NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Tokoh pers Aceh, Nurdin Hasan, menekankan pentingnya peran jurnalis dalam mengawal proses pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Aceh. Menurutnya, pemberitaan tidak seharusnya berhenti ketika masa tanggap darurat berakhir.
Hal itu disampaikan Nurdin dalam diskusi publik bertajuk “Refleksi Setahun Bencana Hidrometeorologi Aceh dan Sumatera” yang diselenggarakan Jurnalis Ekonomi Aceh (JEA) bersama Jaringan Survei Inisiatif (JSI) di Kanto Kupi, Banda Aceh, Jumat (16/10/2026).
Diskusi yang dimoderatori Ahli Pers Adi Warsidi tersebut turut menghadirkan Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian, Direktur Flower Aceh Riswati, dan Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi.
Nurdin menilai jurnalis perlu terus memantau perkembangan pemulihan di wilayah terdampak, termasuk pembangunan rumah dan infrastruktur, penyaluran bantuan, pemulihan ekonomi, serta pemenuhan akses terhadap layanan dasar.
Menurutnya, peliputan berkelanjutan diperlukan untuk menyampaikan kondisi nyata masyarakat kepada publik dan memastikan berbagai persoalan yang belum terselesaikan tetap menjadi perhatian pengambil kebijakan.
Perhatian terhadap bencana, kata dia, perlu dijaga meskipun situasi tanggap darurat telah berlalu dan pemberitaan mengenai bencana tidak lagi mendominasi ruang publik.
Pengawalan media juga penting untuk melihat perkembangan pembangunan kembali fasilitas yang rusak dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak tetap menjadi bagian dari agenda pemulihan.
Sementara itu, Koordinator Jurnalis Ekonomi Aceh, Zulkarnaini Masry, mengatakan diskusi publik tersebut menjadi ruang refleksi menjelang satu tahun bencana hidrometeorologi di Aceh dan Sumatera.
Melalui refleksi tersebut, JEA dan JSI berharap pengawasan terhadap penanganan bencana, pemulihan ekonomi, perlindungan kelompok rentan, dan keterbukaan informasi dapat terus diperkuat.
Dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi, pers diharapkan tetap menjalankan fungsi informasinya dengan mengangkat perkembangan di lapangan, menyampaikan kebutuhan masyarakat, dan mengawal akuntabilitas penanganan bencana secara berkelanjutan. (xrq)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News





