Friday, 30 October 2026 Banda Aceh 27°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Daerah

Deputi Gubernur BI Dorong UMKM Aceh Perluas Pasar Lewat Meuseuraya Festival 2026

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ricky P. Gozali dalam kegiatan pembukaan Meuseuraya Festival 2026 di Balai Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Jumat 23 Oktober 2026 malam. (Foto: Nukilan/Rezi)
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ricky P. Gozali dalam kegiatan pembukaan Meuseuraya Festival 2026 di Balai Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Jumat 23 Oktober 2026 malam. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ricky P. Gozali, mendorong penguatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Aceh melalui kolaborasi pemerintah daerah, perbankan, dan berbagai mitra strategis.

Hal tersebut disampaikan Ricky saat membuka Meuseuraya Festival 2026 di Balee Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Jum’at (23/10/2026) malam.

Festival yang berlangsung hingga 25 Oktober 2026 itu merupakan hasil kolaborasi Kantor Perwakilan BI Provinsi Aceh, Pemerintah Aceh, dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh.

Ricky mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan kreativitas pelaku usaha dengan dukungan pemerintah daerah, perbankan, dan mitra lainnya.

“Melalui semangat Meuseuraya, atau gotong royong, kita mempertemukan kreativitas pelaku usaha dengan dukungan Pemerintah Daerah, Perbankan, dan berbagai mitra agar UMKM Aceh semakin maju dan berdaya saing,” kata Ricky kepada Nukilan.

Menurutnya, pengembangan UMKM menjadi salah satu upaya BI dalam memperkuat sektor riil, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Dalam festival tahun ini, sebanyak 150 UMKM dari sektor makanan, minuman, fesyen, dan kerajinan turut ambil bagian untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat.

Selain pameran produk, kegiatan tersebut juga menghadirkan sesi business matching untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan mitra rantai pasok, serta membuka peluang akses pasar dan pembiayaan.

Sementara itu, Pejabat Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, mengapresiasi penyelenggaraan festival yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat perekonomian daerah.

“Sinergi dalam membangun daerah terus dilakukan oleh Pemerintah Aceh melalui penguatan sektor pertanian, pengembangan UMKM, pengendalian inflasi, hingga perekonomian kreatif,” ujar Taufik.

Meuseuraya Festival 2026 mengusung tema “Meukarya Wastra Indatu: Berkarya dan Melestarikan Warisan Budaya Aceh”. Tema tersebut menempatkan wastra sebagai salah satu fokus pengembangan ekonomi kreatif melalui keterlibatan pengrajin, desainer, pelaku usaha, dan generasi muda.

Festival juga menghadirkan peragaan busana wastra dari 12 kabupaten/kota di Aceh, kompetisi Ratoeh Jaroe dan Rapa’i Geleng, serta berbagai kegiatan edukasi dan promosi produk daerah.

BI berharap Meuseuraya Festival dapat terus menjadi ruang kolaborasi untuk memperluas akses pasar UMKM, meningkatkan penggunaan pembayaran digital, sekaligus mendorong pelestarian budaya Aceh.

Reporter: Rezi