Bantuan tersebut direalisasikan melalui advokasi Irwansyah kepada Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan fasilitas masjid.
Penyerahan bantuan dilakukan Irwansyah bersama Kepala Dinas Syariat Islam Banda Aceh, Alimsyah, kepada keuchik dan pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Falah. Kegiatan itu turut dihadiri sejumlah jamaah.
Irwansyah menyampaikan, masjid mempunyai kedudukan penting bukan hanya sebagai tempat beribadah, melainkan juga sebagai pusat aktivitas keagamaan dan sarana mempererat persatuan masyarakat. Oleh sebab itu, penguatan fungsi serta kelengkapan fasilitas masjid menjadi salah satu perhatiannya selama menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.
Ia menyebutkan, sepanjang dua tahun terakhir dirinya telah mengadvokasi bantuan bagi delapan masjid di Banda Aceh. Langkah tersebut bertujuan mendukung ketersediaan sarana dan prasarana yang layak untuk menunjang kegiatan ibadah maupun aktivitas sosial masyarakat.
“Kenapa masjid menjadi fokus saya? Karena kita ingin mengembalikan fungsi masjid sebagaimana pada masa Rasulullah,” ujar Irwansyah.
Ia menjelaskan, pada zaman Rasulullah, masjid memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar tempat pelaksanaan ibadah. Masjid juga menjadi pusat kegiatan masyarakat, ruang penyelesaian berbagai persoalan umat, hingga tempat membangun peradaban.
Menurutnya, keberadaan masjid dan meunasah yang makmur dapat berkontribusi terhadap terciptanya kehidupan gampong yang rukun dan harmonis. Kondisi tersebut juga dinilai mampu memperkuat solidaritas masyarakat sekaligus mengurangi potensi konflik dan tindak kriminalitas.
Terkait bantuan untuk Masjid Al Falah, Irwansyah mengungkapkan bahwa dirinya sebelumnya menerima usulan dari keuchik setempat. Aspirasi tersebut disampaikan menyusul kebutuhan warga terhadap perangkat pengeras suara baru agar aktivitas ibadah jamaah dapat berlangsung lebih nyaman.
Menindaklanjuti usulan itu, ia kemudian mengupayakan bantuan melalui Dinas Syariat Islam untuk memenuhi kebutuhan pengeras suara di masjid tersebut.
“Ada satu hal lagi yang menjadi pertimbangan saya, Neusu Jaya ini kampung kedua saya, karena rumah dinas yang sekarang saya tempati berada di gampong ini,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Irwansyah turut mengajak masyarakat dan seluruh unsur gampong untuk berpartisipasi dalam memakmurkan masjid serta meunasah. Ia menegaskan, kemakmuran masjid tidak semata-mata dilihat dari tersedianya fasilitas, tetapi juga dari partisipasi dan keaktifan jamaah dalam mengikuti kegiatan keagamaan.
Berdasarkan pengamatannya selama mengunjungi sejumlah gampong, ia melihat kehidupan masyarakat yang rukun dan memiliki kebersamaan umumnya berjalan seiring dengan aktifnya kegiatan di masjid. Bahkan, di beberapa wilayah, jumlah jamaah yang mengikuti salat Subuh masih tergolong ramai.
“Kalau kampungnya rukun dan kompak, angka kriminalitas cenderung rendah, pasti masjidnya makmur. Ini yang selalu saya temukan saat turun ke kampung-kampung. Jamaahnya ramai, bahkan shalat Subuh pun ramai,” tuturnya.
Ia berharap perangkat pengeras suara yang telah diserahkan dapat digunakan dan dirawat dengan baik oleh pengurus bersama jamaah Masjid Al Falah. Bantuan tersebut juga diharapkan mendukung keberlangsungan fungsi masjid sebagai tempat ibadah, mempererat persatuan, serta menjadi pusat kegiatan sosial masyarakat.





