Sunday, July 14, 2024

BPBA Gelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana 2024 di Takengon

NUKILAN.id | Takengon – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Bencana Tahun 2024 di Parkside Gayo Petro Hotel, Takengon, pada 24 Juni 2024. Rakor ini mengusung tema “Kolaborasi dan Sinergi Pemerintah Aceh dengan Pemerintah Kabupaten/Kota seluruh Aceh Menyukseskan Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2024.”

Acara ini diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari perwakilan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD dari 23 kabupaten/kota, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Banda Aceh, unsur Pengarah BPBA, Forum PRB Aceh, serta staf BPBA.

Rakor yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 24 hingga 26 Juni 2024, ini dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Dr. Ir. Zulkifli. Dalam sambutannya, Zulkifli mengharapkan para peserta dapat meningkatkan kemampuan di tiap desa untuk memperkuat mitigasi bencana sehingga dana desa bisa terserap dengan baik demi penanggulangan bencana.

“Perbanyak lagi MoU dengan akademisi karena ternyata mereka punya banyak dana tetapi tidak memiliki isu yang akan ditangani, khususnya isu penanggulangan bencana. Penguatan penthalix perlu terus digalakkan,” ujar Zulkifli.

Sekretaris BPBA, Ir. Muhammad Syahril, MM, dalam laporannya menyatakan bahwa Rakor ini bertujuan untuk membahas beberapa kendala yang harus dievaluasi terkait penanganan bencana, serta mempererat kolaborasi dan sinergi antara Pemerintah Aceh dengan Kabupaten/Kota se-Aceh demi menyukseskan peringatan bulan PRB yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober mendatang.

“Peringatan bulan pengurangan risiko bencana adalah pertaruhan nama baik Aceh, karena akan menjadi momentum yang tepat untuk mempromosikan Aceh ke seluruh Nusantara,” kata Syahril.

Syahril menjelaskan bahwa peringatan bulan PRB bertujuan untuk membangun kesadaran bersama, membangun dialog, dan mengembangkan jejaring antarpelaku pengurangan risiko bencana. Acara ini juga dapat dijadikan ajang pembelajaran bagi pelaku PRB seluruh Indonesia.

“Maksud dan tujuan Rakor ini adalah memperkuat koordinasi penanggulangan bencana di seluruh kabupaten/kota di Aceh, memberikan pemahaman yang sama tentang arah kebijakan, serta terlaksananya koordinasi yang baik demi menyukseskan peringatan Bulan PRB dan peringatan 20 tahun Tsunami Aceh,” jelas Syahril.

Syahril berharap tidak ada lagi sekat-sekat antara pelaksana BPBD dan BPBA. Ia menekankan pentingnya sinergi dan kekompakan sebelum dan saat pelaksanaan bencana. Dengan diselenggarakannya Rakor ini, diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan integrasi antar BPBD dari 23 kabupaten/kota serta instansi terkait lainnya.

“Mengingat pentingnya tujuan yang ingin dicapai dari Rakor ini, saya berharap kepada seluruh peserta agar dapat mengikutinya secara serius hingga tuntas,” tutup Syahril.

Ia juga berharap dengan adanya Rakor ini, peserta dapat meningkatkan koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Aceh dengan Pemerintah kabupaten/kota seluruh Aceh demi menyukseskan peringatan bulan pengurangan risiko bencana dan peringatan 20 tahun Tsunami Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img