Sunday, 1 November 2026 Banda Aceh 29°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Daerah

Hutama Karya Ajak Pengguna Tol Trans Sumatera Jaga Kebersihan Rest Area

Rest Area. (Foto: Dok. Hutama Karya)
Rest Area. (Foto: Dok. Hutama Karya)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — PT Hutama Karya (Persero) mengelola 35 rest area yang tersebar di sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Fasilitas tersebut terdiri dari 30 rest area Tipe A dan lima rest area Tipe B.

Pengelolaan puluhan rest area itu menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, terutama dalam menyediakan tempat beristirahat selama perjalanan.

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengatakan kebersihan fasilitas menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kualitas pelayanan kepada pengguna jalan tol.

“Bagi kami, pelayanan yang baik tidak selalu hadir melalui hal-hal besar. Toilet yang bersih, tempat beristirahat yang nyaman, hingga lingkungan yang tertata merupakan bentuk perhatian sederhana yang memiliki arti bagi pengguna jalan,” ujar Iwan dalam keterangan tertulis.

Adapun rest area tersebut tersebar di sejumlah ruas tol, yakni Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka), Indralaya-Prabumulih (Indraprabu), Bengkulu-Taba Penanjung (Bengtaba), Pekanbaru-Dumai (Permai), dan Pekanbaru-Bangkinang.

Selanjutnya, fasilitas serupa juga tersedia di ruas Padang-Sicincin, Binjai-Stabat, Indrapura-Kisaran (Inkis), Sigli-Banda Aceh, serta Betung-Tempino-Jambi (Betejam).

Hutama Karya menyebut perbedaan tipe rest area disesuaikan dengan karakteristik ruas tol, volume lalu lintas, jarak perjalanan, serta ketersediaan fasilitas pendukung.

Meski memiliki kelengkapan berbeda, perusahaan mengklaim seluruh rest area tetap mengutamakan kebersihan dan kenyamanan pengguna jalan. 

Pemeliharaan dilakukan melalui pembersihan berkala, pemantauan kondisi fasilitas, serta koordinasi dengan petugas pengelola.

Selain mengelola puluhan rest area, Hutama Karya juga menghadirkan rest area mini di Jalan Tol Palembang-Indralaya (Palindra).

Fasilitas tersebut tetap disediakan meskipun ruas tol sepanjang sekitar 22 kilometer itu tidak diwajibkan memiliki rest area berdasarkan ketentuan yang berlaku. Rest area mini tersebut dilengkapi toilet, musala, dan sejumlah pilihan jajanan bagi pengguna jalan.

Penyediaan fasilitas itu ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada pengendara beristirahat dan memulihkan kondisi tubuh sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi risiko kecelakaan akibat kelelahan maupun rasa kantuk saat berkendara, sejalan dengan kampanye keselamatan berkendara Selamat Sampai Tujuan (SETUJU).

Untuk memudahkan pengguna jalan menemukan lokasi tempat beristirahat, Hutama Karya juga mengarahkan masyarakat memanfaatkan aplikasi Mozy melalui fitur MoRestArea.

Iwan mengatakan, menjaga kebersihan rest area tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga membutuhkan partisipasi para pengunjung.

Menurutnya, fasilitas seperti toilet, musala, area makan, dan ruang publik memiliki intensitas penggunaan tinggi sehingga membutuhkan perhatian bersama.

“Kami memahami bahwa rest area merupakan fasilitas bersama yang digunakan oleh banyak orang dengan kebutuhan dan kebiasaan yang beragam. Petugas kami terus berupaya menjaga kebersihan secara berkala, namun kenyamanan yang berkelanjutan tentu akan lebih mudah terwujud apabila setiap pengunjung turut mengambil peran,” katanya.

Ia mengimbau pengguna jalan membiasakan diri menyiram toilet setelah digunakan, membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga kebersihan musala dan fasilitas umum lainnya.

Hutama Karya juga meminta masyarakat menyampaikan masukan kepada petugas apabila menemukan fasilitas yang membutuhkan perhatian atau perbaikan.

Melalui pengelolaan fasilitas dan keterlibatan pengguna jalan, perusahaan berharap kualitas pelayanan rest area di sepanjang JTTS dapat terus ditingkatkan sehingga perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman.