Beranda blog Halaman 1178

Calon Kepala Daerah di Aceh Harus Warga Aceh dan Wajib Bisa Membaca Al-Quran, Ternyata Ini Alasannya!

0
Ilustrasi Kepala Daerah. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemilihan kepala daerah di Aceh tinggal menunggu hitungan bulan. Akan tetapi Pilkada di Aceh kembali menjadi sorotan dengan syarat yang tak biasa. Berbeda dari daerah lainnya di Indonesia, salah satu persyaratan untuk menjadi calon kepala daerah di Aceh adalah bagi calon kepala daerah harus warga Aceh serta mampu membaca Al-Quran dengan baik. Mengapa demikian?

Berdasarkan penelusuran digital yang dilakukan Nukilan.id, landasan hukum yang mengatur hal ini adalah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA), yang kemudian diperkuat dalam Pasal 24 poin b,c, dan e Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Walikota.

Selain harus warga Aceh, Qanun tersebut juga mengatur bahwa setiap bakal calon juga diwajibkan untuk beragama Islam serta taat menjalankan syariat Islam. Hal tersebut menjadikan tes membaca Al-Quran sebagai bagian penting dalam proses seleksi calon kepala daerah.

Syarat ini bertujuan menjadi upaya untuk memastikan bahwa calon kepala daerah memiliki kedekatan dengan masyarakat Aceh dan memiliki pemahaman yang cukup dalam menjalankan kepemimpinan di daerah ini.

Lebih lanjut, Qanun tersebut juga mengaatur setiap calon kepala daerah juga harus bersedia menjalankan butir-butir MoU Helsinki dan UUPA, serta peraturan pelaksanaannya, yang dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditandatangani di depan lembaga DPRA/DPRK.

Kebijakan ini sebagai bentuk upaya untuk mempertahankan identitas dan nilai-nilai lokal Aceh. Dengan demikian, persyaratan ini menjadi topik hangat dalam perbincangan publik menjelang pemilihan kepala daerah di Aceh. Seiring berjalannya waktu, publik pun akan terus mengawasi implementasi dari persyaratan ini dalam proses demokrasi di Aceh.

Reporter: Akil Rahmatillah

Warung Kopi Kubra: Legenda Kopi Aceh di Tengah Warung Kopi Modern

0
Suasana ngopi pagi di Kubra. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Di tengah semakin menjamurnya warung kopi modern dengan dekor futuristik di Banda Aceh, terdapat sebuah tempat yang menghadirkan nostalgia sekaligus kenikmatan kopi yang tak terlupakan. Warung kopi Kubra, yang terletak di Jalan Teuku Iskandar Beurawe, Kuta Alam, Banda Aceh, telah menjadi pusat perhatian para pecinta kopi baik dari kalangan tua maupun muda.

Dengan suasana yang sederhana namun mengundang, Kubra menjadi destinasi yang wajib dikunjungi bagi wisatawan yang penasaran dengan keaslian dan sejarah kopi Aceh. Dipengaruhi oleh slogan Banda Aceh sebagai daerah ‘seribu satu warung kopi’, Kubra telah menjadi ikon dalam dunia pariwisata Aceh.

Dari informasi yang diperoleh Nukilan.id, Warung ini didirikan pada saat yang hampir bersamaan dengan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Warung ini awalnya dikenal dengan nama Kedai Kopi Cut Zain, merujuk pada pemiliknya, Muhammad Zain Sulaiman, yang lebih dikenal dengan sebutan Cut Zain.

Namun, seiring berjalannya waktu, warung ini telah tumbuh menjadi lebih dari sekadar tempat ngopi. Dari sini, warung kopi Cut Zain mulai dikenal dengan sebutan Kubra, yang merupakan kependekan dari Kopi Beurawe.

Menariknya, Kubra tidak hanya menjadi tempat untuk sekadar ngopi, tetapi juga sebagai wadah sosial bagi para penikmat kopi. Forum Silaturahmi Penikmat Kopi Beurawe (Forsilakubra), yang terbentuk sejak 2011, menjadi ajang berkumpul dan berbagi di antara para pecinta kopi.

Sajian kopi coklat di warung kopi Kubra. (foto: Nukilan)

Saat Nukilan.id mengunjungi Kubra, suasana ramai dengan aroma kopi yang menggoda. Beberapa pengunjung setia berbagi pengalamannya.

“Saya datang ke Kubra bukan hanya untuk kopi yang enak, tetapi juga untuk merasakan atmosfer yang autentik dan nilai historis yang kuat,” kata Dian Kepada Nukilan.id pada Senin (6/5/2024) pagi.

Sekilas, warung ini mungkin terlihat sederhana, dengan meja bundar dan kursi plastik sebagai perabotannya. Namun, aroma kopi yang menggoda dan rasa yang khas membuatnya selalu ramai pengunjung. Proses penyeduhan kopi yang dilakukan secara tradisional dengan menggunakan saringan dan gayung aluminium menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, baik wisatawan maupun warga lokal.

Ali, seorang pengunjung dari luar kota, mengungkapkan alasan mengapa Kubra menjadi pilihannya.

“Saya penasaran dengan proses penyaringan kopi tradisional yang menjadi daya tarik di sini. Rasanya sangat berbeda dan otentik,” ujarnya sambil menikmati segelas kopi.

Meskipun tidak dilengkapi dengan fasilitas modern seperti WiFi atau AC, Kubra tetap memikat hati para pengunjung dengan sentuhan hangat dari kipas angin tua yang menggantung di langit-langitnya. Cermin-cermin besar yang menempel di dinding warung memberikan kesan luas dan terbuka, menciptakan suasana yang nyaman untuk menikmati secangkir kopi sambil berbincang dengan teman-teman.

“Ngopi di sini membawa kita bisa melihat perjalanan sejarah. Dari foto-foto klasik zaman kolonial Belanda hingga puisi-puisi indah di dinding,” ujar Zikri, seorang pengunjung lainnya.

Dengan segala keunikannya, warung kopi Kubra terus berkembang dan mendapat tempat di hati para pecinta kopi di Aceh dan bahkan di luar Aceh. Kini, dengan kepemimpinan generasi baru, warung ini siap menyambut para pengunjung dengan hangat dan menyajikan pengalaman ngopi yang tak terlupakan.

Reporter: Akil Rahmatillah

Bank Aceh Bagi Deviden Rp 296 Miliar, Optimis Kinerja Makin Positif di 2024

0
Bank Aceh. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – PT. Bank Aceh Syariah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2023 bertempat di Pendopo Gubernur Aceh, Minggu (5/5/2024).

Rapat tersebut dipimpin oleh Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah selaku Pemegang Saham Pengendali. Dalam RUPS tersebut, telah disetujui bersama, pembagian dividen Bank Aceh sebesar Rp 296 mikiar. Nilai ini naik dari total dividen tahun buku 2022, sebesar Rp 295 miliar.

Dengan memperhitungkan komposisi saham milik Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-Aceh selaku pemegang saham, maka perseroan akan menyetorkan dividen ke rekening masing-masing kas daerah sesuai dengan porsi kepemilikannya masing-masing.

Penyetoran dividen merupakan salah satu kontribusi nyata Bank Aceh dalam meningkatkan pendapatan asli Aceh.

Dengan pembagian dividen itu, Bank Aceh tetap optimis dapat membukukan pertumbuhan kinerja positif yang sejalan dengan agenda transformasi yang masih berjalan di 2024.

Sekretariat Perusahaan Bank Aceh Teuku Zulfikar menyampaikan, kenaikan rasio pembayaran dividen tahun ini dilakukan seiring dengan kinerja keuangan Bank yang terus membaik dengan capaian laba Rp 575,5 miliar di 2023.

Menurutnya, bank juga mampu mengelola rasio kecukupan permodalan atau Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) pada level yang sehat mencapai 22,7 persen di Desember 2023.

“Sehingga kami memiliki kapasitas untuk membagi dividen dengan rasio dan nilai yang lebih besar,” katanya.

Teuku menuturkan perseroan optimis dalam meningkatkan kinerja secara berkelanjutan. Berdasarkan laporan keuangan Tahun Buku 2023 Bank Aceh Syariah mencatatkan laba total aset Rp30,4 triliun atau naik 5,92 % %.

Sementara itu, realisasi pembiayaan tahun 2023 mencapai Rp18,6 triliun atau tumbuh 7,81 % dibanding tahun sebelumnya Rp17,3 triliun. Adapun dana pihak ketiga (DPK) Bank Aceh tercatat Rp24,4 triliun

Teuku Zulfikar menyebut capaian kinerja Bank Aceh ini dapat diraih lantaran transformasi digital dan didorong oleh dukungan dan sinergi oleh stakeholder terkait.

Editor: Akil Rahmatillah

Soal Warga Aceh Utara Meninggal Dunia Usai Ditangkap, Kabid Humas: Kita Tunggu Hasil Investigasi Paminal

0
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Paminal Bidpropam Polda Aceh masih melakukan investigasi terkait adanya warga Aceh Utara atas nama Saiful (51) yang diberitakan meninggal dunia usai ditangkap karena kasus dugaan penyalahgunaan narkotika.

“Terkait adanya warga Aceh Utara yang meninggal dunia usai ditangkap personel Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utara, sebaiknya kita tunggu hasil investigasi resmi dari Paminal. Saat ini Paminal sudah turun ke Aceh Utara,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto, dalam rilisnya, Minggu, 5 Mei 2024.

Joko menyampaikan, pihaknya berkomitmen akan melakukan tindakan tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran baik secara pidana maupun kode etik yang dilakukan personel dalam bertugas.

“Kami akan transparan terkait kasus ini. Jika hasil investigasi menyatakan adanya ketidakprofesionalan atau kesalahan dalam bertugas, maka akan diproses sesuai aturan yang berlaku,” kata Joko.

Untuk diketahui, seorang warga Aceh Utara atas nama Saiful alias Cekpon ditangkap personel Satresnarkoba Polres Aceh Utara atas dugaan kepemilikan narkotika jenis sabu. Saiful ditangkap di Desa Blang Mee, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, pada Senin, 29 April lalu.

Saat penangkapan, Saiful sempat melarikan diri menggunakan sepeda motor dan terjatuh sebelum berhasil diamankan. Di lokasi penangkapan, ditemukan barang bukti berupa satu bungkusan kecil narkotika jenis sabu yang disimpan dalam kotak rokok.

Editor: Akil Rahmatillah

Penasihat DWP Kemenag Bahas Sinergi Program Keluarga Maslahat bersama LKKNU

0
Ketua LKKNU dan Penasehat DWP Kemenag (Foto: Kemenag)

NUKILAN.id | Jakarta – Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama (Kemenag) Eny Retno Yaqut membahas akselerasi program-program pengembangan keluarga maslahat bersama Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU).

“Kita perlu mensinergikan antara program-program LKKNU dengan program-program yang sedang diupayakan dengan pemerintah,” ujar Ibu Eny, panggilan akrabnya di Rumah Dinas Menteri Agama, Widya Chandra, Jakarta, Minggu (5/5/2024).

“Terutama terkait program-program yang bermanfaat dalam menangani permasalahan anak-anak, Kementerian Agama memiliki madrasah-madrasah yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia,” sambungnya.

Ketua LKKNU Muhammad Adib Machrus menyebut, ada dua konsep besar dari program-program yang dijalankan oleh LKKNU, yaitu bagaimana membangun keluarga yang maslahat, serta bagaimana menangani permasalahan yang muncul dalam keluarga.

“Bagaimana membangun keluarga maslahat, mulai dari gagasannya sampai dengan kerja-kerja untuk menuju ke sana, apakah melalui bimbingan atau sebagainya,” jelas Adib.

“Juga problem-problem keluarga yang ada di masyarakat, misalnya kawin anak, KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), kawin paksa, LDR (long distance relationship), dan sebagainya,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Adib mengatakan bahwa LKKNU memiliki beberapa target stakeholder yang bisa diupayakan untuk sinergi program keluarga maslahat, di antaranya Kementerian Agama, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Sosial.

Editor: Akil Rahmatillah

Kemendagri Dorong Konsistensi Penerapan Standar Pelayanan Minimal di Lingkungan Pemerintah Daerah

0
Kemendagri Dorong Konsistensi Penerapan Standar Pelayanan Minimal di Lingkungan Pemerintah Daerah. (Foto: Kemendagri)

NUKILAN.id | Yogyakarta – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong konsistensi penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di semua tingkatan pemerintahan, terutama di lingkungan pemerintah daerah (Pemda).

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendagri Regional Yogyakarta M. Weli Septiya Putra mengatakan, pihaknya juga mendorong Pemda memahami dan menerapkan 43 indikator pelayanan SPM, terdiri dari 14 indikator di tingkat provinsi dan 29 indikator di tingkat kabupaten/kota sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

“Dalam konteks ini, penerapan SPM tidak hanya menjadi sebuah kebutuhan, tetapi juga merupakan kewajiban yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017,” ujar Weli dalam penutupan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Perhitungan Indeks Pencapaian SPM dan Penyusunan Rencana Aksi SPM di Yogyakarta, Jumat (3/5/2024).

Oleh karena itu, Weli berharap, dengan adanya diklat ini para peserta mampu memahami dan mengutamakan urusan wajib terkait pelayanan dasar. Dengan begitu, diharapkan implementasi SPM dapat dilakukan secara terukur dan efektif di instansi masing-masing.

Sebagai informasi, diklat ini dirancang untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan para peserta terkait perhitungan Indeks Pencapaian SPM serta penyusunan Rencana Aksi SPM yang terintegrasi, baik dalam perencanaan tahunan maupun jangka menengah di daerah masing-masing.

Editor: Akil Rahmatillah

Gulai Jruek Drien, Kuliner Langka dan Spesial dari Pesisir Barat Selatan Aceh

0
Gulai Jruek Drien. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Berbicara tentang kekayaan kuliner Aceh, tidak akan lengkap tanpa mengungkap salah satu sajian langka, Gulai Jruek Drien. Kuliner ini bukan hanya lezat, tapi juga memikat dengan keunikan rasa asam dari daging durian.

Gulai Jruek Drien memiliki sejarah panjang, khususnya di wilayah Aceh Selatan. Namun, citarasanya yang khas telah menyebar hingga hampir seluruh daerah pesisir pantai barat selatan Aceh.

Masyarakat di Aceh Selatan, khususnya, telah menjadikan Gulai Jruek Drien sebagai bagian dari budaya kuliner mereka. Dengan musim durian yang melimpah, daging durian yang berlebihan dijadikan bahan utama untuk membuat asam durian, yang kemudian menjadi bahan penting dalam gulai ini.

Berbeda dengan gulai Aceh lainnya, Gulai Jruek Drien memiliki ciri khas tambahan, yaitu asam dari daging durian yang telah difermentasi.

Rasimah, wanita asli Aceh Selatan mengatakan proses fermentasi ini menciptakan rasa yang khas dan berbeda, membuat gulai ini menjadi langka dan istimewa.

“Jruek Drien hanya bisa ditemukan saat musim durian tiba. Tapi sekarang jaman sudah canggih, kita simpan dalam kulkas,” ungkap Rasimah kepada Nikilan.id pada Minggu (5/5/2024).

Dalam proses pembuatannya, Gulai Jruek Drien tidak jauh berbeda dengan gulai Aceh lainnya. Bahan-bahan segar seperti terong hijau, kacang panjang, dan berbagai jenis daun hijau, dipadukan dengan rempah-rempah khas Aceh.

“Yang membedakan adalah penambahan asam durian, yang memberikan sentuhan asam yang unik pada gulai ini. Akan lebih nikmat lagi jika ditambahkan campuran udang,” tambah Rasimah.

Bagi para wisatawan yang berkunjung ke Aceh, Gulai Jruek Drien menjadi salah satu kuliner yang wajib dicoba.

Dengan aroma wangi yang menggugah selera dan cita rasa yang khas, Gulai Jruek Drien menjadi salah satu warisan kuliner yang patut dilestarikan dan dijaga keberadaannya dalam keanekaragaman kuliner Indonesia.

Reporter: Akil Rahmatillah

Alun Alun Blang Bintang, Destinasi Santai Penuh Pesona di Aceh Besar

0
Suasana alun-alun Nlang Bintang. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sore hari di Alun Alun Blang Bintang menjadi waktu yang dinantikan untuk bersantai sembari menikmati kuliner lezat. Terletak di jalan arah Lanud Sultan Iskandar Muda, Gampong Bung Pageu, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, tempat ini menjadi magnet bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana sore yang menyenangkan.

Pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari pasangan romantis hingga keluarga lengkap dengan anak-anak, memenuhi tempat ini.

Mereka tidak hanya datang untuk menikmati hidangan lezat, tetapi juga untuk menyaksikan pesawat lepas landas dan mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda yang terlihat megah dari tempat ini.

Bila beruntung, pengunjung bisa melihat atraksi paralayang yang disuguhkan oleh anggota Lanud Sultan Iskandar Muda.

Anak-anak pun tak kalah antusiasnya. Seperti Danisa, berusia 5 tahun, yang bersama keluarganya sedang duduk santai sambil menikmati bekal yang dibawa dari rumah.

“Hey.. itu dia pesawatnya mau terbang, waaah,” teriak seorang anak Danisa, berusia 5 tahun. Danisa bersama adiknya terlihat kegirangan melihat pesawat lepas landas.

Yusuf, salah satu pengunjung setia dari Tungkop, Aceh Besar, mengaku bahwa sore hari di Blang Bintang sangatlah istimewa. Dia sering datang bersama keluarga untuk menikmati batagor, hidangan favorit yang dijual pedagang di tempat ini.

“Kalau sore sangat bagus pemandangannya sambil membawa anak untuk melihat pesawat,” kata Yusuf kepada Nukilan.id pada Minggu (5/5/2024) sore.

Menurut Arman, pedagang batagor di Alun Alun Blang Bintang, hari libur dan akhir pekan adalah saat-saat tersibuk. Banyak pengunjung yang datang bersama keluarga untuk menikmati kuliner sambil menikmati pemandangan senja yang memukau.

“Biasanya di hari libur banyak yang datang ke sini, bawa anak main-main sore,  mulai ramai sejak pukul 2 siang sampai jam 6 sore,” jelasnya.

Bagi pengunjung yang ingin datang ke tempat ini, tidak perlu khawatir. Mereka cukup membayar uang sebesar Rp 2000 kepada pemuda setempat untuk uang kebersihan. Dengan suasana yang ramai namun nyaman, Alun Alun Blang Bintang menjadi tempat ideal untuk melepas penat dan menikmati sore yang indah di Aceh Besar.

Reporter: Akil Rahmatillah

Pererat Silaturahmi Antar Perantau, Yayasan Kekeluargaan Masyarakat Kluet Gelar Arisan dan Halal bi Halal

0
Yayasan Kekeluargaan Masyarakat Kluet. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Yayasan Kekeluargaan Masyarakat Kluet (YKMK) menggelar acara arisan dan halal bi halal dalam rangka mempererat tali silaturahmi. Acara tersebut digelar di kediaman Bapak Arijal yang berada di Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar pada Minggu (5/5/2024).

Acara ini menjadi momentum istimewa bagi anggota YKMK, yang notabenenya merupakan perantau dari Kluet yang kini menetap di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Khairuddin, selaku Ketua Umum YKMK kepada Nukilan.id mengatakan, arisan ini menjadi agenda rutin yang digelar setiap minggu kedua dalam sebulan.

“Jadi sebetulnya tak hanya para anggota yang boleh ikut, namun anak-anak mahasiswa boleh hadir meramaikan,” kata Khairuddin kepada Nukilan.id pada Minggu (5/5/2024).

Pantauan Nukilan.id di lokasi, acara dimulai tepat pukul 15.00 WIB dengan pembacaan zikir dan doa, sebelum tuan rumah menyampaikan sepatah dua patah kata.

Dalam sambutannya, Arijal selaku tuan rumah mengucapkan terima kasih atas kehadiran para sanak saudara anggota YKMK yang sudah berhadir memenuhi undangannya.

“Terima kasih kepada saudara sekalian, yang sudah berkesempatan hadir di kediaman kami,” ucap Arijal.

Setelah memberikan kata sambutan yang penuh kehangatan, Arijal langsung mempersilakan anggota untuk makan bersama.

Momen kebersamaan semakin terasa saat para tamu menikmati hidangan makanan bersama, sambil berbincang dan mengenang kembali masa lalu di tanah kelahiran. Sesekali terdengar tawa dan cerita-cerita mengalir, menambah keakraban di antara para anggota YKMK.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama, menjadi kenangan manis bagi semua yang hadir.

Arisan dan halal bi halal YKMK ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi juga simbol kebersamaan dan kekeluargaan yang terjalin erat di tengah-tengah perantau dari Kluet.

Reporter: Akil Rahmatillah

Ratusan Orang di Swedia Minta Boikot Israel dari Eurovision Song Contest

0
Poster Boikot Israel. (Foto: ANATARA)

NUKILAN.id | Stockholm – Ratusan orang berkumpul di depan Kementerian Luar Negeri Swedia di Stockholm meminta agar Israel diboikot atas keikutsertaannya dalam Eurovision Song Contest yang akan diadakan di Malmo, Swedia pada 11 Mei mendatang. Dua aksi demo akan diadakan di Malmo pada 11 Mei karena keikutsertaan Israel dalam Eurovision Song Contest. Selain itu para aktivis yang mendukung Palestina dari berbagai kota di Eropa juga akan ikut dalam aksi tersebut.

“Tahun lalu, Rusia dikeluarkan dari organisasi karena perang Rusia-Ukraina, tetapi tahun ini, dimasukkannya Israel yang melakukan genosida adalah munafik,” demikian pernyataan para demonstran.

Juru bicara kepolisian Malmo, Nils Norling mengatakan diperkirakan 100.000 pendemo akan datang ke kota itu, menurut saluran televisi pemerintah Swedia, SVT.

Norling juga mengatakan mereka akan mengambil langkah-langkah keamanan yang diperlukan untuk mencegah insiden selama demonstrasi, dan tim polisi dari Norwegia dan Denmark akan datang ke Malmo untuk memberi dukungan.

Editor: Akil Rahmatillah