Beranda blog Halaman 1086

Kepala MTsN 1 Banda Aceh Lantik Empat Wakil Kepala Madrasah Baru untuk Periode 2024-2026

0
Kepala MTsN 1 Banda Aceh Lantik Empat Wakil Kepala Madrasah Baru untuk Periode 2024-2026. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala MTsN 1 Model Banda Aceh, Junaidi Ibas, S.Ag., M.Si., resmi melantik empat Wakil Kepala Madrasah untuk periode 2024-2026 dalam sebuah acara khidmat yang berlangsung pada Sabtu (22/6/2024). Acara pelantikan ini diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) dan prosesi pelantikan yang dipimpin oleh Kepala Tata Usaha MTsN 1 Banda Aceh, Muzakir, M.Si.

Adapun para Wakil Kepala Madrasah yang dilantik adalah Rahmi Fuadi, S.Pd., M.Pd., sebagai Wakil Kepala Bidang Kurikulum & Akademik; Isriani, S.Ag., sebagai Wakil Kepala Bidang Kesiswaan; Drs. Salimuddin sebagai Wakil Kepala Bidang Sarpras; dan Zahri, S.IAN., M.AP., sebagai Wakil Kepala Bidang Humas.

Pelantikan yang berlangsung di Aula Madrasah tersebut turut dihadiri oleh Koordinator Pengawas Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Hj. Fikriah, S.Ag. Dalam sambutannya, Kepala MTsN 1 Model Banda Aceh, Junaidi Ibas, mengungkapkan bahwa pemilihan para Wakil Kepala Madrasah baru ini merupakan bagian dari proses regenerasi yang mengedepankan prinsip manajemen berbasis madrasah yang adil, jujur, dan demokratis.

Pemilihan ini dilakukan menyusul berakhirnya masa jabatan tugas tambahan para Wakil Kepala Madrasah periode 2021-2023. Proses pemilihan dilakukan secara demokratis layaknya pemilu, di mana para guru dan karyawan bebas memilih.

“Ini adalah yang pertama kali kami laksanakan dalam pemilihan Wakil Kepala Madrasah,” ujar Junaidi.

Junaidi juga mengapresiasi partisipasi dan dukungan dari seluruh keluarga besar MTsN 1 Banda Aceh hingga pemilihan ini dapat berlangsung sukses. Proses pengangkatan Wakil Kepala Madrasah berpedoman pada peraturan yang dimuat dalam Petunjuk Teknis Dirjen Pendis Nomor 1531 Tahun 2020 tentang pengangkatan guru yang diberi tugas sebagai Wakil Kepala Madrasah.

“Selamat kepada para Wakil Kepala Madrasah yang terpilih. Semoga mereka bisa bekerjasama dengan tim dan keluarga besar MTsN 1 Banda Aceh untuk membawa madrasah ini menjadi lebih baik lagi,” ungkap Junaidi yang didampingi oleh ketua panitia, Tarmizi, S.Pd.

Tak lupa, Junaidi menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya atas dedikasi, kerja keras, dan loyalitas yang telah diberikan oleh para Wakil Kepala Madrasah periode sebelumnya.

“Melalui prestasi kerja dan kontribusi yang optimal, mereka telah membawa MTsN 1 Banda Aceh semakin digemari oleh masyarakat luas,” pungkasnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Dinas Pendidikan Aceh Dorong Guru Penggerak Isi Kekosongan Jabatan Kepala Sekolah

0
Dinas Pendidikan Aceh Dorong Guru Penggerak Isi Kekosongan Jabatan Kepala Sekolah. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, S.T., DEA, menegaskan pentingnya peran Guru Penggerak dalam mengatasi kekosongan jabatan kepala sekolah di Aceh. Pernyataan tersebut disampaikan Marthunis dalam pertemuan dengan kepala cabang dinas pendidikan (Kacabdisdik) se-Aceh di ruang kerjanya pada Sabtu, 22 Juni 2024.

Marthunis meminta Kacabdisdik untuk segera mengusulkan Guru Penggerak sebagai pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah yang kosong. “Kita sangat yakin dengan kemampuan dan pengetahuan Guru Penggerak. Mereka menjadi Guru Penggerak atas inisiatif sendiri, yang artinya nilai keikhlasan dalam bekerja sudah tumbuh dalam diri mereka,” ujar Marthunis.

Inisiatif ini didorong oleh keyakinan bahwa Guru Penggerak memiliki kompetensi dan dedikasi yang tinggi sehingga mampu menjalankan tugas sebagai kepala sekolah dengan baik.

“Prinsipnya, yang terbaik berdasarkan assessment dan Guru Penggerak akan mendapat kesempatan menjadi pemimpin untuk menggerakkan sekolah dalam jangka waktu tiga bulan pertama. Setelah itu, kita akan evaluasi. Bila hasilnya bagus, masa jabatan mereka akan diperpanjang,” tambahnya.

Pendekatan ini merupakan bagian dari strategi Dinas Pendidikan Aceh untuk memastikan kekosongan kepala sekolah tidak mengganggu proses belajar mengajar dan manajemen sekolah. Marthunis berharap penunjukan Guru Penggerak dapat memberikan solusi efektif serta kesempatan kepada para guru untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan mereka.

Pertemuan yang dihadiri oleh semua Kacabdisdik se-Aceh ini diharapkan dapat segera mengidentifikasi dan mengusulkan Guru Penggerak yang memenuhi kriteria untuk mengisi posisi Plt kepala sekolah. Kebijakan ini juga diharapkan dapat mendorong semangat para Guru Penggerak untuk terus berinovasi dan berkontribusi lebih besar dalam dunia pendidikan.

Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan kekosongan jabatan kepala sekolah dapat diatasi dengan cepat dan efektif, serta membawa dampak positif bagi perkembangan pendidikan di Aceh. Marthunis menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Aceh berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi kinerja Guru Penggerak yang ditunjuk sebagai Plt kepala sekolah, guna memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga dan bahkan meningkat.

Melalui langkah ini, Dinas Pendidikan Aceh ingin menunjukkan dukungannya terhadap para Guru Penggerak yang telah berperan aktif dalam transformasi pendidikan.

“Mari kita bersama-sama menjaga komitmen ini dan bekerja dengan ikhlas demi masa depan pendidikan Aceh yang lebih baik,” pungkas Marthunis.

Editor: Akil Rahmatillah

Capli Sambal Ijo Aceh, UMKM Binaan BSI Aceh Go Internasional di BSI International Expo

0
UMKM Binaan BSI Aceh Go Internasional di BSI International Expo. (Foto: BSI Aceh)

NUKILAN.id | Jakarta – Capli Sambal Ijo Aceh, Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) lokal yang didukung oleh BSI Aceh, membuat gebrakan di kancah Internasional pada BSI International Expo yang diadakan di Jakarta Convention Center pda tanggal 20-23 Juni 2024. Pameran yang bertujuan untuk mempromosikan pengembangan ekosistem keuangan syariah ini menjadi wadah bagi Capli Sambal Ijo Aceh untuk menampilkan sambal hijau asli Aceh kepada khalayak global.

Capli Sambal Ijo Aceh telah menarik perhatian karena resep tradisionalnya yang berkualitas tinggi dan mencerminkan cita rasa khas Aceh. Dengan perpaduan cabai hijau segar, rempah-rempah aromatik, dan bahan-bahan premium, Capli Sambal Ijo Aceh menawarkan cita rasa Indonesia yang pasti akan memanjakan pecinta kuliner di seluruh dunia.

“Kami sangat senang mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam BSI International Expo dan memperkenalkan Capli Sambal Ijo Aceh kepada khalayak global. Dalam kegiatan BSI International Expo kami menampilkan kekayaan warisan kuliner Aceh dan menonjolkan kualitas produk. Alhamdulliah dalam event ini kami mendapatkan buyer dari malaysia untuk pembelian sambal ijo Aceh sebanyak 29 Ton” ujar Yuliana Owner Capli Sambal Ijo Aceh.

BSI International Expo 2024 merupakan ajang penting bagi pelaku usaha di industri halal, memberikan wadah bagi UMKM seperti Capli Sambal Ijo Aceh untuk memperluas jangkauan dan terhubung dengan pembeli internasional. Dengan fokus pada inovasi dan praktek keberlanjutan, pameran ini merupakan tempat yang ideal bagi bisnis yang ingin menonjol di pasar global.

Kami sangat bangga dapat memperkenalkan UMKM Aceh dalam kancah global melalui BSI International Expo 2024. Kegiatan ini merupakan mercusuar dari UMKM yang ada di Indonesia untuk memperkenalkan produk-produknya di kancah Internasional”. Ujar Wachjono, Regional CEO BSI Aceh.

Seiring kiprah Capli Sambal Ijo Aceh di kancah Internasional, BSI Aceh dengan bangga mendukung dan mendorong tumbuhnya wirausaha lokal Indonesia terkhusus di Aceh. Melalui inisiatif seperti BSI International Expo, UMKM diberikan kesempatan untuk memamerkan produknya, berjejaring dengan pemimpin industri, dan memperluas wawasan bisnisnya.

BSI sahabat finansial, sahabat sosial dan sahabat spiritual, berkomitmen selalu memberikan kontribusi terbaik untuk seluruh UMKM yang ada di Aceh. BSI Aceh, Mercusuar Indonesia.

Editor: Akil Rahmatillah

Mengenang Sayed Mudhahar Ahmad, Sang Bupati Pencinta Lingkungan Hidup

0
Sayed Mudhahar Ahmad, Sang Bupati Pencinta Lingkungan Hidup. (Foto: Repro)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Sayed Mudhahar Ahmad, yang lebih akrab disapa Pak Sayed, adalah Bupati Aceh Selatan periode 1988-1992. Julukan “Bupati Pencinta Lingkungan Hidup” yang disematkan kepada beliau pertama kali muncul di halaman Harian Kompas terbitan 26 Februari 1991. Sosoknya yang visioner dan peduli lingkungan membuatnya menjadi birokrat yang populer di masanya.

Dari penelusuran digital Nukilan.id, Sayed Mudhahar adalah seorang penyair, penulis, dan bupati yang banyak melakukan terobosan di sektor pertanian dan kehutanan Aceh Selatan. Bersama Al Chaidar dan Yarmen Dinamika, ia turut menulis buku “Aceh Bersimbah Darah” yang sempat menjadi bestseller pada tahun 1998-1999.

Keberanian Sayed Mudhahar dalam mengambil tindakan tegas terlihat ketika ia mengusir pemilik hak pengusahaan hutan (HPH) yang tidak berpihak pada kepentingan daerah dan masyarakat Aceh Selatan. Langkah ini diambil dua tahun setelah ia menjabat sebagai bupati, di tengah banyaknya pengusaha HPH yang tidak tertib aturan dan tak peduli dengan nasib lingkungan Aceh Selatan.

Atas sikap politiknya yang pro-lingkungan, Sayed Mudhahar menerima berbagai penghargaan dari LSM, salah satunya dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) pada Oktober 1991. Sejak dilantik oleh Gubernur Aceh, Ibrahim Hasan, pada 4 Februari 1988, Sayed terus mengharumkan nama Aceh Selatan dengan meningkatkan pembangunan ekonomi di sektor pertanian.

Sayed Mudhahar juga dikenal sebagai bupati yang berhasil menyumbangkan hasil swasembada pangan terhadap nasional saat Indonesia dipimpin Soeharto. Pasca tumbangnya Soeharto, ia ikut membidani kelahiran Partai Amanat Nasional (PAN) Aceh dan pernah memimpin partai berlambang matahari ini selama satu periode.

Lahir di Gampong Kuala Ba’u, Kecamatan Kluet Utara, pada 26 Desember 1946, Sayed Mudhahar adalah putra dari pasangan Sayed Ahmad dan Syarifah Rukaiyah. Sejak muda, ia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan memiliki hobi membaca, bertani, dan mencintai alam. Dalam karier jurnalistiknya, ia pernah menjabat sebagai pimpinan redaksi surat kabar Berjuang di Banda Aceh pada tahun 1966-1969. Ia meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Nomensen Medan, Sumatera Utara, tahun 1977.

Berbekal ilmu ekonomi dan pengalaman birokrasi, Sayed Mudhahar tidak larut dalam kenyamanan pekerjaan. Ia merasa terpanggil untuk membela masyarakat dan menyelamatkan daerah Aceh Selatan, terutama dari sektor lingkungan. Sebelum menjadi bupati, ia bekerja di Pertamina dan perusahaan Mobil Oil saat persiapan kilang LNG PT Arun di Lhokseumawe, sebelum akhirnya kembali ke Pertamina pada tahun 1975.

Pengalaman sebagai Penanggung Jawab Pembangunan Masyarakat Desa (Community Development Program) di PT Arun serta pelaksanaan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) memberinya modal untuk menciptakan terobosan saat menjabat sebagai bupati. Ia meninggalkan kenyamanan bekerja di perusahaan minyak demi membangun Aceh Selatan dan menyelamatkan alamnya dari pengusaha HPH yang disebutnya sebagai sumber kemiskinan dan kemunduran daerah.

Selama masa kepemimpinannya, Sayed membagi wilayah pembangunan sesuai dengan potensi pertaniannya. Labuhanhaji hingga Kuala Batee didominasi oleh tanaman pangan, sementara Kota Fajar hingga Singkil didominasi oleh pertanian dan kehutanan. Kepemimpinan Sayed terbukti sukses dalam misi pembangunan Aceh Selatan, termasuk mengaktifkan semua pelabuhan di wilayah tersebut.

Semoga Sayed Mudhahar Ahmad mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang, terutama bagi generasi Aceh Selatan yang kini tampak semakin lalai. Kebaikan dan dedikasi Sayed akan selalu dikenang sebagai teladan bagi bangsa ini.

Reporter: Akil Rahmatillah

Amanah Gelar Fun Futsal, Tumbuhkan Semangat dan Sportivitas Pemuda Aceh

0
Amanah Gelar Fun Futsal. (Foto: AMNAH)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan minat dan bakat anak muda Aceh melalui gelaran pertandingan fun futsal. Acara ini berlangsung di Embassy Sport Center, Banda Aceh, pada Sabtu, 22 Juni 2024, dan diikuti oleh enam SMA di Banda Aceh.

Pertandingan ini dipandu oleh Teuku Rudy dan dimeriahkan oleh komentator bola Athif Dhiafurqan. Pada hari pertama, pertandingan fun futsal dibagi menjadi empat babak dengan jadwal pertandingan sebagai berikut: SMAN 5 vs SMAN 9 (A), SMA 2 Unggul Ali Hasjmy vs SMAN 9 (B), SMAN 3 (A) vs SMKN 1, dan MAN Model vs SMAN 3 (B).

Dalam kompetisi ini, SMAN 9 (A) berhasil meraih juara 1, SMAN 3 (A) sebagai juara 2, SMAN 3 (B) sebagai juara 3, dan SMAN 9 (B) sebagai juara harapan. M. Fathir Algozi dari SMAN 9 (B) meraih kategori top skor, sementara SMAN 9 juga dinobatkan sebagai supporter terbaik. Para pemenang seluruh kategori mendapatkan penghargaan dan uang pembinaan dari AMANAH.

Athif Dhiafurqan menyatakan bahwa fun futsal ini menjadi wadah yang efektif untuk mengembangkan minat dan bakat siswa SMA di Banda Aceh.

“Hari ini pertandingannya sangat seru, karena kita mempertemukan tim-tim yang kuat seperti SMAN 9 Banda Aceh dan SMAN 3 Banda Aceh dengan skor yang sangat sengit. Ini juga merupakan wadah untuk mengembangkan ilmu dan skill bagi anak SMA di kota Banda Aceh,” ujarnya.

Teuku Rudy menambahkan bahwa AMANAH terus berkomitmen untuk menggelar berbagai kegiatan positif agar anak muda dapat berkembang secara holistik dan menjadi generasi yang berkontribusi positif bagi masyarakat Aceh.

“Terima kasih AMANAH sudah buat program ini dan mendorong pemuda Aceh untuk bisa terus percaya mengembangkan bakatnya. Terbukti hari ini anak-anak SMA sudah bisa dibibit dengan baik,” ungkapnya.

Acara ini diharapkan dapat menjadi ajang untuk memupuk semangat sportivitas dan solidaritas di kalangan generasi muda Aceh. Hal ini disampaikan oleh salah satu pemain dari SMAN 3, Dika Albizzar Meilano (16), yang mengapresiasi tingginya sportivitas dalam pertandingan ini.

“Sportivitasnya begitu tinggi dalam pertandingan ini. Menurut saya, mereka sangat baik, saling berjuang, dan percaya pada teman. Itu adalah hal yang sangat bagus,” ujarnya.

Muhammad Razan (16), salah satu pemain dari SMAN 3, juga mengungkapkan rasa haru dan bahagianya setelah mengikuti acara fun futsal ini.

“Perasaan saya sangat senang, bahagia, dan terharu juga. AMANAH sudah cukup bagus untuk acara fun futsal ini, semoga ke depannya dikembangkan lagi dan diadakan lagi,” ungkapnya.

Tidak hanya fokus pada pertandingan, para pemain juga dihibur dengan berbagai games yang diadakan oleh AMANAH, seperti juggling bola dengan kepala dan menendang bola ke gawang dengan mata tertutup. Peserta yang menang di games ini mendapatkan hadiah hiburan dari AMANAH.

Dengan adanya kegiatan ini, AMANAH berharap dapat terus mendorong generasi muda Aceh untuk mengembangkan bakat dan minat mereka, serta menanamkan nilai-nilai sportivitas dan solidaritas.

Editor: Akil Rahmatillah

11 Desainer Muda Ikuti Pembinaan Program AMANAH Fashion Designer

0
Peserta program AMANAH Fashion Designer mempresentasikan desain yang telah mereka persiapkan. (Foto: AMANAH)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Program AMANAH Fashion Designer yang diinisiasi oleh ANEUK Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) terus melanjutkan tahap pembinaan kepada sebelas anak muda yang terpilih. Dalam sesi kali ini, para peserta mempresentasikan salah satu dari sembilan desain yang telah mereka persiapkan sebelumnya kepada para mentor melalui platform daring dari Sekretariat AMANAH di Banda Aceh.

Sebelumnya, para peserta telah mengikuti serangkaian kegiatan, termasuk mentoring intensif, berburu kain bersama mentor, serta kunjungan ke pengrajin tenun, batik, dan bordir. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya wawasan dan keterampilan mereka dalam industri fesyen.

Pada sesi presentasi ini, setiap peserta memperkenalkan desain mereka kepada mentor dari Indonesian Fashion Chamber (IFC) seperti Ali Charisma, Taruna Kusmaryuda, Riri Rengganis, dan Aldrie Indrayana yang mengikuti sesi ini secara daring dari Jakarta. Para peserta menjelaskan secara rinci mulai dari pemilihan bahan, teknik, hingga strategi padu padan warna.

“Jadi ini saya jahit sendiri, pakai teknik tailoring tipis-tipis, terus pakai sashiko juga. Ada patchwork dirangkai kecil-kecil dari kain perca, dan ada bordirannya juga,” ujar Muchlisin (21), salah satu peserta, dalam keterangannya, Sabtu (22/6/2024).

Peserta lainnya, Asmayanti (27) dan Azzahra Fadhilah Yartsya (22), juga mengungkapkan rasa bahagia dan terima kasih mereka kepada AMANAH karena terpilih mengikuti program ini. “Perasaan saya sangat bahagia, bisa mendapatkan kesempatan seperti ini. Jarang di Aceh bisa ikut acara seperti ini. Jadi kesempatan ini luar biasa,” ujar Asmayanti.

Sementara itu, Azzahra berharap agar AMANAH bisa terus maju dan merangkul seluruh anak muda Aceh, sehingga dapat menumbuhkembangkan bakat-bakat luar biasa di Aceh.

Para mentor memberikan kritik dan saran atas karya peserta untuk membantu mereka meningkatkan kemampuan dalam dunia fesyen. Program ini tidak hanya membantu peserta mengembangkan keterampilan kreatif, tetapi juga mempertemukan mereka dengan para profesional terkemuka di industri mode tanah air. Diharapkan, pengalaman ini akan menjadi penyemangat dalam karir mereka dan memberikan kontribusi positif bagi industri fesyen di Aceh secara keseluruhan.

AMANAH berkomitmen untuk terus mendukung dan membimbing desainer muda Aceh, serta membantu mereka mengembangkan bakat dan mengejar impian di dunia fesyen.

Editor: Akil Rahmatillah

Cuaca Buruk Melanda Aceh, Nelayan Tradisional Libur Melaut

0
Ilustrasi gelombang tinggi (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Sigli – Cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda kawasan perairan Selat Malaka di Provinsi Aceh sejak sepekan terakhir memaksa ratusan nelayan tradisional berhenti melaut. Para nelayan ini berasal dari Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, hingga Kota Langsa.

Menurut informasi yang diperoleh Nukilan.id, Minggu (23/6/2024), ketinggian gelombang di perairan tersebut berkisar antara 1 hingga 2,5 meter. Angin kencang yang menyertai gelombang tinggi tersebut menambah risiko bagi para nelayan, membuat mereka rentan hanyut terbawa arus laut.

Situasi ini memaksa para nelayan untuk berutang di kedai-kedai bahan pokok atau warung langganan terdekat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selama tidak melaut, banyak nelayan memanfaatkan waktu untuk memperbaiki peralatan tangkap seperti jaring ikan dan merawat kapal mereka.

Di pesisir Selat Malaka, khususnya di Desa Pusong, Pasi Jeumeurang, dan Pasi Lhok, Kecamatan Kembang Tanjung, puluhan kapal kayu berbagai ukuran tampak terparkir di dermaga muara sungai setempat. Sebagian lainnya bersandar di sepanjang bibir pantai.

“Selain gelombang tinggi, angin juga kencang sekali. Kalau memaksa menerjang badai, itu sangat berisiko terjadi kecelakaan laut,” ujar Mukhtar, seorang tokoh nelayan di Kecamatan Kembang Tanjung.

Mukhtar menjelaskan bahwa ratusan warga setempat berprofesi sebagai nelayan tradisional. Namun, hanya sebagian kecil yang berani turun melaut dalam kondisi cuaca seperti ini. Sebagian besar memilih untuk libur melaut demi keselamatan.

Jika kondisi cuaca tidak segera membaik, dikhawatirkan ekonomi warga kampung nelayan akan semakin sulit. Terlebih lagi, menjelang awal tahun ajaran baru sekolah, kebutuhan ekonomi warga meningkat.

“Kami berharap cuaca segera membaik, agar kami bisa kembali melaut dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tutup Mukhtar.

Editor: Akil Rahmatillah

Fachrul Razi : Pilkada 2024 Mendatang Potensi Tinggi Politik Uang, Masyarakat Harus Lawan

0

NUKILAN.id | Jakarta – Ketua Komite I DPD RI yang juga Senator DPD RI Asal Aceh Fachrul Razi menjadi narasumber Pusat Kajian Daerah dan Anggran (Puskadaran) DPD RI, Jumat (21/6/2024). Puskadaran menggelar sarasehan ekspose hasil Aspirasi Masyarakat dan Daerah (Asmasda). Asmada dinilai sangat penting karena data-data di dalam sangat riil dan objektif sehingga berguna bagi masyarakat.

“Masyarakat perlu mengetahui data-data di setiap daerah seperti Pilkada serentak yang akan diselenggarakan tahun ini yang berpotensi politik uang sangat tinggi, oleh karena itu masyarakat harus cerdas dan harus lawan politik uang,” jelas Fachrul Razi.

Fachrul Razi dalam paparanya turut menyinggung proses Pilkada, Pilkada adalah proses Elektoral yang secara sosiologis akan melibatkan pihak – pihak yang berkompetisi. Hal itu menyebabkan hasilnya potensi konflik akan lebih besar.

“Pilkada yang minim Integritas akan menyebabkan hasilnya rendah kepercayaan dan Legitimasi untuk menyelenggarakan pemerintah daerah.

Hal – Hal yang menjadi perhatian DPD RI pada tahapan persiapan Pilkada 2024 menurutnya, pertama terkait rekrutmen PPK, PPS dan KPPS Pilkada menurutnya ini hal yang sangat penting untuk di perhatikan, kedua Validasi daerah Pemilih (tidak lagi dilakukan coklit sebagaimana Pemilu), ketiga Pendaftaran peserta pilkada (kurangnya pendaftar caloj kepala daerah dari unsur perseorangan), Netralitas PJ Kepala Daerah (pelantikan penjabat perangkat daerah yang terkesan dipaksakan) terakhir netralitas ASN (cenderung berpihak kepada calon incumbent atau calon yang potensi menang besar).

Selanjutnya terkait anggaran menurutnya, anggaran pelaksanaan Pilkada 2024 diperkirakan sebesar Rp 35,8 triliun, terbagi dalam dua tahun anggaran. Sebanyak 40 persen dari anggaran tersebut dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023, dan 60 persen dari APBD 2024.

“Artinya setiap propinsi menghabiskan uang 1 triliun uang rakyat oleh karena itu harus menghasilkan kepala daerah yang berkualitas,” tegas Fachrul Razi.

Fachrul Razi juga memaparkan fenomena “Pembajakan” demokrasi di lokal. Menurutnya muncul  aktor-aktor baru dalam pentas politik yang memanfaatkan peluang demokratisasi untuk kepentingan mereka (free riders), Terbangunnya model demokrasi semu (pseudo democracy): prosedur & institusi demokrasi modern secara formal diadopsi, namun substansi permainan berada di luar skenario yang diinginkan oleh demokrasi., Tidak ada pelembagaan nilai-nilai demokrasi serta akibatnua terjadinya kegagalan demokrasi dalam mewujudkan kesejahteraan.

“Kita harus mengkritisi praktek oligarki di pilkada 2024, praktek Oligarki menjadi perhatian kita semua, Indikasinya, kurangnya pendaftar calon Kepala daerah dari unsur perseorangan; Pemanfaatan aturan Batasan sumbangan biaya Pilkada; Potensi incumbent atau pun keluarganya dalam Pilkada serentak 2024?; Adakah netralitas dan peran PJ kepala Daerah dalam Pilkada serentak 2024?; Bagaimana dengan Dana Hibah apakah mengarahkan pada salah satu kandidat?” tanya kritis Fachrul.

Fachrul Razi mengingatkan bahwa Pilkada wajib dilaksanakan berdasarkan azas pemilu yang luber dan jurdil.

“Pilkada harus dilaksanakan secara berintegritas, baik oleh penyelenggara peserta maupun pemilu,” ujarnya.

Terakhir menurut Fachrul Razi, perluas peran rakyat daerah melalui pendidikan politik kewargaan (Civil Education) yang kritis. Pelaksanaan setiap tahapan pilkada berdasarkan tahapan pilkada berdasarkan Rule of Law dan penegakan hukum yang tegas dan tidak diskriminatif bagi setiap peserta pemilu sehingga ada kepastian dan ketegasan aturan main serta agar Trust (Kepercayaan) Publik dapat dipulihkan dan legitimasi pemerintah dapat diperkuat.

Editor: Akil Rahmatillah

MPP Banda Aceh Layani Pembayaran PBB dengan QRIS

0
MPP Banda Aceh Layani Pembayaran PBB dengan QRIS. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Banda Aceh kini menghadirkan kemudahan baru dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Warga kota dapat melakukan pembayaran PBB dengan menggunakan QRIS dinamis, sebuah terobosan yang diharapkan dapat mempercepat dan menyederhanakan proses transaksi.

Dengan QRIS dinamis, warga hanya perlu memindai kode QR yang tersedia di loket pembayaran. Sistem ini secara otomatis akan menampilkan jumlah yang harus dibayarkan, mengurangi kemungkinan kesalahan input nominal dan mempercepat proses pembayaran. Inovasi ini merupakan hasil kerjasama antara Badan Pengelolaan Keuangan dan Kas Daerah (BPKK), Bank Indonesia (BI), dan Bank Aceh Syariah sebagai Bank Daerah di Aceh.

Langkah ini tidak hanya memudahkan warga, tetapi juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong masyarakat menuju masyarakat tanpa uang tunai (cashless society). Diharapkan, kemudahan ini akan meningkatkan kenyamanan dan kepatuhan warga dalam membayar PBB tepat waktu.

“Kolaborasi pembaharuan pelayanan ini tentunya terjadi karena pelayanan publik tidak mampu berdiri sendiri tanpa disokong oleh keinginan yang kuat dari diri kita masing-masing untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik, agar apa yang menjadi harapan masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik dapat kita wujudkan,” ujar Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banda Aceh.

Untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat dapat dengan mudah mengadopsi metode pembayaran yang baru ini, akan dilakukan sosialisasi melalui video iklan yang menjelaskan cara menggunakan QRIS untuk pembayaran PBB. Petugas di MPP juga siap memberikan bantuan dan penjelasan lebih lanjut kepada warga yang belum familiar dengan QRIS dinamis.

Dengan adanya layanan pembayaran yang lebih modern dan praktis ini, diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi warga Kota Banda Aceh dalam menjalankan kewajiban pembayaran PBB mereka.

Editor: Akil Rahmatillah

Bangun Kolaborasi Pendidikan Aceh, Martunis Kunjungi ARC USK

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, ST., DEA, melakukan kunjungan kerja ke Atsiri Research Centre PUI-PT Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala. (Foto: Harian RA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, ST., DEA, mengadakan kunjungan kerja yang berkesan ke Atsiri Research Centre (ARC) PUI-PT Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala (USK) pada Jumat, 21 Juni 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk menggalang kerjasama dalam pembinaan siswa SMK dan SMA di Aceh.

Ditemani oleh Kabid GTK Muksalmina, serta pejabat dari Dinas Pendidikan Banda Aceh, Aceh Besar, dan Bireuen, Marthunis disambut hangat oleh Rektor USK, Prof. Marwan, dan jajaran pimpinan di Ruang Pertemuan ARC USK.

Dr. Syaifullah, ST., M.Eng, selaku Kepala ARC USK, dalam sambutannya menjelaskan tentang proses penyulingan minyak nilam menjadi parfum di laboratorium ARC dan siap mendukung program magang bagi siswa SMK.

“Kami berkomitmen untuk berkolaborasi dalam meningkatkan keterampilan siswa Aceh,” ujarnya.

Marthunis mengapresiasi inisiatif ARC dan menyatakan pentingnya kerjasama ini untuk mempersiapkan lulusan SMK dengan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan pasar kerja.

“Kami berharap kerjasama ini dapat memberikan dampak positif yang besar bagi pendidikan di Aceh,” kata Marthunis.

Prof. Marwan menambahkan bahwa USK siap mendukung program peningkatan kualitas pendidikan di Aceh, termasuk melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang akan mengirimkan mahasiswa untuk berkontribusi di SMA di Aceh.

Dengan kerjasama yang kuat antara Dinas Pendidikan Aceh, ARC USK, dan USK sendiri, diharapkan bahwa pendidikan di Aceh dapat terus meningkat, mencetak generasi muda yang kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Editor: Akil Rahmatillah