Beranda blog Halaman 1083

Peringati Hari Bhayangkara ke-78, Polres Aceh Tengah Gelar Tes Urine Supir Bus di Takengon

0
Dokpol sedang melakukan pengecekan hasil urine supir angkutam bus di terminal paya ilang Takengon. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Takengon – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-78, Polres Aceh Tengah bersama instansi terkait mengadakan tes urine bagi para supir angkutan bus di Terminal Paya Ilang Takengon pada Selasa (25/6/2024). Langkah ini diambil untuk meningkatkan kesadaran dan keselamatan pengguna jalan serta mencegah penyalahgunaan narkoba di wilayah tersebut.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Dody Indra Eka Putra, melalui Kasat Lantas Polres Aceh Tengah AKP Akhir Harsa, S.Sos., M.H., menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan penumpang angkutan umum dengan mendeteksi dini penggunaan narkoba di kalangan supir.

“Tes urine ini penting dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh penyalahgunaan narkoba oleh supir,” ujar AKP Akhir Harsa.

Lebih lanjut, AKP Akhir Harsa menjelaskan bahwa pemeriksaan urine ini bertujuan untuk memastikan tidak ada sopir yang menggunakan narkoba saat mengemudi, yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

“Dari hasil pengecekan urine, kami tidak menemukan adanya indikasi penggunaan narkoba oleh supir atau petugas loket terminal,” ungkapnya.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan supir angkutan umum yang beroperasi di Terminal Paya Ilang Takengon. Tes urine ini merupakan salah satu bentuk komitmen Polres Aceh Tengah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di bidang lalu lintas.

Dengan adanya tes urine ini, diharapkan dapat meningkatkan keselamatan di jalan raya dan mengurangi angka kecelakaan yang disebabkan oleh pengaruh narkoba. Polres Aceh Tengah berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah preventif demi terciptanya lingkungan yang aman dan tertib.

Editor: Akil Rahmatillah

PB PON Aceh Siapkan 253 Tempat Menginap untuk Atlet dan Official PON Aceh-Sumut 2024

0
Ketua Bidang Akomodasi PB PON Aceh Akmil Husein. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Panitia Besar (PB) PON Aceh telah menyelesaikan persiapan penting untuk menyambut gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024 dengan menyiapkan 253 tempat penginapan yang tersebar di 10 Kabupaten/Kota di Aceh. Penginapan ini akan menampung sekitar 9250 atlet dan official yang telah terdaftar, yang akan berkompetisi dalam berbagai cabang olahraga.

Menurut Ketua Bidang Akomodasi PB PON Aceh, Akmil Husein, persiapan penginapan telah mencapai tahap finalisasi untuk menyambut kedatangan para peserta beberapa bulan mendatang. Tempat penginapan tersebut meliputi berbagai jenis, mulai dari hotel bintang IV dan V, hingga penginapan kelas tiga, tipe melati, Reddoorz atau OYO, guest house, dan properti milik pemerintah.

“Kami telah menerima data resmi dari KONI Pusat yang menyebutkan jumlah sekitar 9250 atlet dan official yang akan menginap selama PON berlangsung di Aceh. Tempat penginapan telah disesuaikan dengan lokasi penyelenggaraan berbagai cabang olahraga, yang tersebar di 10 kabupaten/kota,” kata Akmil Husein.

Selain itu, PB PON Aceh juga mempertimbangkan alokasi rumah penduduk yang akan dijadikan basecamp untuk sekretariat kontingen. Sebelumnya, dilakukan survey untuk memastikan kelayakan penginapan tersebut memenuhi standar yang diperlukan.

“Banda Aceh menjadi salah satu kota yang paling banyak menyediakan tempat penginapan, dengan total 113 tempat menginap yang akan digunakan oleh atlet dan official selama PON,” tambahnya.

Kesiapan PB PON Aceh dalam menyambut PON Aceh-Sumut 2024 tampaknya sudah mencapai tahap akhir, dengan rencana penandatanganan kesepakatan antara PB PON Aceh dan penginapan yang dipilih. Hal ini menunjukkan komitmen serius untuk menyediakan fasilitas yang memadai bagi para peserta PON dan memastikan kelancaran penyelenggaraan acara olahraga nasional tersebut.

Dengan demikian, Aceh semakin siap untuk menjadi tuan rumah yang ramah dan profesional bagi semua peserta PON Aceh-Sumut 2024, yang diharapkan menjadi momen bersejarah dalam dunia olahraga Indonesia.

Editor: Akil Rahmatillah

Kirana Wardojo dan Gregory Roger Wardojo Raih Sukses Gemilang di Kejuaraan Nasional Layar 2024

0
Kirana Wardojo dan Gregory Roger Wardojo Raih Sukses Gemilang di Kejuaraan Nasional Layar 2024. (Foto: Dok. Pengprov Porlasi Aceh)

NUKILAN.id | Jakarta – Prestasi gemilang dari dua atlet Provinsi Aceh, Kirana Wardojo dan Gregory Roger Wardojo, menghiasi Indonesia Open Sailing 2024 yang berlangsung di Indonesia National Sailing Center (INSC) Ancol, Jakarta Utara. Dalam kompetisi yang berlangsung pada 22-23 Juni 2024, keduanya berhasil mengukir sejarah dengan meraih total tiga medali emas.

Medali emas pertama diraih oleh Kirana Wardojo dalam kategori ILCA Women. Dominasi Kirana terlihat jelas saat ia berhasil memuncaki klasemen pada hari kedua perlombaan, mengungguli Fitri Alwiyah dari Kota Bekasi dan Nasywa Selly Pradani dari Purwakarta yang masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga.

Tak hanya itu, Kirana juga menambah koleksi emasnya dengan meraih prestasi gemilang di nomor open, di mana peserta putra-putri ikut berkompetisi. Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan ketangguhan Kirana di lapangan, tetapi juga konsistensinya dalam menghadapi kompetisi yang ketat.

Sementara itu, medali emas ketiga untuk Aceh diraih oleh Gregory Roger Wardojo dalam kategori ILCA Men. Gregory berhasil menunjukkan performa cemerlang dengan menguasai posisi terdepan dalam 8 race yang berlangsung selama dua hari kompetisi. Prestasi ini mengalahkan para pesaing tangguhnya dari Jawa Barat, Sujatmiko dan Samsuardi, yang harus puas berada di posisi kedua dan ketiga.

Atas pencapaian gemilang Kirana dan Gregory, Ketua Umum KONI Aceh, H Kamaruddin Abu Bakar, menyampaikan apresiasinya yang mendalam.

“Alhamdulillah, kita sangat bersyukur melihat Kirana dan Gregory mampu meraih tiga medali emas untuk Aceh. Prestasi ini bukan hanya membanggakan Provinsi Aceh, tetapi juga menjadi modal berharga menghadapi PON pada September 2024 mendatang,” ungkap Abu Razak, sapaan akrabnya.

Keberhasilan ini juga menegaskan kemampuan Kirana dan Gregory yang sebelumnya telah menunjukkan performa terbaik mereka di kejuaraan layar internasional di Tokyo, Jepang, beberapa waktu lalu. Harapan besar pun mengiringi mereka untuk dapat mempertahankan prestasi gemilang ini hingga ke pentas PON mendatang.

Dengan demikian, pencapaian Kirana Wardojo dan Gregory Roger Wardojo tidak hanya membanggakan Aceh, tetapi juga mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu dari yang terbaik dalam dunia olahraga layar Indonesia.

Editor: Akil Rahmatillah

Memudahkan Warga Urus Akta Kelahiran dan Kematian, SiHati Online Banda Aceh Kembali Aktif

0
SiHati Online Banda Aceh Memudahkan Warga Urus Akta Kelahiran dan Kematian. (Foto: Diskominfo BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh, Dra. Emila Sovayana, M.Si, mengumumkan bahwa aplikasi Sistem Informasi Kelahiran dan Kematian (SiHati Online) telah kembali beroperasi setelah menjalani pemeliharaan. Pernyataan tersebut disampaikan Emila pada hari ini, Rabu (tanggal), menyambut baik keberhasilan pemulihan aplikasi yang memungkinkan masyarakat mengurus akta kelahiran dan kematian dengan lebih mudah.

“Dengan senang hati kami umumkan bahwa aplikasi SiHati Online telah aktif kembali untuk memudahkan masyarakat Kota Banda Aceh dalam mengakses layanan kami, baik melalui komputer maupun smartphone,” kata Emila.

Emila menambahkan bahwa warga yang memerlukan layanan ini dapat mengunjungi situs resmi SiHati di https://sihati.bandaacehkota.go.id/. Melalui platform ini, mereka dapat melakukan pengurusan akta kelahiran atau kematian secara online tanpa perlu datang langsung ke kantor.

“Dengan adanya aplikasi SiHati Online, kami berharap dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat serta lembaga yang membutuhkan dokumen pencatatan sipil,” harap Emila.

Dengan pembaruan ini, diharapkan bahwa proses administratif terkait akta kelahiran dan kematian di Kota Banda Aceh akan semakin efisien dan praktis bagi semua pihak yang terlibat. Aplikasi SiHati Online sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pelayanan publik dengan memanfaatkan teknologi informasi secara optimal.

Editor: Akil Rahmatillah

HRD Siap Maju sebagai Bacalon Gubernur Aceh, Baliho Terpasang di Seluruh Daerah

0
Anggota Komisi V DPR RI, H Ruslan M Daud SE MAP. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Bireuen – Anggota Komisi V DPR RI, H Ruslan M Daud SE MAP atau yang akrab disapa HRD, telah mengumumkan niatnya untuk maju sebagai Bakal Calon (Bacalon) Gubernur Aceh periode 2024-2029. Pengumuman tersebut disampaikan oleh HRD saat menghadiri acara Diklat Pemberdayaan Masyarakat di Kampus Institut Agama Islam (IAI) Almuslim, Paya Lipah, Peusangan, Bireuen, Senin (24/6/2024).

“Dengan izin Allah SWT, dukungan masyarakat, dan bantuan yang diberikan, saya bersedia untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh dalam Pilkada tahun ini,” ujar HRD, yang sebelumnya menjabat sebagai Bupati Bireuen periode 2012-2017.

Baliho yang menggambarkan sosok HRD sebagai calon pemimpin Aceh sudah mulai terpasang di berbagai lokasi di seluruh Aceh, termasuk Kota Banda Aceh dan hampir seluruh kabupaten/kota lainnya. Hal ini menandakan semakin kuatnya dukungan dan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat Aceh terhadap kepemimpinan HRD.

Dalam kesempatan tersebut, HRD juga mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk bersatu dalam membangun Aceh ke depan dengan infrastruktur yang merata dan berkeadilan. “Mari kita bersama-sama membangun Aceh yang lebih baik demi kesejahteraan bersama,” tambahnya.

Sebelumnya dikenal sebagai anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), HRD awalnya dikenal sebagai bacalon bupati Bireuen sebelum akhirnya mencuat sebagai salah satu bacalon gubernur Aceh yang menonjol dalam Pilkada Serentak 2024 mendatang.

Dengan demikian, perjalanan politik HRD dari Bupati Bireuen hingga potensinya sebagai calon gubernur Aceh memberikan harapan baru bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Aceh ke depan.

Editor: Akil Rahmatillah

Menguak Dampak Buruk Judi Online: Pengalaman Pahit Mantan Pemain

0
Ilustrasi judi online. (Foto: Media Indonesia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sejumlah penggemar judi online mengalami kerugian finansial yang signifikan, dengan beberapa melaporkan kehilangan ratusan ribu hingga jutaan rupiah per hari akibat kalah dalam permainan slot elektronik yang dimainkan melalui smartphone.

Marlo (bukan nama sebenarnya), seorang mahasiswa asal Aceh Selatan yang sedang menempuh studi di Banda Aceh, berbagi pengalaman pahitnya dalam dunia judi online. Awalnya, ia hanya bermain untuk mengisi waktu luang, namun lama-kelamaan kecanduan menguasainya setelah meraih beberapa kemenangan kecil.

“Awalnya hanya iseng-iseng untuk menghabiskan waktu senggang, lama kelamaan menjadi kecanduan akibat dipicu kemenangan kecil. Hari-hari penuh harapan untuk menang, lalu emosional hingga mengalami kerugian jutaan rupiah setiap hari,” ungkap Marlo kepada Nukilan.id dalam sebuah wawancara eklusif pada Selasa, (25/6/2024).

Kecanduan judi online membuat Marlo terpaksa menggadaikan sepeda motornya demi modal bermain. Namun, harapan untuk memenangkan “gelondongan” slot hanya berujung pada penderitaan yang mendalam.

“Tidak hanya sampai di situ, sepeda motor kesayangan pun ludes terjual dan membuat hutang kian menumpuk,” ujar Marlo dengan nada penyesalan.

Meski terlambat menyadari dampak buruk judi online, Marlo berterima kasih kepada pemerintah yang gencar memberantas praktik ini demi menyelamatkan kehidupan masyarakat. Ia berharap pengalamannya bisa menjadi pelajaran bagi orang lain.

“Percayalah, judi itu membuat kita melarat dan dipaksakan berdusta dengan keluarga. Belum lagi utang yang masih tersisa dan saya dikejar-kejar tagihan,” tuturnya.

Fenomena kerugian akibat kecanduan judi online tidak hanya dialami oleh Marlo. Banyak penggemar slot lainnya juga merasakan dampak serupa. Selain kerugian finansial, mereka juga terancam berurusan dengan penegak hukum jika tertangkap tangan, serta menanggung rasa malu yang besar.

Upaya serius penegak hukum dalam memberantas judi online mulai menunjukkan hasil positif. Tempat-tempat yang diduga sebagai arena judi online mulai sepi. Diharapkan, instruksi ini dapat menjadi acuan untuk meninggalkan kebiasaan bermain slot.

Pemberantasan judi online oleh pemerintah dan aparat penegak hukum diharapkan mampu menyelamatkan banyak orang dari jerat kecanduan dan kerugian finansial. Marlo dan banyak korban lainnya berharap pengalaman mereka menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat luas. (RTL)

Reporter: Akil Rahmatillah

Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di Aceh Kini Bisa Dilakukan Secara Daring dengan Aplikasi Signal

0
Aplikasi Signal. (Foto: Dok. Korlantas Polri)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Warga Aceh kini tak perlu lagi mengantre di kantor Samsat untuk membayar pajak kendaraan bermotor. Pemerintah telah meluncurkan aplikasi Signal, akronim dari Samsat Digital Nasional, yang memungkinkan masyarakat membayar pajak secara daring dari rumah. Dengan aplikasi ini, pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) dapat dilakukan dengan mudah, aman, dan nyaman.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Nukilan.id, aplikasi Signal juga memfasilitasi pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tahunan tanpa perlu kehadiran fisik di kantor Samsat. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi masyarakat yang ingin menghindari antrean panjang dan menghemat waktu.

Untuk menggunakan aplikasi ini, warga Aceh dapat mengunduh Signal di Play Store maupun App Store. Proses pembayaran dilakukan secara non-tunai melalui beberapa pilihan metode, termasuk ATM Bank Aceh, Mobile Banking BSI, aplikasi POSPay, kios bank fintech, LinkAja, dan Alfamidi. Setelah pembayaran berhasil, bukti pelunasan PKB akan diantar langsung ke rumah oleh PT. POS Indonesia.

Berikut tata cara menggunakan aplikasi Signal untuk membayar pajak kendaraan bermotor:

  1. Registrasi
    • Unduh aplikasi Signal di Play Store atau App Store.
    • Masukkan data pribadi seperti NIK, nama, alamat email, nomor ponsel, dan password.
    • Unggah foto e-KTP.
  2. Lengkapi Data Kendaraan STNK
    • Untuk kendaraan milik sendiri:
      • Pilih menu dan tambahkan data kendaraan bermotor.
      • Masukkan Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor (NRKB) dan 5 digit terakhir nomor rangka.
    • Untuk kendaraan milik orang lain:
      • Pilih simbol tambah dan masukkan data kendaraan serta dokumen digital.
      • Masukkan nama pemilik kendaraan, NRKB, 5 digit terakhir nomor rangka, NIK pemilik, dan unggah foto e-KTP.
  3. Pengesahan STNK
    • Pilih NRKB yang terdaftar.
    • Informasi pembayaran PKB dan SWDKLLJ akan muncul beserta jumlah yang harus dibayar.
    • Masukkan alamat pengiriman dan pilih cara pembayaran.
  4. Proses Pengiriman Dokumen
    • Isi data pengiriman dan pilih jasa pengiriman.
    • Konfirmasi data dan lanjutkan ke cara pembayaran.
  5. Cara Pembayaran STNK Online
    • Generate kode bayar dan pilih salah satu bank.
    • Ikuti petunjuk pembayaran hingga selesai.
  6. Penerbitan e-TBPKP
    • Pilih NRKB dan lanjutkan untuk mengunduh e-TBPKP.
  7. Penerbitan e-Pengesahan
    • Pilih NRKB dan lanjutkan untuk mengunduh e-pengesahan.

Dengan kemudahan yang ditawarkan oleh aplikasi Signal, masyarakat Aceh diharapkan dapat lebih disiplin dalam membayar pajak kendaraan mereka. Inovasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan mengoptimalkan pelayanan publik di bidang perpajakan kendaraan bermotor.

Untuk informasi lebih lanjut dan panduan penggunaan aplikasi, masyarakat dapat mengunjungi situs resmi Signal atau menghubungi layanan pelanggan yang tersedia. (RTL)

Reporter: Akil Rahmatillah

Guru Penggerak Dikukuhkan Sebagai Pilar Pendidikan di Banda Aceh

0
Kepala Disdikbud Banda Aceh Buka Kegiatan Lokakarya Orientasi Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 11. (Foto: Diskominfo BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, S.Pd, M.Pd, membuka Lokakarya Orientasi Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 11 dengan penuh semangat di SMA Negeri 10 Fajar Harapan, Banda Aceh.

Dalam sambutannya, Sulaiman menyoroti peran krusial para guru penggerak dalam sistem pendidikan.

“Mereka harus siap berkontribusi di mana pun mereka berada setelah menyelesaikan pendidikan mereka,” ujarnya, menggarisbawahi pentingnya kontribusi guru dalam memajukan dunia pendidikan.

Sulaiman juga menekankan bahwa guru penggerak harus memiliki kemampuan untuk mengambil peran sebagai tongkat estafet dalam pengambilan keputusan, mampu menangani berbagai permasalahan yang muncul dalam sistem pendidikan.

Lebih jauh, sebagai agen perubahan di sekolah, Sulaiman berharap para guru penggerak dapat menjadi motor penggerak perubahan positif dalam proses pembelajaran dan kehidupan sekolah secara menyeluruh.

“Komitmen dan dukungan sangat penting dalam perubahan yang kita harapkan. Dukungan dari kepala sekolah dan pengawas akan sangat menentukan keberhasilan kita,” tambahnya.

Lokakarya ini menandai langkah awal bagi Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 11. Acara ini direncanakan akan berlangsung hingga serangkaian sesi hingga Lokakarya ke-7 atau yang disebut sebagai “panen hasil belajar”. Fasilitasi kegiatan ini dilakukan oleh Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Aceh.

Sulaiman menuturkan bahwa guru penggerak yang efektif adalah mereka yang mampu memberikan dampak besar bagi perkembangan murid-muridnya serta menciptakan perubahan nyata dalam dunia pendidikan.

Di akhir kesempatan, Sulaiman menegaskan pentingnya persiapan guru penggerak dalam menjadi pemimpin yang mampu merumuskan kebijakan, mengimplementasikan perubahan, dan memberikan dampak signifikan bagi dunia pendidikan, terutama di Kota Banda Aceh.

Dengan semangat yang menggebu-gebu, para guru penggerak diharapkan dapat melangkah maju sebagai pilar utama dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik di kota ini.

Editor: Akil Rahmatillah

Peninggalan Sejarah Kerajaan Samudera Pasai: Makam Raja hingga Dirham Emas

0
Bentuk deureuham yang merupakan mata uang emas zaman Kerajaan Samudra Pasai. (Foto: Dok. Pemprov Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kerajaan Samudera Pasai, yang terletak di Aceh, dikenal sebagai kerajaan Islam pertama yang berdiri di Indonesia. Berdasarkan informasi yang dihimpun Nukilan.id, kerajaan ini didirikan oleh Meurah Silu pada tahun 1267 Masehi.

Sebagai kerajaan Islam pertama di Nusantara, Samudera Pasai tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga pusat perkembangan agama Islam. Tidak heran, berbagai peninggalan dari kerajaan ini menjadi sorotan para peneliti dan sejarawan.

Salah satu bukti arkeologis yang menunjukkan keberadaan Kerajaan Samudera Pasai adalah penemuan makam raja-raja di Kampung Geudong, Aceh Utara. Di antaranya terdapat makam Sultan Malik al-Saleh, raja pertama yang memimpin Samudera Pasai. Malik al-Saleh adalah nama Islam dari Meurah Silu setelah ia memeluk agama Islam. Menurut catatan Pemerintah Aceh, Malik al-Saleh tercatat sebagai sultan Islam pertama di Indonesia yang berkuasa sekitar 29 tahun, dari 1297 hingga 1326 Masehi.

Artefak lain yang ditemukan dari masa pemerintahan Samudera Pasai adalah mata uang emas, atau dirham. Menurut artikel ilmiah berjudul “Sejarah Uang Dirham Kesultanan Samudera Pasai: Kontribusi terhadap Peradaban Islam di Indonesia” karya Ahmad Shihabuddin dan Ellya Roza, banyak dirham emas ditemukan di Situs Cot Astana, Aceh Utara, yang diperkirakan berasal dari abad ke-13 hingga abad ke-16. Dirham Pasai umumnya berbentuk kecil, tipis, bulat, dengan diameter sekitar 1 cm. Beratnya berkisar antara 0,50 hingga 0,60 gram dan terbuat dari emas 18 karat.

Salah satu peninggalan terkenal dari Kerajaan Samudera Pasai adalah Lonceng Cakra Donya. Lonceng dengan tinggi 1,25 meter dan diameter 1 meter ini diberikan oleh kekaisaran Tiongkok kepada Sultan Samudera Pasai pada tahun 1414. Menurut artikel ilmiah “Lonceng Cakra Donya Sebagai Simbol Toleransi Budaya Pada Masa Cheng Ho Abad ke-16” oleh Yusrizal, pemberian lonceng ini bertujuan untuk menjalin hubungan persahabatan antara dua kerajaan dari negara yang berbeda.

Warisan sejarah dari Kerajaan Samudera Pasai ini memberikan gambaran betapa pentingnya peran kerajaan ini dalam perkembangan Islam dan perdagangan di Nusantara. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan dan apresiasi kita terhadap sejarah Indonesia. (RTL)

Reporter: Akil Rahmatillah

Aceh Besar Berambisi Jadi Lumbung Pangan Dunia pada 2045

0
Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, dan Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Sultan Iskandar Muda, Kolonel Pnb Hantarno Edi Sasmoyo, melakukan kegiatan tanam padi bersama di Desa Lambeugak. (Foto: Humas Aceh Besar)

NUKILAN.id | Jantho – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar merumuskan tekad yang menggebu-gebu untuk mengangkat statusnya sebagai lumbung pangan global pada tahun 2045. Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, dengan tegas menyampaikan ambisinya ini saat memperingati Hari Krida Pertanian di Jantho, Senin.

Melalui pidato tertulis yang dibacakan oleh Asisten I Setdakab Aceh Besar, Farhan AP, kerja sama lintas sektor dipandang sebagai kunci utama untuk menjaga kelangsungan produksi pangan yang berkelanjutan.

“Kita bersyukur atas keberhasilan Kabupaten Aceh Besar dalam mempertahankan statusnya sebagai lumbung pangan nasional dan kita bertekad lebih luas lagi untuk menjadikan Kabupaten Aceh Besar sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045,” ungkap Farhan.

Komiten kuat juga terlihat dalam upaya pengembangan sektor pertanian, yang dianggap krusial dalam mencapai kemandirian pangan, baik di tingkat nasional maupun internasional ke depannya.

“Dalam upaya mencapai cita-cita besar ini, kami juga mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian, termasuk petani dan penyuluh pertanian yang telah berperan besar dalam menjaga ketahanan pangan,” tambah Farhan.

Kabupaten Aceh Besar, dengan luas lahan mencapai 25.692 hektare, terdiri dari 8.770 hektare sawah tadah hujan dan 16.904 hektare irigasi, menjadi fondasi utama dalam perjalanan ambisius ini.

Keberhasilan yang telah diraih memberikan dampak positif yang signifikan, baik dalam penyerapan tenaga kerja, peningkatan produksi pangan, maupun pengendalian inflasi. Pembangunan sektor pertanian di wilayah ini akan terus menjadi prioritas utama guna mengokohkan cita-cita menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045.

Dengan komitmen yang kuat dan dukungan penuh dari semua pihak terkait, Aceh Besar semakin mantap melangkah menuju tujuannya sebagai penyumbang utama pangan global pada masa depan.

Editor: Akil Rahmatillah