Beranda blog Halaman 1128

Sukses Ungkap Kasus Narkotika, Kapolresta Banda Aceh Beri Penghargaan kepada Satresnarkoba

0
Kapolresta Banda Aceh Beri Penghargaan kepada Satresnarkoba. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol. Fahmi Irwan Ramli, memberikan apresiasi kepada para personel Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Banda Aceh atas keberhasilan mereka dalam mengungkap berbagai kasus penyalahgunaan narkotika. Penghargaan tersebut diberikan dalam sebuah acara yang digelar di halaman Mapolresta Banda Aceh pada Sabtu (1/5/2024) lalu.

Salah satu kasus yang berhasil diungkap adalah penemuan 10.04 kilogram sabu di Bandara SIM serta penemuan ladang ganja seluas 0,5 hektare beberapa waktu lalu. Dalam pernyataannya, Kapolresta Banda Aceh menyampaikan terima kasih atas dedikasi tinggi para anggota Satresnarkoba yang telah melaksanakan tugas mereka dengan baik.

“Diharapkan dengan adanya pemberian reward ini bisa menjadi motivasi dan support untuk meningkatkan kinerja bagi personel lainnya dalam melaksanakan tugas yang lebih baik,” ungkap Kapolresta.

Tak hanya sebagai bentuk apresiasi, pemberian penghargaan ini juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi anggota lainnya untuk berprestasi dalam tugas mereka. Polresta Banda Aceh secara konsisten memberikan penghargaan kepada personel yang berhasil dalam tugasnya, dengan tujuan untuk mendorong semangat dan prestasi yang lebih tinggi.

Dengan penghargaan ini, diharapkan anggota lainnya akan termotivasi untuk terus berusaha mencapai prestasi sesuai dengan bidang tugas masing-masing, sehingga dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Editor: Akil Rahmatillah

Bea Cukai Gagalkan Penyeludupan Rokok Senilai Rp37,8 Miliar di Perairan Aceh

0
Bea Cukai memperlihatkan rokok ilegal hasil penindakan penyelundupan di Banda Aceh, (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tim gabungan Bea Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 15,9 juta batang rokok ilegal di perairan Provinsi Aceh. Penindakan yang dilakukan dalam dua operasi terpisah ini berhasil mencegah potensi kerugian negara sebesar Rp50 miliar lebih.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Provinsi Aceh, Safuadi, mengungkapkan bahwa nilai rokok yang berhasil dicegah mencapai Rp37,8 miliar. Operasi pertama dilakukan pada 18 Mei 2024 setelah Unit Intelijen menerima informasi tentang adanya penyeludupan rokok ilegal di perairan utara Kota Lhokseumawe.

“Tim patroli laut berhasil menghentikan sebuah kapal kayu dari Thailand di perairan Kuala CangkoI, Kota Lhokseumawe. Hasil pemeriksaan menemukan 5,9 juta batang rokok jenis sigaret putih mesin tanpa dilekati cukai senilai Rp14 miliar,” ujarnya.

Barang bukti tersebut kemudian diamankan di Bea Cukai Lhokseumawe, sementara empat tersangka telah ditahan untuk proses penyidikan.

Sementara itu, operasi kedua dilakukan pada 26 Mei 2024 setelah mendapat informasi masyarakat tentang penyelundupan rokok di perairan utara Kota Langsa. “Tim patroli laut berhasil menghentikan sebuah kapal motor dan menemukan 10 juta batang rokok tanpa dilekati cukai senilai Rp23,8 miliar,” ungkap Safuadi.

Dalam operasi tersebut, seorang pelaku berhasil ditangkap. Safuadi menegaskan bahwa penggagalan penyeludupan ini merupakan bukti komitmen Bea Cukai Aceh dalam memperketat pengawasan terhadap masuknya rokok ilegal ke Indonesia melalui Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

Aceh Bangga! Mutasar Hasbi Sabet Emas di Kejuaraan Memanah Dunia

0
Mutasar Hasbi Sabet Emas di Kejuaraan Memanah Dunia. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Aceh, M Nasir Syamaun MPA, meriahkan pulangnya sang pahlawan, Mutasar Hasbi, yang baru saja merebut medali emas dalam kategori larian tradisional memanah pria di “12th Fetih Kupasi Conquest Cup” di Istanbul, Turki. Mutasar mengalahkan pesaing dari 32 negara Asia dan Timur Tengah, menorehkan prestasi gemilang untuk negeri.

Dalam sambutannya di Ruang Kadispora Aceh, Senin (3/6/2024), Mutasar mengungkapkan rasa syukurnya, “Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan masyarakat Aceh, saya bisa meraih juara. Terima kasih atas sambutan hari ini.”

Turut hadir dalam penyambutan itu adalah tokoh penting dalam olahraga panahan Aceh, seperti Ketua Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (Fespati) Aceh, Berry Darman Saragaih, dan Wakil Ketua II KORMI Aceh. M Nasir, sebagai Ketua Umum KORMI Aceh, juga turut bangga atas prestasi gemilang Mutasar.

Menurut M Nasir, menjadi juara dunia bukanlah hal yang mudah, tapi melalui perjuangan dan keseriusan, Mutasar telah membawa kebanggaan bagi Aceh dan Indonesia di kancah internasional. Ia juga memberikan pesan kepada Mutasar untuk terus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi-kompetisi mendatang.

Di sela-sela acara, M Nasir juga memberikan informasi menarik bahwa cabang olahraga berkuda dan memanah akan dieksibisikan di PON XXI Tahun 2024. Sementara untuk PON XXII 2028, kedua cabang olahraga tersebut akan resmi dipertandingkan, dan Mutasar menjadi salah satu modal besar bagi prestasi di masa depan.

Pulangnya Mutasar dengan membawa medali emas menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda Aceh. Semangat juangnya telah menorehkan sejarah baru, mempersembahkan kebanggaan bagi negeri, dan mengukuhkan nama Aceh di pentas dunia.

Editor: Akil Rahmatillah

Ekonom USK Minta Pemerintah Aceh Fokus Garap Agroindustri dari Sisa Dana Otsus

0
Ilustrasi Sawit (Foto: Sumatra.bisnis.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ekonom Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Prof. Mukhlis Yunus, mendesak Pemerintah Aceh untuk mengalokasikan sisa dana otonomi khusus (Otsus) yang tersisa tiga tahun lagi hingga 2027 untuk mengembangkan agroindustri di wilayah tersebut.

“Agroindustri perlu dikembangkan karena bisa membuka lapangan kerja dan menghasilkan nilai tambah,” ujar Prof. Mukhlis Yunus kepada awak media di Banda Aceh, Senin (3/6/2024).

Pernyataan ini disampaikan Prof. Mukhlis Yunus saat diminta pendapatnya tentang pemanfaatan sisa dana otsus Aceh yang sudah berkurang satu persen dan akan berakhir pada 2027.

Menurutnya, Aceh memiliki potensi besar di sektor pertanian yang saat ini belum dioptimalkan menjadi agroindustri atau kegiatan yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku. “Aceh memiliki potensi pertanian yang luas dengan swasembada pangan, terutama di sektor persawahan. Namun, sangat disayangkan bahwa beras untuk Aceh justru didatangkan dari Medan, Sumatera Utara,” kata Prof. Mukhlis.

Ia menambahkan bahwa gabah dari Aceh diolah di Medan dan kemudian kembali lagi ke Aceh, sehingga nilai tambahnya dinikmati oleh masyarakat di luar Aceh. “Ini adalah peluang yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh Aceh sendiri,” tambahnya.

Selain itu, Prof. Mukhlis juga menyarankan pemerintah untuk mengembangkan potensi pariwisata Aceh yang sangat menarik dan bernilai ekonomi tinggi, seperti halnya provinsi Bali. “Bali mengandalkan alam dan keramah-tamahan masyarakat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan,” ujarnya.

Dirinya berharap sektor-sektor tersebut dapat dioptimalkan oleh Pemerintah Aceh untuk membantu meningkatkan perekonomian daerah paling barat Indonesia ini. “Industri yang berbasis pada kekuatan alam Aceh seharusnya menjadi prioritas,” tegas Prof. Mukhlis Yunus.

Dengan demikian, pengembangan agroindustri dan pariwisata diharapkan dapat menjadi pilar ekonomi baru yang mampu menggerakkan perekonomian Aceh ke arah yang lebih baik.

Editor: Akil Rahmatillah

Hadiri Rakernas Apeksi di Balikpapan, Amiruddin Disambut dengan Pengalungan Bunga

0
Amiruddin bersama istri, Wardiati tiba di Bumi Manuntung untuk mengikuti rangkaian kegiatan Rakernas APEKSI

NUKILAN.id | Balikpapan – Pj Wali Kota Banda Aceh, Amiruddin memastikan diri hadir pada Rakernas XVIII Apeksi yang berlangsung di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Senin (3/6/2024) Amiruddin bersama istri, Wardiati sudah tiba di Bumi Manuntung untuk mengikuti rangkaian kegiatan Rakernas.

Saat menginjakkan kakinya di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh itu disambut dengan pengalungan bunga.

Sebagaimana diketahui, Rakernas XVII APEKSI dijadwalkan berlangsung hingga tanggal 6 Juni 2024 dengan agenda utama membahas berbagai isu strategis terkait pemerintahan daerah di seluruh Indonesia.

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Apeksi kali ini direncanakan akan dibuka Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

98 wali kota anggota Apeksi akan hadir membahas isu-isu penting yang dibahas pada forum ini.

Amiruddin mengatakan Rakernas APEKSI XVIII di Kota Balikpapan ini merupakan momentum penting bagi kota-kota di Indonesia, termasuk Banda Aceh untuk bersinergi dalam menghadapi berbagai tantangan dan peluang pembangunan.

Editor: Akil Rahmatillah

Tingkatkan Kepedulian Terhadap Lingkungan, Satgas TMMD Kodim Nagan Raya Tanam 500 Batang Mangrove

0
Satgas TMMD Kodim Nagan Raya Tanam 500 Batang Mangrove. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Suka Makmue – Dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-120 Kodim 0116/Nagan Raya, bersama Polri, Persit Kartika Chandra Kirana, Polsek Kuala Pesisir, aparat kecamatan dan desa, Pramuka, serta masyarakat, melaksanakan kegiatan penanaman 500 batang mangrove.

Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Lhok, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, pada Minggu (2/6/2024).

Kegiatan tanam mangrove yang dipimpin langsung oleh Dansatgas TMMD Kodim 0116/Nagan Raya, Letkol Inf Fairuzzabadi, merupakan bagian dari upaya nyata dalam menjaga lingkungan, dan memperkuat sinergi dengan masyarakat.

“Kegiatan tanam pohon mangrove ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memberikan kontribusi nyata dalam menjaga lingkungan serta memperkuat sinergitas dengan masyarakat,” ujar Letkol Fairuzzabadi.

Penanaman mangrove ini tidak hanya bertujuan untuk menahan erosi laut, tetapi juga berfungsi sebagai tempat tinggal hewan laut untuk mencari makanan dan melestarikan lingkungan dari kerusakan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momen untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, dengan harapan terjalinnya kerja sama yang semakin erat dalam upaya melestarikan lingkungan, khususnya ekosistem biota laut.

Seluruh peserta, mulai dari anggota TNI, Polri, Persit, aparat kecamatan dan desa, Pramuka, hingga masyarakat, bergerak bersama-sama untuk menjaga keindahan dan keseimbangan alam. Mereka menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan positif ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak langsung bagi lingkungan sekitar, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga alam demi keberlanjutan hidup bersama. Dengan partisipasi aktif dari berbagai komponen masyarakat, diharapkan upaya melestarikan lingkungan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.

Editor: Akil Rahmatillah

Petani Asal Pidie Daftarkan Haji 4 Orang Tua, Kini Hanya Bisa Berangkat Bersama Ibu

0
Hasballa, seorang Petani Asal Pidie Berangkat Haji Bersama Sang Ibu. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Hasballah, pria 69 tahun asal Desa Meunasah Lhee, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie menjadi jamaah yang paling beruntung.

Di usianya yang sudah termasuk senja, ia menunjukkan baktinya, karena bisa berangkat haji tahun ini sambil menuntun ibunya, Aminah yang sudah berusia 90 tahun.

Meskipun menekuni profesi sebagai petani di pesisir Kabupaten Pidie, Hasballah dilimpahkan Allah SWT rezeki yang cukup. Sehari-hari, pria ini masih mengurusi sawah dan tambak di desanya.

Ia menyakini semua kemudahan yang ia dapatkan itu tentu berkat andil doa dari orang tuanya.

Menurut Hasballah, dengan yang ia miliki saat ini, tak ada benda atau barang berharga apapun yang akan bermakna bagi orang tuanya, yang kini sudah berusia lanjut.

Sehingga atas rezeki yang dilimpahkan kepadanya, ia pun mendaftarkan empat orang tuanya haji pada 2011 silam, yaitu kedua orang tua kandung dan kedua mertuanya. Termasuk dirinya dan istri, Mirwati Hasan.

Bisa mendaftarkan orang tua haji saja sudah cukup membahagiakan bagi pria asal Simpang Tiga ini.

“Kalau saya mau kasih yang lain, apa yang mau kita kasih untuk orang yang sudah tua seperti ini. Paling wakaf atau seperti ini (menaikkan haji) yang bisa kita berikan,” ujar Hasballah, Minggu (2/6/2024).

Sebenarnya Hasballah dan istri sudah pernah berhaji pada 2003 silam. Namun saat ingin mendaftarkan orang tuanya, ia sangat berat hati untuk melepas mereka berangkat haji tanpa ditemani.

Karena berdasarkan pengalamannya dulu, saat berhaji orang-orang saling dorong dan suhu yang panas, ia khawatir keempat orang tuanya tak bisa melewati kondisi itu.

“Di sana orang saling dorong-dorong, dan sangat nafsi-nafsi, saya takut kalau lepas orang tua saja,” ujarnya.

Hal itulah yang jadi alasan dirinya dan istri kembali mendaftar haji juga pada 2011 lalu.

“Jadi dulu kami mendaftar enam orang, tapi sekarang yang berangkat cuma tiga, mamak, saya dan mamak dari anak-anak saya (istri),” ujar Hasballah.

Setelah mendaftar pada 2011, Hasballah tidak terlalu mengambil pusing kapan berangkat, ia juga tahu jika daftar tunggu haji memang lama.

Namun takdir berkata lain, dua tahun setelah mendaftar, ayah kandungnya dipanggil oleh sang khalik.

Lalu tak lama berselang, hanya hitungan tahun, ayah dan ibu mertuanya juga meninggal dunia. Sehingga dalam manifest haji hanya tersisa, Hasballah, Istri dan ibunya. Mereka pun akhirnya berangkat bertiga.

Hari ini, Hasballah bersama istri dan ibunya sudah tiba di tanah suci. Mereka mendarat di Jeddah, Hasballah yang tergabung dalam kloter 4 langsung bertolak ke Mekkah untuk memulai ibadah haji.

Jamaah kloter 4 asal Pidie yang berisi 392 jamaah ini take off dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, pada Sabtu (1/6/2024) malam.

Editor: Akil Rahmatillah

393 Jemaah Haji Asal Aceh Sudah Berangkat ke Tanah Suci, Tergabung dalam Kloter 5

0
393 Jemaah Haji Asal Aceh Sudah Berangkat ke Tanah Suci. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 393 Jemaah Haji Embarkasi Aceh yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 5 kembali akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada Minggu (2/6/2024) malam.

Pelepasan keberangkatan jemaah kloter 5 dilaksanakan di Asrama Haji Embarkasi Aceh. Para jemaah kemudian diberangkatkan ke Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) menggunakan bus dan dijadwalkan take off pada pukul 21.30 WIB.

Jemaah kloter 5 ini berasal dari berbagai daerah di Aceh, dengan rincian: Aceh Tengah 152 orang, Aceh Tenggara 114 orang, Bener Meriah 92 orang, Banda Aceh 25 orang, dan Aceh Besar sebanyak 2 jemaah.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Aceh, Azhari, menyampaikan rasa syukur dan haru atas keberangkatan Jemaah Haji Kloter 5 ini. Ia berpesan kepada para jemaah untuk menjaga kesehatan, kekompakan, dan fokus dalam melaksanakan ibadah haji.

“Saya berpesan kepada seluruh jamaah haji Kloter 5 untuk menjaga kesehatan dan kekompakan selama di Tanah Suci. Fokuslah pada ibadah dan ikuti semua arahan dari petugas haji,” kata Azhari.

Sebelumnya diberitakan, Jemaah Kloter 4 Embarkasi Aceh telah tiba di Arab Saudi. Pesawat Garuda Indonesia yang membawa 392 jemaah asal Kabupaten Pidie itu mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Minggu (2/6/2024) pukul 04.50 WIB.

Disebutkan dengan tibanya kloter 4, maka jemaah Aceh yang sudah tiba di tanah suci berjumlah 1.571 orang. Selama di Mekkah, jemaah Aceh menempati pemondokan di Hotel Loulouat Al Mashaer.

“Alhamdulillah semua jemaah Aceh yang tiba di tanah suci dalam keadaan sehat,” kata Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Aceh, Azhari, Minggu (2/6/2024).

Azhari meminta jemaah untuk menjaga kesehatan selama di tanah suci. Mengingat cuaca yang panas, Azhari meminta jemaah untuk biasakan minum walaupun sedikit-sedikit.

“Jemaah juga diminta untuk istirahat yang teratur dan makan yang cukup. Semoga jemaah kita di tanah suci bisa beribadah dengan lancar,” ujar Azhari.

Editor: Akil Rahmatillah

Mahasiswa USK Lolos Fully Funded Jelajahi Kebudayaan di Yogyakarta

0
Mahasiswa Universitas Syiah Kuala, Putri Fajar Nabila dan Ghazi Maulana. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dua mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK), Ghazi Maulana (Profesi Dokter FK) dan Putri Fajar Nabila (PGSD FKIP) berhasil lolos seleksi Fully Funded pada kegiatan “Indonesian Youth Experience – Batch 1: Yogyakarta”.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sisi inovatif, kreatif, dan pengembangan pemuda di Indonesia dengan cara menjelajahi keindahan dan kekayaan budaya Yogyakarta selama 4 hari 3 malam, yang akan dilaksanakan pada 5-8 Agustus 2024.

“Program ini menyeleksi calon peserta dengan dua tahapan tes, dimana tahap pertama adalah Motivation Letter yang harus menjelaskan motivasi calon peserta mengapa peserta tertarik untuk mengikuti kegiatan ini,” jelas Ghazi, Minggu (2/6/2024).

Lalu jika lolos tahap pertama, maka dilanjutkan dengan tahap kedua, di mana ada 3 pilihan jalur, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Pengetahuan Umum, dan Esai.

Ghazi dan Putri memilih Esai untuk tahap kedua ini. Tema Esai yang diangkat adalah dedikasi “Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045” atau “Krisis Budaya Dalam Pengaruh Arus Globalisasi”, di mana Ghazi mengangkat judul “Warisan Budaya dan Pemuda: Fondasi Indonesia Emas 2045” dan Putri “Krisis Budaya dalam Pengaruh Arus Globalisasi”.

Kegiatan ini menyeleksi ratusan pemuda-pemudi hebat seluruh indonesia dari Sabang sampai Merauke, dengan prestasinya masing-masing.

“Sebagai mahasiswa USK kami bangga bisa membawa nama USK dan Aceh pada kegiatan yang bergengsi ini dan harapannya kegiatan ini dapat membuat kami tumbuh sebagai individu dan dapat menyebarkan manfaatnya ke banyak orang,” beber Putri.

Benefit yang didapat oleh peserta Fully Funded meliputi sertifikat, 100% biaya ditanggung, city tour ke 7 destinasi, transportasi, dan free webinar.

Untuk destinasi wisata sendiri berupa perjalanan ke: Museum Ullen Sentalu, Pantai Parangendog, Kaki Gunung Merapi, Kaliurang, Taman Sari, Candi Prambanan, dan Malioboro.

Editor: Akil Rahmatillah

Madu Hutan Ulu Masen Potensi Sumber Ekonomi Baru di Aceh Jaya

0
Ketua Ikatan Masyarakat Aceh Jaya (Ikajaya), Amal Hasan,. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Calang – Sebagian besar wilayah hutan di Indonesia dikenal sebagai kawasan penyangga kehidupan dunia. Hutan hujan tropis yang kaya dengan keanekaragaman hayati flora dan fauna merupakan rumah bagi berbagai spesies satwa dilindungi.

Ulu Masen adalah kawasan hutan hujan tropis yang membentang di Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Besar, Aceh Barat, Pidie, dan Pidie Jaya, dengan luas diperkirakan melebihi 700 hektar.

Kawasan ini menjadi habitat berbagai flora dan fauna Sumatra seperti orangutan, gajah, harimau, macan dahan, beruang madu, kukang, siamang, kambing hutan, rangkong, serta berbagai jenis reptil dan serangga.

Hutan Ulu Masen kini juga menjadi salah satu sumber ekonomi bagi masyarakat setempat. Di tengah lebatnya rimba, lebah-lebah hutan liar membentuk koloni dan membuat sarang di dahan-dahan pepohonan tinggi serta di atas bukit-bukit berbatu. Menurut informasi warga setempat, produksi madu liar yang dipanen di hutan Ulu Masen bisa mencapai lebih dari satu ton per tahun.

Warga berharap pemerintah dapat menjaga kelestarian Taman Nasional dan Konservasi Ulu Masen agar siklus produksi madu hutan dapat berlangsung dalam jangka panjang secara alamiah, sehingga menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat sekitar. Pemerintah perlu mengelola sambil menjaga kelestarian alam.

Ketua Ikatan Masyarakat Aceh Jaya (Ikajaya), Amal Hasan, melihat produksi madu alami di kawasan hutan Ulu Masen sebagai berkah alam untuk masyarakat Aceh Jaya.

Madu alami dengan kualitas super menjadi incaran pasar, baik lokal maupun internasional. Ini merupakan prospek dan peluang ekonomi baru yang bernilai tambah, serta berpotensi menjadi produk andalan Aceh Jaya ke depannya.

“Kualitas madu hutan yang lebih manis dan lebih kental dibandingkan madu di sekitar pemukiman memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan baik. Pemerintah perlu hadir memberdayakan petani madu, mulai dari metode panen yang ramah lingkungan, proses penirisan dan pengemasan, hingga pemasarannya,” kata Amal Hasan pada Minggu (2/6/2024).

Ekonom yang juga mantan Direktur Bank Aceh Syariah ini menambahkan bahwa untuk memberi nilai tambah secara komersial bagi pemasaran madu Ulu Masen, perlu dilakukan pemberdayaan dari hulu hingga ke hilir. Ini mencakup penyediaan peralatan kerja yang aman, proses pengemasan yang higienis agar kualitas madu tetap terjaga, hingga pembiayaan dan bantuan pemasaran.

Jika pengelolaan madu hutan ini dimaksimalkan, ia akan menjadi sumber penghasilan yang sangat menjanjikan bagi masyarakat. Saat ini, proses pengolahan dan pemasaran masih dilakukan secara tradisional oleh kelompok petani madu. Kehadiran pemerintah melalui penyuluhan-penyuluhan dan modernisasi teknologi eksplorasi diyakini akan mengembangkan potensi ekonomi baru dari sumber daya alam yang tersedia untuk masyarakat Aceh Jaya.

Amal Hasan menambahkan, banyak warga masyarakat yang menggantungkan harapan sebagai pencari madu hutan menjadi profesi baru. Keahlian mereka dalam mencari dan mengolah madu secara higienis telah diwariskan secara turun-temurun. Mereka memahami bagaimana memanen madu di pohon tanpa mengganggu siklusnya, sehingga kelestarian alam dan ketersediaan madu bisa berlanjut terus menerus.

“Pemerintah perlu memberdayakan petani madu dengan program pemberdayaan dan pengelolaan yang ramah lingkungan serta mata rantai produksi hingga pemasaran yang berkelanjutan,” tambah Ketua Perhumas Aceh tersebut.

Amal Hasan berharap dengan pengelolaan yang baik, ketersediaan madu yang melimpah di hutan Ulu Masen bisa menjadi berkah bagi masyarakat Aceh Jaya.

Pemerintah Aceh Jaya perlu membuat kawasan khusus untuk budi daya madu di Ulu Masen. Setelah kawasan itu terbentuk, selain petani madu dan masyarakat sekitar terberdayakan, kawasan tersebut juga bisa dikembangkan menjadi areal wisata minat khusus.

“Areal wisata khusus ini memiliki nilai jual yang tinggi, di mana para wisatawan dapat menemukan hal-hal baru dan kegiatan yang tidak ditemukan pada pariwisata lainnya. Salah satunya adalah wisata berbasis penelitian ilmiah serta wisata khusus kawasan konservasi flora dan fauna,” pungkas Amal Hasan.

Editor: Akil Rahmatillah