Beranda blog Halaman 1137

Irmawan Buka Sosialisasi Iklim untuk Petani di Aceh Besar

0
Irmawan Buka Sosialisasi Iklim untuk Petani di Aceh Besar. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jantho – Anggota Komisi V DPR RI H. Irmawan, Sos, meminta kepada pemerintah untuk memperluas pemahaman iklim kepada masyarakat nelayan dan petani di Aceh, agar produksi dan keselamatan kerja terjaga dari kondisi alam, dan waktu betul-betul tepat untuk melaut dan bertani.

Itu disampaikan H. Irmawan saat membuka kegiatan sosialisasi “Sekolah Lapang Iklim Tematik” yang digelar Stasiun Klimatologi Aceh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh Besar bertajuk “Jaga Alam, Jaga Iklim, Jaga Kita”. Acara digelar di Aula BPP Kuta Malaka, Samahani, Aceh Besar, Rabu (29/5/2024).

“Petani dan nelayan harus diberi Pemahaman iklim,” lanjut Irmawan

Sekolah Lapang Iklim Tematik merupakan sosialisasi memberi pemahaman pada petani untuk memprediksi iklim, agar waktu dan musim tanam bisa diprediksi sesuai alam.

Untuk itu, Irmawan yang didampingi Muhajir Ka Stasiun Klimatologi Aceh berharap pelatihan itu juga dilakukan pada nelayan dan petani di pantai timur, Barat Selatan, dan daerah pegunungan, karena banyak komoditi terbaik dari Aceh, seperti coklat, kopi, dan hasil pertanian lain.

“Kami di komisi V ikut akan memperjuangkan pemahaman iklim ini digelar secara luas,” ujar Irmawan.

Sementara, Sekretaris Kopri BMKG Edison Kurniawan menjelaskan Aceh Besar adalah daerah penghasil padi terbesar di Aceh dengan lahan persawahan seluas 40.000 hektar, patut memahami kondisi iklim, apalagi sekarang ada pemanasan global. Memahami iklim lantaran penting memasuki musim tanam yang tepat, karena bila pridiksi alam kurang tepat dapat menurunkan hasil tanam, secara kualitas dan kuantitas bisa menurun.

“Berkembangkan hama penyakit disebabkan tidak berjalannya pola tanam yang baik, yang kemudian berpotensi mengancam daya tahan pangan kita,” jelas Edison.

Kegiatan terbuat dihadiri peserta dari petani di Aceh Besar, Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar Jakfar, Sp, M. Si, Yang Kami Hormati, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, yang di wakili oleh Sekretaris Dewan Pengurus Korpri BMKG, Bapak Edison Kurniawan, S.Si.,M.Si. Kordinator BMKG Provinsi Aceh Nasrol Aidil MT, Kepala Stasiun Klimatologi Aceh Muhajir MSi, Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar Andi Azhar Rusdin MSi, Kepala BSIP Aceh Firdaus MSi, Kepala Dinas Pengairan Provinsi Aceh,Ade Surya, ST.,ME, Tokoh Masyarakat Aceh Besar H Musanif, dan Forkopimcam Kuta Malaka Camat, Kapolsek, serta Danramil.

Editor: Akil Rahmatillah

Pemain asal Aceh, Ramadhan Gabung Semen Padang FC

0
Ramadhan Gabung Semen Padang FC. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemain Persiraja Banda Aceh, Ramadhan Madon dipastikan musim depan tidak lagi memperkuat Persiraja di Liga 2 Indonesia. Ramadhan akan bergabung dengan tim promosi Liga 1 Semen Padang FC di Liga 1 2024/2025.

Bersama Persiraja, pemain asal Aceh Timur yang memulai karir profesionalnya di Persiraja U-20 ini sudah bergabung sejak tahun 2020. Kemudian di tahun 2022 sempat bermain di tim Liga 2 lainnya, PSCS Cilacap.

Pencetak lima gol Persiraja di Liga 2 musim 2023/2024 ini membenarkan sudah mencapai kesepakatan dengan tim berjuluk Kabau Sirah itu.

“Insya Allah Juni nanti sudah gabung dengan tim Semen Padang,” kata Ramadhan, Selasa (28/5/2024).

Saat ini, Semen Padang FC sedang mempersiapkan tim menyambut bergulirnya kompetisi Liga 1 musim 2024/2025.

Sejumlah pemain akan didatangkan, termasuk pelatih kepala sudah diperkenalkan kepada publik, yakni Hendri Susilo. Sosok yang juga pernah membawa Persiraja promosi ke Liga 1 di tahun 2019.

Editor: Akil Rahmatillah

Penerimaan Pajak Kemenkeu Aceh Tumbuh 5,84 Persen

0
Penerimaan Pajak Kemenkeu Aceh Tumbuh 5,84 Persen. Penerimaan Pajak Kemenkeu Aceh Tumbuh 5,84 Persen (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Satu Aceh menggelar rapat asset dan liabilities committee (ALCo) regional Aceh.

Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan Kemenkeu Satu di Aceh yaitu Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

Dalam rapat ALCo regional Aceh dilaporkan kinerja APBN regional Aceh sampai dengan 30 April 2024 dengan total pendapatan tercatat Rp1,97 triliun (30,33 persen) dan total belanja Rp15,17 triliun (30,93 persen) sehingga terjadi defisit regional Rp13,20 triliun.

Kinerja pendapatan mengalami pertumbuhan sebesar 5,84 persen secara year on year (yoy), yang ditopang oleh penerimaan pajak hingga 30 April 2024 sebesar Rp1,46 triliun, terealisasi 23,54 persen dari target APBN 2024.

“Penerimaan tersebut ditopang dominan dari pembayaran Wajib Pajak dari sektor-sektor yang terkait belanja APBD dan APBN yaitu Wajib Pajak Instansi Pemerintah, peningkatan setoran PPh Pasal 21 dan PPh Pasal 25/29 Wajib Pajak Badan dan Orang Pribadi serta PPN/PPnBM,” kata Kepala Perwakilan Kemenkeu Satu Aceh, Safuadi, Selasa (28/5/2024).

Sementara itu, realisasi penerimaan Kepabeanan dan Cukai tercatat Rp97,15 miliar, terealisasi sebesar 51,17 persen dari target APBN 2024. Penerimaan didorong oleh kinerja signifikan dari sektor Cukai 275,87 persen (yoy) dan Bea Masuk 704,42 persen (yoy).

Dari sisi belanja negara per 30 April 2024 mencapai Rp15,17 triliun, mengalami ekspansi 11,17 persen secara yoy.

Belanja Pemerintah Pusat (BPP) mengalami peningkatan secara yoy didorong pertumbuhan terutama belanja pegawai (pembayaran THR), mengingat bulan April terdapat momen Ramadan dan lebaran. Realisasi Transfer ke Daerah (TKD) sebesar 31,75 persen diantaranya telah terealisasi Dana Otsus sebesar 30 persen.

Untuk APBD (konsolidasi), kata Safuadi, sampai dnegan 30 April 2024 pendapatan mencapai Rp6,78 triliun (17,17 persen), belanja senilai Rp5,35 triliun (13,16 persen) dan net pembiayaan daerah tercatat Rp934,01 miliar, sehingga akumulasi SiLPA Rp2,36 triliun.

“Kontribusi TKD terhadap pendapatan APBD sebesar Rp5,74 triliun (netto) atau 84,7 persen dari total pendapatan APBD,” katanya.

Untuk analisis tematik ALCo pada bulan ini adalah mengenai dampak perubahan iklim terhadap perekonomian. Sektor yang paling terdampak perubahan iklim adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan mengingat sektor ini menurut rilis PDRB terbaru dari BPS bersumbangsih 31,65 persen pada PDRB.

Sektor lain yang terdampak adalah konstruksi, cuaca ekstrem menghambat pembangunan infrastruktur. Dampak el nino sebaliknya membuat tangkapan ikan berlebih sehingga pasar kelebihan supply dan harga ikan anjlok.

Terhadap program strategis nasional (PSN) Bendungan dan Irigasi serta program prioritas nasional dukungan APBN terhadap Pekan Olahraga Nasional, Kanwil DJPb dan KPPN secara aktif melakukan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran (EPA) dengan satker-satker strategis dengan pagu belanja modal infrastruktur signifikan (PSN dan PON Aceh Sumut).

Selain itu, Kanwil DJPb akan terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Aceh termasuk komunikasi high level dengan Pj. Gubernur Aceh secara langsung untuk pengawalan penyelesaian PSN bendungan, tol, daerah irigasi dan persiapan sarpras PON XXI-2024.

Editor: Akil Rahmatillah

Flower Aceh Gelar Workshop Pemahaman Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

0
Flower Aceh dengan dukungan Permampu-INKLUSI selenggarakan workshop "Pemahaman Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak" (dok : foto Auliana Nukilan.id)

Nukilan.id | Banda Aceh – Flower Aceh dengan dukungan Permampu-INKLUSI selenggarakan workshop bertemakan “Membangun Pemahaman dan Kapasitas Calon Kader tentang Kekerasan terhadap Perempuan, Perlindungan Perempuan dan Anak, serta Hak Kesehatan Seksual Reproduksi di Tingkat Provinsi” di Sei Hotel Banda Aceh, Rabu (29/5/2024).

Kegiatan ini diikuti sebanyak 20 orang dengan yang merupakan perwakilan dari FKPAR dan FPM dampingan Flower Aceh. Kemudian, dipandu oleh Dewan Pengurus Flower Aceh, Abdullah Abdul Muthalieb sebagai fasilitator dengan menghadirkan Kasie Dinas Kesehatan Aceh, dr. Dara Juliana sebagai narasumber pemantik. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari secara partisipatif dengan menggunakan metode belajar orang dewasa, presentasi, roleplay, diskusi, dan berbagi pengalaman.

Data Statistik Gender dan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DPPPA Provinsi Aceh tahun 2022 mencatat perkembangan Indeks Pembangunan Gender (IPG) Aceh adalah 92,24, lebih tinggi dari IPG nasional sebesar 91,63. Adapun Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Provinsi Aceh Tahun 2022 meningkat menjadi 63,92% dari tahun sebelumnya sebesar 63,47% dengan rincian 11,11 % untuk keterlibatan perempuan di parlemen, 54,08% perempuan sebagai tenaga profesional, serta sumbangan pendapatan perempuan mencapai 34,87%.

Sementara itu, Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Aceh tahun 2022 yang merupakan representatif peran aktif perempuan dalam kehidupan ekonomi dan politik di Aceh masih tertingal dari standar IDG Indonesia yang mencapai 76,59%. Kabupaten dengan IDG terendah justru Aceh Besar, Kabupaten yang terletak paling dekat dengan ibu kota provinsi Aceh dengan jumlah IDG 47,65, disusul oleh Aceh Utara sebesar 52.00 dan Aceh Timur 52,27. Kabupaten dengan IDG tertinggi yaitu Kabupaten Aceh Tamiang mencapai 75, 64%. Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aceh terus terjadi dalam dimensi berbeda, modus semakin beragam, dan meningkat pada saat pandemi.

Berdasarkan data UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Aceh tercatat kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak per-Juli 2022 mencapai 602 kasus, tahun 2021 mencapai 924 kasus dan tahun 2020 sebanyak 905 kasus. Kota Banda Aceh menjadi Kota dengan jumlah kasus tertinggi mencapai 64 kasus, dan Kabupaten dengan angka kasus kekerasan terendah adalah Aceh Jaya dengan jumlah 0 kasus. Sementara pada tahun 2023, tercatat ada 464 kasus Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP), dan ada 634 Kekerasan Terhadap Anak (KTA).

Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati mengatakan, rendahnya jumlah kasus terlapor disebabkan informasi tentang layanan tidak menjangkau sampai tingkat desa sehingga korban tidak mendapat informasi untuk menyampaikan laporan ketika terjadi kekerasan. Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan kejahatan kemanusiaan.

Riswati juga menyampaikan, relasi gender dan kekuasaan yang timpang, kemiskinan, dan dominasi budaya patriaki menjadi beberapa penyebab utama terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak, terutama kelompok marjinal. Kekerasan dengan segala bentuknya akan menyebabkan dampak jangka pendek dan jangka panjang yang akan mengurangi kemampuan dan keberfungsian seorang anak, perempuan, dan manusia pada umumnya dalam kehidupan sehari-hari.

“Bahkan studi menunjukkan bahwa korban kekerasan berpeluang untuk menjadi pelaku kekerasan terhadap orang lain di masa depan,” ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id, Selasa (28/5/2024) yang hadir juga pada kegiatan tersebut.

Adapun tujuan kegiatan diantaranya, pertama menyediakan ruang aman dan untuk proses pembelajaran bersama dan saling dukung. Kedua, meningkatkan kesadaran kritis perempuan dan perempuan muda tentang sensitivitas gender, disabilitas dan inklusi sosial. Ketiga, meningkatkan pengetahuan perempuan dan perempuan muda mengenai bentuk-bentuk kekerasan yang dialami perempuan dan mekanisme perlindungan perempuan dan anak. Keempat, mengenali HKSR dan upaya pencegahan perkawinan anak. Kelima, menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL).

“Mereka jadi tau apa itu GEDSI, hak kesehatan seksual dan reproduksi perempuan, pentingnya pencegahan perkawinan usia < 19 tahun, dan sejenisnya,” pungkasnya []

Reporter : Auliana Rizky

Mengenal Badan Reintegrasi Aceh: Sejarah dan Tugas Utamanya

0
Badan Reintegrasi Aceh. (Foto: BRA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Beberapa waktu lalu, tepatnya pada Rabu (15/5/2024), publik Aceh dihebohkan dengan penggeledahan kantor Badan Reintegrasi Aceh (BRA) oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi Aceh di Jalan Teuku Umar, Banda Aceh. Penggeledahan ini terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan budidaya ikan kakap dan pakan rucah untuk bantuan masyarakat korban konflik di Kabupaten Aceh Timur, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh Perubahan (APBA-P) Tahun Anggaran 2023.

Namun, apa sebenarnya Badan Reintegrasi Aceh itu? Berikut ulasan mengenai sejarah dan tugas BRA yang dirangkum oleh Nukilan.id.

Berdasarkan penelusuran digital oleh Nukilan.id, Badan Reintegrasi Aceh (BRA) adalah lembaga resmi pemerintah yang bertugas mengurus masalah reintegrasi dalam proses perdamaian di Aceh. Lembaga ini didirikan pada 15 Februari 2006 melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Aceh. BRA memiliki struktur yang tersebar di tingkat provinsi dan kabupaten, serta melibatkan perwakilan dari pemerintah, Gerakan Aceh Merdeka (GAM), masyarakat sipil, dan cendekiawan.

Pada awal pembentukannya, BRA dikenal sebagai Forum Bersama Pendukung Perdamaian-Aceh atau Forbes Damai Aceh. Forum ini dibentuk untuk menjawab berbagai permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki, yang menandai berakhirnya konflik antara pemerintah Indonesia dan GAM. Forbes Damai Aceh berfokus pada reintegrasi, kesejahteraan sosial, dan pemenuhan kebutuhan hidup yang layak bagi masyarakat Aceh pasca-konflik.

Seiring dengan perkembangan, Forbes Damai Aceh berubah menjadi Badan Reintegrasi Aceh dengan tugas yang lebih terstruktur dan jelas. Berdasarkan SK Gubernur No: 330/145/2007, BRA terdiri dari tiga komponen utama: Forum Bersama sebagai think-tank, Badan Pelaksana (Bapel BRA), dan lembaga pengawas.

Forum Bersama, yang terdiri dari Advisory Board, bertugas memberikan saran dan masukan strategis serta didukung oleh staf administrasi. Fungsi utamanya adalah mengoptimalkan penyebaran informasi di antara para pemangku kepentingan (stakeholders) dan menjaga keseragaman visi terkait implementasi MoU Helsinki serta mengatasi berbagai tantangan yang muncul selama proses reintegrasi berlangsung.

Adapun tugas-tugas utama Badan Reintegrasi Aceh (BRA) mencakup beberapa aspek penting. Pertama, BRA bertanggung jawab untuk mengoptimalkan penyebaran informasi di antara semua pihak yang berkepentingan, memastikan bahwa mereka memiliki pemahaman yang seragam mengenai implementasi Nota Kesepahaman serta tantangan-tantangan yang muncul selama proses tersebut. Kedua, BRA menyediakan tempat dan mekanisme untuk penyelesaian masalah secara bersama-sama, memungkinkan semua pihak terlibat dalam mencari solusi yang terbaik. Terakhir, BRA mendukung terlaksananya koordinasi yang efektif dan merancang perencanaan yang matang untuk transisi dari situasi konflik menuju kondisi damai yang berkelanjutan.

BRA berperan penting dalam pembangunan perdamaian di Aceh yang membutuhkan partisipasi luas, transparansi, dan akuntabilitas. Dengan visi jangka panjang, BRA tidak hanya berfokus pada reintegrasi tetapi juga pada kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh secara keseluruhan. Kerja sama dengan lembaga donor internasional juga menjadi bagian integral dari upaya BRA dalam melaksanakan program-program reintegrasi pasca konflik.

Dengan sejarah panjang dan tugas yang kompleks, BRA terus berupaya untuk memastikan proses reintegrasi di Aceh berjalan dengan baik, meskipun tantangan tetap ada di depan mata.

Reporter: Akil Rahmatillah

Aishah Sebut Alasan Seseorang Harus Kembali pada Kesederhanaan

0
CEO Save Education Aceh (SEA) sekaligus guru SMPN 1 Banda Aceh, Aishah (dok : foto Auliana Nukilan.id)

Nukilan.id | Banda Aceh – Kesederhanaan merupakan sebuah konsep atau sikap di mana seseorang cenderung untuk hidup dengan sederhana tanpa keinginan berlebihan atau tindakan yang mencolok. Sikap ini seringkali dipandang sebagai hal yang positif karena dapat mencerminkan ketenangan, kedamaian, dan kepuasan dengan hal-hal yang sederhana.

Berbicara tentang kesederhanaan, CEO Save Education Aceh (SEA) sekaligus guru SMPN 1 Banda Aceh, Aishah mengatakan, ketika seseorang mampu hidup dengan sederhana, ia cenderung lebih mudah bersyukur atas apa yang dimiliki, tidak mudah iri terhadap kesuksesan orang lain, dan mampu menikmati kebahagiaan dari hal-hal kecil. Dari perspektif ilmu psikologi juga disebutkan bahwa kesederhanaan dapat dikaitkan dengan konsep kepuasan hidup, kesejahteraan psikologis, dan kebahagiaan.

Menurut teori psikologis, seseorang yang mampu hidup dengan sederhana cenderung memiliki tingkat kepuasan hidup yang lebih tinggi karena ia tidak terlalu terpukau pada keinginan material atau pencapaian eksternal. Mereka lebih fokus pada hal-hal yang penting dan bermakna bagi mereka seperti hubungan sosial yang sehat, pengembangan diri, dan kebahagian interior. Selain itu, kesederhanaan juga dapat membantu seseorang dalam mengelola emosi dan meningkatkan kesejahteraan psikologisnya.

Lanjut Aishah, dengan tidak terlalu memperhatikan hal-hal yang bersifat materiil atau eksternal, maka seseorang cenderung lebih mampu mengendalikan emosi seperti kecemburuan dan ketidakpuasan. Mereka juga lebih mampu menjaga keseimbangan psikologisnya dan mengalami kebahagiaan yang lebih mendalam dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Dalam perpektif kedewasaan (maturity) dan kebijaksanaan (wise), kesederhanaan bukan hanya sekedar tidak menyembunyikan kelebihan atau kualitas yang dimiliki seseorang, tetapi juga mencakup kesesuaian dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

“Seseorang yang matang dan bijaksana dan memahami bahwa keserhanaan adalah tentang memahami nilai-nilai yang sesungguhnya penting dalam kehidupan dan menyikapinya dengan bijaksana,”ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id, Rabu (29/5/2024).

Ia juga menyampaikan, dari segi kedewasaan, seseorang yang matang akan mampu menghargai kelebihan yang dimilikinya tanpa perlu menunjukkannya secara berlebihan kepada orang lain. Mereka memahami bahwa kesederhanaan tidaklah berarti menyembunyikan kelebihan, tetapi lebih kepada sikap rendah hati dan tidak sombong dalam menunjukkan kelebihan tersebut. Kedewasaan membawa pemahaman bahwa kelebihan dan kualitas yang dimiliki seharusnya digunakan dengan bijaksana untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain.

Dari perspektif kebijaksanaan juga seseorang akan mampu mencapai keselarasan antara kelebihan yang dimilikinya dengan cara hidup yang sederhana dan penuh makna. Mereka akan menggunakan kelebihan dan kualitasnya untuk memberikan manfaat bagi diri sendiri dan masyarakat sekitar dengan cara yang tidak mencolok atau sombong. Kebijaksanaan membawa pemahaman bahwa kesederhanaan adalah kunci untuk mencapai keseimbangan materi dan spiritual antara keiginan dan kebutuhan.

“Dengan demikian, kesederhanaan bukan hanya sekedar sikap atau gaya hidup, tetapi jugga memiliki dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan psikologis seseorang,” ujarnya lagi.

“Dalam konteks ilmu psikologis kesederhanaan dapat dipandang sebagai salah satu kunci menuju kehidupan yang lebih bahagia dan bermakna,” pungkasnya []

Reporter : Auliana Rizky

Sepuluh Titik Panas Terdeteksi di Provinsi Aceh: Waspada Ancaman Kebakaran Hutan

0
Sepuluh Titik Panas Terdeteksi di Provinsi Aceh. (Foto: BMKG)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Berdasarkan pantauan terbaru dari NASA melalui sistem LANCE | FIRMS, terdeteksi sepuluh titik panas di Provinsi Aceh pada 29 Mei 2024, mulai pukul 00.00 WIB hingga 16.00 WIB. Hasil ini diperoleh dari pengamatan sensor MODIS pada satelit Terra, Aqua, dan Suomi NPP, serta sensor NOAA20/VIIRS.

Data menunjukkan bahwa titik panas tersebar di beberapa kabupaten di Aceh, dengan tingkat kepercayaan rendah. Berikut rincian lokasi titik panas tersebut:

1. Seulimeum, Aceh Besar (Lintang: 5.57441, Bujur: 95.71297)
2. Lembah Seulawah, Aceh Besar (Lintang: 5.38879, Bujur: 95.70718)
3. Trienggadeng, Pidie Jaya (Lintang: 5.21072, Bujur: 96.13914)
4. Pandrah, Bireuen (Lintang: 5.099, Bujur: 96.454)
5. Teunom, Aceh Jaya (Lintang: 4.53492, Bujur: 95.79941)
6. Sampoiniet, Aceh Jaya (Lintang: 4.861, Bujur: 95.454)
7. Woyla Timur, Aceh Barat (Lintang: 4.484, Bujur: 96.051)
8. Kluet Selatan, Aceh Selatan (Lintang: 3.04833, Bujur: 97.398)
9. Trumon, Aceh Selatan (Lintang: 2.751, Bujur: 97.689)
10. Simpang Kanan, Aceh Singkil (Lintang: 2.419, Bujur: 98.080)

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama mengingat bahwa musim kemarau telah tiba. Meskipun tingkat kepercayaan dari sensor menunjukkan kategori rendah, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan guna menghindari dampak yang lebih besar.

Langkah-langkah antisipatif perlu segera diambil oleh pemerintah daerah bersama dengan masyarakat setempat untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan yang dapat mengancam ekosistem serta kesehatan warga. Pihak BMKG juga terus melakukan pemantauan intensif dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk meminimalisir risiko kebakaran.

Editor: Akil Rahmatillah

BMKG Prakirakan Beberapa Kabupaten/Kota di Aceh Dilanda Hujan Ringan dan Disertai Petir Besok

0
Ilustrasi Hujan. (foto: Shutterstock)

Nukilan.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan beberapa kabupaten/kota di Aceh akan dilanda hujan ringan dan hujan disertai petir, Kamis (30/5/2024) besok.

Dilansir dari laman BMKG, kabupaten/kota yang diprakirakan turun hujan disertai petir yaitu Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Langsa, dan Subulussalam.

Sementara kabupaten/kota yang diprakirakan hujan ringan yaitu Aceh Besar, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Timur, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Lhokseumawe, Nagan Raya, Pidie, Pidie Jaya, dan Simeulue.

Hanya satu kabupaten yang diprakirakan turun hujan dengan intensitas sedang, yaitu Aceh Jaya. Sedangkan kabupaten/kota lainnya diprakirakan akan cerah dan cerah berawan yaitu Banda Aceh dan Sabang.

BMKG juga mengingatkan masyarakat akan potensi hujan lebat disertai di wilayah Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Barat Daya, Aceh Barat, Aceh Jaya, Gayo Lues, Langsa, Nagan Raya, Aceh Selatan, Simeulue, Subulussalam, Aceh Utara, Aceh Singkil, dan sekitarnya. Masyarakat diimbau agar berhati-hati jika ingin berkendara jauh dan selalu memantau prakiraan cuaca di wilayah masing-masing. []

Reporter: Sammy

Aishah : Perempuan Lebih Banyak Noble Jobs

0
CEO Save Education Aceh (SEA) sekaligus guru SMPN 1 Banda Aceh, Aishah (dok : foto Auliana Nukilan.id)

Nukilan.id | Banda Aceh – Perempuan memainkan peran yang lebih besar dan mengambil lebih banyak pekerjaan mulia dalam kehidupan (Noble Profession). Noble jobs atau noble profession biasanya membutuhkan dedikasi, keahlian, dan komitmen yang tinggi dari individu yang menjalankannya.

CEO Save Education Aceh (SEA) sekaligus guru SMPN 1 Banda Aceh, Aishah mengatakan, meskipun tidak selalu melibatkan imbalan finansial yang besar, kepuasan dan arti kerja yang didapat dari menjalankan noble job seringkali lebih bermakna bagi mereka yang memilih jalur ini. Seorang dokter, sebagai perempuan yang berprofesi ini terkait dengan menyelamatkan nyawa, menyembuhkan orang sakit, dan memberikan perawatan medis kepada pasien.

Guru, seorang guru berperan dalam mendidik dan membentuk generasi muda, memberikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai moral kepada siswa. Kemudian pekerja sosial dan paramedis mereka yang bekerja dalam bidang ini membantu individu, keluarga, dan masyarakat dalam mengatasi masalah sosial, kesejahteraan, dan keadilan. Ada petugas medis darurat yang juga berperan dalam memberikan pertolongan pertama dalam situasi darurat dan membantu menyelamatkan nyawa.

Selanjutnya adalah pejuang lingkungan, orang-orang yang bekerja untuk pelestarian lingkungan, konservasi spesies, dan perlindungan alam demi keberlanjutan bumi. Sebagai peran tradisional dalam keluarga, dalam hal ini perempuan sering kali memegang peran penting, baik sebagai pengasuh, pendidik, dan pemelihara rumah tangga. Tugas-tugas ini seringkali dianggap sebagai pekerjaan yang mulia karena mereka berkontribusi secara signifikan terhadap kesejahteraan keluarga dan perkembangan anak-anak.

Kemudian perempuan juga seringkali aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan amal yang bertujuan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Mereka terlibat dalam berbagai kegiatan sukarela, penggalangan dana, atau program-program kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung. Pendidikan dan Profesionalisme semakin banyak perempuan yang terlibat dalam pendidikan tinggi dan karier profesional yang menuntut. Mereka mulai mengambil peran yang lebih aktif dalam bidang-bidang seperti kedokteran, pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan bisnis.

“Kontribusi mereka dalam bidang ini juga dianggap sebagai pekerjaan mulia karena mereka membantu dalam memajukan masyarakat dan dunia secara keseluruhan,” ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id, Rabu (29/5/2024).

Ia juga menyampaikan, perempuan juga sering kali dianggap memiliki empati, kepekaan, dan kepedulian. Kualitas-kualitas ini membuat mereka cenderung lebih terbuka terhadap masalah-masalah sosial dan kemanusiaan serta seringkali memotivasi mereka untuk mengambil tindakan yang dapat memberikan dampak positif bagi orang lain. Meskipun ini mungkin berlaku dalam banyak kasus, penting untuk diingat bahwa setiap individu memiliki keunikan dan potensi yang berbeda. Baik pria maupun wanita memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan mulia dan berkontribusi positif dalam kehidupan ini.

“Dukungan, penghargaan, dan kesempatan yang setara bagi semua individu tanpa memandang jenis kelamin adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang adil dan harmonis,” pungkasnya []

Reporter : Auliana Rizky

Pansel Umumkan Nama-nama Tiga Besar yang Lulus Seleksi JPT Pratama di Lingkungan Pemkab Aceh Selatan

0

Nukilan.id – Panitia Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan mengumumkan tiga besar nama yang dinyatakan lulus seleksi fit and proper test tes tujuh posisi JPT Pratama yang dilaksanakan secara terbuka, Senin (27/5/2024).

Hal tersebut diumumkan dalam pengumuman nomor: Nomor: 13/PANSEL/V/2024. Ketua panitia pelaksana, Prof Dr Said Musnadi, SE, M.Si dalam pengumuman tersebut menyatakan tahap akhir yang telah dilaksanakan yaitu rekam jejak, assesment, wawancara, dan penulisan makalah.

“Selanjutnya nama-nama kandidat tersebut akan diserahkan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian dalam hal ini Bupati Aceh Selatan dan bupati akan memilih satu di antaranya untuk ditetapkan sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dalam satu keputusan,” demikian tertulis dalam pengumuman tertanggal 27 Mei 2024 itu.

Berikut nama-nama tiga besar calon tujuh posisi JPT Pratama Pemkab Aceh Selatan yang lulus seleksi:

Kepala Dinas Pendidikan Dayah
1. drh Anisullah
2. Hamdani, SPd
3. Murtaza, SAg, SP

Kepala Dinas Sosial
1. Erja Rinanda Irma, ST, MM
2. Ismardi, SE, MM
3. Izwar, SSTP, MSi

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan
1. Hadi Suhaima, SPi, MSi
2. Ramzil Hadi, SSTP, MSi
3. Samsuardi, SH

Asisten Perekonomian dan Pembangunan
1. Iskandar Burma, SE Ak, MM
2. Sukirman, SE, MSi
3. Willy Cahyadi Darwin, SSos

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik
1. Deiny Oskandar, SSTP
2. Pujianto, SSTP, MSi
3. Syaiful Kamal, ST, MT

Asisten Administrasi Umum
1. Deka Harwinta Zianur, SH, MIKom
2. Diva Samudra Putra, SE, MM
3. Suhatril, SH, MSi

Kepala Dinas Perumahan dan Pengawasan Permukiman
1. Darna Sabri, ST, MM
2. Ikhsan Setiawan, ST, MM
3. Ir Rima Eved Hendedy, ST, MSP. []

Reporter: Sammy