Beranda blog Halaman 8

Shalat Idul Adha 1447 H Dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

0
Jemaah Shalat Idul Fitri 1443 H di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Kota Banda Aceh akan dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman pada Jumat pagi dengan waktu pelaksanaan dimulai pukul 07.30 WIB.

Kepala UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman, Aprilizar, mengatakan pelaksanaan shalat Idul Adha tahun ini mengusung tema “Momentum Hari Raya Idul Adha, Mari Bersatu untuk Bangkit Pasca Bencana dalam Mengisi Pembangunan Aceh yang Islami dan Sejahtera.”

“Tema ini diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memperkuat persatuan dan semangat kebersamaan dalam membangun Aceh yang lebih baik, Islami, dan sejahtera,” kata Aprilizar kepada Nukilan.

Ia menyebutkan, yang akan bertindak sebagai khatib pada pelaksanaan Shalat Idul Adha yakni Abiya Dr. Tgk. H. Anwar Usman Kuta Krueng, sementara imam  Tgk. H. Munawir Darwis, Lc., MA dan naib imam Abi Ishak Lamkawe. Adapun pentakbir akan diisi oleh para muazzin dan qari Masjid Raya Baiturrahman.

Panitia juga mengimbau masyarakat yang akan mengikuti shalat Idul Adha agar berwudhu dari rumah, membawa sajadah masing-masing, serta datang lebih awal guna menghindari kepadatan jamaah.

“Kami juga mengharapkan jamaah memarkirkan kendaraan di lokasi yang telah disediakan panitia dan mengikuti arahan petugas di lapangan agar pelaksanaan ibadah berlangsung tertib dan khusyuk,” kata Aprilizar.

Reporter: Rezi

Hari Ketiga Penyaluran Bantuan Pangan di Baiturrahman Sasar 733 Penerima Manfaat

0
Kecamatan Baiturrahman kembali menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat pada hari ketiga pelaksanaan program tersebut, Minggu (24/5/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kecamatan Baiturrahman kembali menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat pada hari ketiga pelaksanaan program tersebut, Minggu (24/5/2026). Penyaluran bantuan kali ini menyasar 733 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar di tiga gampong dalam wilayah Kecamatan Baiturrahman.

Camat Baiturrahman, Herri, S.STP., M.Si., mengatakan, bantuan tersebut disalurkan langsung kepada keluarga penerima manfaat sebagai upaya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat menjelang hari besar.

“Tiga gampong yang menjadi sasaran hari ini adalah Gampong Ateuk Munjeng dengan 171 Penerima Bantuan Pangan (PBP), Gampong Ateuk Pahlawan sebanyak 287 PBP dan Gampong Seutui sebanyak 275 PBP,” ucap Herri.

Pada hari ketiga penyaluran, total bantuan yang disalurkan mencapai 14.660 kilogram beras dan 2.932 liter minyak goreng. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pangan di tingkat gampong.

Menurut Herri, proses penyaluran dilakukan secara bertahap untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak dan berjalan tertib tanpa kendala di lapangan.

“Kami memastikan bantuan sampai ke warga yang benar-benar membutuhkan. Penyaluran dilakukan bertahap agar tidak terjadi penumpukan dan semua PBP bisa terlayani dengan baik,” ujarnya.

Program bantuan pangan di Kecamatan Baiturrahman telah dimulai sejak Jumat (22/5/2026) dan dijadwalkan berakhir pada Senin (25/5/2026). Pada hari terakhir pelaksanaan, cakupan penyaluran akan diperluas ke lebih banyak gampong.

“Untuk hari Senin (25/5/2026), penyaluran akan diperluas ke 10 gampong dengan total penerima mencapai 2.374 jiwa atau kepala keluarga. Perluasan ini dilakukan agar cakupan bantuan lebih merata di seluruh wilayah Kecamatan Baiturrahman,” pungkas Herri.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Harga Daging Meugang di Banda Aceh Rp 170 Ribu per Kilogram

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Harga daging meugang di Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Banda Aceh, mulai dipatok Rp170 ribu per kilogram untuk kualitas nomor satu menjelang tradisi meugang Idul Adha 1447 Hijriah. 

Salah seorang pedagang daging sapi di pasar Al-Mahirah, Munadi memperkirakan harga masih berpotensi naik hingga Rp180 ribu per kilogram apabila permintaan masyarakat meningkat pada puncak meugang.

Ia mengatakan stok daging sapi saat ini masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Harga daging kualitas nomor satu sekarang Rp170 ribu per kilogram. Bisa jadi besok naik jadi Rp180 ribu kalau permintaan banyak,” kata Munadi saat ditemui Nukilan di lapaknya, Senin (25/5/2026).

Selain daging sapi, Munadi juga menyediakan tulang sapi dengan harga bervariasi. Tulang yang masih memiliki banyak daging dijual Rp100 ribu per kilogram dan biasanya diminati untuk bahan sop. Sementara tulang khusus tanpa banyak daging dijual Rp80 ribu per kilogram.

Meski stok tersedia cukup, Munadi mengaku jumlah pembeli tahun ini mengalami penurunan dibanding meugang sebelumnya. Menurutnya, kondisi itu dipengaruhi adanya pasar murah yang digelar pemerintah serta banyaknya masyarakat yang sudah memperoleh daging kurban.

“Pembeli menurun karena ada pasar murah. Terus juga banyak yang tidak beli mungkin karena sudah banyak daging kurban,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

Borong 11 Penghargaan Nasional, MIN 27 Aceh Besar Raih Juara 1 Website Literasi FLN Nyalanesia 2026

0
min
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Aceh. MIN 27 Aceh Besar berhasil memborong 11 penghargaan bergengsi pada ajang Festival Literasi Nasional (FLN) 2026 yang digelar di Hotel Solo Paragon, Surakarta, Sabtu (23/5/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JANTHO — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Aceh. MIN 27 Aceh Besar berhasil memborong 11 penghargaan bergengsi pada ajang Festival Literasi Nasional (FLN) 2026 yang digelar di Hotel Solo Paragon, Surakarta, Sabtu (23/5/2026).

Ajang literasi tingkat nasional yang diselenggarakan Nyalanesia tersebut menjadi wadah apresiasi bagi sekolah dan para penggerak literasi terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Salah satu capaian paling membanggakan diraih MIN 27 Aceh Besar melalui penghargaan Juara 1 Website Literasi Nasional. Prestasi ini menunjukkan keberhasilan madrasah tersebut dalam mengembangkan budaya literasi berbasis digital yang kreatif, inovatif, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala MIN 27 Aceh Besar, Naswati, yang hadir didampingi Operator sekaligus Pengelola Website Madrasah, Furqan Desriandy.

Naswati mengaku bersyukur dan terharu atas pencapaian yang berhasil diraih madrasah yang dipimpinnya. Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh keluarga besar MIN 27 Aceh Besar.

“Ini benar-benar seperti mimpi yang menjadi nyata. Segala usaha yang telah kami lakukan bersama selama ini akhirnya membuahkan hasil yang sangat membanggakan bagi MIN 27 Aceh Besar khususnya dan Aceh pada umumnya,” ujarnya.

Menurut Naswati, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi seluruh elemen madrasah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, siswa, wali murid, komite, hingga seluruh warga madrasah.

“Penghargaan ini bukan akhir, melainkan cambuk semangat bagi kami untuk terus menyalakan api literasi di madrasah dan Aceh pada umumnya,” tambahnya.

Adapun 11 penghargaan yang berhasil diraih MIN 27 Aceh Besar pada FLN Nyalanesia 2026 meliputi:

  1. Juara 1 Website Literasi Nasional
  2. Sekolah Penggerak Literasi
  3. Sekolah Berdedikasi Literasi Nasional
  4. 50 Nominasi Sekolah Percontohan Literasi Nasional
  5. 10 Nominasi Sekolah Percontohan Literasi Sains
  6. 10 Nominasi Sekolah Percontohan Literasi Digital
  7. 10 Nominasi Sekolah Percontohan Literasi Budaya dan Kewargaan
  8. 10 Nominasi Sekolah Percontohan Literasi Finansial
  9. 100 Penulis Siswa Terbaik Nasional (Pengalaman Pribadi)
  10. 100 Penulis Guru Terbaik Nasional (Pengalaman Pribadi)
  11. Juara Favorit Konten Media Sosial

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa MIN 27 Aceh Besar telah menerapkan konsep literasi yang komprehensif dan inklusif di berbagai bidang. Madrasah ini tidak hanya fokus pada literasi membaca dan menulis, tetapi juga mengembangkan literasi digital, sains, budaya, kewargaan, hingga literasi finansial.

Masuknya guru dan siswa dalam daftar 100 Penulis Terbaik Nasional turut menjadi indikator kuat bahwa budaya menulis telah tumbuh dan berkembang di lingkungan madrasah.

Sementara itu, Furqan Desriandy mengatakan penghargaan di bidang media digital tersebut diraih berkat konsistensi tim dalam menyajikan informasi yang edukatif, inspiratif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Penghargaan Juara 1 Website dan Juara Favorit Konten Media Sosial ini kami dedikasikan untuk seluruh tim dan pembaca setia. Kami akan terus berinovasi agar digitalisasi madrasah membawa dampak positif yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan tema FLN 2026, yakni “Bergerak, Terbitkan Dampak”.

Prestasi nasional yang diraih MIN 27 Aceh Besar diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi madrasah lainnya untuk terus mengembangkan budaya literasi serta berinovasi dalam dunia pendidikan, khususnya di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Ketua PWM Aceh Teken Kerja Sama Strategis dengan Malaysia, Industri Mukena dan Jilbab Siap Tumbuh di Aceh

0
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh sekaligus Anggota Tuha Lapan Wali Nanggroe, A Malik Musa, SH, M.Hum, terus mendorong kebangkitan ekonomi rakyat melalui pengembangan industri kreatif dan syariah di Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh sekaligus Anggota Tuha Lapan Wali Nanggroe, A Malik Musa, SH, M.Hum, terus mendorong kebangkitan ekonomi rakyat melalui pengembangan industri kreatif dan syariah di Aceh.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan perusahaan asal Malaysia guna membuka peluang pengembangan industri jahit yang memproduksi mukena, jilbab, selimut, sarung bantal, hingga berbagai produk tekstil muslim berorientasi ekspor.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum Persefahaman (MoU) antara PWM Aceh dan perusahaan R Ulong Global (M) SDN. BHD Malaysia pada 19 Mei 2026. Kesepakatan tersebut berfokus pada pelaksanaan proyek jahitan berbasis pemberdayaan masyarakat melalui konsep anchor-vendor, yang diharapkan menjadi pintu masuk bagi kebangkitan ekonomi umat di Aceh.

Dalam keterangannya di Warung Kopi Sada Lambhuk, Banda Aceh, Sabtu (24/5/2026), A Malik Musa menyampaikan bahwa selama ini Aceh masih lebih banyak menjadi konsumen produk luar, padahal daerah tersebut memiliki sumber daya manusia serta basis pendidikan kejuruan yang berpotensi besar untuk menghasilkan produk sendiri.

Ia menilai siswa SMK jurusan tata busana maupun menjahit dapat dilibatkan dalam program pelatihan hingga mampu menghasilkan produk dengan kualitas ekspor.

“Aceh punya peluang besar. Jangan regulasi dipersulit. Kita ingin anak-anak Aceh bisa dilatih menjahit mukena, jilbab, selimut hingga produk tekstil lainnya, lalu dijual di Aceh, Indonesia bahkan diekspor ke negara-negara muslim di Timur Tengah, Asia Tenggara hingga Tiongkok,” ujar A Malik Musa.

Menurutnya, kerja sama tersebut juga membuka kesempatan bagi tenaga kerja Aceh untuk mengikuti program On Job Training (OJT) di Malaysia selama tiga hingga enam bulan. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan tenaga kerja agar memenuhi standar produksi internasional.

Selain pelatihan, pihak mitra dari Malaysia juga disebut telah menyiapkan dukungan bahan baku serta akses pasar internasional. Dengan demikian, hasil produksi yang dihasilkan di Aceh nantinya memiliki kepastian pasar dan peluang ekspor yang lebih luas.

A Malik Musa menegaskan bahwa momentum kerja sama ini perlu mendapat dukungan serius dari Pemerintah Aceh, terutama melalui percepatan regulasi dan penyediaan fasilitas bagi pelaku usaha, petani, serta generasi muda.

Ia meyakini bahwa jika peluang tersebut dimanfaatkan secara optimal, Aceh tidak hanya mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk luar, tetapi juga berpotensi menjadi pusat industri muslim regional yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, A Malik Musa menjelaskan bahwa program kerja sama tersebut tidak hanya menyasar pelaku UMKM dan siswa SMK, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi bagi pengurus masjid di seluruh Aceh.

Menurutnya, pengurus masjid dapat dibekali keterampilan menjahit berbagai produk seperti mukena, jilbab, sarung bantal, serta perlengkapan muslim lainnya sebagai sumber pendapatan tambahan.

“Kita ingin masjid juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat. Pengurus masjid bisa dilatih agar memiliki penghasilan tambahan, sehingga masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat penguatan ekonomi masyarakat,” ujar A Malik Musa.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Illiza Tutup KKL Tematik Poltekkes Kemenkes Aceh, Mahasiswa Diminta Terus Tingkatkan Kepedulian Sosial

0
ILLIZA
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, secara resmi menutup kegiatan KKL Terpadu Tematik Poltekkes Kemenkes Aceh yang berlangsung selama 21 hari. Penutupan kegiatan tersebut digelar di Aula Lantai IV Gedung Mawardy Nurdin, Senin (25/5/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, secara resmi menutup kegiatan KKL Terpadu Tematik Poltekkes Kemenkes Aceh yang berlangsung selama 21 hari. Penutupan kegiatan tersebut digelar di Aula Lantai IV Gedung Mawardy Nurdin, Senin (25/5/2026).

Amatan Nukilan.id, dalam sambutannya Illiza berpesan kepada para mahasiswa agar ilmu serta pengalaman yang diperoleh selama menjalani KKL dapat terus dikembangkan setelah kembali dari tengah masyarakat.

“Dengan hadir di tengah masyarakat, mahasiswa juga bisa melihat, mendengar, dan merasakan langsung kondisi nyata di lapangan,” ujarnya.

Illiza mengatakan, proses pembelajaran di dunia kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik dan keterampilan teknis semata, tetapi juga menyangkut kepedulian, empati, kemampuan komunikasi, serta memahami kebutuhan masyarakat dengan hati.

“Saya berharap semangat pengabdian yang kalian bawa jangan ikut selesai. Teruslah belajar, teruslah meningkatkan kapasitas diri, dan jangan pernah kehilangan rasa peduli terhadap masyarakat. Karena profesi tenaga kesehatan adalah profesi yang sangat mulia dan sangat dibutuhkan oleh bangsa ini,” pesannya.

Di akhir kegiatan, Illiza turut menghampiri para mahasiswa dan mahasiswi untuk berbincang langsung mengenai pengalaman yang mereka rasakan selama mengikuti KKL Tematik tersebut. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Kak Na Tegaskan TP Posyandu Aceh Dukung Penuh Target Vaksinasi dan Imunisasi Dasar Lengkap

0
Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Aceh, Marlina Muzakir, menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam meningkatkan capaian vaksinasi dan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Aceh, Marlina Muzakir, menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam meningkatkan capaian vaksinasi dan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Aceh.

Pernyataan tersebut disampaikan Marlina Muzakir yang akrab disapa Kak Na usai mendampingi Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono dalam kunjungan kerjanya ke Aceh, Jumat (22/5/2026).

“Posyandu bersama seluruh kadernya tentu akan terus mendukung upaya Kemenkes dalam mencapai target vaksinasi nasional serta IDL. Kita akan terus menyosialisasikan pentingnya vaksinasi dan IDL dalam membentuk lingkungan yang sehat dan masyarakat yang kuat dari paparan penyakit menular,” ujar perempuan yang juga merupakan istri Gubernur Aceh itu.

Kak Na mengakui bahwa capaian vaksinasi dan IDL di Aceh masih memerlukan perhatian serius. Saat ini, angka cakupan vaksinasi dan IDL di Aceh masih berada pada kisaran 34 persen.

“Data saat ini memang menuntut kita untuk bekerja lebih keras lagi, karena hingga saat ini vaksinasi dan IDL di Aceh masih berada di angka 34 persen. Namun dengan kolaborasi dan gerak bersama lintas sektor, Insya Allah kita mampu mencapai target 90 persen,” sambung Kak Na.

Dalam kunjungannya ke Aceh, Wamenkes Dante Saksono Harbuwono meninjau langsung implementasi enam Standar Pelayanan Minimum (SPM) Posyandu di Posyandu Sejahtera, Gampong Panteriek, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh.

Setelah itu, Dante melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Lueng Bata untuk melihat pelaksanaan program imunisasi, Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta integrasi layanan antara Puskesmas dan Posyandu.

Menurut Dante, penerapan enam SPM membuat peran Posyandu kini semakin luas dan tidak hanya berfokus pada sektor kesehatan. Posyandu juga berperan dalam bidang pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, perlindungan masyarakat, hingga sosial.

“Kami ingin memastikan apakah integrasi antara Posyandu dengan Puskesmas sudah berjalan baik, karena integrasi yang baik tentu akan memberi imbas positif pada upaya kita mengejar target vaksinasi dan IDL,” ujar Dante.

“Kami bersama Ibu Ketua TP Posyandu Aceh tadi sempat berdialog dengan jajaran Puskesmas dan para nakes. Sejauh ini integrasinya sudah membuahkan hasil yang cukup baik. Ini merupakan kali kedua kunjungan saya ke Aceh. Dan, saya melihat terobosan-terobosan yang dilakukan untuk mencapai target vaksinasi dan IDL sudah bagus,” sambung Dante.

Wamenkes menjelaskan, masih rendahnya cakupan vaksinasi dan IDL di Aceh dipengaruhi sejumlah faktor. Di antaranya adalah munculnya isu halal-haram vaksin, penolakan sebagian orang tua untuk memberikan izin imunisasi kepada anak, serta kekhawatiran terhadap demam yang sering muncul setelah imunisasi.

“Padahal demam anak pasca imunisasi adalah demam sehat, karena tubuhnya sedang bereaksi membentuk anti body, jadi ini tidak berbahaya. Nanti ibu Ketua TP Posyandu dan jajaran akan terus memasifkan sosialisasi vaksinasi dan IDL,” kata Dante.

Ia juga menegaskan bahwa persoalan halal-haram vaksin telah mendapatkan penjelasan melalui fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU).

“Sedangkan terkait isu halal-haram, saat ini, MPU telah mengeluarkan fatwa bahwa vaksinasi ini mubah atau boleh. Jadi, kami mengimbau kepada para orang tua agar jangan takut dengan demamnya anak pasca imunisasi, jangan takut dengan halal-haramnya vaksinasi karena MPU telah menerbitkan fatwa terkait ini,” imbau Dante.

Selain itu, Dante mengingatkan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam meningkatkan cakupan vaksinasi dan IDL di Aceh. Ia juga mengajak insan pers untuk turut berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi dan imunisasi dasar lengkap melalui berbagai platform media.

Menurutnya, keterlibatan media menjadi salah satu faktor penting dalam membangun pemahaman masyarakat serta mendorong peningkatan partisipasi orang tua dalam program vaksinasi dan imunisasi anak.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Gelar Operasi di Aceh Besar, Bea Cukai dan Satpol PP Sita Puluhan Botol Miras Ilegal

0
beacukai
Bea Cukai Banda Aceh bersama Satpol PP Aceh menindak peredaran minuman mengandung etil alkohol (MMEA) atau miras ilegal di salah satu perusahaan jasa titipan (PJT) di Kabupaten Aceh Besar. (Foto: Dokumentasi Bea Cukai)

NUKILAN.ID | JANTHO – Bea Cukai Banda Aceh bersama Satpol PP Aceh menindak peredaran minuman mengandung etil alkohol (MMEA) atau minuman keras (miras) ilegal di salah satu perusahaan jasa titipan (PJT) di Kabupaten Aceh Besar.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan tiga koli berisi 24 botol arak Bali tanpa pita cukai yang diduga beredar secara ilegal.

Penindakan dilakukan di gudang salah satu perusahaan jasa titipan di kawasan Blang Bintang, Aceh Besar, pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Dari hasil pemeriksaan, seluruh botol arak Bali berukuran 600 mililiter tersebut diketahui tidak dilekati pita cukai sebagaimana diwajibkan dalam peraturan perundang-undangan di bidang cukai.

Petugas menduga barang tersebut melanggar ketentuan yang berlaku karena beredar tanpa pengawasan resmi. Seluruh barang bukti kemudian diamankan untuk proses penanganan lebih lanjut.

Selain itu, Bea Cukai Banda Aceh juga akan melakukan pengujian laboratorium terhadap barang bukti yang disita serta menelusuri asal-usul barang guna mendukung proses penyelidikan dan penanganan perkara.

Kepala Kantor Bea Cukai Banda Aceh, Rahmat Priyandoko, menegaskan bahwa kegiatan penindakan tersebut merupakan bagian dari komitmen Bea Cukai dalam menegakkan hukum serta mengawasi peredaran barang kena cukai di wilayah Aceh.

Operasi gabungan ini juga menjadi bentuk sinergi antara Bea Cukai dan Satpol PP Aceh dalam mencegah peredaran minuman beralkohol ilegal yang berpotensi merugikan negara serta melanggar ketentuan yang berlaku.

Seluruh barang bukti kini telah diamankan oleh petugas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Jelang Wukuf, Petugas Pastikan Kesiapan Armuzna untuk Jemaah Haji Aceh

0
kemenhaj aceh
Pembimbing Ibadah Haji dari Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU) Ibnu Mas'ud Provinsi Aceh, Abdullah AR.(Foto: MI/Amir MR)

NUKILAN.ID | MEKKAH — Gelombang jemaah haji kini tinggal menghitung jam untuk bergerak menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) guna melaksanakan puncak ibadah haji. Menjelang momen krusial tersebut, para petugas maktab dan pembimbing ibadah terus melakukan pemantauan intensif terhadap berbagai fasilitas yang akan digunakan jemaah selama berada di Armuzna.

Pada Minggu, 7 Zulhijjah 1447 H atau bertepatan dengan Minggu (24/5/2026), delegasi pembimbing haji dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) asal Embarkasi Aceh (BTJ) melakukan kunjungan visitasi ke kawasan Arafah. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang akan digunakan jemaah, mulai dari tenda, pendingin ruangan (AC), fasilitas sanitasi, hingga aspek keamanan.

Pembimbing Ibadah Haji dari KBIHU Ibnu Mas’ud Provinsi Aceh, Abdullah AR, mengatakan dirinya turut bergabung dalam delegasi yang difasilitasi pihak maktab untuk meninjau langsung kondisi di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

“Kami ikut dalam delegasi yang difasilitasi oleh maktab untuk melihat langsung kesiapan tempat di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujar Pembimbing Ibadah Haji dari KBIHU Ibnu Mas’ud Provinsi Aceh, Abdullah AR, Minggu (24/5/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Abdullah menjelaskan bahwa mayoritas jemaah haji asal Aceh yang tergabung dalam Kloter 7, 8, dan 9 Embarkasi Aceh akan ditempatkan di Maktab 56. Meski demikian, dalam maktab tersebut juga terdapat sejumlah jemaah dari provinsi lain yang bergabung bersama kloter Aceh.

Selain memastikan kesiapan fasilitas, Satgas Armuzna juga melakukan pengawasan terhadap area perkemahan guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama pelaksanaan puncak haji.

“Pengawasan dilakukan untuk penertiban area dan mencegah ada kaveling tenda ilegal oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tambah pria yang akrab disapa Abi tersebut.

Adapun estimasi pergerakan jemaah haji dimulai pada 8 Zulhijjah dengan keberangkatan dari Mekkah menuju Arafah. Selanjutnya pada 9 Zulhijjah, jemaah melaksanakan wukuf di Arafah dan bergerak ke Muzdalifah setelah Magrib untuk melaksanakan mabit.

Pada 10 Zulhijjah, jemaah akan menuju Mina untuk mabit, melontar Jamarah Aqabah, serta melaksanakan Tahallul Awal. Kemudian pada 11 hingga 12 Zulhijjah, jemaah melaksanakan lontar Jamarah Ula, Wustha, dan Aqabah bagi yang memilih Nafar Awal. Sementara pada 13 Zulhijjah, lontar jamarah dilaksanakan oleh jemaah yang mengambil Nafar Tsani.

Dalam kesempatan tersebut, Abdullah juga mengingatkan bahwa pilihan antara Nafar Awal maupun Nafar Tsani merupakan kemudahan yang diberikan dalam syariat Islam. Menurutnya, yang terpenting dari seluruh rangkaian ibadah haji adalah tercapainya nilai spiritual dan kemabruran haji.

“Spiritualitas dari puncak ibadah haji adalah memperoleh haji mabrur. Ini impian semua jemaah. Sosok yang mabrur akan memancarkan kebaikan bagi manusia lain dan menjadi pribadi yang peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya,” jelas mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie tersebut.

Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan di kawasan Armuzna, diharapkan seluruh jemaah dapat melaksanakan rangkaian rukun dan wajib haji dengan lancar, aman, dan khusyuk, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur yang membawa manfaat bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.

Penempatan Jemaah Haji Aceh di Armuzna:

  • Kloter 7 BTJ: Maktab 56
  • Kloter 8 BTJ: Maktab 56
  • Kloter 9 BTJ: Maktab 56

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

37 Lokasi Huntap di Aceh Tamiang Siap Dibangun, Tiga Lahan HGU Masih dalam Tahap Negosiasi

0
Terlihat dua hunian tetap (huntap) di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh. Huntap dibangun untuk diberikan kepada penyintas bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang rumahnya mengalami rusak berat atau hilang terbawa arus banjir.(Foto: Dok. Kemendagri RI)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Pemerintah terus mempercepat upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, termasuk pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak. Salah satu fokus utama yang kini menjadi perhatian adalah penyelesaian lahan yang akan digunakan untuk pembangunan huntap komunal.

Kepala Pos Komando Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA, bersama Koordinator Posko Penanggulangan Bencana (Galapana) DPR RI, TA Khalid, memimpin rapat koordinasi percepatan persiapan lahan huntap di Kantor Bupati Aceh Tamiang, Sabtu (23/5/2026).

Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, Kepala Balai DJBN Wilayah Aceh Zulkarnain, perwakilan Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM), Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra I Asy’ari, unsur pemerintah daerah, hingga perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU).

Dalam rapat tersebut, pemerintah membahas kesiapan 40 lokasi huntap komunal yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 37 lokasi dinyatakan siap untuk dibangun, sementara tiga lokasi lainnya masih berada dalam tahap negosiasi pelepasan lahan HGU.

Tiga perusahaan yang lahannya masih dalam proses pembahasan adalah PT Perkebunan Semadam, PT Perkebunan Pertanian Pati Sari, dan PT Evans Indonesia yang beroperasi melalui PT Simpang Kiri Plantations.

Sementara itu, proses pelepasan lahan HGU dari sejumlah perusahaan lainnya telah rampung, di antaranya milik PT Perkebunan Nusantara, PT Padang Palma Permai, PT Socfindo, PT Desa Jaya, dan PT Bahruni.

Safrizal mengatakan, pemerintah daerah membutuhkan kepastian administrasi agar pembangunan infrastruktur huntap dapat segera dilaksanakan meskipun proses pengalihan aset masih berlangsung.

“Sebagai solusi percepatan, perlu ada bridging berupa dokumen administrasi kepastian pelepasan lahan HGU sebagai dasar awal pemerintah daerah melakukan pembangunan di atas lahan HGU sembari menunggu proses administrasi pemindahan aset selesai,” ujar Safrizal dalam keterangan resminya, Senin (25/5/2026).

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta menghitung kebutuhan lahan berdasarkan kajian Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk kebutuhan untuk pembangunan rumah serta fasilitas umum pendukung lainnya.

Di sisi lain, Satgas Penanggulangan Bencana DPR RI melalui koordinatornya, TA Khalid, mendorong percepatan penyelesaian pelepasan lahan HGU yang masih dalam proses.

“kami berharap koordinasi dengan perusahaan dapat segera diselesaikan agar proses pembangunan huntap bisa berjalan sesuai target,” kata Khalid.

Ia menegaskan bahwa pemerintah saat ini sedang berfokus pada pemulihan kondisi Aceh pascabencana, termasuk memastikan kebutuhan hunian bagi masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.

Menurut Safrizal, kebutuhan lahan untuk pembangunan huntap relatif kecil jika dibandingkan dengan total luas HGU yang dikelola perusahaan. Ia juga menegaskan bahwa penentuan lokasi huntap telah melalui berbagai kajian komprehensif, mulai dari aspek sosial, ekonomi, budaya hingga risiko kebencanaan.

“Pilihan lokasi pembangunan huntap sudah melalui penilaian terukur dan pertimbangan matang,” ujar Safrizal.

Usai rapat koordinasi, Safrizal bersama rombongan Galapana meninjau salah satu lokasi HGU di Desa Bukit Rata yang direncanakan menjadi kawasan huntap. Mereka juga mengunjungi Huntara 3 Bukit Rata serta menyerahkan bantuan peralatan dapur kepada 72 kepala keluarga yang hingga kini masih menempati hunian sementara.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News