Beranda blog Halaman 9

Pengungsi Pascabencana di Sumatra Turun Drastis, Pemulihan Infrastruktur Terus Dipercepat

0
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PRR) Wilayah Sumatera melaporkan penurunan signifikan jumlah pengungsi sekaligus kemajuan pemulihan infrastruktur di sejumlah daerah terdampak bencana di Pulau Sumatra. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PRR) Wilayah Sumatera melaporkan penurunan signifikan jumlah pengungsi sekaligus kemajuan pemulihan infrastruktur di sejumlah daerah terdampak bencana di Pulau Sumatra.

Koordinator PIC Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah Satgas PRR, Topri Daeng Balaw, menyampaikan perkembangan tersebut dalam keterangan di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Topri menjelaskan, jumlah pengungsi hingga 18 Februari 2026 tercatat sebanyak 12.994 orang. Rinciannya, sebanyak 12.194 pengungsi berada di Provinsi Aceh, 850 orang di Sumatra Utara, sementara di Sumatra Barat sudah tidak terdapat pengungsi.

“Dari kondisi awal yang mencapai 38.344 orang dan sempat berada di angka 51.000 pada 17 Februari, kini turun menjadi 12.994 orang,” ujar Topri.

Dalam penanganan lumpur pascabencana, di Aceh masih terdapat 88 lokasi yang sedang dalam proses penanganan dari sebelumnya 297 lokasi. Di Sumatra Utara, sebanyak 29 lokasi telah selesai ditangani. Sementara di Sumatra Barat, dari total 22 lokasi terdampak, delapan lokasi telah rampung, enam lokasi masih dalam proses, dan delapan lainnya berada pada tahap persiapan.

Pada sektor pendidikan, jumlah fasilitas terdampak juga mengalami penurunan. Dari 4.863 unit pada 17 Februari, kini tersisa 3.156 unit per 18 Februari. Penurunan paling signifikan terjadi di Aceh, sedangkan di Sumatra Utara dan Sumatra Barat justru tercatat adanya tambahan lokasi terdampak.

Di bidang kelistrikan, jumlah gardu yang masih padam berkurang menjadi 21 unit dari sebelumnya 74 unit, dari total 239 gardu terdampak. Beban listrik yang telah kembali menyala mencapai 7,66 MW atau sekitar 92,96 persen dari total 8,24 MW, dengan sisa beban padam sebesar 0,58 MW.

Jumlah pelanggan listrik yang sebelumnya terdampak sebanyak 1.722 kini menurun menjadi 610 pelanggan. Di Sumatra Utara, pelanggan yang masih mengalami pemadaman akibat dampak bencana tersisa 54 pelanggan. Selain itu, terdapat tambahan 610 pelanggan yang terdampak banjir susulan, sehingga total pelanggan yang masih padam mencapai sekitar 664 pelanggan.

Satgas PRR menegaskan koordinasi lintas kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah terus diperkuat guna mempercepat proses pemulihan, sehingga dampak bencana dapat segera tertangani secara menyeluruh.

Komitmen Indonesia Asri Ditekankan dalam Upacara Hari Kesadaran Nasional di Polda Aceh

0
Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Kesadaran Nasional yang digelar di Lapangan Apel Mapolda Aceh, Rabu (18/2/2026). (Foto: Mediahub Polri)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Kesadaran Nasional yang digelar di Lapangan Apel Mapolda Aceh, Rabu (18/2/2026). Kegiatan tersebut diikuti Irwasda, para Pejabat Utama (PJU), Pamen, Pama, Bintara, Tamtama, serta ASN di lingkungan Polda Aceh.

Dalam upacara tersebut, Wakapolda membacakan amanat tertulis Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah. Dalam amanatnya, Kapolda menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polda Aceh dan jajaran atas kontribusi mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana di Aceh.

Kapolda menegaskan bahwa Polri saat ini tengah menjalani transformasi besar menuju perubahan peradaban di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, mulai dari rivalitas kekuatan dunia, tekanan ekonomi, hingga potensi konflik berskala luas yang berdampak hingga tingkat nasional dan daerah.

“Menyikapi kondisi tersebut, diperlukan kesiapan, kewaspadaan, serta kemampuan adaptasi dari seluruh jajaran Polri agar mampu mengantisipasi setiap potensi ancaman dan tantangan yang berkembang,” demikian amanat yang dibacakan Wakapolda.

Dalam amanat itu juga disampaikan arahan Presiden Republik Indonesia pada Rapim TNI–Polri yang menekankan pentingnya sinergitas dan soliditas antara TNI dan Polri sebagai pilar utama pertahanan dan keamanan negara. Presiden mengingatkan para pimpinan agar terus belajar, memperluas wawasan, serta memahami dinamika global, termasuk perkembangan politik, ekonomi, pertanian, dan teknologi.

Kapolda menilai, perang modern tidak selalu berbentuk konvensional, tetapi dapat berlangsung melalui teknologi, sistem keuangan, pengaruh demografi, hingga penguasaan sumber daya. Karena itu, setiap pangkat dan jabatan merupakan amanah yang mengandung tanggung jawab moral untuk menjadi pemimpin yang tegas dan bertanggung jawab.

Ia juga menegaskan tidak boleh ada tindakan anarkis yang merusak fasilitas umum maupun gedung pemerintahan. TNI dan Polri memiliki tanggung jawab memastikan objek vital dan fasilitas publik tetap aman. Setiap potensi gangguan keamanan harus ditangani secara profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan hukum.

Sejalan dengan itu, Presiden turut mendorong terciptanya lingkungan yang tertib, bersih, dan beradab melalui Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Polri diharapkan berperan aktif menjadi pelopor dalam mewujudkan lingkungan kerja dan kehidupan masyarakat yang bersih, tertata, serta nyaman.

Kapolda Aceh juga mengajak seluruh jajaran mendukung dan mengawal program pemerintah tahun 2026 sebagaimana arahan Kapolri pada Rapim Polri. Polri diminta hadir menjaga stabilitas ekonomi, mengawal ketahanan pangan, mencegah kebocoran anggaran, serta memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif guna mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, penguatan pengawasan internal dan penegakan hukum berkeadilan menjadi perhatian utama. Tingginya laporan masyarakat disebut harus menjadi bahan evaluasi bersama, dengan penerapan kebijakan zero tolerance terhadap penyalahgunaan wewenang maupun pelanggaran anggota secara tegas dan transparan, berpedoman pada nilai Tri Brata dan Catur Prasetya.

Penanganan kejahatan menonjol seperti judi online, narkoba, dan kejahatan siber juga diminta terus diperkuat. Satgas Pangan diinstruksikan aktif menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, agar masyarakat merasa aman dan terlindungi.

Mengakhiri amanatnya, Kapolda mengajak seluruh personel menjadikan Hari Kesadaran Nasional sebagai momentum memperkuat disiplin, meningkatkan integritas, serta meneguhkan komitmen pelayanan kepada masyarakat. Budaya kerja yang bersih, responsif, dan akuntabel diharapkan terus dibangun, disertai pemberian penghargaan bagi personel berprestasi serta pembinaan tegas terhadap setiap pelanggaran.

Bantuan Diaspora Aceh untuk Korban Bencana Tertahan di Bea Cukai, Pemerintah Cari Solusi

0
Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera sekaligus Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh yang dikirim diaspora Aceh dari Malaysia dilaporkan masih tertahan di Bea Cukai. Pemerintah pusat kini berupaya mencari solusi agar bantuan tersebut dapat segera disalurkan kepada para penerima.

Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera sekaligus Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengungkapkan bantuan tersebut berasal dari diaspora Aceh yang memiliki hubungan keluarga dengan para korban bencana di daerah tersebut.

Dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Bencana DPR bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Pemerintah, Rabu (18/2/2026), Tito merinci sejumlah bantuan yang masih tertahan. Bantuan itu meliputi minyak goreng sebanyak 3.000 liter senilai Rp1 miliar, gula pasir sekitar Rp50 juta, air mineral senilai Rp672 juta, serta makanan siap saji sebanyak 500.000 dus dengan nilai Rp1 miliar.

Selain itu, terdapat pula pakaian baru sebanyak 3.000 karung dengan nilai mencapai Rp126 miliar, Al-Qur’an senilai Rp1 miliar, serta closet toilet senilai Rp4,8 miliar.

Menurut Tito, seluruh bantuan tersebut telah siap dikirim dari Port Klang, Kuala Lumpur, menuju Pelabuhan Krueng Geukueh di Lhokseumawe. Namun, pengiriman belum dapat dilakukan karena belum memperoleh izin masuk dari Bea Cukai.

“Nah ini yang kami mohon bantuan dan mohon dukungan dari pimpinan DPR bapak-ibu sekalian, ada datanya kami sampaikan nanti setelah ini. Mereka sudah siap barangnya dikirim dari Port Klang di Kuala Lumpur, akan dikirim ke pelabuhan di Lhokseumawe, pelabuhan Krueng Geukueh namanya. Tapi sekarang masih tertahan karena dari Bea Cukai belum mengizinkan masuk. Nah inilah bantuan dalam bentuk keluarga,” ujar Tito.

Ia menjelaskan, Bea Cukai memiliki sejumlah pertimbangan administratif terkait masuknya barang bantuan tersebut. Untuk komoditas minyak goreng dan gula pasir, misalnya, diperlukan persetujuan dari Kementerian Pertanian.

Sementara itu, terkait pakaian baru bernilai Rp126 miliar, pihak Bea Cukai meminta kepastian mekanisme distribusi agar bantuan tidak disalahgunakan atau diperjualbelikan sehingga berpotensi mengganggu industri dalam negeri.

“Dari Bea cukai sudah mengirimkan surat balasan kepada kami agar minyak goreng dan gula pasir harus ada persetujuan dari menteri pertanian dan pakaian baru senilai Rp126 miliar ini jangan sampai mengganggu produksi dalam negeri,” terang Purbaya.

Tito menegaskan pemerintah akan melibatkan aparat keamanan untuk memastikan bantuan langsung diterima para pengungsi dan tidak diselewengkan.

“Nah kami sampaikan bahwa ini akan kami awasi langsung dari pelabuhan itu nanti kita akan bersama sama awasi dari TNI dan polri supaya langsung masuk ke pengungsi, tidak untuk dijual ke mana mana. Kami siap bertanggungjawab untuk itu,” ujarnya.

Di sisi lain, Menteri Pertanian Amran Sulaiman sempat mengusulkan agar bantuan minyak goreng diuangkan dan kemudian dibelikan produk dari dalam negeri, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor minyak goreng. Meski demikian, ia tetap membuka peluang bantuan tersebut masuk dengan pengawasan ketat.

“Kalau masih bisa usul kami, karena kami juga ekspor minyak goreng ke beberapa negara, tapi kalau memang bisa itu diuangkan, tapi kalau memang harus masuk, saya kira tidak masalah tetapi pengawasan yang sangat ketat,” ujar Amran.

Dengan demikian, persoalan perizinan dari kementerian teknis terkait minyak goreng dan gula pasir dinyatakan tidak lagi menjadi kendala utama.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambahkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) pada prinsipnya siap membebaskan bantuan tersebut untuk masuk ke Indonesia, selama terdapat keterangan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Selama ada keterangan dari BNPB ini bisa kita bebaskan pak. Jadi BNPB bilang ini barang untuk bantuan bencana, bea cukai akan lepaskan itu,” ujar Purbaya.

Harga Daging Meugang di Darussalam Dijual Rp150–180 Ribu per Kilogram

0
Penjualan daging meugang di kawasan Simpang Galon, Darussalam, Banda Aceh, Rabu (18/2/2026). (Foto: Nukilan/Sammy)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Harga daging sapi pada hari kedua meugang di kawasan Simpang Galon, Darussalam, Banda Aceh, dijual dengan kisaran Rp150 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram, Rabu (18/2/2026). Harga tersebut mengalami sedikit penurunan dibandingkan hari pertama, yang berada di kisaran Rp170 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang daging di Simpang Galon, Syamaun, mengatakan variasi harga hari ini dipengaruhi oleh kondisi penjualan yang menurun. Ia menyebutkan, pada hari kedua meugang, jumlah sapi yang dipotong juga terbatas.

“Hari ini ada tiga ekor sapi yang dijual. Untuk penjualannya sendiri saat ini sangat berkurang, karena program Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, yang menjual harga daging lebih murah. Hal ini berpengaruh pada harga yang dijual oleh peternak lembu,” ujar Syamaun kepada NUKILAN.ID.

Penjual lainnya, Fahmi, juga mengakui adanya penurunan penjualan dibandingkan hari sebelumnya. Ia menilai kondisi ekonomi masyarakat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi daya beli.

“Saya menjual daging di kisaran Rp170 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram. Untuk penjualannya sendiri berkurang sedikit, mungkin karena faktor ekonomi masyarakat yang sedang menurun,” kata Fahmi. []

Reporter: Sammy

Ngaji Pergerakan Jelang Ramadhan, PC PMII Banda Aceh Dalami Kitab Kuning Bersama Kader

0
Ngaji Pergerakan Jelang Ramadhan, PC PMII Banda Aceh Dalami Kitab Kuning Bersama Kader. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pengurus Cabang (PC) PMII Kota Banda Aceh kembali menggelar kegiatan Ngaji Pergerakan edisi kedua pada Rabu (18/2/2026) di kawasan Syah Kuala, Banda Aceh. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda silaturahmi kader sekaligus Meugang Bersama dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Dalam kegiatan tersebut, kajian keislaman disampaikan oleh Ustadz Kasyunil, Dewan Guru Pengasuh Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah. Ia membahas kitab turats Nasihul ‘Ibad karya Syekh Nawawi al-Bantani. Materi kajian menitikberatkan pada keutamaan Ramadhan serta amalan-amalan yang dapat dilakukan selama bulan suci, sekaligus menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun umat Islam secara luas.

Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari kader PMII Kota Banda Aceh. Selain mengikuti pengajian kitab kuning, peserta juga memperoleh kesempatan berdialog langsung dengan narasumber mengenai berbagai persoalan hukum Islam dan keilmuan lainnya.

Teguh Ardiansyah, Wakil Ketua II PC PMII Kota Banda Aceh, menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut.

“Kami sangat senang dengan adanya program Ngaji Pergerakan ini. Selain mengikuti kajian kitab kuning, kami juga dapat berdiskusi langsung dengan Ustadz Kasyunil tentang berbagai masalah hukum Islam yang penting,” katanya kepada Nukilan.id.

Ustadz Kasyunil turut memberikan apresiasi atas inisiatif kegiatan yang dinilai mampu memperkuat tradisi keilmuan di kalangan kader muda. Ia berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga Ngaji Pergerakan ini bisa menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antar kader PMII serta memberikan ilmu yang bermanfaat bagi umat Islam,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PC PMII Kota Banda Aceh, Muhammad Idris, menilai kegiatan tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan kekompakan kader dalam menjalankan aktivitas organisasi.

“Saya merasa sangat bangga atas antusiasme dan kebersamaan yang telah ditunjukkan oleh kader PMII Kota Banda Aceh. Semoga semangat ini terus terjaga dan kita bisa terus bergerak untuk memberi dampak positif bagi umat, serta menjadi teladan bagi anak muda di Aceh dan seluruh Indonesia,” kata Muhammad Idris.

Melalui kegiatan ini, PC PMII Kota Banda Aceh berharap Ngaji Pergerakan dapat menjadi agenda rutin yang tidak hanya memperkuat silaturahmi antar kader, tetapi juga mendorong pengembangan kapasitas intelektual dan spiritual, khususnya dalam menyambut Ramadhan yang penuh berkah. (XRQ)

Warga Muhammadiyah di Banda Aceh Mulai Puasa Ramadan Hari Ini

0
Ilustrasi. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Warga Muhammadiyah di Indonesia, termasuk di Aceh, mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah pada Rabu (18/2/2026). Perbedaan awal Ramadan dengan pemerintah tidak menjadi persoalan bagi sebagian masyarakat, selama disikapi dengan bijak dan saling menghormati.

Hal tersebut disampaikan Aryos, seorang warga Muhammadiyah di Kota Banda Aceh, saat ditemui Nukilan.id di Ibex Coffee & Kitchen, Jalan T. Panglima Nyak Makam, Lampineung, Rabu (18/2/2026) pagi.

Meski telah memulai puasa lebih awal, Aryos tetap beraktivitas seperti biasa dan berbaur dengan rekan-rekannya yang memilih memulai puasa pada Kamis (19/2/2026) mengikuti penetapan pemerintah. Ia bahkan tetap melakukan pertemuan kerja bersama rekannya pada pagi hari tersebut.

Ia menilai perbedaan penetapan awal Ramadan, khususnya di Aceh, bukanlah sesuatu yang perlu dipersoalkan.

“Masyarakat kita sudah dewasa, artinya memahami perbedaan ini, semua punya dasar yang kuat,” ujarnya.

Aryos menegaskan bahwa setiap pihak memiliki landasan dalil yang jelas dan kuat dalam menentukan awal Ramadan, sehingga perbedaan seharusnya tidak memicu perdebatan berkepanjangan.

Menurutnya, perbedaan justru perlu disikapi dengan arif dan bijaksana, mengingat tujuan utama puasa adalah meningkatkan ketakwaan.

“Perbedaan harus disikapi dengan arif dan bijaksana. Terlebih, tujua utama dari puasa adalah untuk meningkatkan takwa, baik pribadi maupun kolektif,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, dikutip dari Detik.com juga berpesan agar umat Islam dapat menjalankan puasa Ramadan 1447 Hijriah dengan suasana yang tenang dan damai, tanpa terganggu oleh dinamika perbedaan penetapan awal Ramadan.

Ia mengajak masyarakat menjalani ibadah dengan penuh kematangan serta menjaga persatuan di tengah keberagaman pandangan.

Sebagaimana diketahui, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan didasarkan pada hasil hisab hakiki wujudulhilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Melalui Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026. (XRQ)

Reporter: Akil

Waspada Cuaca Ekstrem di Aceh, BMKG Peringatkan Potensi Angin Kencang hingga Banjir

0
BMKG Peringatkan Potensi Angin Kencang hingga Banjir. (Foto: Ilustrasi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Aceh pada Rabu, 18 Februari 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan turun dan berpotensi disertai angin kencang.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Angga Dirta kepada Nukilan.id mengatakan kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh beberapa fenomena atmosfer yang sedang aktif di kawasan Aceh.

“Fenomena Madden-Julian Oscillation yang berada pada fase dua, gelombang ekuatorial Rossby, serta gelombang Kelvin terpantau aktif di wilayah Aceh. Selain itu, suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan timur Aceh juga meningkatkan suplai massa uap air yang berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan,” ujar Angga Dirta, Rabu (18/2/2026).

Berdasarkan prakiraan BMKG, daerah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Banda Aceh, Langsa, Pidie, Pidie Jaya, Subulussalam, Sabang, dan Nagan Raya.

BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrem dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari.

“Masyarakat diharapkan selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat berkendara. Kondisi cuaca buruk berpotensi menimbulkan angin kencang, banjir, hingga tanah longsor,” tambahnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi potensi dampak yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca tersebut. (XRQ)

Zakat Umat Bantu Pemulihan Masjid Penyintas Banjir Aceh Tamiang Jelang Ramadhan

0

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang dihimpun LAZNAS BMH dimanfaatkan untuk mendukung kesiapan ibadah para penyintas bencana di Kabupaten Aceh Tamiang menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.

Melalui program bersih masjid dan penyaluran perlengkapan ibadah, BMH bersama relawan melakukan aksi di Masjid Babut Taqwa, Pematang Durian, Kecamatan Sekerak, serta Masjid Al Hidayah, Pantai Cempa, Kecamatan Bandar Pusaka, Selasa (17/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut, tim relawan membersihkan lantai, dinding, area wudhu, hingga fasilitas MCK yang sebelumnya terdampak banjir bandang. Selain itu, BMH juga menyalurkan bantuan berupa karpet sajadah, jam dinding, serta berbagai perlengkapan ibadah guna menggantikan fasilitas masjid yang rusak akibat bencana.

“Kondisi Masjid Babut Taqwa sebelumnya masih jauh dari ideal. Lantai keramik belum terpasang. Dinding dan plafon belum tersedia sehingga burung bebas masuk dan meninggalkan kotoran. Jamaah menggunakan terpal dan karpet seadanya untuk shalat berjamaah. Sound system pun rusak akibat banjir,” ungkap Adnan Korlap BMH di lokasi.

Jamaah Lebih Siap Sambut Ramadhan

Imam Masjid Babut Taqwa, Umar, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Ia menilai aksi bersih masjid dan penyaluran karpet membuat jamaah semakin siap menyambut bulan suci.

“Alhamdulillah, luar biasa kepedulian BMH kepada jamaah masjid. Insya Allah mereka lebih siap lagi menyambut dan mengisi Ramadhan,” ujarnya.

Sementara itu, di Masjid Al Hidayah Pantai Cempa, kebutuhan karpet layak pakai juga menjadi perhatian utama. Imam setempat menyebut kehadiran kembali tim BMH membawa semangat baru bagi jamaah yang masih menjalani proses pemulihan pascabencana.

Selain pemulihan sarana fisik, BMH turut menyalurkan mushaf Al-Qur’an melalui program Tebar Sejuta Al-Qur’an guna mendukung aktivitas tilawah selama Ramadhan yang dikenal sebagai Syahrul Qur’an.

Optimalisasi Zakat untuk Pemulihan Sosial

Adnan selaku Koordinator Lapangan BMH menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan umat tidak hanya digunakan untuk bantuan darurat semata, tetapi juga untuk pemulihan berkelanjutan.

“Dana tersebut diarahkan untuk memastikan penyintas dapat memasuki Ramadhan dengan sarana ibadah yang bersih, layak, dan mendukung kekhusyukan. Sebelum ini pendampingan berkelanjutan dalam program tanggap darurat dan recovery juga telah sukses BMH jalankan,” ungkapnya.

Program tersebut menunjukkan bahwa solidaritas umat melalui zakat tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membantu mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat ibadah sekaligus ruang pemulihan sosial bagi masyarakat terdampak bencana.

Pemerintah Aceh Luncurkan Platform “Tanggapi” untuk Permudah Aduan dan Informasi Pemulihan Pascabanjir

0
Pemerintah Aceh Luncurkan Platform “Tanggapi” untuk Permudah Aduan dan Informasi Pemulihan Pascabanjir

NUKILAN.ID | BANDA ACEHPemerintah Aceh resmi meluncurkan platform digital tanggapi.acehprov.go.id sebagai kanal terpadu bagi masyarakat untuk menyampaikan aduan, berdiskusi, serta mengakses informasi terkait pemulihan pascabencana banjir. Peluncuran platform ini menjadi bagian dari upaya mempercepat respons pemerintah sekaligus memperkuat transparansi dan partisipasi publik dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Platform “Tanggapi” dirancang sebagai jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah agar setiap laporan maupun masukan masyarakat dapat terdokumentasi, dipetakan, dan ditindaklanjuti secara terukur.

Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, mengatakan kehadiran platform tersebut menjawab kebutuhan akan kanal resmi untuk menampung berbagai keluhan masyarakat di lapangan pascabencana.

“Ada banyak persoalan yang dikeluhkan masyarakat dengan berbagai kendala. Platform Tanggapi hadir sebagai saluran resmi agar setiap suara masyarakat didengar, dicatat, dan ditindaklanjuti,” kata Sekda Aceh, Sabtu, 14 Februari 2026.

Menurutnya, luasnya dampak banjir membuat penanganan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, organisasi nonpemerintah, dunia usaha, akademisi, dan media menjadi kebutuhan dalam proses pemulihan.

Memasuki fase transisi dari tanggap darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi, pemerintah menilai tantangan pemulihan semakin kompleks. Selain pemenuhan layanan dasar, pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak juga menjadi target yang harus berjalan secara simultan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Aceh, Edi Yandra, menegaskan pelibatan publik menjadi prinsip utama dalam pengembangan platform tersebut.

“Pemulihan yang bermartabat hanya dapat terwujud jika rakyat dilibatkan secara aktif. Platform ini bukan milik pemerintah semata, tetapi milik seluruh masyarakat Aceh,” katanya.

Pada versi beta (0.0.1), platform Tanggapi menyediakan empat fitur utama, yakni fitur Aduan untuk pelaporan persoalan penanganan bencana seperti distribusi logistik, air bersih, layanan psikososial, kesehatan, dan pendidikan; fitur Peta yang menampilkan data spasial wilayah terdampak; fitur Tanggapi sebagai forum diskusi terbuka antarwarga; serta fitur Publikasi yang memuat laporan dan hasil analisis dalam format interaktif.

Pemerintah Aceh menyebut peluncuran ini merupakan tahap awal. Ke depan, fokus diarahkan pada penyusunan mekanisme respons yang sistematis agar setiap aduan tidak berhenti pada pencatatan, melainkan berujung pada tindak lanjut terkoordinasi melalui skema kolaborasi multipihak (pentaheliks).

Melalui platform ini, laporan masyarakat diharapkan menjadi bagian dari baseline data dalam perencanaan, pemetaan masalah, serta respons pemerintah sehingga penanganan bencana dapat dilakukan lebih tepat sasaran dan terarah. Masyarakat pun diimbau memanfaatkan platform tersebut dan aktif menyampaikan kondisi serta kebutuhan di lapangan sebagai bagian dari proses pemulihan bersama di Banda Aceh.

Kolaborasi ESDM Aceh dan INDODEPP Lahirkan Enam Manajer Energi Bersertifikat

0
Sinergi Internasional Perkuat Transisi Energi Aceh, Enam ASN Resmi Kantongi Sertifikat Manajer Energi BNSP. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh terus memperkuat langkah menuju transisi energi berkelanjutan melalui kolaborasi strategis antara Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh dan program kerja sama bilateral Indonesia-Denmark Energy Partnership Programme (INDODEPP). Melalui kerja sama ini, enam Aparatur Sipil Negara (ASN) dari enam Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) resmi memperoleh sertifikasi Manajer Energi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Program pelatihan intensif berlangsung pada 2–5 Februari 2026 di Banda Aceh. Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas teknis, tetapi juga menjadi bagian dari agenda besar kemitraan energi antara Indonesia dan Denmark dalam mendorong efisiensi energi sektor publik.

Pelatihan ini dirancang untuk membekali ASN dengan kompetensi profesional dalam mengelola konsumsi energi gedung pemerintahan secara lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan, sehingga mampu mendukung target transisi energi nasional.

Implementasi Regulasi Energi Nasional

Sertifikasi yang difasilitasi oleh PT Optima Environergi Consulta tersebut merupakan implementasi langsung berbagai regulasi nasional, yakni Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi, serta Permen ESDM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Manajemen Energi.

Melalui standar SKKNI, para peserta kini memiliki kemampuan strategis mulai dari melakukan audit energi hingga mengidentifikasi potensi pemborosan energi di lingkungan kerja masing-masing.

Penyerahan sertifikat kepada peserta yang lulus asesmen kompetensi dilaksanakan di Aula Dinas ESDM Aceh pada Selasa (10/02/2026). Sekretaris Dinas ESDM Aceh, Endra, S.T., M.Si., mewakili Kepala Dinas, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi ini merupakan investasi jangka panjang bagi daerah.

“Kami berterima kasih kepada INDODEPP atas dukungan nyata dalam pengembangan energi bersih dan konservasi di Aceh. Kami berharap para manajer energi ini menjadi pionir yang mengimplementasikan ilmunya secara konkret di instansi masing-masing,” ujar Endra.

Dukungan Denmark untuk Efisiensi Energi

Perwakilan INDODEPP sekaligus Head of Energy Cooperation Indonesia-Denmark dari Danish Energy Agency, Mikkel Kamp Hansen, turut mengapresiasi komitmen para peserta. Ia menilai sertifikasi ini menjadi langkah penting dalam menciptakan dampak nyata terhadap pengurangan emisi karbon.

“Para manajer energi ini adalah agen perubahan. Implementasi manajemen energi yang konsisten di gedung-gedung pemerintah akan berkontribusi signifikan terhadap efisiensi energi nasional dan menekan emisi karbon secara kolektif,” kata Mikkel.

Melalui hadirnya tenaga profesional baru di bidang manajemen energi, Pemerintah Aceh optimistis kebijakan konservasi energi daerah dapat berjalan lebih efektif sekaligus mendukung target nasional menuju sistem energi yang lebih hijau dan efisien.

Daftar Manajer Energi Tersertifikasi

Enam ASN yang dinyatakan kompeten dan berhak menyandang gelar Certified Energy Manager (CEM) yakni:

  • Alfiansyah (Dinas Pertanian dan Perkebunan)

  • Ferdina (Dinas Sosial)

  • Hermaliza (Dinas Peternakan)

  • Poetrie Khairuny (Rumah Sakit Jiwa Aceh)

  • Syihabuddin (Satuan Polisi Pamong Praja)

  • Darmiati (Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral)

Program ini diharapkan menjadi fondasi awal lahirnya agen perubahan di lingkungan birokrasi Aceh dalam mendorong efisiensi energi serta pembangunan rendah emisi secara berkelanjutan.