Sunday, 1 November 2026 Banda Aceh 27°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Hukum

Sambangi Vihara, Kapolda Aceh Bahas Pengamanan Ibadah hingga Isu Narkoba

Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan saat bersilaturahmi dengan pengurus yayasan dan umat Buddha di Vihara Dharma Bhakti, Banda Aceh, Minggu 1 November 2026. (Foto: Dok. Polda Aceh)
Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan saat bersilaturahmi dengan pengurus yayasan dan umat Buddha di Vihara Dharma Bhakti, Banda Aceh, Minggu 1 November 2026. (Foto: Dok. Polda Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan mengajak pengurus vihara dan umat Buddha ikut berperan dalam menjaga keamanan lingkungan, terutama membantu mencegah peredaran narkoba yang mengancam generasi muda.

Ajakan tersebut disampaikan Ruddi saat bersilaturahmi dengan pengurus yayasan dan umat Buddha di Vihara Dharma Bhakti, Banda Aceh, Minggu (1/11/2026).

Dalam pertemuan itu, Kapolda juga membahas pengamanan kegiatan keagamaan serta pentingnya komunikasi antara kepolisian dan pengurus rumah ibadah untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dengan jumlah personel yang ada, tentu dukungan masyarakat sangat dibutuhkan. Karena itu, kami mengharapkan partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk memberikan informasi apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan masing-masing,” kata Ruddi.

Menurutnya, pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Informasi yang akurat dari warga dinilai penting untuk membantu kepolisian melakukan pencegahan hingga mengungkap jaringan peredaran narkotika.

Selain persoalan narkoba, Ruddi menegaskan Polda Aceh telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk memberikan pengamanan terhadap kegiatan keagamaan di berbagai tempat ibadah, mulai dari masjid, gereja, vihara, hingga tempat ibadah lainnya.

Ia mempersilakan pengurus vihara yang akan menggelar kegiatan keagamaan untuk berkoordinasi dengan kepolisian setempat agar pengamanan dapat dipersiapkan secara optimal.

“Silakan berkoordinasi dengan kepolisian apabila akan melaksanakan kegiatan keagamaan. Kami ingin memastikan umat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ruddi juga menegaskan komitmen Polri untuk memperkuat hubungan dengan seluruh elemen masyarakat melalui komunikasi yang terbuka.

“Tagline kami adalah Polisi Bersama Masyarakat. Artinya, polisi harus selalu dekat dengan masyarakat. Kami ingin Polri dan masyarakat berjalan berdampingan, saling mendukung, sehingga kehadiran polisi benar-benar dapat memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada seluruh masyarakat,” katanya.

Kapolda turut meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan kritik, saran, maupun laporan apabila menemukan dugaan pelanggaran yang dilakukan anggota kepolisian.

“Jika ada anggota kami yang melakukan pelanggaran atau menyalahgunakan kewenangan dalam bertugas, silakan sampaikan kepada kami. Setiap laporan dan informasi akan kami tindak lanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. Kami ingin Polda Aceh terus berbenah dan menjadi institusi yang semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, pengurus Vihara Dharma Bhakti menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Polda Aceh terhadap kehidupan umat Buddha serta kegiatan keagamaan di Banda Aceh.

Mereka menyebut hubungan kerja sama dengan kepolisian selama ini berjalan baik. Salah satunya melalui pelaksanaan vaksinasi massal sebanyak dua kali di lingkungan vihara saat pandemi COVID-19.

Pengurus juga mengapresiasi dukungan pengamanan dari Polda Aceh, Polresta Banda Aceh, hingga Polsek dalam berbagai kegiatan keagamaan, khususnya perayaan hari besar umat Buddha.

Dalam pertemuan tersebut, pengurus turut menjelaskan kegiatan pembinaan generasi muda melalui aktivitas keagamaan dan olahraga untuk membangun karakter serta mengarahkan mereka pada kegiatan positif.

Silaturahmi tersebut dihadiri Iswar selaku pemilik yayasan, Fajar Saputra selaku Ketua Vihara Umat Buddha/MBI, Herma selaku pembina vihara, serta para pengurus dan umat Buddha. Kapolda Aceh turut didampingi Dirintelkam, Dirtahti, Kabidpropam Polda Aceh, dan Kapolresta Banda Aceh.