Monday, 12 October 2026 Banda Aceh 30°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Uncategorized

UTU Tegaskan Komitmen Dukung Pembangunan Aceh Barat pada HUT ke-438 Kota Meulaboh

Rektor UTU, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., menghadiri pembukaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-438 Kota Meulaboh yang berlangsung di lahan eks BRI, depan Lapangan Teuku Umar, Meulaboh, Sabtu (10/10/2026). (Foto: Humas UTU)
Rektor UTU, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., menghadiri pembukaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-438 Kota Meulaboh yang berlangsung di lahan eks BRI, depan Lapangan Teuku Umar, Meulaboh, Sabtu (10/10/2026). (Foto: Humas UTU)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Universitas Teuku Umar (UTU) menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan Kabupaten Aceh Barat melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, khususnya dalam sektor pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Rektor UTU, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., pada pembukaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-438 Kota Meulaboh yang berlangsung di lahan eks BRI, depan Lapangan Teuku Umar, Meulaboh, Sabtu (10/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Rektor UTU turut didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) UTU, Lusi Indrayanti, S.H. Peringatan HUT tahun ini mengangkat tema “Aceh Barat Ta Meusahoe, Ta Puwo Budaya Bangsa” dan secara resmi dibuka oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, S.P., M.M.

Acara pembukaan turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadhiel, S.H., jajaran Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Barat, perwakilan pemerintah provinsi, para bupati dan wali kota se-Aceh, anggota DPRA, perwakilan perusahaan swasta dan BUMN, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, serta ribuan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menyampaikan sejumlah capaian dan agenda prioritas pembangunan daerah. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah masih dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk dinamika global, tekanan fiskal, dan bencana alam.

Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah daerah menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, kalangan akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga media. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan pembangunan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Rektor UTU, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., juga menyampaikan ucapan selamat atas peringatan HUT ke-438 Kota Meulaboh. Ia berharap peringatan tersebut tidak hanya menjadi ajang mengenang perjalanan sejarah kota, tetapi juga menjadi momentum untuk mengevaluasi hasil pembangunan dan menyusun langkah strategis bagi kemajuan daerah, terutama dalam bidang pendidikan.

Menurutnya, pembangunan Aceh Barat perlu ditopang oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui perluasan akses pendidikan, peningkatan kompetensi generasi muda, serta penerapan hasil penelitian untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Universitas Teuku Umar merupakan perguruan tinggi negeri milik masyarakat, khususnya masyarakat Aceh Barat. Karena itu, UTU akan terus mendukung pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Prof. Nyak Amir.

Ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Peran tersebut mencakup penyiapan sumber daya manusia yang kompeten, pelaksanaan penelitian sesuai kebutuhan masyarakat, serta pendampingan kepada masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi dan sosial di wilayah masing-masing.

Prof. Nyak Amir berharap kemitraan antara UTU dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat semakin kuat dan berkelanjutan. Dengan demikian, berbagai program pembangunan daerah dapat didukung oleh pengetahuan akademik, hasil kajian ilmiah, dan kapasitas sumber daya manusia yang dimiliki perguruan tinggi.

Sementara itu, pada penutupan peringatan HUT ke-438 Kota Meulaboh, Minggu (11/10/2026), UTU diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Dr. Mursyidin, M.A. Rangkaian kegiatan peringatan tersebut berlangsung meriah, tertib, dan aman.

Peringatan HUT kali ini turut menampilkan beragam kesenian dan budaya Aceh serta memberikan ruang bagi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejumlah pertunjukan tradisional disuguhkan kepada masyarakat, di antaranya rapai, rapai geleng, saman, sedati, dan berbagai kesenian lainnya.

Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian masyarakat adalah pelaksanaan tradisi minum Kopi Khop secara massal. Kegiatan tersebut diikuti oleh 2.026 orang dan dinilai berpotensi untuk didorong sebagai rekor dunia melalui Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum UTU, Dr. Mursyidin, M.A., mengapresiasi penyelenggaraan peringatan HUT Kota Meulaboh yang memadukan pelestarian budaya dengan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal sekaligus meningkatkan partisipasi pelaku UMKM dalam pembangunan daerah.

“Peringatan HUT Kota Meulaboh ini menjadi momentum untuk merawat warisan budaya sekaligus mengembangkan potensi ekonomi masyarakat. Kami berharap tradisi dan kesenian lokal terus mendapat ruang, sementara pelaku UMKM semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Dr. Mursyidin.

Ia turut berharap pembangunan Kota Meulaboh dan Kabupaten Aceh Barat pada masa mendatang semakin memperhatikan peningkatan mutu pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, serta pengelolaan potensi daerah secara berkelanjutan.

Dr. Mursyidin menegaskan bahwa UTU siap berkontribusi dalam mendukung agenda pembangunan tersebut melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Kontribusi itu diharapkan dapat diwujudkan melalui pengembangan inovasi, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penyediaan rekomendasi berbasis kajian ilmiah untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah.

Peringatan HUT ke-438 Kota Meulaboh menjadi momentum bagi pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat untuk mempererat kolaborasi. Selain merayakan perjalanan sejarah kota, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendorong pembangunan Aceh Barat pada masa mendatang. (xrq)

Update  berita lainnya di Nukilan.id dan Google News