Beranda blog Halaman 10

Mahasiswa STIK Serahkan 70 Ekor Sapi untuk Warga Aceh Terdampak Bencana Sambut Tradisi Meugang

0
Mahasiswa STIK Serahkan 70 Ekor Sapi untuk Warga Aceh Terdampak Bencana Sambut Tradisi Meugang. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) angkatan 83 menyalurkan bantuan berupa 70 ekor sapi kepada masyarakat Aceh yang terdampak bencana. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu warga tetap dapat melaksanakan tradisi meugang menjelang bulan suci Ramadan.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Gampong Blang, Kota Langsa, Aceh. Setelah seremoni tersebut, seluruh sapi akan didistribusikan ke sejumlah desa terdampak bencana agar masyarakat dapat merasakan tradisi meugang sebagaimana biasanya.

Meugang merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Aceh yang dilaksanakan menjelang Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Tradisi ini tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi momentum berbagi dan memperkuat solidaritas sosial, terutama bagi warga yang sedang mengalami kesulitan.

Ketua STIK, Irjen Eko Rudi Sudarto, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk empati kepada masyarakat Aceh yang tengah berupaya bangkit setelah bencana.

“Sumbangan ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap saudara-saudara di Aceh yang sedang menghadapi masa sulit pasca bencana. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kita harus hadir meringankan beban mereka,” ungkap Ketua STIK Irjen Eko Rudi Sudarto, Rabu (18/2/2026).

Ia menambahkan, kegiatan ini sekaligus menjadi wujud penanaman nilai kemanusiaan kepada para mahasiswa STIK. Menurutnya, mahasiswa juga berkomitmen mengawal proses distribusi bantuan agar tepat sasaran.

“Saya selalu mengingatkan kepada para mahasiswa kita: gunakan logika dan rasa dalam pelaksanaan tugas di tengah-tengah masyarakat. Logika membimbing kita bertindak tepat, sementara rasa membuat kita memahami penderitaan sesama. Kedua hal ini harus berjalan beriringan agar kita menjadi polisi yang tidak hanya profesional, tetapi juga humanis,” jelasnya.

Keuchik Gampong Blang, Junaidi, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan kepada warganya yang masih dalam masa pemulihan pascabencana.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang berjuang bangkit dari bencana. Mereka tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga memberikan harapan dan semangat bagi kami,” katanya dengan penuh haru.

Rasa syukur juga disampaikan salah seorang warga terdampak, Ibu Salmah (52), yang mengaku bantuan tersebut membuat masyarakat tetap dapat menjalankan tradisi meugang di tengah keterbatasan.

“Alhamdulillah, kami masih bisa merasakan tradisi meugang tahun ini berkat bantuan dari mahasiswa STIK. Semoga Allah membalas kebaikan mereka semua,” ucapnya sambil menahan air mata.

Pj Ketua Umum IMPAKS Kecam Dugaan Pengambilalihan Sepihak Mubes HAMAS

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Penjabat Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Pelajar Kecamatan Kluet Selatan (IMPAKS), Mufitra Rija, mengecam keras dugaan pembajakan pelaksanaan Musyawarah Besar Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) yang disebut tetap dilanjutkan tanpa melibatkan Ketua Panitia resmi serta tanpa kehadiran sejumlah paguyuban kecamatan.

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Pj Ketua Umum IMPAKS menilai jalannya forum tersebut bermasalah secara prosedural dan dinilai mencederai prinsip demokrasi organisasi.

Ia menyampaikan bahwa musyawarah yang sebelumnya dipending karena pertimbangan teknis dan kesiapan persidangan justru dilanjutkan secara sepihak oleh sekelompok pihak yang mengatasnamakan forum.

“Musyawarah Besar adalah forum tertinggi organisasi. Setiap keputusan yang lahir dari forum tersebut harus melalui mekanisme yang sah, terbuka, dan melibatkan seluruh unsur yang memiliki hak suara. Jika Ketua Panitia tidak dilibatkan dan sebagian paguyuban kecamatan tidak menerima undangan resmi, maka legitimasi forum patut dipertanyakan,” ujarnya.

Ia juga menyayangkan munculnya klaim kemenangan secara mendadak dari pihak tertentu, sementara proses musyawarah dinilai belum berjalan sesuai asas partisipatif dan konstitusional. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik serta merusak soliditas mahasiswa Aceh Selatan.

Pj Ketua Umum IMPAKS turut meminta seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak memaksakan kehendak di luar aturan organisasi. Ia menegaskan pentingnya menjaga marwah organisasi mahasiswa sebagai ruang kaderisasi dan perjuangan intelektual, bukan sekadar ajang perebutan legitimasi.

“Kami tidak menolak regenerasi kepemimpinan. Namun kami menolak cara-cara yang mengabaikan konstitusi organisasi. Jika proses ini tetap dipaksakan, maka kami akan mengambil langkah-langkah organisatoris sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen mahasiswa Aceh Selatan untuk kembali mengedepankan semangat musyawarah yang jujur dan inklusif demi menjaga persatuan serta kredibilitas organisasi di mata publik.

UIN Ar-Raniry Salurkan 1.600 Paket Meugang Bantuan UEA untuk Warga Jelang Ramadan 1447 H

0
Rektor UIN Ar-Raniry Prof Mujiburrahman, bersama perwakilan UEA, Mohamed Bin Zayed University for Humanities Mohamed Alnaqbi saat menyerahkan bantuan secara simbolis di Auditorium Prof Ali Hasjmy, Banda Aceh, Selasa (17/2/2026). (ANTARA/HO/Humas UIN Ar-Raniry)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, UIN Ar-Raniry Banda Aceh menyalurkan 1.600 paket daging meugang dan 400 paket sembako bagi masyarakat kurang mampu di sekitar kampus. Bantuan tersebut merupakan dukungan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) sebagai bentuk solidaritas sosial lintas negara.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Auditorium Prof Ali Hasjmy, Banda Aceh, Selasa (17/2/2026), dihadiri Rektor UIN Ar-Raniry Prof Mujiburrahman bersama perwakilan Mohamed Bin Zayed University for Humanities, Mohamed Alnaqbi.

Rektor UIN Ar-Raniry menyampaikan apresiasi atas dukungan yang terus diberikan Pemerintah UEA dalam program Ramadan tersebut.

“Ini merupakan tahun ketiga kami menerima bantuan Ramadhan dari Pemerintah UEA. Kami sangat bersyukur atas kepedulian dan dukungan yang diberikan,” kata Prof Mujiburrahman di Banda Aceh, Selasa (17/2/2026), dikutip dari ANTARA.

Bantuan berasal dari hadiah Pemerintah UEA melalui Zayed for Good Foundation serta kerja sama dengan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya bernilai materi, tetapi juga mencerminkan persaudaraan umat Islam lintas negara.

“Bantuan ini tidak hanya bernilai materi, tetapi juga mencerminkan kebersamaan dan solidaritas sesama Muslim. Semoga membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Sebanyak 1.600 paket meugang berasal dari pemotongan 18 ekor sapi. Selain itu, kampus juga menyalurkan 400 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

UIN Ar-Raniry turut menyiapkan 2.000 paket iftar setiap hari selama Ramadan di lingkungan kampus. Sebanyak 1.000 paket juga disalurkan di Masjid Raya Baiturrahman dan 500 paket untuk Dayah Mahyal Ulum Sibreh selama tiga hari Ramadan.

Koordinator Pusat Kerohanian dan Moderasi Beragama UIN Ar-Raniry, Dr Muqni Affan, mengatakan bantuan didistribusikan kepada anak yatim dan fakir miskin di lima gampong sekitar kampus, yakni Rukoh, Blang Krueng, Tanjung Selamat, Barabung, dan Limpok. Bantuan juga menyasar tenaga kebersihan, petugas keamanan, sopir, pengurus masjid, mahasiswa, serta tenaga pendidik dan kependidikan.

Selain pembagian bantuan, kampus juga menggelar program iftar jama’i (berbuka bersama) yang dipusatkan di auditorium selama satu bulan penuh.

“Kegiatan serupa juga berlangsung selama tiga hari di Masjid Raya Baiturrahman dan tiga hari di Dayah Mahyal Ulum Sibreh,” demikian Dr Muqni Affan.

Program tersebut memperkuat tradisi meugang yang telah mengakar di Aceh sekaligus menghadirkan semangat kebersamaan global dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Bunda PAUD Aceh Besar Bersama Yayasan ASA Ajak 76 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran

0
Bunda PAUD Kabupaten Aceh Besar, Hj Rita Mayasari, berkolaborasi dengan Yayasan Amal dan Solidaritas Asia (ASA) membelanjakan pakaian lebaran untuk 76 anak yatim asal Aceh Besar di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Banda Aceh, Selasa (17/2/2026). (Foto: MC Abes)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Bunda PAUD Kabupaten Aceh Besar, Hj Rita Mayasari, berkolaborasi dengan Yayasan Amal dan Solidaritas Asia (ASA) membelanjakan pakaian lebaran untuk 76 anak yatim asal Aceh Besar di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Banda Aceh, Selasa (17/2/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial dalam menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Puluhan anak yatim yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Aceh Besar.

Dalam kesempatan itu, Bunda PAUD Aceh Besar Hj Rita Mayasari mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim agar dapat merasakan suasana lebaran dengan penuh suka cita.

“Alhamdulillah, hari ini kita bersama Yayasan ASIA bisa berbagi kebahagiaan dengan 76 anak yatim dari berbagai kecamatan di Aceh Besar. Kita ingin mereka juga merasakan kegembiraan menyambut Idulfitri dengan memakai baju baru,” ujarnya.

Ia menambahkan, perhatian terhadap anak yatim merupakan tanggung jawab bersama sehingga kolaborasi dengan berbagai pihak perlu terus diperkuat. Menurutnya, kegiatan sosial semacam ini bukan sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga menumbuhkan semangat dan rasa percaya diri anak-anak.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya soal memberikan pakaian, tetapi juga membangun semangat, rasa percaya diri, dan memastikan mereka merasa diperhatikan serta dicintai,” ungkapnya.

Rita Mayasari juga menjelaskan bahwa pemberian baju baru menjelang Ramadhan diharapkan dapat meningkatkan semangat anak-anak yatim dalam menjalankan ibadah puasa sekaligus menyambut hari kemenangan.

“Kita berharap kegiatan ini bisa menjadi penyemangat bagi mereka dalam menjalani ibadah puasa, serta menumbuhkan kebahagiaan saat menyambut lebaran bersama keluarga dan orang-orang terdekat,” imbuhnya.

Sementara itu, Pembina Yayasan ASA, Wildanun, menyampaikan komitmen pihaknya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menghadirkan program sosial yang langsung menyentuh masyarakat, khususnya anak yatim dan keluarga kurang mampu.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini membawa manfaat dan kebahagiaan bagi anak-anak, serta menjadi ladang amal bagi semua pihak yang terlibat,” katanya.

Di sisi lain, salah seorang anak yatim, Izzatunnisa Alifa, mengaku senang karena dapat memilih sendiri pakaian lebaran yang diinginkannya.

“Saya senang sekali bisa beli baju baru untuk lebaran. Terima kasih kepada Bunda PAUD dan Yayasan ASA yang sudah mengajak kami berbelanja,” tuturnya dengan wajah sumringah.

Serap Aspirasi Dua Kecamatan, Arif Fadillah Fokus Penguatan Ekonomi Kelompok Warga

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Arif Fadillah, menyampaikan bahwa bantuan usaha bagi kelompok masyarakat telah disetujui pemerintah dan akan direalisasikan pada 2026.

Hal itu disampaikan Arif saat kegiatan reses bersama warga dari dua kecamatan di Aula Kantor DPD Partai Demokrat Aceh, Jalan Luengbata, Banda Aceh, Selasa (17/2/2026)

Dalam dialog dengan warga, Arif menjelaskan bahwa bantuan yang diusulkan bersifat kelompok, bukan perorangan. Menurutnya, sedikitnya tujuh kelompok usaha masyarakat telah diajukan dengan bidang yang berbeda, seperti kuliner, laundry, catering, dan usaha perdagangan kecil.

Ia menegaskan, bantuan yang diberikan berupa peralatan usaha untuk menunjang kegiatan kelompok. Sebagai contoh, kelompok laundry akan menerima mesin cuci sesuai kebutuhan anggota, sementara kelompok usaha lain akan memperoleh peralatan pendukung sesuai jenis usaha masing-masing.

Arif mengatakan program tersebut bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat, khususnya kelompok yang telah aktif berusaha. Ia juga mengingatkan warga agar memperoleh informasi program langsung dari sumber resmi untuk menghindari kesalahpahaman.

Dalam kesempatan itu, ia turut menyinggung pentingnya peran politik sebagai sarana memperjuangkan aspirasi masyarakat. Menurutnya, dukungan yang diperoleh pada pemilu sebelumnya menjadi amanah untuk memperjuangkan program pembangunan, baik infrastruktur maupun penguatan ekonomi warga.

Kegiatan reses berlangsung dalam suasana dialogis, di mana warga juga menyampaikan pertanyaan terkait mekanisme pengajuan proposal kelompok dan penyaluran bantuan. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama serta penyerahan bantuan kebutuhan pokok kepada peserta yang hadir.[]

Harga Daging Meugang di Aceh Selatan Capai Rp200 Ribu per Kilogram, Minat Warga Tetap Tinggi

0
Penjual Daging Meugang di Aceh Selatan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Harga daging sapi dan kerbau pada hari pertama tradisi meugang menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah di Kabupaten Aceh Selatan mengalami kenaikan signifikan. Di kawasan Tapaktuan dan Samadua, harga daging dilaporkan menembus Rp200 ribu per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan harga pada hari biasa.

Lonjakan harga terlihat di berbagai titik penjualan daging musiman yang mulai dipadati pembeli sejak pagi hari. Para pedagang memanfaatkan momentum meugang, tradisi khas masyarakat Aceh yang identik dengan memasak serta menyantap hidangan daging bersama keluarga menjelang Ramadhan.

“Hari ini harga daging baik kerbau maupun sapi kita jual Rp200 ribu per kilogram,” kata Vira, yang sedang membantu menjual dagangan daging meugang milik ayahnya, Selasa (17/2/2026).

Meski harga mengalami kenaikan, minat masyarakat untuk membeli daging tetap tinggi. Tradisi meugang yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat membuat daging tetap menjadi kebutuhan utama menjelang bulan puasa.

“Meski harga tinggi, antusiasme masyarakat tetap besar. Lokasi penjualan terlihat ramai oleh warga yang ingin membawa pulang daging untuk keluarga,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari sejumlah sumber, kenaikan harga dari kisaran Rp150 ribu per kilogram pada hari biasa dipicu meningkatnya permintaan menjelang Ramadhan, sementara ketersediaan ternak di daerah relatif terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan harga daging melonjak dalam waktu singkat.

Bagi masyarakat Aceh, meugang tidak sekadar tradisi konsumsi, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan dalam menyambut Ramadhan sekaligus mempererat hubungan keluarga melalui kegiatan makan bersama.

Pantauan Nukilan.id di lapangan menunjukkan aktivitas penjualan daging berlangsung padat di sepanjang jalan nasional lintas Blangpidie–Tapaktuan. Sejumlah pedagang musiman tampak memotong ternak langsung di lokasi sebelum menjualnya kepada pembeli yang terus berdatangan hingga siang hari. (XRQ)

Reporter: Akil

Bantuan Pangan untuk Aceh Cair Jelang Ramadhan, Dirut PEMA Apresiasi Presiden dan Gubernur Aceh

0
Bantuan Pangan untuk Aceh Cair Jelang Ramadhan, Dirut PEMA Apresiasi Presiden dan Gubernur Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH PT Pembangunan Aceh (PEMA) menyampaikan apresiasi atas penyaluran bantuan tunai dari pemerintah pusat guna mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Aceh pascabencana, terutama menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.

Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, menilai bantuan tersebut menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat Aceh mendapat perhatian langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Sebelumnya, PT PEMA menerima penugasan dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, untuk melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian terkait, yakni Kementerian Pangan, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pertanian. Upaya tersebut juga mendapat dukungan dari Sekretaris Kabinet dalam menyampaikan kondisi serta kebutuhan masyarakat Aceh kepada pemerintah pusat.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang memimpin langsung upaya negosiasi dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat sehingga bantuan sandang dan pangan ini dapat segera terealisasi,” ujar Mawardi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas kepedulian dan kebijakan yang dinilai mampu mempercepat pemulihan kebutuhan dasar masyarakat Aceh.

Dana bantuan tersebut telah disalurkan langsung ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) masing-masing kabupaten terdampak. Skema ini diharapkan membuat proses penyaluran berjalan lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran.

PT PEMA berharap bantuan tersebut dapat memperkuat proses pemulihan pascabencana sekaligus menumbuhkan optimisme masyarakat Aceh dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Ketum Muhammadiyah Imbau Umat Sikapi Perbedaan Awal Ramadhan Secara Bijak

0
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir. (Foto:

NUKILAN.ID | JAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak umat Islam menyikapi perbedaan penetapan awal Ramadhan dengan sikap cerdas dan tasamuh atau saling menghargai. Ia menilai perbedaan awal puasa merupakan hal yang lazim terjadi dan akan terus muncul selama umat Islam belum memiliki kalender hijriah tunggal.

Dalam keterangannya melalui laman resmi PP Muhammadiyah, Selasa (17/2/2026), Haedar menegaskan bahwa perbedaan tersebut merupakan ruang ijtihad sehingga tidak perlu menjadi sumber perpecahan.

“Di situlah sebagai ruang ijtihad tentu tak perlu saling menyalahkan satu sama lain, dan satu sama lain juga tidak merasa paling benar sendiri,” kata Haedar.

Ia menekankan bahwa umat Islam seharusnya lebih memfokuskan diri pada tujuan utama puasa, yakni meningkatkan ketakwaan secara pribadi maupun kolektif.

“Jadi fokuskan pada hal substantif bagaimana puasa bagi setiap muslim benar-benar menggapai ketaqwaan dalam wujud menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya serta menghadirkan kebaikan hidup serba utama,” ujarnya.

Menurut Haedar, peningkatan ketakwaan diharapkan turut memperbaiki hubungan sosial dan menghadirkan kebaikan bagi masyarakat serta lingkungan. Ia juga mengingatkan agar perbedaan awal Ramadhan tidak mengganggu tujuan utama ibadah.

“Maka berbagai urusan apapun itu jangan sampai mengganggu tujuan utama mencapai takwa. Oleh karenanya, dengan bekal kecerdasan dan keimanan, umat Islam akan meraih ketakwaan dan meningkat derajat kemuliaannya,” tuturnya.

Ia berharap Ramadhan 1447 Hijriah dijalani dengan suasana tenang, damai, dan dewasa tanpa dipengaruhi perbedaan penetapan awal puasa.

“Dalam konteks yang lebih luas, Ramadhan diharapkan kita menjadi umat yang terbaik. Baik dalam kerohanian senantiasa beriman dan bertakwa kepada Allah, maupun dalam hal keilmuan yang kian tinggi dan menyebar segala kebaikan yang makin luas,” ucap dia.

Penetapan Awal Ramadhan

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan pada metode hisab yang dikaji Majelis Tarjih dan Tajdid serta penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang menerapkan prinsip satu hari satu tanggal secara global tanpa bergantung pada lokasi geografis.

Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia akan menentukan awal Ramadhan melalui sidang isbat yang digelar Selasa (17/2/2026). Forum tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk DPR, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, bersama sejumlah lembaga riset dan perwakilan ormas Islam.

Sidang tersebut menjadi forum resmi pemerintah dalam menetapkan awal Ramadhan berdasarkan metode rukyat dan hisab yang dipadukan dengan hasil pengamatan hilal di berbagai titik pemantauan.

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2026

0
Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2026. (Foto: Kemenag RI)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Pemerintah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diambil melalui Sidang Isbat (penetapan) awal Ramadan yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2/2026).

“Sidang Isbat menyepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” ujar Menag dalam konferensi pers usai Sidang Isbat.

Penetapan ini didasarkan pada hasil metode hisab dan rukyat yang dilakukan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama bersama berbagai organisasi kemasyarakatan Islam. Proses pengamatan hilal juga dilakukan oleh petugas di sedikitnya 96 titik pemantauan yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Musyawarah mengacu pada hasil hisab dan rukyat yang dilakukan oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama dan ormas-ormas Islam, serta dikonfirmasi oleh petugas pengamat di sedikitnya 96 titik pengamatan di seluruh Indonesia,” terangnya.

Dalam pemaparannya, Menteri Agama menjelaskan bahwa posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah ufuk. Ketinggian hilal tercatat berada pada rentang -2° 24‘ 43“ (-2,41°) hingga -0° 55‘ 41“ (-0,93°), sementara sudut elongasi berkisar antara 0° 56‘ 23“ (0,94°) hingga 1° 53‘ 36“ (1,89°).

Kondisi tersebut belum memenuhi kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yakni tinggi hilal minimal 3° dan sudut elongasi minimal 6,4°.

“Dengan demikian, bukan hanya belum memenuhi kriteria imkan rukyat, tetapi secara astronomis hilal belum mungkin terlihat, sehingga secara hisab data hilal hari ini tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS,” jelas Menag.

Selain data hisab, keputusan juga mempertimbangkan hasil rukyat di lapangan. Pengamatan hilal tahun ini dilakukan di 96 titik di seluruh provinsi Indonesia, namun tidak ada laporan keberhasilan melihat hilal.

“Tidak ada laporan hilal terlihat dari seluruh titik pengamatan. Bahkan di negara-negara Islam lainnya, belum ada yang memenuhi kriteria imkan rukyat, dan kalender Hijriah Global versi Turki pun tidak memulai Ramadan esok hari,” ujar Menag.

“Berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya laporan rukyat hilal, Sidang Isbat menyepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” tegas Menag.

Menteri Agama berharap keputusan tersebut dapat menjadi momentum kebersamaan umat Islam di Indonesia dalam memulai ibadah puasa secara serentak.

“Semoga momentum ini menjadi simbol kebersamaan umat Islam sekaligus mencerminkan persatuan kita sebagai anak bangsa dalam menyongsong masa depan yang lebih baik,” pesannya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan apabila terdapat perbedaan pandangan dalam penetapan awal Ramadan.

“Apabila terdapat sebagian umat Islam yang memiliki keyakinan berbeda dalam penetapan awal Ramadan, kami mengimbau agar perbedaan tersebut tidak menimbulkan perpecahan. Jadikan perbedaan sebagai kekayaan dan mozaik indah bangsa Indonesia. Kita sudah berpengalaman hidup dalam perbedaan, tetapi tetap kokoh dalam persatuan,” tuturnya.

Sidang Isbat turut dihadiri Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i, Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, serta Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad. Selain itu, hadir pula pimpinan ormas Islam, para ahli falak dan astronomi dari perguruan tinggi, serta perwakilan dari BMKG, BRIN, Badan Informasi Geospasial, Planetarium Jakarta, dan anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.[]

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 18 Februari 2026, Puasa Berlangsung 30 Hari

0
Logo Muhammadiyah. (Foto: IST)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Muhammadiyah secara resmi menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan tersebut didasarkan pada hasil perhitungan astronomis (hisab) yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid sebagai pedoman resmi bagi warga persyarikatan dalam menjalankan ibadah Ramadan.

Dikutip dari artikel yang diterbitkan Liputan6.com pada 17 Februari 2026 menyebutkan bahwa keputusan ini menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal, yakni sistem perhitungan astronomi yang memberikan kepastian kalender ibadah jauh hari sebelumnya.

Hasil hisab menunjukkan ijtimak menjelang Ramadan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19:03:36 WIB. Pada saat matahari terbenam di sebagian besar wilayah Indonesia, posisi bulan sudah berada di atas ufuk. Karena itu, Muhammadiyah menetapkan salat tarawih pertama dilaksanakan pada Selasa malam, 17 Februari 2026, dan puasa dimulai keesokan harinya.

Penetapan awal Ramadan dilakukan berdasarkan tiga kriteria utama metode wujudul hilal, yaitu telah terjadi konjungsi (ijtimak), konjungsi berlangsung sebelum matahari terbenam, serta posisi piringan atas bulan berada di atas ufuk saat matahari terbenam. Data astronomi menunjukkan tinggi bulan di Yogyakarta mencapai +0° 12′ 02″, yang menandakan hilal telah wujud.

Keputusan tersebut merujuk pada Himpunan Putusan Tarjih (HPT) yang menjadi landasan pengambilan hukum di lingkungan Muhammadiyah. Maklumat resmi kemudian disebarkan hingga tingkat wilayah dan ranting sebagai acuan penyusunan jadwal imsakiyah serta persiapan kegiatan masjid selama Ramadan.

Selain menetapkan awal Ramadan, Muhammadiyah juga memastikan durasi puasa tahun ini berlangsung selama 30 hari atau mengalami penggenapan (istikmal). Perhitungan kalender Hijriah menunjukkan pada hari ke-29 Ramadan posisi hilal belum memenuhi kriteria wujudul hilal, sehingga bulan Ramadan disempurnakan menjadi tiga puluh hari penuh.

Ketentuan tersebut juga menjadi acuan lembaga-lembaga internal, termasuk pengelolaan pengumpulan dan distribusi zakat fitrah. Dengan durasi tersebut, hari terakhir Ramadan diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, turut menyampaikan pesan Ramadan kepada umat Islam agar menjadikan bulan suci sebagai momentum penguatan spiritual dan kepedulian sosial.

Berdasarkan perhitungan astronomi yang sama, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Ijtimak menjelang Syawal tercatat terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 16:25:34 WIB.

Penetapan ini juga merujuk pada prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang mulai diimplementasikan Muhammadiyah guna menyatukan sistem penanggalan Islam secara lebih konsisten di berbagai wilayah dunia.

Maklumat resmi tersebut menjadi pedoman tunggal bagi warga Muhammadiyah di seluruh Indonesia dalam menjalankan rangkaian ibadah Ramadan hingga pelaksanaan salat Idul Fitri.