NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Permintaan ayam potong untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut ikut menyebabkan stok ayam di pasar Banda Aceh terbatas pada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW.
Amri, salah seorang pedagang ayam di Pasar Al Mahirah Lamdingin, mengatakan pasokan ayam yang tersedia saat ini tidak sebanding dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat. Selain untuk kebutuhan Maulid, sebagian stok ayam juga diserap untuk kebutuhan MBG.
“Stok ayam untuk Maulid kali ini sangat terbatas. Produksi dari Medan mungkin masih seperti biasa, tetapi kebutuhannya meningkat. Sekarang banyak juga kebutuhan ayam untuk MBG, sehingga stok yang tersedia di pasar semakin terbatas,” kata Amri kepada Nukilan, Sabtu (29/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut turut memengaruhi harga ayam karena pasokan dari Medan terbatas sementara permintaan meningkat. Saat ini, ia menjual ayam potong sekitar Rp65 ribu per ekor.
“Karena stok dari Medan terbatas dan permintaan meningkat, harga ikut naik. Kami sebagai pedagang harus mengikuti harga modal,” ujarnya.
Amri mengatakan penjualan ayam selama momentum Maulid sebenarnya mengalami peningkatan. Dalam sehari, ia kini mampu menjual sekitar 50–60 ekor, dibandingkan sebelumnya sekitar 40–50 ekor.
Namun, peningkatan jumlah penjualan tersebut belum diikuti kenaikan keuntungan karena harga modal juga meningkat.
“Penjualan memang meningkat, tetapi pendapatan kami tidak ikut meningkat karena modal lebih mahal. Harga jual juga tidak bisa dinaikkan terlalu tinggi,” katanya.
Ia menilai kondisi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya permintaan masyarakat untuk kebutuhan Maulid lebih dominan, kini sebagian stok ayam juga terserap untuk memenuhi kebutuhan MBG.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, permintaan Maulid memang lebih banyak tahun lalu. Sekarang kebutuhan ayam untuk MBG juga cukup besar, sehingga banyak stok yang terserap dan barang yang tersedia untuk pedagang menjadi terbatas,” demikian disampaikan Amri. []
Reporter: Sammy




