Beranda blog Halaman 1135

Polres Aceh Selatan Bentuk Karakter Anak Tertib Berlalu Lintas

0
Polres Aceh Selatan Bentuk Karakter Anak Tertib Berlalu Lintas. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Aceh Selatan Polda Aceh menyosialisasikan Kamseltibcar Lantas kepada anak Pelajar SD Negeri Mersak Kecamatan Kluet Tengah Kabupaten Aceh Selatan melalui Program Polisi Saweu Sikula, Rabu (29/5/2024).

Kegiatan itu sebagai upaya meningkatkan kesadaran dalam keamanan, ketertiban, keselamatan dan kelancaran berlalu lintas (Kamseltibcarlantas) di kalangan anak-anak.

Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Aiptu Sumitra mengajak anak-anak pelajar untuk memahami tata cara berlalu lintas yang aman.

Ia menekankan pentingnya keselamatan di jalan raya, mengenalkan aturan lalu lintas dasar, dan mendorong pembentukan karakter anak yang berakhlak baik.

“Keselamatan di jalan raya ini sangatlah penting. Oleh karena itu, kita harus mengetahui dan mentaati aturan berlalu lintas. Kita juga memberikan informasi edukatif tentang bahaya kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.

Dalam upaya menciptakan keamanan di sekitar mereka, anak-anak didorong untuk berperan aktif. Selain itu juga memberikan Pembinaan karakter yang baik, terutama terkait etika berlalu lintas, menjadi fokus utama penyampaian sosialisasi ini.

Sementara itu, Kapolres Aceh Selatan, AKBP Mughi Prasetyo Habrianto, melalui Kasi Humas AKP Adam Sugiarto menyatakan, kegiatan “Polisi Saweu Sikula” ini adalah langkah nyata dalam memberikan pendidikan praktek kepada anak-anak sejak dini terkait keselamatan dan kedisiplinan berlalu lintas.

“Sangat penting membentuk karakter anak-anak yang berakhlak baik dan sadar akan aturan berlalu lintas untuk menciptakan generasi yang berkualitas dan aman di jalan raya,” ujar Adam.

Program “Polisi Saweu Sikula” menjadi manifestasi komitmen Sat Lantas Polres Aceh Selatan dalam memberikan edukasi kepada generasi muda.

Harapannya, kegiatan ini dapat membentuk anak-anak yang sadar akan pentingnya keselamatan dan tertib berlalu lintas, serta mampu menjadi pelopor perilaku yang baik di masyarakat.

“Kita harap, dengan adanya kegiatan ini kita dapat meningkatkan ketertiban berlalulintas. Dengan ini juga, keselamatan saat berkendara menjadi semakin meningkat di Aceh Selatan,” pungkas Kasi Humas.

Editor: Akil Rahmatillah

Ledakan Sumur Minyak Ilegal di Aceh Timur, Api Membara di Malam Hari

0
Sumur minyak terbakar di Gampong Alue Canang, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Sebuah kejadian tragis melanda Gampong Alue Canang, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. Pada Kamis (30/5) sekitar pukul 20.00 WIB, sebuah sumur minyak ilegal mengalami ledakan dahsyat yang menyulut kobaran api mengamuk di sekitarnya.

Camat Birem Bayeun, Iskandar, yang memberikan keterangan, menggambarkan momen mengerikan ketika ledakan itu terjadi. “Ledakan sumur minyak tersebut telah menciptakan kebakaran hebat di sekitar wilayah tersebut,” ujarnya dengan nada serius.

Tim pemadam kebakaran segera dikerahkan untuk menanggulangi kobaran api yang menjalar dengan cepat. “Saat ini, tim pemadam kebakaran sedang berupaya memadamkan api yang melanda daerah tersebut,” tambah Iskandar, sambil menegaskan bahwa upaya pemadaman sedang berlangsung dengan intensitas tinggi.

Namun, pertanyaan besar masih menggantung: apakah ada korban jiwa dalam insiden mengerikan ini? Iskandar menyampaikan bahwa sampai saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. “Lokasi sumur yang terbakar tersebut berada cukup jauh dari pemukiman penduduk,” ungkapnya dengan nada lega.

Sementara itu, warga sekitar dikejutkan dengan gemuruh ledakan yang mengguncang malam mereka. “Itu seperti bom! Api terangkat tinggi ke langit malam,” ungkap seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya.

Kepolisian setempat juga telah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dari ledakan maut ini. Dugaan sementara mengarah kepada aktivitas ilegal pengeboran minyak yang dilakukan tanpa izin resmi.

Masyarakat sekitar pun diimbau untuk tetap tenang dan waspada.

“Kami akan terus memantau perkembangan situasi ini dengan cermat,” tegas Iskandar, sembari mengajak semua pihak untuk bersatu dalam menghadapi dampak buruk dari insiden ini.

Editor: Akil Rahmatillah

Perbedaan Data Luas PETI di Aceh: Walhi Aceh Temukan Selisih Hingga 49,13 Persen dengan Data ESDM

0
Direktur WALHI Aceh, Ahmad Shalihin. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Perbedaan data luas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Aceh yang dirilis oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh mencapai 49,13 persen. Hal ini terungkap dalam kajian yang dilakukan Walhi Aceh menggunakan citra satelit dan kunjungan lapangan pada periode Juli hingga Agustus 2023.

ESDM Aceh mencatat luas area PETI di Aceh hanya sekitar 1.720 hektare. Namun, Walhi Aceh menemukan angka yang jauh lebih besar, yakni mencapai 3.500 hektare di tujuh kabupaten, yaitu Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Tengah, Pidie, dan Aceh Selatan.

Direktur Walhi Aceh, Ahmad Shalihin, menyatakan bahwa data yang diperoleh pihaknya dalam tiga bulan itu menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan data yang dirilis ESDM.

“Data yang kita dapatkan itu hanya selama tiga bulan, mulai dari Juli hingga Agustus, melalui vegetasi menggunakan citra satelit dan kunjungan lapangan ke beberapa lokasi. Hasilnya hampir 50 persen lebih luas dari data ESDM,” ujarnya.

Menurut Shalihin, temuan Walhi Aceh ini menunjukkan bahwa luas PETI di Aceh berpotensi lebih besar dari yang diperkirakan. Ia juga menyoroti bahwa pihaknya hanya melakukan vegetasi di tujuh kabupaten, sehingga kemungkinan masih banyak daerah lain yang belum terdata secara menyeluruh.

“Ini sangat berpotensi lebih luas lagi, karena kita hanya melakukan vegetasi di tujuh kabupaten saja,” jelasnya.

Selain itu, Walhi Aceh juga melaporkan adanya peningkatan luas area PETI dari Januari hingga Mei 2024. Hingga kini, total luas PETI yang tercatat oleh Walhi Aceh mencapai lebih dari 6.000 hektare, dengan tambahan luas sekitar 3.000 hektare pada bulan Mei dan 2.000 hektare pada periode Januari hingga April.

“Kalau data sampai sekarang, kami punya lebih dari 6.000 hektare, tapi belum kami rilis. Pada bulan Mei saja ada penambahan 3.000 hektare lebih, dan dari Januari sampai April sudah ada penambahan 2.000 hektare lagi,” ungkap Shalihin.

Walhi Aceh berencana untuk segera merilis data tersebut secara resmi, lengkap dengan foto dan titik koordinat yang akurat. Mereka berharap ESDM dapat memberikan tanggapan terhadap temuan ini. Shalihin menambahkan bahwa temuan ini menunjukkan perlunya upaya yang lebih serius dalam menangani masalah PETI di Aceh.

“Kami berharap ESDM merespons temuan ini dengan langkah-langkah yang konkrit. Yang jelas, Walhi Aceh memiliki bukti foto dan titik koordinat yang lengkap,” kata Shalihin.

Perbedaan data ini memunculkan pertanyaan tentang metode pendataan yang digunakan oleh ESDM. Shalihin menyatakan ketidakpahamannya mengapa data ESDM bisa jauh berbeda dari temuan Walhi. Ia mengungkapkan keprihatinannya atas perbedaan yang signifikan ini dan menekankan pentingnya keakuratan data untuk penanganan PETI yang lebih efektif.

“Kami tidak tahu bagaimana ESDM mendata, kok bisa cuma 1.720 hektare, sedangkan yang kami data itu ada 3.500 hektare, dan itu baru dari tiga bulan survei kami,” tandasnya.

Perbedaan data antara ESDM dan Walhi Aceh ini menambah daftar panjang persoalan PETI di Indonesia, yang seringkali sulit dideteksi dan ditangani secara efektif. Kondisi ini menuntut kerjasama yang lebih baik antara berbagai pihak terkait untuk menemukan solusi yang menyeluruh dan berkelanjutan dalam mengatasi aktivitas pertambangan ilegal yang merusak lingkungan dan mengancam kehidupan masyarakat sekitar.

Editor: Akil Rahmatillah

Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Aceh Timur Diduga Akibat Mesin Pompa

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sumur minyak ilegal di Gampong Alue Canang, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur meledak, pada Kamis (30/5/2024) sekitar pukil 19.00 WIB. 

Kapolsek Birem Bayeun AKP Lilik Harwanto mengatakan sumur minyak yang terbakar milik Rajawali, seorang pengebor dari Kecamatan Peureulak Kota, Aceh Timur. Sumur tersebut terletak di tanah milik Wakarni, warga Gampong Alue Canang.

“Kebakaran ini disebabkan oleh terbakarnya mesin pompa penyedot minyak, sehingga api menyambar sumur minyak,” kata Lilik dalam keterangan tertulisnya yang diterima Nukilan.

Lilik mengatakan, api yang membakar sumur minyak ilegal tersebut mencapai ketinggian 10 hingga 20 meter. Hingga saat ini, belum diketahui adanya korban jiwa maupun kerugian material akibat kebakaran tersebut.

“Aktivitas pengeboran minyak ilegal ini telah berlangsung kurang lebih selama satu bulan,” ujar Lilik.

Lilik menambahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan SKK Migas Aceh dan Pertamina untuk penanganan dan pencegahan lebih lanjut terhadap aktivitas penambangan minyak ilegal di wilayah tersebut.

Reporter: Rezi

Bertemu Airlangga, Haiqal Laporkan Persiapan Maju Pilkada Banda Aceh

0
Politisi Partai Golkar Ahmad Haiqal Asri bersilaturahmi dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Politisi Partai Golkar Ahmad Haiqal Asri bersilaturahmi dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, Kamis, 30 Mei 2024 di Jakarta.

Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi Haiqal melaporkan persiapan dirinya maju sebagai Calon Walikota Banda Aceh.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ketum yang disela-sela kesibukannya masih memberikan waktu untuk kami melaporkan agenda Pilkada Kota Banda Aceh.” ujar Haiqal.

Wakil DPD I Partai Golkar Aceh itu mengungkapkan, sebagai salah satu bakal calon yang masuk dalam usulan ke DPP Partai Golkar melalui DPD I Partai Golkar Aceh, dia telah membangun komunikasi dengan lintas partai politik di Banda Aceh.

“Kita melaporkan kepada Bapak Ketum terkait dengan silaturahmi dan komunikasi dengan lintas partai politik, termasuk dengan surat tugas dari Partai Demokrat, serta komunikasi intens dengan sejumlah partai,” ungkap Haiqal.

Komunikasi dengan lintas partai ini dilakukannya, kata Haiqal, selain sebagai forum silatuhmi politik juga mengingat Partai Golkar untuk pencalonan Pilkada Kota Banda Aceh tidak dapat mengusung secara mandiri, mengingat kursi DPRK Banda Aceh untuk Partai Golkar sebanyak 3 (tiga) kursi.

Agenda pertemuan dengan Ketua Umum Partai Golkar, Haiqal mengatakan, juga untuk mendampingi Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, TM Nurlif melaporkan sejumlah agenda kepartaian, di antaranya persiapan Pilkada serentak tahun 2024.

“Saya mendampingi Bapak Ketua Nurlif untuk melaporkan sejumlah agenda penting yang dilaksanakan DPD I Partai Golkar Aceh, termasuk dengan persiapan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati/Walikota dan Wakil Walikota.”kata Haiqal.

Pada pertemuan juga dihadiri oleh sejumlah tokoh muda di antaranya Fuad Hadi dan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD II Partai Golkar Banda Aceh, Erlanda Juliansyah Putra.

Editor: Akil Rahmatillah

Rumah Lansia di Aceh Utara Butuh Perhatian Serius, JARA Desak Pj Bupati Turun ke Lapangan

0
Kondisi rumah nek Ramlah. (Foto: for Nukilan)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Nek Ramlah, seorang warga Dusun Cot Leupee, Gampong Lhok Gajah, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Di usia senjanya, ia terpaksa tinggal di rumah tidak layak huni dengan atap yang bocor dan dinding yang rapuh. Selama ini, Nek Ramlah mengaku sulit tidur nyenyak setiap malam, terutama saat hujan turun.

“Atap rumah saya terbuat dari daun pelepah rumbia yang sudah bolong-bolong. Sebagian sudah saya tambal dengan karung beras dan kardus bekas. Ketika hujan, saya harus menyiapkan ember untuk menampung air yang masuk ke dalam rumah,” ungkap Nek Ramlah sambil menyeka air mata.

Jaringan Aspirasi Rakyat (JARA) melalui Juru Bicaranya, Rizki Maulizar, mendesak Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh Utara untuk lebih serius menangani kasus rumah tidak layak huni, terutama di Kecamatan Kutamakmur, Aceh Utara.

“Nek Ramlah saat ini menempati rumah yang sangat tidak layak huni. Kami berharap Dinas Perkim Aceh Utara dapat merespons dengan cepat,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Dinas Perkim Kabupaten Aceh Utara, pada tahun anggaran 2024, puluhan rumah layak huni sedang dibangun dengan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Namun, sayangnya, bantuan tersebut belum menjangkau Nek Ramlah, seorang janda tua dari Dusun Cot Leupee.

“Kami meminta Jara perwakilan Aceh Utara untuk terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam pembangunan ini,” tegas Rizki. Ia juga meminta Kementerian Sosial agar pembangunan rumah di Aceh Utara dilakukan secara merata.

JARA sangat berharap Pj Bupati Aceh Utara, Dr. Drs. Mahyuzar, M.Si, dapat merespons situasi ini dan memberikan solusi nyata untuk Nek Ramlah.

“Pak Pj Bupati, sekali-sekali turun ke lapangan, jangan hanya duduk di kafe. Lihat sendiri kondisi rakyat yang sedang menderita,” desak Rizki.

Nek Ramlah juga mengaku belum pernah menerima bantuan dari pemerintah setempat maupun dari Dinas Perkim Aceh Utara. Ia pernah ditawari bantuan untuk merehabilitasi atap rumahnya, tetapi menolak karena bantuan tersebut hanya mencakup perbaikan atap.

“Saya tolak karena saya tidak punya uang untuk memperbaiki bagian rumah lainnya. Rumah saya sudah miring, kalau hanya atap yang diperbaiki, saya khawatir rumah akan roboh,” katanya.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan apakah keinginan dan harapan Nek Ramlah akan terpenuhi. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan Dinas Perkim diharapkan segera memberikan solusi atas masalah yang dialami Nek Ramlah dan warga lainnya yang berada dalam kondisi serupa.

“Pemkab dan Dinas Perkim Aceh Utara jangan tutup mata. Sekali-kali turun ke lapangan melihat kondisi rumah warga miskin yang tidak layak huni,” tutup Rizki.

Situasi Nek Ramlah adalah potret kesulitan yang dihadapi banyak warga miskin di Aceh Utara. Perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah sangat diharapkan untuk memperbaiki kondisi ini. Bantuan yang merata dan tepat sasaran akan sangat membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu dan memberikan mereka harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Dengan adanya desakan dari JARA dan perhatian dari media, semoga masalah ini segera mendapat tanggapan positif dari pihak terkait. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara diharapkan tidak hanya melihat data di atas kertas, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk memahami dan menyelesaikan masalah yang dihadapi warganya.

Editor: Akil Rahmatillah

Indonesia Siap Berperan Aktif Jaga Perdamaian di Semenanjung Korea di Era Pemerintahan Prabowo-Gibran

0
Poster webinar bertajuk "Strategic Crossroads: Navigating the North Korean Challenge in East Asia Security and Indonesia’s Foreign Policy". (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Presiden terpilih Prabowo Subianto dipandang memiliki wawasan strategis dan kemampuan diplomasi yang mumpuni, yang diharapkan mampu membuka peluang bagi Indonesia untuk mendorong terciptanya perdamaian di Semenanjung Korea. Hal ini diungkapkan dalam sebuah webinar bertajuk “Strategic Crossroads: Navigating the North Korean Challenge in East Asia Security and Indonesia’s Foreign Policy” pada Kamis, 30 Mei 2024.

Webinar yang diselenggarakan oleh Marapi Consulting & Advisory bekerja sama dengan Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) dan Republik Merdeka (RMOL.ID) ini menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka. Di antaranya Ratih Indraswari, dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Katolik Parahyangan; Hariyadi Wirawan, dosen Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia; Irawan Ronodipuro, Ketua Hubungan Luar Negeri DPP Partai Gerindra; dan Beni Sukadis dari Marapi Consulting & Advisory.

Ratih Indraswari menegaskan bahwa kecil kemungkinan kebijakan nuklir Korea Utara akan berubah meskipun berada di bawah tekanan internasional yang luar biasa.

“Rangkaian tes nuklir dan misil oleh Korea Utara yang memuncak pada rezim Kim Jong Un adalah instrumen negosiasi dan deterrence bagi keberlangsungan pemerintahannya,” ujar Ratih.

Menurutnya, Korea Utara akan terus menggunakan senjata nuklir sebagai alat negosiasi luar negeri mereka, meskipun sangat bergantung pada dukungan ekonomi dan teknologi dari Tiongkok dan Rusia.

Dalam konteks ini, Ratih melihat pentingnya peran kebijakan luar negeri Indonesia untuk mendorong perdamaian di Semenanjung Korea bersama dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan dalam kerangka tekanan trilateral.

“Peran Indonesia adalah mendorong negosiasi damai dan kerja sama diplomatik sebagai pendekatan utama dalam menyelesaikan permasalahan terkait uji coba misil Korea dan upaya denuklirisasi,” tambahnya.

Sementara itu, Hariyadi Wirawan menilai bahwa Korea Utara masih terbuka untuk berdiskusi dengan dunia internasional. Ia menyebut bahwa Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang telah melakukan diskusi bersama untuk mencari kesepakatan dalam menghadapi Korea Utara.

“Perundingan trilateral tersebut terlaksana karena baik Tiongkok, Jepang, maupun Korea Selatan tidak ingin kehilangan inisiatif dalam menghadapi Korea Utara kepada Amerika Serikat,” jelas Hariyadi.

Dalam kesempatan yang sama, Irawan Ronodipuro dari Partai Gerindra menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan diplomasi Prabowo Subianto. Irawan mengungkapkan bahwa ada kemungkinan Prabowo akan mengundang Kim Jong Un untuk berkunjung ke Indonesia dalam rangka membangun kembali hubungan emosional antara pemimpin kedua negara, seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

“Dengan adanya hubungan emosional yang kuat antara kedua pemimpin, Indonesia akan dapat berperan menjadi penengah yang baik dalam upaya mendamaikan ketegangan di Asia Timur,” tegas Irawan.

Lebih lanjut, Irawan menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo akan tetap mempertahankan prinsip Politik Luar Negeri Bebas dan Aktif, serta berpegang teguh pada prinsip “a thousand friends is too few and one enemy is too many” (seribu kawan terlalu sedikit dan satu musuh terlalu banyak).

“Indonesia akan mengedepankan negosiasi damai dan kerja sama diplomatik dalam menyelesaikan permasalahan Korea. Indonesia juga akan mengajak negara-negara lain untuk bergabung dalam sebuah kerangka multilateral dalam upaya-upaya diplomasi,” tambahnya.

Beni Sukadis dalam paparannya menekankan bahwa peran strategis Indonesia sangat penting dalam tata kelola dunia yang sudah berubah sejak berakhirnya Perang Dingin. Dengan kebangkitan Tiongkok dan memudarnya hegemoni Amerika Serikat, Indonesia harus mengambil peran dalam mengawal perubahan tata kelola dunia sehingga kepentingan nasional dapat diperjuangkan.

“Sebagai middle power, Indonesia dapat berkontribusi dengan berbagai langkah dan upaya diplomasi serta kerja sama dengan negara-negara yang memiliki kesamaan kepentingan,” jelas Beni.

Webinar ini menyimpulkan bahwa Indonesia sangat diharapkan untuk berperan aktif dalam memperkuat stabilitas dan perdamaian di kawasan melalui kolaborasi internasional dan pendekatan kolektif terhadap isu-isu keamanan. Upaya ini akan mencerminkan komitmen Indonesia untuk memainkan peran aktif dan konstruktif dalam menghadapi tantangan-tantangan di kawasan Asia Timur.

Editor: Akil Rahmatillah

IDI Ajak Tenaga Kesehatan Bener Meriah Maksimalkan Layanan Pengabdian Masyarakat

0
IDI Ajak Tenaga Kesehatan Bener Meriah Maksimalkan Layanan Pengabdian Masyarakat.(Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Redelong – Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sayutiman, menghadiri peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) 2024 Kabupaten Bener Meriah, Rabu (29/5/2024), di Puskesmas Ramung, Kecamatan Permata.

Sayutiman menyampaikan bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bener Meriah telah banyak mendukung pemerintah dalam membenahi layanan kesehatan.

Tidak hanya itu, bahkan IDI Bener Meriah juga aktif terlibat dalam berbagai program-program pemerintah yang menyangkut dengan kegiatan sosial di tengah-tengah masyarakat.

“Pembahasan mengenai kesehatan selalu menjadi topik serius bagi kami di jajaran pemerintah derah,mengingat peran sentral pelayanan kesehatan masyarakat itu dimulai dari keberadaan Puskesmas. Namun kami berharap para Dokter bisa menyentuh langsung masyarakat mulai dari tingkat Kampung,” katanya.

Sayutiman turut mengapresiasi peran dan fungsi IDI dalam menciptakan masyarakat Bener Meriah yang sehat.

“Terciptanya mekanisme layanan kesehatan yang baik tentu tidak lepas dari peran IDI dan seluruh tenaga Kesehatan di Bener Meriah,” sambung Sayutiman.

Untuk itu, Sayutiman mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya baik kepada para Dokter, Bidan, Kader dan Perawat serta seluruh tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Bener Meriah. “Selama ini, sudah berkomitmen bersama pemerintah daerah untuk menciptakan masyarakat Bener Meriah yang sehat, pintar dan cerdas,” katanya.

Sayutiman berharap, acara-acara yang baik seperti ini bisa terus dilaksanakan secara teratur dan tepat sasaran, sehingga memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Bener Meriah.

Momentum peringatan HBDI ke-116 di Kabupaten Bener Meriah itu juga dirangkai dengan kegiatan Bakti Sosial seperti layanan 10 Poli Spesialis, Sunat Rasul, pemberian makanan tambahan bagi Ibu Hamil, pemeriksaan gigi dan mulut serta pemberian alat kebersihan gigi, layanan pemasangan alat kontrasepsi, pijat bayi, dan layanan pemeriksaan HB Gratis.

Sebelumnya, Ketua IDI Bener Meriah, dr. Insan Sarami, Sp.KJ menyebutkan kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Ramung merupakan tindak lanjut atas amanah dan arahan Pj Bupati Bener Meriah beberapa waktu lalu yang menginginkan agar layanan Dokter bisa menyentuh masyarakat mulai dari tingkat desa.

Dia mengajak seluruh Dokter dan tenaga kesehatan baik yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) maupun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Bener Meriah untuk memaksimalkan layanan melalui pengabdian masyarakat.

“Fungsi Dokter di rumah sakit adalah pelayanan kesehatan, fungsi Dokter di lembaga pendidikan adalah penelitian, dan fungsi Dokter di masyarakat adalah pengabdian. Untuk itu, Saya mengajak seluruh Dokter dan tenaga kesehatan yang tergabung dalam IDI dan IBI Kabupaten Bener Meriah agar melalui layanan kesehatan kita bisa memaksimalkan pengabdian bagi masyarakat,” ujarnya.

Acara tersebut, dihadiri oleh Kepala Bappeda Bener Meriah, Kadis PPPAKB, Camat beserta Forkopimcam Permata, Pj. Ketua TP-PKK yang sekaligus Ketua IBI Bener Meriah, Ketua PDGI serta para Bidan dan Kader tersebut dilanjutkan dengan peninjauan layanan dan fasilitas kesehatan yang ada di Puskesmas Ramung.

Editor: Akil Rahmatillah

Gerakan Pangan Murah Dinilai Beri Manfaat Langsung bagi Masyarakat

0
Gerakan Pangan Murah Dinilai Beri Manfaat Langsung bagi Masyarakat. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Subulussalam – Kapolres Subulussalam AKBP Yhogi Hadisetiawan hadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka stabilisasi pasokan dan jarga pangan serta pengendalian inflasi Kota Subulussalam, di halaman mapolsek Simpang Kiri, Kecamatan Simpang Kiri Kota Subulussalam, Rabu (29/5/2024).

Kegiatan dihadiri Pj Wali Kota Subulussalam Azhari, Dandim 0118/Subulussalam Letkol Inf. Un. Wahyu Nugroho, Kepala Dinas Pangan Kota Subulussalam, H. Badalsyah, Kapolsek Simpang Kiri IPDA Hamonangan, serta masyarakat Kota Subulussalam.

Dalam kesempatan lain Kapolres Subulussalam mengatakan gerakan pangan murah bertujuan untuk menyediakan bahan pangan dengan harga yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Gerakan pangan murah ini akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, dengan harga bahan pangan yang terjangkau, kita dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat, gerakan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat kota subulussalam,“ ucap Kapolres Subulussalam.

Adapun jumlah harga sembako murah antara lain, Beras Premiun 5 Kg Rp68.000, Beras SPHP 5 Kg Rp60.000, Minyak Bimoli Spesial 2 Liter Rp34.000, Daging Ayam Boiler 2 Kg Rp56.000, Telur Ayam 1 Papan Rp45.000, serta Gula pasir 2 Kg Rp30.000.

Editor: Akil Rahmatillah

Tindak Lanjut Isu yang Berkembang, KIP Aceh Lakukan Monitoring di Aceh Tamiang

0
KIP Aceh Lakukan Monitoring di Aceh Tamiang. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Kuala Simpang – Wakil Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP Aceh), Agusni AH bersama Ketua Divisi Datin yang juga Wakil Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KIP Aceh Iskandar Agani melakukan supervisi dan monitoring ke KIP Kabupaten Aceh Tamiang.

“Supervisi dan monitoring ini untuk melakukan pengawasan internal terkait isu-isu yang mencuat ke media massa dan isu yang berkembang yang terjadi di KIP Kabupaten Aceh Tamiang,” ujar Agusni yang juga menjabat sebagai Ketua Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) KIP Aceh kepada Wartawan, Kamis (30/5/2024).

Agusni menjelaskan, pihaknya sudah melakukan klarifikasi kepada komisioner KIP Aceh Tamiang terkait isu-isu yang mencuat ke publik. “Hasil klarifikasi ini akan disampaikan ke komisioner KIP Aceh lainnya dan nanti hasil kesimpulannya akan disampaikan ke KIP Aceh Tamiang,” ujar Agusni.

KIP Aceh kata Agusni berharap dukungan para jurnalis (wartawan) membantu menyuarakan berbagai hal positif untuk suksesnya Pilkada 2024.

“Tiga hari yang lalu, KIP Aceh menerima audiensi dari pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Aceh. Dalam pertemuan tersebut pihaknya berharap kolaborasi dari PWI dan seluruh jurnalis di Aceh untuk menyukseskan tahapan Pilkada serentak di Aceh,” ujarnya.

Lebih lanjut Agusni menjelaskan tahapan Pilkada yang sudah dan akan terus dilaksanakan KIP Aceh dan KIP Kabupaten/Kota.

“Mohon doa dan dukungan semoga Pilkada Aceh berjalan sukses. Kami sangat membutuhkan dukungan media baik melalui tayangan berbayar (iklan) maupun liputan kawan-kawan wartawan,” ujar Agusni AH.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Pemuda (LBH GP) Ansor Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Suhaji mendapat informasi adanya anggota badan Adc Hoc tingkat kecamatan yang handphonenya  (HP) di periksa oleh oknum Komisioner KIP terkait pemilihan ketua PPK, silahkan memberi kuasa ke pihaknya dan pihaknya akan melakukan pendampingan serta membuat laporan ke Polres Aceh Tamiang. Pendampingan hukum ini kita berikan secara gratis dan tidak dipungut biaya.

“Handphone itu merupakan ranah privasi seseorang. Jika ada seorang atasan meminta hp seorang bawahan lalu membaca isi percakapan What’shap dan  isi percakapan What’shap lalu di foto, ini jelas pelanggaran berat. Karena dalam undang-undang Hak Asasi Manusia (HAM) dijelaskan bahwa ‘Kemerdekaan dan rahasia dalam hubungan surat menyurat termasuk hubungan komunikasi melalui sarana komunikasi melalui sarana elektronik tidak boleh diganggu, kecuali atas perintah hakim atau kekuasaan lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan’, ujar Ajie Lingga panggilan akrab Muhammad Suhaji.

Ajie menambahkan seorang polisi saja yang sedang melakukan proses penyelidikan dilarang melakukan penggeledahan secara berlebihan dan mengakibatkan terganggunya hak privasi yang digeledah. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009 pasal 32 ayat 2.

“Jika penyelidikan akan melakukan penggeledahan pemeriksaan handphone, harus terlebih dahulu mendapat perintah dari penyidik. Pertanyaannya apa hak oknum komisioner tersebut memeriksa hp seseorang walaupun seseorang itu bawahannya,” ujar Ajie Lingga.

Editor: Akil Rahmatillah