Beranda blog Halaman 1168

Ratu Narkoba Aceh Divonis Hukuman Mati

0

NUKILAN.id | Medan – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan vonis mati kepada terdakwa Hanisah alias Nisa (39). Dia dikenal dengan julukan ‘Ratu Narkoba’ asal Aceh, Rabu (8/5/2024).

Selain terdakwa Hanisah alias Nisa, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman mati terhadap terdakwa lainnya yakni Al Riza alias Riza Amir Aziz (29) warga Desa Blang Mee, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Maimun alias Bang Mun (54) warga Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.

“Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Hanisah alias Nisa, Al Riza alias Riza Amir Aziz dan Maimun alias Bang Mun dengan hukuman masing-masing pidana mati,” ujar majelis hakim yang diketuai Abdul Hadi Nasution di ruang Cakra V, PN Medan pada Rabu (8/5/2023).

Sementara tiga terdakwa lainnya yakni Nasrullah alias Nasrul Bin Yunus (33) warga Dusun Bungong, Kabupaten Bireuen; Hamzah alias Andah Bin Zakaria (31) warga Desa Teupin Rusep, Kabupaten Aceh Utara; dan Mustafa alias Pak Muis (55) warga Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, masing-masing dipidana penjara seumur hidup.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan hal yang memberatkan keenam terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkotika. Hal yang meringankan para terdakwa tidak ditemukan.

Majelis hakim menilai perbuatan keenam terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Melakukan permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram, dengan barang bukti seberat 52,5 kg sabu dan 323.822 butir ekstasi,” ujarnya

Setelah mendengarkan putusan, JPU Rizkie Andriani Harahap maupun para terdakwa melalui penasehat hukumnya menyatakan pikir-pikir apakah mengajukan banding atau tidak. Sebab, sebelumnya, JPU Kejari Medan menuntut keenam terdakwa dengan pidana mati.

Mengutip dakwaan JPU, kasus bermula pada 22 Oktober 2022, terdakwa Hanisah bersama dengan Maimun alias Bang Mun, Salman (DPO) dan Erul (DPO) bertemu di Malaysia untuk membicarakan jual beli narkotika jenis sabu dan ekstasi.

Kemudian bisnis barang haram itupun berlanjut di Kota Medan. Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) yang mencium transaksi narkoba itupun melakukan penyelidikan.

Belakangan petugas BNN melakukan penggeledahan terhadap sebuah ruko depan Pasar Sunggal, Kota Medan.

Terdakwa Hanisah bersama kelima terdakwa lainnya diamankan petugas BNN RI pada 8 Agustus 2023 di tempat yang berbeda.

Dari penggeledahan itu, BNN berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat52.520gram (52 kg) dan323.822butir ekstasi.

Selain narkotika, BNN juga mengamankan 1 unit mobil yang juga berada di dalam ruko dan rencananya akan digunakan sebagai alat atau sarana mengangkut dan membawa sabu serta pil ekstasi tersebut.

Editor: Akil Rahmatillah

Kominfo Dukung Penuh UIN Ar-Raniry Segera Buka Prodi Bisnis Digital

0
Wakil Menteri Kominfo RI, Nezar Patria dan Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Mujiburrahman. (Foto: Humas UIN Ar-Raniry)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry akan membuka prodi baru yaitu S1 Bisnis Digital yang merupakan salah satu bidang pendidikan yang sedang berkembang sesuai dengan tuntutan perkembangan teknologi informasi di era digital saat ini.

“Kami akan mengusulkan proposal untuk prodi baru S1 bisnis digital, ini sedang kami persiapkan,” kata Prof Dr Mujiburrahman MAg, Rabu (7/5/24).

Langkah ini disambut baik oleh Wakil Menteri Kominfo RI, Nezar Patria. Dia menyampaikan Kominfo mendukung penuh rencana dibuka Prodi S1 Bisnis Digital, ini selarah dengan komitmen pemerintah dalam memajukan sektor digital di Indonesia.

“Bagus sekali dan Kominfo siap untuk mendukung ini,” kata Wamen Kominfo Nezar Patria saat mengisi kuliah umum di UIN Ar-Raniry dengan tema ‘Moderasi Beragama di Ruang Digital dan Tumbuh Bersama Untuk Membangun Bisnis dan Ekosistem Digital’, Rabu (7/5/24).

Wamen Nezar menambahkan dengan adanya program studi Bisnis Digital ini nantinya akan sangat membantu meningkatkan literasi digital untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja, partisipasi masyarakat yang tinggi dalam kegiatan berbasis ekonomi digital, dan mewujudkan inklusi digital.

Editor: Akil Rahmatillah

Sambut PON XXI 2024 Aceh – Sumut, Wakapolresta Banda Aceh Ajak Warga Ikut Berpartisipasi

0
Kegiatan bertajuk “Jumat Curhat” dalam rangka Kesiapan PON XXI Aceh – Sumut di kawasan Blang Bintang. (Foto: Polresta Banda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pembukaan perhelatan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh-Sumut tanggal 8 September mendatang akan dilangsungkan di Banda Aceh. Hal ini sangat membutuhkan antusias warga dalam mendukung kesuksesan kegiatan tersebut.

Selain di Banda Aceh, pertandingan juga akan digelar di kota dan kabupaten sekitarnya. Pekan Olah Raga Nasional (PON) XXI 2024 nantinya juga akan digelar di Sumatera Utara.

Penyelenggaraan ke-21 dari Pekan Olahraga Nasional (PON) yang merupakan ajang multi-olahraga nasional utama yang dijadwalkan berlangsung dari 8 hingga 20 September 2024 dengan Aceh dan Sumatera Utara sebagai tuan rumah.

Kegiatan bertajuk “Jumat Curhat” dalam rangka Kesiapan PON XXI Aceh – Sumut di kawasan Blang Bintang, Aceh Besar, Wakapolresta Banda Aceh, AKBP Satya Yudha Prakasa menjelaskan, dukungan dari semua pihak masyarakat Blang Bintang sangat dibutuhkan untuk mendukung giat PON tahun ini.

Dukungan dari warga Blang Bintang sangat dibutuhkan, karena nanti akan datangnya tamu dari luar daerah untuk melihat berlangsungnya kegiatan tersebut, ucap Satya, Kamis (2/5/2024).

Jaga keamanan, ketertiban serta keindahan wilayah kita agar para tamu nantinya yang datang, tidak ada meninggalkan kesan yang tidak baik saat kembali ke daerah masing – masing, tambahnya.

Perlunya kerjasama kita semua dalam menyukseskan perhelatan PON XXI Aceh – Sumut di kawasan Blang Bintang, Aceh Besar, apalagi disini nantinya akan ada salah satu cabang olahraga terjun payung, sambung Satya.

Lalu, Kadis DPMPTSP Provinsi Aceh, Marthunis mengatakan, penunjukan pelaksanaan PON XXI 2024 Aceh – Sumut ini merupakan salah satu ajang promosi daerah.

Ini salah satu ajang promosi daerah kita juga, dimana kita harus bahu membahu dalam menyukseskan kegiatan PON XXI 2024 Aceh – Sumut. Dan salah satunya cabang olahraga di daerah ini nantinya adalah terjun payung, ucap Marthunis.

Kesempatan ini agar di manfaatkan dengan sebaik-baik nya, jadi PON XXI 2024 Aceh – Sumut disini dengan 33 cabang olahraga. Jadi untuk pembukaan nanti akan di laksanakan oleh Presiden Jokowi dan merupakan kunjungan terakhir di Aceh.

Selain itu, kita juga mengharapkan dan upayakan tempat penginapan dan hotel dan apabila ada rumah sewa masyarakat  yang dapat disiapkan untuk tamu pon, itu bisa di sewakan, dengan demikian juga, ini sudah termasuk “Pemulia Jamee Adat Geutanyoe”, ungkapnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Kriminal Kambuhan Mulai Muncul Lagi, Polresta Banda Aceh Perketat Patroli Malam

0
Ilustrasi Kriminalitas. (Foto: Prohaba)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kriminal kambuhan mulai muncul lagi, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli melalui Kasi Humas Ipda Trisna Zunaidi menyampaikan, pihaknya kembali memperketat patroli malam yang dilaksanakan oleh Polsek dan jajarannya di wilayah hukum (Wilkum) setempat.

Kriminal kambuhan tersebut dikatakannya, seperti tindakan pencurian dan perjudian yang mulai marak di tengah-tengah masyarakat.

Kasus ini akan menjadi fokus Polresta Banda Aceh di samping penegakan hukum dan mitigasi gangguan kamtibmas lainnya ke depan.

Selama patroli, pihaknya tidak segan-segan menindak para pelaku Kriminal sesuai aturan yang ada.

“Pihak Polresta Banda Aceh akan mengambil tindakan tegas dengan melakukan penegakan hukum sesuai peraturan dengan perundang-undangan yang berlaku,” kata Ipda Trisna, Minggu (5/5/2024) lalu.

Seiring dengan pengetatan patroli, pihaknya juga mengharapkan agar masyarakat terus berpartisipasi dalam penegakan kamtibmas dengan melaporkan segala tindakan Kriminal yang mengganggu kenyamanan sekitar melalui laporan warga via WA Curhat Polresta Banda Aceh di nomor kontak 082316851998.

Pihaknya juga mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam melaporkan para pelaku tindak pidana pengguna narkoba ke nomor WA Curhat Polresta Banda Aceh seperti beberapa waktu lalu dan ditanggapi langsung dengan serius oleh pihak kepolisian.

Personel Satresnarkoba berhasil mengungkap peredaran gelap narkoba yang dilakukan oleh enam tersangka di tiga lokasi berbeda.

Di sisi lain, Kasi Humas Polresta Banda Aceh itu juga menyampaikan, hingga kini sebanyak 21 gampong yang tersebar di setiap kecamatan di Wilkum Kota Banda Aceh dan Aceh Besar sudah meluncurkan Gampong Bebas Narkoba.

Ditambahkannya, setiap aktifitas peredaran narkoba sudah menjadi tanggung jawab bersama warga dan pihak kepolisian Polresta Banda Aceh .

“Sehingga dalam pengungkapannya akan lebih tepat dan komprehensif,” kata Ipda Trisna.

Terakhir, pihaknya mengimbau kepada warga Kota Banda Aceh dan sekitarnya untuk saling peduli dalam menjaga kamtibmas.

“Dan jangan ragu untuk menghubungi kami melalui WA Curhat Polresta Banda Aceh jika mengetahui adanya indikasi tindakan Kriminal ke depan,” pungkasnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Tersangka Pencurian Sepeda Motor di Aceh Besar Ditangkap Polisi

0
Foto: Dok Polresta Banda Aceh.

Nukilan.id – Kepolisian Sektor (Polsek) Kuta Alam, Polresta Banda Aceh menangkap seorang pria berinisial SA (24), warga Banda Aceh tersangka pencurian dua unit sepeda motor jenis Mio Soul milik korban bernama Hanafi (57), warga Leupung, Aceh Besar.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli melalui Kapolsek Kuta Alam, AKP Suriya menjelaskan aksi pencurian itu terjadi pada 8 April 2024 lalu. Saat itu, rumah korban di Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam sedang kosong karena ditinggal mudik.

“Saat itu rumahnya dalam keadaan kosong karena korban sedang mudik ke kampung halamannya di Aceh Timur. Sepeda motor itu diketahui telah hilang setelah korban mendapat laporan dari kepala dusun setempat,” ujar Suriya, Jumat (10/5/2024).

Korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kuta Alam dan langsung dilakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan Unit VI Ranmor Satreskrim Polresta Banda Aceh.

Pelaku berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya di Gampong Ajuen, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar. Barang bukti berupa dua unit sepeda motor tersebut sudah dirombak bentuk fisiknya oleh pelaku.

“Menurut pengakuan pelaku, ia sudah mengetahui bahwa pihak kepolisian sedang memburu dirinya, tapi baru tiga hari bersembunyi, dia tertangkap,” kata Suriya.

Suriya menambahkan pelaku juga merupakan residivis terkait kasus pencurian di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya. Saat ini, tersangka serta barang bukti telah diamankan pihak kepolisian. []

Reporter: Sammy

Kios dan Tambal Ban di Gampong Lam Ujong Terbakar

0
Api membakar kios dan tambal ban di Gampong Lam Ujong, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, pada Jum'at 10 Mei 2024 malam. (Foto: Dok. DPKP Banda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Satu unit kios berkontruksi kayu dan tambal ban di Gampong Lam Ujong, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, hangus terbakar.

Informasi yang diterima Nukilan, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, pada Jum’at (10/5/2024) malam.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Banda Aceh, Muhammad Hidayat kios yang terbakar milik Warzukni (31) dan mengalami kerusakan berat. 

“Api pertama kali terlihat oleh warga sekitar yang kemudian melaporkannya ke petugas. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” katanya.

Upaya pemadaman api, DPKP Kota Banda Aceh mengerahkan 1 unit armada pemadam kebakaran dan dibantu 2 unit armada BPBD Aceh Besar dari pos Kajhu dan pos Durung

“Usaha pemadaman dan pendinginan baru selesai pada pukul 22.15 WIB,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

Maimun: Kegiatan Mahasiswa PPG Sangat Positif untuk Keasrian Lingkungan Hidup

0
Mahasiswa PPG Kelompok II PKN Saat Menanam Pohon di Aceh Besar, Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga pada Kamis 9/5/2024 (dok : foto Nukilan.id)

Nukilan.id | Banda Aceh – Dosen PPG Maimun, S.Pd.,M.A. sebut kegiatan sosialisasi oleh salah satu mahasiswa PPG sangatlah positif. Hal ini disebabkan kegiatan yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, menjaga kelestarian, dan keasrian lingkungan hidup, terlebih lagi di tempat Wisata Nusa yang ada di Desa Wisata Nusa.

Sosialisasi tersebut mengusung tema “Penguatan Karakter Ecological Citizenship untuk Meningkatkan Aktivitas Ecotourism pada Masyarakat Desa Wisata Nusa” pada   Kamis (9/5/2024) sebagai salah satu projek untuk memenuhi tugas mata kuliah Projek Kepemimpinan pada kuliah PPG Prajabatan gelombang 1 tahun 2023.

Adapun manfaat bagi lingkungan, yaitu pertama, melestarikan alam, ecotourism mendorong praktik wisata yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan sehingga dapat membantu melestarikan alam dan keanekaragaman hayati. Kedua, mengurangi dampak negatif wisata, aktivitas ecotourism yang dirancang untuk meminimalkan dampak negatif terhadap alam, seperti pencemaran dan kerusakan habitat. Ketiga, meningkatkan kesadaran tentang lingkungan, ecotourism dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Kegiatan ini juga banyak manfaatnya yang diberikan pada masyarakat terutama terhadap lingkungan, apalagi praktik ramah lingkungan,” ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id yang juga ikut hadir pada kegiatan tersebut, Kamis (9/5/2024).

Manfaat bagi ekonomi, pertama mampu menciptakan lapangan kerja, eotourism dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal, terutama di daerah pedesaan. Kedua, meningkatkan pendapatan masyarakat, ecotourism dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal melalui penjualan produk lokal dan jasa wisata. Ketiga, mendukung pembangunan berkelanjutan, ecotourism dapat mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah wisata.

Selanjutnya, manfaat bagi sosial, diantaranya meningkatkan kesadaran budaya karena ecotourism dapat meningkatkan kesadaran wisatawan tentang budaya lokal. Memperkuat hubungan masyarakat, ecotourism dapat membantu memperkuat hubungan antara masyarakat lokal dan wisatawan. Juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat, ecotourism dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui peningkatan pendapatan dan akses ke pendidikan dan kesehatan.

Maimun selaku dosen pembimbing juga mengatakan, kegiatan ini sangatlah positif dan menjadi langkah awal. Berikutnya akan ada kegiatan sosialisasi yang sama untuk masyarakat daerah lainnya agar semua warga peduli terhadap lingkungan di sekitarnya. Sebutnya, lingkungan yang asri akan memberi dampak yang sangat positif bagi kehidupan umat manusia.

“Saat ini kita sedang berhadapan dengan pemanasan global, jadi mari sama-sama kita dukung program peningkatan kesadaran warga negara peduli terhadap lingkungan di sekitarnya,” tutupnya.

Reporter : Auliana Rizky

Mahasiswa PPG Beri Penguatan Karakter Ecological Citizenship untuk Masyarakat

0
Mahasiswa PPG Kelompok II PKN Gelar Sosialisasi di Aceh Besar, Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga yang bertemakan “ Penguatan Karakter Ecological Citizenship untuk Meningkatkan Aktivitas Ecotourism pada Masyarakat Desa Wisata Nusa”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (9/5/2024) (dok : foto Nukilan.id)

Nukilan.id | Banda Aceh – Mahasiswa PPG kelompok II PKN gelar sosialisasi di Aceh Besar, Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga yang bertemakan “Penguatan Karakter Ecological Citizenship untuk Meningkatkan Aktivitas Ecotourism pada Masyarakat Desa Wisata Nusa”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (9/5/2024) sebagai salah satu projek untuk memenuhi tugas mata kuliah Projek Kepemimpinan pada kuliah PPG Prajabatan gelombang 1 tahun 2023 yang dosen pembimbingnya oleh Maimun, S.Pd.,M.A.

Sosialisasi tersebut bertujuan untuk menyosialisasikan tentang penguatan karakter ecological citizenship. Pemateri menyampaikan beberapa hal terkait pentingnya dalam menjaga dan melestarikan lingkungan terlebih lagi di tempat wisata seperti Desa Wisata Nusa, bukan tanpa alasan dalam memilih Desa Wisata Nusa menjadi tempat untuk sosialisasi. Adapun alasannya karena cukup diminati wisatawan dan kerap dijadikan tempat perkemahan.

Kemudian, daerah ini juga masih cukup asri dan dikelilingi oleh gunung atau sawah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi Desa Wisata Nusa. Tidak hanya itu, di Gampong Desa Wisata Nusa juga memiliki sebuah lembaga yang disebut Lembaga Pariwisata Nusa (LPN) yang diketuai oleh Nurhayati. LPN merupakan lembaga yang menaungi tentang Wisata Desa Nusa, di mana LPN tersebut memiliki tempat khusus untuk menyambut para wisatawan yang ingin melakukan kegiatan atau berkunjung ke daerah tersebut.

Ketua Pelaksana kegiatan Wendy Prasetya mengatakan, melihat dari latar belakang Desa Wisata Nusa ini, kegiatan yang dilakukan, yakni untuk memberikan gambaran kepada masyarakat Gampong Nusa terkait pentingnya menjaga lingkungan alam sekitar terutama di tempat wisatanya. Dengan terjaganya lingkungan, maka akan memberikan kesan yang baik, aman, dan nyaman bagi para wisatawan yang berkunjung ke tempat tersebut. Proyek ini dikembangkan atas dasar bahwa kesadaran masyarakat tentang pentingnya ecotourism dan ecological citizenship masih rendah.

Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator, seperti: (1) Masih banyak wisatawan yang tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan saat berwisata; (2) Masyarakat lokal belum sepenuhnya memahami manfaat ecotourism; (3) Kurangnya edukasi dan informasi tentang ecotourism dan ecological citizenship. Kemudian, pengelolaan wisata yang tidak bertanggung jawab dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan sosial. Hal ini dapat dilihat dari beberapa contoh, seperti: (1) Pembangunan infrastruktur wisata yang tidak ramah lingkungan; (2) Eksploitasi sumber daya alam dan budaya lokal secara berlebihan; (3) Minimnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wisata.

Wendy juga menyampaikan, kegiatan sosialisasi ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya untuk menjaga lingkungan sekitar, terlebih lagi di tempat wisata seperti yang ada di Desa Wisata Nusa. Kegiatan yang dimaksud untuk membahas tentang penanaman karakter peduli lingkungan pada masyarakat Desa Wisata Nusa dan anak-anak yang berada di Desa Wisata Nusa.

Katanya, anak-anak tersebut adalah generasi yang akan membangun Desa Wisata Nusa ke depannya. Upaya dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan mulai dari hal-hal kecil, seperti jangan membuang sampah sembarangan, menanam pohon di sekitar pinggiran sungai yang berada di tempat wisata tersebut, dan juga meminimalisir penggunaan sampah botol dan plastik.

“Sosialisasi penguatan karakter ecological citizenship ini didasari atas bagaimana kita melihat sendiri pada negara-negara Asia khususnya cuaca yang lagi panas-panasnya,” ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id yang juga ikut hadir pada kegiatan tersebut, Kamis (9/5/2024).

Hal itu juga disebabkan menipisnya lapisan ozon dan maraknya bahan bakar yang berlebihan sehingga masyarakat pun merasakan panas yang sangat dasyat. Jadi, dari kelompoknya  berpikir bahwa perlunya penguatan karakter ecological untuk masyarakat. Sementara itu sampel yang diambil adalah masyarakat Gampong Nusa yang kebetulan gampong tersebut sudah terkenal akan wisatanya dan sudah go internasional. Oleh karena itu, tujuannya adalah bagaimana caranya mempertahankan ecological dan juga meneruskan bibit-bibit baru dari wisatawan atau pengurus wisatawan di Gampong Nusa.

“Kita berikan dasarnya dulu ke mereka bagaimana mereka melanjutkan program di desa-desa tersebut, bakti sosial yang kami lakukan adalah membersihkan lingkungan wisata serta kami menanam bibit-bibit pohon, seperti jambu biji, jambu air, sirsak, dan lainnya sekitar 60 batang pohon,” ujarnya lagi.

“Sambil tumbuh kembangnya anak baru dari gampong tersebut, kami berharap bibit-bibit yang telah kami tanam juga berdampingan tumbuh dengan mereka dan bisa memperbaharui Gampong Nusa agar lebih hijau lagi,” pungkasnya.

Reporter : Auliana Rizky

Dua Bakal Calon Gubernur Aceh Serahkan Formulir Pendaftaran ke PKB Aceh, ini sosoknya

0
Tjoet Boy Hardi Hasan dan Prof. Dr. Teuku Abdullah Sanny mendaftar calon Gubernur ke DPW PKB Aceh. (Foto: DPW PKB Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak dua bakal calon (Balon) Gubernur Aceh menyerahkan berkas pendaftaran kepada Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh, Banda Aceh, Jumat (10/5/2024).

Kedua Balon tersebut, yakni Prof. Dr. Teuku Abdullah Sanny dan Tjoet Boy Hardi Hasan. Kedua bakal calon (Balon) Gubernur Aceh tersebut diterima langsung oleh Ketua PKB Aceh, Irmawan dan Sekretaris Munawar alias Ngoh Wan.

Munawar alias Ngoh Wan yang kini dipercayakan sebagai Ketua Desk Pilkada PKB Aceh mengatakan siap meneruskan nama-nama bakal calon tersebut ke tingkat DPP PKB.

“Ada beberapa orang bakal calon yang sudah mendaftar via aplikasi Sicakada.pkb.id. Hari ini, baru dua orang yang sudah mengembalikan berkas, yakni Prof. Dr. Teuku Abdullah Sanny dan Tjoet Boy Hardi Hasan,” ujar Munawar alias Ngoh Wan kepada ………… di kantor DPD PKB Aceh, Banda Aceh, Jumat (10/5/2024).

Ngoh Wan mengatakan, nama-nama bakal calon yang sudah mendaftar nantinya akan dibawa ke DPP PKB untuk dilakukan proses Uji Kelayakan dan Kompetensi (UKK).

“Nanti pengurus DPP PKB yang akan menentukan siapa calon yang layak kita usung setelah melewati proses dan mekanisme sebagaimana diatur dalam UKK. Termasuk juga untuk balon di tingkat Kabupaten/Kota kita perlakukan sama. Intinya, calon yang kita usung nantinya memiliki komitmen kuat untuk membangun Aceh menjadi lebih baik,” ujar Munawar alias Ngoh Wan.

Perlu diketahui, Prof. Dr. Teuku Abdullah Sanny adalah seorang guru besar Institute Teknologi Bandung (ITB). Putra asli Gampong Piyeung, Kecamatan Montasik Aceh Besar yang mengambil doctor di Kyoto University Jepang. Putra asli Montasik, Aceh Besar ini ahli dalam pengeboran tanah dan struktur tanah. Alumni Kyoto University, Jepang dipercayakan oleh Presiden Jokowi untuk menjadi konsultan dan supervisor proyek strategis nasional. Adapun proyek-proyek yang pernah dikerjakannya, yakni seperti MRT Jakarta, LRT, dan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB)/ WHOOSH. Di bidang ilmu agama, Prof Abdullah Sanny juga seorang penghafal Al-Quran.

Selanjutnya Tjoet Boy Hardi Hasan yang notabenenya seorang pengusaha asal Aceh di Jakarta. Saat ini, ia mejabat sebagai Komisaris Utama PT Makmoe Beurata Sagoe.

Editor: Akil Rahmatillah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Antusiasme Warga Banda Aceh Berburu Kerang di Pesisir Lampulo

0
Suasana warga berburu kerang di pesisir lampulo. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pesisir Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, kembali menjadi sorotan dengan antusiasme dari wisatawan dan warga setempat. Mereka yang datang ke lokasi tersebut bergembira berburu kerang saat senja menjelang. Aktivitas ini dilakukan warga untuk mengisi kekosongan waktu sore.

Dengan bermodalkan bakul dan sarung tangan, para warga mulai merendam diri di dalam air, sembari dengan hati-hati meraba-raba kerang yang terselimuti oleh lumpur. Senyum kegembiraan terpancar di wajah mereka setiap kali berhasil menemukan kerang yang diincar, yang kemudian dengan hati penuh kebanggaan dimasukkan ke dalam bakul mereka.

Salah satu warga Lampulo, Joni, berbagi kisahnya dalam berburu kerang di pesisir Lampulo. Ia mengaku setiap sorenya bisa mengumpulkan sabanyak dua bakul kerang segar.

“Setiap sore, saya bisa mendapatkan kerang sebanyak 2 bakul, paling sedikit dapat setengah” kata Joni kepada Nukilan.id, Jumat (10/5/2024) sore.

Sementara itu, Lastri, seorang warga Lamdingin, tidak hanya datang untuk menyaksikan keindahan matahari terbenam, tetapi juga untuk membeli hasil tangkapan kerang dari para warga.

“Dua bakul kerang biasanya saya beli dengan harga Rp 50 ribu, rencanannya untuk membuat mie kerang,” ungkap Lastri sambil tersenyum.

Antusiasme yang terpancar dari kegiatan ini tidak hanya menciptakan momen kebersamaan yang berharga antara warga setempat, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang ingin merasakan pengalaman otentik di pesisir Lampulo.

Dengan semangat seperti ini, aktivitas berburu kerang di senja hari diharapkan akan terus menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di Banda Aceh.

Reporter: Akil Rahmatillah