Beranda blog Halaman 93

27.130 Liter Air Zamzam untuk Jamaah Haji Aceh Sudah Tiba di Embarkasi

0
Zamzam water sourced from Saudi Arabia. (Photos: Ashraf Hendricks)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh melaporkan sebanyak 27.130 liter lebih air zamzam untuk jamaah calon haji asal Aceh telah tiba seluruhnya di Asrama Haji Embarkasi Aceh. Air zamzam tersebut nantinya akan dibagikan kepada 5.426 jamaah calon haji asal Provinsi Aceh.

“Iya benar, untuk air zamzam sudah sampai semuanya dari dua kali pengiriman,” kata Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, di Banda Aceh, Kamis (14/5/2026).

Arijal menjelaskan, air zamzam yang kini sudah berada di Asrama Haji Aceh diterima melalui dua kali penerbangan yang dilakukan pada 10 dan 12 Mei 2026 menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

“Dua kali pengangkutan, tanggal 10 dan 12 Mei lalu, menggunakan pesawat jamaah tanpa penumpang,” kata dia.

Karena itu, PPIH mengimbau jamaah haji asal Aceh agar tidak lagi membawa pulang air zamzam dari Tanah Suci, mengingat air zamzam sudah disiapkan oleh pihak Garuda Indonesia di Tanah Air.

Arijal mengatakan, setiap jamaah akan menerima paket air zamzam sebanyak lima liter, yang akan dibagikan setelah jamaah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dan kembali ke Indonesia.

“Paket air zamzam-nya lima liter per jamaah haji. Dibagikan nanti saat jamaah sudah kembali dari ibadah haji,” kata dia.

Meski demikian, mekanisme pembagian air zamzam tersebut masih belum diputuskan. PPIH masih membahas apakah distribusi dilakukan melalui pemerintah kabupaten/kota masing-masing atau diserahkan langsung kepada jamaah saat kepulangan dari asrama haji.

“Kalau dulu kita serahkan kepada pemerintah daerah untuk dibagikan sendiri, tapi tahun ini bisa jadi di Asrama Haji. Tetapi, ini belum diputuskan, masih dimusyawarahkan,” kata Arijal.

Sebagai informasi, hingga saat ini sebanyak delapan kelompok terbang atau sekitar 3.138 jamaah haji asal Aceh telah berada di Arab Saudi, dari total 5.426 calon haji asal Aceh tahun 2026.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Izin Tambang di Beutong Ateuh Dibuat Diam-Diam, Warga Siap Gugat ke PTUN

0
Ilustrasi. (Foto: Antara)

NUKILAN.ID | SUKA MAKMUE – Ketua Generasi Beutong Ateuh Banggalang (GBAB), Zakaria, menyatakan masyarakat akan menggugat izin pertambangan PT Alam Cempaka Wangi ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh. Langkah itu diambil karena warga menilai proses penerbitan izin dilakukan tanpa keterbukaan kepada masyarakat.

Zakaria mengatakan izin pertambangan tersebut memperoleh rekomendasi dari empat kepala desa, yakni Desa Babah Suak, Blang Meurandeh, Kuta Tengoh, dan Blang Puuk. Namun, menurutnya, masyarakat tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan maupun sosialisasi terkait rencana aktivitas tambang itu.

“Izin ini dibuat secara diam-diam tanpa memberitahukan kepada warga. Karena itu masyarakat merasa kecewa dan bingung dengan kondisi yang terjadi sekarang,” ujar Zakaria kepada Nukilan, Kamis (14/5/2026).

Ia menyebut rencana tambang itu berada di kawasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) dengan luas sekitar 1.800 meter yang mencakup dua desa di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.

Penolakan masyarakat terus berlanjut sejak aksi demonstrasi yang digelar di atas Jembatan Beutong Ateuh pada Selasa (12/5/2026). Dalam aksi tersebut, warga menyuarakan penolakan terhadap seluruh jenis izin tambang yang beroperasi di wilayah kecamatan setempat.

Selain aksi demonstrasi, kaum perempuan juga turun langsung menghadang jalan agar alat berat perusahaan tidak memasuki kawasan permukiman warga.

Zakaria mengaku masyarakat merasa terpukul dengan munculnya izin tambang setelah daerah itu sebelumnya terdampak bencana.

“Masyarakat merasa ini seperti luka dua kali. Setelah bencana, sekarang muncul lagi izin tambang yang membuat warga semakin khawatir,” katanya.

Menurutnya, hingga kini belum ada kepastian maupun penjelasan resmi yang diterima masyarakat terkait kelanjutan izin tersebut. Karena itu, GBAB bersama warga berkomitmen terus mengawal persoalan tersebut melalui jalur hukum dan aksi masyarakat. []

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Reporter: Sammy

10 Atlet Wushu Abdya Lolos ke PORA 2026

0
ATLET WUSHU ABDYA
Sebanyak 10 atlet cabang olahraga (cabor) Wushu Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) berhasil memastikan diri tampil pada Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2026 setelah meraih hasil positif dalam ajang Pra Kualifikasi PORA (Pra PORA) yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) KONI Aceh pada 9 hingga 14 Mei 2026. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BLANGPIDIE – Sebanyak 10 atlet cabang olahraga (cabor) Wushu Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) berhasil memastikan diri tampil pada Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2026 setelah meraih hasil positif dalam ajang Pra Kualifikasi PORA (Pra PORA) yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) KONI Aceh pada 9 hingga 14 Mei 2026.

Keberhasilan tersebut diraih setelah para atlet Wushu Abdya mampu mengoleksi sejumlah medali selama mengikuti babak kualifikasi. Dari total 12 atlet yang diturunkan, sebanyak 10 atlet sukses mengamankan tiket menuju PORA 2026 yang akan digelar di Aceh Jaya.

Ketua Wushu Abdya, Wahyu Andika, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pencapaian yang diraih para atlet. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat, mulai dari atlet, pelatih, official hingga dukungan keluarga besar KONI Abdya.

“Keberhasilan ini merupakan kerja sama semua pihak. Semoga Wushu Abdya bisa meraih medali emas di PORA mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Wushu Abdya, Saiful Azmi, menjelaskan bahwa dari 12 atlet yang tampil pada Pra PORA, sebanyak 10 atlet berhasil lolos dan menyumbangkan total delapan medali bagi Abdya.

“Dari delapan medali tersebut, terdiri dari empat perak Taolu (seni), dua perak Sanda (laga) putra, serta dua perunggu dari kategori Sanda putra dan putri,” jelasnya.

Menurut Saiful, atlet yang berhasil lolos ke PORA 2026 berasal dari dua kategori yang dipertandingkan, yakni empat atlet Sanda (laga) dan enam atlet Taolu (seni) putri.

“Harapan kami pada PORA mendatang, atlet Wushu Abdya bisa meraih medali emas. Mohon doa dan dukungan masyarakat Abdya,” pungkas Saiful.

Dengan hasil tersebut, Wushu Abdya semakin optimistis menghadapi PORA 2026. Dukungan masyarakat diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan memberikan prestasi terbaik bagi Kabupaten Aceh Barat Daya di ajang olahraga terbesar di Aceh tersebut.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Ketua YPANBA Ungkap Aktivis Sipil di Aceh Masih Hadapi Intimidasi dan Ancaman

0
Ilustrasi aktivis mahasiswa melakukan aksi demonstrasi. (Foto: Nukilan/Sammy)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Yayasan Perempuan Aceh Bangkit (YPANBA), Ruwaida, mengungkapkan aktivis masyarakat sipil di Aceh masih menghadapi intimidasi dan tekanan dalam menjalankan kerja-kerja advokasi, terutama terkait isu perempuan, lingkungan, dan kebebasan sipil.

Ruwaida mengatakan dirinya pernah menerima intimidasi ketika terlibat dalam advokasi terkait penerapan Qanun Jinayat di Aceh. Saat itu, ia mengaku mendapat pesan yang mempertanyakan keterlibatannya dalam kegiatan advokasi tersebut.

“Ada yang menyampaikan supaya jangan membawa budaya luar ke Aceh. Tapi saya anggap itu bagian dari risiko kerja-kerja advokasi,” ujar Ruwaida kepada Nukilan, Rabu (13/5/2026).

Selain intimidasi personal, Ruwaida juga mengaku pernah menghadapi tekanan saat melakukan advokasi konflik lahan dan proyek pembangunan di Aceh Besar ketika masih aktif di organisasi sebelumnya.

Menurut dia, pola tekanan terhadap aktivis kini berubah dibanding masa lalu. Jika sebelumnya intimidasi dilakukan secara langsung, kini tekanan lebih banyak terjadi melalui pengawasan, pembatasan ruang gerak, hingga serangan digital di media sosial.

“Kalau sekarang polanya berbeda. Aktivis perempuan misalnya sering dibully di media sosial ketika bicara isu feminisme atau gender,” ujarnya.

Ruwaida menilai tantangan terbesar masyarakat sipil saat ini adalah mempertahankan konsolidasi gerakan di tengah kuatnya pengaruh pemilik modal dan kepentingan politik. Ia mencontohkan sejumlah gerakan masyarakat terkait isu sumber daya alam yang akhirnya melemah setelah perusahaan masuk melalui program bantuan sosial dan ekonomi.

“Perusahaan datang membawa stimulus ekonomi, sementara gerakan masyarakat sipil datang membawa kesadaran kritis. Di situ sering terjadi pertarungan pengaruh,” katanya.

Meski menghadapi berbagai tekanan, Ruwaida menegaskan masyarakat sipil tetap harus terus bergerak menjaga ruang demokrasi dan kebebasan sipil di Aceh.

“Kalau kita berhenti, maka ruang itu akan semakin hilang. Karena itu kerja-kerja advokasi harus terus dirawat,” demikian disampaikan Ruwaida. []

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Reporter: Sammy

Ruang Kebebasan Sipil di Aceh Dinilai Semakin Menyempit

0
Ilustrasi. (Foto: Tempo/Imam Yunni)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Yayasan Perempuan Aceh Bangkit (YPANBA), Ruwaida, menilai ruang kebebasan sipil di Indonesia, khususnya di Aceh, mengalami penyempitan dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi tersebut dinilai terlihat dari meningkatnya kebijakan yang membatasi ruang berekspresi masyarakat sipil hingga menguatnya pengaruh militerisme dalam berbagai sektor.

“Kalau bicara kebebasan sipil saat ini malah semakin sempit. Apalagi dengan tumbuhnya berbagai kebijakan yang membatasi ruang-ruang itu,” ujar Ruwaida kepada Nukilan, Rabu (13/5/2026).

Menurut dia, sejumlah kebijakan nasional seperti Undang-Undang Omnibus Law dan regulasi organisasi kemasyarakatan menjadi salah satu faktor yang mempersempit ruang gerak masyarakat sipil.

Ia juga menilai keterlibatan unsur militer dalam berbagai sektor pemerintahan semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi itu, kata dia, membuat masyarakat sipil harus berhadapan dengan lebih banyak kontrol dalam menjalankan aktivitas advokasi di lapangan.

Selain itu, Ruwaida mengatakan isu gender dan feminisme masih menjadi tema sensitif di Aceh. Menurutnya, gerakan perempuan kerap mendapat stigma negatif hingga dikaitkan dengan isu LGBT.

“Padahal substansinya berbeda. Tapi ketika bicara gender dan feminisme, masyarakat langsung mengasosiasikan ke hal lain,” katanya.

Meski demikian, Ruwaida menegaskan kelompok masyarakat sipil di Aceh tetap berupaya merawat ruang demokrasi melalui pendampingan masyarakat, penguatan perempuan desa, hingga membangun kolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil lainnya.

Ia menyebut konsolidasi antarkelompok sipil menjadi kunci penting dalam mempertahankan ruang demokrasi di tengah meningkatnya tekanan terhadap kebebasan sipil. []

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Reporter: Sammy

Menteri Pariwisata RI Dukung Pemulihan Wisata Aceh Tengah Pascabencana

0
Menteri Pariwisata RI Dukung Pemulihan Wisata Aceh Tengah Pascabencana. (FOTO: HUMAS AT)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Pemerintah pusat menyatakan komitmennya untuk mendukung percepatan pemulihan sektor pariwisata di Kabupaten Aceh Tengah pascabanjir dan tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana saat menerima audiensi Bupati Aceh Tengah Haili Yoga di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas langkah percepatan pemulihan pariwisata pascabencana hidrometeorologi, sekaligus penguatan berbagai destinasi unggulan di Aceh Tengah.

Menteri Pariwisata menyebut Aceh Tengah memiliki potensi wisata yang sangat besar, baik dari kekayaan alam maupun budaya khas daerah. Keberadaan Danau Lut Tawar serta kopi Gayo yang telah dikenal hingga mancanegara dinilai menjadi modal penting dalam pengembangan sektor wisata daerah.

“Kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam, ekowisata, dan wisata berbasis budaya masyarakat,” ujar Menteri Pariwisata.

Pemerintah pusat, lanjutnya, juga memahami berbagai tantangan yang sedang dihadapi masyarakat Aceh Tengah, terutama dampak bencana banjir dan longsor yang ikut memukul sektor pariwisata.

“Atas nama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, kami menyampaikan rasa prihatin kepada masyarakat Aceh Tengah yang terdampak bencana. Kami berharap proses pemulihan dapat segera berjalan dengan baik melalui gotong royong dan koordinasi bersama pemerintah pusat dan daerah,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Pariwisata membuka ruang koordinasi terkait percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, termasuk peluang dukungan melalui program bantuan pemerintah reguler maupun skema bantuan lainnya yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan, kebutuhan mendesak, dan kesiapan program pemerintah daerah.

Sementara itu, Bupati Haili Yoga menyampaikan apresiasi atas kesempatan audiensi tersebut dan berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia di sektor pariwisata.

Menurutnya, pariwisata selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat Aceh Tengah, dengan lebih dari 100 destinasi wisata yang tersebar di berbagai wilayah. Namun, sejumlah objek wisata mengalami kerusakan akibat bencana sehingga aktivitas wisata dan roda ekonomi masyarakat sempat terhenti selama beberapa bulan.

“Kami membutuhkan dukungan peningkatan SDM, khususnya bagi kelompok sadar wisata, desa wisata, dan pengelola homestay agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah mengembangkan program Kampung Inggris, desa wisata, serta penguatan kelompok sadar wisata yang tersebar di kawasan Danau Lut Tawar dan destinasi lainnya.

Selain itu, kopi Gayo disebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi bagian dari paket wisata berbasis kopi dan budaya lokal.

Menanggapi hal itu, Menteri Pariwisata menyatakan dukungannya terhadap pengembangan event serta paket wisata terintegrasi di Aceh Tengah, mulai dari wisata kopi Gayo, wisata alam, wisata budaya, hingga wisata religi yang dinilai memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kementerian Pariwisata juga mendorong penyusunan pola perjalanan wisata atau travel pattern yang lebih terstruktur agar wisatawan memperoleh pengalaman wisata yang lebih lengkap selama berada di Aceh Tengah.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Warga Tolak Izin Tambang PT Alam Cempaka Wangi di Beutong Ateuh

0
Kecamatan Beutong Ateuh dari atas. (Foto: Mongabay)

NUKILAN.ID | SUKA MAKMUE – Generasi Beutong Ateuh Banggalang (GBAB) menolak izin pertambangan PT Alam Cempaka Wangi di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya. Penolakan tersebut disuarakan masyarakat melalui aksi demonstrasi di atas Jembatan Beutong Ateuh pada Selasa (12/5/2026).

Ketua GBAB, Zakaria, mengatakan izin pertambangan itu diduga diproses tanpa sepengetahuan masyarakat. Menurutnya, rekomendasi izin diberikan oleh empat kepala desa, yakni Desa Babah Suak, Blang Meurandeh, Kuta Tengoh, dan Blang Puuk.

“Kami sangat kecewa karena proses ini dilakukan secara diam-diam tanpa pemberitahuan kepada warga. Masyarakat baru mengetahui setelah izin itu sudah berjalan,” kata Zakaria kepada Nukilan, Kamis (14/5/2026).

Ia menyebut masyarakat menolak segala bentuk aktivitas pertambangan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Penolakan itu, kata dia, muncul karena warga khawatir terhadap dampak lingkungan dan ancaman terhadap kawasan hutan di daerah tersebut.

Menurut Zakaria, lokasi tambang yang direncanakan memiliki luas sekitar 1.800 meter dan mencakup dua desa di kawasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK).

Dalam aksi demonstrasi tersebut, warga membawa berbagai tuntutan penolakan terhadap izin tambang. Bahkan, kaum perempuan disebut ikut menghadang jalan agar alat berat milik perusahaan tidak masuk ke wilayah kampung mereka.

Zakaria mengatakan masyarakat merasa terpukul dengan munculnya izin tambang setelah wilayah itu sebelumnya dilanda bencana.

“Ini seperti luka dua kali bagi masyarakat. Setelah bencana terjadi, sekarang justru muncul izin tambang di wilayah kami,” ujarnya.

Hingga kini, kata Zakaria, masyarakat masih menunggu kejelasan terkait proses izin tersebut. GBAB juga berencana membawa persoalan itu ke jalur hukum.

“Ke depan kami akan menggugat persoalan ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh,” katanya. []

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Reporter: Sammy

BMKG: Banda Aceh dan Aceh Besar Berawan Tebal, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi Akhir Pekan

0
Ilustrasi hujan ringan. (Foto: RRI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda Aceh memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar didominasi cuaca berawan tebal dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi hujan ringan dan kondisi udara kabur yang diperkirakan terjadi pada akhir pekan.

Forecaster on Duty BMKG, Angga Dita, mengatakan kondisi atmosfer di wilayah Aceh masih mendukung pertumbuhan awan hujan, terutama pada pagi hingga sore hari di sejumlah daerah.

“Wilayah Banda Aceh secara umum diprakirakan berawan tebal sejak Jumat hingga Minggu dengan suhu udara berkisar 25 hingga 32 derajat Celsius. Potensi hujan ringan diperkirakan terjadi pada Sabtu pagi,” kata Angga Dita kepada Nukilan, Kamis (14/5/2026).

Berdasarkan prakiraan BMKG, Kota Banda Aceh pada Jumat (15/5/2026) akan didominasi cuaca berawan tebal mulai dini hari hingga malam hari. Suhu udara maksimum diprakirakan mencapai 32 derajat Celsius dengan kecepatan angin berkisar 6 hingga 15 kilometer per jam. Sementara pada Sabtu (16/5/2026), hujan ringan berpotensi terjadi sekitar pukul 07.00 WIB sebelum cuaca kembali berawan tebal pada siang hingga malam hari.

Sementara itu, wilayah Aceh Besar diprakirakan mengalami kondisi cuaca yang lebih bervariasi. Pada Jumat, hujan ringan diprediksi turun pada sore hari, sedangkan kondisi udara kabur berpotensi terjadi pada siang dan malam hari. Suhu udara berkisar antara 24 hingga 31 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 90 persen.

BMKG juga memprakirakan potensi kabut atau asap masih terjadi di Aceh Besar pada Sabtu hingga Senin mendatang. Hujan ringan diprediksi terjadi pada dini hari, pagi, hingga malam hari pada Sabtu, sementara Minggu didominasi kondisi kabut/asap pada pagi hingga siang hari.

Untuk periode Senin hingga Kamis pekan depan, Banda Aceh diprakirakan masih didominasi cuaca berawan tebal dengan suhu udara berkisar 25 hingga 32 derajat Celsius. Sedangkan Aceh Besar berpotensi mengalami kabut/asap dan udara kabur dengan suhu minimum mencapai 18 derajat Celsius.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama saat beraktivitas di luar ruangan dan berkendara pada malam atau dini hari akibat berkurangnya jarak pandang karena kabut maupun udara kabur. []

Reporter: Sammy

Bank Aceh Masuk Daftar World’s Best Banks 2026 Versi Forbes

0
Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas. (Foto: Humas Bank Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Bank Aceh kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional setelah masuk dalam daftar World’s Best Banks 2026 yang dirilis oleh majalah bisnis dunia, Forbes, bekerja sama dengan Statista. Informasi tersebut diumumkan pada 8 April 2026.

Masuknya Bank Aceh dalam daftar bergengsi tersebut menjadi bukti pengakuan dunia internasional terhadap kualitas layanan dan kinerja perbankan daerah yang dinilai langsung oleh nasabah. Dalam pemeringkatan tersebut, Bank Aceh menjadi salah satu dari 18 bank di Indonesia yang berhasil masuk kategori World’s Best Banks 2026.

Berdasarkan daftar yang dirilis Forbes, Bank Aceh menempati peringkat ke-11 secara nasional. Capaian ini semakin istimewa karena Bank Aceh menjadi satu dari hanya tiga Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia yang memperoleh pengakuan internasional tersebut, bersama Bank Nagari dan Bank Sumut.

Penilaian dalam survei tersebut dilakukan secara independen terhadap lebih dari 54 ribu responden yang berasal dari 34 negara dan menggunakan 17 bahasa. Sejumlah aspek menjadi indikator penilaian, mulai dari tingkat kepercayaan nasabah, kualitas layanan digital, pelayanan kepada nasabah, kemudahan akses layanan, hingga kualitas rekomendasi dan solusi keuangan yang diberikan oleh bank.

Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat serta dukungan seluruh pemangku kepentingan terhadap transformasi dan peningkatan layanan yang terus dilakukan oleh Bank Aceh.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat transformasi digital, dan menghadirkan layanan perbankan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Fadhil, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa bank daerah memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional melalui inovasi yang berkelanjutan dan pelayanan yang berorientasi pada kepuasan nasabah.

Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi Bank Aceh sebagai salah satu lembaga keuangan daerah yang mampu menunjukkan daya saing tinggi di tengah perkembangan industri perbankan nasional dan global.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Yakin Allah Maha Kaya, Kisah Jemaah Haji Korban Banjir Aceh Tamiang yang Tetap Berangkat ke Tanah Suci

0
Hartati Musirun Mukmin, jemaah haji Indonesia asal Aceh Tamiang. (Dok. MCH 2026/Akmal)Olahraga Indonesia

NUKILAN.ID | MEKAH — Perjalanan Hartati Musirun Mukmin menuju Tanah Suci tidak dimulai dari kondisi yang serba berkecukupan. Jemaah haji asal Aceh Tamiang itu justru memulai langkahnya dari situasi penuh keterbatasan, setelah rumah warisan orang tuanya diterjang banjir bandang dan longsor, dokumen penting hanyut, hingga biaya pelunasan haji belum sepenuhnya tersedia.

Enam bulan lalu, musibah banjir bandang melanda kediamannya. Lumpur menimbun rumah tersebut hingga setinggi leher orang dewasa, membuat seluruh barang di dalam rumah tidak sempat diselamatkan.

“Air itu tiba-tiba langsung sreeet (menerjang) gitu naik. Jadi kami enggak bisa lagi sempat nyingkirkan (menyelamatkan). Barang tuh udah langsung habis, jadi nggak bisa diamankan lagi,” ungkapnya sebagaimana dikutip dari MI, Kamis (14/5/2026).

Tidak hanya perabot rumah tangga yang hilang, berbagai dokumen penting seperti KTP, kartu keluarga, hingga berkas pendaftaran haji juga ikut hanyut terbawa banjir. Dalam situasi sulit tersebut, Hartati mengaku hanya bisa berserah kepada Tuhan.

“Saya pun nggak tahu ke mana saya harus mengadu. Cuma saya mengadunya sama Allah,” ujarnya lirih.

Perempuan berusia 56 tahun itu mengaku hingga kini belum mampu memperbaiki rumahnya. Sejak sang suami, Muhammad Sofyan, meninggal dunia pada 2014, Hartati harus membesarkan ketiga anaknya seorang diri dengan kondisi ekonomi yang terbatas.

“Rumahnya belum bisa saya perbaiki, karena uang pun nggak ada untuk perbaiki rumah,” tuturnya.

Di tengah kondisi tersebut, keberangkatannya ke Tanah Suci sempat terancam karena masih kekurangan sekitar Rp17 juta untuk pelunasan biaya haji. Namun, ketiga anaknya bergotong royong membantu agar sang ibu tetap dapat memenuhi panggilan ibadah.

“Dengan izin Allah, karena panggilan Allah, berkat anak-anak saya, saya bisa ke sini,” katanya sambil menahan haru.

Hartati mengaku sempat sulit percaya ketika akhirnya mendapat kepastian berangkat haji tahun ini. Pasca bencana, ia bahkan tidak tahu dari mana biaya pelunasan akan diperoleh.

“Karena kita tuh nggak tahu uang di mana, ya saya bilang, Insya Allah, bu, mudah-mudahan ada rezeki dari mana. Saya bilang kayak gitu,” ujarnya.

Selain persoalan biaya, proses pengurusan dokumen juga menjadi tantangan tersendiri. Beruntung, data kependudukan Hartati masih tersimpan dalam sistem pemerintah sehingga proses pencetakan ulang dokumen dapat dilakukan dengan cepat.

Koordinator dan Pengendali Jemaah Haji Aceh, Jamaluddin Affan Asyi, mengatakan pemerintah Aceh bersama pihak Imigrasi bergerak cepat membantu para jemaah korban banjir agar tetap dapat berangkat ke Tanah Suci.

“Maka, jamaah haji Aceh cukup mencocokkan ulang sidik jari mereka di Dispendukcapil. Dari situ datanya langsung keluar semua,” tutur Jamal.

Bahkan, proses pengurusan dokumen sempat dilakukan di sebuah warung kopi yang masih memiliki sambungan internet setelah bencana melanda wilayah tersebut.

Jamaluddin juga mengungkapkan bahwa dampak bencana di Aceh Tamiang sangat berat. Dari sekitar 150 calon jemaah haji di daerah tersebut, pada tahap awal pelunasan hanya satu orang yang mampu melunasi biaya keberangkatan.

“Tamiang itu adalah daerah yang sangat-sangat berat bencana, di sana ada jemaah haji 150 jemaah haji pada saat pelunasan pertama, ya hanya baru satu orang,” ungkapnya.

Melihat kondisi itu, pemerintah menerapkan strategi jemput bola. Tim Kementerian Haji dan Umrah bersama pemerintah daerah turun langsung ke lapangan untuk membantu proses istita’ah kesehatan hingga koordinasi dengan pihak perbankan agar pelunasan dapat dipermudah.

Kini, di tengah jutaan jemaah dari berbagai negara yang memadati Kota Mekah, Hartati menjalani ibadah dengan penuh rasa syukur. Musibah yang menimpa hidupnya tak lagi menjadi beban yang terus diratapi.

“Walaupun saya nggak ada rumah, saya lebih dekat sama Allah,” ucapnya pelan.

Saat berada di Tanah Suci, Hartati juga menerima bantuan dana wakaf sebesar 2.000 ريال Saudi dari Waqaf Baitul Asyi. Sebagian dana tersebut digunakan untuk kebutuhan selama berhaji, sementara sisanya ingin ia simpan sebagai bekal hidup setelah kembali ke Indonesia.

Di balik seluruh kehilangan yang dialaminya, Hartati tetap percaya bahwa selalu ada jalan bagi mereka yang yakin pada pertolongan Tuhan. Baginya, panggilan berhaji bukan semata tentang kemampuan materi.

“Mungkin pulang dari sini saya dapat rezeki. Entah rezeki apa saya nggak tahu, rahasia Allah. Cuma saya yakin saya pulang dari sini saya dapat rezeki dari Allah,” katanya.

Dari Kota Mekah, Hartati juga menitipkan pesan bagi masyarakat agar tidak takut bermimpi menunaikan ibadah haji meski sedang berada dalam kondisi sulit.

“Kan Allah itu Maha Kaya. Betul tidak?” tutupnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News