Beranda blog Halaman 999

Seberapa Penting Sih Ajak Ngobrol Bayi dalam Kandungan?

0
Jamilatus Sa’diyah atau yang lebih dikenal dengan panggilan Mila, seorang Bidan dan Praktisi Prenatal dan Postnatal Yoga, Pilates dan Hypnobirthing (dok: ss youtube Nikita Willy Official)

Nukilan.id | Banda Aceh – Ketika ibu menjalani kehamilan, bukan hanya peran ibu yang penting dalam menjaga kesehatan bayi dalam kandungan. Peran ayah menjadi salah satu hal yang tidak kalah penting dalam proses tumbuh kembang bayi dalam kandungan. Tidak hanya memerlukan rutin pemeriksaan pada dokter kandungan, bayi dalam kandungan juga memerlukan perhatian ayah sejak dalam kandungan.

Menanggapi hal tersebut, Jamilatus Sa’diyah atau yang lebih dikenal dengan panggilan Mila, seorang Bidan dan Praktisi Prenatal dan Postnatal Yoga, Pilates dan Hypnobirthing mengatakan, meski seorang ayah tidak mengandung, bukan berarti bayi tidak merasakan apa yang ayah rasakan. Ayah tidak punya rahim, tidak bisa mengandung, terus dari mana bayi itu bisa merasakan hangatnya cinta seorang ayah? Ada yang namanya bounding atau ikatan batin, di situ ada sperma, kromosom, DNA, dan gen.

Oleh sebab itu, sebutnya lagi bayi itu bisa merasakan apa yang dirasakan apa yang dirasakan oleh kedua orang tuanya. Memang orang tua perlu menyehatkan bayi dari segi fisik, tetapi emosi mentalnya tetap diperhatikan, seperti kecanduan games atau pornografi nantinya. Padahal, ini bisa dicegah sejak dalam kandungan. Jadi, jangan heran jika generasi-generasi yang hadir ke depannya akan cerdas-cerdas. Namun, bisa saja banyak yang cerdas, tetapi kejahatan, konflik, atau peperangan akan juga merebak di mana-mana.

“Proses pembinaan gampang sekali dilakukan, yaitu memberikan cinta atau kasih sayang sejak dalam kandungan dan itu penting,” ucapnya dalam kanal youtube Nikita Willy Official yang dikutip Nukilan.id, Sabtu (3/8/2024).

Ia juga menyampaikan, cinta itu juga berasal dari ayah, hal yang dilakukan bisa mengajak janin berbicara, artinya seorang ayah bisa berkomunikasi dengan janin. Jadi, si ayah juga tahu teknik-teknik menyamankan, salah satunya menstimulasi hormon endorfin. Hormon endorfin adalah hormon antinyeri atau morfin alami yang sebenarnya ada di tubuh perempuan. Ada dua hormon yang penting dan bisa dibantu oleh ayah, yakni oksitosin dan endorfin.

Oksitosin ini merupakan hormon cinta yang biasanya tinggi di dalam tiga kehidupan diantaranya melahirkan, menyusui, dan berhubungan seksual. Ketiga hal tersebut tugasnya meng-ejection, saat lahiran dia ejection bayi, saat menyusui ejection ASI, bahkan saat berhubungan dia ejection sperma. Jika dilihat dari sirklus berhubungan seksual, apa yang dibutuhkan? Oksitosin ibu bisa dengan cara berpelukan, berciuman, atau berhubungan masih boleh saat kontraksi karena dapat meningkatkan oksitosin.

Jadi, ketika dalam ruang bersalin, taroh handphone-nya dan katakan pada ibu yang melahirkan “I love u and thank u for everything” Ini merupakan oksitosin terbaik. Endorfin juga bisa disimulasikan dengan memijat ketik ibu sedang melahirkan. Intinya,  mengobrol sama bayi sangat diperlukan karena dia bisa mendengarkan dan ikut mendoakan apa yang dikatakan oleh kedua orang tuanya. Jadi, jangan menganggap bayi itu tidak mengerti apa-apa. Ada yang namanya indera pendengaran dan sudah mulai aktif di usia kehamilan 20 minggu. Bahkan, bayi sudah bisa membedakan mana suara mama dan papanya.

“Sebenarnya, hal tersebut juga bisa menstimulasikan kecerdasan, mulai dari bahasa, ikatan batin, dan lainnya, dari jarak jauh sekali pun,” pungkasnya.

Reporter : Auliana Rizky

Aceh Tourism Roadshow Meriahkan Medan dengan Pesona Keindahan dan Budaya Aceh

0
Aceh Tourism Roadshow Meriahkan Medan dengan Pesona Keindahan dan Budaya Aceh. (Foto: Dispora Aceh)

NUKILAN.id | Medan — Aceh Tourism Roadshow resmi dibuka di pelataran parkir Plaza Medan Fair, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Sabtu, 3 Agustus 2024. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan keindahan alam, kekayaan budaya, dan keramahan masyarakat Aceh, yang dikenal sebagai Serambi Makkah, kepada masyarakat Medan dan sekitarnya.

Roadshow ini akan berlangsung hingga Minggu, 4 Agustus 2024, dan menawarkan berbagai kegiatan menarik bagi pengunjung. Di lokasi, terdapat stan yang mempromosikan paket wisata edisi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024, kuliner khas Aceh, serta produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Masyarakat yang berencana berkunjung ke Aceh dapat mengeksplorasi informasi lebih lanjut mengenai destinasi wisata yang dituju.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinasbudpar) Aceh, Almuniza Kamal, melalui Kabid Pemasaran, T. Hendra Faisal, menyatakan, “Kami mengajak seluruh pengunjung Plaza Medan Fair untuk menikmati berbagai kegiatan yang telah kami siapkan, mulai dari Expo UMKM, business matching, pertunjukan seni budaya, hingga promosi paket-paket wisata menarik ke Aceh.” Menurut Hendra, Aceh memiliki potensi pariwisata yang luar biasa berkat kekayaan sejarah, budaya, dan keindahan alamnya.

Masyarakat Sumatera Utara merupakan kategori wisatawan nusantara yang paling banyak berkunjung ke Aceh. Hendra mengundang mereka untuk menikmati berbagai event menarik yang akan digelar selama PON mendatang. “Pemerintah Aceh bersama sejumlah pihak telah menyiapkan 18 event untuk memeriahkan PON pada September. Kami yakin kehadiran Anda semua akan menambah semarak dan keberhasilan pesta olahraga terbesar di negeri ini,” ungkap Hendra.

Dalam kesempatan ini, Hendra juga menekankan pentingnya agen travel dalam memberikan informasi seputar pariwisata Aceh. “Sampaikan kepada pengunjung bahwa Aceh aman dan nyaman untuk dikunjungi,” tambahnya.

Seorang pengunjung, Syahrizal, berbagi pengalaman positifnya ketika berwisata ke Aceh, terutama Kota Sabang. Ia mengungkapkan kecintaannya terhadap kuliner Aceh, “Saya kalau ke Aceh suka makan kuah beulangong, rujak, ngopi, sama makan timpan sarikaya,” ujarnya.

Dengan semangat yang tinggi, Aceh Tourism Roadshow diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi promosi pariwisata Aceh, sekaligus mendukung kesuksesan PON Aceh-Sumut. Acara ini adalah peluang emas untuk melestarikan budaya dan memajukan pariwisata di Aceh.

Kekeringan di Aceh Besar Meluas, 29 Desa Kini Terkena Dampak Krisis Air

0
Pemkab Aceh Besar Salurkan 87 Ton Air Bersih untuk Atasi Krisis di Lhoknga. (Foto: MC Abes)

NUKILAN.id | Aceh Besar – Kekeringan yang melanda Kabupaten Aceh Besar semakin meluas dan berdampak pada ribuan warga.

Wakil Komandan Posko Siaga Darurat Bencana Kekeringan Aceh Besar, Ridwan Jamil, mengatakan awalnya hanya 10 desa yang mengalami krisis air bersih, kini hampir 27 desa di Kecamatan Lhoknga dan 2 desa di Kecamatan Peukan Bada ikut terdampak.

Ridwan mengungkapkan bahwa kekeringan tidak hanya berdampak pada ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, namun juga menyebabkan kekeringan pada sawah dan lahan warga.

“Dampak kekeringan semakin meluas. Jika sebelumnya hanya 10 desa, kini hampir 27 desa mengalami kesulitan air bersih,” ujar Ridwan kepada Nukilan, Sabtu (3/8/2024).

Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah setempat telah melakukan pendistribusian air bersih secara rutin menggunakan 10 hingga 15 mobil tangki air setiap harinya. Pendistribusian ini direncanakan akan terus berlanjut hingga 20 hari ke depan.

“Sejak tanggal 24 Juli lalu, kita telah melakukan pendistribusian air bersih dan akan terus kita lakukan hingga 20 hari ke depan,” tambah Ridwan.

Reporter: Rezi

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Aceh Meningkat pada Juni 2024

0
Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh.(Foto: Shutterstock.R.A Karamullah)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sektor pariwisata Aceh kembali menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat lonjakan pada jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bumi Serambi Mekkah. 

Berdasarkan data BPS terbaru, sebanyak 2.146 wisatawan mancanegara memilih Aceh sebagai destinasi liburan mereka pada bulan Juni 2024. Angka tersebut menunjukkan adanya tren positif dalam perkembangan sektor pariwisata Aceh.

“Pada Bulan Juni 2024 ada 2.146 wisatawan mancanegara mengunjungi Aceh, sedangkan bulan Mei ada 2.070 wisatawan,” kata Kepala BPS Aceh, Dr. Ahmadriswan Nasution dikutip Nukilan dari laman resmi BPS, Sabtu (3/8/2024).

Data BPS Aceh lebih lanjut menunjukkan bahwa wisatawan asal Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisman ke Aceh. 

Sebanyak 1.675 wisatawan asal Negeri Jiran datang berkunjung pada bulan Juni lalu. Posisi kedua ditempati oleh Australia dengan 84 wisatawan, dan disusul Singapura dengan 49 wisatawan.

Lonjakan kunjungan wisman ini juga berdampak positif pada tingkat hunian kamar hotel, terutama hotel berbintang. 

Meskipun mengalami sedikit penurunan dibandingkan bulan sebelumnya, namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, tingkat hunian kamar hotel berbintang di Aceh mengalami peningkatan sebesar 8,10 poin.

Reporter: Rezi

Usman Lamreung Sebut Mualem Harus Pilih Pendamping yang Bisa Tingkatkan Elektabilitas

0
Pengaat Kebijakan Publik, Dr. Usman Lamreung. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Jadwal Penetapan calon gubernur pilkada Aceh 2024 semakin dekat, hingga kini belum ada pasangan Cagub-Cawagub yang di deklarasikan, hal ini menjadi pertanyaan banyak pihak tentang siapa yang akan maju berpasangan pada pilkada nanti.

Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Usman Lamreung, dalam amatannya mengatakan bahwa sejauh ini baru Partai Aceh yang sudah jauh-jauh hari mendeklarasikan Muzakir Manaf (Mualem) sebagai Calon Gubernur Aceh 2024, Sabtu (3/8/2024).

“Sejauh ini baru PA yang berani mendeklarasikan Mualem sebagai Cagub Aceh. Bahkan sudah di dukung oleh Partai Gerindra dan Partai Demokrat,” ujar Usman.

Sejauh ini Partai Aceh dinilai yang paling siap menghadapi Pilkada, dibarengi dengan dibukanya penjaringan Calon Wakil Gubernur Aceh untuk mendampingi Muzakir Manaf yang hingga kini telah melewati proses penyampaian visi dan misi serta uji baca Al-Qur’an yang menyisakan 4 nama.

“Partai Aceh melakukan transformasi internal dengan penjaringan dan seleksi para calon kepala daerah secara konvensi internal. Ini adalah sebuah transformasi dan reformasi Partai Aceh dengan terbuka menjaring kader atau kalangan profesional untuk menjadi calon kepala daerah dan calon wakil gubernur, yang sejauh ini sudah menyisakan 4 nama,” jelasnya.

Empat nama yang sudah melewati tahapan tersebut adalah Kamaruddin Abubakar alias Sekretaris Jenderal Partai Aceh; Abu Razak, Ketua Partai Demokrat Aceh; Muslim SHI MM, Dr. Mufakkir Muhammad, dan Prof Adjunct Dr. Marniati M.Kes.

“Secara politik Mualem harus membangun koalisi yang kuat dengan partai lain, dan sudah dilakukan dengan adanya dukungan Partai Gerindra dan Demokrat. Nah untuk memperkuat koalisi, Mualem harus mengambil salah satu kader partai pendukung sebagai calon Wagub,” lanjut Usman Lamreung.

Dalam hal ini menurut Dr. Usman Lamreung ada dua sosok yang layak mendampingi Mualem dari empat orang yang sudah ditetapkan. Ada nama Sekjen Partai Aceh, Abu Razak dan Ketua Demokrat Aceh, Muslim.

“Abu Razak dari internal Partai Aceh, punya peluang yang sama dengan Muslim Ketua Partai Demokrat Aceh,”

“Namun sisi lemahnya adalah sangat berpengaruh pada koalisi, bisa saja koalisi yang sedang dirintis Mualem akan bubar jika mengambil internal partainya sendiri. Maka selayalaknya Mualem harus memilih pendamping yang mampu memberikan efek elektoral bagi kemenangan,” jelas Usman.

Editor: Akil

Pesona Alam Pantai Pasir Putih Lhok Mee

0
Pantai Pasir Putih Lhok Mee. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Tak jauh dari Pelabuhan Kruen Raya Malahayati, sekitar dua kilometer, terdapat sebuah surga tersembunyi di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, yakni Pantai Lhok Mee. Hanya membutuhkan waktu sekitar 35 menit atau jarak tempuh 40 kilometer dari Kota Banda Aceh, pantai ini menawarkan pesona alam yang memukau dan pengalaman bersantai yang tak terlupakan.

Perjalanan menuju Pantai Lhok Mee dapat dilakukan dengan kendaraan roda dua atau empat. Setibanya di lokasi, pengunjung disambut oleh pemandangan menawan berupa perbukitan cadas dan pepohonan rimbun yang mengelilingi area pantai. Kawasan ini, yang terletak di timur laut Banda Aceh, dikenal dengan julukan Pantai Pasir Putih karena hamparan pasir putihnya yang bersih dan asri.

Salah satu daya tarik utama Pantai Lhok Mee adalah keberadaan pepohonan besar dan kecil yang tumbuh di tepi pantai, bahkan beberapa di antaranya berada di dalam air.

Dewi, salah seorang pengunjung mengatakan bahwa, keberadaan pepohonan ini memang memberikan nuansa yang berbeda dan membuat foto-foto di pantai ini terlihat sangat menarik.

“Saya datang ke sini bersama teman-teman untuk menikmati keindahan pantai dan juga untuk berfoto dengan latar belakang pepohonan yang unik ini,” kata Dewi kepada Nukilan.id, Sabtu (3/8/2024).

Pantai ini juga menyediakan berbagai fasilitas yang membuat pengunjung merasa nyaman. Bagi yang tidak membawa bekal, ada berbagai jenis jajanan makanan dan minuman yang dapat dibeli di sekitar pantai. Selain itu, para pengelola telah menyediakan pondok-pondok kayu yang nyaman bagi pengunjung yang ingin bersantai sambil menikmati pemandangan.

Setelah puas bermain pasir dan mandi di laut, pengunjung tidak perlu khawatir untuk membersihkan diri. Fasilitas untuk mengganti pakaian juga telah disediakan oleh pengelola, memastikan pengalaman berwisata di Pantai Lhok Mee tetap menyenangkan dari awal hingga akhir.

Pantai Lhok Mee menawarkan kombinasi sempurna antara keindahan alam dan kenyamanan berwisata, menjadikannya destinasi yang ideal untuk pelarian sejenak dari rutinitas sehari-hari. Dengan berbagai fasilitas yang tersedia dan keindahan alam yang menawan, tidak heran jika pantai ini menjadi salah satu tujuan favorit bagi warga Banda Aceh dan wisatawan dari luar kota. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

DPRA Gelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Banjir di Aceh

0
Ilustrasi Banjir. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sejumlah anggota DPRA dari daerah pemilihan Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara bersama beberapa SKPA menggelar rapat koordinasi penanggulangan banjir untuk tiga daerah tersebut. Rapat yang berlangsung di Gedung Serbaguna DPRA, Rabu (12/1/2022), dipimpin oleh Wakil Ketua DPRA dari Partai Gerindra, Safaruddin.

Dalam rapat tersebut, Safaruddin didampingi oleh anggota dewan dari daerah pemilihan ketiga daerah tersebut, sementara dari pihak eksekutif hadir Asisten II Setda Aceh, Ir Mawardi, yang didampingi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, Azhari SE, Kepala BPBA Ilyas, Kepala Dinas Sosial, serta perwakilan dari Dinas Pengairan Aceh, Bappeda Aceh, dan lainnya.

Safaruddin mengatakan bahwa rapat koordinasi ini diadakan untuk mengevaluasi penanganan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Aceh melalui SKPA terhadap bencana banjir yang kerap melanda ketiga daerah tersebut setiap tahun, terutama pada musim hujan.

“Bencana banjir di Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara terjadi hampir setiap tahun, dua hingga tiga kali. Apakah Pemerintah Kabupaten/Kota dan Pemerintah Aceh tidak pernah membuat kesepakatan dalam penanganan jangka pendek, menengah, dan panjang? Misalnya, membuat master plan penanganan banjir di wilayah tersebut,” kata Safaruddin.

Ia menambahkan bahwa kepala daerah harus memahami bahwa banjir yang berkepanjangan atau terjadi dua hingga tiga kali setiap tahun dapat meningkatkan jumlah penduduk miskin di daerahnya.

“Jika hal ini disadari, maka daerah tersebut harus bersepakat membuat usulan penanganan banjir kepada pemerintah provinsi dan pusat secara berkelanjutan untuk penanganan permanen. Karena, apapun penanganan pengurangan kemiskinan yang dilakukan, jika masalah dasar seperti banjir tidak ditangani secara masif dan berkelanjutan, angka kemiskinan dan pengangguran di daerah tersebut akan tetap naik. Aceh tetap akan menjadi daerah termiskin di Pulau Sumatera dengan angka di atas 15 persen,” tandasnya.

Asisten II Setda Aceh, Ir Mawardi, menyatakan bahwa penanganan banjir di Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara telah dilakukan oleh daerah masing-masing. Salah satu penanganan di Aceh Utara adalah pembangunan bendungan/waduk Keureuto, yang merupakan proyek strategis nasional (PSN). Namun, proyek ini terhambat oleh lambannya pembebasan tanah.

“Padahal, anggaran untuk pembebasan tanah sudah disediakan oleh pusat. Masalah pembebasan tanah menjadi tugas pemerintah daerah bersama Kanwil BPN dan BPN daerah setempat untuk membantu percepatannya,” ujar Mawardi.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPBA), Azhari, mengatakan bahwa pemerintah kabupaten sebenarnya telah disarankan untuk mengalokasikan dana Bantuan Tidak Terduga (BTT) dalam APBA dan APBK di atas Rp 30 miliar setiap tahun untuk penanganan darurat banjir. Namun, tiga daerah yang sering dilanda banjir hanya mengalokasikan dana BTT dalam APBK sebesar Rp 2-3 miliar.

“Dengan alokasi dana sebesar itu, jika ada banjir besar melanda, tentu tidak akan cukup,” ujar Azhari.

Syahrul Amin, seorang pegiat budaya dan adat Kluet, memberikan pandangannya mengenai upaya penanggulangan banjir ini. Menurutnya, selain pendekatan teknis, penting untuk melibatkan masyarakat setempat dalam upaya mitigasi bencana.

“Banjir bukan hanya masalah teknis, tetapi juga sosial dan budaya. Melibatkan masyarakat dalam penanganan banjir akan meningkatkan kesadaran dan partisipasi mereka. Di Kluet, kami memiliki kearifan lokal yang bisa diintegrasikan dalam upaya mitigasi banjir,” kata Syahrul Amin.

Rapat koordinasi ini diharapkan mampu menghasilkan langkah konkret dan kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi banjir di Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara demi kesejahteraan bersama.

Editor: Akil

Guru Inovatif MAN 1 Banda Aceh Ikuti The 5th International Short Course 2024 di Yogyakarta

0
Guru Inovatif MAN 1 Banda Aceh, Muhammad Putra Aprullah MSi. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Yogyakarta – Muhammad Putra Aprullah MSi, seorang guru ekonomi di MAN 1 Banda Aceh, mendapatkan kesempatan berharga untuk mengikuti The 5th International Short Course (ISC) 2024 yang diadakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara yang berlangsung dari 29 Juli hingga 2 Agustus 2024 ini mengusung tema “The Growth and Challenges of Sharia Investment Products for Sustainable and Inclusive Finance in the Digital Age.”

Dalam ajang internasional ini, Muhammad Putra bergabung dengan 36 peserta lainnya yang berasal dari berbagai negara seperti Indonesia, Filipina, Afghanistan, Bangladesh, Yaman, Pakistan, Somalia, dan Liberia. ISC 2024 bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai prinsip-prinsip investasi syariah, menganalisis faktor pertumbuhan dan peluang yang muncul, serta mengatasi tantangan regulasi dan operasional.

“Pelatihan ini akan menyoroti peran investasi syariah dalam mempromosikan keuangan yang berkelanjutan dan inklusif, mengkaji dampak teknologi digital, dan mengeksplorasi solusi inovatif,” ujar Muhammad Putra yang dikenal aktif mentraining dan mendampingi siswa dalam berbagai kegiatan.

Peserta yang terdiri dari akademisi dan praktisi ekonomi dan keuangan Islam ini terlibat aktif dalam diskusi praktik terbaik melalui studi kasus, serta membayangkan arah masa depan investasi syariah di pasar yang terus berkembang dan lanskap teknologi. Acara ini dibuka oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Phil. Al Makin, M.A.

Materi yang dibahas dalam ISC 2024 meliputi berbagai topik penting, seperti eksistensi sukuk dalam percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), resiliennya perbankan syariah dalam menghadapi krisis keuangan, desain besar integratif untuk keuangan sosial Islam, dan peran pasar modal syariah dalam lanskap keuangan global. Para mentor yang berpengalaman, termasuk Dr. Imran Haider dari Curtin University Australia dan Assoc. Prof. Hakan Aslan dari Sakarya University, turut memberikan wawasan berharga dalam sesi tatap muka langsung.

Selain mengikuti ISC 2024, Muhammad Putra juga berkesempatan mempresentasikan artikel berjudul “The Role of Bank Aceh’s Digital Transformation in Supporting MSMEs Driving Halal Tourism in Aceh Province” dalam The 3rd International Conference on Islamic Economics and Business (IECB) di Sahid Raya Hotel dan Convention Yogyakarta pada 30-31 Juli 2024.

“Kegiatan ini memberikan pengalaman luar biasa bagi saya. Saya berkesempatan berdiskusi tentang ekonomi dan keuangan Islam dalam konteks isu-isu berkelanjutan dengan akademisi dan praktisi hebat dari 10 negara,” kenang Muhammad Putra, yang beberapa tahun lalu juga mendapatkan kesempatan umrah sebagai apresiasi dalam rangka HAB.

Dalam wawancara dengan Syahrul Amin, pegiat budaya dan adat Kluet, beliau mengapresiasi partisipasi Muhammad Putra dalam ajang internasional ini.

“Ini adalah langkah positif yang menunjukkan dedikasi seorang pendidik dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan untuk kemajuan ekonomi syariah di Aceh,” ujar Syahrul.

Selain mengikuti ISC, Muhammad Putra juga terlibat dalam kegiatan seni kolaborasi “Angklung” bersama seluruh peserta ISC 2024 dan tampil dalam pembukaan The 3rd IECB. Ia juga mengunjungi dan mempelajari pengembangan bisnis UMKM sukses di Yogyakarta, seperti Omah Oblong.

Muhammad Putra berharap pengalaman ini dapat memotivasi akademisi dan praktisi ekonomi, keuangan, dan akuntansi untuk terus membangun jejaring pengetahuan dan memperkuat penerapan syariat Islam di Aceh, Serambi Mekkah.

Editor: Akil

KONI Aceh Usulkan Bonus Rp 500 Juta untuk Peraih Emas PON 2024

0
Ketua KONI Aceh, Abu Razak.(Foto: KONI Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh mengusulkan bonus sebesar Rp 500 juta bagi atlet Aceh yang berhasil meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 Aceh-Sumut yang akan berlangsung pada September mendatang.

“Kami dari KONI ada usulan ke Pemerintah kalau boleh bonus untuk emas ditambah-lah, Rp 400-500 juta per keping emas, tapi ini belum ada jawaban dari Pemerintah,” ujar Ketua KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar atau yang akrab disapa Abu Razak kepada awak media di Banda Aceh, Sabtu (3/8/2024).

Abu Razak menjelaskan, berkaca pada PON Papua XX 2021, per satu keping medali emas dihargai Rp 300 juta sebagai bonus.

“Sebelum ada keputusan terkait usulan kami, maka jumlah besaran bonus untuk PON kali ini masih seperti di Papua, yakni Rp 300 juta,” tambahnya.

Selain bonus, Abu Razak mengungkapkan bahwa atlet-atlet Aceh yang meraih prestasi pada ajang PON juga akan diberi kemudahan untuk masuk menjadi anggota Polri, TNI, dan masuk universitas.

“Alhamdulillah kalau atlet-atlet yang mengharumkan nama Aceh, biasanya kami bekerja sama dengan Bapak Kapolri, mereka bisa masuk Polri, juga TNI, dan kuliah, mereka ada kemudahan,” ujar Abu Razak.

Optimisme KONI Aceh

Abu Razak mengaku optimistis atlet-atlet Aceh pada PON 2024 mampu meraih emas di setiap cabang olahraga. Hal itu juga sejalan dengan upaya KONI Aceh dalam membina para atlet dalam beberapa tahun terakhir.

“Insha Allah kita semua cabor mendapat emas, dalam pelatda ini kita juga ada ketua pelatda yang alhamdulillah selalu mengontrol di pelatihannya masing-masing, anak-anak kita dalam semangat,” tutupnya.

Tanggapan Syahrul Amin, Pegiat Budaya dan Adat Kluet

Syahrul Amin, seorang pegiat budaya dan adat Kluet, turut memberikan pandangannya terkait usulan bonus ini. Menurutnya, langkah yang diambil KONI Aceh sudah tepat dan diharapkan dapat memotivasi para atlet untuk lebih berprestasi.

“Usulan bonus ini sangat baik untuk memotivasi atlet. Namun, kita juga harus memastikan bahwa pembinaan atlet dilakukan dengan maksimal, sehingga mereka tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga bisa bersaing di level internasional,” kata Syahrul Amin.

Syahrul juga menekankan pentingnya perhatian terhadap budaya dan adat dalam mendukung perkembangan olahraga di Aceh.

“Budaya dan olahraga memiliki keterkaitan yang erat. Semangat juang yang diajarkan dalam budaya Kluet bisa menjadi inspirasi bagi para atlet untuk meraih prestasi terbaik,” tambahnya.

Dengan usulan bonus dan dukungan penuh dari berbagai pihak, diharapkan atlet-atlet Aceh dapat memberikan yang terbaik pada PON 2024 dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional.

Editor: Akil

Sopir Truk Ditangkap di Aceh Tamiang, Diduga Angkut 7 Ton Minyak Mentah Ilegal

0

NUKILAN.id | Kualasimpang — Seorang sopir truk di Aceh Tamiang, Aceh, berinisial DD (34), ditangkap polisi karena diduga mengangkut tujuh ton minyak mentah ilegal ke Sumatera Utara. Penangkapan ini dilakukan oleh personel Opsnal Satreskrim Polres Aceh Tamiang pada Jumat (2/8) sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Banda Aceh-Medan, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang AKP Rifki Muslim menjelaskan kronologi penangkapan tersebut. “Pelaku kita amankan saat melintas di jalan Banda Aceh-Medan tepatnya di Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang pada Jumat (2/8) sekira pukul 04.00 WIB,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (3/8/2024).

Penangkapan bermula saat polisi mencurigai truk Toyota Dyna yang dikemudikan DD. Truk tersebut diberhentikan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Personel Opsnal Satreskrim Polres Aceh Tamiang memeriksa identitas sopir serta menanyakan barang bawaannya,” lanjut Rifki.

Menurut Rifki, DD mengaku membawa 35 drum minyak mentah dengan tujuan Sumatera Utara. Namun, saat diminta untuk menunjukkan dokumen terkait barang bawaannya, DD tidak dapat mengeluarkan surat-surat yang sah.

“Dia tidak dapat menunjukkan dokumen-dokumen yang sah terkait barang bawaannya,” jelas Rifki.

Polisi kemudian mengamankan truk beserta barang bukti berupa 35 drum minyak mentah yang diperkirakan berisi sekitar 200 liter per drum, atau total sekitar tujuh ton minyak mentah ilegal. DD saat ini diperiksa di Polres Aceh Tamiang dan akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Barang bukti yang kita amankan 35 drum dengan isi sekitar 200 liter per drum atau lebih kurang 7 ton minyak mentah ilegal,” ujar Rifki.

Untuk mendapatkan perspektif budaya dan adat mengenai kejadian ini, Kompas mewawancarai Syahrul Amin, seorang pegiat budaya dan adat Kluet. Menurutnya, tindakan ilegal seperti ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencemarkan nilai-nilai adat dan budaya setempat.

“Minyak mentah ilegal yang dibawa tanpa izin resmi adalah tindakan yang mencederai nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab yang dijunjung tinggi dalam adat Kluet,” ungkap Syahrul.

Ia menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil dan transparan serta kesadaran masyarakat untuk tidak terlibat dalam kegiatan ilegal yang merusak tatanan sosial.

Syahrul berharap penangkapan ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat luas. “Semoga kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk selalu mematuhi hukum dan menjaga integritas dalam segala tindakan,” tutupnya.

Editor: Akil