NUKILAN.ID | BANDA ACEH – TNI masih melakukan pendalaman internal terkait insiden keributan antara aparat gabungan dan masyarakat di Meunasah Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, yang terjadi pada 4 November 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.
Hal tersebut disampaikan Pangdam Iskandar Muda, Mahesa Fitriadi, dalam konferensi pers di Bandara Sultan Iskandar Muda, Jumat (6/11/2026).
Ia menjelaskan, insiden tersebut bermula ketika tim gabungan bersama TNI memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mengibarkan Bendera Bintang Bulan. Selain itu, terdapat seruan yel-yel Aceh Merdeka yang dinilai belum memiliki aturan yang membolehkan pelaksanaannya.
“Enam personel kami juga mengalami luka-luka dalam insiden di Meunasah Pulo Keunari. Lima orang masih menjalani perawatan sedangkan satu personel sudah diperbolehkan pulang kembali ke rumah,” kata Mahesa.
Mahesa menyampaikan, hingga dua hari setelah kejadian, pihaknya belum dapat memaparkan hasil pendalaman secara keseluruhan karena masih ada sejumlah tahapan yang perlu diselesaikan.
Terkait jumlah personel yang berada di lokasi, ia menyebutkan sebanyak 270 anggota dikerahkan. Namun, tidak seluruh personel tersebut dibekali senjata.
“Tidak ada satupun butir amunisi peluru tajam yang digunakan dalam kejadian tersebut, dan saya yakini dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Menurut Mahesa, penggunaan senjata api oleh personel TNI memiliki mekanisme dan prosedur tersendiri. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pendekatan persuasif dan penyelesaian secara baik tetap menjadi prioritas dalam menghadapi masyarakat.
Di akhir keterangannya, pihak TNI mengajak masyarakat, terutama warga Kecamatan Tiro, untuk tidak mudah terpancing emosi dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban agar situasi tetap damai dan kondusif.
“Pihak TNI turut mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga Kecamatan Tiro, agar tidak terpancing emosi dan bersama-sama menjaga situasi tetap aman, tertib, serta damai. Dan kami menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan media yang turut membantu menenangkan masyarakat, khususnya warga Kecamatan Tiro, agar situasi tetap kondusif,” pungkasnya.
Reporter: Tibrani
Editor: Akil
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News





