Tuesday, 6 October 2026 Banda Aceh 29°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Pemerintahan

Aceh Tengah Dapat Rp2,6 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Pasar Terdampak Bencana

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah memperoleh Dana Tugas Pembantuan Sarana Perdagangan Pascabencana Tahun Anggaran 2026 senilai Rp2,6 miliar. (Foto: For Nukilan)
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah memperoleh Dana Tugas Pembantuan Sarana Perdagangan Pascabencana Tahun Anggaran 2026 senilai Rp2,6 miliar. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah memperoleh Dana Tugas Pembantuan Sarana Perdagangan Pascabencana Tahun Anggaran 2026 senilai Rp2,6 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk merehabilitasi empat pasar yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Penyerahan dukungan anggaran itu dilakukan dalam Rapat Koordinasi Antarinstansi sekaligus Penyerahan DIPA Dana Tugas Pembantuan Sarana Perdagangan Pascabencana di Arch Hotel Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (5/10/2026).

Bupati Aceh Tengah Haili Yoga turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama 15 kepala daerah dari kabupaten/kota yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Empat pasar di Aceh Tengah yang mendapatkan dukungan rehabilitasi tersebut yakni Pasar Kecamatan Silih Nara, Pasar Terminal Lama, Pasar Kecamatan Linge, serta Pasar Reje Wali Sejahtera di Kecamatan Ketol.

Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik Kementerian Perdagangan RI, Sri Sugy Atmanto, mengatakan dukungan pemerintah pusat pada 2026 diberikan kepada 15 kabupaten/kota untuk menangani 56 unit pasar yang terdampak bencana.

Ia menjelaskan, program rehabilitasi dan rekonstruksi pasar pada 2026 diprioritaskan bagi pasar yang mengalami kerusakan ringan. Pemerintah daerah diminta segera mempersiapkan dan menjalankan kegiatan tersebut agar pasar bisa kembali digunakan oleh pedagang dan masyarakat.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI, Iqbal S. Shofwan, mengatakan Dana Tugas Pembantuan tidak hanya berfungsi sebagai dukungan anggaran, tetapi juga menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memulihkan perekonomian masyarakat yang terdampak bencana.

“Dampaknya bukan hanya fisik, tetapi juga dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama para pedagang yang terdampak bencana,” ujar Iqbal.

Ia juga meminta pemerintah daerah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program dan memastikan seluruh pekerjaan selesai paling lambat 31 Desember 2026.

Menurutnya, pemerintah pusat akan melakukan evaluasi serta mempersiapkan dukungan lanjutan bagi pasar yang mengalami kerusakan sedang hingga berat pada tahap berikutnya.

Bupati Haili Yoga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perdagangan RI, atas dukungan yang diberikan kepada Aceh Tengah.

“Atas nama masyarakat Aceh Tengah, masyarakat Gayo, daerah penghasil kopi terbaik dunia, kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas dukungan ini,” ujarnya.

“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami, khususnya bagi daerah yang terdampak bencana dalam menghidupkan kembali serta mempercepatan pemulihan ekonomi masyarakat,” sambung Bupati Haili.

Haili menegaskan Pemkab Aceh Tengah akan mengawal proses rehabilitasi keempat pasar tersebut agar pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pasar adalah pusat perputaran ekonomi masyarakat. Kita berharap setelah direhabilitasi, aktivitas perdagangan dapat kembali berjalan dan para pedagang dapat segera berusaha dengan lebih baik,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News