Beranda blog Halaman 914

Wushu Aceh Tambah Tiga Medali Perak di PON ke-21

0
Wushu Aceh Tambah Tiga Medali Perak di PON ke-21. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Medan – Cabang olahraga Wushu kembali menambah pundi-pundi medali untuk kontingen Aceh pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 Aceh-Sumut. Meskipun harus puas dengan raihan tiga medali perak, atlet-atlet Aceh menunjukkan perjuangan sengit di partai final.

Pada laga final, Aceh diwakili oleh tiga atlet di kategori Sanda. Di kelas 48 kg putri, Novriza Raihanda harus mengakui keunggulan lawannya dari Jawa Tengah, setelah pertandingan yang berlangsung ketat. Sementara itu, di kategori Sanda kelas 52 kg putra, Khairil Walidi juga belum berhasil merebut medali emas usai dikalahkan oleh atlet tuan rumah, Sumatera Utara.

Rahmat Dwi Kurniawan, yang turun di kelas 70 kg putra, turut mempersembahkan medali perak setelah berjuang keras melawan atlet Sumatera Utara. Pertarungan sengit ini membuat Rahmat harus puas berada di posisi kedua.

Wakil Ketua Kontingen Aceh wilayah Sumut yang juga Ketua Pengprov Wushu Aceh, Kennedi Husen, memberikan apresiasi atas perjuangan para atlet.

“Meski belum mampu membawa pulang emas, kami sangat menghargai perjuangan para atlet yang sudah berjuang hingga partai final. Tambahan tiga medali perak dari cabang wushu ini sangat berarti bagi Aceh,” kata Kennedi.

Ketua KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak, juga menyampaikan dukungannya kepada para atlet yang masih bertanding di PON ke-21.

“Kita semua bangga dengan perjuangan para atlet yang telah berjuang di PON kali ini. Semoga mereka dapat memberikan yang terbaik untuk Aceh dan membawa kita masuk ke lima besar klasemen medali,” ujar Abu Razak.

Dengan tambahan tiga medali perak dari cabang wushu, Aceh terus berupaya memperbaiki posisinya di PON ke-21 dan diharapkan mampu menambah lebih banyak medali emas dalam waktu dekat.

Editor: Akil

Cetak Sejarah, Cabor Menembak Aceh Akhiri Puasa Medali Emas di PON XXI 2024

0
Cabor Menembak Aceh Akhiri Puasa Medali Emas di PON XXI 2024. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Cabang olahraga (Cabor) menembak di bawah naungan Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) Aceh berhasil mencetak sejarah dengan mengakhiri puasa medali emas sejak pertama kali mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON).

Tim menembak Aceh sukses merebut medali emas di PON XXI 2024 melalui pasangan atlet Sulthanul Ma’ruf dan Derli Amalia Putri yang turun di nomor 10 meter Air Pistol Mix Team. Keduanya berhasil mengalahkan lawan dari Sumatera Utara, Masmus Sitepu dan Shiva Awwalunisa, dengan skor meyakinkan 17-7.

Di peringkat ketiga, pasangan M. Iqbal Raja Prabowo dan Arista Perdana dari Jawa Tengah berhak atas medali perunggu setelah tampil solid di nomor yang sama.

“Ini adalah sejarah baru bagi cabang menembak Aceh. Medali emas ini merupakan yang pertama kali sejak tim menembak Aceh berpartisipasi di PON,” kata Tarmizi, Manajer Tim Menembak sekaligus Carateker Perbakin Aceh, pada Minggu (15/9/2024).

Selain medali emas, tim menembak Aceh juga telah mengoleksi 1 medali perak dan 2 perunggu. Medali perak diraih di nomor 10 meter Air Pistol beregu oleh trio Derli Amalia Putri, Amara Syakirani Ma’ruf, dan Cut Eka Maulidea.

Sementara itu, dua medali perunggu lainnya disumbangkan oleh Sulthanul Aulia Ma’ruf di nomor 10 meter Air Pistol Putra Individu, serta Derli Amalia Putri di nomor 25 meter Air Pistol Putri Individu.

Pelatih tim menembak Aceh, Amar Ma’ruf, mengaku puas dengan hasil sementara yang diraih oleh anak asuhnya. Namun, ia mengingatkan para atlet untuk tidak berpuas diri. Amar menargetkan medali emas tambahan dari beberapa nomor yang masih akan dipertandingkan hingga 19 September mendatang, di antaranya nomor 10 meter running target putra-putri dan 50 meter putra.

“Target kami adalah meraih sebanyak mungkin medali emas agar kontingen Aceh bisa masuk 10 besar, sesuai target yang dicanangkan KONI Aceh,” ujar Amar optimistis.

Ketua Umum KONI Aceh, H. Kamaruddin Abu, yang akrab disapa Abu Razak, turut mengapresiasi pencapaian Perbakin Aceh. Menurutnya, capaian ini adalah sejarah baru bagi Cabor menembak Aceh, namun peluang untuk menambah koleksi medali emas masih sangat terbuka.

“Sejauh ini, hasil yang diraih sudah luar biasa. Namun, kita berharap akan ada lebih banyak medali emas yang diraih karena masih ada nomor-nomor perlombaan yang tersisa,” kata Abu Razak.

Dengan pencapaian ini, Aceh berharap bisa memperkuat posisi di papan perolehan medali dan memenuhi target masuk dalam jajaran 10 besar pada PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Editor: Akil

PB PON Cabut Medali Emas dari Atlet Binaraga Tjhie Rachmad Widjaja Akibat Sanksi Doping

0
PB PON Cabut Medali Emas dari Atlet Binaraga Tjhie Rachmad Widjaja Akibat Sanksi Doping. (Foto: PB PON XXI)

NUKILAN.id | Medan – Medali emas yang sempat diraih oleh Tjhie Rachmad Widjaja, atlet binaraga nomor +85 kilogram asal Provinsi Banten, dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 di Medan, Sumatera Utara, resmi dicabut. Pencabutan ini dilakukan setelah diketahui bahwa Tjhie Rachmad masih dalam masa sanksi doping.

Keputusan ini diumumkan oleh Panitia Besar (PB) PON XXI Aceh-Sumut melalui surat resmi bernomor: 1398/Sekr-PB.PON XXI/IX/2024. Surat tersebut merujuk pada pemberitahuan dari Indonesia Anti-Doping Organization (IADO) dengan nomor: IS-9.11./IADO/2024, yang mengonfirmasi status sanksi doping yang masih berlaku terhadap atlet tersebut.

“Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa medali emas yang sudah diberikan kepada Tjhie Rachmad Widjaja harus dikembalikan selambat-lambatnya 1×24 jam setelah surat diterbitkan,” ujar Ketua Harian PB PON XXI Wilayah Sumatera Utara, H. Baharuddin Siagian, dalam keterangan tertulisnya.

Sebelumnya, medali emas untuk cabang olahraga binaraga kelas +85 kilogram diberikan kepada Tjhie Rachmad, sementara medali perak diraih oleh Bayu Riswana dari Aceh, dan medali perunggu oleh Nur Ikhsan dari DI Yogyakarta. Namun, keputusan juri sempat menuai kekecewaan dari sejumlah ofisial dan penonton yang hadir di Four Seasion Santika Hotel Medan pada Rabu (11/09/2024). Mereka menganggap Bayu Riswana, dari segi postur dan otot, tampil lebih unggul dan layak mendapatkan emas.

Dengan pencabutan medali ini, peluang bagi Bayu Riswana untuk menerima medali emas terbuka lebar. Masyarakat Aceh yang mendukung Bayu berharap keputusan PB PON selanjutnya akan berpihak pada sang atlet.

“Kami berharap medali emas itu akhirnya diberikan kepada Bayu. Dari penampilan di atas panggung, dia sudah menunjukkan performa yang luar biasa,” ungkap salah satu ofisial dari tim Aceh.

Keputusan final mengenai redistribusi medali masih menunggu tindak lanjut dari PB PON, namun besar kemungkinan bahwa Bayu Riswana akan ditetapkan sebagai peraih emas baru di kelas binaraga +85 kilogram PON XXI/2024.

Editor: Akil

Pj Gubernur Aceh Dampingi Fikar W. Eda Bacakan Puisi “Inilah Aceh” di Meuligoe Gubernur

0
Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA Mendampingi Fikar W. Eda Membacakan Puisi "INILAH ACEH" di Meuligoe Gubernur. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam acara penyerahan plakat kepada delegasi Pekan Olahraga Nasional XXI (PON XXI) yang berlangsung di Meuligoe Gubernur, Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA, turut mendampingi penyair Aceh ternama, Fikar W.Eda, dalam pembacaan puisi berjudul “INILAH ACEH.” Acara tersebut diwarnai dengan semangat kebudayaan yang menggambarkan kekayaan dan keberagaman tanah Aceh.

“Selanjutnya, mari kita dengarkan pembacaan puisi,” ucap Pj Gubernur Safrizal ZA, mengundang seluruh tamu undangan untuk menikmati karya sastra yang penuh makna ini.

Berikut adalah cuplikan puisi “INILAH ACEH” karya Fikar W.Eda yang dibacakan pada acara tersebut:

INILAH ACEH
(Fikar W.Eda)

Inilah Aceh tanah harapan
Adalah gerbang yang terbuka
Terbentang sepanjang pesisir dan lembah
Menghampar di antara lekuk bukit dan gunung-gunung

Tanah Aceh
Berabad-abad menjadi tempat berhimpun bangsa
Arab, Cina, Eropa, Hindie
Jejak seratus pendakwah
di Bandar Perlak Purba
Tempat persinggahan
pelaut kulit putih pada musim lada

Tanah Aceh
Menghadap ke timur
Kebun sawit yang subur
di barat emas dan batu bara bersusun atur
di utara minyak dan gas dari bumi menyembur
Aroma hutan di Singkel
Derap zapin di Tamiang
Perempuan berpipi merah memanen kopi di Gayo
Di Simeulue orang-orang memainkan Nandong
Sungai Alas di kaki Leuser

Inilah Aceh tanah harapan
Laki-laki bersaman di Belangkejejeren
Hentak rapa’i geleng di Selatan
Rampak grimpheng dan harum coklat di Pidie Jaya
Taman laut permai di Sabang
Ayam tangkap di Aceh Raya

Inilah Aceh tanah harapan
Gerbang yang terbuka
Enyahlah segala luka
Kibarkan layar di panggung dunia

Banda Aceh, 3-8-2009

Acara ini menjadi salah satu momen berharga dalam mempromosikan semangat Aceh di PON XXI, sekaligus memperkenalkan kebudayaan dan seni sastra Aceh kepada delegasi nasional. Safrizal ZA mengapresiasi kehadiran Fikar W. Eda yang mampu mengekspresikan kekayaan Aceh melalui puisi, serta berharap semangat ini dapat menular kepada seluruh peserta dan tamu yang hadir.

Editor: Akil

Tantangan TNI Jika Angkatan Siber Diisi oleh Sipil

0
Ilustrasi Prajurit TNI AD mengikuti Apel Gelar Pasukan Jajaran TNI AD. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

NUKILAN.id | Jakarta — TNI menghadapi beragam tantangan dalam pembentukan Angkatan Siber sebagai matra keempat jika diisi oleh masyarakat sipil. Menurut Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, tantangan utama yang harus dihadapi adalah memperkenalkan budaya militer yang sudah terstruktur kepada kalangan sipil.

“Budaya organisasi TNI terbiasa dengan garis komando yang jelas, disiplin tinggi, dan prosedur operasional yang teratur. Ini mungkin akan sulit dipahami oleh masyarakat sipil ketika bergabung,” kata Fahmi di Jakarta, Sabtu (14/9/2024).

Fahmi menegaskan bahwa personel sipil yang masuk ke Angkatan Siber perlu mendapatkan pelatihan dasar tentang budaya organisasi militer secara umum. Hal ini penting agar mereka dapat memahami dan mengikuti aturan serta norma yang berlaku di lingkungan TNI.

Bukan Diskriminasi, Tapi Penyesuaian

Perbedaan perlakuan antara Angkatan Siber dan matra lain, seperti TNI AD, AL, dan AU, juga dianggap sebagai tantangan. Menurut Fahmi, tugas Angkatan Siber yang lebih fokus pada menangkal serangan di ruang siber tanpa tuntutan pertahanan fisik dapat menimbulkan kesan diskriminatif.

“Namun, perbedaan perlakuan ini bukanlah bentuk diskriminasi, melainkan penyesuaian dengan spesifikasi tugas dan peran masing-masing matra. Justru, ini seharusnya menjadi kesempatan untuk kolaborasi yang lebih erat dalam memperkuat pertahanan negara,” jelas Fahmi.

Ia menekankan pentingnya kerja sama antar-matra untuk mengatasi berbagai ancaman, baik yang bersifat fisik maupun siber, demi mempertahankan keamanan nasional.

Seleksi Ketat untuk Personel Sipil

Tantangan lain yang dihadapi adalah proses perekrutan masyarakat sipil yang akan masuk ke Angkatan Siber. Menurut Fahmi, setiap calon anggota harus melewati seleksi yang ketat, termasuk dari segi kepribadian, kemampuan teknis, hingga latar belakang mereka.

“Ini penting karena mereka akan berurusan dengan data-data sensitif negara. Keamanan data menjadi prioritas utama yang tidak bisa diabaikan,” ujarnya.

Peluang Kolaborasi Teknologi

Fahmi juga menyoroti pentingnya keterbukaan Angkatan Siber untuk menjalin kolaborasi dengan pihak luar, terutama dalam hal teknologi. Keterlibatan masyarakat sipil dengan keahlian di bidang siber dapat mendorong inovasi dan transfer teknologi yang lebih cepat.

“Keterbukaan ini bisa menjadi peluang besar bagi TNI untuk terus berinovasi dan memperkuat kemampuan teknologi pertahanan kita,” kata Fahmi.

Dengan mengatasi berbagai tantangan tersebut, Fahmi optimis bahwa Angkatan Siber mampu berperan signifikan dalam memperkuat pertahanan Indonesia bersama matra lainnya.

Editor: Akil

Jelang Akhir Jabatan, Jokowi Terima Banyak Apresiasi dari Masyarakat

0
Presiden RI Joko Widodo. (Foto: ANTARA FOTO/BPMI/rwa)

NUKILAN.id | Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia bulan depan. Di penghujung kepemimpinannya selama 10 tahun, Jokowi menerima banyak ucapan terima kasih dan apresiasi dari berbagai pihak, mulai dari pejabat negara hingga masyarakat luas yang diwakili oleh warganet.

Ungkapan apresiasi tersebut salah satunya disampaikan oleh ajudan Presiden Jokowi, Syarif Muhammad Fitriansyah, yang mengunggah sebuah video penghormatan melalui media sosial. Video yang diunggah pada Sabtu (13/9/2024) itu menampilkan perjalanan karier Jokowi dari masa mudanya hingga prestasi yang diraih selama dua periode memimpin Indonesia.

Dalam keterangan unggahannya, Syarif menuliskan, “His name is Joko Widodo, not Mulyono, and he will be leaving behind a great legacy for Indonesia, not a dynasty.” Unggahan ini pun mendapatkan banyak respons dari warganet yang turut menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dedikasi Jokowi selama menjabat.

Ucapan Terima Kasih dari Warganet

Video tersebut merupakan salah satu tayangan yang sebelumnya diputar dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Gerindra beberapa waktu lalu. Isinya menggambarkan berbagai momen penting dalam kehidupan Jokowi, termasuk momen bersejarah bersama Presiden terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto, yang akan melanjutkan kepemimpinan negara.

Sejumlah warganet pun ikut menyampaikan rasa terima kasih mereka. Akun @agunggantar menulis, “Like & dislike di dunia itu pasti ada, tapi yang pasti beliau sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk Indonesia. Tetap saya ucapkan terima kasih atas kerja kerasnya. Nggak mudah ngatur negara besar.”

Ia juga menambahkan bahwa meskipun ada beberapa kesalahan, hal baik yang dilakukan Jokowi lebih banyak. “Semoga Indonesia lebih maju kedepannya. Kita sebagai masyarakat pun harus melakukan yang terbaik, jangan berbuat jahat, dan berkontribusi bagi sesama,” lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan oleh akun @bro.fadli, yang mengingatkan agar masyarakat terus mengawal hasil kerja Jokowi. “Pak Jokowi sudah berkarya, mari kita kawal hasilnya dan jangan sampai buta. Jika ada yang kurang bagus, harus kita ingatkan dan benahi,” tulisnya.

Menyambut Prabowo

Tak hanya memberikan apresiasi kepada Jokowi, warganet juga menyambut presiden terpilih, Prabowo Subianto. Akun @yakobuskaro menyampaikan, “Tanpa terasa sebentar lagi ganti presiden. Semoga presiden baru bisa memajukan Indonesia. Terima kasih Pak Jokowi dan welcome Pak Prabowo.”

Peralihan kepemimpinan dari Jokowi ke Prabowo menjadi perhatian publik, terutama terkait harapan besar masyarakat agar Indonesia terus maju dan berkembang di bawah kepemimpinan yang baru. Ucapan terima kasih untuk Jokowi dan harapan untuk Prabowo mewarnai komentar-komentar warganet di berbagai platform media sosial.

Selama dua periode kepemimpinannya, Jokowi dikenal dengan berbagai program pembangunan infrastruktur, reformasi birokrasi, serta kebijakan yang menyasar langsung kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Prabowo, yang akan segera dilantik sebagai presiden, diharapkan dapat melanjutkan berbagai pencapaian tersebut dan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik di masa depan.

Editor: Akil

Dasco Sebut Beberapa Parpol Sudah Usulkan Nama Menteri ke Prabowo

0
Wakil Ketua DPR Ri, Sufmi Dasco Ahmad. (Foto: Dok. DPR RI)

NUKILAN.id | Jakarta – Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan bahwa sejumlah partai politik (parpol) telah mengusulkan nama calon menteri untuk kabinet pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Saat ini, nama-nama yang diusulkan tersebut sedang melalui proses penilaian oleh Prabowo.

“Beberapa partai sudah mengusulkan, dan sekarang sedang dalam tahap profiling. Nanti, hasilnya akan disampaikan kembali kepada ketua umum masing-masing,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (14/9/2024).

Namun, Dasco mengaku tidak mengetahui secara pasti parpol mana saja yang telah mengajukan nama-nama calon menteri. “Itu langsung ke Pak Prabowo, saya kurang tahu detailnya,” tambahnya.

Fokus Susun Kabinet

Dasco menegaskan, penyusunan kabinet adalah hak prerogatif presiden terpilih. Menurutnya, Prabowo saat ini sedang fokus melakukan simulasi untuk menentukan susunan menteri kabinet periode 2024-2029.

“Yang namanya susunan menteri itu hak prerogatif presiden terpilih. Simulasi sedang dilakukan untuk menentukan komposisi terbaik,” katanya.

Sebelumnya, Dasco sempat menyampaikan bahwa kabinet Prabowo-Gibran kemungkinan besar akan banyak diisi oleh kalangan profesional. Namun, ia enggan membeberkan berapa jumlah menteri yang akan diambil dari kalangan profesional.

Profesional Mendominasi

“Kelihatannya memang banyak dari kalangan profesional murni yang masuk,” ujar Dasco. Namun, ia belum bisa memastikan apakah partai politik akan mengusulkan kader yang juga profesional atau akan ada porsi khusus bagi profesional di luar parpol.

Dasco juga menyebutkan bahwa jumlah kementerian di kabinet Prabowo belum bisa diungkap. “Paling cepat H-7 atau bahkan bisa lebih lambat, tergantung dinamika yang terjadi,” jelasnya.

Koalisi Belum Bahas Kabinet

Menariknya, Dasco juga mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan mengenai susunan kabinet dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), maupun dengan ketua umum partai politik lain yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).

“Belum ada pertemuan khusus dengan para ketua umum parpol terkait susunan kabinet. Simulasi masih dilakukan oleh presiden terpilih, dan nanti akan disampaikan kepada para ketua umum pada waktunya,” tutup Dasco.

Editor: Akil

PON Aceh-Sumut 2024: 24 Tim Basket 3×3 Siap Berlaga Mulai 16 September

0
PON Aceh-Sumut 2024: 24 Tim Basket 3x3 Siap Berlaga Mulai 16 September. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Setelah sukses menggelar pertandingan basket 5×5, ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 kembali menghadirkan cabang olahraga (cabor) basket 3×3. Sebanyak 24 tim, terdiri dari 12 tim putra dan 12 tim putri, siap berlaga mulai Senin, 16 September 2024, di Gedung Serba Guna, Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh.

Ketua Panitia, Ilham Wahyudi, menyebutkan bahwa kompetisi ini akan berlangsung hingga 19 September 2024. “Ini kali kedua basket 3×3 dipertandingkan di PON, dan setiap harinya pertandingan akan dimulai pukul 09.00 WIB hingga 17.55 WIB,” ujar Ilham.

Pada hari pertama, kategori putri akan membuka laga dengan 10 pertandingan mulai pukul 09.00 WIB hingga 12.55 WIB. Dilanjutkan dengan kategori putra yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga 17.55 WIB. Tim-tim yang berkompetisi telah dibagi ke dalam dua pool, yakni Pool A dan Pool B, untuk masing-masing kategori.

Pembagian Pool Basket 3×3 PON Aceh-Sumut 2024

Putra

  • Pool A: Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Sulawesi Tengah, Jawa Barat
  • Pool B: Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua, Aceh, Sumatera Utara, Sulawesi Utara

Putri

  • Pool A: Lampung, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Aceh, Riau
  • Pool B: Jawa Timur, Banten, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Bali, Jawa Barat

Pengawasan dan Wasit Profesional

Untuk memastikan jalannya pertandingan berlangsung adil, Perbasi menugaskan 15 wasit dan sejumlah petugas teknis. Dewan Hakim yang akan mengawasi kompetisi ini terdiri dari Jamin Mattotoran, Ronny Yenes, dan George Fernando Dendeng. Catur Wibisono dan Alvin Indra bertindak sebagai Commissioner, dengan Geta Septiadi sebagai Koordinator Wasit.

Nama-nama wasit yang akan bertugas antara lain Henry Yulius Foenai, Rivan Ardyan, I Putu Eri Kresnayadi, Dian Sukma Wijayanto, Pratama Aji Pristianto, hingga wasit perempuan Septiana Dwi Putri dan Riska Kartini. “Kami memastikan seluruh pertandingan berjalan lancar sesuai aturan,” tambah Ilham.

Antusiasme Basket 3×3

Basket 3×3, yang baru resmi dipertandingkan di PON Papua 2021, telah menarik perhatian besar. Format yang lebih cepat dan dinamis membuatnya berbeda dari basket konvensional 5×5.

“Kami yakin basket 3×3 akan terus berkembang dan menarik banyak minat masyarakat,” ujar Ilham.

Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung ketat, mengingat 12 tim dari berbagai provinsi akan saling bersaing memperebutkan prestasi tertinggi. Sebelum kompetisi dimulai, pada Minggu, 15 September 2024, semua tim akan diberi kesempatan untuk mencoba lapangan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Masyarakat Aceh dan penggemar basket di seluruh Indonesia diharapkan turut mendukung tim-tim kesayangan mereka dalam ajang ini. PON Aceh-Sumut 2024 menjadi panggung penting bagi para atlet basket 3×3 untuk membuktikan kemampuan mereka di kancah nasional.

Editor: Akil

Polri Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana PON XXI Aceh-Sumut

0
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Erdi A. Chaniago. (Foto: Humas Polri)

NUKILAN.id | Jakarta – Bareskrim Polri terus mendalami kasus dugaan penyelewengan dana dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh dan Sumatera Utara. Tim Satgas Bareskrim berkoordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kejaksaan Agung (Kejagung), serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengungkap indikasi tindak pidana korupsi yang terjadi.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Erdi A. Chaniago, menjelaskan bahwa tim tengah melakukan pendampingan untuk mendalami dugaan penyalahgunaan anggaran tersebut.

“Tim telah melakukan pendampingan terkait pengelolaan anggaran yang berpotensi terindikasi korupsi,” ujar Erdi kepada wartawan, Sabtu (14/9/2024).

Erdi menambahkan, jika ditemukan bukti pelanggaran, Polri akan segera melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Seperti yang disampaikan Bapak Kapolri, Polri siap melakukan penyelidikan dan penyidikan jika ada pelanggaran dalam penyelenggaraan keuangan PON ini,” kata Erdi.

Tim Satgas Bareskrim Polri telah bertolak ke Aceh dan Sumatera Utara sejak Kamis (12/9/2024) untuk meninjau venue-venue yang digunakan dalam penyelenggaraan PON.

“Saat ini masih dilakukan pendalaman terkait lokasi-lokasi yang akan dikunjungi. Proses ini membutuhkan waktu, jadi kita tunggu perkembangan selanjutnya,” ujar Erdi.

Menpora Siap Tindak Tegas

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo juga menyatakan kesiapannya untuk menindak tegas jika ditemukan adanya penyimpangan dalam penggunaan dana PON XXI. Dito menegaskan bahwa Kemenpora terbuka untuk menerima laporan atau keluhan dari masyarakat terkait hal tersebut.

“Kami sangat terbuka jika ada keluhan dari masyarakat. Kami akan menindak tegas setiap dugaan penyelewengan yang terjadi,” ungkap Dito.

Ia menambahkan, sudah ada peraturan yang mengatur mekanisme pengawasan tata kelola, termasuk pembentukan Satgas Pengawalan Tata Kelola yang diatur dalam Keppres No. 24 Tahun 2024. Satgas ini diketuai oleh Wakil Jaksa Agung, dengan dukungan dari penegak hukum lainnya.

“Pemerintah akan bekerja maksimal untuk menindaklanjuti segala dugaan penyelewengan. Kami akan memastikan penyelenggaraan PON XXI ini berjalan sesuai dengan aturan,” tegasnya.

Koordinasi dengan Kejagung dan Polri

Sebagai langkah pencegahan, Kemenpora telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung dan Bareskrim Polri untuk menangani dugaan penyimpangan anggaran PON XXI Aceh-Sumut. Dito menjelaskan, kolaborasi antara lembaga penegak hukum ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan pengelolaan dana PON berjalan dengan baik.

“PON ini memiliki Satgas yang dibentuk berdasarkan Keppres, dan di dalamnya sudah termasuk pendampingan tata kelola oleh berbagai pihak, termasuk penegak hukum,” tutur Dito.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap penyelenggaraan PON XXI dapat berjalan dengan lancar dan bebas dari praktik-praktik korupsi.

Editor: Akil

4 Gampong di Banda Aceh dan Aceh Besar Diverifikasi untuk Pengakuan Tsunami Ready dari UNESCO-IOC

0
4 Gampong di Banda Aceh dan Aceh Besar Diverifikasi untuk Pengakuan Tsunami Ready dari UNESCO-IOC. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Empat gampong di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, yaitu Gampong Lam Kruet, Gampong Mon Ikeun (Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar), serta Gampong Jawa dan Gampong Deah Glumpang (Kota Banda Aceh) melaksanakan verifikasi lapangan untuk mendapatkan pengakuan internasional sebagai Tsunami Ready Community dari UNESCO-IOC. Program Tsunami Ready bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir dalam bersiap menghadapi potensi tsunami.

Verifikasi ini dilakukan pada Sabtu, 14 September 2024, di Kantor Keuchik masing-masing gampong. Tim verifikator dari Komite Nasional Tsunami Ready, yang dipimpin oleh Dr. Mochammad Aryono Adhi, M.Si., hadir untuk menilai kesiapan masyarakat dalam memenuhi standar kesiapsiagaan tsunami yang ditetapkan UNESCO-IOC.

Kegiatan ini melibatkan perangkat gampong, Tim Peringatan Dini, Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB), kader PKK dan Posyandu, serta BPBD Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh. Selain itu, Tim BMKG Pusat dan BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar turut hadir mendampingi proses verifikasi.

Kunjungan Lapangan dan Pengecekan Kesiapan

Tim verifikasi melakukan kunjungan langsung ke gampong-gampong tersebut untuk meninjau fasilitas kesiapsiagaan bencana, seperti papan informasi tsunami, rambu evakuasi, serta jalur dan tempat evakuasi. Mereka juga berdiskusi dengan komunitas siaga bencana terkait prosedur dan kesiapan dalam menghadapi potensi tsunami.

Sebelumnya, pada Agustus 2024, keempat gampong ini telah diakui sebagai masyarakat siaga tsunami tingkat nasional. Pengakuan tersebut diberikan dalam acara pembukaan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Dampak Pengakuan Internasional

Jika lulus verifikasi, empat gampong ini akan menjadi gampong pertama di Provinsi Aceh dan yang kesepuluh di Indonesia yang diakui sebagai Tsunami Ready Community oleh UNESCO-IOC. Pengakuan internasional ini tidak hanya meningkatkan citra positif di mata dunia, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian, sosial, dan politik gampong-gampong tersebut. Selain itu, gampong yang diakui akan masuk dalam peta Global Tsunami Ready yang dikelola oleh UNESCO-IOC.

Pengakuan ini juga membawa tanggung jawab besar bagi masyarakat setempat. Mereka harus menjaga dan meningkatkan kesiapsiagaan tsunami, memastikan keberlanjutan sistem dan prosedur yang ada, serta memelihara indikator Tsunami Ready yang sudah ditetapkan. Masyarakat juga diharapkan menyusun rencana kegiatan tahunan terkait mitigasi bencana tsunami.

Dengan adanya program Tsunami Ready, diharapkan masyarakat pesisir di Aceh semakin siap dan tangguh dalam menghadapi ancaman bencana tsunami yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Editor: Akil