Beranda blog Halaman 1136

Kuah Pliek, Sajian Khas Aceh yang Kaya Rasa dan Tradisi

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Aceh tidak hanya dikenal dengan budaya dan tradisinya yang kaya, tetapi juga dengan kuliner khasnya yang memiliki variasi rasa unik dan menggugah selera. Salah satu kuliner yang wajib dicoba saat berkunjung ke Aceh adalah Kuah Pliek. Makanan ini tidak hanya digemari oleh masyarakat Aceh, tetapi juga oleh wisatawan dari luar daerah.

Kuah Pliek adalah hidangan khas Aceh yang sering dijumpai pada acara-acara hajatan dan menjadi favorit di wilayah pesisir timur Aceh. Makanan ini mirip dengan gulai dan berisi campuran berbagai rempah-rempah, sayuran, dan bahan khusus yang disebut Pliek U.

Lalu, Apa Itu Pliek U?

Berdasarkan penelusuran digital oleh Nukilan.id dari sebuah penelitian karya Jauharil dan Desy Sary yang dimuat dalam “Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan”, Pliek U adalah bumbu penyedap yang terbuat dari ampas kelapa yang dikeringkan hingga berwarna kecokelatan. Proses pembuatannya masih dilakukan secara tradisional menggunakan peneurah, alat pengepres minyak, dan klah, wadah dari rotan, tali, dan kulit kayu.

Pliek U dimasukkan ke dalam klah, kemudian dimasukkan di antara lipatan situk (pelepah pinang). Minyak yang diperoleh ditampung dan dimasukkan ke dalam wadah di bawahnya.

Tak hanya kaya akan rasa, Pliek U juga memiliki berbagai manfaat kesehatan. Berdasarkan Prosiding Seminar Nasional Biotik karya Rinaldi dkk, minyak Pliek U berkhasiat untuk menyembuhkan sakit kepala, mengobati luka, menurunkan rasa sakit perut, demam, dan nyeri sendi.

Berikut adalah resep dan cara membuat Kuah Pliek yang dapat Anda coba di rumah:

Untuk membuat Kuah Pliek, siapkan terlebih dahulu bahan-bahannya: 200 gram Pliek U, 2 liter santan kelapa, 100 gram daun melinjo, 100 gram buah melinjo, 100 gram terong hijau, 2 buah terong ungu, 1 buah labu sium, 200 gram udang halus, 2 batang serai, 1 batang kecombrang, 5 lembar daun jeruk purut, 2 batang daun kari, 5 buah cabai hijau, 5 siung bawang merah, 1 siung bawang putih, 10 buah cabai rawit, ½ sendok teh ketumbar, ¼ sendok teh lada, 1 ruas jahe, 1 ruas kunyit, 6 buah asam sunti, dan garam secukupnya.

Langkah pertama, pastikan semua alat dan bahan sudah tersedia. Potong kecil-kecil cabai hijau dan kecombrang. Cincang daun jeruk purut sampai halus, lalu geprek batang serai. Siapkan bumbu dengan menghaluskan bawang merah, bawang putih, cabai rawit, ketumbar, lada, jahe, kunyit, dan asam sunti. Potong kecil-kecil semua sayuran yang sudah disiapkan.

Panaskan air hingga mendidih, kemudian masukkan kacang panjang dan buah melinjo, biarkan selama dua menit. Setelah itu, haluskan Pliek U dengan blender, lalu saring bersama santan.

Panaskan wajan, lalu masukkan semua sayuran yang telah dipotong, udang halus, santan, Pliek U, bumbu halus, dan tambahkan garam secukupnya. Aduk semua bahan secara perlahan, tambahkan garam sedikit demi sedikit, dan cicipi untuk tes rasa.

Demikian ulasan mengenai Kuah Pliek khas Aceh, lengkap dengan resep dan cara membuatnya. Semoga dapat menjadi rekomendasi hidangan rumahan Anda. Selamat mencoba!

Reporter: Akil Rahmatillah

Refleksi Peristiwa Jalin, BNPT dan FKPT Gelar Kenduri Desa Siaga di Jantho

0

NUKILAN.id | Jantho – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh menggelar kegiatan pencegahan terorisme di Gampong Suka Tani (wilayah Jalin) Kecamatan Kota Jantho, Aceh Besar, Kamis (30/5/2024).

Ketua FKPT Aceh DR Mukhlisuddin, M. Pd dalam laporannya menyebut, kegiatan yang punya tema “Kenduri untuk wujudkan Desa Siaga dengan Resiliensi” sengaja digelar di kawasan Jalin sebagai refleksi pernah terjadi camp pelatihan terorisme di Aceh yang alumninya menyebar ke seluruh Indonesia.

“Dipilih lokasi Jalin Jantho sebagai tempat acara lebih sebagai refleksi pada 14 tahun lalu, pernah terjadi pelatihan terorisme di Jalin Jantho yang tidak melibatkan banyak orang Aceh,” kata Mukhlisuddin.

Untuk itu, bila melihat sejarah, ternyata banyak alumni Jalin kemudian menjadi pelaku terorisme di Indonesia seperti kasus bom Bali, Bom Kuningan, Bom J Mariot, dan Bom Sudirman, pelakunya sebagian pernah di latih di Jalin, Jantho.

“Refleksi ini kita harap dapat menjadi pengingat, bahwa kita harus waspada pada setiap gerak gerik yang mencurigakan. Kita kenali diri dan lingkungan untuk menghindari hal-hal seperti itu,” ujar Mukhlisuddin.

Mukhlis juga mengajak masyarakat Jantho untuk menjadikan kawasan Jalin sebagai daerah positif, punya keindahan alam dan cocok menjadi tempat wisata,agar image Jalin berubah dari branding terorisme.

“Namun saat ini yang penting bagaimana kita semua untuk mempromosikan Jalin sebagai kawasan indah untuk wisata. Di Jalin punya sungai yang indah, dan punya alam yang bagus,” Demikian Mukhlis.

Kegiatan program KENDURI (Kenali dan Peduli Lingkungan Sendiri) turut menghadirkan narasumber Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI Teuku Fauzansyah S.S, M.Si, Kepala Kesbangpol Aceh Besar Sofian SH, serta Praktisi Film dan Akademisi Dyah Kusumawati S.Sos M.Ikom.

Turut hadir Bendahara FKPT Aceh (Praktisi Film dan Akademisi) Bendahara FKPT Aceh Dedy Adrian, Kabid Hukum, Media Massa & Humas Dr. Wiratmadinata, Mantan narapina terorisme Surya dan Aulia, serta 100 peserta dari berbagai elemen masyarakat dan perangkat Gampong.

Editor: Akil Rahmatillah

Pemkab Aceh Tenggara Salurkan Cadangan Beras untuk Bantuan Pangan 2024

0
Pemkab Aceh Tenggara Salurkan Cadangan Beras untuk Bantuan Pangan 2024. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Kutacane – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara melalui Dinas Pangan kembali menyalurkan bantuan secara simbolis tahap II cadangan beras pemerintah untuk bantuan pangan 2024 kepada masyarakat di Kecamatan Lawe Alas, Senin (27/5/2024).

Pembagian cadangan bantuan beras yang disalurkan dihadiri, Pj Bupati Aceh Tenggara, Syakir, Kajari Erawati, Kadis Pangan Fitriaty, Kepala Bulog Cabang Kutacane Fahmi Siregar, Inspektur Kabupaten ABD Kariman, Kabag Ekonomi Rosdiana, Kaban Keuangan BPKD Syukur Karo-karo, dan Camat Lawe Alas.

Pj. Bupati Agara Syakir mengatakan ini merupakan sebuah kegiatan yang akan terus dilakukan oleh pemerintah daerah maupun pusat sebagai salah satu langkah dalam pengendalian inflasi dan penurunan jumlah penduduk miskin dan miskin ekstrem, sehingga dalam penyalurannya cadangan beras pemerintah harus dapat dipastikan dan diterima oleh keluarga penerima manfaat yang berhak.

“Bantuan pangan yang disalurkan ini merupakan tahap II pada April dan Juni, semoga betul-betul sesuai dengan peruntukannya dan tepat sasaran serta tidak diperjual-belikan,” ujar Syakir.

Kepala Perum Bulog Kutacane, Fahmi Siregar menjelaskan bahwa, dalam penyaluran cadangan beras pemerintah terdapat sebanyak 172 ton beras yang akan didistribusikan kepada masyarakat sebanyak 17.214 keluarga penerima manfaat, khususnya Kecamatan Lawe Alas dialokasikan sebanyak delapan ton bagi 816 Kepala Keluarga dan berdasarkan data Bulog setiap keluarga penerima manfaat berhak memperoleh 10 kg beras per KPM, kemudian beras yang disalurkan merupakan alokasi bantuan untuk April 2024.

Editor: Akil Rahmatillah

Pejabat Pemkab Aceh Selatan Teken Kakta Integritas

0
Pejabat Pemkab Aceh Selatan teken pakta integritas. (Foto: Antara)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan menandatangani pakta integritas dan perjanjian kinerja.

Penjabat (Pj) Bupati Aceh Selatan Cut Syazalisma di Aceh Selatan, Rabu, mengatakan penandatanganan pakta integritas dan perjanjian kinerja ini merupakan wujud nyata serta komitmen bersama dalam menjalankan pemerintahan yang amanah.

“Penandatanganan pakta integritas ini juga wujud dan komitmen bersama meningkatkan kinerja serta melaksanakan pemerintahan secara akuntabilitas dan transparansi,” kata Cut Syazalisma.

Ia mengatakan pakta integritas dan perjanjian kinerja yang ditandatangani tersebut merupakan komponen dalam implementasi sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

Dan semua ini, kata dia, sebagai bentuk penugasan pimpinan daerah kepada pejabat pimpinan tinggi pratama, di antaranya menjabat kepala satuan kerja perangkat kabupaten untuk melaksanakan program dan kegiatan pemerintah daerah sesuai tugas dan fungsinya.

“Penandatanganan pakta integritas dan perjanjian kinerja ini menjadi penting karena merupakan dasar dalam melaksanakan amanah secara optimal dan mencapai hasil maksimal,” kata Cut Syazalisma.

Selain itu, kata Pj Bupati Aceh Selatan, juga mengharapkan para pejabat pimpinan tinggi pratama mampu mewujudkan efektivitas dan efisiensi anggaran dengan tetap mendorong peningkatan pencapaian kinerja yang tepat sasaran serta bisa dipertanggungjawabkan.

“Penandatanganan pakta integritas dan perjanjian kinerja ini merupakan penegasan komitmen antara kami selaku pemberi amanah kepada pejabat pimpinan tinggi pratama. Kami berharap amanah tersebut dijalankan dengan sebaik-baiknya,” kata Cut Syazalisma.

Adapun pejabat pimpinan tinggi pratama yang menandatangani pakta integritas dan perjanjian kinerja tersebut di antara kalangan kepala satuan perangkat kerja kabupaten para camat, dan lainnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Bahlil Pastikan Tak Beri Izin Investor China Bangun Pabrik Semen di Aceh Selatan

0
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (Foto: Dok.SINDOnews)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia memastikan tidak ada pemberian izin yang diberikan ke investor China untuk membangun pabrik semen di Aceh.

“Nggak ada. Belum ada izin yang dikasih kan lagi moratorium untuk pabrik semen,” katanya saat di acara Minat Investasi Bali Urban Rail and Associated Facilities dan Penyerahan Dokumen Kualifikasi di Ruang Wiswa Sabha Utama di Kantor Gubernur Bali, Rabu (29/5).
Bahlil memastikan, moratorium pembangunan pabrik semen di Aceh masih berlaku saat ini. Alasannya karena pasokan semen di dalam negeri berlebih alias oversupply.
“Nggak ada (pembangunan pabrik), karena seluruh pabrik semen di Indonesia oversupply. Kita masih oversupply sekitar 40 juta ton maka sejak tahun 2021 terjadi moratorium pabrik semen sampai sekarang,” tegas dia.
Bahlil juga menyebut, dirinya tidak tahu menahu soal perizinan yang diberikan Pemkab Aceh kepada investor China tersebut. Menurutnya, seluruh perizinan terkait pembangunan pabrik berada di pemerintah pusat.
Sebelumnya, Perusahaan asal China berencana membuka pabrik semen di Aceh. Izin diberikan usai Pj. Bupati Aceh Selatan Cut Syazalisma menandatangani kesepakatan pendirian pabrik dengan PT Kobexindo Cement, konsorsium Hongshi Holding Group, di Jakarta, Sabtu (18/5) lalu.
Rencananya pabrik memiliki kapasitas produksi 6 juta ton per tahun. Investasi Rp 10 triliun. Keputusan Pemkab Aceh Selatan memberi karpet merah pada perusahaan semen China menuai kontroversi sebab ada moratorium pembangunan pabrik tersebut di Indonesia. Alasannya karena pasokan semen di dalam negeri berlebih alias oversupply.
“Pemerintah sudah membuat moratorium, tidak ada lagi izin untuk pabrik baru, kecuali untuk daerah Papua dan Maluku,” kata Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Lilik Unggul Raharjo dalam keterangannya, Sabtu (25/5).
Menurut Lilik, saat ini terjadi oversupply semen, kebutuhan dalam negeri, 65,5 juta ton, sementara produksi 119,9 juta ton. Jadi kelebihan pasokan 54,4 juta ton.
Karena itu, dia menganggap keputusan Pemkab Aceh Selatan bertolak belakang dengan moratorium. Selain itu akan mengancam tiga pabrik semen di Sumatera.
Ketiga pabrik milik BUMN. Pertama, PT Solusi Bangun Andalas (SBA) di Aceh dengan produksi 1,8 juta ton per tahun. Kedua, PT Semen Padang, di Sumbar dengan kapasitas 8 juta ton. Ketiga, PT Semen Baturaja di Sumsel, 2,5 juta ton.
Di Dumai juga ada PT Semen Padang meski produksinya tak besar. Lainnya adalah pabrik semen swasta nasional yang merambah Sumatera.

Editor: Akil Rahmatillah

Pemkab Aceh Besar Buka Sosialisasi Penyelesaian Sengketa Pertanahan

0
Pemkab Aceh Besar Buka Sosialisasi Penyelesaian Sengketa Pertanahan. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Jantho – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pertanahan melaksanakan sosialisasi penyelesaian sengketa terkait pertanahan.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten I Sekda Aceh Besar, Farhan AP, mewakili Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, di Aula Wisma Atlet di Kota Jantho, Selasa (28/5/2024).

Sosialisasi diikuti secara serius oleh beberapa pihak terkait antara lain para camat, keuchik dan imum mukim dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar.

Turut hadir perwakilan Kantor Pertanahan Aceh Besar, Kabid Penanganan permasalahan Pertanahan Dinas Aceh, Kabag Hukum Setdakab Aceh Besar, perwakilan Bagian Pemerintahan Setdakab, dan Kabid Penataan Wilayah Dinas Pertanahan Aceh Besar.

Farhan dalam sambutannya, secara resmi mengharapkan kegiatan tersebut dapat memberikan pengetahuan terkait Sosialisasi Penyelesaian Sengketa Pertanahan dalam Kabupaten Aceh Besar ini.

“Karena, kegiatan yang dilaksanakan hari ini menjadi penting untuk diikuti oleh seluruh peserta khususnya para camat dan keuchik. Hal ini akan menambah ilmu dalam hal penyelesaian masalah sengketa pertanahan ditingkat mukim dan gampong di wilayahnya,” tandas Farhan.

Ia menambahkan, harus melibatkan Camat, Keuchik, imum mukim dan kadus pada saat membuat atau menandatangani akta peralihan, agar sengketa atau gugatan mereka tahu maka bisa di selesaikan dengan baik baik, untuk itu perlu ditekankan pentingnya perdamaian dalam menyelesaian perkara.

“Kedepankan upaya mediasi, musyawarah dan perdamaian dalam proses penyelesaian perkara,” pinta Farhan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanahan Aceh Besar, Fuadi Akhmad mengatakan, pelaksanaan sosialisasi penyelesaian sengketa pertahanan didasari dengan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1960 tentang peraturan dasar-dasar pokok Agaria dan Undang-Undang nomor 30 tahun 1999 tentang arbitasi dan alternatif penyelesaian sengketa.

“Ada juga peraturan Pemerintah nomor 24 tahun 1997 tentang pendaftaran tanah, peraturan menteri agraria nomor 3 tahun 1997 tentang ketentuan pelaksanaan, Peraturan Mahkamah Agung RI nomor 1 tahun 2008 tentang prosedur mediasi di Pengadilan, dan disamping itu, kita juga mengacu pada Peraturan Gubernur Aceh nomor 60 tahun 2013 tentang pelaksanaan penyelesaian sengketa/perselisihan adat dan istiadat,” pungkasnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Remaja Mesjid Hidayatul Islam T. Nyak Arief Lamreung XXVI Resmi Dilantik

0
Remaja Mesjid Hidayatul Islam T. Nyak Arief Lamreung XXVI Resmi Dilantik. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Hidayatul Islam Lamreung XXVI melantik dan mengukuhkan Pengurus Remaja Masjid Masa Bakti 2024-2028 di Masjid setempat Rabu, (29/05/2024).

Acara pelantikan berlangsung khidmat yang dihadiri oleh Imum Syik Mesjid, Imeum Mukim Lamreung, para Keuchik tiga perkampungan Lamreung, BKPRMI Kecamatan Krueng Barona Jaya serta Muspika Kecamatan Krueng Barona Jaya.

Tepung tawar/ peusijuk langsung dilakukan oleh Imum Syik, Imeum Mukim serta Ketua BKM Mesjid Hidayatul Islam Lamreung secara berurutan.

Abon Tgk. T. Tajuddin Abu Usman Al-Fauzi dalam amanat pelantikan mengucapkan bahwa, saudara-saudara yang dilantik dalam Kepengurusan Remaja Masjid Hidayatul Islam T. Nyak Arief Lamreung XXVI Masa Bakti 2024-2028, dipercaya akan mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan, semoga Allah SWT senantiasa memberikan pertolongan dan kemudahan bagi kita semua dalam menjalankan amanah ini.

Abon Lueng Ie menambahkan dalam sambutan nya kepada Pengurus Remaja Mesjid Hidayatul Islam agar dapat mengambil peran dan tanggung jawab, karena kalau berbicara Pemuda dan Remaja Masjid maka kita berbicara mengenai Pemuda dan Remaja Masjid di masa depan.

Setelah ambil Peran, maka lanjutkan untuk Turun Tangan bersama-sama untuk kemakmuran dan kemajuan Mesjid kita ini. Mari sama-sama mulai dari sekarang kita wujudkan semangat perjuangan dari T. Nyak Arief, nama yang disematkan pada Mesjid kebanggaan mukim kita ini, harap Abon Lueng Ie dalam sambutannya.

Adapun yang terpilih sebagai Ketua Umum Remaja Masjid Hidayatul Islam T. Nyak Arief untuk masa bakti 2024-2028 yakni ust. Muammar Khadafi.

Ketua Umum Remaja Mesjid Hidayatul Islam T. Nyak Arief, Muammar Khadafi yang terpilih secara Aklamasi rapat umum Remaja Mesjid dan BKM pada 22 Mei 2024 dalam sambutannya setelah dilantik mengatakan

“Remaja Mesjid siap membantu, mendukung serta mensukseskan semua program untuk kemajuan dan kemakmuran mesjid ini. Kami juga ingin meningkatkan Eksistensi Remaja dengan Kegiatan-kegiatan Positif, serta Insyaallah akan menjadikan Remaja ini sebagai Motor Penggerak Perubahan di Wilayah Mukim Lamreung XXVI ini. Mohon doa dan dukungan nya agar kami dapat menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya” Ungkapnya.

Kegiatan pelantikan remaja mesjid pun ditutup dengan penampilan Haflah Quran dari para Qari Nasional yang berasal dari Desa Mukim Lamreung XXVI.

Editor: Akil Rahmatillah

Hampir 70 Persen Jemaah Haji Asal Aceh Berusia di Atas 50 Tahun

0
Hampir 70 Persen Jemaah Haji Asal Aceh Berusia di Atas 50 Tahun. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Hampir 70 persen para jemaah haji yang berangkat pada 2024 dari Aceh berusia di atas 50 tahun. Ketua PPIH Aceh, Azhari, mengatakan, jemaah haji yang berangkat dari Aceh pada 2024 berjumlah 4.710 orang, termasuk petugas.

Disebutkan, jemaah yang berusia 18 hingga 20 tahun berjumlah 17 orang atau 0,4 persen. Kemudian jemaah yang berusia 21 hingga 30 berjumlah 157 orang atau 3,3 persen.

“Sedangkan jemaah yang berusia 31 hingga 40 berjumlah 307 orang atau 6,5 persen. Selanjutnya, jemaah yang berusia 41 hingga 50 berjumlah 836 orang atau 17,7 persen,” kata Azhari, Rabu (29/5/2024).

Kemudian jemaah yang berusia 51 hingga 60 berjumlah 1.460 orang atau 31,0 persen. Sedangkan jemaah yang berusia 61 hingga 70 berjumlah 1.281 orang atau 27,2 persen.

Selanjutnya, jemaah yang berusia 71 hingga 80 berjumlah 466 orang atau 9,9 persen. Kemudian jemaah yang berusia 81 hingga 90 berjumlah 133 orang atau 2,8 persen.

Terakhir, jemaah yang berusia 91 hingga 100 tahun berjumlah 53 orang atau 1,1 persen. “Untuk tahun ini, Kemenag tetap mengusung tagline haji ramah lansia. Kita berharap semua petugas memberikan pelayanan terbaik kepada tamu Allah tersebut,” ujar Azhari.

Menurutnya, sesuai dengan arahan Kemenag RI, pihaknya berkerja sama dengan para pihak diminta memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah haji, mulai dari Asrama Haji, akomodasi, perjalanan Udara hingga tiba di tanah suci, dan Kembali lagi ke Aceh nantinya.

“Kloter I untuk Aceh, akan masuk asrama Selasa sore nanti,” ujar Azhari.

Editor: Akil Rahmatillah

Pj Bupati Aceh Besar Pimpin Rapat Bazar UMKM Expo Aceh Besar

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto memimpin rapat Bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Expo Aceh Besar, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 Kota Jantho.

Rapat tersebut diikuti oleh Sekda Aceh Besar, Sulaimi, Asisten 1 Farhan A.P, Asisten 3 Jamaluddin, para Kepala OPD dan para camat se-Aceh Besar.

Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto mengatakan, peringatan HUT Kota Jantho pada 2024 ini akan diwarnai dengan berbagai kegiatan.

“Peringatan HUT Kota Jantho ini juga beriringan dengan Hari Kesatuan Gerak Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (HKG TP PKK) ke-52 tahun 2024, dalam kegiatan itu juga ada bazar UMKM Expo,” ujar Iswanto usai rapat tersebut di Dekranasda Aceh Besar, Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Selasa (28/5/2024).

Iswanto mengatakan, kegiatan tersebut akan dimulai pada Kamis, 30 Mei hingga Sabtu, 1 Juni 2024 di Jantho Sport Centre (JSC) Kota Jantho.

“Pada Kamis kegiatan akan dimulai dengan pembukaan upacara, lomba mewarnai, zikir, tausiah dan doa serta musik Islami,” sebutnya.

Sedangkan pada Jumat Iswanto mengatakan akan dimulai kegiatan UMKM Expo, lomba pramuka, lomba rangking 1 ASN Aceh Besar, lomba mewarnai, lomba memasak, dan peragaan busana muslim.

“Hari Sabtu akan ada UMKM, bantuan sosial, aksi donor darah serta performing art and music dan penutupan,” jelasnya.

Selanjutnya Iswanto mengatakan, kegiatan tersebut akan mengangkat tema Bersinergi, berprestasi, dan menginspirasi.

“Jadi tema ini diambil agar Aceh Besar bisa selalu bersinergi untuk meraih prestasi sehingga akan menginspirasi bagi Aceh secara menyeluruh,” tutupnya.

Editor: Akil Rahmatillah

RSUD Meuraxa dan BPJS Kesehatan Tanda Tangani Adendum Kerja Sama untuk Tingkatkan Layanan Jantung dan Mammografi

0
RSUD Meuraxa dan BPJS Kesehatan Tanda Tangani Adendum Kerja Sama. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – RSUD Meuraxa, Aceh kembali memperkuat komitmennya dalam memberikan layanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat dengan menandatangani adendum kerja sama pelayanan kateterisasi jantung dan mammografi dengan BPJS Kesehatan.

Acara penandatanganan ini berlangsung di Ruang Rapat BPJS Kesehatan Banda Aceh, Selasa (28/5/2024).

Direktur RSUD Meuraxa, dr. Riza Mulyadi, SpAn, FIPM, mengatakan bahwa adendum ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan di Banda Aceh dan sekitarnya.

“Pelayanan kateterisasi jantung dan mammografi merupakan bagian dari upaya kami dalam memberikan layanan kesehatan yang komprehensif dan berkualitas. Dengan adanya kerjasama ini, kami berharap dapat membantu lebih banyak pasien yang membutuhkan layanan tersebut,” ujarnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, dr Neni Fajar, juga mengapresiasi kerja sama ini dan menyatakan bahwa RSUD Meuraxa selalu menjadi mitra yang solid dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS.

“Kami percaya bahwa kerja sama ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam upaya deteksi dini dan penanganan penyakit jantung serta kanker payudara,” ungkap Neni.

Di samping itu, Riza juga menambahkan Pelayanan kateterisasi jantung di RSUD Meuraxa dilengkapi dengan peralatan medis terkini dan ditangani oleh tim dokter spesialis jantung yang berpengalaman.

Sementara itu, layanan mammografi yang tersedia di rumah sakit ini juga menggunakan teknologi mutakhir untuk mendeteksi kanker payudara secara dini, sehingga memungkinkan penanganan yang lebih efektif dan efisien.

“Insya Allah mulai 1 Juni 2024 Pelayanan Kateterisasi Jantung dan Mammografi di RSUD Meuraxa resmi melayani pasien secara BPJS Kesehatan, saya berharap dengan berjalannya pelayanan ini membuat antrian yang panjang selama ini terhadap Kateterisasi Jantung dapat menurun,” harapnya.

Penandatanganan adendum kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen RSUD Meuraxa untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara maksimal. Dengan dukungan dari BPJS Kesehatan, RSUD Meuraxa optimis dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya.

Editor: Akil Rahmatillah