Beranda blog Halaman 8

Kejari Aceh Timur Tahan Dirut BUMD PT Beurata Maju dalam Kasus Dugaan Korupsi Sawit

0
Petugas kejaksaan mengawal tersangka tindak pidana korupsi pada perusahaan daerah di Aceh Timur, Rabu (18/2/2026). (FOTO: Kejari Aceh Timur)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Penyidik jaksa pada Kejaksaan Negeri Aceh Timur menahan Direktur Utama (Dirut) PT Beurata Maju terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit milik badan usaha milik daerah (BUMD).

Kepala Kejari Aceh Timur Ibsaini yang dihubungi dari Banda Aceh, Kamis (19/2/2026), mengatakan direktur utama perusahaan tersebut berinisial D. Penahanan dilakukan setelah penyidik menetapkannya sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

“Penahanan tersangka D untuk kepentingan penyidikan lanjutan. Tersangka D ditahan dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas IIB Idi, Kabupaten Aceh Timur,” kata Ibsaini.

Menurut dia, penyelidikan kasus ini bermula dari dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan perkebunan sawit oleh PT Beurata Maju pada periode 2022 hingga 2023.

Hasil penyelidikan dan penyidikan menunjukkan perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Aceh Timur tersebut mengelola lahan perkebunan sawit seluas 490 hektare. Namun, laporan yang disampaikan hanya mencatat sekitar 200 hektare lahan sawit.

Selain itu, penyidik juga menemukan indikasi hasil penjualan sawit tidak disetorkan ke kas daerah sebagaimana mestinya.

“Selanjutnya, ditemukan indikasi hasil penjualan sawit tidak disetor ke kas daerah. Seharusnya, uang dari pengelola perkebunan sawit tersebut masuk ke kas daerah,” kata Ibsaini.

Berdasarkan hasil audit Inspektorat Kabupaten Aceh, pengelolaan perkebunan sawit tersebut diduga menimbulkan kerugian negara lebih dari Rp1,2 miliar.

Ibsaini menegaskan penyidik masih terus mendalami perkara tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam pengelolaan keuangan perusahaan daerah itu.

“Penyidik masih bekerja mendalami kasus ini. Tidak menutup kemungkinan ada pihak yang turut bertanggungjawab jawab. Kami juga melihat fakta dan bukti di persidangan nantinya,” kata Ibsaini.

Mendagri Tito Karnavian Buka Puasa Perdana Ramadan Bersama Korban Banjir di Aceh Tamiang

0
Mendagri Tito Karnavian Buka Puasa Perdana Ramadan Bersama Korban Banjir di Aceh Tamiang. (Foto: Kemendagri)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menggelar buka puasa hari pertama Ramadan bersama masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan tersebut berlangsung di Kompleks Hunian Sementara (Huntara) Danantara, Kampung Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru, Kamis (19/2/2026).

Dalam sambutannya, Tito menyampaikan rasa syukur karena masih dapat menjalankan ibadah puasa bersama warga di tengah proses pemulihan pascabencana.

“Kita mensyukuri kebersamaan kita dan kita masih bisa untuk menikmati buka puasa bersama Bapak-Ibu sekalian,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/2/2026).

Ia menegaskan kehadirannya pada hari pertama Ramadan di Aceh Tamiang merupakan bentuk nyata kehadiran negara bagi masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya, wilayah tersebut termasuk daerah yang mengalami dampak cukup berat sehingga proses pemulihan terus dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak.

“Dan kita masih terus bekerja keras, untuk memulihkan bahkan insyaallah akan lebih baik,” paparnya.

Tito menjelaskan sejumlah indikator pemulihan mulai menunjukkan perkembangan positif. Infrastruktur seperti jalan, jaringan listrik, layanan internet, pasar, hingga aktivitas toko perlahan kembali berjalan normal. Meski demikian, pemerintah masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah, terutama terkait penanganan pengungsi, pembersihan sungai, serta penyediaan air bersih.

Upaya pembersihan lumpur sisa banjir juga terus dilakukan melalui kerja sama berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, serta praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kementerian Dalam Negeri.

“Di samping itu [membersihkan] lumpur-lumpur yang ada, kita bergotong royong,” jelasnya.

Di momentum Ramadan, Tito turut mengajak masyarakat menjadikan musibah sebagai sarana memperkuat keimanan kepada Allah SWT.

“Kita semua percaya kepada Allah SWT bahwa apa yang terjadi adalah takdir dari Allah SWT, dan kita justru dengan adanya bencana ini, dapat memperkuat keimanan kita kepada Allah SWT,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Tito juga menyerahkan bantuan berupa paket perlengkapan ibadah kepada warga terdampak, termasuk Al-Qur’an yang merupakan amanah dari Presiden Prabowo Subianto. Ia turut meminta doa agar presiden senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas kenegaraan.

Dalam kunjungan itu, Tito didampingi sejumlah pejabat, antara lain Ketua Umum Tim Penggerak PKK Tri Tito Karnavian, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Rektor IPDN Halilul Khairi, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, serta pejabat terkait lainnya.

Hujan Intensitas Tinggi Kembali Guyur Aceh Tengah, Warga Siaga Ancaman Banjir dan Longsor

0

NUKILAN.ID | TAKENGON – Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi kembali mengguyur wilayah Aceh Tengah, Aceh, memicu kekhawatiran masyarakat terhadap potensi bencana banjir bandang dan tanah longsor susulan. Warga yang tinggal di kawasan rawan bencana mulai meningkatkan kewaspadaan seiring cuaca buruk yang belum menunjukkan tanda mereda.

Kondisi tersebut salah satunya terjadi di Kecamatan Mendale, wilayah yang sebelumnya pernah terdampak bencana serupa. Kesiagaan warga juga dilaporkan di sejumlah titik lain, seperti Kecamatan Bintang, termasuk kawasan Kampung One One, Kampung Toweren, Kampung Gunung Suku Rawe, hingga Desa Nosar di Kecamatan Lut Tawar.

Curah hujan yang tinggi turut memicu longsoran kecil di beberapa titik jalan lingkar Danau Lut Tawar. Kondisi ini menambah kekhawatiran warga karena longsor berpotensi meluas apabila hujan terus berlangsung dalam beberapa jam ke depan.

Dalam imbauan kepada masyarakat, warga diminta terus memantau perkembangan situasi serta meningkatkan kehati-hatian, terutama saat melintasi jalur yang berada di kawasan perbukitan atau daerah rawan pergeseran tanah.

Warga diimbau untuk terus memantau situasi dan tetap berhati-hati, terutama saat melintasi jalur-jalur yang berbatasan langsung dengan perbukitan atau kawasan yang rawan pergeseran tanah.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi hujan lebat disertai angin kencang yang masih berpeluang terjadi hingga beberapa hari ke depan.

Tarawih di Musala Darurat, Warga Terdampak Bencana Aceh Tetap Khusyuk Sambut Ramadan

0

NUKILAN.ID | MEUREUDU — Warga yang terdampak bencana hidrometeorologis sporadis yang melanda Sumatra, khususnya Aceh, pada November tahun lalu, harus menjalani Ramadan 2026 di lokasi pengungsian.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, proses rekonstruksi dan penanganan pascabencana hingga kini masih berlangsung sehingga sebagian fasilitas ibadah belum dapat digunakan kembali.

Kondisi tersebut terlihat di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Meski berada dalam keterbatasan, masyarakat tetap melaksanakan salat tarawih berjemaah pada malam pertama Ramadan 1447 Hijriah di musala darurat, Rabu (18/2/2026) malam.

Warga terpaksa menggunakan fasilitas sementara karena masjid yang biasa dipakai beribadah masih tertimbun lumpur tebal akibat banjir dan belum sepenuhnya dibersihkan.

Wakil Kepala Imam Musala Desa Manyang Cut, Jailani, mengungkapkan rasa syukurnya karena musala darurat dapat selesai dibangun sebelum Ramadan dimulai.

“Ini malam tarawih pertama, saya terima kasih banyak karena sudah dibangun meunasah darurat ini,” katanya.

“Dengan adanya meunasah darurat ini, ya, bisa malam pertama inilah kita salat tarawih. Meunasah sebelumnya tidak bisa dipakai lagi, karena ada banjir,” lanjut Jailani.

Ia menjelaskan musala darurat tersebut mampu menampung sekitar 50 jemaah, baik laki-laki maupun perempuan. Meski sederhana, pelaksanaan salat tarawih tetap berlangsung dengan khusyuk.

Suasana Ramadan tahun ini terasa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya jemaah memadati ruangan, kini hanya dua saf yang terisi.

“Ramadan kali ini kami tentu sangat berbeda. Ini keadaan sangat duka karena musibah, tapi terpaksa kami salat di meunasah darurat,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Nukilan.id, warga terdampak bencana di sejumlah wilayah Aceh seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Bireuen, hingga Aceh Tengah juga memanfaatkan musala darurat untuk melaksanakan salat tarawih berjemaah selama Ramadan tahun ini. (XRQ)

Jadwal Imsakiyah Banda Aceh 20 Februari 2026

0
Ilustrasi imsak. (Foto: Freepik)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Berikut jadwal imsakiyah untuk wilayah Kota Banda Aceh pada Ramadhan 1447 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 2026 Masehi. Berdasarkan informasi yang dilansir Nukilan.id, tanggal 2 Ramadhan 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Februari 2026.

Jadwal ini memuat waktu imsak hingga salat isya yang dapat dijadikan pedoman bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa dan salat selama Ramadhan di Banda Aceh.

Sebagaimana disebutkan dalam laporan tersebut, “Jadwal ini memuat waktu imsak hingga isya sebagai pedoman ibadah puasa dan shalat bagi umat Islam di Kota Banda Aceh.”

Jadwal Imsakiyah Kota Banda Aceh

Jumat, 20 Februari 2026 (2 Ramadhan 1447 H)

  • Imsak: 05.28 WIB

  • Subuh: 05.38 WIB

  • Terbit: 06.50 WIB

  • Duha: 07.18 WIB

  • Zuhur: 12.56 WIB

  • Asar: 16.15 WIB

  • Magrib: 18.55 WIB

  • Isya: 20.04 WIB

Waktu magrib menjadi penanda waktu berbuka puasa bagi umat Islam.

Jadwal tersebut mengacu pada data imsakiyah resmi yang berlaku untuk wilayah Kota Banda Aceh. Masyarakat juga dapat mengunduh jadwal lengkap Imsakiyah Ramadhan 1447 H melalui laman resmi Kementerian Agama pada alamat:
https://bimasislam.kemenag.go.id/jadwalimsakiyah

(XRQ)

Reporter: Akil

Wali Kota Banda Aceh Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan Kebakaran Selama Ramadan

0
Wali Kota Banda Aceh Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan Kebakaran Selama Ramadan. (Foto: Humas BNA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama bulan suci Ramadan.

Illiza menyerukan supaya warga kota tidak boleh lengah dan selalu waspada terhadap kebakaran. Dengan demikian kita bisa menjalankan ibadah selama Ramadan dengan aman dan nyaman.

Seruan tersebut disampaikan Illiza saat menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran di Gampong Emperom, Kecamatan Jaya Baru, Kamis (19/2/2026).

Ia menegaskan, berbagai hal sederhana namun penting perlu diperhatikan masyarakat guna mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan rumah tangga.

“Seperti jangan lupa mematikan kompor setelah memasak dan mencabut peralatan listrik yang tidak digunakan,” ujarnya.

Selain itu, Illiza juga menginstruksikan dinas terkait agar meningkatkan kesiapsiagaan personel selama Ramadan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi meningkatnya risiko kebakaran akibat aktivitas warga yang lebih intens di dapur, baik saat menyiapkan menu berbuka puasa maupun sahur.

“Menimbang tingginya potensi kerawanan kebakaran yang kerap terjadi akibat peningkatan aktivitas warga di dapur, baik untuk persiapan berbuka puasa maupun sahur,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah kota turut menyerahkan bantuan masa panik berupa bahan pangan serta perlengkapan rumah tangga kepada korban kebakaran, Mardanil, yang juga merupakan pegawai Perumdam Tirta Daroy.

“Mudah-mudahan Allah berikan kekuatan dan kesabaran, dan semoga bantuan ini bisa meringankan beban yang tertimpa musibah. Jangan lupa terus berdoa karena di bulan Ramadan ini mudah diijabah oleh Allah SWT,” katanya.

Ramadan Jadi Momentum Penguatan Program Masjid Ramah Anak di Aceh Selatan

0
Tokoh agama Aceh Selatan, Tgk. Syahwizal Elsy atau yang akrab disapa Ayah Seubadeh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Bulan suci Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai waktu meningkatkan kualitas ibadah secara individu, tetapi juga menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat pembinaan generasi Islam melalui pengembangan Program Masjid Ramah Anak.

Tokoh agama Aceh Selatan, Tgk. Syahwizal Elsy atau yang akrab disapa Ayah Seubadeh, kepada Nukilan.id menegaskan bahwa kehadiran anak-anak di masjid seharusnya dipandang sebagai keberkahan sekaligus tanda hidupnya syiar Islam, bukan sebagai gangguan.

Pimpinan Dayah Mudi Inshafiah yang berada di Gampong Seubadeh, Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan itu menyampaikan bahwa konsep Masjid Ramah Anak sebenarnya telah menjadi bagian dari praktik Islam sejak masa Rasulullah ﷺ.

“Sejak zaman Rasulullah ﷺ, anak-anak sudah hadir di masjid. Mereka tidak diusir, tidak dimarahi, tetapi dibimbing dengan penuh kasih sayang,” ujar Ayah Seubadeh.

Ia menjelaskan, berbagai riwayat menunjukkan bagaimana Rasulullah ﷺ memperlakukan anak-anak dengan kelembutan. Salah satunya ketika cucu beliau menaiki punggungnya saat sujud, Rasulullah ﷺ justru memperpanjang sujud. Bahkan, ketika mendengar tangisan anak, beliau mempercepat shalat demi menjaga perasaan sang ibu.

Menurut Ayah Seubadeh, teladan tersebut menjadi dalil kuat bahwa masjid merupakan ruang pendidikan bagi generasi umat.

Ia menambahkan, pada masa Nabi Muhammad ﷺ, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan shalat, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, musyawarah, pembinaan akhlak, serta pembentukan karakter masyarakat.

“Kalau hari ini kita menginginkan generasi yang cinta masjid, maka sejak kecil mereka harus merasa nyaman berada di dalamnya,” jelasnya.

Program Masjid Ramah Anak, lanjutnya, bertujuan menciptakan suasana masjid yang aman, edukatif, dan penuh kasih sayang bagi anak-anak, tanpa mengabaikan adab serta ketertiban.

Ia menegaskan bahwa konsep ramah anak bukan berarti membebaskan tanpa aturan, melainkan membimbing dengan pendekatan hikmah dan kebijaksanaan.

Menurutnya, penerapan masjid ramah anak memberikan berbagai manfaat. Bagi masjid, program ini mendorong regenerasi jamaah, menghadirkan suasana yang lebih hidup dan dinamis, memperkuat citra masjid sebagai pusat peradaban Islam, serta mengoptimalkan fungsi pendidikan dan sosial.

Sementara bagi anak-anak, manfaatnya antara lain menumbuhkan kecintaan terhadap masjid sejak usia dini, membentuk karakter Islami, menghadirkan lingkungan pergaulan yang positif, serta memperkuat kedekatan spiritual dengan Allah SWT.

“Anak yang tumbuh dekat dengan masjid, insya Allah akan tumbuh jauh dari kemaksiatan,” ujarnya.

Ayah Seubadeh menilai Ramadhan menjadi momentum strategis karena pada bulan ini banyak anak mengikuti orang tua ke masjid untuk melaksanakan shalat tarawih, tadarus, maupun kegiatan keagamaan lainnya.

“Jangan jadikan Ramadhan hanya ramai sesaat. Jadikan ini sebagai awal membangun budaya masjid yang memeluk anak-anak,” katanya.

Ia pun mengajak para pengurus masjid, orang tua, dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun pendekatan yang lebih bijak dalam menyikapi kehadiran anak-anak di rumah Allah.

“Kalau kita ingin melihat masa depan masjid, lihatlah bagaimana hari ini kita memperlakukan anak-anak di dalamnya. Jangan usir suara anak dari masjid, karena dari merekalah kelak suara adzan akan dikumandangkan,” tutup Ayah Seubadeh.

Melalui semangat Ramadhan, Program Masjid Ramah Anak diharapkan tidak berhenti sebagai wacana semata, melainkan berkembang menjadi gerakan bersama untuk melahirkan generasi yang mencintai masjid, dekat dengan Al-Qur’an, serta mampu menjaga peradaban Islam di masa mendatang. (xrq)

Jadwal Buka Puasa Banda Aceh Hari Ini, 19 Februari 2026

0
Ilustrasi Berbuka Puasa. (Foto: shutterstock.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Umat Islam di Kota Banda Aceh dapat menyimak jadwal berbuka puasa Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi sebagai panduan menjalankan ibadah puasa pada hari pertama Ramadhan.

Berdasarkan informasi yang dilansir Nukilan.id, Kamis (19/2/2026), awal Ramadhan 1447 H ditetapkan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Waktu berbuka puasa ditandai dengan masuknya waktu Magrib.

Jadwal ini menjadi acuan bagi masyarakat Banda Aceh agar dapat mengetahui waktu berbuka selama bulan suci Ramadhan.

Sebagaimana dijelaskan dalam informasi tersebut, “waktu berbuka puasa ditandai dengan masuknya waktu Magrib.”

Jadwal Buka Puasa Banda Aceh

Berikut rincian waktu berbuka puasa untuk wilayah Kota Banda Aceh:

  • 19 Februari 2026 (1 Ramadhan 1447 H)
    Waktu Magrib: 18.55 WIB

Waktu Magrib tersebut merujuk pada jadwal Imsakiyah resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Jadwal Imsakiyah tidak hanya memuat waktu berbuka puasa, tetapi juga mencantumkan waktu shalat lima waktu selama bulan Ramadhan 1447 H.

Masyarakat dapat mengunduh jadwal lengkap Imsakiyah Ramadhan 1447 H untuk Kota Banda Aceh melalui laman resmi Kementerian Agama di:
https://bimasislam.kemenag.go.id/jadwalimsakiyah

Sebelumnya, pelaku usaha di Banda Aceh juga diimbau untuk menyesuaikan jam operasional selama bulan Ramadhan guna menghormati pelaksanaan ibadah umat Islam. (XRQ)

Reporter: AKIL

Imam Masjid Serukan Warga Aceh Perbanyak Taubat di Awal Ramadan 1447 Hijriah

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Wakil imam Masjid Raya Baiturrahman, Abi Ishak Lamkawe, mengajak masyarakat Aceh untuk menjadikan momentum awal Ramadhan 1447 Hijriah sebagai waktu memperbanyak ibadah taubat kepada Allah SWT.

“Mari kita bersama-sama mengawali perjumpaan dengan Ramadhan tahun ini memperbanyak ibadah taubat,” katanya dalam tausiah malam pertama Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu malam.

Dalam tausiahnya, ia menegaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan yang penuh rahmah, magfirah, serta ampunan. Karena itu, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkannya secara maksimal dengan meningkatkan ibadah serta memperbanyak taubat.

Menurutnya, keabsahan ibadah yang dilakukan selama bulan suci Ramadhan juga sangat berkaitan dengan kesungguhan seseorang dalam bertaubat, yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Ia menjelaskan terdapat empat syarat yang perlu dipenuhi dalam melaksanakan taubat. Pertama, menyesali dosa dengan sepenuh hati sebagai hamba Allah, baik kesalahan kepada sesama manusia maupun kepada Allah SWT, serta berjanji tidak mengulanginya.

Selain itu, seseorang juga harus berkomitmen meninggalkan jalan yang menjerumuskan pada maksiat serta berupaya memperbaiki atau membayar kesalahan yang pernah dilakukan.

Ia meyakini bahwa dengan memperbanyak ibadah taubat, doa-doa yang dipanjatkan sepanjang Ramadhan memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.

Pada malam pertama Ramadhan 1447 Hijriah, jamaah dari Banda Aceh dan wilayah sekitarnya memadati Masjid Raya Baiturrahman untuk melaksanakan shalat tarawih. Meski hujan mengguyur ibu kota Provinsi Aceh tersebut, antusiasme masyarakat untuk beribadah tetap tinggi.

DSI Banda Aceh Jalin Koordinasi dengan Polresta untuk Perkuat Implementasi Syariat Islam

0
DSI Banda Aceh Jalin Koordinasi dengan Polresta untuk Perkuat Implementasi Syariat Islam. (Foto: Humas DSI BNA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh (DSI) melakukan kunjungan audiensi ke Polresta Banda Aceh guna memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pelaksanaan Syariat Islam di Banda Aceh, Kamis (12/2/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kapolresta Banda Aceh, Andi Kirana. Dalam pertemuan itu, rombongan DSI dipimpin Kepala DSI Banda Aceh, Alimsyah, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Syariah Wirzaini Usman, Kepala Bidang Dakwah Irwanda M. Jamil, Dai Perkotaan Tgk. Fauzan Zakaria, Kasi Perundang-undangan Hukum Islam M. Rizal, Tim Media Center DSI, serta sejumlah staf lainnya.

Alimsyah menyampaikan bahwa audiensi tersebut bertujuan memperkuat komunikasi dan koordinasi antarinstansi pemerintah dalam mendukung pelaksanaan Syariat Islam di Banda Aceh.

“Tujuan audiensi ini adalah untuk memperkuat sinergi dan menjalin kerja sama dalam penerapan Syariat Islam di Kota Banda Aceh,” ujar Alimsyah.

Ia menegaskan, kolaborasi lintas lembaga diperlukan untuk menciptakan ekosistem pelaksanaan syariat yang berjalan tertib, aman, dan damai.

“Kami ingin memastikan bahwa implementasi Syariat Islam di Banda Aceh berjalan dalam koridor ketertiban dan keamanan. Oleh karena itu, koordinasi dengan Polresta sebagai garda terdepan penegakan hukum sangat diperlukan,” tambahnya.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Andi Kirana, menyambut baik langkah yang diinisiasi DSI tersebut dan menyatakan kesiapan kepolisian untuk mendukung program-program terkait.

“Kami mendukung penuh penerapan Syariat Islam di Kota Banda Aceh dan siap berkolaborasi dengan Dinas Syariat Islam dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Kami terbuka untuk berdiskusi serta mendukung program-program yang dapat memperkuat Syariat Islam,” katanya.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Polresta Banda Aceh dalam memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan syariat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Syariah, Wirzaini Usman, berharap kunjungan tersebut mampu melahirkan kolaborasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat.

“Kolaborasi ini dapat terwujud melalui koordinasi yang baik dan komitmen bersama untuk mewujudkan Banda Aceh yang lebih sejahtera dan berakhlak mulia,” ungkapnya.

Kepala Bidang Dakwah, Irwanda M. Jamil, turut menekankan pentingnya dukungan kepolisian dalam upaya pencegahan pelanggaran syariat di tengah masyarakat.

“Berdasarkan kasus pelanggaran syariat yang terus meningkat, dukungan dari kepolisian tentu akan sangat membantu dalam mencegah pelanggaran serta mengarahkan masyarakat ke jalan kebaikan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Dai Perkotaan, Tgk. Fauzan Zakaria, yang menilai kerja sama lintas lembaga penting untuk menyatukan visi dalam mensyiarkan Syariat Islam.

“Kehadiran kepolisian sangat penting dalam mencegah pelanggaran syariat yang memerlukan dukungan dan kekuatan aparat penegak hukum,” tutupnya.

Melalui kolaborasi yang diperkuat antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, pelaksanaan dakwah dan penerapan Syariat Islam di Banda Aceh diharapkan berjalan lebih efektif serta memberikan kemaslahatan bagi masyarakat