Jelang Kenduri Maulid, Pedagang Pasar Al Mahirah Prediksi Harga Sembako Kembali Naik

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pedagang di Pasar Al Mahirah, Lamdingin, Banda Aceh, memprediksi harga sejumlah kebutuhan pokok akan kembali mengalami kenaikan dalam beberapa hari ke depan. Kenaikan diperkirakan terjadi seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang musim kenduri Maulid.

Daus, salah seorang pedagang grosir di Pasar Al Mahirah Lamdingin, mengatakan kenaikan harga menjelang Maulid biasanya terjadi karena permintaan terhadap sejumlah bahan kebutuhan masyarakat meningkat.

“Biasanya menjelang Maulid harga memang cenderung naik. Permintaan masyarakat meningkat, sementara stok barang juga lebih cepat habis. Akibatnya, beberapa barang menjadi lebih sulit didapat dan harganya ikut naik,” kata Daus kepada Nukilan, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi kembali terjadi dalam beberapa hari mendatang. Ia meminta masyarakat mengantisipasi kebutuhan bahan pokok sebelum permintaan meningkat lebih tinggi.

“Beberapa hari lagi sudah masuk musim kenduri Maulid. Biasanya pada saat seperti itu harga akan naik lagi dan stok barang lebih susah didapat,” ujarnya.

Saat ini, sejumlah komoditas di Pasar Al Mahirah sudah mengalami kenaikan. Harga beras kemasan 5 kilogram, 10 kilogram, dan 15 kilogram naik sekitar Rp3.000 hingga Rp5.000.

Harga telur ayam ukuran besar juga meningkat dari sekitar Rp50.000 menjadi Rp52.000-Rp53.000 per papan. Telur ayam ukuran kecil naik menjadi sekitar Rp49.000 per papan dari sebelumnya Rp47.000-Rp48.000. Sementara harga telur bebek kini mencapai Rp3.500 per butir, dari sebelumnya Rp3.000 per butir.

Kenaikan juga terjadi pada tepung Cap Payung yang kini dijual sekitar Rp187.000 per sak, naik dari Rp185.000. Tepung ketan juga naik dari Rp18.000 menjadi Rp20.000 per kilogram. Di sisi lain, harga minyak goreng dan gula masih relatif stabil.

Daus juga mengatakan sebagian kebutuhan minyak goreng untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih diperoleh dari pedagang di pasar tersebut, meski frekuensi pengambilannya kini sudah berkurang.

“Untuk kebutuhan MBG, sebagian masih mengambil barang dari kami, terutama minyak goreng Sunco. Tetapi sekarang sudah lebih jarang dibandingkan sebelumnya,” katanya. []

Reporter: Sammy

spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News