Beranda blog Halaman 942

Pembangunan Venue Tuntas, Aceh Siap Sukseskan PON XXI

0
Aceh Siap Sukseskan PON XXI. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Jakarta — Penjabat Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, menegaskan kesiapan Provinsi Aceh sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut yang akan digelar pada 9 September mendatang. Hal ini disampaikan Safrizal dalam rapat terbatas yang dipimpin Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, di Jakarta, Jumat (30/8/2024).

“Kami meyakini pelaksanaan PON akan sukses di semua aspek, mulai dari penyelenggaraan, administrasi, ekonomi, hingga prestasi,” kata Safrizal dengan optimisme.

Menurut Safrizal, berbagai persiapan telah mencapai tahap akhir. Stadion Harapan Bangsa di Lhong Raya, Banda Aceh, yang menjadi venue utama dan lokasi pembukaan PON, sudah rampung.

“Hari ini sedang pembangunan struktur panggung untuk seremonial pembukaan. Stadion ini sudah sempurna,” ujarnya.

Tak hanya stadion, Safrizal juga melaporkan bahwa beberapa venue lain seperti arena angkat besi, anggar, dan tenis yang berlokasi di kompleks stadion telah siap digunakan, tinggal pemasangan alat bertanding.

“Secara umum, pembangunan arena-arena pertandingan di Aceh sudah selesai dan siap dipakai,” tambahnya.

Safrizal juga menyebutkan bahwa para atlet dari berbagai provinsi sudah mulai berdatangan ke Aceh. Beberapa cabang olahraga bahkan telah memulai pertandingan lebih awal, menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam PON kali ini. Di Aceh, lokasi pertandingan tersebar di 10 kabupaten/kota, dengan 33 cabang olahraga yang akan dipertandingkan.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menyatakan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan PON XXI.

“Kami telah menginstruksikan seluruh provinsi untuk mendukung anggaran biaya akomodasi bagi atlet dan official daerah peserta,” ujar Tito.

Tito juga menekankan pentingnya kesiapan fasilitas kesehatan di Aceh untuk menangani segala bentuk keadaan darurat selama PON berlangsung.

“Pemerintah Aceh perlu memastikan kesiapan rumah sakit dari tingkat provinsi hingga kabupaten,” kata Tito.

Untuk memastikan kelancaran transportasi, Tito meminta Pemda Aceh berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk menambah intensitas penerbangan ke Aceh sebelum dan selama PON. Langkah ini diharapkan dapat mengakomodasi kedatangan atlet, official, dan pendukung dari seluruh Indonesia.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Safrizal dan Tito optimis bahwa PON XXI di Aceh-Sumut akan berlangsung sukses dan membawa dampak positif bagi perkembangan olahraga nasional serta perekonomian daerah.

PON XXI dijadwalkan akan dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada 9 September mendatang, yang diperkirakan akan menjadi ajang yang meriah dan penuh semangat bagi seluruh peserta.

Eidtor: Akil

Ustad Hanan Attaki : Tidak Boleh Lebih Mencintai Dunia Daripada Akhirat

0
Ustad Hanan Attaki (dok : ss dari instagram @kata_uha)

Nukilan.id | Banda Aceh – Hal yang perlu diterapkan adalah sifat zuhud, yakni diartikan sebagai orang yang mengutamakan akhirat dan tidak terlalu mementingkan urusan dunia. Seseorang yang zuhud bukan berarti harus melepaskan atau menjauhi segala urusan dunia dalam dirinya dan hidupnya, karena pada dasarnya dunia itu mulai dari kita lahir sampai meninggal telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

Diibaratkan oleh para ulama, dunia itu seperti bayangan yang jika berjalan ke mana pun akan selalu mengikuti. Bayangan itulah yang dimaksud dengan rezeki, ajal, dan jodoh yang semuanya telah ditakdirkan dan tidak akan terlepas dari diri kita. Oleh karena itu, tidak semua urusan dunia dapat dilepaskan begitu saja untuk semata-mata mementingkan akhirat. Allah Subhanahu wa ta’ala sudah tentukan semuanya di dunia dan manusia berhak memanfaatkannya untuk segala hal baik.

Hal yang perlu diingat adalah jangan sampai dunia menjadi sebab atau beban yang tidak baik yang mampu memberatkan manusia di akhirat kelak. Hingga akhirnya jika suatu saat dilanda kesulitan, seseorang yang bersifat zuhud akan lebih ikhlas karena merasa bahwa segala hal yang ia hadapi saat di dunia itu ialah datang dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Sedangkan Allah Ta’ala, yang ia yakini, tidak mungkin memberikan suatu ketentuan kecuali yang terbaik bagi hamba-Nya.

Ustad Hanan Attaki mengatakan, dunia dan akhirat memang begitu, mana yang paling berharga? Maka itulah yang lebih banyak menyita energi perasaan kita? Karena dunia terlalu berharga bagi kita dalam hati kegores dikit langsung kena mental. Terus kita gak boleh memikirkan dunia? Boleh, yang jangan itu mencintai dunia. Penyakit yang dilarang sama nabi itu kan hubbud dunya, bukan memiliki dunia. Boleh kita miliki dunia, tapi harus lebih mencintai akhirat daripada dunia.

“Boleh sih mencintai dunia, tapi jangan lebih dari akhirat karena yang dilarang dalam Islam itu lebih mencintai dunia daripada akhirat,”ucapnya di video instagram @kata_uha yang dikutip Nukilan.id, Jumat (30/8/2024).

Namun, jika mencintai dunia tidak lebih dari akhirat tidak apa-apa. Kenapa tidak boleh mencintai dunia lebih dari akhirat? Karena kita akan lebih sakit, sakit sakit kita yang gak tertahan selama ini karena kita itu lebih mencintai dunia daripada akhirat. Kenapa kita lebih mencintai dunia daripada akhirat? Karena value dunia itu gede banget di dalam hati kita dibandingkan value akhirat.

Reporter : Auliana Rizky

Ustad Hanan Attaki : Agar Ujian Sampai Ada di Level Syukur

0
Ustad Hanan Attaki (dok : ss dari instagram @kata_uha)

Nukilan.id | Banda Aceh – Sejatinya Allah Swt. memberikan ujian kepada manusia untuk melihat seberapa besar kemampuan manusia dalam menjalani dan melewati ujian tersebut. Ibarat sebuah ujian di sekolah, di mana guru memberikan lembar soal ujian yang bertujuan agar siswa mampu memecahkan permasalan lalu hasilnya akan dinilai oleh guru tersebut hingga di akhir semester nilai ujian itu akan terpampang dengan peringkat antar siswa saling berbeda satu sama lainnya, tentunya tergantung dari kemampuan siswa mengisi soal ujian tersebut. Sebagaimana ditegaskan Allah Swt. dalam firman-Nya:

“Maha suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. (QS. Al Mulk: 1-2).

Hal itu pun sama dengan ujian hidup, Allah Swt. memberikan ujian kepada manusia untuk mengetahui setiap kemampuan hamba-Nya dalam memecahkan permasalahan hidup, baik masalah harta, anak, keluarga, tempat kerja, ataupun masalah-masalah lainnya. Allah Swt. berfirman:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al Baqarah: 155-157).

Ustad Hanan Attaki mengatakan, pentingnya mensyukuri ujian di masa lalu, bukan sekadar mengenang ujian di masa lalu. Akan tetapi, harus sampai pada level mensyukuri, misal untung aku dulu pernah kayak gini, untung dulu aku diginiin, untuk pernah mendapatkan ini, dan seterusnya. Itu sudah sampai di level syukur. Kenapa di level yang sangat bersyukur?

“Karena aku udah ngerasain value dari perjuangan dan ujian itu hari ini, ternyata apa yang aku alami di masa lalu itu ada harganya,” ucapnya di video instagram @kata_uha yang dikutip Nukilan.id, Jumat (30/8/2024).

Yang setelah 5 tahun, 10 tahun, dan 15 tahun kemudian Allah Swt. ganti dan gantinya itu worth it banget gitu, bahkan lebih dari yang aku bayangkan. Nah, bisa gak kita merenungkan hal ini bahwa value dari ujian itu memang benar-benar ada, real banget, masalah waktu aja kapan Allah Swt. berikan. Kita gak bisa mendikte waktulah karena itu Allah Swt. yang menentukan. Akan tetapi, bahwa itu ada benar ada banget, tinggal kita sabarin, sampai kapan ustad? Makin lama kita sabarin, value-nya makin naik.

Reporter : Auliana Rizky

Tim Riset Rumpon Ijuk Gelar FGD Pengelolaan Rumpon Berbasis Adat di Aceh Barat

0
Tim Riset Rumpon Ijuk Gelar FGD Pengelolaan Rumpon Berbasis Adat di Aceh Barat. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Meulaboh – Tim peneliti Ru-Juk (rumpon ijuk) yang diinisiasi oleh Bank Indonesia, Universitas Teuku Umar (UTU), IPB University, Unimal dan Pemkab Aceh Barat melaksanakan FGD pengelolaan rumpon secara komunal berbasis adat laot. Kegiatan dilaksanakan melibatkan Panglima Laot Lhok Meureubo, Lhok Padang Seurahet, Lhok Bubon dan Lhok Suak Seumaseh serta kelompok usaha Bersama (KUB) bidang penangkapan ikan.

Kegiatan yang dipimpin oleh UTU melalui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) ini dilaksanakan secara berkesinambungan yang dimulai dari Lhok Meureubo pada tanggal 23 Agustus 2024 di Kantor Geuchik Ujong Drien dan kemudian hari ini tanggal 30 Agustus 2024 dilakukan di Aula Teuku Umar, Kantor Bupati Aceh Barat.

FGD ini menghadirkan Dr. Muhammad Rizal (Akademisi FPIK UTU) dan Dr. Mursyidin (Akademisi Unimal) sebagai narasumber. Ketua program Ru-Juk, Hafinuddin, M. Sc menyampaikan ini merupakan langkah awal dari upaya penanggulangan inflasi non-inti yang disebabkan oleh komoditas perikanan seperti ikan tongkol, kembung dan dencis.

Hafinuddin menambahkan pengelolaan ini sangat penting dilaksanakan, karena selama ini sangat banyak tantangan yang dihadapi oleh nelayan yang menggunakan rumpon, seperti adanya aktivitas destructive fishing atau alat penangkapan ikan menggunakan trawl, konflik horizontal nelayan hingga rumpon yang terputus karena jangkar kapal.

Luaran dari kegiatan ini adalah terdapat kesepakatan antara nelayan dengan tim Ru-Juk dalam pelaksanaan program ini. Kemudian lahirnya Qanun Pengelolaan Rumpon yang nantinya akan disahkan oleh Lembaga Adat Laot, dan diterapkan oleh nelayan di masing-masing wilayah perairan laut lhok.

Selain itu, nelayan yang terasosiasi dalam KUB juga akan melahirkan SOP dalam mengelola rumpon, sehingga dapat berkelanjutan dan berdampak kepada peningkatan hasil produksi penangkapan ikan serta pendapatan untuk nelayan kecil.

Reporter: Aduwina Pakeh

UTU Dukung Pemerintah Tingkatkan Literasi dan Numerasi di Daerah

0
UTU Dukung Pemerintah Tingkatkan Literasi dan Numerasi di Daerah. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Meulaboh – Universitas Teuku Umar secara resmi menjadi mitra pembangunan Kemdikbud Ristek dalam program pemulihan pembelajaran melalui penguatan literasi dan numerasi. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Dr. Ir. M. Aman Yaman, M.Agric.Sc menyerahkan surat dukungan kepada Dirjen Pauddikdasmen, Kemdikbud Ristek, Iwan Syahril, Ph.D dalam acara Penandatangan Perjanjian Kerja Sama Mitra Pembangunan di Jakarta.

Iwan Syahril mengatakan sejak pandemi Covid-19 terjadi learning-loss dimana banyak anak sekolah tidak belajar. Hal ini tampak dari rendahnya capaian kompetensi dasar literasi dan numerasi. Pemerintah telah melakukan intervensi dalam 3 tahun terakhir, tetapi jangkauannya belum maksimal. Masih terdapat ribuan sekolah dengan literasi dan numerasi rendah belum mendapat intervensi dari pemerintah. Wakil Rektor I UTU menyatakan, sesuai dengan mandat Pak Rektor, kita akan membantu intervensi di sekolah sasaran yang ada di Kabupaten Aceh Barat.

Dalam acara tersebut, terdapat empat perguruan tinggi lain yang ikut menyerahkan surat dukungan, yaitu: Universitas Cokroaminoto Palopo, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Syiah Kuala, dan Universitas Muhammadiyah Metro Lampung. Dari pihak swasta juga hadir Tanoto Foundation, Provisi Indonesia, Mitra Visi Indonesia, Teman Satu Sekolah, dan Litara Foundation.

Kemendikbud Ristek melalui kebijakan Merdeka Belajat telah merancang program strategis untuk mengatasi learning loss dan memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan hak mereka untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.

Kemendikbud Ristek mengucapkan terima kasih kepada para mitra pembangunan yang telah bersedia mendukung Program Pemulihan Pembelajaran melalui Penguatan Literasi dan Numerasi sejak awal peluncuran program tersebut hingga saat ini.

“Mari kita aktifkan tagar bergotong royong untuk meningkatkan literasi dan numerasi Indonesia, sehingga menyiapkan generasi emas menghadapi tantangan yang lebih besar ke depannya”, ucap Iwan Syahril.

Reporter: Aduwina Pakeh

Keseruan Bola TNI VS Polri Sinergitas Sukseskan Pilkada di Wilayah Korem Lilawangsa

0
Keseruan Bola TNI VS Polri Sinergitas Sukseskan Pilkada di Wilayah Korem Lilawangsa. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Keseruan pertandingan sepakbola TNI Korem 011/Lilawangsa berhadapan Polri Lhokseumawe di Stadion PT Perta Arun Gas, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Jumat (30/08/2024).

“Pertandingan persahabat ini meningkatkan sinergitas TNI-Polri, khususnya di Wilayah Korem 011/Lilawangsa dalam rangka mensukseskan pilkada serentak 2024 kedepan,” kata Danrem.

Dalam pertandingan itu, Tim anak asuh Kapolres Lhokseumawe mendahului mencetak gol dari tendangan keras Bripka Qafrawi berhasil membobol gawang kiper Korem 011/Lilawangsa.

Peluang kembali didapat dari polres, tendangan keras dari Bripka Qafrawi gol tercipta untuk kedua kalinya  mengoyak gawang kiper Korem Lilawangsa, menjadi skor 2-0.

Kekalahan membuat gerah hingga pergantian pemain, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran dan Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Kav Mahyar pun turut memperkuat tim gabungan Korem-Kodim yang ketinggalan skor 2-0.

Dalam laga itu, tim Korem Lilawangsa terus melakukan serangan menggerpak sayap dari sisi kiri kanan mengejar ketinggalan sebelum jeda, namun tendangan Danrem penyemangat prajuritnya, bola tembakannya mampu ditepis kiper Polres Lhokseumawe.

Tim PS TNI memang lebih banyak mengancam ketimbang Tim Polres Lhokseumawe sepanjang babak petama. Tapi masih 1 gol tercipta oleh Kasiops Korem Mayor Inf Doni dari luar kotak penalti, skor berubah 2-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Berulang kali pergantian pemain dilakukan kedua tim di awal babak kedua. Peluang dari bola sepakan Dandim Aceh Utara di menit ke 50 namun bisa ditepis kiper tim Polres Lhokseumawe.

Pertandingan semangkin panas, Tim PS TNI akhirnya menambah gol dengan tendangan keras Dandim tak mampu ditahan kiper polres Lhokseumawe di menit tarakhir, skor berubah menjadi 2-2 hingga wasit meniup pluit panjang babak kedua.

Diakhir persahabatan itu, kedua tim melakukan salam kompak Sinergitas TNI-Polri dan foto bersama.

Editor: Akil

dr. Tan Ahli Gizi Sebut Bayi Tidak Perlu Mpasi Gula dan Garam Di Dalamnya

0
Dr. dr. Tan Shot Yen, M. Hum. adalah seorang dokter lulusan FK Universitas Tarumanagara, seorang Ahli Gizi Masyarakat (dok : kompas.com)

Nukilan.id | Banda Aceh – Tanah air kita adalah tanah air yang kaya. Tidak ada satu orang pun yang menyebutkan bahwa Indonesia tidak ada satu pun, bahkan tumbuh makanan yang bergizi. Makanan gizi itu mempunyai syarat diantaranya, pertama makanan itu harus sehat. Yang namanya makanan sehat itu adalah semakin minim proses. Semakin dekat dengan bentuknya yang di alam. Kedua, makanan yang mengandung kandungan yang dibutuhkan oleh tubuh.

Menanggapi soal gizi, Dr. dr. Tan Shot Yen, M. Hum. adalah seorang dokter lulusan FK Universitas Tarumanagara, seorang Ahli Gizi Masyarakat mengatakan, orang menjadi sakit, bergizi, atau kekurangan gizi pastinya makan yang dia doyan, tetapi badannya tidak butuh. Namun, kita membutuhkan makronutrien. Makronutrien ada tiga, yakni karbo, protein, dan lemak. Makanya, orang yang diet dan menghilangkan salah satu dari ini, dietnya sudah pasti rusak atau kacau.

Namun, bukan makronutrien saja, kita juga membutuhkan mikronutrien. Mikronutrien itu ada vitaminnya, mineralnya, dan antioksidannya. Nah, dapatnya dari mana? Dari makanan utuh, seperti mangga bukan cuma Tuhan berikan dan bukan hanya mengandung vitamin C. Di dalam mangga itu ada gulanya, fruktosa, dan antioksidannya. Jadi, bisa dikatakan mangga itu jauh lebih bernutrisi dibandingkan dengan saos mangga atau mangga yang sudah dikeringkan.

Jadi, ultraproses sebenarnya sangat bahaya untuk tubuh. Ultraproses itu semakin jauh dari bentuk aslinya dan ada imbuhan-imbuhan. Jadi, bukan hanya sekadar pengawet dan pewarna, misalnya bubuk warnanya ungu, malah dibilang dari ubi ungu. Di era sekarang pun, kita masih tetap bisa mempertahankan makanan yang masih utuh. Kok bisa sih negara yang kaya akan alam seperti kita kok rakyatnya menjadi pengabdi makanan kemasan? Itu ironi ya.

“Bisa buat makanan kemasan, namun diekspor ke luar yang di mana tempat tersebut susah untuk mendapatkan makanan yang masih utuh,” ucapnya dalam kanal youtube Nikita Willy Official yang dikutip Nukilan.id, Jumat (30/8/2024).

Prinsipnya cuma satu, MPASI kita sudah punya pedoman pemerintah pedoman nasional, bukan pedoman medsos. Tolong diingat bahwa makanan pendamping ASI tidak sama dengan pendamping ASI. Tiga keberhasilan itu diantaranya adalah tentang makanan, anak, dan cara pemberian makanannya. Jika salah satu diantaranya bubar, WHO sendiri merekomendasikan responsif feeding. Responsif feeding adalah bagaimana orang tua merespons terhadap sinyal lapar dan kenyangnya anak.

Perkara makanan instan bagi bayi-bayi yang baru memulai makanan pendamping ASI, itu banyak sekali polemik. Makanan instan itu banyak sekali kastanya, banyak sekali variasinya. Jadi, kalau Anda ingin memilih yang begitu, Anda juga harus paham yang disebut dengan label iklan dan pangannya karena justru yang rasa seperti itu yang Anda pikirin. Karena MPASI itu terukur, menurut poster Kemenkes, kalau hendak membubuhkan garam itu cuma 0,1/gram.

” Jika tidak bisa ditimbang ya better not, maka WHO mengatakan, 1 s.d. dua tahun anak, sebaiknya gak usah, no added salt and no added sugar,” pungkasnya.

Reporter : Auliana Rizky

Kepsek Mosa Jamaluddin Sebut Pendidikan Milik Bersama, Bukan Kementrian Saja

0
Kepsek SMA Negeri Modal Bangsa (MOSA) Aceh, Jamaluddin (dok : foto untuk Nukilan.id)

Nukilan.id | Banda Aceh – Pendidikan atau edukasi adalah usaha dasar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak, ilmu hidup, pengetahuan umum serta keterampilan yang diperlukan dirinya untuk masyarakat berlandaskan Undang-Undang.

Meski pendidikan tetap berjalan, ternyata masih banyak kasus kekerasan seksual di mana-mana termasuk Aceh. Banyak remaja yang terjerat kasus narkoba, pendidikan tidak diteruskan, padahal pendidikan itu yang akan membawanya pada kebahagiaan dan kebaikan. Di beberapa desa jangankan tamat SMA, tamat SMP dan SD saja bisa dihitung menggunakan jari. Aceh Utara juga banyak yang berhenti melanjutkan sekolahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepsek SMA Negeri Modal Bangsa (MOSA) Aceh, Jamaluddin mengatakan, prinsipnya adalah yang namanya pendidikan itu proses keberlanjutan. Jadi, apapun yang melatarbelakangi keadaan itu akan terus berjalan. Memang hasil survei lingkungan belajar membutuhkan pilar-pilar penting di dalamnya. Namun, kekerasan seksual saat ini juga melonjak dan ini survei, bukan data main-main saja.

“Bullying juga masih meningkat terutama di SMP, jadi ini sudah semakin mengental,” ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id, Jumat (30/8/2024).

Ia berharap, pendidikan khususnya di Aceh semakin membaik, ini bicara soal kondisi masyarakatnya, bukan ranah pemerintah saja. Mau dihapus sekalian juga tidak mungkin, tetapi benar-benar dijadikan bahan evaluasi bersama. Artinya ini masalah krusial yang harus diselesaikan sehingga substansi pendidikan itu penting. Sejauh mana kita bisa tindaklanjuti untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, terus baik kepada lembaga sekolah, masyarakat, dan juga pemerintah ini tentu harus sama-sama bergerak untuk melakukan tindaklanjut terutama terhadap suvei lingkungan belajar.

Lanjutnya, kemampuan Kementrian hanya mungkin melakukan survei, mendata, kemudian mengumumkan, tetapi artinya kita akan terus maksimalkan ini semua. Kita sudah menganggap itu adalah milik dan hanya milik Kementrian Pendidikan atau Dinas Pendidikan, tetapi menyelesaikan keluaran dari perusahaan ini jadi milik kita bersama. Sekali lagi ia tegaskan bahwa masyarakat, pemerintah, dan stakeholder terkait menjadikan pendidikan itu milik bersama sehingga pun nantinya survei lingkungan belajar semakin yang diharapkan.

Reporter : Auliana Rizky

Pj Gubernur Safrizal Targetkan Dua Emas dari Cabang Woodball di PON XXI

0
Pj Gubernur Aceh Safrizal main woodball. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat Gubernur Aceh, Safrizal, menargetkan dua medali emas dari cabang olahraga Woodball dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang akan digelar di Aceh dan Sumatera Utara. Hal ini disampaikan Safrizal saat melakukan peninjauan venue Woodball di Lapangan Golf Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, pada Kamis (29/8/2024).

“Saya datang ke sini untuk memastikan kesiapan venue Woodball dan venue lainnya. Saya sangat berharap Woodball Aceh bisa meraih prestasi tinggi dan target dua emas harus tercapai,” ujar Safrizal di hadapan para atlet yang sedang berlatih.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian inspeksi langsung Safrizal ke beberapa venue PON yang tersebar di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, menjelang pembukaan resmi PON XXI yang tinggal 11 hari lagi. Inspeksi ini menunjukkan komitmen Pemerintah Aceh untuk memastikan seluruh persiapan berjalan lancar dan tanpa hambatan.

Dalam peninjauan ini, Safrizal didampingi oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Kepala Staf Komando Daerah Militer Iskandar Muda, Asisten Sekda, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh yang juga Ketua Bidang Venue PB PON, Penjabat Bupati Aceh Besar, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh, dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh.

Beberapa venue strategis lain yang menjadi pusat kompetisi PON juga turut ditinjau, di antaranya Venue Layar di Kampung Jawa, Venue Selancar Ombak di Pantai Ritting/Babah Kuala, Venue Dayung Slalom di Pulau Kapuk, dan Venue Woodball di Lapangan Golf Lhoknga. Setiap venue diperiksa secara cermat untuk memastikan kesiapan fisik dan operasional, serta untuk menerima masukan langsung dari para atlet yang sudah mulai berlatih.

Safrizal juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk memastikan persiapan atlet tidak terganggu oleh faktor-faktor eksternal.

“Semua pihak harus berkoordinasi dengan baik agar para atlet dapat fokus berlatih dan memberikan hasil terbaik bagi Aceh,” tegasnya.

Inspeksi yang dilakukan Safrizal ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Aceh untuk memastikan PON XXI berjalan sukses dan lancar. Dengan perhatian yang diberikan pada setiap detail persiapan, Safrizal berharap Aceh dan Sumatera Utara dapat menjadi tuan rumah yang membanggakan dalam ajang olahraga terbesar di Indonesia ini.

Editor: Akil

Netizen Diminta Tidak Memplintir Maksud Pidato Mualem

0
Kepala Bakomstra Demokrat Aceh Firdaus Noezula. (Foto: Ist)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPD Partai Demokrat Aceh Firdaus Noezula menyayangkan netizen yang menjadikan pidato calon Gubernur Aceh Muzakir Manaf, diviralkan.

Padahal, Pidato yang menyebut “pembangunan pengangguran di Aceh” yang disampaikan saat jumpa pers di KIP Aceh, bukan ditayangkan secara utuh sehingga dapat menimbulkan persepsi salah.

Hal itu disampaikan Firdaus Nuzula lewat rilis yang dikirim Jum’at (30/8/2024).

“Harusnya didengar secara utuh agar tidak menjadi fitnah, karena maksud pidato menyampaikan pentingnya menekan angka pengangguran dan pengetasan kemiskinan di Aceh,” kata Firdaus Noezula.

Menurut Firdaus, niat menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Aceh kerap disampaikan Mualem di berbagai pertemuan.

“Dengan keikhlasan, kolaborasi yang sedang dibangun oleh Mualem di lintas parpol, ulama, cendekiawan, pengusaha, juga utamanya pemerintah pusat, InsyaAllah menjadi kekuatan dalam membangun Aceh kedepan,” ujar Juru Bicara Partai Demokrat tersebut.

Untuk itu-Firdaus berharap pidato tersebut didengar secara utuh dan tidak Dipelintir, agar niat mulia membangun Aceh bisa dicapai bersama. []