Beranda blog Halaman 8

Mendagri Siap Integrasikan Sistem Data Kemendagri ke RUU Satu Data Indonesia

0
Gedung Kemendagri. (Foto: Kompas)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyatakan Kementerian Dalam Negeri siap mengintegrasikan seluruh sistem data yang telah dimiliki ke dalam ekosistem Rancangan Undang-Undang (RUU) Satu Data Indonesia. Komitmen itu disampaikan dalam rapat pleno Badan Legislasi (Baleg) DPR RI bersama pemerintah yang membahas penyusunan RUU tersebut.

Dalam paparannya, Tito menjelaskan Kemendagri telah mengembangkan sejumlah sistem digital yang menjadi basis pengelolaan data pemerintahan, mulai dari Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), Sistem Informasi Keuangan Desa, hingga Profil Desa dan Kelurahan (Prodeskel).

Menurut Tito, berbagai sistem tersebut selama ini telah berjalan, namun integrasinya masih dilakukan berdasarkan nota kesepahaman antarinstansi. Karena itu, keberadaan RUU Satu Data Indonesia dinilai penting sebagai landasan hukum yang mengikat seluruh kementerian dan lembaga.

“Kami siap mengintegrasikan seluruh sistem yang ada di Kemendagri ke dalam platform yang nantinya dikembangkan Bappenas agar tidak terjadi tumpang tindih maupun kekosongan data,” kata Tito dalam rapat yang disiarkan akun YouTube DPR RI, dikutip Nukilan, Sabtu (11/7/2026).

Ia menilai integrasi data nasional harus didukung infrastruktur teknologi informasi yang memadai. Pemerintah, kata dia, perlu memastikan kapasitas penyimpanan data, bandwidth, serta sistem keamanan siber mampu menopang pengelolaan data berskala nasional.

Tito mengingatkan penguatan keamanan siber menjadi aspek krusial karena penyelenggaraan Satu Data Indonesia berkaitan langsung dengan perlindungan data pribadi. Kebocoran data, menurutnya, dapat menimbulkan konsekuensi hukum bagi pengelola sistem.

Selain itu, Mendagri mendukung pembentukan unit yang secara khusus menangani data desa. Namun, ia mengusulkan unit tersebut tetap berada dalam struktur pemerintahan desa agar tidak memunculkan tumpang tindih kewenangan maupun perbedaan data.

Ia juga menilai keberadaan petugas khusus yang memahami teknologi informasi akan membantu pemerintah desa melakukan pendataan secara lebih akurat, sementara hasil pendataan tetap berada di bawah kendali kepala desa sebelum diteruskan ke pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.

Rapat pleno Baleg DPR RI tersebut menghadirkan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian PPN/Bappenas, serta Kementerian Keuangan untuk memberikan masukan terhadap substansi RUU Satu Data Indonesia sebagai dasar penguatan tata kelola data nasional. []

Reporter: Sammy

Presma UTU Soroti Kriminalisasi Aktivis Penolak Jalur Hauling Limbah FABA

0
Presma UTU, Putra Rahmat. (Foto: Dok pribadi)

NUKILAN.ID | Meulaboh – Presiden Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU), Putra Rahmat, mengecam proses hukum yang menjerat Ketua Umum Wahana Generasi Aceh (Wangsa), Jhony Howord, terkait penolakannya terhadap penggunaan Jalan Pendidikan di Gampong Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, sebagai jalur pengangkutan limbah fly ash dan bottom ash (FABA).

Menurut Putra, pemeriksaan terhadap Jhony merupakan bentuk kriminalisasi terhadap aktivis yang memperjuangkan kepentingan publik, khususnya keselamatan mahasiswa dan masyarakat di kawasan pendidikan.

“Ia hanya menyuarakan penolakan agar Jalan Pendidikan tidak dijadikan jalur angkutan limbah FABA. Namun justru aktivis yang memperjuangkan kepentingan masyarakat yang diproses secara hukum,” kata Putra dalam keterangannya kepada Nukilan, Sabtu (11/7/2026).

Penolakan terhadap aktivitas pengangkutan limbah FABA milik PT Sumber Cipta Yoenanda (PT SCY) bermula pada 2 Mei 2026. Saat itu, warga bersama mahasiswa memprotes truk-truk pengangkut limbah dari PLTU 3-4 Nagan Raya yang melintasi Jalan Lintas Pendidikan menuju kawasan sekitar Kampus UTU dan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.

Massa menilai jalur tersebut tidak layak dilintasi kendaraan berat karena merupakan akses utama menuju kawasan pendidikan. Selain berpotensi membahayakan pengguna jalan, aktivitas tersebut juga dikhawatirkan mempercepat kerusakan infrastruktur dan menimbulkan dampak lingkungan akibat lokasi penumpukan limbah yang berada di sekitar area kampus.

Putra menegaskan mahasiswa UTU memiliki kepentingan yang sama dengan Jhony dalam menjaga keselamatan kawasan pendidikan. Karena itu, ia menilai proses hukum terhadap aktivis tersebut mencerminkan ketimpangan dalam penegakan hukum.

“Jika yang diperiksa justru aktivis yang membela kepentingan publik, sementara persoalan yang dipersoalkan masyarakat tidak menjadi prioritas, maka muncul kesan hukum lebih berpihak kepada kepentingan korporasi,” ujarnya.

Ia meminta aparat penegak hukum menghentikan proses yang dinilai sebagai kriminalisasi terhadap Jhony Howord. Menurutnya, mahasiswa akan tetap mendukung setiap upaya yang bertujuan melindungi keselamatan civitas akademika dan menjaga kawasan pendidikan dari aktivitas yang berpotensi menimbulkan risiko.

Sebelumnya, pada Juni 2026, PT SCY melaporkan Jhony Howord ke Polda Aceh. Dalam perkara yang sama, perusahaan juga melaporkan Keuchik Gampong Gunong Kleng, Ainal Mardhiah, serta Kepala Dinas Perhubungan Aceh Barat, Erdian Mourny. Tidak hanya menempuh jalur pidana, PT SCY juga mengajukan gugatan perdata senilai Rp9,9 miliar terhadap ketiga pihak tersebut ke Pengadilan Negeri Meulaboh. []

Reporter: Sammy

Kapolda Aceh Tinjau Kesiapan Huntap Presisi di Aceh Tamiang Jelang Peresmian

0
Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan meninjau kesiapan Hunian Tetap (Huntap) Presisi di Desa Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (7/7/2026). (FOTO: HUMAS POLDA ACEH)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan meninjau kesiapan Hunian Tetap (Huntap) Presisi di Desa Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (7/7/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas dan infrastruktur telah siap sebelum peresmian serta layak ditempati masyarakat penerima manfaat.

Kunjungan itu menjadi agenda hari kedua Irjen Pol. Ruddi Setiawan sejak menjabat sebagai Kapolda Aceh. Dalam peninjauan tersebut, ia didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muliadi, serta Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail.

Rombongan meninjau langsung kawasan Huntap Presisi guna memastikan seluruh proses pembangunan telah rampung sesuai standar yang ditetapkan. Selain memeriksa kondisi fisik rumah, Kapolda juga mengecek kesiapan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari akses jalan lingkungan, jaringan utilitas, sistem drainase, hingga fasilitas umum lainnya.

Peninjauan tersebut merupakan tahapan akhir sebelum Hunian Tetap Presisi dijadwalkan diresmikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto mengatakan, peninjauan itu merupakan bagian dari komitmen Polda Aceh untuk memastikan pembangunan Huntap Presisi selesai tepat waktu, memenuhi standar kualitas, serta siap dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Kapolda Aceh ingin memastikan seluruh fasilitas dan infrastruktur pendukung Huntap Presisi berada dalam kondisi optimal. Setiap rumah juga telah dilengkapi dengan kebutuhan dasar, seperti kasur, meja makan, dan sofa, sehingga siap diresmikan dan langsung ditempati oleh masyarakat penerima manfaat,” ujar Joko.

Ia menjelaskan, kawasan Huntap Presisi dibangun di atas lahan seluas sekitar enam hektare dengan target pembangunan sebanyak 300 unit rumah permanen tipe 36. Program tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial Polri terhadap masyarakat yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang agar kembali memiliki tempat tinggal yang aman, nyaman, dan layak huni.

Lebih lanjut, Joko menyampaikan bahwa pembangunan Huntap Presisi merupakan implementasi komitmen Polri yang tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memberikan perlindungan, pelayanan, serta bantuan kemanusiaan kepada warga, khususnya korban bencana.

“Diharapkan Hunian Tetap Presisi ini segera diresmikan sehingga masyarakat terdampak banjir dapat segera menempati rumah yang aman, nyaman, dan layak huni. Kehadiran Huntap Presisi diharapkan menjadi harapan baru bagi warga Aceh Tamiang untuk kembali membangun kehidupan yang lebih baik,” tutup Joko.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

UBBG Sabet Juara Penilaian Kinerja Humas PTS Terbaik Aceh 2026

0
UBBG
Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG). (FOTO: HUMAS UBBG)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) berhasil meraih prestasi membanggakan dengan menyabet juara pertama pada Penilaian Kinerja Humas Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Terbaik 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIII Aceh.

Hasil penilaian tersebut diumumkan secara resmi pada Rabu (8/7/2026). Kegiatan tahunan ini bertujuan mengukur kualitas pengelolaan layanan informasi dan komunikasi publik di lingkungan perguruan tinggi swasta di Aceh.

Dalam ajang tersebut, UBBG mendominasi seluruh kategori yang diperlombakan dengan meraih peringkat pertama pada kategori Laman Terbaik, Media Sosial Terbaik, dan Majalah Lembaga Terbaik.

Atas capaian itu, dua kategori utama akan mewakili Aceh pada ajang Anugerah Humas Diktisaintek 2026 di tingkat nasional.

Kepala Lembaga Kehumasan dan Protokoler UBBG, Regina Rahmi, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti pengelolaan layanan informasi publik di lingkungan kampus berjalan dengan baik. Menurutnya, tim humas akan terus menjaga kualitas publikasi agar komunikasi dengan masyarakat tetap berlangsung secara terbuka dan informatif.

Sementara itu, Rektor UBBG, Prof. Lili Kasmini, mengapresiasi kerja keras seluruh tim humas dan sivitas akademika yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut. Ia menilai keberhasilan itu tidak terlepas dari kolaborasi berbagai unsur di lingkungan kampus.

Menurutnya, publikasi yang dilakukan secara konsisten mampu memperkuat citra dan memperkenalkan UBBG kepada masyarakat luas. Kampus juga berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi demi meningkatkan kualitas komunikasi publik.

“Penghargaan ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan informasi ke depan,” kata Lili Kasmini, menjelaskan.

Ia menambahkan, keterlibatan aktif sivitas akademika menjadi faktor penting dalam menghasilkan informasi yang berkualitas. Selain itu, koordinasi antarsatuan kerja juga berperan besar dalam pengelolaan media institusi.

Manajemen UBBG turut menyampaikan apresiasi kepada LLDikti Wilayah XIII Aceh atas pembinaan yang selama ini diberikan. Dukungan yayasan juga dinilai menjadi salah satu faktor yang mendukung optimalnya pelaksanaan program kehumasan di lingkungan kampus.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Golkar Aceh Fokus Dukung Pemerintah, Belum Bahas Pilkada

0
Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, M. Salim Fakhry. (FOTO: DOK. PRIBADI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Aceh menegaskan belum menjadikan persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh sebagai agenda utama. Saat ini, partai berlambang pohon beringin tersebut memilih memusatkan perhatian pada penguatan organisasi sekaligus mendukung jalannya pemerintahan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fadh).

Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, M. Salim Fakhry, mengatakan seluruh kader diminta mengawal pemerintahan yang sedang berjalan demi kepentingan masyarakat Aceh.

“Sebagai ketua partai, saya menginstruksikan seluruh kader untuk mendukung pemerintahan yang dipimpin Mualem dan dan Wakil Gubernur (Wagub), Fadhlullah (Dek Fadh),” ujarnya dalam konferensi pers menjelang pelantikan pengurus DPD I Golkar Aceh di Banda Aceh, Jumat (10/7/2026).

Ia mengakui Golkar sebelumnya mengusung pasangan Bustami Hamzah dan M. Fadhil Rahmi pada Pilkada Aceh 2024. Namun, menurutnya, setelah proses demokrasi selesai, seluruh kader harus menghormati hasil pilihan masyarakat dan memberikan dukungan kepada pemerintah yang telah memperoleh mandat.

“Pilkada sudah selesai. Gubernur kita Mualem, Wakil Gubernur kita Dek Fadh. Kita antar dulu sampai gerbang,” katanya.

Salim menjelaskan dukungan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab politik Golkar sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan, menjaga stabilitas politik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, ia menginstruksikan seluruh pengurus, anggota Fraksi Golkar di DPRA maupun DPRK, serta kader di seluruh Aceh untuk tetap solid dan aktif mengawal berbagai program pembangunan pemerintah daerah.

Di sisi lain, Salim meminta kader tidak terpengaruh spekulasi mengenai Pilkada Aceh berikutnya. Ia memastikan hingga kini Golkar Aceh belum membahas calon yang akan diusung pada kontestasi mendatang.

“Sebuah partai mempunyai cita-cita dan harapan. Saya kira, kita kerja dulu. Kita juga mengukur diri. Golkar juga harus mengambil langkah strategis,” tegasnya.

Menurut Salim, Golkar memiliki banyak kader yang berpotensi memimpin Aceh. Namun, kontribusi terhadap pembangunan daerah tidak hanya dapat dilakukan melalui jabatan gubernur maupun wakil gubernur.

“Membangun Aceh tak mesti menjadi gubernur atau wakil gubernur. Kita bisa berkontribusi apa saja untuk rakyat. Jika rakyat senang, rakyat mau, rakyat akan menentukan pilihan terbaik,” ucapnya.

Selain konsolidasi organisasi, Golkar Aceh juga menggelar pelantikan kepengurusan periode 2025–2030 yang dijadwalkan dipimpin langsung Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia, di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Sabtu (11/7/2026).

Salim menyebut sekitar 70 persen kepengurusan baru berasal dari kalangan generasi muda, termasuk aktivis organisasi kampus, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat lainnya. Sementara itu, kader senior, kalangan intelektual, pengusaha, hingga pensiunan ASN dan TNI/Polri tetap dilibatkan melalui Dewan Pertimbangan, Dewan Penasihat, Dewan Kehormatan, dan Dewan Pakar.

Melalui susunan kepengurusan tersebut, Golkar Aceh menargetkan peningkatan kapasitas kader, penguatan struktur partai hingga tingkat kabupaten/kota, serta peningkatan perolehan kursi legislatif pada pemilu mendatang.

Rangkaian kegiatan Golkar Aceh berlangsung pada 10–12 Juli 2026 yang meliputi bimbingan teknis (Bimtek), pelantikan pengurus, dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda). Sebanyak 97 peserta mengikuti Bimtek, terdiri atas sembilan anggota Fraksi Golkar DPRA dan 88 anggota DPRK dari berbagai daerah di Aceh.

Dalam kesempatan itu, Golkar Aceh juga akan menyampaikan aspirasi kepada Ketua Umum DPP Golkar agar mendukung keberlanjutan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh sebesar 2,5 persen melalui perubahan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA). Menurut Salim, usulan tersebut dinilai penting mengingat Aceh masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk pemulihan ekonomi dan perbaikan infrastruktur pascabanjir.

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar DPRA, M. Rizky, menegaskan partainya selama ini selalu mengambil bagian dalam pembangunan Aceh, baik saat berada di dalam maupun di luar pemerintahan.

“Selama ini, Golkar selalu mewarnai keberhasilan Pemerintah Aceh. Golkar ikut mewarnai keberhasilan Pemerintah Aceh, baik posisi di dalam maupun di luar pemerintahan. Golkar juga selalu melibatkan tokoh-tokoh pembaharuan untuk membahas perkembangan pembangunan di Aceh,” ujarnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

120 Mahasiswa Teknik Perminyakan USK Pelajari Industri Hulu Migas di PT Pema Global Energi

0
Sebanyak 120 mahasiswa Program Studi Teknik Perminyakan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) mengikuti kunjungan industri ke PT Pema Global Energi (PGE) guna memperdalam pemahaman mengenai industri hulu minyak dan gas bumi (migas). (FOTO: IST)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sebanyak 120 mahasiswa Program Studi Teknik Perminyakan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) mengikuti kunjungan industri ke PT Pema Global Energi (PGE) guna memperdalam pemahaman mengenai industri hulu minyak dan gas bumi (migas). Kegiatan tersebut berlangsung dalam tiga gelombang pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026 di Point A, Nibong, Aceh Utara.

Kunjungan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman yang bertujuan menghubungkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik operasional di lapangan. Mahasiswa didampingi dosen Program Studi Teknik Perminyakan USK selama mengikuti rangkaian kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta memperoleh pemaparan dari tenaga profesional PT Pema Global Energi mengenai aktivitas operasional di Wilayah Kerja (WK) B, khususnya Cluster IV. Materi yang disampaikan meliputi proses eksplorasi dan produksi migas, pengelolaan reservoir, penerapan keselamatan kerja, hingga perkembangan serta tantangan industri hulu migas di Indonesia.

Selain mengikuti sesi presentasi dan diskusi, mahasiswa juga berkesempatan meninjau langsung fasilitas produksi di Cluster IV. Kegiatan ini memberikan gambaran nyata mengenai penerapan teknologi dan sistem operasional yang digunakan dalam industri migas.

Melalui observasi lapangan, mahasiswa dapat melihat secara langsung tahapan produksi migas, mulai dari pengelolaan sumur, fasilitas pemrosesan, hingga sistem pendukung operasional. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja.

Perwakilan dosen pendamping mengapresiasi PT Pema Global Energi yang telah membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung di lingkungan industri.

“Kegiatan seperti ini memberikan nilai tambah bagi mahasiswa karena mereka tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga melihat langsung bagaimana proses operasional industri migas dijalankan. Pengalaman tersebut menjadi bekal yang sangat berharga untuk pengembangan kompetensi profesional mereka,” ujarnya.

Mahasiswa peserta kunjungan juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen dan tim PT Pema Global Energi atas sambutan serta kesempatan yang diberikan untuk mengenal lebih dekat aktivitas industri hulu migas.

Kolaborasi antara USK dan PT Pema Global Energi diharapkan terus berlanjut sebagai upaya mendukung pengembangan sumber daya manusia di sektor energi. Sinergi antara dunia akademik dan industri dinilai penting dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi teknis, wawasan profesional, serta kesiapan menghadapi dinamika industri migas.

Melalui berbagai program pembelajaran berbasis pengalaman, seperti kunjungan industri, kerja praktik, penelitian kolaboratif, dan kemitraan strategis dengan berbagai mitra, USK terus berupaya menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan mampu berkontribusi terhadap pengembangan sektor energi nasional maupun daerah, khususnya di Aceh.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Kanwil Kemenag Aceh Verifikasi Izin Operasional Dua Pesantren di Bener Meriah

0
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh melakukan verifikasi lapangan terhadap dua pondok pesantren di Kabupaten Bener Meriah sebagai bagian dari proses penerbitan izin operasional, Kamis (9/7/2026). (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | REDELONG – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh melakukan verifikasi lapangan terhadap dua pondok pesantren di Kabupaten Bener Meriah sebagai bagian dari proses penerbitan izin operasional, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Tim Kerja Satuan Pendidikan Muadalah, Pendidikan Diniyah Formal (PDF), dan Ma’had Aly Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Aceh, Dr. H. Rakhmad Mulyana, S.Ag., M.Si. Ia didampingi Pelaksana Harian Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah, Dr. Hj. Mariani, M.Pd., bersama Staf Seksi Pendidikan Islam, Mursaha, S.Pd.I., dan Syahrul Amin.

Verifikasi dilakukan di Pondok Pesantren Darul Ulum Al Fatah yang berada di Desa Temas Mumanang, Kecamatan Permata, serta Pondok Pesantren Hidayatussalikin Al Musthafawiyah di Desa Umah Besi, Kecamatan Gajah Putih.

Proses tersebut bertujuan memastikan setiap pesantren telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi, kesiapan kelembagaan, serta ketentuan yang ditetapkan Kementerian Agama sebelum memperoleh izin operasional.

Dalam kegiatan itu, tim juga menjelaskan bahwa izin operasional merupakan dasar hukum yang penting bagi penyelenggaraan pendidikan di lingkungan pesantren. Melalui izin tersebut, lembaga memperoleh pengakuan resmi dari pemerintah, dapat terintegrasi dalam sistem Education Management Information System (EMIS) Kementerian Agama, memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), serta mendukung penerbitan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) bagi para santri.

Selain memberikan kepastian hukum, izin operasional juga membuka kesempatan bagi pesantren untuk mengembangkan layanan pendidikan keagamaan yang terintegrasi dengan pembelajaran umum sesuai kurikulum yang berlaku. Status tersebut juga memungkinkan penerbitan ijazah sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Pelaksana Harian Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah, Mariani, menilai proses perizinan operasional menjadi langkah penting dalam memperkuat kelembagaan pesantren sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan kepada masyarakat.

“Legalitas menjadi fondasi penting bagi pengembangan pesantren. Dengan izin operasional, pesantren memiliki kepastian dalam menyelenggarakan pendidikan serta peluang yang lebih luas untuk meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Melalui verifikasi lapangan ini, Kanwil Kemenag Aceh berharap proses penerbitan izin operasional pondok pesantren di Kabupaten Bener Meriah dapat berjalan sesuai ketentuan. Kehadiran izin operasional diharapkan tidak hanya memperkuat legalitas lembaga, tetapi juga mendorong peningkatan mutu pendidikan pesantren sehingga mampu mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Pelajar Korban Penganiayaan di Aceh Timur Curhat ke Bupati, Minta Pindah Sekolah

0
aceh timur
IR, pelajar SMP di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh mengeluarkan curahan hatinya di depan Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky di Pendopo Idi, Kabupaten Aceh Timur, Jumat (10/7/2026) sore.(KOMINFO ACEH TIMUR)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK – Seorang pelajar SMP berinisial IR yang menjadi korban dugaan penganiayaan di Kabupaten Aceh Timur menyampaikan curahan hati kepada Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, di Pendopo Idi, Jumat (10/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, IR mengaku ingin pindah sekolah karena merasa sudah tidak nyaman berada di sekolah lamanya setelah peristiwa yang menimpanya.

“Saya ingin pindah sekolah, sudah tidak nyaman di sekolah lama,” kata IR.

Kasus yang menimpa IR sempat menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan dirinya diinjak pada bagian wajah oleh seorang gadis bernama Asmaul Husna viral di media sosial. Dalam video itu, IR juga terlihat dipegangi oleh dua pemuda di sebuah doorsmeer atau tempat pencucian kendaraan di Desa Paya Awe, Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur.

Peristiwa tersebut dipicu oleh tuduhan bahwa IR mencuri uang sebesar Rp10.000. Namun, IR membantah keras tuduhan tersebut. Orang tua korban kemudian melaporkan kasus itu ke Polres Aceh Timur.

Di hadapan bupati, IR turut menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya dan berharap proses hukum tetap berjalan sehingga para pelaku mendapat hukuman sesuai ketentuan yang berlaku.

Menanggapi permintaan tersebut, Bupati Al-Farlaky langsung menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur, Bustami, untuk memproses perpindahan sekolah IR. Pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan pendidikan melalui Baitul Mal Kabupaten Aceh Timur, termasuk pakaian dan perlengkapan sekolah.

“Pakaian dan perlengkapan sekolah juga kita berikan. Saya minta IR tetap semangat. Maafkan saya karena baru bertemu, karena saya baru pulang dari luar daerah,” katanya.

Bupati juga menegaskan bahwa penanganan perkara kini berada dalam proses hukum di Polres Aceh Timur.

“Terpenting tetap semangat belajar, tetap menjadi orang baik. Kasus ini menjadi pelajaran untuk semua masyarakat, jangan main hakim sendiri di negara hukum,” terangnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Aceh Timur, AKP Novrizaldi, mengatakan penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap perkara tersebut dengan memanggil seluruh pihak yang diduga mengetahui maupun terlibat dalam kejadian itu.

“Kasus on proses. Saksi-saksi dan seluruh orang yang terlibat dipanggil untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Sebelumnya, video berdurasi lebih dari dua menit yang memperlihatkan IR diinjak pada bagian wajah oleh Asmaul Husna beredar luas di media sosial. Korban tampak tidak berdaya tergeletak di lantai setelah dituduh mencuri uang Rp10.000.

Diketahui, kedua orang tua IR telah berpisah dan bekerja di Malaysia. Setelah kasus tersebut viral, ibu korban pulang ke Aceh Timur untuk mendampingi proses hukum yang sedang berjalan.

Kasus itu sempat diselesaikan secara damai di tingkat desa dan IR, yang masih berstatus anak di bawah umur, menandatangani surat perdamaian. Namun, belakangan ibu dan kakak kandung korban memutuskan melaporkan kembali peristiwa tersebut ke Polres Aceh Timur.

Di sisi lain, Asmaul Husna telah menyampaikan permohonan maaf melalui sebuah video. Ia mengakui perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan serupa.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Sekda Aceh Hadiri Peresmian Bendungan Rukoh, Perkuat Ketahanan Pangan dan Irigasi

0
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menghadiri peresmian Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie yang dilakukan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara virtual dari Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026). (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | PIDIE – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menghadiri peresmian Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie yang dilakukan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara virtual dari Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026).

Dalam agenda tersebut, Sekda Aceh didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh dan mengikuti rangkaian peresmian dari kawasan Bendungan Rukoh.

Secara bersamaan, Presiden Prabowo meresmikan lima bendungan strategis nasional, yakni Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Bendungan Sidan di Provinsi Bali, Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Meninting di Provinsi NTB.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan bendungan merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, menjamin ketersediaan air baku, mengendalikan banjir, serta mendukung pengembangan energi baru terbarukan. Lima bendungan tersebut dibangun sepanjang 2015 hingga 2025 dengan total investasi mencapai Rp9,79 triliun.

Presiden menjelaskan, kelima bendungan tersebut akan menyuplai air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik, mengurangi potensi banjir di lahan seluas 932 hektare, serta mendukung pengembangan energi bersih melalui PLTA dan PLTS terapung. Infrastruktur tersebut juga didukung jaringan irigasi sepanjang 279,98 kilometer yang akan mengairi sekitar 39.540 hektare lahan pertanian.

Bagi Aceh, Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto menjadi infrastruktur strategis yang diharapkan mampu memperkuat sistem irigasi, meningkatkan produktivitas pertanian, menyediakan air baku bagi masyarakat, mengurangi risiko banjir, serta membuka peluang pengembangan energi terbarukan.

Usai mengikuti peresmian, Sekda Aceh M. Nasir menyampaikan bahwa rampungnya Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto merupakan langkah penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat pembangunan sektor pertanian di Aceh.

Menurutnya, Pemerintah Aceh siap bersinergi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan agar manfaat kedua bendungan tersebut dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitarnya.

Turut mendampingi Sekda Aceh dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Aceh, jajaran Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Pemerintah Kabupaten Pidie, serta para pemangku kepentingan lainnya yang mengikuti agenda peresmian Presiden dari kawasan Bendungan Rukoh.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Aceh Selatan Dapat 634 Unit Bantuan Rumah dari Pemerintah Pusat, Anggaran Capai Rp11,6 Miliar

0
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh Selatan, Renol Riandy. (FOTO: IST)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan memperoleh alokasi 634 unit bantuan peningkatan kualitas rumah dari pemerintah pusat dengan total anggaran sebesar Rp11,665 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Bantuan tersebut terdiri atas 347 unit melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta 287 unit bantuan yang berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh Selatan, Renol Riandy, mengatakan keberhasilan daerah memperoleh alokasi bantuan tersebut tidak terlepas dari komunikasi yang dibangun Bupati Aceh Selatan dengan kementerian terkait.

“Setelah Bupati melakukan komunikasi dengan kementerian, kami dari Dinas Perkim langsung mengintensifkan koordinasi dan menyiapkan seluruh administrasi serta data yang dibutuhkan sebagai persyaratan program bantuan rumah ini,” kata Renol kepada wartawan di Tapaktuan, Jumat (10/7/2026).

Ia menjelaskan, program bantuan rumah tersebut akan menyasar masyarakat di sejumlah kecamatan, mulai dari Labuhan Haji Barat hingga Trumon Timur. Dengan demikian, bantuan diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan hunian layak secara lebih merata.

“Alhamdulillah, Aceh Selatan mendapatkan alokasi sebanyak 634 unit rumah. Ini merupakan kabar baik bagi masyarakat karena program ini akan membantu meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat berpenghasilan rendah,” katanya.

Menurut Renol, proses pelaksanaan peningkatan kualitas rumah dijadwalkan dimulai pada semester kedua tahun 2026 setelah seluruh tahapan administrasi dan persiapan teknis rampung.

Selain itu, ia menyebutkan peluang penambahan kuota bantuan rumah masih terbuka hingga akhir tahun 2026.

“Kami optimistis alokasi bantuan rumah untuk Aceh Selatan masih berpotensi bertambah hingga lebih dari seribu penerima manfaat sampai akhir tahun ini,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News