Beranda blog Halaman 1167

Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Kesiapan SDM Kesehatan dalam Memanfaatkan Bonus Demografi

0
Presiden Jokowi. (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

NUKILAN.id | Jakarta – Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya komitmen pemerintah untuk memperbaiki sistem kesehatan nasional dalam rangka memaksimalkan potensi bonus demografi Indonesia pada 10-15 tahun mendatang. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Negara dalam sambutannya saat meresmikan Program Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSP-PU) di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Harapan Kita, Jakarta, pada Senin, 6 Mei 2024.

“10-15 tahun yang akan datang kita akan mendapatkan yang namanya bonus demografi,” kata Presiden Jokowi. “Tetapi 68 persen usia produktif itu percuma, akan percuma kalau kesehatannya tidak baik. Oleh sebab itu betul-betul mati-matian, kita harus menyiapkan ini, harus merencanakan ini, harus merombak hal-hal yang kurang, harus kita perbaiki semuanya.”

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menyampaikan pengamatannya selama beberapa bulan terakhir berkunjung ke berbagai fasilitas kesehatan di daerah untuk memastikan ketersediaan peralatan medis modern seperti MRI, mammografi, dan cath lab. Namun, Presiden mengakui bahwa tantangan terbesar adalah kekurangan dokter spesialis, terutama di provinsi-provinsi kepulauan.

“Selalu keluhan di daerah, utamanya di provinsi-provinsi kepulauan selalu adalah dokter spesialis yang tidak ada. Ini menjadi PR besar kita menurut saya, karena rasio dokter berbanding penduduk kita saya juga kaget saya tadi pagi baru baca 0,47 dari 1000,” ungkap Presiden.

Presiden Jokowi pun menyoroti urgensi peningkatan jumlah dokter spesialis di Indonesia. Berdasarkan data yang ada, saat ini Indonesia berada di peringkat 147 dunia dan peringkat 9 di ASEAN terkiat jumlah dokter yang ada.

“Ini problem angka-angka yang harus kita buka apa adanya. Jangan sampai peralatan yang tadi sudah sampai di kabupaten, kota, sudah sampai di provinsi tidak berguna gara-gara dokter spesialis yang tidak ada,” ucap Presiden.

Guna mengatasi masalah tersebut, Presiden Jokowi menekankan pentingnya kolaborasi antara fakultas kedokteran dan rumah sakit. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam laporannya menyebut bahwa saat ini terdapat 24 fakultas kedokteran dan ada 420 rumah sakit di Indonesia.

“Dua mesin ini harus dijalankan bersama-sama agar segera menghasilkan dokter spesialis yang sebanyak-banyaknya, dengan standar-standar internasional,” tutur Presiden.

Presiden pun berharap kelengkapan alat-alat kesehatan di rumah sakit atau Puskesmas di berbagai daerah di Indonesia dapat segera terlaksana. Hal tersebut penting agar kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dapat terjamin dan Indonesia dapat melompat menjadi negara maju.

“Betul-betul semuanya terlaksana dan bonus demografi 68 persen usia produktif tadi betul-betul bermanfaat bagi negara ini untuk melompat maju kita menjadi negara maju dengan GDP ekonomi yang baik, dengan GDP per kapita yang tinggi sesuai dengan yang dimiliki negara-negara maju,” tutup Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam peresmian tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, serta Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

Editor: Akil Rahmatillah
Sumber: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Lepas Keberangkatan Kloter Pertama Jemaah Haji, Gusmen Berpesan Luruskan Niat, Jaga Kesehatan, dan Kesiapan Petugas

0
Menag saat melepas jemaah haji kloter pertama di pesawat. (Foto: Kemenag)

NUKILAN.id | Cengkareng – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas melepas keberangkatan 388 jemaah haji kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Jakarta – Pondok Gede (JKG-01) di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), pada Minggu (12/5/2024) dini hari. Ikut terbang bersama mereka, lima petugas kloter.

Turut mendampingi Menag melepas keberangkatan jemaah, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Tb Ace Hasan Syadzili, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief bersama sejumlah pejabat eselon I dan II lainnya, serta para Staf Ahli, Staf Khusus, dan Tenaga Ahli Menag.

Menag kembali berpesan agar jemaah menata ulang kembali niatnya. Menag berharap jemaah fokus untuk beribadah haji.

“Kami mengingatkan ke bapak ibu sekalian agar niatnya ditata dengan benar. Niat Bapak Ibu ke tanah suci itu beribadah. Tolong jangan selipkan niat-niat lain selain niat ibadah haji di Tanah Suci,” ucap Gusmen kepada para jemaah di pesawat.

Menag juga kembali mengingatkan pentingnya menjaga fisik, karena cuaca di Arab Saudi berbeda dengan di Indonesia. “Cuaca di Tanah Suci sangat panas. Agar kondisi fisik Bapak Ibu dijaga. Makan yang cukup, minum yang cukup, vitamin juga harus diminum,” ucapnya.

Ia pun meminta para jemaah tak segan meminta tolong kepada petugas jika membutuhkan sesuatu. Ia pastikan, petugas akan membantu dengan setulus hati.

“Jika membutuhkan segala sesuatu nanti, sampaikan kepada petugas. Kami di Kemenag bersama Kemenkes sudah menyiapkan petugas-petugas yang akan dan siap melayani bapak ibu sekalian. Apapun kebutuhannya sampaikan kepada petugas, jangan sungkan,” kata Gusmen.

Ia menilai pasti akan banyak tantangan yang akan dihadapi jemaah. Namun Ia yakin para jemaah dengan dibantu petugas akan bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar.

“Sekali lagi saya ingatkan jaga fisiknya, jaga kesehatannya, ini ibadah fisik, tantangannya tentu tidak mudah. Tapi saya yakin semua siap dan kuat menjalankan ibadah di tanah suci,” tegasnya.

“Kami di Tanah Air mendoakan agar Bapak Ibu semua mendapatkan predikat haji mabrur. Dan doakan agar Indonesia menjadi Negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Aman-aman di jalan dan semoga sampai dengan selamat,” tutup Menag.

​​​​​​​

Sebelum meninggalkan pesawat, Gusmen pun menyempatkan menyapa jemaah lanjut usia (lansia) yang mendapat prioritas dengan duduk di kursi bisnis. Tahun ini, Kementerian Agama masih mengusung tagline Haji Ramah Lansia. Ada sekitar 45.678 jemaah dengan usia 65 tahun ke atas (21,41%). Kemenag berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi seluruh jemaah, termasuk para lanjut usia. Selama mengikuti bimbingan teknis, para petugas dilatih dan diingatkan agar lebih ramah dan peduli kepada jemaah, khususnya lansia. Seluruh jemaah haji juga diajak untuk bersama memberikan kepedulian kepada para lansia yang ada dalam rombongannya.

Kemenag juga menginisiasi sejumlah Program Ramah Lansia sejak dalam negeri, misalnya: bimbingan manasik dengan mengedapkan rukhshah (keringanan), pengkloteran dengan memprioritaskan lansia menempati kursi bisnis, seremoni yang singkat (maksimal 30 mnt dan 2 sambutan), layanan prioritas di asrama haji dalam bentuk makan dengan menu khusus dan penempatan kamar di lantai bawah.

Berangkatnya jemaah haji kloter pertama ini juga menandai dimulainya operasional haji 1445 H/2024 M.

Editor: Akil Rahmatillah

Petugas Daker Bandara Bersiap Jelang Kedatangan Jemaah Haji di Madinah

0
Rapat petugas Daker Bandara. (Foto: Kemenag)

NUKILAN.id | Madinah – Jemaah haji reguler asal Indonesia akan mulai tiba di Kota Nabawi dua hari ke depan. Kloter pertama dijadwalkan mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah pada 12 Mei 2024.

Petugas haji Daerah Kerja (Daker) Bandara bersiap sambut jemaah. Kepala Daker Bandara Abdillah menggelar rapat konsolidasi guna memastikan kesiapan penyambutan. Hadir, para Kepala Seksi layanan, Kepala Sektor bersama sekretaris, serta para koordinator layanan.

Kadaker Bandara Abdillah.mengatakan, rapat bertujuan mengecek dan memastikan seluruh kesiapan perangkat tugas dan layanan dalam menyambut jemaah saat mendarat di Bandara AMAA Madinah.

“Tugas mulia dari negara dan agama ini harus dilaksanakan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan. Tugas kami , melayani jemaah, membuat mereka merasa senang dan gembira dalam melaksanakan ibadah selama di Haramain,” terang Abdillah di Madinah, Jumat (10/5/2024).

Jemaah haji yang pertama tiba di Bandara AMAA Madinah adalah kloter pertama Embarkasi Jakarta – Pondok Gede (JKG 01). Dijadwalkan para dhuyufurrahman akan mendarat pada pukul 07.00 WAS (waktu Arab Saudi) melalui pintu atau gate Fast Track.

“Kita akan segera memastikan prosesi penyambutan jemaah haji berlangsung sukses dan lancar. Nantinya, akan hadir sejumlah pejabat baik dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi maupun Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia di Arab Saudi,” sebut Abdillah.

“Sebagai acuan, pihaknya akan merilis jadwal kedatangan secara berkala,” sambungnya.

Selama operasional kedatangan, petugas Daker Bandara AMAA akan ditempatkan pada tiga sektor. Pembagian sektor ini didasarkan pada penyambutan pada tiga pintu (gate) kedatangan jemaah haji.

“Pastikan komponen layanan, khususnya bagi jemaah haji lansia di bandara sudah siap, baik sarana prasarana maupun personilnya” pesan Abdillah pada timnya.

Abdillah berharap, seluruh petugas daker bekerja maksimal dan saling bantu. Menurutnya, bandara merupakan gerbang pertama dan menjadi cerminan utama atas layanan kepada jemaah haji di tanah suci.

“Jika di bandara, kita sudah mampu membuat jemaah haji merasa bahagia dan tersenyum, maka Insya Allah akan menjadi awal yang baik bagi datangnya kebahagiaan kebahagiaan lain selama berada di Tanah Suci,” tutup Kadaker.

Sehari sebelum kedatangan jemaah, petugas daker akan melakukan orientasi lapangan, mapping dan simulasi layanan di Bandara AMAA Madinah.

Editor: Akil Rahmatillah

Kemenag Minta Penerima Beasiswa Kemenag Bangun Jejaring Internasional

0
Plt Dirjen Pendidikan Islam Abu Rokhmad bersama mahasiswa program MOSMA di Malaysia. (Foto: Kemenag)

NUKILAN.id | Selangor – Kementerian Agama dalam beberapa tahun terakhir memberi beasiswa bagi mahasiswa untuk kuliah di luar negeri. Salah satunya melalui program Mora Overseas Student Mobility Award (MOSMA).

Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Prof. Dr. Abu Rokhmad berharap kesempatan itu dapat dimanfaatkan para mahasiswa untuk membangun jejaring internasional.

Pesan ini disampaikan Abu Rokhmad saat berdiskusi dengan mahasiswa peserta MOSMA di Kampus Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia, Selasa (7/5/2024). Ikut mendampingi, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi dan Kasubdit Kerjasama dan Kelembagaan Abdul Rouf.

“Peserta MOSMA ini tidak hanya memperoleh pengalaman akademik di level internasional, tapi juga mampu bergaul dan berjejaring dengan para mahasiswa UiTM yang berasal dari berbagai negara, karenanya ini akan menjadi bekal mahaswiswa kedepannya,” tutur Prof Abu Rokhmad.

Selama belajar di luar negeri, para mahasiwa juga diminta menampilkan sikap terbaiknya. Sebab, mereka tak hanya menjadi duta Kementerian Agama, tapi juga menjadi duta Indonesia.

“Bahwa tujuan program ini adalah mengenalkan sejak dini kepada mahasiswa dengan ekosistem Pendidikan level Internasional. Untuk itu mahasiswa yang terpilih harus mampu menjawab tujuan program ini dengan menghasilkan proyek-proyek akademik yang berkolaborasi dengan sesama peserta program, atau bahkan dengan mahasiswa asing di UiTM,” tandasnya.

Delegasi Kementerian Agama diterima Pimpinan UiTM. Selema pertemuan, dua pihak saling bertukar informasi. Tim Kemenag menerima pemaparan proyeksi jangka panjang dengan keunggulan distingtif yang dimiliki UiTM.

Saat ini tercatat ada 15 mahasiswa yang tengah menjalani pendidikan selama 6 bulan di UiTM. Proses ini akan berlangsung hingga Agustus 2024. Mereka adalah Fachri Adriyansah dan Fauzul Indra Abrar (UIN Sultan Kasim Riau), Nadirotul Aini (STKQ Al Hikam Depok), Muhammad Zarnubi (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), Ade Hafis (UIN Ar-Raniry Banda Aceh), Ahmad Dika Purnama dan Hafidz Shiddiq Hamonangan Lubis (Universitas Darussalam Gonyot), Taufiqul Rahman Syarif (UIN Gusdur), Nur Illiyyin Setya Mufti (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), Muhammad Dzulfikri Al Imanyuin (UIN Sulthan Thaha Jambi), Aulia Yusriah Anwar (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), Ghina Ramdhianty dan Arini Fitrota Millati (UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten), Hafizah Munjata Salma (IAIN Kediri), dan Ummu Khalifa (Universitas Kiai Abdullah Faqih Gersik).

Editor: Akil Rahmatillah

Akademisi Minta Masyarakat Proaktif Awasi Rekrutmen PPK dan PPS

0
Akademisi USK
Akademisi FISIP USK, Saddam Rassanjani. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Akademisi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala, Saddam Rassanjani, mendorong masyarakat Aceh untuk proaktif mengawasi proses rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pilkada tahun 2024.

Peneliti dari Jaringan Survei Inisiatif itu menyoroti potensi penyusupan dan pengaruh dari kepentingan partai politik dalam proses rekrutmen PPK dan PPS.

“Rekrutmen PPK dan PPS berpotensi disusupi dan dipengaruhi kepentingan partai politik untuk kebutuhan Pilkada 2024,” ujar Rassanjani kepada Nukilan.id, Sabtu (11/5/2024).

Ia menekankan kepada masyarakat untuk berani melaporkan temuan tersebut kepada Jaringan Survei Inisiatif sebagai lembaga pemantau Pemilu dan Pilkada. Selain itu, laporan juga dapat disampaikan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Aceh maupun Panitia Pengawas Kecamatan (Panwaslu Kecamatan).

Saddam menegaskan bahwa pengawasan publik sangat penting guna memastikan bahwa petugas PPK dan PPS yang terpilih memiliki integritas tinggi, bersikap profesional, dan terbebas dari kepentingan politik partai tertentu.

“Tidak sebatas itu saja, proses pengawalan saat pencoblosan dan saat mereka menjalankan fungsi dan peran sangat penting agar mereka bekerja sesuai dengan aturan,” ujarnya.

Akademisi itu menghimbau masyarakat Aceh agar ikut mengawasi setiap tahapan pemilihan umum guna menjaga integritas dan kualitas demokrasi di daerah itu.

“Pengawasan masyarakat krusial untuk menjamin pemilu yang berkualitas,” pungkas Saddam.

Reporter: Akil Rahmatillah

Haeqal Beri Semangat Mahasiswa Peserta Futsal “Espotion IV” di Lamgugop

0
Ahmad Haeqal Asri memberi spirit kepada mahasiswa peserta tanding Turnamen Futsal Espotion IV. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tokoh muda Ahmad Haeqal Asri memberi spirit kepada mahasiswa peserta tanding Turnamen Futsal Espotion IV Ekonomi Syariah UIN Araniry di Lapangan Futsal Embasy, Lamgugop, Banda Aceh, Sabtu (11/5/2024) pagi.

“Ada 24 tim dari berbagai kampus di Banda Aceh yang ikut turnamen Futsal Espition ini,” kata Ketua Panitia Muhammad Miftahul Razaq pada pembukaan kegiatan tersebut.

Haeqal pada kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya etika dalam bertanding, karena setiap kompetisi membutuhkan sikap objektif dalam menerima hasil.

“Bermain dengan maksimal, dan tetap semangat menerima apapun hasilnya, tidak perlu saling menuding, karena mahasiswa adalah simbol kekuatan rakyat, sehingga harus memberi contoh terbaik untuk masyarakat Banda Aceh. Kita pasti bisa,” kata Haeqal yang saat ini menjabat Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh.

Haeqal juga menyampaikan, agar orang-orang muda Futsal tidak melupakan aksi sosial, salah satunys turut dalan mendonorkan darah untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan.

“Jangan lupakan rajin berolahraga, juga rajin mendonor darah,” ujarnya.

Acara dibuka dengan menendang bola pertama yang dilakukan Haeqal. Acara dihadiri dan dibuka langsung oleh kepala Prodi Ekonomi Syariah Nilam Sari.

Editor: Akil Rahmatillah

Tutup Kongres Peradaban, Wali Nanggroe Keluarkan 7 Titah untuk Rakyat Aceh

0
PYM Wali Nanggoe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haytar. (Foto: LWN)

NUKILAN.id | Jantho – Dalam rangka Kongres Peradaban Aceh (KPA) ke 2, Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al Haytar  menerbitkan “Sarakata” yang dibacakan sendiri pada penutupan kongres di Kampus ISBI Aceh, Jantho, Aceh Besar, Selasa, 7 Mei 2024.

Berikut isi lengkap Sarakata atau titah Wali Nanggroe yang ditujukan kepada masyarakat Aceh yang ada di Aceh maupun luar Aceh, Pemerintah dan para pemangku kepentingan.


SARAKATA WALI NANGGROE ACEH

Bismillahirrahmannirrahim

Sempena berlangsungnya Kongres Peradaban Aceh II tahun 2024 di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, Jantho, Aceh Besar, 6-8 Mei  2024.

Dengan memohon rida Allah Swt., saya Tengku Malik Mahmud Al-Haythar, Wali Nanggroe Aceh, menerbitkan SARAKATA.

Dititahkan kepada segenap rakyat Aceh yang berada di Aceh maupun di perantauan dan para pemangku kepentingan, pemerintah, swasta, serta seluruh elemen masyarakat, dengan butir-butir sebagai berikut:

1. Pelihara, majukan, dan promosikan budaya, tradisi, dan adat istiadat Aceh sebagai bagian dari peradaban dan identitas Aceh.

2. Lakukan pendokumentasian dan pengarsipan seni budaya dalam bentuk tertulis, video, suara, gambar, barang cetakan, dan animasi dengan menggunakan kecerdasan teknologi sehingga mudah diakses oleh publik.

3. Hormati dan jaga nilai-nilai islami yang menjadi landasan moral dan spiritual masyarakat Aceh.

4. Dorong kreativitas dan inovasi perkembangan seni, budaya, dan pengetahuan lokal melalui dukungan anggaran dalam berbagai bidang dan tingkat.

5. Bangun solidaritas dan kesejahteraan masyarakat dengan menggalang kesatuan  dan kerja sama antarwarga Aceh untuk membangun kesejahteraan bersama dan mengatasi berbagai tantangan sosial, budaya, ekonomi, dan politik.

6. Pastikan pengakuan  dan penghargaan terhadap hak asasi manusia, keadilan, dan kebebasan berpendapat dalam konteks pemajuan budaya dan tradisi Aceh.

7. Tingkatkan kualitas pendidikan dan pengetahuan teknologi berbasis kebudayaan dalam rangka menciptakan masyarakat yang terdidik dan terampil.

Titah ini merupakan arahan dan landasan bagi masyarakat dan berbagai pihak untuk memajukan peradaban dan keberlanjutan budaya Aceh secara menyeluruh.

Jantho, Aceh Besar, 7 Mei 2024

Tengku Malik Mahmud Al-Haythar

Editor: Akil Rahmatillah

Kepercayaan Publik kepada Parlok Kembali Meningkat, PA dan PNA Kuasai DPRK Aceh Selatan

0
PA dan PNA kuasai DPRK Aceh Selatan. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Selatan telah menetapkan hasil perolehan kursi dan nama-nama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan untuk periode 2024-2029. Dalam penetapan ini, terlihat dominasi yang cukup signifikan dari partai lokal, yakni Partai Aceh (PA) dan Partai Nanggroe Aceh (PNA).

Berdasarkan penulusan digital yang dilakukan Nukilan.id, dari total 24 partai nasional dan lokal yang berpartisipasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, hanya 11 partai yang berhasil meraih kursi di DPRK Aceh Selatan. Dari hasil tersebut, partai lokal mampu mengamankan 10 dari 30 kursi yang tersedia, sementara partai nasional menduduki sisa 20 kursi.

Partai Aceh (PA), sebagai salah satu kekuatan lokal, menunjukkan keunggulannya dengan meraih 5 kursi di DPRK Aceh Selatan. Sementara itu, Partai Nanggroe Aceh (PNA) juga menorehkan prestasi yang sama dengan mengamankan 5 kursi.

Di antara nama-nama calon legislatif (caleg) terpilih yang mewakili PA dan PNA, terdapat beberapa figur yang berhasil meraih dukungan signifikan dari masyarakat setempat. Dengan dukungan suara yang kuat, mereka siap menjalankan amanah untuk mewakili kepentingan rakyat Aceh Selatan di tingkat legislatif.

Berikut 11 partai politik yang memperoleh kursi di DPRK Aceh Selatan;

1. Partai Aceh (partai lokal) 5 kursi
2. PNA (partai lokal) 5 kursi
3. Nasdem 4 kursi
4. PAN 4 kursi
5. Demokrat 3 kursi
6. Gelora 1 kursi
7. Golkar 3 kursi
8. PKB 2 kursi
9. Gerindra 1 kursi
10. PKS 1 kursi
11. PPP 1 kursi

Berikut 30 nama caleg terpilih anggota DPRK Aceh Selatan;

Dapil 1 – Kecamatan Tapaktuan dan Samadua

1. Rema Mishul Azwa (PNA) 3.124 suara
2. Suhaida (Golkar) 3.123 suara
3. Novi Rosmita (Nasdem)  2.542 suara
4. Halim Bahri (PAN) 1.689 suara
5. Yeni Rosmita (PPP) 2.368 suara

Dapil 2 – Kecamatan Sawang dan Meukek

1. Firauza Heldin (Demokrat) 3.300 suara
2. Surya Asmadi (Nasdem) 2.483 suara
3. Mahmud (PNA) 2.576 suara
4. T. Irwandi (PAN) 2.338 suara
5. Irfan (PA) 1.739 suara

Dapil 3 – Kecamatan Labuhanhaji, Labuhanhaji Barat, Labuhanhaji Timur

1. Rasmadi (Nasdem) 1.977 suara
2. Zalfazli Z (Demokrat) 2.074 suara
3. Reza Utama (PAN) 2.134 suara
4. Mursidi (PKS) 2.043 suara
5. Fizia Mayelli (PKB) 1.399 suara

Dapil 4 – Kecamatan Kluet Utara, Pasie Raja dan Kluet Tengah

1. Syarkawi BA (PA) 2.018 suara
2. Dedi Saputra (Nasdem)  1.435 suara
3. Arjuna (PNA) 2.343 suara
4. Muhammad Hamra (PKB) 1.503 suara
5. Amir Mulliadi (PAN) 1.197 suara
6. Idrus TM (PA) 1.732 suara
7. Alja Yusnadi (Gerindra) 1.907 suara

Dapil 5 – Kecamatan Kluet Selatan dan Kluet Timur

1. Maiyatun (Gelora) 1.847 suara
2. Mistan Aulia (PNA) 1.436 suara
3. Kamalul (Golkar) 1.306 suara

Dapil 6 – Kecamatan Bakongan, Kota Bahagia, Bakongan Timur, Trumon, TrumonTengah dan Trumon Timur.

1. Adi Samridha (PA) 3.139 suara
2. Jasmar (Demokrat) 2.326 suara
3. Amiruddin (PNA) 1.970 suara
4. Mauridi (Golkar) 1.529 suara
5. Ali Basyah (PA) 2.577 suara

Dominasi yang diperlihatkan oleh PA dan PNA dalam DPRK Aceh Selatan pada periode ini menandakan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat terhadap partai-partai lokal dalam mengemban tugas-tugas politik dan pembangunan di daerah. Hal ini juga menjadi cerminan dari semakin berkembangnya kesadaran politik dan keinginan untuk melihat perubahan nyata yang dibawa oleh wakil-wakil rakyat dari kalangan lokal.

Reporter: Akil Rahmatillah

Harga Cabai Merah di Pasar Al-Mahirah Banda Aceh Naik

0
Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Kota Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Harga cabai di Pasar Al-Mahirah, Banda Aceh kembali mengalami kenaikan. Menurut Zainal, salah satu pedagang di pasar tersebut, harga cabai merah saat ini berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 55.000 per kilogram untuk kualitas terbaik.

“Harga ini mengalami kenaikan dibandingkan dengan minggu lalu yang hanya Rp 35.000 per kilogram,” kata Zainal kepada Nukilan di tempat jualannya, pada Sabtu (11/5/2024),

Zainal menjelaskan, kenaikan harga cabai merah disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pasokan yang berkurang dan permintaan yang meningkat. 

“Pasokan cabai merah berkurang, dan permintaan dari pembeli juga meningkat biasanya itu faktor yang buat harga naik,” ujarnya.

Selain cabai merah, harga tomat Medan juga mengalami kenaikan dari Rp 12.000 menjadi Rp 15.000 per kilogram. Sedangkan harga tomat lokal naik dari Rp 7.000 menjadi Rp 8.000 per kilogram.

“Harga bahan pokok lainnya seperti cabe hijau, cabe rawit dan bawang putih relatif stabil. Harga ini tidak menentu, kadang naik kadang turun, biasanya kalau sedikit pasokan harga naik,” ungkap Zainal.

Cabe hijau dijual dengan harga Rp 30.000 hingga Rp 36.000 per kilogram, cabe rawit Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per kilogram, bawang merah Rp 50.000 hingga Rp 55.000 per kilogram turun dari Rp 60.000, dan bawang putih Rp 40.000 hingga Rp 45.000 per kilogram.

Zainal menambahkan, kenaikan harga cabai merah ini menyebabkan penurunan pembeli. “Pembeli sekarang hanya membeli cabai untuk secukupnya saja,” tandasnya.  

Reporter: Rezi

Luncurkan Program Pengujian, BNNP Aceh Ingin Hilangkan Stigma Ganja dalam Makanan

0
BNNP Aceh Ingin Hilangkan Stigma Ganja dalam Makanan. (Foto: IG BNNP Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh meluncurkan program baru dalam upaya memerangi peredaran narkoba yang semakin merajalela di Provinsi Aceh. Dalam upaya serius untuk membersihkan Aceh dari jeratan narkoba, Brigjen. Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M, selaku Kepala BNNP Aceh, memperkenalkan program pengawasan dan pengujian makanan yang dicurigai mengandung ganja.

Peluncuran program ini juga dihadiri oleh berbagai stakeholder termasuk Kodam IM, Polda Aceh, Kejaksaan Tinggi Aceh, Pengadilan Tinggi Aceh, MPU, Kemenag Aceh, Kesbangpol, BPOM Aceh, dan pihak terkait lainnya, menjadi momentum penting dalam menghadapi tantangan narkoba yang semakin kompleks.

Melalui Instagram resmi BNN Aceh, @infobnn_prov_aceh, Brigjen. Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M, menegaskan, Program ini adalah bentuk keseriusan kami dalam mewujudkan Aceh bersinar tanpa narkoba. Kami menyadari dampak yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkoba, dan kami bertekad untuk memberantasnya dari akar permasalahan.

“Program ini diinisiasi oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh Brigjen. Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M sebagai bentuk keseriusan mewujudkan indonesia bersih narkoba (bersinar) khususnya provinsi aceh.” dikutip oleh Nukilan.id, Sabtu (11/5/2024)

Fenomena penggunaan ganja sebagai bahan baku dalam makanan di Aceh telah menjadi isu yang meresahkan. Dampaknya tak hanya dirasakan secara lokal, namun juga meluas ke wilayah lai. Seperti yang terjadi saat seseorang dari Aceh terkena razia tes urine di Jakarta dan hasilnya positif mengandung ganja. Untuk mencegah hal serupa terulang, BNNP Aceh mengambil langkah proaktif dengan melakukan pengawasan ketat terhadap bahan baku makanan yang dicurigai mengandung ganja.

Dukungan penuh pun datang dari BPOM Aceh, yang siap membantu dalam proses pengawasan dan pengujian bahan baku makanan. Pihak BPOM Aceh sedang mengembangkan alat deteksi narkoba pada makanan untuk mendukung program ini.

Sementara itu, MPU Aceh juga turut memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Wakil ketua II MPU Aceh, Prof. Dr. Tgk. H. Muhibbuththabary, M.Ag, menegaskan, peran ulama dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba sangat penting. Kami akan memaksimalkan upaya kami dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menentang penyalahgunaan narkoba.

Kemenag Aceh, lembaga yang memiliki kewenangan dalam menetapkan sertifikasi halal, juga turut menyokong program ini. Mereka berkomitmen untuk memasukkan standarisasi tanpa menggunakan narkoba pada bahan makanan atau minuman sebagai syarat sertifikasi halal.

Sebagai tambahan, diatur dalam Undang-Undang Narkotika No. 35 Tahun 2009, penggunaan ganja tanpa hak dan melawan hukum dipidana sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan program ini, diharapkan dapat memberikan efek jera kepada para pelaku yang berusaha memanfaatkan bahan makanan untuk menyebarkan narkoba.

Program pengawasan makanan ini juga merupakan ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama berperang melawan narkoba, dengan tujuan akhir mewujudkan Aceh yang bersih dari jeratan narkoba. Semoga upaya ini dapat memberikan hasil yang positif dalam memerangi peredaran narkoba yang merusak generasi muda.

Reporter: Akil Rahmatillah