Beranda blog Halaman 1084

Harga Emas di Banda Aceh Naik Tipis Pasca Idul Adha

0
Perhiasan di Toko Emas Italy di sekitaran Pasar Aceh, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Harga emas di Kota Banda Aceh hari ini, Selasa (25/6/2024), tercatat mencapai Rp 3.970.000 per mayam. Harga ini belum termasuk ongkos pembuatan. Terdapat kenaikan sebesar Rp 50.000 dibandingkan dengan harga menjelang Hari Raya Idul Adha yang berkisar di angka Rp 3.920.000 per mayam.

Erwin, seorang pedagang emas di Toko Emas Bina Nusa yang berlokasi di Jl. Tengku Chik Pante Kulu, Kp. Baru, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh, mengonfirmasi kenaikan harga emas ini.

“Hari ini harga emas di tempat kami Rp 3.970.000 per mayam, ada sedikit kenaikan harga,” ujar Erwin kepada Nukilan.id, Selasa (25/6/2024).

Mengenai daya beli emas masyarakat saat ini, Erwin menjelaskan bahwa situasi pasca lebaran sudah kembali normal. Aktivitas jual beli perhiasan emas di tokonya, baik pembelian maupun penjualan kembali, kini stabil.

Menurut Erwin, kenaikan harga emas saat ini dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar rupiah.

“Untuk prediksi harga emas beberapa hari ke depan, saya tidak bisa memberikan dugaan pasti karena harus menyesuaikan dengan pergerakan harga emas dunia,” tambahnya.

Sementara itu, harga emas Antam hari ini berada di angka Rp 1.379.000 per gram. Sebagai informasi tambahan, istilah mayam merupakan satuan takaran khusus untuk emas yang digunakan masyarakat Aceh, di mana 1 mayam setara dengan 3,33 gram.

Dengan kondisi ini, masyarakat yang berencana untuk membeli emas diharapkan untuk terus memantau pergerakan harga dan mempertimbangkan waktu yang tepat untuk berinvestasi. (RTL)

Reporter: Akil Rahmatillah

KONI Pusat Harapkan Semua Arena PON XXI/2024 Aceh-Sumut Rampung Akhir Juli

0
KONI Pusat Harapkan Semua Arena PON XXI/2024 Aceh-Sumut Rampung Akhir Juli. (Foto; ANTARA)

NUKILAN.id | Medan – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, menyatakan harapannya agar seluruh arena yang akan digunakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara bisa rampung pada akhir Juli 2024.

“Sehingga pada Agustus 2024 sudah bisa dilakukan persiapan ajang pada beberapa cabang olahraga,” ujar Marciano Norman usai acara Chef de Mission II di Medan, Senin (24/6/2024).

Marciano menjelaskan bahwa kedua penyelenggara, yakni Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Aceh, terus bekerja keras dalam berbagai persiapan, termasuk penyelesaian seluruh arena yang akan digunakan.

“Provinsi Sumut dan Aceh terus bekerja keras untuk menyelesaikan seluruh persiapan PON 2024 yang hanya tinggal 75 hari lagi,” kata Marciano.

Dalam acara Chef de Mission II, panitia setempat memaparkan kemajuan persiapan dalam menyelenggarakan ajang olahraga terbesar di Indonesia tersebut. Beberapa aspek yang dibahas meliputi transportasi, akomodasi, logistik, arena, kesehatan, dan bidang lainnya yang menunjang persiapan PON 2024.

“Selama tiga hari, para kontingen akan mendengar kesiapan dari panitia setempat, sehingga pada Agustus sudah bisa dilakukan persiapan ajang sejumlah cabang olahraga,” jelas Marciano.

Marciano juga menegaskan bahwa ajang olahraga empat tahunan terbesar di Indonesia ini akan dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Hal tersebut sesuai hasil rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo beberapa pekan lalu.

“PON 2024 dibuka 8 September di Aceh dan ditutup 20 September di Sumut. Seluruh pihak terus bekerja dalam persiapan itu,” ujar Marciano.

Marciano mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya media, untuk menginformasikan perkembangan persiapan PON 2024. Hal ini diharapkan dapat meyakinkan masyarakat akan terselenggaranya ajang nasional tersebut dengan sukses.

“Dengan masukan dari seluruh elemen masyarakat, khususnya teman-teman media, kami akan mempersiapkan sebaik-baiknya,” tutup Marciano.

Ajang PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara ini bukan hanya sekadar pesta olahraga, tetapi juga menjadi ajang pembuktian kesiapan Indonesia dalam menggelar acara berskala nasional. Persiapan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat menjadikan PON kali ini sebagai yang terbaik dalam sejarah penyelenggaraannya.

Dengan semangat dan kerja keras dari semua pihak, masyarakat Indonesia diharapkan dapat menyaksikan ajang olahraga yang tidak hanya kompetitif tetapi juga penuh semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

Editor: Akil Rahmatillah

Wakapolda Aceh Pimpin Upacara Tabur Bunga di Kapal Wisanggeni 8005

0
Di atas Kapal Wisanggeni 8005, Wakapolda Aceh Tabur Bunga Ke laut, 24 Juni 2024, (Foto: Humas Polda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-78, Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Drs. Armia Fahmi, M.H, memimpin upacara tabur bunga di atas Kapal Wisanggeni 8005 yang berlabuh di Pelabuhan Malahayati, Aceh Besar, Senin pagi (24/6/2024).

Upacara dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dan berlangsung khidmat hingga selesai. Brigjen Armia Fahmi bertindak sebagai Inspektur Upacara, dengan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K, menyampaikan tujuan utama dari acara tersebut dalam siaran persnya.

“Upacara tabur bunga ini digelar untuk mengenang dan menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkap Kombes Joko Krisdiyanto.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat utama (PJU), perwira menengah (Pamen), dan bintara Polri, yang bersama-sama mengikuti prosesi tabur bunga ke laut. Momentum ini menjadi simbol penghormatan yang mendalam kepada para pahlawan bangsa.

Dengan latar belakang laut biru dan angin sepoi-sepoi, Kapal Wisanggeni 8005 menjadi saksi bisu dari tekad dan penghormatan Polri terhadap sejarah perjuangan bangsa. “Kami berharap, melalui upacara ini, semangat patriotisme dan penghormatan terhadap jasa pahlawan akan terus hidup di hati setiap anggota Polri dan masyarakat,” tutup Kombes Joko Krisdiyanto.

Hari Bhayangkara ke-78 ini diharapkan menjadi momen refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan dan keamanan demi kemajuan Indonesia.

Grand Launching Aplikasi Pelayanan Perizinan Event Digital, Presiden Jokowi: Langkah Besar untuk Ekonomi Kreatif

0
Forkopimda Aceh Saat Mengikuti Grand Launching Aplikasi Pelayanan Perizinan Event Digital. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayjen TNI Niko Fahrizal, M.Tr. (Han), bersama Kapolda Aceh, Irjen. Pol. Achmad Kartiko, dan Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretaris Daerah Aceh, Iskandar A.P., pada Senin (24/6/2024) menghadiri rapat virtual bersama Presiden Joko Widodo. Rapat tersebut mengangkat tema “Meeting Grand Launching Aplikasi Pelayanan Perizinan Penyelenggaraan Event di Polda Aceh.”

Dalam rapat tersebut, pemerintah memperkenalkan integrasi perizinan penyelenggaraan event secara digital sebagai salah satu prioritas dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“Alhamdulillah, setelah kerja kolaboratif beberapa waktu, layanan digital penyelenggaraan event bisa dirampungkan. Ini bukan sistem baru, bukan aplikasi baru, tapi memadukan sistem yang sudah eksisting, yaitu OSS di Kementerian Investasi dan Presisi di Polri,” ujar Presiden Joko Widodo.

Layanan digital ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Investasi/BKPM, Kementerian PANRB, Polri, dan BUMN. Selama masa uji coba, pemerintah meminta masukan dari pelaku industri event agar layanan digital ini benar-benar berorientasi pada kepuasan pengguna.

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa layanan ini memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi, dengan nilai mencapai triliunan rupiah per tahun menurut data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Kita juga tahu banyak orang Indonesia nonton konser di luar negeri. Kalau izin event semakin mudah, kita tidak hanya bisa mencegah devisa lari ke luar negeri, tapi juga dapat menggaet wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia,” tambahnya.

Acara tersebut diakhiri dengan penekanan tombol sirine oleh Presiden RI bersama hadirin lainnya, menandai dimulainya era baru perizinan event digital sebagai salah satu prioritas dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

Dengan adanya layanan ini, diharapkan sektor industri event di Indonesia dapat berkembang lebih pesat, memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional, serta meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional.

Editor: Akil Rahmatillah

BPBA Gelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana 2024 di Takengon

0
BPBA Gelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana 2024 di Takengon. (Foto: BPBA)

NUKILAN.id | Takengon – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Bencana Tahun 2024 di Parkside Gayo Petro Hotel, Takengon, pada 24 Juni 2024. Rakor ini mengusung tema “Kolaborasi dan Sinergi Pemerintah Aceh dengan Pemerintah Kabupaten/Kota seluruh Aceh Menyukseskan Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2024.”

Acara ini diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari perwakilan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD dari 23 kabupaten/kota, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Banda Aceh, unsur Pengarah BPBA, Forum PRB Aceh, serta staf BPBA.

Rakor yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 24 hingga 26 Juni 2024, ini dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Dr. Ir. Zulkifli. Dalam sambutannya, Zulkifli mengharapkan para peserta dapat meningkatkan kemampuan di tiap desa untuk memperkuat mitigasi bencana sehingga dana desa bisa terserap dengan baik demi penanggulangan bencana.

“Perbanyak lagi MoU dengan akademisi karena ternyata mereka punya banyak dana tetapi tidak memiliki isu yang akan ditangani, khususnya isu penanggulangan bencana. Penguatan penthalix perlu terus digalakkan,” ujar Zulkifli.

Sekretaris BPBA, Ir. Muhammad Syahril, MM, dalam laporannya menyatakan bahwa Rakor ini bertujuan untuk membahas beberapa kendala yang harus dievaluasi terkait penanganan bencana, serta mempererat kolaborasi dan sinergi antara Pemerintah Aceh dengan Kabupaten/Kota se-Aceh demi menyukseskan peringatan bulan PRB yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober mendatang.

“Peringatan bulan pengurangan risiko bencana adalah pertaruhan nama baik Aceh, karena akan menjadi momentum yang tepat untuk mempromosikan Aceh ke seluruh Nusantara,” kata Syahril.

Syahril menjelaskan bahwa peringatan bulan PRB bertujuan untuk membangun kesadaran bersama, membangun dialog, dan mengembangkan jejaring antarpelaku pengurangan risiko bencana. Acara ini juga dapat dijadikan ajang pembelajaran bagi pelaku PRB seluruh Indonesia.

“Maksud dan tujuan Rakor ini adalah memperkuat koordinasi penanggulangan bencana di seluruh kabupaten/kota di Aceh, memberikan pemahaman yang sama tentang arah kebijakan, serta terlaksananya koordinasi yang baik demi menyukseskan peringatan Bulan PRB dan peringatan 20 tahun Tsunami Aceh,” jelas Syahril.

Syahril berharap tidak ada lagi sekat-sekat antara pelaksana BPBD dan BPBA. Ia menekankan pentingnya sinergi dan kekompakan sebelum dan saat pelaksanaan bencana. Dengan diselenggarakannya Rakor ini, diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan integrasi antar BPBD dari 23 kabupaten/kota serta instansi terkait lainnya.

“Mengingat pentingnya tujuan yang ingin dicapai dari Rakor ini, saya berharap kepada seluruh peserta agar dapat mengikutinya secara serius hingga tuntas,” tutup Syahril.

Ia juga berharap dengan adanya Rakor ini, peserta dapat meningkatkan koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Aceh dengan Pemerintah kabupaten/kota seluruh Aceh demi menyukseskan peringatan bulan pengurangan risiko bencana dan peringatan 20 tahun Tsunami Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

MPU Aceh Keluarkan Fatwa Terbaru Terkait HIV/AIDS dan Judi Online

0
Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali. (Foto: MPU Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh kembali membuat gebrakan dengan mengeluarkan dua fatwa terbaru yang menjadi sorotan dalam upaya menjaga keadilan sosial dan moralitas di Aceh. Fatwa pertama menegaskan bahwa pembegalan adalah perbuatan yang haram dan termasuk dosa besar bagi mukallaf, sementara fatwa kedua mengatur prosedur penyembelihan dan penyucian bahan pangan dan non-pangan menurut ketentuan hukum Islam, adat Aceh, dan medis.

Menanggapi tantangan sosial yang kian kompleks di Aceh, seperti meningkatnya kasus HIV/AIDS dan maraknya judi online, Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali, mengungkapkan bahwa lembaganya telah mengambil langkah strategis dengan menerbitkan fatwa yang mengatur kedua masalah ini. Langkah ini sejalan dengan misi MPU Aceh untuk memberikan panduan dan nasihat yang bertumpu pada nilai-nilai Islam demi kemaslahatan umat dan masyarakat Aceh secara keseluruhan.

“Fatwa dan taushiyah yang dikeluarkan oleh MPU Aceh selalu bersifat konstruktif dan tidak terikat pada kepentingan politik atau kelompok tertentu. Semua ini dilakukan untuk kebaikan umat Islam dan masyarakat Aceh pada umumnya,” ujar Tgk. H. Faisal Ali.

Fatwa tersebut juga menambahkan landasan hukum yang kuat dalam penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat, serta meminta dukungan penuh dari berbagai pihak termasuk pemerintah untuk mengimplementasikan fatwa secara efektif dalam upaya menyelesaikan berbagai problematika dengan cara yang sesuai dengan ajaran Islam.

Dengan demikian, MPU Aceh tetap konsisten dalam perannya sebagai lembaga fatwa yang berperan aktif dalam menjaga moralitas dan keadilan sosial di Aceh, serta menjadi salah satu pertimbangan penting bagi kebijakan pemerintah daerah dalam berbagai bidang pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Editor: Akil Rahmatillah

Tingkatkan Keamanan dan Ketertiban Jelang Pilkada, Satuan Polres Abdya Gelar Razia dan Patroli

0
Polres Abdya gelar patroli jelang Pilkada 2024. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Blangpidie – Menyongsong Pilkada yang semakin dekat, Personil Polsek Blangpidie, Polres Aceh Barat Daya, melaksanakan razia dan patroli guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas). Kegiatan ini berlangsung pada Senin (24/06/2024) di wilayah hukum Polres Aceh Barat Daya.

Kapolres Abdya, AKBP Agus Sulistianto, SH, SIK, menyatakan bahwa razia ini bertujuan memastikan terciptanya situasi yang aman dan kondusif serta mengantisipasi pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

“Dengan adanya razia dan patroli ini, kami berharap situasi Kamtibcarlantas yang aman dan tertib dapat terwujud di wilayah hukum Polres Abdya,” ujarnya.

Sebelum melaksanakan kegiatan razia, personil Polsek Blangpidie terlebih dahulu menggelar apel di halaman Polsek Blangpidie. Razia kemudian dilakukan di Jalan Irian, Desa Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, dilanjutkan dengan patroli di area sekitarnya.

Selain menggelar razia, personil Polres Abdya juga memberikan edukasi kepada pengendara mengenai pentingnya tertib berlalu lintas dan mematuhi rambu-rambu serta tata cara berkendara yang aman. Melalui himbauan ini, diharapkan kesadaran masyarakat pengguna jalan meningkat dan angka kecelakaan dapat menurun.

Kegiatan ini merupakan upaya Polres Aceh Barat Daya dalam meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas), sekaligus memberikan sosialisasi kepada para pengguna kendaraan. Dengan demikian, diharapkan masyarakat semakin waspada dan patuh terhadap aturan lalu lintas, sehingga suasana kondusif menjelang Pilkada dapat tercapai.

Editor: Akil Rahmatillah

Pemerintah Aceh Desak Rekanan Pacu Pembangunan Venue PON XXI

0
Kawasan pembangunan arena PON di Pidie, Aceh. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh mengimbau para rekanan untuk mempercepat pengerjaan sejumlah arena Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 yang sedang dibangun. Desakan ini disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Zulkifli, pada Senin (24/6/2024).

“Pemerintah Aceh mengajak semua pihak, termasuk para rekanan, untuk mendukung kesuksesan PON XXI dengan memacu pengerjaan yang sedang dilaksanakan,” ujar Zulkifli saat meninjau lokasi pengerjaan venue cabang olahraga taekwondo di Pidie Convention Center, Kabupaten Pidie.

Zulkifli menegaskan bahwa dukungan dari para rekanan sangat krusial untuk keberhasilan penyelenggaraan PON. Ia mengingatkan bahwa pada Agustus mendatang, sejumlah kementerian dan lembaga terkait akan melakukan kunjungan ke Aceh untuk memantau progres pembangunan venue.

“Oleh karena itu, kami mengimbau agar para rekanan mempercepat pengerjaan agar selesai lebih cepat dari target yang telah ditentukan,” tambah Zulkifli, yang juga menjabat sebagai Plh Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Aceh.

Ia menekankan pentingnya pengujian venue sebelum PON berlangsung. “Sebelum PON berlangsung, seluruh venue akan diuji coba. Untuk itu, kami imbau para rekanan bekerja lebih cepat dengan menambah alat dan jam kerja. Namun, kualitas pengerjaan juga harus tetap diperhatikan,” tegasnya.

Sofyan, salah seorang rekanan pembangunan venue taekwondo di Pidie, menyatakan komitmennya untuk mendukung percepatan pengerjaan.

“Kami siap mendukung kesuksesan PON. Saat ini tim kami telah bekerja dengan sistem shift selama 12 jam per hari,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa berbagai upaya percepatan terus dilakukan, termasuk penambahan jam kerja.

“Kami bekerja dengan sistem aplusan untuk memastikan pengerjaan berjalan optimal,” kata Sofyan.

PON XXI Aceh-Sumut 2024 diharapkan dapat menjadi ajang olahraga nasional yang sukses, dengan dukungan penuh dari semua pihak, termasuk para rekanan yang terlibat dalam pembangunan venue.

Editor: Akil Rahmatillah

11 Anak Punk di Banda Aceh Positif Narkoba, Hasil Razia Satpol PP dan BNN

0
Gedung BNNP Aceh (Foto: BNN.go.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 11 anak punk di Kota Banda Aceh dinyatakan positif mengonsumsi narkoba setelah terjaring razia oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kota Banda Aceh. Hasil ini diketahui dari pemeriksaan urine yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banda Aceh.

Kepala BNN Kota Banda Aceh, Zahrul Bawadi, menyampaikan pada Minggu bahwa razia tersebut berhasil menjaring 20 anak punk. Dari pemeriksaan urine terhadap mereka, ditemukan 11 orang positif menggunakan narkoba.

“Saat ini, mereka yang positif narkoba sedang ditangani lebih lanjut,” ujar Zahrul Bawadi.

Tes urine ini merupakan bagian dari upaya BNN Kota Banda Aceh dalam mendeteksi dini penyalahgunaan narkotika, zat adiktif, dan obat terlarang lainnya.

“Dari 11 orang yang positif tersebut, delapan di antaranya terkonfirmasi menggunakan metamfetamin atau sabu-sabu dan amfetamin. Sementara tiga orang lainnya positif metamfetamin, amfetamin, dan THC atau ganja,” jelas Zahrul.

Setelah hasil tes urine mengonfirmasi penggunaan narkoba, tim rehabilitasi BNN Kota Banda Aceh segera melakukan asesmen awal. BNN juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Banda Aceh untuk penanganan lebih lanjut.

“Untuk langkah selanjutnya, mereka akan ditempatkan di Panti Asuhan UPTD Rumoh Sejahtera Beujroh Meukarya di Ladong, Kabupaten Aceh Besar,” tambah Zahrul Bawadi.

Razia dan tes urine ini diharapkan dapat membantu menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dan anak-anak, khususnya di Kota Banda Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

Paman Bacok Keponakan karena Masalah Harta Warisan

0
Ilustrasi pembunuhan. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Jantho – Kasus pembacokan terjadi di sebuah warung kelontong di Gampong Lamsiteh Cot, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, pada Sabtu (22/6/2024) pukul 21.10 WIB. Pelaku berinisial MF (60) membacok keponakannya sendiri, AA (50), warga Gampong Lamjame Lamkrak, Kecamatan Simpang Tiga, Aceh Besar.

Kapolres Aceh Besar AKBP Dhani Catra Nugraha menjelaskan bahwa insiden ini bermula saat MF yang merupakan paman dari korban, tidak sengaja bertemu dengan AA di warung kelontong milik warga setempat. Dalam pertemuan tersebut, MF menanyakan soal harta warisan kepada AA. Namun, pertanyaan tersebut tidak dihiraukan oleh AA yang justru menendang MF hingga terjatuh.

“Menurut keterangan pelaku, korban malah menendangnya hingga pelaku terjatuh,” ujar AKBP Dhani Catra Nugraha melalui Kapolsek Kuta Malaka, Ipda Islandi.

Tak terima diperlakukan seperti itu, MF yang emosi kemudian mengambil sebilah parang dari jok motornya dan membacok AA di bagian perut. Akibatnya, AA mengalami luka sobek yang cukup parah hingga ususnya keluar.

Korban segera dievakuasi ke RSUD Aceh Besar (Rumah Sakit Satelit Indrapuri) dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) untuk menjalani operasi.

“Korban sudah dioperasi sejak semalam, dan hingga pagi tadi kondisinya masih stabil,” tambah Ipda Islandi.

Setelah melakukan pembacokan, MF melarikan diri ke rumah keponakannya yang lain di Gampong Baroh, Montasik. Di sana, ia menceritakan kronologi kejadian dan berinisiatif menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. MF kemudian diarahkan ke Polsek Kuta Malaka dan diantar langsung oleh keluarganya pada pukul 22.40 WIB.

Ipda Islandi menyatakan bahwa pelaku saat ini sudah dibawa ke Polres Aceh Besar untuk menjalani proses penahanan dan pendalaman lebih lanjut.

“Kami akan terus mendalami kasus ini untuk memastikan semua aspek hukum terpenuhi,” tutupnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa masalah keluarga, terutama yang melibatkan harta warisan, perlu diselesaikan dengan bijak dan melalui jalur hukum yang tepat untuk menghindari terjadinya tindakan kekerasan.

Editor: Akil Rahmatillah