Beranda blog Halaman 907

Pj Bupati Aceh Besar Kalungkan Medali di Ajang Paralayang PON XXI Aceh-Sumut

0
Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM, mengalungkan medali emas kepada Umar atlet asal Jawa Barat yang berhasil meraih posisi tertinggi dalam kategori Lintas Alam Individual Putra pada PON XXI. (Foto: MC Aceh Besar)

NUKILAN.id | Jantho – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM, turut ambil bagian dalam ajang PON XXI Aceh-Sumut dengan mengalungkan medali kepada para atlet yang berprestasi di cabang olahraga Paralayang. Acara penyerahan medali tersebut berlangsung di Aula BPMP Aceh, Gampong Niron, Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar, pada Rabu (18/9/2024) sore.

Pada kesempatan itu, Iswanto memberikan medali emas kepada Umar, atlet asal Jawa Barat, yang sukses meraih posisi tertinggi dalam kategori Lintas Alam Individual Putra. Medali perak diraih oleh Amrullah dari Aceh, sementara medali perunggu disabet oleh Abdurrahman Hidayat dari Sumatera Barat.

Dalam sambutannya, Pj Bupati Aceh Besar menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh atlet yang telah bertanding dengan penuh semangat dan dedikasi.

“Kami sangat bangga bahwa Aceh mampu meraih medali perak pada kategori ini. Kami berharap ke depannya hasil yang lebih baik bisa dicapai dalam dua kategori yang masih dipertandingkan,” ujar Iswanto.

Selain Pj Bupati, acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting lainnya. Di antaranya, Danlanud Sultan Iskandar Muda (SIM), Kolonel Pnb Hantarno Edi Sasmoyo M Han, yang menyerahkan medali kepada pemenang kategori Lintas Alam Beregu Putra. Pada kategori ini, medali emas diraih oleh tim Sulawesi Tengah, disusul Jawa Timur dengan medali perak, dan Sumatera Barat yang meraih perunggu.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Sujoko SIK MH, juga turut serta dalam penyerahan medali pada kategori Lintas Alam Beregu Putri. Emas pada kategori ini diraih oleh tim Jawa Timur, perak oleh DKI Jakarta, dan perunggu jatuh ke tangan Jawa Barat.

Tidak hanya itu, penghargaan juga diberikan kepada para pemenang kategori Lintas Alam Individual Putri. Mayor Inf Antoni Zen, yang mewakili Komandan Kodim 0101/Kota Banda Aceh, menyerahkan medali kepada Ina Diana dari DKI Jakarta yang berhasil meraih emas, sementara perak diraih oleh Karlina Dwi Apriliani dari Jawa Barat, dan Rika Wijayanti dari Jawa Timur mendapatkan perunggu.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Besar, Jemmy Novian Tirayudi SH MH MSi, menyerahkan medali kepada pemenang kategori Accuracy Individual Terbuka, di mana Banten meraih emas, Jawa Tengah mendapatkan perak, dan Bali membawa pulang perunggu.

Dalam kategori Accuracy Beregu Terbuka, Jawa Tengah berhasil membawa pulang medali emas, diikuti oleh Banten yang meraih perak, dan Papua dengan medali perunggu. Medali untuk kategori ini diserahkan oleh Ketua KONI Aceh Besar, Muhibuddin, yang akrab disapa Ucok Sibreh.

Dengan serangkaian prestasi yang diraih pada PON XXI Aceh-Sumut ini, Aceh Besar semakin memperlihatkan kontribusi signifikan dalam olahraga nasional. Pj Bupati Muhammad Iswanto menegaskan bahwa pencapaian ini bukan hanya kebanggaan bagi Aceh Besar, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Aceh.

“Kami berharap para atlet Aceh terus bersemangat dalam berprestasi di kancah nasional dan internasional,” tutup Iswanto.

Haji Uma Bantu Pulangkan PMI Asal Aceh yang Kecelakaan di Malaysia

0
Haji Uma Bantu Pulangkan PMI Asal Aceh yang Kecelakaan di Malaysia. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Anggota DPD RI asal Aceh, Haji Sudirman yang dikenal sebagai Haji Uma, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap warga Aceh di luar negeri. Kali ini, ia membantu pemulangan Muslem (42), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Aceh Utara, yang mengalami kecelakaan di Malaysia.

Muslem, yang merupakan warga Gampong Ceumeucet, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, sudah berada di Malaysia selama enam tahun dan bekerja sebagai buruh bangunan. Namun, kecelakaan yang dialaminya saat bekerja setahun lalu membuatnya tidak bisa bekerja lagi. Muslem harus menjalani perawatan medis di Malaysia, tetapi pengobatannya terhenti karena ketiadaan biaya.

Mengetahui kondisi ini, keluarga Muslem kemudian menghubungi Abu Saba, staf khusus Haji Uma yang bertugas di Malaysia. Abu Saba segera melakukan pengecekan terhadap kondisi Muslem dan berkoordinasi untuk membantu proses pemulangannya ke Aceh agar bisa melanjutkan pengobatan di kampung halaman.

“Setelah memastikan kondisinya, kami segera mengurus administrasi dan persiapan kepulangan Muslem. Biaya tiket penerbangan ditanggung oleh Haji Uma, sementara biaya administrasi imigrasi dibantu oleh pihak keluarga,” ujar Abu Saba, Rabu (18/9/2024).

Muslem dan saudaranya, Mariani, berhasil diterbangkan ke Indonesia melalui Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara. Mereka akan melanjutkan perjalanan menuju Aceh Utara untuk berkumpul kembali dengan keluarga.

“Alhamdulillah, berkat dukungan banyak pihak, Muslem dan istrinya bisa kembali ke Aceh. Semoga ia segera pulih dan bisa menjalani kehidupan seperti sedia kala,” kata Haji Uma.

Keluarga Muslem pun menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Haji Uma dan Abu Saba.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Haji Uma yang telah membantu kami sehingga Muslem bisa kembali ke kampung halaman,” ujar pihak keluarga.

Kepedulian Haji Uma terhadap nasib warga Aceh di luar negeri bukan pertama kali terjadi. Ia dikenal aktif membantu para pekerja migran Aceh yang mengalami kesulitan, baik dalam hal hukum maupun kesehatan di negara tempat mereka bekerja.

Editor: Akil

Melihat Fenomena “Marriage Is Scary” dari Perspektif Islam

0
Ilustrasi Marriage Is Scary. (Foto: Sindonews)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Belakangan ini, tren “Marriage Is Scary” mulai berkembang, terutama di platform media sosial seperti TikTok. Banyak perempuan muda mengungkapkan ketakutan mereka terhadap pernikahan, baik terkait komitmen jangka panjang, potensi kegagalan, maupun tekanan sosial. Di sisi lain, dalam Islam, pernikahan dipandang sebagai ibadah yang istimewa.

Untuk memahami fenomena ini lebih mendalam dari perspektif Islam, Nukilan.id melakukan wawancara dengan Ustaz Khairuddin pada Kamis (19/9/2024).

Menurut Ustaz Khairuddin, pernikahan bukanlah sekadar hubungan antara dua orang, melainkan sebuah ibadah panjang yang memiliki kedudukan khusus dalam agama Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa menikah adalah penyempurna setengah dari agama seorang Muslim.

“Dalam sebuah hadis, Nabi menyatakan bahwa ‘Siapa yang Allah karuniakan istri yang salihah, maka adanya istri yang salihah menolong dia menyempurnakan setengah agamanya. Maka hendaknya ia bertakwa kepada Allah pada setengah sisanya’ Hadis Riwayat Thabrani dan Al-Hakim,” Jelasnya.

Ustaz Khairuddin menjelaskan bahwa pernikahan membantu melindungi seseorang dari dosa-dosa besar seperti zina, yang sering kali menjadi ancaman bagi agama seseorang. Dengan menikah, seorang Muslim telah menjaga dirinya dari godaan syahwat dan zina, yang merupakan salah satu penyebab utama kehancuran moral.

Namun, di balik kewajiban pernikahan, ada setan yang selalu berusaha menggoda dan menimbulkan keraguan. Salah satu godaan terbesar setan adalah membuat seorang Muslim merasa takut untuk menikah.

“Ketakutan akan masa depan pernikahan, khawatir akan perceraian, atau takut tidak bahagia adalah sebagian dari cara setan menanamkan keraguan dalam hati manusia,” ungkapnya.

Ustaz Khairuddin mengisahkan bahwa, Dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda bahwa setan sangat menyukai orang yang berhasil memisahkan suami dari istrinya.

“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air dan mengutus bala tentaranya. Yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Salah satu dari mereka berkata, ‘Aku telah memisahkan suami dari istrinya.’ Iblis mendekatinya dan berkata, ‘Sungguh hebat engkau.'” (HR. Muslim)

Dalam pandangan Ustaz Khairuddin, ketakutan yang dialami oleh kaum muda saat ini merupakan bentuk su’uzon (prasangka buruk) terhadap Allah. Ketika seseorang merasa khawatir pernikahannya tidak akan berhasil, pada dasarnya ia sedang meragukan takdir Allah dan menganggap bahwa Allah tidak akan memberikan yang terbaik baginya.

“Ini merupakan dosa, karena prasangka buruk terhadap Allah adalah bentuk ketidakpercayaan terhadap kehendak-Nya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ustaz Khairuddin menambahkan bahwa ketakutan terhadap masa depan adalah cerminan dari lemahnya iman seseorang. Seharusnya, seorang Muslim percaya bahwa Allah memiliki rencana yang terbaik untuk hamba-Nya, dan tawakal terhadap takdir adalah salah satu kunci utama dalam menjalani hidup, termasuk dalam pernikahan.

“Sebagaimana ditegaskan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, kebahagiaan sejati terletak pada ridho dan yakin terhadap takdir Allah, sedangkan kecemasan dan kesedihan adalah akibat dari ketidaksenangan terhadap takdir-Nya,” kata Ustaz Khairuddin.

Dalam menghadapi fenomena “Marriage Is Scary”, Ustaz Khairuddin memberikan nasihat kepada kaum muda untuk menghindari pikiran negatif dan ketakutan yang tidak berdasar. Menurutnya, kecemasan berlebih terhadap masa depan tidak akan memberikan manfaat, melainkan hanya akan memperburuk keadaan.

“Justru, seseorang harus optimis dan husnuzon (berprasangka baik) kepada Allah, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengedepankan sikap optimis dalam setiap aspek kehidupan,” ungkap Ustaz Khairuddin.

Sebagai penutup, Ustaz Khairuddin mengingatkan bahwa pernikahan adalah bentuk ibadah yang mulia, dan tidak seharusnya ketakutan atau keraguan menghalangi seseorang untuk menunaikan kewajiban ini. Setiap Muslim harus meyakini bahwa Allah akan selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya yang taat dan berserah diri kepada-Nya. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Aceh Juara Umum Selam Laut PON XXI: Raih Satu Emas dan Satu Perak

0
Aceh Juara Umum Selam Laut PON XXI. (Foto: ANATARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tuan rumah Aceh berhasil meraih predikat juara umum pada cabang olahraga selam laut di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara. Kompetisi ini berlangsung pada 16-18 September 2024 di Pelabuhan CT-1 BPKS, Kota Sabang.

Kemenangan Aceh dipastikan setelah atlet selamnya, Annuar, berhasil menyabet medali emas pada nomor 5 point course putra. Selain itu, Aceh juga menambah koleksi medali dengan perak yang diraih oleh Eka Resdianto pada nomor M course putra. Keberhasilan ini menjadi catatan sejarah penting bagi Aceh karena untuk pertama kalinya mereka berhasil meraih medali emas di cabang selam laut dalam PON.

“Alhamdulillah, ini sejarah. Sejak Aceh ikut PON, belum pernah kita dapat medali emas di selam laut,” ujar Ketua Pengprov Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Aceh, Muslim Aiyub, di Banda Aceh, Rabu (18/9/2024).

Muslim mengungkapkan rasa bangganya terhadap pencapaian para atlet Aceh, yang menurutnya mampu bersaing ketat dengan kontingen dari provinsi lain di Indonesia. Ia berharap prestasi ini menjadi pemicu semangat bagi para atlet selam Aceh untuk terus berkembang dan berkiprah di ajang internasional seperti SEA Games.

“Tentu kita akan terus membina atlet-atlet kita ini. Mereka adalah masa depan olahraga selam Aceh. Dengan pembinaan yang baik, saya yakin pada PON 2028 di NTB nanti, kita bisa meraih hasil yang lebih baik lagi,” tambahnya optimis.

Hasil Lomba Selam Laut

Di luar prestasi Aceh, persaingan di cabang selam laut PON XXI juga berlangsung sengit. Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Papua berbagi tempat di peringkat kedua, masing-masing dengan perolehan satu emas dan satu perunggu. Di posisi ketiga, Bali dan Riau meraih satu emas, sedangkan Jawa Barat mendapatkan dua perak.

Sementara itu, provinsi lain seperti Lampung, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan masing-masing mengoleksi satu perak. DKI Jakarta, Maluku, dan Sulawesi Utara menambah perolehan medali dengan masing-masing satu perunggu.

Berikut adalah rincian hasil pertandingan selam laut PON XXI Aceh-Sumut:

M Course Putra

1.⁠ ⁠Andi Junaidi (Jawa Tengah) – 941 poin
2.⁠ ⁠Eka Resdianto (Aceh) – 907 poin
3.⁠ ⁠Rokhandi Yusuf (DKI Jakarta) – 902 poin

M Course Putri

1.⁠ ⁠Vina Malini (Riau) – 1.032 poin
2.⁠ ⁠Angela Patrisia Vanya (Jawa Barat) – 945 poin
3.⁠ ⁠Alicia Heavenly Lindy Pangalila (Sulawesi Utara) – 759 poin

5 Point Course Putra

1.⁠ ⁠Annuar (Aceh) – 1.587 poin
2.⁠ ⁠Nurrohman (Lampung) – 1.557 poin
3.⁠ ⁠Veri Dwi Irjayanto (Papua) – 1.531 poin

5 Point Course Putri

1.⁠ ⁠Faradhillah A Hehanusa (Papua) – 1.456 poin
2.⁠ ⁠Angela Patrisia Vanya (Jawa Barat) – 1.414 poin
3.⁠ ⁠Astrit Marsella Teng (Maluku) – 1.399 poin

Finswimming 3.000 Meter Putra

1.⁠ ⁠Miki Wowor (Sulawesi Utara) – 34 menit 10,15 detik
2.⁠ ⁠Farand Gavrila Simon (Kalimantan Timur) – 35 menit 16,65 detik
3.⁠ ⁠Steven Stanley Adriano (Jawa Tengah) – 35 menit 37,14 detik

Finswimming 3.000 Meter Putri

1.⁠ ⁠Ni Made Nadya Safira (Bali) – 36 menit 39,25 detik
2.⁠ ⁠Syarifa Atika Salsabillah (Sulawesi Selatan) – 36 menit 40,80 detik
3.⁠ ⁠Trivena Adelia Turambi (Sulawesi Utara) – 36 menit 53,78 detik

Dengan hasil tersebut, kontingen Aceh berhasil membuktikan diri sebagai kekuatan baru dalam cabang olahraga selam laut di tingkat nasional. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan dan meningkatkan prestasi ini di ajang nasional dan internasional mendatang.

Editor: Akil

Abrasi Meluas di Aceh Utara, 787 Warga Mengungsi ke Mushala Desa

0
787 Warga Mengungsi ke Mushala Desa Akibat Abrasi Meluas di Aceh Utara. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Sebanyak 204 kepala keluarga atau 787 jiwa terpaksa mengungsi ke mushala di Desa Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, akibat abrasi laut yang kian meluas. Abrasi yang telah berlangsung lama ini memaksa warga meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan pada Rabu (18/9/2024).

Kepala Desa Lhok Puuk, Bakhtiar, menjelaskan bahwa masalah abrasi di wilayah tersebut telah menjadi ancaman tahunan.

“Abrasi ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Banyak rumah warga yang rusak sebagian, bahkan ada yang hancur total. Kami sudah berulang kali mengusulkan pembangunan tebing laut, namun hingga kini belum ada tindakan nyata,” ungkap Bakhtiar.

Saat ini, para korban abrasi masih bertahan di mushala desa. Pemerintah Desa Lhok Puuk juga telah membuka dapur umum sementara untuk memenuhi kebutuhan makanan warga yang mengungsi.

“Kami berharap Penjabat Bupati Aceh Utara, Mahyuzar, bisa memberi perhatian lebih terhadap persoalan ini, karena dampaknya sangat besar bagi masyarakat kami,” tambah Bakhtiar.

Sementara itu, Kepala Protokol Komunikasi Pimpinan Aceh Utara, Muslem Araly, menyebutkan bahwa tim dari Dinas Sosial telah tiba di lokasi untuk menyalurkan bantuan.

“Bantuan berupa bahan pangan untuk korban abrasi sudah diberikan oleh Dinas Sosial Aceh Utara,” ujar Muslem.

Abrasi di wilayah pesisir Aceh Utara ini bukan pertama kali terjadi. Namun, warga berharap ada solusi permanen untuk melindungi rumah mereka dari ancaman abrasi yang terus menghantui setiap tahun.

Editor: Akil

Sejumlah Venue PON Aceh-Sumut Ambruk, Kemenko PMK Soroti Faktor Cuaca Ekstrem

0
Sejumlah Venue PON Aceh-Sumut Ambruk Akibat Cuaca Buruk. (Foto: Detik.com)

NUKILAN.id | Jakarta – Sejumlah venue cabang olahraga (cabor) pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut mengalami kerusakan, termasuk atap yang roboh dan banjir di venue cabor menembak. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menilai bahwa kerusakan tersebut terjadi akibat cuaca ekstrem.

Deputi V Kemenko PMK, Warsito, menyatakan bahwa insiden tersebut murni disebabkan oleh kondisi alam yang tidak bisa diprediksi.

“Perlu dipahami bahwa hal-hal teknis seperti ini terjadi karena faktor alam. Venue-venue tersebut terdampak hujan badai yang sangat deras,” ujar Warsito dalam konferensi pers setelah rapat evaluasi PON Aceh-Sumut, Rabu (18/9/2024).

Warsito mengungkapkan, hujan badai yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera Utara belakangan ini telah menyebabkan sejumlah gangguan pada pelaksanaan PON. Meski demikian, ia memastikan bahwa masalah tersebut telah ditangani dengan cepat dan semua fasilitas sudah dapat digunakan kembali.

Badai dan hujan deras yang melanda Aceh dan Sumut tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengakibatkan tertundanya beberapa pertandingan.

“Ada beberapa pertandingan yang harus ditunda karena hujan badai, namun secara keseluruhan PON di Aceh dan Sumut tetap berjalan dengan baik,” jelas Warsito.

Ia menambahkan bahwa meskipun sempat ada kendala, penyelenggaraan PON secara umum berlangsung sesuai dengan rencana.

“Masalah-masalah seperti ini sudah ditangani dengan baik, sehingga venue-venue yang rusak sudah siap kembali digunakan,” ujarnya.

Pemerintah dan panitia pelaksana terus memantau kondisi cuaca untuk memastikan tidak ada lagi gangguan yang dapat menghambat jalannya pertandingan di sisa jadwal PON.

Selain kerusakan venue, rapat evaluasi juga membahas sejumlah aspek teknis lainnya seperti konsumsi bagi para atlet dan ofisial. Kemenko PMK menegaskan komitmennya untuk terus memastikan pelaksanaan PON berjalan lancar hingga selesai.

PON XXI yang berlangsung di dua provinsi, Aceh dan Sumatera Utara, ini memang sempat mengalami beberapa tantangan. Namun, pihak Kemenko PMK optimistis bahwa ajang olahraga terbesar di Indonesia tersebut dapat diselesaikan dengan sukses meskipun di tengah cuaca ekstrem.

Editor: Akil

Penjabat Bupati Aceh Barat Apresiasi Peran Petugas Kebersihan di Venue PON

0
Penjabat Bupati Aceh Barat Apresiasi Peran Petugas Kebersihan di Venue PON. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Meulaboh –Penjabat Bupati Aceh Barat, Drs. Mahdi Efendi, mengapresiasi kerja keras para petugas kebersihan yang bertugas di venue Pekan Olahraga Nasional (PON) wilayah Aceh Barat, khususnya di GOS dan Lapangan Teuku Umar. Menurutnya, peran mereka sangat vital dalam memastikan kelancaran acara, terutama dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan bagi atlet, ofisial, dan penonton.

“Saya berterima kasih kepada seluruh petugas kebersihan yang bekerja tanpa henti untuk menjaga kebersihan venue. Tanpa mereka, acara sebesar ini tidak akan bisa berjalan lancar,” ujar Mahdi di Meulaboh, Rabu (18/9/2024).

Mahdi menambahkan, kebersihan tidak hanya penting dalam perhelatan besar seperti PON, tetapi juga harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Ia berharap, momentum PON ini dapat menjadi inspirasi bagi warga Aceh Barat untuk semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Petugas kebersihan yang berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup Aceh Barat telah menunjukkan kinerja yang luar biasa. Tidak ada keluhan terkait kebersihan, baik dari para atlet maupun masyarakat sekitar,” imbuhnya.

Pelaksanaan PON tahun ini di Aceh Barat dinilai sukses, dan salah satu faktor pendukung utama adalah kebersihan venue yang terjaga dengan baik. Mahdi menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras para petugas kebersihan.

“Saya sangat bangga dengan kontribusi mereka. Kebersihan yang terjaga membuat acara berjalan nyaman dan sukses,” pungkasnya.

Editor: Akil

Pj Gubernur Safrizal Kalungkan Medali untuk Atlet Sepak Bola di PON XXI Aceh-Sumut

0
Pj Gubernur Safrizal Kalungkan Medali untuk Atlet Sepak Bola di PON XXI Aceh-Sumut. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, bersama Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, memberikan penghargaan kepada para atlet sepak bola yang berprestasi di PON XXI Aceh-Sumut 2024. Momen pemberian medali berlangsung pada Rabu malam (18/9/2024) di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, setelah laga final yang menyita perhatian publik.

Provinsi Aceh menjadi salah satu tim yang berhasil naik podium dengan meraih medali perunggu. Dalam pertandingan yang digelar sore harinya, Aceh sukses menaklukkan Kalimantan Selatan dengan skor tipis 2-1.

Gol kemenangan Aceh dicetak oleh Nur Wahyudin pada menit ke-15, dan disusul oleh Irza Ahmad pada menit ke-64. Kalimantan Selatan sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Rizky Ramadani di menit ke-31, namun tak mampu menghindarkan kekalahan.

Pada laga final, Jawa Timur keluar sebagai juara setelah menundukkan Jawa Barat dengan skor 1-0. Pertandingan berlangsung ketat, dengan tensi tinggi sejak awal. Jawa Barat harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-63 usai Abdan Hanif menerima kartu kuning kedua.

Kesempatan emas datang bagi Jawa Timur setelah wasit memberikan hadiah penalti akibat pelanggaran kiper Jawa Barat di dalam kotak penalti. Ranno Jutati yang menjadi eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna, membawa Jawa Timur unggul.

Meski menjelang akhir laga, Ranno Jutati harus menerima kartu merah, Jawa Timur mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan ini mengantarkan Jawa Timur meraih medali emas, sementara Jawa Barat harus puas dengan perak.

Ajang sepak bola di PON kali ini menjadi salah satu cabang olahraga yang paling diminati oleh penonton. Stadion Harapan Bangsa hampir selalu penuh di setiap laga, terutama saat tim tuan rumah, Aceh, bertanding. Antusiasme tinggi terlihat dengan ribuan penonton yang memadati stadion, bahkan sampai meluber ke area luar stadion.

Pj Gubernur Safrizal ZA mengungkapkan rasa bangganya atas dukungan luar biasa dari masyarakat Aceh terhadap penyelenggaraan PON. Ia juga mengajak seluruh warga Aceh untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu yang datang.

“Memuliakan tamu adalah bagian dari budaya Aceh. Pemulia jamee adat geutanyoe,” ujar Safrizal, seraya menegaskan pentingnya menjaga kesan positif bagi para pengunjung yang hadir di Aceh.

Safrizal berharap, PON XXI Aceh-Sumut 2024 bisa menjadi momentum untuk mempererat persatuan, meningkatkan rasa bangga nasional, serta mempromosikan budaya dan kekayaan Aceh di tingkat nasional.

Stadion yang ramai dan dukungan penuh dari masyarakat menambah semarak pesta olahraga empat tahunan ini. Selain sebagai ajang unjuk prestasi, PON kali ini juga menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan Aceh sebagai daerah dengan keramahtamahan dan kekayaan budaya yang luar biasa.

Editor: Akil

Pemkab Aceh Tenggara Gelar Pelatihan UMKM, Fokus Pada Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan

0
Pemkab Aceh Tenggara Gelar Pelatihan UMKM. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Kutacane – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara melalui Dinas Perikanan menggelar pelatihan khusus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang perikanan. Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari sejak 10 September 2024 ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan lokal.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 50 peserta, mayoritas perempuan, yang dilatih dalam teknik pengolahan ikan mas dan nila. Lokasi pelatihan dipusatkan di Rumah Packing, Desa Muhajirin, Kecamatan Deleng Pokisen. Peserta tidak hanya diajarkan cara mengolah ikan, tetapi juga strategi pemasaran untuk memperluas jangkauan pasar produk mereka.

Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aceh Tenggara, Alisurrahman, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan daya saing produk lokal, terutama dalam memanfaatkan momen penyelenggaraan Cabang Olahraga Arung Jeram pada PON XXI 2024 di Aceh-Sumut.

“Kami berharap, melalui stan-stan yang disediakan Pemkab selama PON XXI, pelaku UMKM dapat mempromosikan produk unggulan mereka dan menemukan pasar potensial baru,” ujarnya.

Firman Deski, Kepala Dinas Perikanan Aceh Tenggara, menambahkan bahwa sektor perikanan merupakan salah satu unggulan daerah ini.

“Kami ingin melalui pelatihan ini, peserta dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing, serta mendorong peningkatan konsumsi ikan di masyarakat,” jelas Firman.

Pelatihan ini menjadi salah satu upaya Pemkab Aceh Tenggara dalam mengembangkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM, khususnya di sektor perikanan yang memiliki potensi besar di wilayah tersebut.

Editor: Akil

Lingkaran Setan Perundungan Binus School yang Tak Pernah Usai

0
Ilustrasi bullying. (Foto: Bully Awareness Resistance Education)

Nukilan.id – Kasus bullying atau perundungan kembali terjadi di sekolah. Kali ini terjadi di SMA Binus School Simprug. Korban berinisial RE, 16 tahun, diduga menjadi korban perundungan hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit. Hal tersebut diketahui dari kuasa hukum korban, Sunan Kalijaga yang telah melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Laporan Sunan Kalijaga terdaftar dengan nomor LP/B/331/I/2024/SPKT POLRES METRO JAKSEL/POLDA METRO JAYA. Dalam laporan itu disebutkan RE mengalami pelecehan seksual, dikeroyok secara bergilir, hingga mengalami trauma. Sunan Kalijaga melaporkan empat orang siswa kelas 12 Binus Simprug berinisial KE, R, K, dan C.

Awal mula kejadian tersebut, kata Sunan terjadi saat kliennya yang merupakan siswa pindahan memulai hari pertamanya di SMA Binus. Lantas, korban didatangi oleh terduga pelaku yang menanyakan latar belakang korban.

Sebagai anak baru di sekolah tersebut, korban langsung mendapatkan perlakuan perundungan di hari pertamanya di sekolah tersebut. Sunan menyebut terduga pelaku perundungan tersebut adalah “anak-anak pejabat, ada orang-orang besarlah.” Padahal korban sudah menyatakan tak ingin mencari masalah, hanya ingin belajar di sekolah.

Korban mendapatkan perundungan secara verbal dan nonverbal. Mulai dari pemukulan yang dilakukan secara bergilir hingga dugaan pelecehan seksual di hadapan siswa lainnya. Hal ini dilakukan selama dua hari berturut-turut. Akibatnya, korban harus dilarikan ke rumah sakit.

Perundungan tak berhenti di situ. Ketika orang tua korban meminta agar proses pembelajaran kepada korban dilakukan secara daring, dia tetap mendapatkan perundungan dari terduga pelaku sehingga proses pembelajaran secara daring itu terpaksa dihentikan.

Terdapat empat video yang menjadi bukti perundungan ini. Video ini terdiri dari dua video dari kamera pengawas atau CCTV di luar toilet pada tanggal 30 dan 31 Januari 2024, satu video CCTV di kantin pada 30 Januari 2024, dan satu video yang diperoleh dari ponsel saksi yang tidak diungkap identitasnya.

Laporan Sunan Kalijaga kini sudah ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Kini, kasus tersebut sudah naik ke tahap penyidikan. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi mengatakan status kasus tersebut naik ke tahap penyidikan setelah polisi melakukan gelar perkara terhadap kasus tersebut.

Dari hasil penyelidikan, kata AKP Nurma, didapati ada dugaan tindak pidana dalam kasus tersebut. Saat ini kasus tersebut masih berjalan di Polres Metro Jakarta Selatan dan pihak kepolisian masih melakukan serangkaian pendalaman terhadap kasus tersebut.

“Ya, kalau tindak pidana, kalau lihat videonya, jelas, ada. (Status kasus naik penyidikan) hari Senin,” ujar AKP Nurma, dikutip Nukilan dari Detik, Sabtu (14/9/2024).

SMA Binus School Simprug membantah adanya kasus perundungan tersebut. Staf Hubungan Masyarakat Binus School Education, Haris Suhendra mengatakan sudah melakukan investigasi terhadap dugaan perundungan terhadap siswa tersebut. Namun, dia menyebutkan tak ada perundungan dalam kasus tersebut, melainkan murni hanyalah perselisihan antarsiswa saja.

“Sekolah telah melaksanakan investigasi berdasarkan bukti dan saksi, kami menemukan bahwa kejadian tersebut adalah perselisihan antarsiswa,” kata Haris dilansir Antara, Sabtu (14/9/2024).

Anak Ketum Parpol

Menanggapi persoalan ini, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait kasus tersebut. RDPU itu menghadirkan pihak Binus Simprug, kuasa terduga pelaku, Otto Hasibuan, dan korban RE sendiri.

Di depan pimpinan dan anggota Komisi III DPR, RE mengadukan kasus perundungan yang terjadi kepadanya. Dia menyebutkan bahwa orang tua salah seorang terduga pelaku adalah seorang Ketua Umum Partai Politik (Ketum Parpol) yang berinisial A.

“‘Lu tahu enggak bapak kita siapa? Dia bapaknya ketua partai, bapak dia DPR, bapak dia MK’. Lalu sahabat dari ketua geng ini mengakui, ‘lu jangan macem-macem bapak gua ketua partai sekarang,’” tutur RE menirukan intimidasi yang disampaikan kepadanya.

Selain itu, korban juga menyebutkan terduga pelaku kerap menyombongkan diri dengan menyebut orang tua mereka adalah anggota DPR dan bekerja di Mahkamah Konstitusi (MK).

Anggota Komisi III DPR, Gilang Dhielafararez dalam rapat dengar pendapat tersebut menyatakan keprihatinannya dengan kasus ini. Dia berharap pihak kepolisian melakukan investigasi secara menyeluruh serta menemukan fakta sebenarnya lantaran banyaknya keterangan yang berbeda.

Dalam rapat dengar pendapat yang sama, Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Ade Rahmat Idnal juga telah mengungkapkan hasil visum dari korban. Dia menyebutkan dari hasil visum ditemukan pipi kiri korban RE tampak memar seluas 3 cm, teraba benjol, dan nyeri di bagian kepala.

Dia menambahkan, pihaknya juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pihak dokter serta alat bukti berupa visum, hingga rekaman video CCTV.

“Jika ditanya, kasus tersebut kenapa lama, kami telah mencoba melakukan diversi atau musyawarah khusus anak-anak. Para pihak sudah bertemu, tapi tidak ada titik temu,” ujar Ade, dilansir CNN Indonesia, Selasa (17/9/2024).

Bukan Kasus Pertama

Kasus perundungan di Binus Simprug ini sebenarnya bukanlah yang pertama. Sebelumnya, kasus perundungan yang nyaris serupa juga pernah terjadi di SMA Binus School Serpong. Kasus ini viral setelah akun X @bospurwa mengunggah pengakuan keluarga korban pada 19 Februari 2024.

Menurut pengakuan keluarga, korban harus dirawat di rumah sakit akibat perlakuan para pelaku. Perundungan ini berhubungan dengan perekrutan anggota baru yang ingin bergabung dalam geng senior mereka. Kasus perundungan ini dilakukan oleh Geng Tai di sebuah warung yang disebut dengan Warung Ibu Gaul (WIG) yang berada di seberang salah satu pintu masuk ke sekolah tersebut.

Kasus perundungan ini juga melibatkan anak seorang artis terkenal, Vincent Rompies dan anak sejumlah pejabat dan direktur media televisi nasional. Polisi kemudian menetapkan empat orang tersangka dari kasus tersebut, yaitu E, 18 tahun; R, 18 tahun; J, 18 tahun; dan G, 19 tahun.

Selain itu, polisi juga menetapkan tujuh orang anak sebagai Anak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH). Baik tersangka maupun ABH sama-sama dijerat dengan Pasal 76C Jo Pasal 80 UU RI Nomor 35 tahun 2014 atas perubahan kedua UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kemudian menyatakan akan memberikan perlindungan hukum terhadap korban dan pelaku perundungan Geng Tai di Binus School Serpong.

Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini mengatakan perlindungan hukum terhadap korban dan pelaku ini merujuk kepada Pasal 59 Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Dalam Undang-undang perlindungan anak, korban kekerasan fisik atau pun anak berkonflik dengan hukum, di Pasal 59, prosesnya harus cepat,” kata Komisioner KPAI Diyah Puspitarini, dikutip dari Kompas, Selasa (20/2/2024).

Sementara dalam kasus Binus Simprug, KPAI menegaskan akan mengawasi kasus tersebut dengan serius. Komisioner KPAI, Aris Adi Leksono mengatakan KPAI sudah melakukan pengawasan dan memastikan kasus tersebit segera ditangani dengan cepat dengan mengedepankan penanganan berdasarkan amanah UU Perlindungan Anak dan sistem peradilan pidana anak.

Selanjutnya, kata Aris, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Binus School Simprug agar menangani kasus tersebut dengan cepat. Selain itu, dia juga akan memastikan bahwa Binus School, baik di Serpong, Simprug, dan kawasan lainnya mencegah hal serupa terjadi kembali dan mengakhiri lingkaran setan perundungan yang tak pernah selesai di sekolah elite itu.

“Kami akan berkoordinasi dengan yayasan Binus dan Kemendikbud agar proses penyelidikan ini berjalan baik, cepat dan benar, serta memastikan komitmen yayasan Binus agar ke depan lebih efektif lagi dalam melakukan langkah pencegahan dan penanganan,” demikian disampaikan Aris Adi Leksono, dikutip dari Kumparan, Senin (16/9/2024). ***

Reporter: Sammy