Beranda blog Halaman 1113

Kian Panas, Terdakwa Korupsi Beasiswa Pemerintah Aceh Sebut 21 Anggota DPRA Terlibat Skandal

0
Ilustrasi suap (Foto: Pinteres)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sidang kasus korupsi beasiswa Pemerintah Aceh 2017 semakin memanas dengan pengakuan mengejutkan dari terdakwa, Dedi Safrizal, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Banda Aceh pada Senin (10/6), Dedi Safrizal menegaskan bahwa tidak hanya dirinya yang terlibat, tetapi sebanyak 21 anggota DPRA lainnya juga terlibat dalam kasus tersebut.

“Ini beban moral juga, padahal sekitar 21 orang anggota DPRA yang mengajukan, bahkan ada lebih besar. Tapi sekarang saya sendiri diproses,” ujar Dedi dalam persidangan.

Terdakwa Dedi Safrizal, yang dihadirkan sebagai saksi mahkota dalam persidangan tersebut, juga menyebutkan bahwa terdakwa lain dalam kasus tersebut adalah Suhaimi, yang merupakan koordinator lapangan dari Dedi Safrizal.

Kasus tindak rasuah ini semakin terperinci saat mahasiswa yang menjadi penerima beasiswa Aceh 2017 mengaku hanya mendapatkan lima hingga delapan juta rupiah, jauh dari jumlah yang seharusnya mereka terima.

Persidangan yang dipimpin oleh Majelis hakim Zulfikar, didampingi Harmi Jaya dan Anda Ariansyah, serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Asmadi, terus mengungkap fakta demi fakta terkait dugaan korupsi ini.

Ketika hakim bertanya apakah 21 anggota DPRA lainnya yang mengajukan pokir untuk beasiswa juga melakukan pemotongan, Dedi menjawab dengan tegas bahwa mereka juga terlibat dalam pemotongan tersebut.

“Saya pastikan ada, karena semua anggota DPRA itu punya usulan,” tandasnya.

Dengan pengakuan ini, keterlibatan anggota DPRA dalam skandal korupsi beasiswa Aceh semakin terang benderang, meningkatkan tekanan pada proses persidangan yang semakin mendapat sorotan publik.

Editor: Akil Rahmatillah

Dua Narapidana di Lapas Meulaboh Ditangkap karena Edarkan Sabu

0
Dua Narapidana di Lapas Meulaboh Ditangkap karena Edarkan Sabu. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Meulaboh – Personel Satuan Reserse Narkotika Polres Aceh Barat menangkap dua narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Meulaboh, Aceh Barat, Senin (10/6/2024). Keduanya diduga mengedarkan narkotika jenis sabu.

Kasat Resnarkoba Polres Aceh Barat, AKP Shandy Saputra, mengungkapkan bahwa kedua tersangka berinisial FE (23) dan AG (31) sedang menjalani hukuman di Lapas Meulaboh saat penangkapan terjadi.

“Penangkapan kedua tersangka dilakukan setelah seorang pria tidak dikenal menitipkan satu kantong kresek putih berisi alat perlengkapan mandi untuk mereka,” kata Shandy kepada wartawan di Meulaboh.

Barang titipan tersebut diterima oleh seorang pria berinisial MU, yang kemudian melaporkannya kepada petugas piket Lapas Meulaboh. Saat diperiksa, petugas menemukan satu buah deodoran yang diduga berisi narkotika jenis sabu.

Petugas kemudian memanggil FE, yang berada di kamar 26 Blok A Lapas Meulaboh, dan memperlihatkan kantong kresek berisi alat perlengkapan mandi serta deodoran tersebut. FE mengakui barang itu milik AG.

“AG mengakui kepemilikan narkotika jenis sabu tersebut, dan rekannya FE diduga ikut terlibat,” jelas Shandy.

Menindaklanjuti temuan itu, petugas Lapas Meulaboh menghubungi Satuan Resnarkoba Polres Aceh Barat. Polisi kemudian mengamankan barang bukti berupa satu botol deodoran yang berisi sabu seberat 3,61 gram dan satu unit telepon pintar merek Redmi warna hijau.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1), Pasal 112 Ayat (1), dan Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman pidana 4 hingga 12 tahun penjara.

Kasus ini menambah panjang daftar pelanggaran narkotika di dalam lapas, menunjukkan bahwa peredaran narkoba masih menjadi tantangan serius bagi penegak hukum dan lembaga pemasyarakatan.

Editor: Akil Rahmatillah

Waspada! Suhu di Sebagian Aceh Mencapai 34 Derajat Celcius, Ini Prediksi BMKG hingga 13 Juni

0
Ilustrasi cuaca. (Foto: Shutterstock)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Malikussaleh, Aceh Utara, memperkirakan cuaca panas di sebagian wilayah Aceh dalam beberapa hari ke depan. Suhu udara diperkirakan mencapai hingga 34 derajat Celcius di beberapa daerah.

Berdasarkan prakiraan cuaca yang berlaku untuk enam kabupaten/kota selama tiga hari ke depan, mulai Selasa (11/6/2024) hingga Kamis (13/6/2024), cuaca di kawasan pesisir tengah dan timur Aceh akan dominan cerah berawan tanpa hujan.

Enam wilayah yang tercakup dalam prakiraan ini adalah Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langsa.

Selasa (11/6/2024):
– Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langsa akan mengalami cuaca cerah berawan.

Rabu (12/6/2024):
– Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, dan Aceh Timur akan tetap cerah berawan.
– Kota Langsa diperkirakan akan dilanda hujan ringan.

Kamis (13/6/2024):
– Semua wilayah, termasuk Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langsa, akan kembali cerah berawan.

BMKG Malikussaleh juga membagikan informasi suhu udara di wilayah-wilayah tersebut:
– Suhu di Bener Meriah berkisar antara 16-28 derajat Celcius.
– Suhu di Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Bireuen berkisar antara 24-34 derajat Celcius.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan, terutama di wilayah yang mengalami suhu panas cukup tinggi. Pastikan untuk tetap terhidrasi dan menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu yang lama.

Editor: Akil Rahmatillah

Asyik! Pj Gubernur Aceh Perpanjang Libur Idul Adha, ASN Dapat Libur Tambahan

0
Ilustrasi Kalender. (Foto: Pinterest)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kabar gembira datang bagi masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Aceh. Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Bustami SE MSi, mengumumkan perpanjangan hari libur dalam rangka Idul Adha tahun ini.

Seperti yang telah ditetapkan oleh pemerintah, Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah akan jatuh pada Senin, 17 Juni 2024. Namun, masyarakat Aceh akan mendapatkan tambahan libur pada 19-20 Juni 2024, yang merupakan Hari Tasyrik Idul Adha 1445 Hijriah.

Kebijakan ini ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Aceh Nomor 100.3.3.1/845/2024 tentang Penetapan Hari Raya yang diliburkan setelah Idul Adha 1445 H/2024 Masehi.

“Dengan ketentuan itu, maka warga di Aceh akan benar-benar merasakan nikmat hari tasyrik selama empat hari awal Idul Adha,” ujar Bustami SE MSi di Banda Aceh, Senin (10/6/2024), seperti dilansir dari Antaranews.com.

Bustami menjelaskan, kebijakan ini sejalan dengan ajaran Islam yang melarang umatnya beraktivitas selama hari tasyrik Idul Adha. “Bahkan, umat Islam melakukan ibadah kurban dalam koridor hari Tasyrik, di luar itu tak lagi namanya kurban,” tambah Bustami, dikutip dari Kompas.com.

Namun, dua hari libur tambahan ini akan diganti dengan hari kerja pada Sabtu, 22 Juni 2024, dan Sabtu, 29 Juni 2024. Bustami mengingatkan seluruh pimpinan unit untuk mengawasi stafnya dan memastikan mereka benar-benar bekerja pada hari pengganti, guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal.

“Penetapan libur untuk melengkapi hari tasyrik itu juga atas konsideran terkait undang-undang (UU) dan qanun menyangkut Keistimewaan Aceh, termasuk Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA),” pungkas Bustami.

Dengan kebijakan ini, masyarakat Aceh diharapkan dapat menikmati perayaan Idul Adha dengan lebih khidmat, sambil tetap memastikan pelayanan publik tidak terganggu dengan adanya hari kerja pengganti.

Editor: Akil Rahmatillah

Gempa Berkekuatan 3.5 Guncang Sabang, Warga Aceh Besar Rasakan Getaran

0
Ilustrasi Gempa. (Foto: Istockphoto)

NUKILAN.id | Sabang – Gempa bumi dengan magnitudo 3.5 mengguncang wilayah Sabang, Aceh, pada Senin (10/6/2024). Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat, tepatnya 39 kilometer tenggara Kota Sabang, dengan kedalaman hanya 2 kilometer.

Gempa yang terjadi pada pukul 14:08 WIB ini turut dirasakan oleh warga di Aceh Besar. Getaran gempa tersebut mencapai skala II-III MMI, yang berarti getarannya dirasakan oleh beberapa orang, terutama di dalam rumah, dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

“#Gempa (UPDATE) Mag:3.5, 10-Jun-24 14:08:03 WIB, Lok:5.56 LU, 95.43 BT (Pusat gempa berada di darat 39 km tenggara Kota Sabang), Kedlmn:2 Km Dirasakan (MMI) II-III Aceh Besar #BMKG,” tulis BMKG melalui akun Twitter resminya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. BMKG terus memantau situasi dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.

Gempa dengan kedalaman dangkal seperti ini biasanya berpotensi menimbulkan kerusakan di sekitar pusat gempa. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang mungkin terjadi.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai gempa dan langkah-langkah antisipasi, masyarakat dapat mengakses situs resmi BMKG atau mengikuti akun media sosial BMKG untuk mendapatkan update terbaru.

Editor: Akil Rahmatillah

Warga Keluhkan Jalan Lintas Kluet Utara-Kluet Tengah yang Kian Memprihatinkan

0
Potret kerusakan jalan lintas Kluet Utara-Kluet Tengah. (Foto: Dok. Warga)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Kondisi jalan lintas yang menghubungkan Kecamatan Kluet Utara dengan Kecamatan Kluet Tengah kian memprihatinkan. Jalan berlubang sepanjang lebih dari dua kilometer di Gampong Limau Purut dan Gampong Pulo Kambing, Kecamatan Kluet Utara, menimbulkan keluhan dari warga setempat.

Kerusakan jalan semakin parah terutama saat musim hujan, di mana lubang-lubang tersebut berubah menjadi kolam-kolam kecil yang tersebar di sepanjang jalan. Kondisi ini menjadi ancaman bagi para pengguna jalan, baik itu anak sekolah maupun warga yang beraktivitas sehari-hari.

Salah seorang tokoh muda setempat, Haris, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Pemerintah Aceh Selatan yang terkesan membiarkan kondisi jalan rusak ini dalam waktu lama.

“Sebagai masyarakat setempat, tentu kami sangat prihatin dan kecewa berat terhadap pemerintah yang tidak segera memperbaiki jalan ini. Ini adalah satu-satunya jalan lintas yang dilalui ratusan masyarakat setiap jam,” ujar Haris kepada Nukilan.id melalui sambungan telepon, Senin (10/6/2024).

Haris menambahkan, jalan berlubang ini sangat rawan kecelakaan. Ia yang setiap hari melintas menggunakan kendaraan roda dua mengaku khawatir dan harus ekstra hati-hati.

“Kalau lengah sedikit, bisa terjadi kecelakaan,” katanya.

Warga berharap Pemerintah Aceh Selatan segera membuka mata dan berupaya memperbaiki jalan tersebut. Jalan ini merupakan akses penghubung vital antara Kecamatan Kluet Utara dan Kecamatan Kluet Tengah.

“Kami sangat berharap pemerintah segera bertindak sebelum terjadi korban jiwa akibat jalan berlubang ini,” harap Haris.

Keluhan warga ini menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti perbaikan jalan lintas antar kecamatan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kondisi jalan yang baik akan menunjang aktivitas dan keselamatan warga dalam bertransportasi.

Editor: Akil Rahmatillah

Perkembangan Tren Hijab di Indonesia: Dari Syariat hingga Fashion Modern

0
Gaya hijab simple dan trendi. (Foto: Fimela.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Hijab, yang secara bahasa berarti pembatas antara dua objek, dalam praktiknya dikenal sebagai kain penutup kepala khusus bagi wanita Muslim untuk menutup aurat. Di era modern, hijab atau jilbab telah menjadi tren tersendiri di Indonesia, diminati oleh banyak perempuan. Namun, bagaimana sebenarnya perkembangan tren fesyen hijab di Tanah Air? Apakah hijab hanya sekadar menjalankan nilai-nilai agama atau ada faktor lain yang memengaruhinya?

Sejarah awal penggunaan jilbab di Indonesia masih belum diketahui secara pasti. Meskipun begitu, beberapa nama pejuang muslimah yang mengenakan jilbab pada masanya telah tercatat dalam sejarah. Di antaranya, Tengku Fakinah dari Aceh, Opu Daeng Siradju dari Sulawesi Selatan, Hajjah Rangkayo (H.R) Rasuna Said, Rahmah El Yunusiyyah, Cut Nyak Dhien, dan Nyai Ahmad Dahlan. Mereka adalah para pejuang muslimah yang berjilbab pada masanya.

Berdasarkan penelusuan digital oleh Nukilan.id, pada abad ke-19, gerakan Paderi di Minangkabau memperjuangkan syariat Islam, termasuk aturan pemakaian jilbab dan bahkan cadar bagi wanita. Gerakan ini menandakan awal mula pemakaian jilbab di masyarakat Minangkabau yang kala itu belum begitu menghiraukan syariat Islam. Dakwah Islam yang intens di Minangkabau membuat syariat Islam meresap dalam tradisi dan adat masyarakat setempat, yang terlihat dari bentuk pakaian adat yang cenderung tertutup.

Di Aceh, pengaruh Islam juga meresap dalam aturan berpakaian. Peneliti Prancis, Denys Lombard, dalam bukunya “Kerajaan Aceh Jaman Sultan Iskandar Muda (1607-1636)” menggambarkan wanita Aceh dengan baju panjang dan jilbab tertutup rapat. Begitu pula dalam buku “59 Tahun Aceh Merdeka Di Bawah Pemerintahan Ratu” oleh M Ali Hasjmi, digambarkan para wanita Aceh yang sudah berjilbab sejak abad ke-17.

Menurut sumber lain, hijab pertama kali dipakai oleh seorang muslimah bangsawan dari Makassar, Sulawesi Selatan, pada abad ke-18. Arung Matoa (penguasa) Wajo, La Memmang To Appamadeng, yang berkuasa dari 1821-1825, memberlakukan syariat Islam, termasuk kewajiban mengenakan kerudung bagi wanita.

Pemerintahan Orde Baru di bawah Soeharto secara ketat mengendalikan isu agama di arena publik. Pemerintah menganggap hijab sebagai simbol politis dari Mesir dan Iran yang situasi politiknya berbeda dengan Indonesia. Kekhawatiran bahwa hijab dijadikan identitas politik yang mengganggu stabilitas pemerintah menyebabkan pelarangan penggunaan jilbab di sekolah pada masa itu. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan peraturan yang melarang siswi Muslim mengenakan jilbab ke sekolah.

Namun, semangat para wanita Muslim untuk berjilbab tidak padam. Meskipun dilarang, jilbab tetap digunakan dalam bentuk yang menyerupai jilbab segitiga atau hanya ditaruh di atas kepala. Dukungan dari dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, yang menyatakan hijab sebagai pakaian ideal bagi muslimah, membuat pemakaian hijab semakin diterima di masyarakat.

Tren jilbab mulai muncul sekitar tahun 2010-an hingga sekarang, dengan banyaknya fashion designer Muslimah yang memperkenalkan jilbab dalam berbagai bentuk dan padu padan busana yang keren. Hijab jenis ini sangat disukai oleh anak muda yang gemar dengan hal-hal baru. Kreasi jilbab terus berkembang mengikuti tren dari tahun ke tahun, dengan banyak model baru yang diluncurkan. Meskipun cara memakainya terkesan rumit, para hijabers merasa lebih fashionable dan keren.

Fenomena ini memunculkan istilah hijab dan hijabers, menandakan bahwa hijab bukan hanya sebagai penutup aurat, tetapi juga sebagai tren fesyen yang terus berkembang di Indonesia.

Reporter: Akil Rahmatillah

Pemkab Gayo Lues Konsisten Pantau Inflasi Daerah Tahun 2024 Bersama Kemendagri

0
Pemkab Gayo Lues Konsisten Pantau Inflasi Daerah Tahun 2024 Bersama Kemendagri. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Blangkejeren – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues tetap konsisten mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah melalui Zoom Meeting di ruang rapat Bupati Gayo Lues pada Senin (10/6/2024). Rapat ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Dalam kesempatan tersebut, Tito menyampaikan bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi Indonesia secara nasional pada Mei 2024 mencapai 2,84 persen. Angka ini menempatkan Indonesia pada posisi yang baik di tingkat global dalam pengendalian inflasi.

“Inflasi global kita saat ini berada di angka 2,84 persen, menjadikan kita berada di peringkat 73 terendah dari 186 negara di dunia. Artinya, posisi kita cukup bagus,” ujar Tito.

Lebih lanjut, Tito menyebutkan bahwa di tingkat negara G20, inflasi Indonesia berada di peringkat 14 terendah dari 24 negara. Sementara di tingkat negara ASEAN, Indonesia menempati peringkat 6 terendah dari 11 negara.

“Sebagai negara produsen, angka inflasi di Indonesia harus dapat menyeimbangkan antara kebutuhan konsumen dan produsen. Artinya, barang tetap tersedia dengan harga terjangkau, namun juga tidak merugikan produsen,” tambahnya.

Plt Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, Ph.D, memaparkan bahwa berdasarkan pemantauan harga SP2KP pada minggu pertama Juni 2024, komoditas pangan yang perlu diwaspadai adalah cabai rawit. “Komoditas ini mengalami peningkatan harga dan penambahan jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga,” katanya.

Sementara itu, harga bawang merah menunjukkan penurunan yang signifikan pada minggu pertama Juni 2024. Harga bawang putih, telur ayam ras, dan gula pasir juga perlahan mengalami penurunan.

Acara ini dihadiri oleh Pj. Bupati Gayo Lues, Drs. H. Alhudri, M.M, Sekretaris Daerah H. Jata SE, MM, Staf Ahli Bupati, Asisten II, Kadis Pertanian, Kadis Kesehatan, Kadis Pangan dan Perikanan, Perwakilan Dispindakop, Perwakilan Inspektorat, Kabag Organisasi, Kabid Pertanian, dan pihak terkait lainnya.

Dengan konsistensi ini, Pemkab Gayo Lues berharap dapat terus mengawal dan menjaga stabilitas inflasi di daerah, memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan harga yang terjangkau tanpa merugikan pihak produsen.

Editor: Akil Rahmatillah

Edy Asaruddin Salurkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Langsa

0
Edy Asaruddin Salurkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Langsa. (Foto: Acehinfo)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari fraksi Gerindra, Edy Asaruddin, menyalurkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran di Gampong Tualang Teungoh, Kecamatan Langsa Kota, Minggu (9/6/2024).

Bantuan berupa sembako seperti mi instan, beras, dan bahan kebutuhan pokok lainnya, diantar langsung oleh Edy Asaruddin. Bantuan tersebut diterima oleh Muammar Khadafi, salah satu korban kebakaran yang rumahnya ludes terbakar.

Saat menyerahkan bantuan, Edy yang akrab disapa Edo, menyampaikan rasa dukanya atas musibah yang menimpa warga setempat. Politikus Partai Gerindra itu mengajak korban untuk bersabar dan ikhlas dalam menghadapi ujian ini.

“Setiap ujian yang Allah SWT berikan kepada hambanya, insya Allah ada hikmahnya. Anggaplah musibah ini sebagai teguran dan ujian dari Allah SWT, yang pasti tidak akan melampaui batas kemampuan kita,” ujarnya.

Edy juga berjanji akan membantu pembangunan kembali rumah korban yang hangus terbakar. “Kita berharap keluarga korban tabah dan menerima ujian dengan ikhlas. Insya Allah, saya akan membantu pembangunan rumah untuk korban,” tegasnya.

Muammar Khadafi mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Saya tidak menyangka Pak Edo datang langsung untuk menyalurkan bantuan. Semoga apa yang diberikannya dibalas oleh Allah SWT dan beliau selalu diberikan kesehatan,” tuturnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Langsa, Nursal Sahputra, melalui petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) mengungkapkan, kebakaran tersebut melanda rumah milik Muammar Khadafi dan Muhammad. Saat kejadian, keduanya sedang tidak berada di rumah karena bekerja.

Kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik yang memicu ledakan tabung gas di rumah Muammar Khadafi. “Api dengan cepat menjalar ke rumah sebelah kiri milik Muhammad yang berkonstruksi kayu, menghanguskan bagian dapur. Selain itu, sebagian atap rumah kontrakan milik Rahmawati yang berada di belakang rumah Muammar Khadafi juga ikut terbakar,” jelasnya.

Puluhan petugas pemadam kebakaran dengan mengerahkan lima unit armada, terdiri dari empat unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki suplai air, dibantu oleh personel TNI/Polri dan warga sekitar, berjibaku memadamkan api yang berkobar hebat.

“Api berhasil dipadamkan pada pukul 13.46 WIB, dan dipastikan tidak ada lagi titik api yang menyala di sekitar lokasi kejadian,” tambahnya.

Akibat kebakaran ini, rumah Muammar Khadafi beserta isinya ludes terbakar, hanya menyisakan bagian depan yang permanen. Sementara itu, rumah adiknya yang berada di sampingnya mengalami kerusakan pada bagian dapur.

Meski kebakaran ini telah berhasil dipadamkan, peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Diharapkan bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban mereka di masa sulit ini.

Editor: Akil Rahmatillah

Kontingen Polda Aceh Bertolak ke Jakarta untuk Mengikuti Kemala Run 2024

0
Kontingen Polda Aceh Bertolak ke Jakarta untuk Mengikuti Kemala Run 2024. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kontingen Polda Aceh yang terdiri dari 31 personel berangkat menuju Jakarta melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang pada Jumat (7/6/2024). Keberangkatan kontingen tersebut dilepas secara resmi oleh Irwasda Polda Aceh, Kombes Misbahul Munauwar.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto, pada Sabtu (8/6/2024) menjelaskan bahwa kontingen ini akan berpartisipasi dalam ajang Kemala Run 2024. Acara ini diselenggarakan oleh Bhayangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari dan akan diadakan pada Minggu, 9 Juni mendatang di BSD City, Indonesia Convention Exhibition (ICE) Tangerang, Banten.

“Dalam rangka mengikuti kegiatan Kemala Run 2024 di BSD City ICE, Polda Aceh telah mengirim 31 personel terbaik, yang terdiri dari 20 Polki (Polisi Laki-laki) dan 11 Polwan (Polisi Wanita),” ujar Joko.

Kemala Run 2024 merupakan bagian dari rangkaian acara Tour of Kemala yang berkelanjutan dan berskala internasional. Lomba lari ini meliputi beberapa kategori, yaitu 21 km, 10 km, 5 km, dan kids dash. Selain itu, terdapat pula kategori disabilitas, namun sifatnya tidak dilombakan.

Joko menambahkan bahwa ajang ini bertujuan untuk menggalakkan olahraga, khususnya lari, di kalangan Bhayangkari, Polri, dan masyarakat umum. “Kemala Run 2024 juga bertujuan untuk mempersatukan berbagai unsur masyarakat dalam satu acara perlombaan lari,” tuturnya.

Acara ini diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi sekaligus meningkatkan semangat olahraga di kalangan peserta. Dengan keikutsertaan kontingen Polda Aceh, diharapkan semangat kompetisi yang sehat dapat terwujud dan membawa dampak positif bagi masyarakat luas.

Editor: Akil Rahmatillah