NUKILAN.ID | IDI RAYEUK — Kementerian Agama melakukan verifikasi lapangan terhadap masjid dan musala terdampak banjir di Kabupaten Aceh Timur yang diusulkan menerima bantuan pembangunan dan rehabilitasi pascabencana.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Aceh Timur, Saiful Bahri, SPdI, MPd, bersama staf Bimas Islam Kemenag Aceh meninjau langsung tiga masjid di Aceh Timur pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Sebanyak 57 masjid di Aceh Timur dipastikan memperoleh bantuan pembangunan dan rehabilitasi masjid serta musala pascabencana dari Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
Tiga masjid yang ditinjau dalam kegiatan tersebut yakni Masjid Nurul Yaqin Gampong Gurep Blang, Masjid Darul Falah Desa Meunasah Krueng, dan Masjid Sirajul Huda Desa Blang Kuta.
Verifikasi lapangan akan dilanjutkan pada hari berikutnya hingga seluruh masjid penerima bantuan selesai ditinjau.
Saiful Bahri mengatakan peninjauan langsung diperlukan untuk memastikan bantuan yang disalurkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing masjid terdampak bencana.
“Kita ingin memastikan kondisi setiap masjid yang terdampak banjir dapat diketahui secara langsung di lapangan. Dengan begitu, bantuan pembangunan dan rehabilitasi yang diberikan dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang telah ditetapkan,” ujar Saiful Bahri.
Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian Kementerian Agama terhadap keberlangsungan fungsi rumah ibadah yang terdampak bencana. Dengan adanya bantuan tersebut, masyarakat diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas keagamaan dengan nyaman.
Penyaluran bantuan tersebut berkaitan dengan perjanjian kerja sama antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, dengan pengurus masjid sebagai penerima bantuan.
Staf Bimas Islam Kemenag Aceh Timur, M Dahlan, membenarkan bahwa 57 masjid tersebut merupakan bagian dari tahap pertama usulan bantuan pascabencana banjir.
“Data 57 masjid ini merupakan berkas yang masuk pada tahap pertama usulan pascabencana banjir. Karena itu, peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan kondisi dan kebutuhan masing-masing masjid sebelum proses bantuan dilaksanakan,” jelas M. Dahlan.
Verifikasi lapangan dilakukan untuk memperkuat pendataan sekaligus memastikan bantuan pembangunan dan rehabilitasi masjid serta musala pascabencana disalurkan sesuai ketentuan.
Kemenag Aceh Timur akan melanjutkan peninjauan terhadap seluruh masjid penerima bantuan hingga proses verifikasi di setiap lokasi selesai.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News


