Beranda blog Halaman 10

Pemkab Aceh Besar Apresiasi Peresmian Foodcourt UMKM CSR Pertamina di Meunasah Mon

0
Pemkab Aceh Besar Apresiasi Peresmian Foodcourt UMKM CSR Pertamina di Meunasah Mon. (Foto: Humas Abes)

NUKILAN.ID | JANTHO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengapresiasi peresmian program CSR UMKM berupa foodcourt di Gampong Meunasah Mon, Kecamatan Mesjid Raya, yang digagas oleh PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Krueng Raya.

Peresmian tersebut dilakukan oleh Bupati Aceh Besar yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Drs. Sulaimi, M.Si, pada Jumat (3/4/2026) malam.

Program ini menjadi bentuk kolaborasi antara PT Pertamina Patra Niaga dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyediaan fasilitas usaha bagi pelaku UMKM setempat.

Dalam sambutannya, Sulaimi menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pertamina dalam mendukung pengembangan UMKM di Aceh Besar. Ia menilai program tersebut sejalan dengan kebutuhan masyarakat serta visi pembangunan daerah.

“Pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan seperti ini. Apa yang kita saksikan malam ini merupakan hasil dari kebersamaan, kekompakan, dan sinergi yang terjalin antara Pertamina dan masyarakat Gampong Meunasah Mon,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas produk yang dijual, mulai dari kehalalan bahan, kebersihan proses, hingga pelayanan kepada pengunjung. Menurutnya, keberadaan foodcourt ini berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menjadi destinasi kuliner baru.

“Ke depan, bukan hanya warga Meunasah Mon yang menikmati, tetapi juga masyarakat dari Banda Aceh yang berkunjung ke kawasan wisata seperti Ujong Batee, Lamreh, hingga Laweung dapat singgah dan menikmati kuliner di sini,” tambahnya.

Sementara itu, Fuel Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Krueng Raya, Danang Agung Saputra, menjelaskan bahwa program ini merupakan komitmen perusahaan dalam memberdayakan ekonomi masyarakat.

Ia menyebutkan, sebanyak 28 kepala keluarga menjadi penerima manfaat dengan dukungan 15 kios usaha. Selain itu, para pelaku UMKM juga memperoleh bantuan modal sebesar Rp500 ribu per orang, pelatihan memasak, serta pelatihan pelayanan yang menghadirkan chef profesional.

“Program ini juga merupakan pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif selama puluhan tahun. Alhamdulillah, kini dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Danang menambahkan, fasilitas foodcourt juga dilengkapi dengan akses Wi-Fi untuk mendukung kreativitas dan pemanfaatan teknologi oleh generasi muda.

Pada kesempatan yang sama, Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Agustina Mandayati, berharap program ini mampu membawa dampak positif bagi masyarakat.

“Kami berharap ke depan UMKM di Krueng Raya mampu bersaing dengan pelaku usaha di Banda Aceh dan daerah lainnya. Yang terpenting adalah menjaga keberlanjutan program ini agar dapat terus berkembang dan mandiri secara finansial,” ujarnya.

Salah satu penerima manfaat, Rika, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan. Ia menilai program tersebut sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan tempat usaha dan tambahan penghasilan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pertamina atas bantuan ini. Dengan adanya foodcourt ini, kami jadi punya tempat usaha yang layak dan kesempatan untuk menambah penghasilan keluarga,” ujar Rika.

Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga dan mengembangkan usaha ini agar bisa maju dan menjadi kebanggaan Gampong Meunasah Mon,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sales Branch Manager PT Pertamina Regional Aceh Ferdi Fajrian A, unsur Forkopimcam Mesjid Raya, Danpos AL Malahayati, serta masyarakat setempat.

Peresmian ini menjadi langkah awal dalam memperkuat ekonomi berbasis masyarakat di Gampong Meunasah Mon, sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Kunjungan Wisman ke Aceh Turun pada Februari 2026

0
wisman
Ilustrasi Kunjungan Wisman ke Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Aceh pada Februari 2026 mengalami penurunan signifikan. Total kunjungan tercatat sebanyak 2.716 orang atau turun 25,91 persen dibandingkan Januari 2026.

Secara tahunan, angka tersebut juga menurun sebesar 29,36 persen dibandingkan Februari 2025.

“Turun 25,91 persen dibandingkan Januari 2026,” kata Plh. Kepala BPS Provinsi Aceh, Tasdik Ilhamudin dikutip Nukilan.id melalui kanal YouTube BPS Aceh.

Tasdik menjelaskan, pemantauan kunjungan wisman dilakukan melalui dua pintu masuk utama, yakni Bandara Sultan Iskandar Muda dan Pelabuhan Internasional Balohan di Sabang.

Selain kunjungan wisman, indikator lain di sektor pariwisata, yakni Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel, menunjukkan tren yang bervariasi. TPK hotel berbintang pada Februari 2026 tercatat sebesar 21,63 persen, meningkat 2,32 persen poin dibandingkan Januari 2026, namun turun 2,69 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“TPK hotel berbintang pada Februari 2026 tercatat sebesar 21,63 persen, naik 2,32 persen poin dibandingkan Januari 2026, namun turun 2,69 persen poin dibandingkan Februari 2025,” ujar Tasdik.

Sementara itu, TPK hotel nonbintang pada Februari 2026 berada di angka 15,26 persen. Angka ini naik tipis 0,12 persen poin dibandingkan Januari 2026, tetapi turun 2,93 persen poin dibandingkan Februari 2025.

BPS juga mencatat pergerakan penumpang angkutan udara dan laut di Aceh. Untuk angkutan udara domestik, jumlah penumpang yang berangkat melalui Bandara Sultan Iskandar Muda pada Februari 2026 mencapai 18.504 orang, turun 21,47 persen dibandingkan Januari 2026 dan turun 6,64 persen dibandingkan Februari 2025.

Sementara itu, penumpang angkutan udara internasional tercatat sebanyak 9.319 orang, atau turun 24,77 persen dibandingkan Januari 2026 dan turun 29,49 persen dibandingkan Februari 2025.

Untuk angkutan laut, total penumpang di Aceh pada Februari 2026 mencapai 55.842 orang.

“Angka ini turun 2,42 persen dibandingkan Januari 2026 dan turun 9,15 persen dibandingkan Februari 2025,” pungkas Tasdik.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Prakiraan Cuaca Aceh Senin 6 April 2026: Waspada Hujan Petir di Sejumlah Wilayah

0
Ilustrasi hujan. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Aceh pada Senin (6/4). Informasi ini penting bagi masyarakat untuk merencanakan aktivitas harian, mulai dari bekerja, bepergian, hingga kegiatan rumah tangga.

Dengan mengetahui kondisi cuaca lebih awal, potensi gangguan akibat hujan maupun cuaca ekstrem dapat diminimalkan.

Secara umum, cuaca di Aceh hari ini didominasi hujan ringan hingga hujan petir dengan suhu berkisar antara 16°C hingga 32°C serta tingkat kelembapan yang relatif tinggi.

Sejumlah daerah seperti Aceh Tengah, Aceh Barat, Pidie, dan Nagan Raya berpotensi mengalami hujan disertai petir. Masyarakat di wilayah tersebut diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Sementara itu, sebagian kecil wilayah seperti Sabang diprakirakan mengalami kondisi berawan.

Berikut rincian prakiraan cuaca di sejumlah wilayah Aceh:

  • Aceh Selatan: Hujan ringan, suhu 22–27°C, kelembapan 82–98%
  • Aceh Tenggara: Hujan ringan, suhu 16–22°C, kelembapan 84–99%
  • Aceh Timur: Hujan ringan, suhu 24–31°C, kelembapan 63–98%
  • Aceh Tengah: Hujan petir, suhu 17–24°C, kelembapan 64–98%
  • Aceh Barat: Hujan petir, suhu 23–28°C, kelembapan 79–99%
  • Aceh Besar: Hujan ringan, suhu 23–30°C, kelembapan 69–95%
  • Pidie: Hujan petir, suhu 19–24°C, kelembapan 77–99%
  • Aceh Utara: Hujan ringan, suhu 24–31°C, kelembapan 67–96%
  • Simeulue: Hujan ringan, suhu 24–26°C, kelembapan 90–96%
  • Aceh Singkil: Hujan ringan, suhu 23–28°C, kelembapan 83–98%
  • Bireuen: Hujan ringan, suhu 23–30°C, kelembapan 69–99%
  • Aceh Barat Daya: Hujan ringan, suhu 21–27°C, kelembapan 72–99%
  • Gayo Lues: Hujan ringan, suhu 17–24°C, kelembapan 63–97%
  • Aceh Jaya: Hujan ringan, suhu 22–27°C, kelembapan 78–99%
  • Nagan Raya: Hujan petir, suhu 22–28°C, kelembapan 80–99%
  • Aceh Tamiang: Hujan ringan, suhu 24–31°C, kelembapan 66–98%
  • Bener Meriah: Hujan ringan, suhu 17–24°C, kelembapan 74–99%
  • Pidie Jaya: Hujan sedang, suhu 21–25°C, kelembapan 80–95%
  • Banda Aceh: Hujan ringan, suhu 25–30°C, kelembapan 68–90%
  • Sabang: Berawan, suhu 26–28°C, kelembapan 77–82%
  • Lhokseumawe: Hujan ringan, suhu 24–31°C, kelembapan 68–95%
  • Langsa: Hujan ringan, suhu 24–32°C, kelembapan 61–99%
  • Subulussalam: Hujan ringan, suhu 23–29°C, kelembapan 78–98%

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan petir yang dapat disertai angin kencang, serta menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi cuaca di masing-masing wilayah.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Wali Nanggroe dan Abu Paya Pasie Perkuat Silaturahmi, Bahas Isu Keummatan di Aceh

0
Wali Nanggroe dan Abu Paya Pasie Perkuat Silaturahmi. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haythar, menerima kunjungan silaturahmi ulama kharismatik Abu Paya Pasie di Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar, Sabtu (4/4/2026). Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Silaturahmi ini menjadi ruang dialog strategis bagi kedua tokoh dalam membahas berbagai persoalan keummatan di Aceh. Dalam suasana akrab, keduanya menyoroti pentingnya kolaborasi antara ulama dan umara dalam menjaga persatuan umat.

Selain itu, sinergi antara ulama dan pemerintah dinilai sangat penting untuk memperkuat implementasi nilai-nilai keislaman di tengah dinamika sosial masyarakat. Langkah ini juga dipandang sebagai upaya menjaga stabilitas sosial serta memperkokoh jati diri Aceh sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam merawat harmoni kehidupan beragama di Tanah Rencong. Kehadiran Abu Paya Pasie disambut penuh penghormatan sebagai bagian dari tradisi yang terus dijaga masyarakat Aceh.

Lebih jauh, pertemuan ini menegaskan kuatnya sinergi antara lembaga adat yang dipimpin Malik Mahmud Al Haythar dengan para ulama dalam memperkuat peran strategis Aceh sebagai wilayah yang menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam.

Momentum ini diharapkan mampu mempererat ukhuwah islamiyah serta memperkuat kolaborasi lintas peran dalam membangun Aceh yang damai, religius, dan bermartabat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

1.290 Siswa MA Aceh Lolos SNBP 2026, Tembus Berbagai PTN di Indonesia

0
1.290 Siswa MA Aceh Lolos SNBP 2026 Tembus Berbagai PTN di Indonesia. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sebanyak 1.290 siswa Madrasah Aliyah (MA) di Aceh berhasil lulus melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026 dan diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, H Khairul Azhar SAg MSi, menjelaskan bahwa SNBP merupakan jalur seleksi masuk PTN tanpa ujian tertulis yang menitikberatkan pada prestasi akademik dan nonakademik siswa, berdasarkan nilai rapor serta portofolio selama menempuh pendidikan.

“SNBP memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri unggulan di Indonesia,” ujar Khairul Azhar.

Ia menambahkan, proses SNBP 2026 telah dimulai sejak Januari hingga Februari melalui tahap pengisian data sekolah dan siswa, kemudian ditutup dengan pengumuman hasil seleksi secara serentak pada 31 Maret 2026.

Secara nasional, jumlah peserta SNBP mencapai ratusan ribu siswa dengan tingkat persaingan yang cukup ketat, seiring terbatasnya kuota di masing-masing perguruan tinggi.

Adapun sebaran kelulusan siswa MA di Aceh berdasarkan kabupaten/kota meliputi Aceh Besar sebanyak 140 siswa, Bireuen 143 siswa, Lhokseumawe 138 siswa, Langsa 85 siswa, Bener Meriah 36 siswa, Simeulue 6 siswa, Aceh Barat Daya 21 siswa, dan Aceh Singkil 9 siswa.

Selanjutnya, Subulussalam 27 siswa, Nagan Raya 15 siswa, Aceh Tamiang 61 siswa, Pidie Jaya 79 siswa, Aceh Tengah 25 siswa, Aceh Utara 119 siswa, Gayo Lues 7 siswa, Aceh Selatan 33 siswa, Aceh Timur 54 siswa, Sabang 8 siswa, Pidie 47 siswa, Banda Aceh 124 siswa, Aceh Barat 91 siswa, Aceh Tenggara 16 siswa, serta Aceh Jaya 6 siswa.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.

“Kami mengapresiasi keberhasilan siswa Madrasah Aliyah di Aceh yang telah lulus SNBP dan diterima di Perguruan Tinggi Negeri. Ini menunjukkan bahwa madrasah mampu bersaing dan melahirkan generasi unggul,” ujarnya.

Ia berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus meningkatkan prestasi.

“Kami akan terus mendorong peningkatan mutu pendidikan madrasah agar semakin banyak lulusan yang diterima di perguruan tinggi terbaik,” tutupnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Pemkab Aceh Jaya Perkuat Kolaborasi Layanan Kesehatan dengan RSU Cempaka Lima

0
Pemkab Aceh Jaya Perkuat Kolaborasi Layanan Kesehatan dengan RSU Cempaka Lima. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya terus mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui penguatan koordinasi lintas fasilitas kesehatan.

Langkah tersebut diwujudkan melalui pertemuan bersama Rumah Sakit Umum (RSU) Cempaka Lima Banda Aceh yang berlangsung di aula rumah sakit setempat, Minggu (5/4/2026).

Wakil Bupati Aceh Jaya, Muslem D, SE, hadir langsung dalam kegiatan tersebut didampingi Asisten I Setdakab Aceh Jaya Muhammad Milsa, Direktur RSUD Teuku Umar Calang Eka Rahmayuli, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Aceh Jaya.

Pertemuan ini difokuskan pada upaya membangun komunikasi yang lebih efektif di sektor kesehatan, khususnya dalam mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Kolaborasi antar fasilitas kesehatan dinilai menjadi kunci dalam memastikan akses dan mutu layanan yang optimal, terutama bagi pasien rujukan dari daerah.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Aceh Jaya Muslem D menegaskan pentingnya sinergi antar rumah sakit guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh Jaya.

“Penguatan komunikasi ini menjadi langkah strategis agar pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien rujukan, dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan baik,” ujar Muslem.

Ia juga berharap kerja sama yang terjalin dapat terus ditingkatkan, tidak hanya dalam sistem rujukan, tetapi juga dalam peningkatan kapasitas tenaga medis serta mutu layanan kesehatan secara menyeluruh.

Sementara itu, jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya bersama pihak RSU Cempaka Lima Banda Aceh turut membahas sejumlah aspek kerja sama, mulai dari sistem rujukan pasien, peningkatan kapasitas tenaga medis, hingga penguatan koordinasi antar institusi kesehatan.

Pemerintah Aceh Jaya berharap melalui sinergi yang terbangun, pelayanan kesehatan bagi masyarakat dapat semakin cepat, tepat, dan berkualitas, sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Beasiswa BSI Unggulan 2026 Dibuka, Khusus Maba Jalur SNBP Dapat UKT hingga Laptop

0
Logo program beasiswa dari Bank Syariah Indonesia. (Foto: BSI).

NUKILAN.ID | JAKARTA Bank Syariah Indonesia (BSI) membuka program Beasiswa BSI Scholarship Unggulan 2026 bagi mahasiswa baru (maba) yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi).

Mengutip Kompas.com, Jumat (4/4/2026), penerima beasiswa akan memperoleh berbagai fasilitas, mulai dari pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT), uang saku bulanan sebesar Rp1,5 juta, hingga bantuan laptop. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pembinaan berupa mentoring kepemimpinan dan pengembangan karakter.

Pendaftaran beasiswa ini dibuka hingga 12 April 2026 melalui tautan resmi yang disediakan BSI. Program ini secara khusus menyasar mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Kriteria Pendaftar

Berikut syarat utama untuk mengikuti BSI Scholarship Unggulan 2026:

  1. Mahasiswa baru jalur undangan (SNBP) di 10 perguruan tinggi negeri terbaik
  2. Berasal dari keluarga tidak mampu, dibuktikan dengan SKTM atau KIP
  3. Tidak sedang menerima beasiswa sejenis dari lembaga lain

Dokumen yang Dibutuhkan

Pendaftar wajib menyiapkan sejumlah dokumen, di antaranya:

  • KTP atau kartu identitas
  • Kartu Keluarga
  • Surat keterangan diterima di PTN
  • Sertifikat prestasi (jika ada)
  • Foto formal berseragam sekolah
  • KIS/BPJS (jika ada)
  • Bukti terdaftar di DTKS atau SKTM dari pemerintah desa

Daftar 10 Kampus Mitra

Program ini hanya berlaku bagi mahasiswa yang diterima di 10 kampus berikut:

  • Universitas Indonesia
  • Universitas Gadjah Mada
  • Institut Teknologi Bandung
  • Universitas Airlangga
  • IPB University
  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Universitas Padjadjaran
  • Universitas Diponegoro
  • Universitas Brawijaya
  • Universitas Hasanuddin

Komponen Beasiswa

Penerima beasiswa akan mendapatkan:

  1. Pembiayaan UKT penuh
  2. Uang saku Rp1,5 juta per bulan
  3. Bantuan laptop
  4. Pembinaan kepemimpinan dan karakter
  5. Kesempatan menjadi duta/volunteer ekonomi syariah
  6. Program magang di industri ekonomi syariah
  7. Mentorship bersama pimpinan BSI

Jadwal Seleksi

Adapun tahapan seleksi BSI Scholarship Unggulan 2026 meliputi:

  • Tes tulis: 15 April 2026
  • Wawancara: 20–22 April 2026
  • Pengumuman: 27 April 2026

Program ini diharapkan dapat mendukung akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, sekaligus mencetak generasi unggul di bidang ekonomi syariah. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Brimob Aceh Gelar Aksi Bersih Mushola Ar-Rahman, Wujud Kepedulian Lingkungan Ibadah

0
Brimob Aceh Gelar Aksi Bersih Mushola Ar-Rahman. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | Subulussalam – Personel Brimob Aceh melaksanakan kegiatan pembersihan Mushola Ar-Rahman sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan tempat ibadah. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (03/04/2026) pukul 09.00 WIB di Desa Danau Tras, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

Aksi bersih-bersih tersebut merupakan bagian dari program ASRI yang melibatkan personel Kompi 4 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Aceh. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan ibadah yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat sekitar.

Dengan semangat gotong royong, personel Brimob bersama warga membersihkan seluruh area mushola, mulai dari halaman, tempat wudhu, hingga ruang utama ibadah.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kebersihan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat. Kehadiran Brimob pun mendapat sambutan positif karena dinilai memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan warga dalam beribadah.

Komandan Satuan Brimob Polda Aceh, Zuhdi Batubara, menyampaikan bahwa kegiatan ASRI merupakan bagian dari komitmen Brimob untuk terus hadir di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Brimob tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata, termasuk menjaga kebersihan tempat ibadah.

Salah satu warga, Suryadi (35), mengaku sangat terbantu dengan kegiatan tersebut. Ia menilai mushola kini menjadi lebih bersih dan nyaman, sekaligus mempererat kebersamaan antara warga dan aparat.

Kegiatan berlangsung lancar dengan suasana penuh kekompakan. Gotong royong yang terjalin menjadi bukti sinergi antara Brimob dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang asri dan sehat.

Upaya ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan, khususnya tempat ibadah. (Red/Rel).

Sumber: Tim Produksi Humas Korps Brimob Polri

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Safrizal Tekankan Akurasi Data, Prinsip “No One Left Behind” Jadi Prioritas Pemulihan Aceh

0
Kepala Posko Wilayah Satgas PRR, Safrizal ZA. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Satuan Tugas Percepatan Pemulihan dan Rehabilitasi (PRR) terus memperbarui data kebutuhan Hunian Sementara (Huntara) bagi penyintas bencana di Aceh. Perubahan data yang terjadi di lapangan ditegaskan sebagai bagian dari upaya meningkatkan akurasi, bukan bentuk ketidakkonsistenan administratif.

Kepala Posko Wilayah Satgas PRR, Safrizal ZA, menyampaikan bahwa proses sinkronisasi data dilakukan secara berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip “No One Left Behind.”

“Perubahan data itu bukan karena kita tidak konsisten, tetapi karena kita terus memperbaiki dan menyesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. Prinsip kami jelas, tidak boleh ada satu pun warga terdampak yang terlewat,” ujar Safrizal.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab perubahan data adalah mulai pulihnya aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah yang sebelumnya dinyatakan tidak berpenghuni. Warga yang sempat mengungsi kini mulai kembali ke daerah asal dan berharap pembangunan Huntara dilakukan di lokasi tersebut.

“Awalnya beberapa titik dianggap kosong karena warganya mengungsi. Namun sekarang mereka kembali dan ingin Huntara dibangun di kampung halaman mereka. Ini tentu harus kita akomodasi,” jelasnya.

Selain itu, Safrizal menegaskan bahwa pendataan dilakukan secara fleksibel dan adaptif. Pemerintah daerah, khususnya para bupati di wilayah terdampak, terus mengajukan pembaruan data melalui skema by name by address (BNBA).

“Kami tidak ingin terjebak pada data yang kaku. Selama masih ada usulan yang valid dari daerah, akan terus kami terima dan verifikasi agar penanganan benar-benar tepat sasaran,” katanya.

Pembangunan Huntara, lanjutnya, dilakukan secara bertahap setelah data awal dinyatakan valid. Menurut Safrizal, menunggu seluruh data BNBA rampung justru berisiko memperlambat penanganan di lapangan.

“Kalau kita menunggu data 100 persen selesai, pembangunan bisa tertunda. Maka kami jalankan paralel: bangun yang sudah valid, sambil terus membuka pendataan bagi yang belum terakomodasi,” tegasnya.

Sebagai bentuk transparansi, pemerintah juga memberikan pilihan kepada masyarakat dalam menentukan jenis bantuan yang diterima, yakni pembangunan Huntara atau Dana Tunggu Hunian (DTH).

“Kami memberikan pilihan agar masyarakat bisa menyesuaikan dengan kebutuhan mereka masing-masing, apakah ingin Huntara atau DTH,” tambah Safrizal.

Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan pascabencana di Aceh, sehingga masyarakat dapat segera menempati hunian yang layak sambil menunggu pembangunan rumah permanen selesai.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Warga Huntara Aceh Tamiang Keluhkan Air Keruh dan Biaya Listrik, PCNU Soroti Penanganan

0
Warga Huntara Aceh Tamiang Keluhkan Air Keruh dan Biaya Listrik. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Warga korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang yang kini menempati hunian sementara (huntara) mengeluhkan buruknya fasilitas dasar, terutama ketersediaan air bersih dan beban biaya listrik yang harus mereka tanggung sendiri.

Keluhan tersebut disampaikan warga Huntara II yang berada di sekitar Kantor Bupati Aceh Tamiang, Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru. Hunian yang semestinya menjadi tempat tinggal sementara yang layak justru dinilai belum memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Salah seorang warga, Lisa, mengaku kesulitan mendapatkan air bersih sejak menempati huntara. Ia menyebut air yang tersedia dalam kondisi keruh dan berbau, sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami di sini kesulitan air. Sejak tinggal di sini, airnya keruh, berbau, dan anak saya yang masih kecil dengan kulit sensitif sampai alergi dan gatal-gatal,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung selama berbulan-bulan tanpa adanya perbaikan signifikan. Dampaknya mulai dirasakan, terutama oleh anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan.

“Awalnya kami kira lama-kelamaan airnya akan jernih, tapi sampai sekarang tetap keruh dan justru membawa penyakit,” katanya.

Selain persoalan air bersih, warga juga mengeluhkan biaya listrik yang harus dibayar melalui sistem token. Dalam kondisi ekonomi yang sulit pascabencana, biaya tersebut menjadi beban tambahan bagi keluarga.

“Listrik seminggu bisa Rp50 ribu. Kami sudah tidak punya penghasilan lagi, jadi ini sangat berat,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan Hendra Gunawan, warga lainnya, yang menyoroti kualitas pembangunan sumur bor di lokasi huntara. Ia menilai hasil yang ada tidak sebanding dengan anggaran yang disebut cukup besar.

“Kalau memang anggaran sumur bor besar, tapi hasilnya seperti ini, tentu kami kecewa. Airnya masih keruh dan berbau,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi agar fasilitas yang diberikan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Menanggapi kondisi tersebut, Rais Syuriah PCNU Aceh Tamiang menegaskan bahwa persoalan kebutuhan dasar warga huntara tidak boleh diabaikan dan harus segera ditangani secara serius oleh pemerintah.

“Air bersih adalah kebutuhan paling mendasar. Jika ini tidak terpenuhi, maka akan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, terutama anak-anak,” ujarnya.

Ia juga menyoroti beban biaya listrik yang dinilai tidak seharusnya ditanggung sepenuhnya oleh warga dalam kondisi darurat.

“Dalam situasi bencana, seharusnya ada kebijakan yang meringankan beban masyarakat, termasuk soal listrik. Jangan sampai mereka yang sudah terdampak justru semakin terbebani,” katanya.

Menurutnya, pemerintah perlu turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi riil yang dialami masyarakat serta mempercepat solusi konkret.

“Harus ada evaluasi menyeluruh, baik dari sisi pembangunan fasilitas maupun pengelolaannya. Ini menyangkut kemanusiaan,” tegasnya.

Ia juga mengajak semua pihak untuk turut memperhatikan kondisi warga terdampak bencana agar proses pemulihan tidak hanya sebatas penyediaan hunian, tetapi juga menjamin kelayakan hidup.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki fasilitas air bersih serta memberikan keringanan biaya listrik. Mereka menginginkan kehidupan yang lebih layak selama masa pemulihan pascabencana.

“Kami hanya butuh air bersih yang layak dan bantuan untuk meringankan beban hidup kami. Di sini banyak anak kecil dan bayi,” ujar Lisa.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa penanganan pascabencana tidak hanya soal relokasi atau penyediaan hunian sementara, tetapi juga memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat secara layak dan berkelanjutan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News