Beranda blog Halaman 1182

Memikat Generasi Muda Aceh ke Sektor Pertanian

0
Wakil Ketua Pemuda Tani HKTI Aceh, Muhammad Rufiandhy. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Aceh sebagai salah satu provinsi di ujung barat Indonesia memiliki 66,2% penduduk yang berusia produktif, dan hampir sepertiga darinya adalah generasi milenial atau pemuda. Dengan jumlah sebanyak itu, pemuda yang memiliki minat di industri pertanian masih sangat minim. Para pelaku industri pertanian masih banyak didominasi oleh orang tua, dan hal ini bisa menjadi masalah serius dengan tidak adanya regenerasi sektor pertanian di kalangan anak muda Aceh.

Anak-anak milenial saat ini terlihat enggan menjadi petani. Milenial lebih cenderung memilih untuk bekerja di industri lain seperti startup atau menjadi bagian dari pemerintah dibandingkan bercocok tanam. Alasannya bisa bermacam-macam, salah satunya adanya kekhawatiran tidak adanya jaminan yang layak untuk petani, dan juga harga hasil pertanian yang cenderung sangat fluktuatif setiap bulannya, sehingga pendapatan bekerja di sektor ini menjadi tidak menentu.

Selain itu, Presiden kita Joko Widodo juga pernah mengatakan bahwa kebanyakan sarjana pertanian yang telah lulus bekerja di sektor selain pertanian yang notabene sarjana ini diharapkan dapat mendorong industri sektor pertanian di kalangan anak muda Aceh. Hal ini memang sering terjadi, salah satunya di lingkungan pribadi saya di mana sarjana pertanian malah terjun ke industri lain.

Sehingga tidak terjadi regenerasi petani yang masih didominasi oleh orang tua yang sudah cukup berumur. Seharusnya generasi mudalah yang menggantikan posisi orang-orang ini dengan memodernisasi sektor ini sehingga cukup layak untuk meningkatkan taraf hidup petani kita.

Solusi yang dapat kita tawarkan untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah adanya perhatian lebih dari pemerintah kita untuk membentuk kelompok-kelompok kecil di setiap daerah yang isinya memang dari kalangan milenial dan pemuda yang bekerja sebagai petani, pengelola, dan pengusaha di sektor pertanian.

Solusi lainnya adalah adanya kampanye dari lembaga kepemudaan, komunitas, dan peminat di sektor petani muda untuk membuat sosialisasi, seminar, pelatihan-pelatihan yang memang dikhususkan untuk meningkatkan minat dan membuka peluang baru bagi anak muda yang ingin mendalami industri di sektor pertanian. Harapannya, dalam 5 sampai 10 tahun ke depan, sudah banyak regenerasi petani muda di Indonesia, khususnya provinsi Aceh. Muda meugoe bangun Nanggroe Aceh Mulia, bersama!

Oleh: Muhammad Rufiandhy | Wakil Ketua Pemuda Tani HKTI Aceh

Banda Aceh Raih Opini WTP Ke-16 Kali Berturut-turut dari BPK RI

0
Banda Aceh Raih Opini WTP Ke-16 Kali Berturut-turut dari BPK RIBanda Aceh Raih Opini WTP Ke-16 Kali Berturut-turut dari BPK RI. (Foto: Humas Kota Banda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Lebih dari satu dasawarsa, Pemerintah Kota Banda Aceh secara konsisten meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangannya dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.

Terbaru, penghargaan atas tata kelola keuangan pemerintahan terbaik tersebut, diberikan oleh BPK RI Perwakilan Provinsi Aceh atas laporan keuangan Pemko Banda Aceh tahun anggaran 2023. Banda Aceh pun tercatat telah 16 kali berturut-turut meraih penghargaan ini.

Adapun prosesi penyerahan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintahan daerah 2023 se-Provinsi Aceh, digelar di kantor BPK RI Perwakilan Aceh di kawasan Lampineung, Kamis, 2 Mei 2024.

Di sana, Kepala BPK RI Perwakilan Aceh Rio Tirta menyerahkan langsung dokumen hasil pemeriksaan kepada Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin dan Wakil Ketua DPRK Usman. Turut hadir mendampingi, Pj Sekdako Banda Aceh Wahyudi beserta sejumlah Kepala OPD terkait.

Pj Wali Kota Amiruddin pun mengucap syukur atas raihan Opini WTP ke-16 kali berturut-turut. “Alhamdulillah, ini menjadi kado spesial bagi hari jadi ke-819 Kota Banda Aceh. Penghargaan ini kami dedikasikan kepada segenap jajaran pemerintahan, dan juga masyarakat atas dukungannya.”

Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan wujud konsistensi dan hasil kerja keras, kerja cerdas, serta kolaborasi seluruh jajaran pemerintahannya dalam rangka mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang baik dan transparan.

“Tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel adalah sebuah kewajiban bagi setiap pemerintah daerah. Kita terus berupaya memberikan yang terbaik dengan pengelolaan keuangan yang mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Tak ketinggalan, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas rekomendasi, masukan, serta arahan dari BPK-RI Perwakilan Aceh selama ini. “Semuanya akan menjadi acuan bagi kami dalam rangka menyempurnakan penyajian laporan keuangan setiap tahunnya,” ujar Amiruddin.

Editor: Akil Rahmatillah

Pertemuan Strategis di Ankara: Indonesia dan Turkiye Berkomitmen pada Kerjasama Pertahanan yang Kuat

0
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi bersama dengan Menteri Luar Negeri Turkiye, DR Hakan Fidan. (Foto: Kemlu RI)

NUKILAN.id | Ankara – Pada kunjungan resmi ke Ankara, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi bersama dengan Menteri Luar Negeri Turkiye, DR. Hakan Fidan bertemu untuk mengukuhkan hubungan bilateral yang erat antara kedua negara (1/5). Pertemuan ini menandai tonggak penting dalam memperkuat kemitraan yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Turkiye.

Menteri Luar Negeri Retno mengapresiasi keramahtamahan yang diberikan oleh Menteri Hakan Fidan, serta menekankan pentingnya komunikasi yang intensif antara kedua negara sebagai cermin dari hubungan yang kokoh. Menlu Retno menjelaskan adanya komitmen bersama untuk meningkatkan kerjasama bilateral dalam berbagai bidang, tidak hanya untuk kepentingan kedua negara, tetapi juga untuk kontribusi pada perdamaian dan kemakmuran global.

“Tak hanya dalam kunjungan, komunikasi yang intensif juga semakin menguatkan hubungan kedua negara. Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia dan Turkiye untuk membangun kerjasama bilateral yang kuat serta berkontribusi pada perdamaian dan kemakmuran global” tegas Menlu Retno. Kami sepakat untuk memanfaatkan perayaan 75 tahun hubungan diplomatik tahun depan untuk mengangkat hubungan bilateral kami ke tingkat yang lebih tinggi.”

Salah satu poin penting dalam pertemuan ini adalah pembahasan mengenai Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Turkiye (CEPA), yang diharapkan akan menjadi pemacu utama dalam peningkatan perdagangan dan investasi bilateral. Keduanya berkomitmen untuk mempercepat finalisasi kesepakatan ini melalui negosiasi yang intensif.

Selain itu, kedua menteri juga sepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang pertahanan, dengan mengadakan pertemuan 2+2 dan dialog militer yang berkelanjutan. Kerjasama strategis dalam pengembangan industri pertahanan juga menjadi fokus utama, dengan keduanya berkomitmen untuk bekerja sama dalam produksi dan pemasaran bersama, seperti pada pembuatan Medium Weight Tank (MWT).

Selain itu, Indonesia dan Turkiye juga menyepakati langkah-langkah konkret dalam memerangi kejahatan lintas batas, dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Keamanan sebagai langkah awal untuk kerjasama yang lebih luas dalam hal keamanan dan penegakan hukum.

Dalam diskusi mengenai isu global, kedua menteri menegaskan posisi bersama dalam mendukung perdamaian dan keadilan bagi Palestina.

“Indonesia berkomitmen untuk selalu membela kemanusiaan dan keadilan bagi rakyat Palestina, mengadvokasi gencatan senjata yang segera dan berkelanjutan, bantuan kemanusiaan yang tidak terhambat, serta proses perdamaian yang kredibel menuju solusi dua negara” tegas Menlu Retno. Selain itu, Indonesia juga mendukung keanggotaan penuh Palestina di PBB, dan menekankan upayanya, termasuk pernyataan lisan di Pengadilan Internasional pada Februari 2024, untuk memperkuat hak-hak Palestina.

Pertemuan Menlu Retno dan Menlu Fidan tersebut juga menyoroti peran penting Selatan Global sebagai pembangun jembatan dan penentu agenda dalam berbagai forum multilateral, serta sebagai advokat tata kelola global yang adil.

Kunjungan ini juga mencerminkan komitmen Indonesia dan Turkiye dalam memperkuat posisi mereka sebagai pemimpin dalam diplomasi regional dan global, serta dalam membangun hubungan yang lebih kuat dan berkelanjutan di masa depan.

Editor: Akil Rahmatillah

Pj Sekda Aceh Pimpin Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional

0
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Azwardi, memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Azwardi, memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Aceh yang digelar di halaman Kantor Gubernur, Kamis, 2 Mei 2024.

Upacara tersebut diikuti unsur Forkopimda Aceh, seluruh Kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh, pejabat eselon 3 dan 4 Pemerintah Aceh, dan para siswa sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Azwardi menyampaikan pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, Nadiem Anwar Makarim.

Nadiem mengatakan, menjadi pemimpin gerakan Merdeka Belajar bukanlah hal mudah. Bukan tugas yang sederhana untuk mengubah perspektif tentang proses pembelajaran.

“Pada awal perjalanan kita sadar bahwa membuat perubahan butuh perjuangan. Rasa tidak nyaman menyertai setiap langkah menuju perbaikan dan kemajuan,” kata Nadiem.

Nadiem mengatakan, 5 tahun terakhir dunia pendidikan Indonesia melalui berbagai tantangan dan rintangan, salah satunya pandemi Covid-19.

Dampak yang ditimbulkan mengubah proses belajar mengajar dan cara hidup secara drastis. Pada saat yang sama, pandemi memberi kesempatan untuk mengakselerasi perubahan.

“Ombak kencang dan karang tinggi sudah kita lewati bersama, kini, kita sudah mulai merasakan perubahan terjadi di sekitar kita, digerakkan bersama-sama dengan langkah yang serempak dan serentak. Wajah baru pendidikan dan kebudayaan Indonesia sedang kita bangun bersama dengan gerakan Merdeka Belajar,” kata Nadiem.

Mendikbud Ristek itu mengatakan, 5 tahun bukan waktu yang sebentar untuk menjalankan tugas memimpin gerakan Merdeka Belajar. Namun, 5 tahun juga bukan waktu yang lama untuk membuat perubahan yang menyeluruh.

“Waktu yang bergulir membawa pada akhir masa pengabdian saya sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Namun, ini bukanlah titik akhir dari gerakan Merdeka Belajar. Dengan penuh ketulusan, saya ucapkan terima kasih banyak atas perjuangan yang ibu dan Bapak lakukan. Dengan penuh harapan, saya titipkan Merdeka Belajar kepada anda semua,” kata Nadiem di akhir sambutannya yang dibacakan Pj Sekda Aceh Azwardi.

Editor: Akil Rahmatillah

Peringati Hardiknas, Aishah Sebut Pendidikan Inklusif Perlu Perhatian Khusus

0
CEO Save Education Aceh (SEA) sekaligus guru SMPN 1 Banda Aceh, Aishah (dok : foto Auliana Nukilan)

Nukilan.id | Banda Aceh – Peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2024. CEO Save Education Aceh (SEA) sekaligus guru SMPN 1 Banda Aceh, Aishah sebut pendidikan inklusif perlu perhatian khusus dan tidak bisa diremehkan.

Ia mengatakan, pendidikan inklusif adalah konsep yang penting dalam memastikan bahwa setiap individu tanpa memandang latar belakang atau kondisi mereka. Mereka juga memiliki akses yang sama terhadap pendidikan yang berkualitas. Meskipun sudah banyak kemajuan yang dicapai dalam hal ini, masih banyak juga tantangan yang dihadapi.

Salah satu permasalahannya adalah aksesibilitas. Menurutnya, masih banyak individu berkebutuhan khusus masih kesulitan dalam mengakses fasilitas pendidikan yang memadai, baik faktor fisik maupun sosial. Di sisi lain, stigma dan diskriminasi masih menjadi tantangan di persepsi masyarakat yang belum inklusif. Kemudian sumber daya juga menjadi masalah yang serius, terutama lembaga pendidikan di daerah terpencil mengalami keterbatasan dalam hal infrastruktur dan tenaga pendidik yang terlatih dukungan khusus dengan siswa disabilitas.

Oleh karena itu, hal yang dimaksud mengakibatkan ketidaksetaraan dalam pendidikan. Jadi, pendidikan inklusif ini tidak bisa diremehkan. Selain menjadi Hak Asasi Manusia (HAM), pendidikan inklusif juga membantu mengembangkan potensi maksimal  setiap individu dan mengurangi stigma serta diskriminasi. Dalam masyarakat yang semakin beragam, pendidikan inklusif ini juga mempersiapkan siswa untuk hidup dan berkontribusi dalam lingkungan yang heterogen. Walaupun masih banyak tantangan yang dihadapi, upaya untuk mendorong pendidikan inklusif tetap menjadi prioritas.

“Hanya dengan kerja sama dan komitmen bersama dapat menciptakan lingkungan pendidikan inklusif yang ramah dan memberikan kesempatan ke semua individu,” ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id, Kamis (2/5/2024).

Aishah menyampaikan, Hardiknas hari ini bukan diperingati sebagai hari pendidikan saja, tetapi harus lebih memaknai apa di balik pendidikan ini. Dorongan-dorongan apa yang perlu digerakkan untuk memperbaiki dalam Bidang Pendidikan. Jadi, bukan hanya sekedar ceremony yang memperingati setiap tahunnya, namun lebih pada gerakan perubahan dalam dunia pendidikan.

Lanjutnya, dari riset dan juga observasi serta hasil ekspedisi SEA ke pelosok. Ia dan timnya menjumpai bahwa masih banyak sekali anak yang membutuhkan pendidikan yang layak. Jadi, harus dipastikan bahwa semua anak mempunyai akses terhadap pendidikan yang terjangkau, efektif, relevan, dan tersedia di wilayah mereka. Maka untuk memastikan semua pihak menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dalam pendidikan. Inklusif adalah proses meningkatkan partisipasi siswa dan meminimalkan keterpisahan dari budaya, kurikulum, dan komunitas sekolah setempat.

Ia juga menambahkan, ini adalah fakta yang kita saksikan sendiri dalam praktiknya. Anak berkebutuhan khusus bukan sekedar anak berkebutuhan khusus. Akan tetapi, mereka adalah yang mempunyai permasalahan dalam keluarganya, yang tersakiti, yang mempunyai permasalahan ekonomi, yang ditinggalkan oleh orang tuanya, yang dianiaya oleh orang-orang disekitarnya terutama anggota keluarganya.

“Jiwa mereka terluka sehingga menyebabkan mereka memiliki harga diri yang lebih rendah dibandingkan anak-anak lain serta menimbulkan masalah dalam kemampuan bersosialisasi dan belajar,” pungkasnya.

Reporter : Auliana Rizky

Gampong Sapik Jadi Tuan Rumah Pelatihan Live Skill Pengurus BUMG se-Aceh Selatan

0
Keuchik Gampong Sapik, Muzakkir Addin saat menyampaikan materi kepada para peserta pelatihan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Sebuah momentum berharga bagi pengembangan ekonomi lokal terjadi di Aceh Selatan. Dalam dua hari berturut-turut, dari tanggal 30 April hingga 1 Mei 2024, BUMG Gampong Sapik menjadi pusat kegiatan pelatihan live skill kilang padi dan penanaman ubi bagi perwakilan dari 42 gampong di Aceh Selatan.

Kegiatan yang merupakan program dari LPK2D berkolaborasi dengan BKG Gemilang ini dihelat di Aula Serba Guna Gampong Sapik, Kluet Kluet Timur. Peserta yang terdiri dari perwakilan BUMG di Aceh Selatan berkumpul untuk mendapatkan pembekalan dalam meningkatkan kapasitas mereka dalam menjalankan unit usaha kilang padi dan penanaman ubi.

Menariknya, salah satu narasumber yang turut membagikan pengetahuan dan pengalamannya adalah Keuchik Gampong Sapik sendiri, Muzakkir Addin.

Dalam wawancara eksklusif dengan Nukilan.id, Keuchik Sapik menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bertujuan untuk memperkuat lembaga BUMG serta meningkatkan keterampilan dalam mengelola unit usaha kilang padi dan penanaman ubi.

“Ditunjuknya Gampong Sapik jadi pusat pelatihan dan saya sebagai pemateri merupakan rekomendasi dari DPMG Kabupaten Aceh Selatan,” ungkap Keuchik Sapik kepada Nukilan.id pada Rabu (2/5/2024) malam.

Muzakkir juga berharap peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini secara maksimal untuk kemajuan ekonomi di gampong masing-masing.

“Harapan kami para peserta nantinya bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di gampongnya,” tambah Muzakkir.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan materi tentang penguatan lembaga BUMG, tetapi juga diajak untuk melakukan kunjungan lapangan ke Unit Usaha Kilang Padi milik Gampong Sapik. Hal ini diharapkan dapat memberikan gambaran praktis bagi peserta dalam mengelola unit usaha serupa di gampong mereka.

Dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran yang intensif, pelatihan live skill kilang padi dan penanaman ubi ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam pengembangan ekonomi lokal Aceh Selatan.

Reporter: Akil Rahmatillah

KPPRA Protes Server Aplikasi LPSE Rusak Selama 13 Hari

0
Aksi protes dari Kesatuan Aksi Pemuda Peduli Rakyat Aceh (KAPPRA) melakukan aksi protes di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh pada Kamis 2 Mei 2024.

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sedikitnya tiga massa dari Kesatuan Aksi Pemuda Peduli Rakyat Aceh (KAPPRA) melakukan aksi protes di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh pada Kamis (2/5/2024).

Aksi protes tersebut dilakukan sebagai bentuk kekesalan mereka terhadap Aplikasi Layanan Pengadaan Sistem Secara Elektronik (LPSE) mengalami eror selama 13 hari.

Pantauan Nukilan di lokasi, massa tiba di Kantor Gubenur Aceh pukul 11.30 WIB, dengan membawa sejumlah poster betuliskan “Pecah Rekor, Server Rusak Sepanjang Sejarah Aceh”.

Di depan kantor Gubernur Aceh, KAPPRA mempertanyakan kelalaian pemerintah Aceh dalam menangani masalah ini. Menurut mereka, LPSE sangat penting untuk proses tender dan penyaluran dana APBA, terutama dalam rangka persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.

“LPSE ini ladang pusat di mana APBA itu dibagikan, ditenderkan. Sehingga ini sangat penting untuk pembangunan aksiemen tadi itu,” kata Navis Raka, perwakilan KAPPRA.

Navis menambahkan, matinya LPSS selama 13 hari merupakan sejarah terpanjang server rusak di Aceh. Hal ini menimbulkan kecurigaan dari pemerintah pusat terhadap keseriusan Aceh dalam persiapan PON.

“APBN itu ada durasinya. Apabila LPSE tidak ditanggungi dengan segera, pusat akan curiga bagaimana keseriusan provinsi dalam mengenai PON,” ungkapnya.

KAPPRA juga mempertanyakan penyebab matinya LPSE dan langkah-langkah yang diambil pemerintah Aceh untuk mengatasinya.

“Selama LPSE itu blank, selama 13 hari, ada apa dibalik layar error-nya? Kenapa tidak ada kabar, tidak ada klarifikasi?” tanya Navis.

“Kita ketahui, LPSE itu 2 hari saja blank, itu sudah jadi sebuah problematika dalam sistem pembangunan. Apalagi ini provinsi. Dan saat ini posisinya sedang berlangsungnya tender, dan juga masuknya APBN,” kata Navis. 

Reporter: Rezi

Meuseuraya Aneuk Muda: Dialog Tanpa Batas Bersama Anies Baswedan

0
Flyer Meuseuraya Aneuk Muda Deungon Anies Baswedan. (Foto: Ubah Bareng Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Suara-suara perubahan terus berkumandang pasca-Pemilihan Presiden yang baru saja usai. Menyambut momen ini, Komunitas Ubah Bareng Aceh bersama Ubah Bareng Pusat menggelar acara “Meuseuraya Aneuk Muda deungon Anies Baswedan” yang bertujuan untuk memberikan ruang diskusi bagi kaum muda Aceh.

Acara ini akan dilaksanakan pada Jumat, (3/5/2024), pukul 19.30 WIB di Megah Kupi, Jl. Prada Utama Gp. Lamgugob, Banda Aceh. Acara ini menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk berdialog langsung dengan Anies Baswedan.

Ketua Komunitas Ubah Bareng Aceh, Rizalul Montes, saat dihubungi Nukilan.id melalu sambungan telepon menjelaskan, pihaknya ingin menciptakan suasana diskusi yang terbuka tanpa sekat antara pemimpin dan anak muda. Ia berujar bahwa, acara ini bukan hanya sekadar pertemuan, tetapi ruang mufakat untuk mengeksplorasi ide-ide baru.

“Jadi ini adalah acara diskusi tanpa sekat, kita semua duduk di situ dengan pak anies, semunya bisa menuangkan ide di acara ini,” kata Montes kepada Nukilan.id pada Rabu (2/4/2024).

Dengan tema “Refleksi Pemilu: Anak Muda dan Tantangan Masa Depan”, Montes mengatakan acara ini akan menyoroti tantangan yang dihadapi anak muda Aceh dan Indonesia secara umum.

“Apa ni tantangan bagi anak muda di masa depan aceh dan indonesia?, makanya kami mengundang seluruh anak muda untuk hadir, mari bersama-sama mencari solusinya,” ujar Montes.

Diketahui, Anies Baswedan akan mengunjungi Aceh pada Jumat (3/5/2024). Kata Montes, pada kunjungannya kali ini, mantan Gubernur DKI tersebut ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada rakyat Aceh pasca pemilihan presiden 2024.

“Beliau ke aceh cuma shalat jumat di masjid raya setelah itu silaturrahmi dengan tokoh-tokoh aceh. Tapi beliau minta langsung dengan ubah bareng aceh untuk malamnya dibuatkan forum diskusi dengan anak muda,” kata Montes.

Montes berharap kedepannya Mueseuraya tidak hanya menjadi wadah bagi dialog dengan Pak Anies, melainkan juga menjadi panggung bagi berbagai tokoh untuk berinteraksi secara egaliter dengan anak muda.

Membuka ruang bagi gagasan dan pandangan yang beragam, Mueseuraya bertekad menjadi sebuah platform yang mempromosikan inklusivitas dan dialog yang substansial dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Reporter: Akil Rahmatillah

Wachjono Jabat Regional CEO BSI Aceh Gantikan Wisnu Sunandar

0
Gedung Landmark Bank Syariah Indonesia (BSI) di Jalan Tgk. Moh. Daud Beureueh, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bank Syariah Indonesia (BSI) mengumumkan pergantian kepemimpinan di Regional Aceh. Wachjono ditunjuk sebagai Regional CEO BSI Aceh, menggantikan Wisnu Sunandar yang mendapat promosi jabatan.

Menurut Head of Stakeholder Management & Media Relation BSI Regional Aceh, Dian Budi Wijaksono, pergantian tersebut berlaku per 1 Mei 2024.

“Benar, per 1 Mei 2024, Wachjono ditunjuk sebagai Regional CEO BSI Aceh,” ujar Dian saat konfirmasi Nukilan, Kamis (2/5/2024).

Wachjono sebelumnya menjabat sebagai Regional CEO BSI Palembang. Sementara itu, Wisnu Sunandar mendapat promosi menjadi SVP Corporate Secretary & Communication BSI. 

Reporter: Rezi

Pj Sekda Buka Musrenbang RPJPD Kota Banda Aceh 2025-2045

0
Pj Sekda Buka Musrenbang RPJPD Kota Banda Aceh 2025-2045. (Foto: Humas Kota Banda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pj Sekretaris Daerah Wahyudi membuka Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Banda Aceh tahun 2025-2045 di di Aula Gedung Mawardy Nurdin, Komplek Balai Kota Banda Aceh, Selasa, (30/4/2024).

Selain dihadiri unsur forkopimda plus dan jajaran internal pemerintah serta instansi vertikal, acara juga diikuti oleh para tokoh masyarakat, perwakilan media, pemuda, perempuan, anak, lembaga swadaya masyarakat, dan penyandang disabilitas.

Pj Sekda Wahyudi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) RPJP Kota Banda Aceh 2025-2045 merupakan rangkaian penyusunan RPJP Kota Banda Aceh 2025-2045 yang diamanatkan oleh Undang-Undang

Tujuan Musrenbang RPJP Kota Banda Aceh 2025-2045 adalah untuk menyempurnakan Rancangan RPJP Kota Banda Aceh 2025-2045 menjadi Rancangan Akhir RPJP Kota Banda Aceh 2025-2045.

“Untuk membangun ownership dan kebersamaan, maka Musrenbang ini juga bertujuan untuk mencari masukan dan aspirasi dari para peserta untuk mempertajam arah pembangunan Kota Banda Aceh dalam 20 tahun kedepan,” lanjut Wahyudi.

Wahyudi berharap kepada semua peserta agar dapat berperan dalam rangka penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan terhadap visi, misi, arah kebijakan dan sasaran pokok RPJP Kota Banda Aceh 2025-2045

“Kami berharap kepada para peserta untuk aktif berpartisipasi dan menyumbangkan ide-ide konstruktif dalam menyusun Rancangan Akhir RPJP Kota Banda Aceh Tahun 2025-2045. Data yang diperlukan untuk proses penyusunan ini merupakan tanggung jawab bersama,” kata Wahyudi.

Editor: Akil Rahmatillah