah, Ir Arifin., menambahkan bahwa Muhammadiyah, khususnya warga muhammadiyah selalu memiliki semangat memberi dan berkontribusi bagi masyarakat. Terbukti, meskipun dalam masa ekonimi yang sulit ini masih banyak masyarakat yang peduli akan sesama.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi luar biasa dari lazismu Aceh Tengah, termasuk dalam penyaluran beasiswa dan dukungan lainnya. Meskipun dalam matematika dunia mungkin tampak sebagai pengeluaran besar. Namun dalam matematika langit, berbuat baik dan bersedekah selalu mendatangkan berkah dan kebahagiaan.

“Itu kalau matematika dunia, rugi. Tapi Matematika langit berbeda. Banyak orang bersedekah bukannya menjadi miskin, tapi hidupnya semakin bahagia. Sekali lagi selamat kepada penerima beasiswa Mentari, semoga mendapatkan ridha dari Allah SWT,” pungkasnya.

Editor: Akil Rahmatillah

SPS Aceh Terima Penghargaan Sebagai SPS Provinsi Terbaik Tahun 2024

0

NUKILAN.id | Jakarta – Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Aceh dinobatkan sebagai SPS Provinsi terbaik tahun 2024. Penghargaan bergengsi tersebut diberikan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat dalam ajang kompetisi  SPS Awards 2024 dengan mengusung tema besar “Pers Sehat, Demokrasi Kuat” pada Selasa, 30 April 2024, di Hotel Ciputra, Jakarta.

“Malam ini adalah momen terindah bagi seluruh anggota maupun pengurus SPS Aceh periode 2022-2026,” kata Muktarruddin Usman usai menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum SPS Pusat, Januar P. Ruswita.

Muktarruddin Usman mengatakan, keberhasilan SPS Aceh meraih penghargaan terbaik tahun 2024 tak lepas dari kerja keras semua anggota dan pengurus SPS Aceh. “Ini semua kerja tim yang sangat solid dan tetap bersemangat,” ujarnya.

SPS Provinsi Aceh dinilai berhasil mengembangkan organisasi dan menambah keanggotaan baru. Hingga saat ini, jumlah anggota SPS Aceh terus bertambah, baik media cetak maupun media online.

“Jumlah anggota sudah mencapai 26 media, dan ada belasan yang sedang diproses kelengkapan administrasinya untuk ditetapkan menjadi anggota baru,” kata Muktarruddin Usman.

Selain memberikan penghargaan terbaik kepada SPS Provinsi Aceh, SPS Pusat juga memberi penghargaan dan apresiasi karya jurnalistik yang unggul dari rekan-rekan media, pers kampus, serta korporasi/institusi di seluruh Indonesia.

Editor: Akil Rahmatillah