Beranda blog Halaman 926

Jembatan Penghubung Aceh Utara-Bireuen Miring, Warga Khawatir Ambruk

0
Jembatan Penghubung Aceh Utara-Bireuen Miring. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Jembatan utama yang menghubungkan Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bireuen, tepatnya di Desa Sawang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, terancam ambruk. Kondisi jembatan yang semakin miring ini memicu kekhawatiran masyarakat sekitar, namun hingga kini belum ada perbaikan signifikan.

Amiruddin, Anggota DPRD Aceh Utara, mengungkapkan kekhawatirannya terkait kondisi jembatan tersebut. Menurutnya, jembatan ini sangat penting karena menjadi penghubung utama bagi masyarakat empat desa di Kecamatan Sawang, yaitu Desa Gunci, Lhok Cut, Kubu, dan Blang Cut, yang kerap melintas untuk menuju Kabupaten Bireuen.

“Besi jembatan sudah putus, posisinya miring. Kalau tidak segera diperbaiki, jembatan bisa ambruk. Jangan sampai ada korban jiwa baru bertindak,” ujar Amiruddin, politisi Partai Aceh, dikutip dari Kompas.com, Minggu (8/9/2024).

Kondisi jembatan semakin mengkhawatirkan dengan datangnya musim penghujan. Debit air sungai di bawah jembatan diperkirakan akan meningkat, sehingga risiko ambruknya jembatan semakin besar.

Muhammad, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh Utara, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah merencanakan perbaikan jembatan tersebut. Namun, proses tender proyek ini masih berlangsung.

“Memang jembatan itu sudah miring. Kami sedang berusaha agar perbaikan selesai tahun ini. Anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 2,5 miliar lebih,” jelas Muhammad.

Editor: Akil

Bondan Prakoso Hadiri Tahlil Ulama Aceh

0
Bondan Prakoso Hadiri Tahlil Ulama Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Meski konsernya batal, penyanyi ternama Bondan Prakoso tetap menunjukkan rasa hormat dan kekagumannya pada Aceh. Sabtu malam, 7 September 2024, Bondan menghadiri tahlilan untuk mendoakan ulama kharismatik Aceh, Almarhum Teungku H. Muhammad Yusuf A. Wahab atau Tu Sop, di Lapangan Jenderal Sudirman, Korem 011/Lilawangsa, Lhokseumawe.

“Terima kasih Pak Danrem Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran. Saya bangga dengan Aceh yang penuh nuansa Islami dan menghormati tradisi. Kita akan bertemu lagi di kesempatan lain,” ujar Bondan sebelum acara tahlil dimulai.

Bondan yang awalnya dijadwalkan tampil dalam konser di lapangan tersebut, turut menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga almarhum.

“Saya turut berduka cita, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran,” ucapnya di hadapan para jamaah.

Sebelumnya, konser Bondan direncanakan menjadi hiburan bagi masyarakat Lhokseumawe pada malam itu. Namun, Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, memutuskan untuk membatalkan konser setelah mendengar kabar duka wafatnya Tu Sop.

“Kami memohon maaf atas pembatalan ini, namun sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum, kita menggantikan acara tersebut dengan tahlilan dan doa bersama,” ujar Danrem dalam sambutannya.

Ia juga berharap tahlilan yang digelar dapat menjadi pahala bagi almarhum dan semua yang hadir. Acara tahlilan tersebut dihadiri oleh para ulama Lhokseumawe, jajaran Forkopimda, serta ratusan masyarakat yang turut serta dalam mendoakan Tu Sop.

“Semoga dengan tahlilan dan doa malam ini, almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah, dan kita semua senantiasa diingatkan bahwa kematian bisa datang kapan saja,” tambah Danrem.

Kehadiran Bondan Prakoso di acara tersebut menambah kesan hangat di tengah suasana duka. Meski tidak jadi menggelar konser, Bondan mengaku menghargai keputusan yang diambil oleh Danrem dan merasa bangga bisa berada di Aceh.

“Semoga kita bisa bertemu lagi dalam suasana yang lebih baik di masa mendatang,” tutup Bondan.

Editor: Akil

Sulawesi Tengah Taklukkan Jawa Tengah, Pertandingan Dihiasi Kericuhan di Akhir Laga

0
Pemain Jawa Tengah akan melakukan Tendangan Pojok. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tim sepak bola putra Sulawesi Tengah sukses mengalahkan Jawa Tengah dalam laga sengit yang berakhir dengan skor 2-1, pada pertandingan yang berlangsung Minggu (8/9/2024). Pertandingan yang digelar di Stadion H. Dimurthala tersebut berlangsung ketat sejak awal babak pertama hingga akhir.

Amatan Nukilan.id di lokasi, Sulawesi Tengah membuka keunggulan di menit ke-32 melalui gol pemain bernomor punggung 29. Gol tersebut bertahan hingga babak pertama usai, membuat Sulteng unggul 1-0 atas Jateng saat turun minum.

Memasuki babak kedua, kedua tim terus melakukan jual beli serangan. Jawa Tengah berusaha keras mengejar ketertinggalan, namun pertahanan Sulteng cukup solid untuk menahan gempuran.

Gol kedua Sulawesi Tengah akhirnya lahir di menit ke-84. Pemain bernomor punggung 7 mengubah skor menjadi 2-0.

Jawa Tengah tak menyerah begitu saja. Pada menit ke-88, pemain bernomor punggung 23, berhasil memperkecil ketertinggalan setelah menyambar bola rebound di depan gawang Sulteng.

Drama tak berhenti di sana. Tambahan waktu lima menit yang diberikan wasit diwarnai ketegangan antar pemain kedua tim. Kericuhan sempat terjadi di lapangan dan harus dilerai oleh pihak keamanan. Meski demikian, wasit akhirnya meniup peluit panjang, menandakan kemenangan Sulawesi Tengah atas Jawa Tengah dengan skor akhir 2-1. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Mahasiswi UTU Sabet Gelar Mrs. Friendship di KKN Internasional 2024

0
Lilis Sartika, mahasiswi Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP UTU, berhasil menyabet gelar juara pertama kategori Mrs. Friendship dalam ajang KKN Internasional 2024. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Meulaboh – Prestasi internasional kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU). Lilis Sartika, mahasiswi Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UTU, berhasil menyabet gelar juara pertama kategori Mrs. Friendship dalam ajang Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional 2024 yang diadakan oleh Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat.

Kegiatan KKN Internasional tersebut berlangsung di Kabupaten Samosir dan Karo, Sumatera Utara, dengan Universitas Sumatera Utara (USU) sebagai tuan rumah. Program ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri di wilayah Barat Indonesia serta mahasiswa internasional dari delapan negara, yakni Malaysia, Tajikistan, Sri Lanka, Myanmar, Jerman, Thailand, Yaman, dan Indonesia. KKN berlangsung selama satu bulan, dari 5 Agustus hingga 5 September 2024, menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

Rektor UTU, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut.

“Kami sangat bangga dengan prestasi Lilis Sartika yang telah mengharumkan nama universitas di kancah internasional. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Dekan FISIP UTU, Basri, SH., MH., juga memberikan apresiasi kepada Lilis Sartika atas prestasi gemilang yang diraihnya. “Kami akan terus mendukung dan mendorong mahasiswa untuk berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Basri.

Kategori Mrs. Friendship yang dimenangkan Lilis Sartika mengedepankan penilaian berdasarkan keramahan, etika yang baik, kepribadian positif, kemampuan beradaptasi, percaya diri, serta jiwa sosial yang tinggi. Menurut Ketua Prodi Ilmu Administrasi Negara UTU, Nodi Marefanda, M.A.P., Lilis juga tampil sebagai satu-satunya perwakilan dari 14 kelompok yang mempresentasikan program kerja tim terkait isu toleransi. Program tersebut melibatkan kerjasama dengan remaja gereja dalam menghias spot wisata di halaman Gereja HKBP, Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

“Keikutsertaan Lilis dalam KKN internasional ini adalah sesuatu yang patut dibanggakan, mengingat kompetisi diikuti oleh 195 peserta dari berbagai negara,” pungkas Nodi.

Ajang KKN Internasional ini tidak hanya menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademis dan sosial, namun juga membangun jejaring internasional yang bermanfaat bagi masa depan mereka. Prestasi Lilis Sartika di tingkat internasional ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengasah potensi dan kemampuan mereka.

Editor: Akil

Dosen dan Mahasiswa USK Gelar Pelatihan Pembuatan Sabun dari Limbah Propolis di Aceh Besar

0
Dosen dan Mahasiswa USK Gelar Pelatihan Pembuatan Sabun dari Limbah Propolis di Aceh Besar. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jantho – Dosen dan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) mengadakan pelatihan pembuatan sabun dari limbah propolis madu linot di Desa Lambadeuk, Aceh Besar. Pelatihan ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengusung tema “Peningkatan Limbah Propolis Madu Linot Melalui Pendekatan Ekonomi Sirkular”.

Kegiatan yang digelar oleh Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU., Dr. Mukramah, S.T., dan Mujiburahmad, S.P., M.Si., bersama mahasiswa Fakultas Pertanian USK, bekerja sama dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) Lestari Alam. Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari warga setempat, termasuk kepala desa, penyuluh, dan owner dari Gonna Bee.

Dalam pelatihan tersebut, Dr. Mukramah, S.T., bertindak sebagai narasumber dan memandu warga dalam proses pembuatan sabun berbahan dasar limbah propolis. Selain itu, mahasiswa dari UKM Kewirausahaan Fakultas Pertanian USK juga turut mendampingi jalannya kegiatan.

“Memanfaatkan limbah propolis menjadi produk yang lebih bermanfaat dapat menjadi peluang besar bagi masyarakat. Jika berhasil, ini bisa membuka pintu kerja sama dengan mitra nasional bahkan internasional,” kata Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU., saat membuka pelatihan.

Dr. Mukramah juga menegaskan bahwa pelatihan ini tidak berhenti pada produksi sabun saja.

“Kami tidak akan melepas masyarakat begitu saja. InsyaAllah, kami akan mendampingi mereka dalam proses pengemasan, pemasaran, hingga pengurusan izin,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi masyarakat Desa Lambadeuk dalam memanfaatkan limbah propolis madu yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, melalui pelatihan ini, diharapkan muncul ide-ide usaha baru yang dapat meningkatkan nilai tambah produk berbasis limbah propolis.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya USK dalam memberdayakan masyarakat melalui penerapan konsep ekonomi sirkular, dengan memaksimalkan potensi lokal seperti propolis madu linot yang dapat dikembangkan menjadi produk yang bernilai ekonomis.

Editor: Akil

Pemerintah Beri Subsidi Konversi Motor Listrik, Warga Hanya Bayar Rp7 Juta

0
Ilustrasi Mobil Listri. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Pemerintah terus mempercepat transisi ke kendaraan listrik melalui subsidi konversi sepeda motor. Program ini membuat masyarakat bisa mengubah sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi sepeda motor listrik dengan biaya lebih terjangkau.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan bahwa biaya konversi sepeda motor yang seharusnya mencapai Rp15 juta, kini bisa ditekan hingga hanya Rp7 juta berkat subsidi pemerintah sebesar Rp8 juta.

“Subsidi ini memberikan kesempatan masyarakat untuk membayar setengah dari biaya konversi yang semula Rp15 juta menjadi Rp7 juta,” kata Koordinator Humas dan Layanan Informasi Publik Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Pandu Satria, Jumat (7/9/2024).

Menurut Pandu, pemerintah berkomitmen mempercepat adopsi kendaraan listrik di kalangan masyarakat, termasuk mahasiswa. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan gencar menggelar sosialisasi di sejumlah kampus.

“Hari ini kami bersama Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) melakukan sosialisasi di Universitas Diponegoro (Undip). Kami menjelaskan adanya subsidi dari Kementerian ESDM bagi yang ingin mengonversi motor konvensional ke motor listrik,” ujar Pandu.

Proses Mudah Konversi

Bagi masyarakat yang berminat, proses konversi sepeda motor ini terbilang mudah. Masyarakat cukup mendatangi bengkel yang telah ditunjuk oleh Kementerian ESDM dan mengisi formulir pendaftaran di situs resmi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM.

“Setelah formulir diisi, data kendaraan akan diproses, dan plat nomor kendaraan akan diganti menjadi plat biru yang menandakan kendaraan listrik,” jelas Pandu.

Jenis motor yang bisa dikonversi pun beragam, mulai dari motor matic hingga jenis lainnya. Untuk mahasiswa Undip, proses pendaftaran konversi bahkan dapat dilakukan langsung di kampus.

Dukungan dari Kampus

Langkah sosialisasi ke kampus dinilai penting dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik di kalangan generasi muda. Sebelumnya, sosialisasi juga telah dilakukan di Politeknik Bandung dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Pemerintah berharap program ini bisa diperluas ke lebih banyak kampus.

Sekretaris Jenderal MKI, Arsyadany Akmalaputri, mengatakan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam transisi energi.

“Kami berharap mahasiswa dapat berperan aktif dalam mengurangi emisi karbon dengan menggunakan kendaraan listrik. Ini merupakan langkah bersama yang tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah,” kata Arsyadany.

Dengan adanya subsidi ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk mengonversi motornya menjadi kendaraan listrik, demi mendukung upaya pengurangan emisi karbon dan mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

Editor: Akil

Aceh International Orienteering Dibuka Meriah dengan Tabuhan Rapai

0
Aceh International Orienteering Dibuka Meriah dengan Tabuhan Rapai. (Foto: Disbudpar Aceh)

NUKILAN.id | Sabang — Aceh International Orienteering (AIO) resmi dibuka pada Jumat, 6 September 2024, di Arena Sabang Fair, dengan nuansa meriah yang dipersembahkan oleh tabuhan rapai. Event sport tourism ini diikuti oleh 150 atlet dari berbagai penjuru, baik lokal maupun internasional.

Pembukaan acara dihadiri oleh Pj Wali Kota Sabang, Andri Nourman, bersama Forkopimda dan Kapok Sahli Kodam Iskandar Muda. Dalam sambutannya, Andri Nourman menekankan bahwa AIO lebih dari sekadar kompetisi olahraga.

“Event ini adalah momen berharga untuk mempererat tali persahabatan antarbangsa, berbagi pengalaman, dan memperkenalkan kekayaan alam serta budaya Aceh,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) Aceh juga memberikan selempang Duta Orienteering Aceh kepada Eggy Fegri Lindira Putri, Puteri Indonesia Aceh 2022. Duta Orienteering diharapkan dapat mempromosikan olahraga militer ini kepada masyarakat luas, khususnya di Aceh.

Para peserta AIO akan menempuh rute melewati tujuh desa wisata di Sabang, memberikan mereka kesempatan untuk menikmati potensi wisata unggulan di setiap desa.

“Aceh International Orienteering adalah salah satu cara Pemerintah Aceh untuk memperkenalkan keindahan alam dan budaya di provinsi ini, khususnya Kota Sabang, kepada dunia,” tambah Andri.

Andri juga mengharapkan agar event ini dapat mendongkrak pamor sektor pariwisata Aceh.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini. Semoga AIO bisa menjadi agenda tahunan yang semakin berkembang dan dikenal di kancah internasional,” katanya.

Ketua FONI Aceh, Abdul Mukti, mengungkapkan kebanggaannya terhadap kompetisi ini, yang merupakan yang pertama di Aceh.

“Kita bukan hanya menyelenggarakan olahraga, tapi juga memperkenalkan Aceh dan keindahannya ke mata dunia,” jelasnya.

Mukti juga mengingatkan peserta untuk menghadapi tantangan dengan semangat dan fokus, sambil menikmati setiap momen.

“Orienteering bukan hanya tentang siapa yang sampai duluan, tapi juga tentang bagaimana kita menggunakan strategi mengatasi tantangan di medan yang tak terduga,” jelasnya.

Dengan harapan akan lahir atlet-atlet hebat dari ajang ini, Mukti menekankan bahwa mereka bisa mewakili Aceh dan Indonesia, terutama di ajang FORNAS 2025 di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dengan semangat yang menggebu, Aceh International Orienteering tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebuah jembatan untuk memperkenalkan keindahan alam dan budaya Aceh kepada dunia.

Editor: Akil

Ketua MPU: Tu Sop Sosok Ulama dengan Gagasan Cemerlang yang Sulit Ditandingi

0
lem faisal
Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali alias Lem Faisal. (Foto: Nukilan).

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tengku Faisal Ali, yang akrab disapa Lem Faisal, mengenang sosok almarhum Tu Sop sebagai ulama yang penuh dengan gagasan-gagasan cemerlang. Menurutnya, banyak ide brilian Tu Sop yang tidak pernah terpikirkan oleh orang lain, namun membawa dampak besar bagi masyarakat.

“Beliau selalu mampu menghadirkan gagasan yang menghasilkan perubahan luar biasa,” ujar Lem Faisal usai menghadiri prosesi salat jenazah Tu Sop di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu malam (7/9/2024).

Salah satu warisan besar Tu Sop adalah program Training of Trainers (ToT) bagi para pendakwah di tingkat kampung. Inisiatif ini, kata Lem Faisal, berhasil melahirkan banyak kader dakwah yang aktif di berbagai pelosok Aceh. Program tersebut berangkat dari keyakinan Tu Sop bahwa perubahan harus dimulai dari akar rumput, yaitu masyarakat desa.

“Ide-idenya sulit diikuti, tapi beliau selalu selangkah lebih maju dalam mewujudkan visi besarnya. Keberhasilan program ToT ini sudah bisa kita lihat di banyak tempat,” tutur Lem Faisal.

Lem Faisal juga mengenang pertemuan terakhirnya dengan Tu Sop yang terjadi seminggu lalu. Namun, komunikasi terakhir mereka terjadi sehari sebelum wafatnya, saat Tu Sop meminta izin untuk pergi ke Jakarta menjalani pengobatan.

“Beliau sempat menghubungi saya sekitar pukul sebelas siang kemarin, meminta izin sebelum berangkat ke Jakarta,” kata Lem Faisal.

Editor: Akil

Meninggalnya Tu Sop, Ini Aturan Pengganti Wakil Bustami Menurut KIP Aceh

0
Ketua KIP Aceh, Saiful. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Meninggalnya Teungku Yusuf A. Wahab (Tu Sop), calon wakil gubernur Aceh pendamping Bustami Hamzah, menimbulkan pertanyaan terkait proses penggantian calon dalam Pilkada Aceh 2024. Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menjelaskan mekanisme yang harus ditempuh dalam situasi seperti ini.

Ketua KIP Aceh, Saiful, mengungkapkan bahwa aturan penggantian calon diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 8 Tahun 2024 tentang Pencalonan Pilkada.

“Pasal 125 ayat 1 dan Pasal 126 ayat 1 PKPU tersebut menyebutkan bahwa penggantian calon dapat dilakukan oleh partai politik atau gabungan partai politik jika salah satu calon dinyatakan berhalangan tetap,” jelas Saiful pada Sabtu (7/9/2024).

Ia menambahkan, yang dimaksud dengan “berhalangan tetap” adalah jika calon meninggal dunia atau tidak mampu menjalankan tugas secara permanen.

“Penggantian harus dilakukan paling lambat tujuh hari sebelum penetapan pasangan calon,” lanjutnya.

Sementara itu, Ahmad Mirza Safwandy, Komisioner KIP Aceh, menambahkan bahwa hal ini juga diatur dalam Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2024.

“Pasal 38 Qanun tersebut menyatakan bahwa penggantian calon yang meninggal dunia dapat dilakukan paling lambat tujuh hari kerja sebelum penetapan pasangan calon,” jelas Mirza.

Dengan demikian, kandidat pengganti Tu Sop harus diajukan paling lambat pada 15 September 2024.

“Partai politik atau gabungan partai politik pengusung tidak bisa mengalihkan dukungannya kepada pasangan calon lain,” tegasnya.

Penetapan resmi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh dijadwalkan akan dilakukan pada 22 September 2024.

Editor: Akil

Kafilah Aceh Disambut Hangat, Seluruh Peserta MTQ Nasional 2024 Telah Diverifikasi

0
Kafilah Aceh Disambut Hangat, Seluruh Peserta MTQ Nasional 2024 Telah Diverifikasi. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Samarinda – Kafilah Aceh tiba di Samarinda, Kalimantan Timur, pada Sabtu (7/9/2024) dan langsung disambut dengan hangat. Kedatangan rombongan peserta Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-30 ini ditandai dengan prosesi pengalungan syal dan pemberian cendera mata berupa gelang khas Kalimantan Timur.

Perwakilan Kementerian Agama Aceh, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penaiszawa), H. Zulfikar, S.Ag, M.Ag, yang turut mendampingi rombongan mengatakan bahwa seluruh peserta telah melalui proses verifikasi dan registrasi yang dilakukan di gedung Tower Kadrie Oening, Samarinda.

“Proses registrasi dilakukan untuk memastikan semua peserta memenuhi kriteria yang diatur dalam petunjuk teknis pelaksanaan MTQN,” ujar Zulfikar.

Menurutnya, verifikasi faktual ini penting untuk memastikan data peserta yang telah terdaftar sesuai dengan individu yang akan tampil. Proses ini mencakup verifikasi sidik jari dan pemindaian wajah peserta.

Sebelumnya, kafilah Aceh yang dipimpin oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, H. Zahrol Fajri, S.Ag, M.H, tiba di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan, setelah sempat transit di Jakarta. Kedatangan rombongan Aceh di Balikpapan disambut oleh Badan Pemeriksaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kalimantan Timur, Adi Yudhistira, yang bertindak sebagai Liaison Officer (LO) Kafilah Aceh.

Prosesi penyambutan berlangsung meriah dengan tarian tradisional khas Kalimantan Timur.

“Selain pengalungan syal, kami juga menerima cendera mata berupa gelang khas daerah ini,” kata Zulfikar.

Setelah penyambutan, kafilah Aceh melanjutkan perjalanan ke Samarinda dengan jarak tempuh sekitar dua jam. Di Samarinda, mereka akan menginap di Hotel Mesra bersama peserta dari Bengkulu dan Kalimantan Selatan hingga berakhirnya MTQ pada 16 September mendatang.

MTQN 2024 ini diikuti oleh peserta dari berbagai provinsi dan dijadwalkan berlangsung dari 6 hingga 16 September. Kafilah Aceh berharap dapat memberikan penampilan terbaik dalam ajang bergengsi ini.

Editor: Akil