Aceh Tengah Perkuat Regulasi Perlindungan dan Pengawasan Anak

Share

NUKILAN.ID | TAKENGON – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sepakat memperkuat regulasi serta pengawasan terhadap anak didik di daerah tersebut.

Bupati Aceh Tengah Haili Yoga mengatakan perlindungan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah masih adanya anak-anak yang berada di luar rumah hingga larut malam.

“Persoalan perlindungan anak membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Salah satu perhatian yang dibahas adalah masih ditemukannya anak-anak yang berada di luar rumah hingga larut malam,” kata Bupati Aceh Tengah Haili Yoga dalam keterangannya.

Hal tersebut disampaikan Haili Yoga dalam kegiatan ngopi pagi bersama unsur pimpinan daerah di Aceh Tengah. Menurutnya, kondisi tersebut perlu ditangani melalui langkah yang lebih terarah dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, sekolah, pemerintah kecamatan dan kampung, serta orang tua.

“Regulasi harus kita siapkan. Kita bisa membuat imbauan bersama, kemudian diperkuat dengan surat edaran Bupati. Tetapi yang paling penting bukan hanya regulasi, melainkan bagaimana implementasinya di lapangan,” kata Haili Yoga.

Ia menekankan setiap hasil rapat harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret. Untuk itu, Satpol PP diminta melakukan penertiban dan razia secara rutin, terutama pada malam hari di sejumlah lokasi, sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban sekaligus melindungi anak.

Pemerintah kecamatan dan kampung juga diminta menjalankan peran sesuai kewenangannya. Permasalahan yang muncul di tingkat kampung diharapkan dapat lebih dahulu diselesaikan oleh reje bersama masyarakat. Sementara persoalan yang memerlukan penanganan lebih lanjut dapat dikoordinasikan bersama kecamatan, SKPK dan Forkopimda.

Penguatan peran sekolah turut menjadi bagian dari hasil pertemuan tersebut. Mulai Senin, unsur Forkopimda dan SKPK akan dilibatkan sebagai pembina upacara di sekolah-sekolah sekaligus menyampaikan sosialisasi sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Kehadiran pimpinan daerah dan kepala instansi di sekolah diharapkan dapat memperkuat pembinaan terhadap guru dan peserta didik. Selain itu, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memberikan edukasi mengenai disiplin, ketertiban, perlindungan anak dan tanggung jawab sosial.

“Kalau Aceh Tengah berhasil, ini adalah keberhasilan kita bersama. Kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. Semua harus bergerak bersama untuk melayani masyarakat”, tegasnya.

Haili Yoga juga menegaskan bahwa upaya pemerintah harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab orang tua. Perlindungan anak, menurutnya, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi juga membutuhkan pengawasan serta perhatian dari keluarga.

“Regulasi mudah kita siapkan, tetapi komitmen untuk melaksanakannya yang paling penting. Mari kita bekerja bersama dan memastikan apa yang sudah kita sepakati benar-benar dilaksanakan,” pungkasnya. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img

Read more

Local News